• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMULIR PENDAFTARAN PENGHARGAAN KARYA K (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FORMULIR PENDAFTARAN PENGHARGAAN KARYA K (1)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

FOR

ALAMAT & TELEPON

PIMPINAN

FORMULIR PENDAFTARAN

N KARYA KONSTRUKSI IN

TAHUN 2012

JUDUL KARYA :

SEP GREEN BUILDIN

PROYEK DAHANA

KATEGORI KARYA :

EKNOLOGI KONSTRUKSI

DIAJUKAN OLEH :

: Nugraha Adi S./ PT. PP (Pe

: Construction and Investmen

ON

: Plaza PP – Wisma Subiyan

Jl. TB. Simatupang No. 57

Pasar Rebo – Jakarta 13760

Telp. (021) 8403909/ 8403883

Fax. (021) 8403914

: Ir. Bambang Triwibowo

(2)

DATA UMUM

1. Nama : Nugraha Adi Suryabrata/ PT. PP (Persero) Tbk 2. Tanggal Pendirian : 26 Agustus 1953

3. Alamat : PT. PP (Persero) Tbk

Plaza PP – Wisma Subiyanto Jl. TB. Simatupang No. 57

Pasar Rebo, Jakarta Timur 13760 4. Telepon : (021) 8403909/ 8403883

5. Fax : (021) 8403914

6. Email :[email protected]; [email protected]

7. Bidang Pekerjaan : General Contractor 8. Pemilik Pekerjaan : PT. Dahana (Persero)

Jakarta, 15 Oktober 2012

(3)

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA KONSTRUKSI DALAM RANGKA

PENGHARGAAN KARYA KONSTRUKSI INDONESIA 2012

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Nugraha Adi Suryabrata

Jabatan : Project Manager

Bertindak untuk dan atas nama : PT. PP (Persero) Tbk

Alamat : Plaza PP – Wisma Subiyanto, Jl. TB. Simatupang No. 57

Pasar Rebo – Jakarta Timur 13760

No Telepon / Fax : (021) 8403903 / 8403901/ fax (021) 8403947 Email :[email protected];[email protected]

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya konstruksi yang saya ajukan dengan judul “Konsep Green Building Proyek Dahana” adalah hasil karya cipta saya, dan bukan milik atau hasil karya cipta pihak lain baik secara individu maupun kelompok, serta belum pernah kami ajukan pada kegiatan penghargaan maupun lomba sejenis lainnya.

Bila di kemudian hari ternyata pernyataan yang saya buat ini tidak benar, maka saya membebaskan Panitia/ Penyelenggara Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2012 termasuk Dewan Juri dari tuntutan pihak ketiga serta bersedia untuk menerima sanksi sebagai berikut :

1. Secara otomatis digugurkan dalam proses penjurian;

2. Dicabut penetapannya sebagai pemenang/ penerima Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2012 dan wajib mengembalikan seluruh penghargaan yang telah diterima;

3. Diajukan secara pidana apabila karya yang kami ajukan di kemudian hari terbukti bukan merupakan karya orisinal kami atau merupakan jiplakan/ tiruan/ pengakuan atas karya pihak lain.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Jakarta, 12 Oktober 2012 Yang membuat pernyataan,

(4)

1. ABSTRAKSI

Proyek pemba Pusat (Kampus) PT. D design and build by PT dengan perencanaan, sistem (test comissionin Proyek Dahan Kabupaten Subang, Pr awalnya berada di Tasi karena tanah tersebut a Pusat PT. Dahana yang

Proyek ini t auditorium, menara air menggunakan konsep Greenship PLATINUM.

bangunan Energetic Material Center/ Ka . DAHANA (Persero) merupakan proyek PT. PP (Persero) Tbk, sehingga semua ha

n, pelaksanaan lapangan, sampai deng ning) adalah mutlak menjadi tanggung jawa

ana berlokasi di Jl. Raya Cikamurang De Propinsi Jawa Barat. Kompleks Kantor Pu Tasikmalaya, dibangun di atas tanah mili

t akan dipergunakan oleh TNI AU, maka K ng baru dipindahkan ke Subang, Jawa Bar

Gambar 1. Peta Lokasi Proyek Dahana

terdiri atas pembangunan gedung p air, gedung serba guna, dan masjid. Proy sep Green Building dan berhasil men

.

Kantor Manajemen ek dengan konsep hal yang berkaitan engan pengetesan

wab dari PT. PP. esa Sumurbarang Pusat PT. Dahana ilik TNI AU. Oleh a Kompleks Kantor

arat.

(5)

2. DATA TEKNIS

Nama Proyek

Lokasi Karya

Implementasi Karya Nilai Kontrak

Jangka Waktu Kontrak Waktu Pelaksanaan Kon Pemilik Proyek

Perencana & Green desi

Pengawas

3. KEUNGGULAN KARYA

1. Bangunan Perkantora

Bangunan per Terdiri dari 5 (lima) bangu Keuangan dan PPL, Kan gedung auditorium di ten

G

: Pengembangan Energetic Mat Dahana (Persero)

: Jl. Raya Cikamurang KM 12, D Cibogo, Kabupaten Subang Pro : Bidang Bangunan Gedung

: Rp. 264,085,985,331.52,- (Incl. P : 340 Hari Kalender

onstruksi : 17 September 2010 – 30 Septem : PT. Dahana (Persero)

sign : PT. Penta Rekayasa di bawah ko (Persero) Tbk

: PT. Bina Karya (Persero)

A

oran dan Auditorium

erkantoran PT. Dahana ini mempunyai be ngunan kantor yaitu Kantor Sekretariat, Kan

antor Direksi, dan Kantor Diklat yang melin engah area perkantoran.

Gambar 2 Site Plan Gedung Perkantoran

aterial Center PT.

Desa Sadwarna – rovinsi Jawa Barat

cl. PPN)

tember 2011

h koordinasi PT PP

(6)

Setiap gedung lantai dan mempunyai r seperti topi yang di desa shading.

Gambar

ng perkantoran di desain berbentuk lengku i roof garden. Sedangkan gedung audit sain menggunakan kurungan pipa baja dan

ar 3 Bangunan Perkantoran PT. Dahana (Persero)

\

gkung dengan dua ditorium berbentuk dan d tutup dengan

(7)

Ga

Area perkanto jalan dan parkir 7,519.51

No

Gambar 5 Tampak Gedung Perkantoran

ntoran ini mempunya luas lahan total 24,8 51 m2.

Luas Tapak Bangunan

Nama Gedung Lua

. Sekretariat Perusahaan

. EMC

. Keuangan & PPL

. Direksi

. Diklat itorium

Total

Tabel 1 Luas Tapak Bangunan

Luas Lahan Hijau Bebas Basement

Nama Gedung Lu

Hij

d. Sekretariat Perusahaan d. EMC

d. Keuangan & PPL d. Direksi

d. Diklat ditorium

Total

Tabel 2 Luas Lahan Hijau

(8)

No

1.1 Konsep Aliran Air H

Gambar 6

Gambar

Luas Roof Garden

Nama Gedung Lu

Gar

d. Sekretariat Perusahaan d. EMC

d. Keuangan & PPL d. Direksi

d. Diklat

Total

Tabel 3 Luas Roof Garden

r Hujan pada Roof Garden

6 Komponen Aliran Air Hujan pada Roof Garden

ar 7 Konsep Aliran Air Hujan pada Roof Garden

(9)

Gam

Gambar

Gamb

mbar 8 Aliran Air Hujan pada Roof Garden

bar 9 Bak Kontrol Dimodifikasi menjadi Taman

(10)

1.2. Efisiensi Energi

a. Natural Lighting (Penerangan Alami)

Salah satu keunggulan dari desain gedung kantor PT. Dahana (Persero) ini adalah penggunaan cahaya alami secara optimal. Bentuk dan arah bangunan di desain sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat masuk dan memberikan penerangan yang optimal sehingga dapat menurunkan penggunaan listrik pada siang hari.

Gambar 11 Penggunaan Cahaya Alami Sinar Matahari

- Kantor Sekretariat Perusahaan

Bangunan Kantor Sekretariat Perusahaan menghadap Utara – Selatan. Bangunan menerima cahaya terbanyak dari sisi depan, pada bulan November dari pagi sampai sore. Sementara sisi belakang ternaungi sepanjang tahun berkat adanya atap kantilever.

(11)

- Kantor Energetic Bangunan EM matahari akan banya Sementara pada sisi dan memuncak pada

Gambar 13 S

- Kantor Keuangan Bangunan ini cahaya matahari aka pada sisi Barat, caha

tic Material Center (EMC)

MC menghadap Barat Laut. Pada bagian yak masuk pada sore hari dan memuncak sisi belakang, cahaya akan banyak masuk

da bulan November.

3 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor EMC

ngan dan PPL

ni menghadap kurang lebih Timur - Barat. akan masuk pada pagi hari sepanjang ta haya akan masuk pada sore hari sepanjang

ian depan, cahaya cak pada bulan Mei. suk pada pagi hari

C

(12)

Gambar 14 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Keuangan dan PPL

- Kantor Direksi

Bangunan ini kurang lebih menghadap Timur – Barat namun agak condong ke arah Selatan. Pada sisi Timur, cahaya matahari akan masuk pada pagi hari sepanjang tahun dan memuncak pada bulan Mei. Sementara pada sisi Barat, cahaya akan masuk pada sore hari sepanjang tahun dan memuncak pada bulan November.

Gambar 15 Sisi Depan dan Belakang Bangunan Kantor Direksi

- Kantor Diklat

(13)

b. Site Renewable Energy

Selain untuk penerangan dalam gedung pada siang hari, sumber energi untuk penerangan jalan juga menggunakan energi matahari (renewable energy).

Gambar 17 Penggunaan Enenrgi Matahari untuk Penerangan Jalan

c. Pemakaian Energy Gedung

Sebelum gedung ini menggunakan green design, penggunaan energi cukup tinggi. Berikut adalah perhitungan pemakaian energi sebelum dan setelah green design.

GEDUNG SEBELUM GREEN DESIGN (BASELINE)

No Nama Gedung Room SIMULASI 1 TAHUN (kWh) SNI (baseline)

Electricity % Lighting % Equipment % (Electricity)Chiller % TOTAL kWh/m2 1 Ged. Sekretariat 17.174,57 14,03% 23.375,91 19,10% 6.768,92 5,53% 75.050,49 61,33% 122.369,89 200,64 2 Ged. EMC 23.328,41 15,22% 28.635,00 18,68% 9.136,92 5,96% 92.182,84 60,14% 153.283,17 216,47 3 Ged. Keu. & PPL 23.395,52 15,60% 28.718,19 19,15% 8.904,69 5,94% 88.977,88 59,32% 149.996,28 211,17 4 Ged. Direksi 14.621,38 11,55% 21.348,46 16,87% 8.419,52 6,65% 82.178,69 64,93% 126.568,05 184,37 5 Ged. Diklat 18.006,38 12,32% 23.409,46 16,02% 9.431,04 6,46% 95.254,80 65,20% 146.101,68 232,24 6 Auditorium 11.092,19 10,58% 25.783,58 24,60% 13.714,39 13,08% 54.227,69 33,79% 104.817,85 189,92 Total 107.618,45 13,40% 151.270,60 18,83% 56.375,48 7,02% 487.872,40 60,75% 803.136,93 205,80

(14)

GEDUNG SETELAH GREEN DESIGN

No Nama Gedung Room SIMULASI 1 TAHUN (kWh) SNI (design)

Electricity % Lighting % Equipment % (Electricity)Chiller % TOTAL kWh/m2 1 Ged. Sekretariat 17.443,06 21,50% 15.743,26 19,41% 6.847,48 8,44% 41.088,11 50,65% 81.121,91 133,01 2 Ged. EMC 23.566,23 23,26% 17.139,65 16,92% 9.002,78 8,89% 51.605,99 50,94% 101.314,65 143,08 3 Ged. Keu & PPL 23.638,93 23,64% 17.189,00 17,19% 8.893,18 8,90% 50.253,75 50,27% 99.974,86 140,75 4 Ged. Direksi 14.456,49 16,07% 17.600,88 19,57% 9.043,64 10,05% 48.848,16 54,31% 89.949,17 131,03 5 Ged. Diklat 17.294,36 19,00% 16.208,15 17,81% 8.202,31 9,01% 49.295,47 54,17% 91.000,29 144,65 6 Auditorium 6.909,74 10,26% 26.525,34 39,37% 11.875,46 17,63% 22.063,06 32,75% 67.373,60 122,08 Total 103.308,81 19,47% 110.406,29 20,80% 53.864,85 10,15% 263.154,54 49,58% 530.734,49 135,77

Tabel 5 Indeks Konsumsi Energi Gedung Terdesign

Berdasarkan hasil perhitungan, Indeks Konsumsi Energi untuk gedung baseline adalah sebesar 205,80 kWh/m2tahun sedangkan gedung terdesain sebesar 135,77 kWh/m2tahun.

Selisih Indeks Konsumsi Energi gedung terdesain dengan gedung baseline adalah sebesar 70,03 kWh/m2tahun, atau terdapat efisiensi sebesar 34,02%.

d. Climate Change Impact

Emisi karbon dioksida (CO2) setiap kWh konsumi energi pertahun adalah sebesar 0,891 kg. Pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) dihitung dari selisih konsumsi energi antara bangunan baseline dan desain dikalikan angka 0,891. Emisi karbon yang bisa dikurangi dari bangunan desain adalah sebesar251,700.47 kg pertahun atau sebesar251.70 Tonpertahun.

Tabel 6 Jumlah Emisi CO2

Emisi CO2 Total Konsumsi

Energi (kWh) Emisi CO2 (kg)

Baseline 803,136.93 715,595.00

Design 520,644.82 463,894.54

(15)

e. Sistem Lampu Perkantoran

Efisiensi Energi untuk penerangan dilakukan dengan cara : 1. Memaksimalkan pencahayaaan alami (daylighting)

2. Menggunakan sensor cahaya, gerak untuk efisiensi pemakaian lampu 3. Menggunakan lampu hemat energy

Bagian ruangan dibagi menjadi 3 zone, dengan masing-masing zone memakai sensor cahaya dan sensor gerak tersendiri.

Gambar 18 Penggunaan Sensor Cahaya dan Sensor Gerak pada Ruangan

Pada bagian koridor memakai sistem sensor gerak dan sensor cahaya.

(16)

Bagian Lobby memakai sistem sensor cahaya.

Gambar 20 Penggunaan Sensor Cahaya pada Lobby

Bagian Toilet memakai sistem sensor gerak dan cahaya. Sedangkan bagian Pantry memakai sistem sensor gerak.

Gambar 21 Penggunaan Sensor Cahaya dan Sensor Gerak pada Toilet dan Pantry

f. Sistem AC

(17)

Perbandingan

Filosofi prose • Dasar dari sistem central di gedung u air dingin dan se ke AHU dan FC bangunan.

• Cooling load masi dilayani oleh AHU dari ruangan ak dengan udara kembali oleh cooli kembali ke dalam auditorium diguna untuk mengatur fre • Panas yang dise selanjutnya dibuan direncanakan men

an antara berbagai system AC :

proses :

m tata udara ini adalah AC g utama yang memproduksi selanjutnya di distribusikan FCU di masing-masing

asing-masing ruangan akan HU & FCU. Udara return akan disaring, ditambah segar dan didinginkan oling coil selanjutnya dikirim am ruangan. Khusus untuk nakan sensor kadar CO2 fresh air sesuai kebutuhan.

iserap dari masing-masing ruangan da ang ke udara luar melalui cooling tower. C

enggunakan air hasil water recycle.

(18)

1.3. Sistem Air Bersih

Air bersih 100%

a. Water Metering rsih

00% menggunakan sumber air sungai dan a

Gambar 22 Skema Penggunaan Air

ng

Gambar 23 Penggunaan Meteran Air

(19)

b. Water Use Reduction

Jumlah pengguna bangunan = 200 orang Jam Operasional = 8 jam Pemakaian Air Per Hari (baseline ) :

Penggunaan Volume (lt)

Sanitair w/o flush 3.703

Flushing 1.560

Cooling Tower 14.581

Landscape 147.412

Jumlah 167.256

Tabel 7 Penggunaan Air Per Hari pada gedung Baseline

Pemakaian Air Per Hari (design) :

Penggunaan Volume (lt) Sumber Air

Sanitair w/o flush 2.828 Air Sungai

Flushing 1.186 Recycle

Cooling Tower 14.581 Recycle

Landscape 44.224 Recycle + Sungai

Jumlah 62.818

Tabel 8 Penggunaan Air Per Hari pada gedung Terdesign

Sumber Air Volume (lt) Jumlah (lt)

Air Sungai 45.000 45.000

Air Recycle :

- Hujan 30.000

- Kran & Shower 1.140

- Kondensasi AC 1.500 32.640

Jumlah 77.640

Tabel 9 Sumber Air yang digunakan pada gedung Terdesign

(20)

c. Water Fixtures

Ga

Fixtures toilet sesu dipilih satu merk m Perhitungan Wat

Semua Flowrate p Perhitungan Dasa flowrate Basic-S

d. Water Recycling

S menggunakan air

s

Gambar 24 Type Water Fixture yang Digunakan

sesuai dengan Specifikasi standar kualitas k maka semua fixtures toilet harus disamak

ater Fixtures

e pada Fixtures ( > 75 %),

asar Komsumsi Air Bersih target mengg -SNI 03-7065-2005.

ng

Sumber Air Volume (lt) Jumlah

ungai 45.000 45

ecycle :

jan 30.000

an & Shower 1.140

ndensasi AC 1.500 32

Jumlah 77

Sumber Air yang digunakan Tidak Memakai Air Pr

kai untuk Flushing, Cooling Tower ir recycle.

tas TOTO, Apabila akan.

ggunakan dibawah

(21)

e. Alternative Water Resource

Diagram Pengambilan Air Alternatif

Gambar 25 Diagram Pengambilan Air Alternatif

(22)

f. Rainwater Harve

g. Water Eficiency

- Sprinkler

- Drip

rvesting

Tabel 11 Kapasitas Penampungan Air Hujan

y Landscaping

(23)

- Controller

- Sensor

2. Bangunan Gedung

Pembangunan menampilkan suatu bent tentu saja sejalan den mengingat lokasi bangun (jalan raya subang – cika

dung Serba Guna (GSG)

an item bangunan GSG ini direncana ntuk bangunan yang unik, menarik, moder engan irama desain area perkantoran unan GSG nantinya adalah tepat di tepi ja cikamurang).

Gambar 27 Gambar GedungSerba Guna

(24)

Dari sisi fungsi olahraga (basket, badmin massal (konser, pernika karakteristik dalam hal diputuskan dari dua kar sehingga aspek tata udar

3. Menara Air

Menara air ada DAHANA (Persero). Sela di kawasan EMC PT. DA mencapai 50 m.

Secara fungsi instalasi pengolahan air menerima suplai air ber dipompa naik menuju ta menara, air akan diturun ke seluruh kawasan E perumahan, masjid, guda

Dari sisi desa special karena bentukn DAHANA (Persero) yang

gsi bangunan sendiri, GSG direncanakan minton, judo, senam, dsb) dan sebagai ge ikahan, dsb). Mellihat dua fungsi tersebu al tata suara ruangan (akustik) dan ta

arakteristik tersebut, aspek akustik yang dara menjadi satu pertimbangan khusus da

adalah salah satu item pekerjaan mayor di elain itu, bangunan ini juga merupakan ba DAHANA (Persero) di Subang, dengan ke

gsi, menara air dibangun sebagai satu r ir bersih di kawasan EMC. Bangunan ini ersih dari Intake dan Rumah Filter WTP tanki air yang berada di elevasi + 34 m. runkan tekanannya dengan PRV untuk bisa

EMC PT. DAHANA (Persero), baik ar dang, pabrik, dsb.

esain arsitektur, menara air merupakan knya yang unik yaitu melambangkan lo ng tampak mekar (tumbuh) .

kan sebagai sarana gedung pertemuan but yang berbeda tata udara, maka g dikesampingkan dalam mendesain.

di Proyek EMC PT. bangunan tertinggi ketinggian hampir

rangkaian sistem ini berfungsi untuk TP untuk kemudian . Selanjutnya dari bisa didistribusikan area perkantoran,

(25)

Pada bagian seperti pinggang dan sam a. Desain Awal

Desain awal menara a 1. Struktur beton ful bagian tengah unt 2. Dari segi struktur,

halnyashear wall

3. Metode pelaksana bekisting, kemudia

b. Analisa terhadap Des

1. Konsep menara d adalah struktur m dianggap “tidak be 2. Volume beton yan 3. Sistem bekisting

desain bangunan karena satu pane bisa dipakai di sisi

n bawah berukuran sedang, semakin ke ampai ke atas membesar.

a air :

full masif, cor dari bawah sampai ke ata ntuk struktur tangga akses ke tanki air. ktur, konsep desain awal menara memaka

allyang menyatu dengan kolom.

naan direncanakan secara konvensional, y dian cor.

Gambar 29 Desain Awal Menara Air

esain Awal

dengan struktur shear wall yang menyat mahal, karena berati bagian beton pada k bekerja” (terkesan hanya asesoris semata)

ang besar, hampir mencapai 2000 m3. g yang dipakai adalah bekisting plywood

n yang non simetris, bekisting akan menja nel bekisting hanya bisa dipakai untuk sa sisi yang lain).

e atas meramping

atas, dengan shaft

kai konsep seperti

l, yaitu pembesian,

yatu dengan kolom a 5 ujung bintang ta).

(26)

Gamb

4. Bekisting akan s membentuk bidan tiap panel.

c. Desain Inovasi

Desain inovasi menara 1. Kolom menara m

bintang.

2. Dimensi kolom ti semakin tipis) 3. Sistem yang dipa

bag.dalam, dan GR

mbar 30 Analisa terhadap Desain Awal Menara Air

sangat mahal karena berarti bekisting ang melengkung dengan radius yang berb

ara air :

merupakan penebalan lima ujung segit

tidak seragam dari bawah ke atas (se

ipakai adalah kombinasi dari bekisting GRC (dengan perkuatan khusus) di bagian

ir

ing harus mampu erbeda-beda untuk

gitiga dari bentuk

(semakin ke atas

(27)

d. Analisa Desain Inova

Desain inovasi menara

1. Kolom bagian baw 

tapak ; menahan baja).

2. Kolom merupakan 

“bekerja”.

3. Dinding merupaka 4. Balok pengikat an

tambahan.

5. Jarak begel kolom 

vertikal (mengikat 6. Sistem bekisting setelah dicor akan GRC umumnya sebagai bekisting

Dengan perub Rp. 2,958,088,191.00.

vasi

ara air :

awah berdimensi lebih besar dari bagia  an gaya vertikal (beban tanki air, beban se

kan penebalan di bagian lima ujung bi 

kan struktur pengikat antar lima kolom (pen antar sudut per elevasi 4,2 m merupakan

lom semakin ke atas semakin rapat  kat struktur lima kolom)

g luar dipakai GRC yang “diikat” dengan kan monolit dengan beton cor.

a arsitektural maka diperlukan analisa g struktural (karena akan menerima beban

ubahan desain dari menara air terdapat efisi

ian atas  fungsi sendiri, beban atap

bintang  efektif

engaku).

n struktur pengikat

 menahan gaya

n rangka siku, dan

sa perkuatan GRC an cor beton).

(28)
(29)

Gambar 33 Gedung Auditorium

(30)

5. Sertifikasi Green Bui

Pada saat pelaksa menetapkan bahwa Kan dinyatakan memenuhi sy PLATINUM dengan pero

Demikian informasi yang tahun 2012 ini disampaika

n Building

aksanaan konstruksi, tim GBCI selaku t antor Manajemen Pusat (Kampus) PT. D i syarat untuk kategori Penilaian Akhir d

rolehan poin 83.

ng kami ajukan untuk Penghargaan Konstru aikan dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 15 Okt

Ir. Betty Ari

Corporate S

tim penilai telah Dahana (Persero) dengan peringkat

struksi Indonesia

Oktober 2012

Ariana, MT

(31)

Gambar

Gambar 1. Peta Lokasi Proyek Dahana
Gambar 4 Gedung Auditorium
Tabel 1 Luas Tapak Bangunan
Gambar 66 Komponen Aliran Air Hujan pada Roof Garden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah serta aktivitas peserta didik serta untuk mengetahui

Postural drainase, perkusi dan vibrasi adalah cara yang paling sering dipergunakan sendiri atau bersama-sama dan dapat dilakukan pada semua usia.. Gambar

Penelitian yang dilakukan oleh Saftarini (2015) mengambil objek penelitian di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedangkan peneliti mengambil sampel di Rumah

Skor hidung berair selama 8 minggu kelompok BCG dan kontrol Gambar 4 tampak skor gejala hidung berair juga terjadi penurunan dengan perbedaan bermakna baik pada kelompok BCG

� memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;.. � memfasilitasi peserta didik untuk

Serangan JAP menyebabkan tanaman cengkeh menjadi layu, yang diawali daun menguning dan akhirnya gugur, Tanaman yang terinfeksi JAP pada bagian akar terlihat

Hal itu disebabkan dari proses terjadinya Lusi yang dipicu karena pengeboran lapisan limestone pada kedalaman 2830 m di bawah permukaan (Davies, dkk. Area di sekitar Lusi yang