• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar

Dosen Pengampu: Dr. Dharmono, M.Si

Mahrudin, M.Pd

Oleh: Kelompok 1

Khairun Nisa I1C113009 Rizkika I1C115043

Maya Wijayanti I1C115017 Raysa Alifa Fatimah I1C115047 Nor Mai Leza 1IC115019 M. Aditya Ais Purnama I1C115051

Nurhayati I1C115021 Cindy Setiarini I1C115208

M. Singgih Saputra I1C115034 Putri Efanoor A. Pohan I1C115233

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pencemaran Lingkungan” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan kami juga berterima kasih kepada bapak Dr. Dharmono, M.Si dan Bapak Mahrudin, M.Pd selaku Dosen mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita.Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kedepannya.

Banjarbaru, April 2017

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...1 B. Rumusan Masalah...1 C. Tujuan Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN

A. Berbagai Macam Pengrusakan Lingkungan...3 B. Pencemaran Lingkungan...4 C. Limbah dan Permasalahannya...4 BAB III PENUTUP

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga keseimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu. Ketidakseimbangan struktur dan fungsi daur materi terjadi karena proses alam atau juga karena perbuatan manusia. Dalam abad modern ini banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan teknologi sehingga banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut, manusia memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia. Semakin banyak jumlah manusia, semakin banyak pula sumberdaya alam yang digali, diolah dan dijadikan berbagai produk yang siap digunakan (Luthfi, Achmad. 2004).

Dalam proses pengambilan, pengolahan dan pemanfaatan sumberdaya alam, terdapat sisa yang tidak digunakan. Sisa tersebut dibuang karena tidak dibutuhkan yang disebut dengan limbah. Limbah tersebut dibuang ke lingkungan sehingga masalah yang ditimbulkan merata dan menyebar luas di lingkungan. Limbah yang biasanya menimbulkan masalah terhadap lingkungan antara lain berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi (Dharmono, 2013).

Kerusakahan lingkungan akibat pencemaran terjadi dimana-mana yang berdampak pada menurunnya kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahkan pencemaran lingkungan menimbulkan berbagai dampak buruk bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam.

Karena itu, masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang sangat populer, banyak dibahas oleh kalangan masyarakat di seluruh permukaan bumi kita ini. Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang sangat perlumendapat penanganan secara serius oleh semua pihak untuk dapat menanggulangi akibat buruk yang terjadi karena pencemaran, bahkan sedapat mungkin untuk dapat mencegah jangan sampai terjadi pencemaran lingkungan (Luthfi, Achmad. 2004).

(5)

kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radio aktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses itu terjadi, akibat yang dihasilkan dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

Berhubungan dengan masalah pencemaran lingkungan, maka dalam hal ini kami menyusun makalah “Pencemaran Lingkungan” agar mengetahui penyebab pencemaran lingkungan terjadi, macam-macam dan dampak pencemaran lingkungan, limbah sebagai sumber pencemar dan bagaimana cara penanggulangannya.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah:

1. Apa pengertian dan faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan? 2. Apa saja macam-macam dan dampak dari pencemaran lingkungan? 3. Apa yang dimaksud dengan limbah?

4. Apa saja jenis-jenis limbah?

5. Bagaimana cara pembuangan limbah? 6. Bagaimana cara mendaur ulang limbah?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :

1. Untuk mengetahui pengertian dan faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan

2. Untuk mengetahui macam-macam dan dampak dari pencemaran lingkungan

3. Untuk mengetahui definisi dari limbah 4. Untuk mengetahui jenis-jenis limbah

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Berbagai Macam Pengrusakan Lingkungan

Berbagai masalah kerusakan lingkungan yang banyak terjadi antara lain, kerusakan hutan, erosi tanah, kepunahan satwa liar, kepunahan tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.

1. Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam

Bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan faktor alam pada umumnya merupakan bencana alam, seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya.

- Letusan gunung api sering terjadi di berbagai belahan bumi yang merupakan jalur gunung api, seperti Indonesia. Peletusan gunung api ada yang lemah dan ada yang kuat. Makin kuat letusan gunung api, makin besar kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.

- Banjir sering pula disertai dengan tanah longsor telah mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan kehidupan. Banjir telah mengakibatkan daerah permukiman dan pertanian terendam sehingga banyak tanaman-tanaman mati, jalan-jalan longsor, jembatan hancur, dan sebagainya. - Kerusakan lingkungan hidup di tepi pantai disebabkan oleh adanya abrasi,

yaitu pengikisan pantai oleh air laut yang terjadi secara alami.

- Peristiwa gempa bumi merupakan kekuatan alam yang berasal dari dalam bumi dan dapat menyebabkan getaran di permukaan bumi. Gempa bumi sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia

Proporsi kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan manusia sebetulnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam. Bentuk keruskan lingkungan yang disebabkan oleh manusia di antaranya pencemaran sungai oleh limbah industri, penebangan hutan secara massal dan ilegal, dan sebagainya.

(7)

terjadi menyebabkan timbulnya lahan kritis, ancaman terhadap kehidupan flora dan fauna, dan kekeringan.

- Pencemaran lingkungan dapat terjadi terhadap air, tanah, dan udara. Pada umumnya, pencemaran air dan tanah terjadi karena pembuangan limbah-limbah industri dan biasanya terjadi di perkotaan. Adapun pencemaran terhadap udara terjadi karena hasil pembakaran bahan bakar.

- Kasus-kasus pencemaran perairan telah sering terjadi karena pembuangan limbah industri ke dalam tanah, sungai, danau, dan laut.

- Kebocoran-kebocoran pada kapal-kapal tanker dan pipa-pipa minyak yang menyebabkan tumpahan minyak ke dalam perairan menyebabkan kehidupan di tempat itu terganggu, banyak ikan-ikan yang mati, tumbuh-tumbuhan yang terkena genangan minyak pun akan musnah pula. Masyarakat yang mempunyai mata pencarian menangkap ikan seperti nelayan terimbas pula dampak negatifnya, yaitu berkurangnya jumlah tangkapan ikan yang mereka peroleh.

- Perladangan hutan secara liar oleh penduduk. Akibatnya keanekaan flora dan fauna hutan menurun drastik, serta manfaat hutan bagi manusia pun terganggu bahkan hilang sama sekali.

B. Pencemaran Lingkungan

a. Pengertian Pencemaran Lingkungan

Berdasarkan Undang-undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dana tau komponen lain ke dalam lignkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

(8)

Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi (Luthfi, Achmad. 2004) : 1) Faktor Industrialisasi

a. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan. b. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan

bahan bakar untuk menghasilkan energi.

c. Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.

2) Faktor Urbanisasi

a. Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem transportasi.

b. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil samping selama proses-proses di atas.

3) Perkembangan/pertumbuhan penduduk yang pesat a. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan. b. Meningkatnyakebutuhanpangandankebutuhanenergi.

c. Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup.

4) Faktor Cara Hidup

a. Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.

b. Tuntutan akan kemewahan c. Pemborosan energi

b. Macam-Macam Pencemaran Lingkungan 1. Pencemaran Udara

(9)

daun dan akar tumbuhan, dan melarutkan garam-garam almunium. Akumulasi garam alumunium disungai dan danau dapat membunuh ikan.Dalam keadaan udara tidak tercemar,secara alami air hujan bersifat asam lemah karena merupakan larutan asam karbonat (H2CO3) yang terbentuk ketika air hujan malarutkan karbon dioksida diudara. Kabut asap di kota-kota besar seperti Jakarta di sebabkan oleh asap kendaraan dan industri sehingga dapat mengiritasi mata dan paru-paru dan merusak tumbuhan (Dharmono, 2013).

Gasfreon(CFC)adalah gas yang mencair jika dimanfaatkan, sehingga dapat digunakan sebagai pendingin pada lemari es dan AC, bahan pendorong dalam kaleng aerosol seperti pada parfum, catsemprot, hair spray (aerosol propellant) dan sebagai pembentuk gelembung pada plastik busa (foamingagents). Di lapisi stratosfer, radiasi ultraviolet akan memecah CFC dan melepas kanradikalklorin (Cl). Atomklorin akan mengikat satu atomoksigen dariozon membentuk klorinmonoksida. Klorinmonoksida bersifat labil dan akan bereaksi dengan ozon lain membentuk gas oksigen dan atomklorin. Ataomklorin secara berantai dan terus menerus memecah molekul ozon, sedangkan ozon dilapisi strstosfer berfungsi menyaring dan menyerap radiasi ultraviolet, sehingga makhluk hidup di bumi dapat terlindungi karena radiasi ultraviolet dapat mengubah susunan basa purindan pirimidan pada DNA (Dharmono, 2013).

Karbondioksida dapat menyebabkan efekrumah kaca jika kadarnya di atmosfer meningkat dan meyebabkan peningkatan suhu bumi

(10)

Gambar 1 Pencemaran udara dari kendaraan bermotor dan asap pabrik

Table 1

Beberapa Unsur Pencemaran Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Manusia

No .

Unsur Pencemar Dampak terhadap Manusia

1 Karbon monoksida (CO) Pusing, sakit kepala, mual, serangan

jantung, penglihatan kabur,

keseimbangan badan menurun, lemas, pingsan, kematian.

2 Sulfur Dioksida (SOX) Iritasi mata, iritasi saluran pernapasan, pandangan kabur, gejala penyakit jantung.

3 Nitrogen Oksida (OX) Iritasi mata, kejang-kejang, kelumpuhan, sulit bernapas, radang ginjal, kanker paru-paru.

4 Hidrokarbon (hc) Iritasi mata, iritasi hidung, iritasi tenggorokan, pusing, mual.

5 Timbal (Pb) Kekurangan darah, mengganggu fungsi

ginjal, kejang-kejang, gangguan system syaraf dan otak, kelainan bayi dalam kandungan.

6 Partikel Penyakit saluran pernapasan

2. Pencemaran Air

(11)

Zat pencemar yang dapat masuk ke air, antara lain: bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan yang membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya, bahan kimia anorgnik dari industri, limbah pupuk pertanian, bahan yang tidak terlarut, endapan, bahan yang mengandung radio aktif dan panas. Limbah-limbah tersebut dapat mencemari air karena di dalam komposisi kimianya terdapat zat-zat berbahaya (logam berat dan bakteri), suhu dan pH nya dapat mematikan organism di dalamnya, dan kemampuan untuk menyerap oksigen dari air sangat besar sehingga organism di perairan menjadi kekurangan oksigen. Dampak negatif pencemaran air antara lain: berubah warna dan berbau busuk, biota air mati, penyakit kulit, muntaber, penyakit minamata (kabyo), air tanah tercemar, dan terjadinya eutrofikasi.Air tanah yang tercemar sangat sulit untuk dikembalikan menjadi air bersih karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai aerob, pengencerandan penguraian polutan tidak dapat berjalan (Dharmono, 2013).

(12)

Gambar 2 Pencemaran air sungai dari sampah (limbah industri dan rumah tangga)

Tabel 2

Unsur Pencemaran air, Sumber, dan Dampaknya terhadap Manusia No

(13)

pertanian

Pencemaran tanah atau daratan terjadi jik ada bahan-bahan asing, baik organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan atau tanah rusak. Akibatnya, daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, maka dapat digunakan untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, pemukiman, dan lain-lain (Luthfi, Achmad. 2004).

Pencemarannya berupa sampah plastik dan kaca yang sulit terurai, sampah organik, logam, kertas, kaleng, pupuk, detergen, dan pestisida yang berasal dari limbah industri, tumah tangga, pertanian, dan pertambangan (Dharmono, 2013).

Pupuk buatan, obat pembasmi hama seperti pestisida, herbisida, bila digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah, merubah sifat fisis, sifat kimia dan sifat biologis tanah, sehingga menganggu pertumbuhan tumbuh-tumbuhan. Sampah dan bahan buangan dan benda padat yang makin meningkat jumlahnya dapat menjadi bahan penceman tanah, apalagi yang sukar diuraikan oleh bakteri pengurai (Luthfi, Achmad. 2004).

(14)

dapat menghilangkan CO dari atmosfir. Oleh karena itu tanah merupakan tempat penampungan dari karbon monoksida (Luthfi, Achmad. 2004).

Gambar 3 Pencemaran tanah dari sampah (limbah rumah tangga)

4. Pencemaran Suara (kebisingan)

Polutannya berupa suara bising yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, konser musik, dan pesawat terbang. Dampak negatifnya dapat menimbulkan gangguan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, bertambahnya metabolism basal, gangguan psikologis seperti rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan gangguan emosi, gangguan komunikasi, dan terjadinya ketulian.Tingkat kebisingan terjadi apabila intensitas bunyi melampaui 50 desibel (dB) (Dharmono, 2013).

(15)

Gambar 4 Pencemaran suara (kebisisngan) dari kendaraan bermotor

C. Limbah dan Permasalahannya a. Pengertian Limbah

Pengertian limbah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Pada dasarnya, orang akan menganggap bahwa limbah adalah sampah yang sama sekali tidak ada gunanya dan harus dibuang, akan tetapi jika limbah terus ditumpuk maka akan menimbulkan penumpukan sampah. Dan sejatinya, limbah tidak selamanya harus dibuang karena banyak juga limbah yang masih bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Bahkan beberapa macam limbah bisa menjadi sangat berguna dan juga mempunyai nilai jual tinggi apabila diolah kembali secara baik dan benar.

(16)

Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi.Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Logika yang mudah seperti ini; dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang manusia sudah menggunakan sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan limbah tak bisa di elakkan lagi. Berdasarkan bentuknya dapat di bedakan menjadi 3, yaitu : 1. Berdasarkan wujudnya :

Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di lihat dari fisik limbah tersebut.Contohnya limbah padat, disebut limbah padat karena memang fisiknya berupa padat, sedangkan limbah cair dikarenakan fisiknya berbentuk cair, begitu pula dengan limbah gas.

a) Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

b) Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.

c) Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain. 2. Berdasarkan sumbernya

Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada dari mana limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:

(17)

Gambar 5 Limbah industri

b) Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian

c) Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan

d) Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain. 3. Berdasarkan senyawa

Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik dan limbah anorganik.

a) Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah membusuk), limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.

b) Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah Plastik dan baja.

c) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

(18)

Limbah domestik lebih kita kenal dengan istilah limbah rumah tangga. Limbah domestik ini berasal dari pembuangan dalam rumah tangga, seperti sampah dan sejenisnya. Limbah ini dihasilkan dari sisa pembuangan makanan, sisa barang-barang yang sudah tidak terpakai dan ingin segera dibuang, air bekas mencuci atau mandi dan kotoran yang berasal dari tubuh manusia (feses dan urin). Sejatinya limbah domestik tidak berbahaya seperti limbah industri. Akan tetapi jika pembuangannya tidak tepat bisa menjadi sumber penyakit bagi masyarakat. Limbah domestik dapat berupa cairan, limbah cair yang dihasilkan dari rumah tangga ini cenderung merupakan kotoran umum (Sugiharto, 1987). Berikut adalah klasifikasi limbah cair:

a) Limbah cair domestik (Domestic waste water), yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), perkantoran, bangunan perdagangan, dan saranasejenis. Contoh : air deterjen sisa cucian.

b) Limbah cair industri (Industrial waste water), yaitu limbah cair hasil buangan industri. Contoh : air sisa cucian daging, buah dan sayur dari industri pengolahanmakanan, cairan sisa pewarna tekstil dari industri tekstil.

c) Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melaluirembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Contoh : luapan air buangan talang atap, pendingin ruangan, pertanian atau perkebunan.

d) Air hujan ( storm water ), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan diatas permukaan tanah.

2) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

(19)

kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

Sifat limbah B3 dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, dikenal sampah spesifik, yaitu sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) mengandung satu atau lebih senyawa berikut ini :

a) Mudah meledak (explosive) b) Pengoksidasi (oxidizing) c) Beracun (moderatelytoxic) d) Berbahaya (harmful) e) Korosif (corrosive)

f) Bersifat mengiritasi (irritant) g) Dll

3) Macam-macam limbah B3

Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dikelompokkan menjadi : a) Primary sludge

b) Chemicial sludge c) Excess actived sludge d) Digested sludge

Berdasarkan karakteristiknya tersebut, limbah B3 dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a) Limbah mudah meledak b) Limbah mudah terbakar c) Limbah reaktif

d) Limbah beracun

(20)

Contoh produk limbah rumah tangga berpotensi B3, yaitu sebagai berikut:

a) Dapur : pembersih lantai, kompor gas, pembersih kaca, plastik, racun tikus, dan bubuk pembersih.

b) Tempat cucian : pembersih, detergen, pembersih lantai, bahan pencelup, dan pembuka sumbat saluran air kotor.

c) Kamar mandi : aerosol, disifektan, hair spray, pewarna rambut, pembersih toilet, dan medicated shampoo.

d) Kamar tidur : kamper, obat anti nyamuk, baterai, cat kuku, dan pembersih.

g) Taman : pupuk dan insektisida. h) Ruang makan : bumbu dan obat.

c. Cara Pembuangan Limbah

Penanganan limbah baik limbah cair, padat, gas dan limbah B3 memiliki cara tersendiri dalam penanganan pembuangan. Limbah B3 tidak bisa disamakan pembuangannya dengan limbah cair ataupun limbah padat begitu pula sebaliknya. Untuk penanganan limbah cair sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian, untuk lebih jelasnya perhatikan bagaimana cara penanganan limbah di bawah ini.

1. Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:

(21)

Pada pengolahan limbah padat berbeda dengan penanganan limbah cair, dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni: bagaimana mencegah gas pencemar tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring) pada knalpot kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi.

4. Pengolahan limbah B3

Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang berbeda, berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi lingkungan maka penanganan dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk pembuangan limbah B3 haruslah berhati-hati karena tidak bisa dibuang begitu saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu baik melalui pengolahan fisik, biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek berbahaya yang terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah B3: a) Kolam penyimpanan (surface impoundments)

b) Sumur dalam/Sumur injeksi

c) Secure landfill/lanfill untuk limbah B3

d. Daur Ulang Limbah

(22)

Secara umum sampah dapat di kelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup.Seperti daun-daunan, sampah dapur, serta sampah sayur atau buah-buahan di pasar.Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara alami sehingga penghancurannya memerlukan penanganan lebih lanjut. Misalnya, plastik, kertas, kaleng, dan styrofoam. Sampah dapat diolah, salah satu caranya dengan daur ulang yaitu cara pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk atau material bekas pakai (Dharmono, 2013).

(23)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan Undang-undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dana tau komponen lain ke dalam lignkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Adapaun faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, yaitu : 1. Faktor Industrialisasi seperti, pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan 2. Faktor Urbanisasi seperti, pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem transportasi, penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah 3. Perkembangan/pertumbuhan penduduk yang pesat, sehingga mneingkatnya kebutuhan 4. Faktor Cara Hidup, seperti penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma, tuntutan akan kemewahan, dan pemborosan energi.

Pencemaran Lingkungan ada bermacam-macam yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. Macam-macam pencemaran lingkungan tersebut masing-masing memiliki dampak bagi manusia terutama kesehatan. Pencemaran udara dapat menyebabkan pusing, mual, serangan jantung, penglihatan kabur, iritasi mata, iritasi saluran pernapasan, kejang, kelumpuhan, radang ginjal, kanker paru-paru, kekurangan darah. Pencemaran air dapat menyebabkan sakit pinggang dan tulang punggung, gagal ginjal, kekurangan hormone kelenjar gondok, tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Pencemaran tanah

dapat menyebabkan daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, pemukiman, dan lain-lain. Sedangkan pencemaran suara (kebisingan) dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, bertambahnya metabolisme basal, kurang konsentrasi, susah tidur, gangguan emosi dan ketulian.

(24)

Jenis- jenis limbah yaitu limbah domestik dan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun ). Limbah domestik berasal dari pembuangan dalam rumah tangga, seperti sampah dan sejenisnya. Limbah ini dihasilkan dari sisa pembuangan makanan, sisa barang-barang yang sudah tidak terpakai dan ingin segera dibuang, air bekas mencuci atau mandi dan kotoran yang berasal dari tubuh manusia (feses dan urin). ). Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

Cara pembuangan limbah diantaranya : Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni dengan : Pengolahan primer, Pengolahan sekunder, Pengolahan tersier, Desinfeksi, dan Pengolahan lumpur. Dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni: Penimbunan terbuka, Sanitary landfill, Daur ulang, Insinerasi dan Dijadikan kompos. Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas pencemar tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring) pada knalpot kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi. Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang berbeda, beberapa cara pengolahan limbah B3 yaitu dengan : Kolam penyimpanan (surface impoundments), Sumur dalam/Sumur injeksi dan Secure landfill/lanfill untuk limbah B3.

Dalam mengelola limbah untuk daur ulang dapat digunakan prinsip-prinsip produksi bersih yang dapat diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan prinsip 4R yang meliputi : Reduce (kurangi sampah), Recyle (daur ulang sampah), Reuse (gunakan sampah yang masih dapat dipakai) dan Replace (ganti dengan barang yang ramah lingkungan).

B. Saran

1. Masyarakat

(25)

lingkungan yang luas dalam menjaga kondisi lingkungan agar benar-benar jauh dari pencemaran lingkungan.

2. Mahasiswa

Sebaiknya mahasiswa memperdalam wawasan lingkungan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mengarah pada pemeliharaan dan pelestarian lingkungan agar dapat beretika atau bermoral lingkungan yang tinggi sehingga jauh dari masalah lingkungan bahkan dapat mencegah masalah lingkungan.

3. Makalah

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Dharmono. 2013. Bahan Ajar Ilmu Kealaman Dasar. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat Press.

Luthfi, Achmad. 2004. Modul Kim 08. Pencemaran Lingkungan. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan MenengahKejuruan,

Departemen Pendidikan Nasional.

Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999

Sugiharto, 1987

Undang-undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009

Gambar

Table 1Beberapa Unsur Pencemaran Udara dan Dampaknya Terhadap
Gambar 2 Pencemaran air sungai dari sampah (limbah industri dan rumah
Gambar 3 Pencemaran tanah dari sampah (limbah rumah tangga)
Gambar 4 Pencemaran suara (kebisisngan) dari kendaraan bermotor
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, peneliti akan membahas mengenai implementasi pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di

Pelaku Usaha yang telah mendapatkan Izin Operasional Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ( B3) untuk Pengahasil Kegiatan Penyimpanan Limbah B3 (terintegrasi

Bab Keempat, Tentang analisis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Surabaya tentang hukuman bagi pelaku tindak pidana pembuangan limbah B3 (Bahan, Berbahaya, dan

Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak

Beban pencemaran dalam lingkungan air sudah semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia yang kadang kala sangat berbahaya dan beracun meskipun

Penerapan sanksi administrasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi terhadap pelanggaran pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah sakit belum

85 Thun 1999 Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Terkait dengan pengaturan dan pengawasan limbah B3 yang dihasilkan oleh rencana kegiatan.2.

Pelaksanaan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran terkait dengan kegiatan bongkar muat barang berbahaya, barang khusus, limbah bahan berbahaya dan beracun B3, pengisian bahan