• Tidak ada hasil yang ditemukan

Animasi Pembelajaran Pengenalan Huruf Hijaiyah Beserta Tajwidnya Dengan Menggunakan Adobe Flash CS6

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Animasi Pembelajaran Pengenalan Huruf Hijaiyah Beserta Tajwidnya Dengan Menggunakan Adobe Flash CS6"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1Sekilas Tentang Flash

Flash adalah adalah salah satu software yang merupakan produk unggulan pembuat animasi gambar vektor yang sangat diminati saat ini. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension *.swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript.

Flash adalah software yang memiliki kemampuan menggambar sekaligus menganimasikannya, serta mudah dipelajari (M. Amrullah Akbar et al: 2008). Flash tidak hanya digunakan dalam pembuatan animasi, tetapi pada zaman sekarang ini flash juga banyak digunakan untuk keperluan lainnya seperti dalam pembuatan game, presentasi, membangun web, animasi pembelajaran, bahkan juga dalam pembuatan film.

(2)

grafik yang berbasis vektor, sehingga saat diakses melalui internet, animasi akan ditampilkan lebih cepat dan terlihat halus. Selain itu flash juga memiliki kemampuan untuk mengimpor file suara, video maupun file gambar dari aplikasi lain.

Flash merupakan program grafis yang diproduksi oleh Macromedia corp, yaitu sebuah vendor software yang bergerak dibidang animasi web. Macromedia Flash pertama kali diproduksi pada tahun 1996. Macromedia Flash telah diproduksi dalam beberapa versi. Versi terakhir dari Macromedia Flash adalah Macromedia Flash 8. Dan sekarang Flash telah berpindah vendor menjadi Adobe.

Adobe adalah vendor software yang membeli Flash dari vendor sebelumnya yaitu Macromedia. Sejak itu, Macromedia Flash berganti nama menjadi Adobe Flash. Versi terbaru dari Adobe Flash saat ini adalah Adobe Flash CS6. Dan pembuatan animasi ini penulis menggunakan Adobe Flash CS6 sebagai aplikasinya.

(3)

telah mampu membuat dan mengolah teks maupun objek dengan efek tiga dimensi, sehingga hasilnya tampak lebih menarik.

Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi atau 3 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya, Selain itu software ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs website atau blog ,tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi website lainnya.

2.2Dasar-Dasar Penggunaan Adobe Flash Professional CS6

Penggunaan Adobe Flash Professional CS6 memang tidak sulit bagi yang sudah sering melakukan berbagai desain grafis, tetapi penulis ingin memberikan pengetahuan terhadap dasar-dasar penggunaan Adobe Flash Professional CS6. Berikut dasar-dasar penggunaannya.

2.2.1 Halaman Awal

(4)

Professional CS6 yang ada di desktop atau lihat dari daftar program yang ada di

Start Menu. Berikut adalah tampilan start page pertama kali membuka Adobe Flash Professional CS6.

Gambar 2.1 Tampilan Star Page Adobe Flash Professional CS6

2.2.2 Jendela Utama

(5)

membuat gambar, mengedit, dan menganimasikan gambar juga. Berikut ini adalah tampilan jendela utama Adobe Flash Professional CS6.

Gambar 2.2 Jendela Utama Adobe Flash Professional CS6

Keterangan gambar :

1. Menu Bar

(6)

2. Timeline

Panel untuk mengatur dan mengontrol jalannya animasi Flash yang meliputi kecepatan animasi dan penempatan objek yan akan dibuat.

3. Color Panel

Digunakan untuk memberi warna pada objek dan mengatur komposisi warna pada objek yang akan dibuat.

4. Stage

Area untuk menempatkan materi animasi, seperti objek gambar, video, teks, maupun tombol.

5. Property Inspector

Berguna untuk mengatur setting stage, atribut objek, penggunaan filter, hingga mempublikasikan movie flash. Selain itu properties panel juga akan menampilkan informasi ukuran dan posisi objek yang sedang dipilih.

6. Toolbox

(7)

2.2.3 Toolbox

Fasilitas Toolbox seperti yang telah dijelaskan sekilas diawal adalah beragam piranti atau alat yang mempunyai fungsi tersendiri untuk keperluan desain. Berikut penjelasan setiap tool yang terdapat pada Toolbox.

Tabel 2.1 Tabel Fasilitas Toolbox

Gambar Nama Penjelasan

Selection Tool Memilih atau menyeleksi suatu objek.

Subselection Tool Menyeleksi bagian dalam objek untuk proses

editing.

Free Transform Tool Mengubah bentuk objek secara bebas.

\

3D Rotation Tool

Digunakan untuk melakukan 3D pada objek berdasarkan sumbu X, Y dan Z.

Lasso Tool Menyeleksi objek dengan pola seleksi bebas.

Pen Tool

Menggambar objek dengan menggabungkan titik-titik bantunya.

Text Tool Membuat objek berupa text.

Line Tool Membuat garis lurus.

(8)

Pencil Tool Menggambar objek dengan bentuk goresan

pensil.

Brush Tool Menggambar objek dengan bentuk goresan

kuas.

Deco Tool Menggambar corak dekoratif dengan

menggunakan symbol graphic.

Bone Tool Membuat animasi pertulangan dengan

menambahkan titik sendi pada objek.

Paint Bucket Tool Memberi atau mengganti warna suatu objek.

Eyedropper Tool Mengambil sample warna dari suatu objek.

Eraser Tool Menghapus objek.

Hand Tool Menggeser tampilan stage tanpa mengubah

pembesaran.

Zoom Tool Memperbesar atau memperkecil tampilan

stage.

Stroke Color Memberi dan memilih warna garis pada suatu

objek.

Fill Color Memberi dan memilih warna pada suatu

objek.

Black And White

Digunakan untuk mengubah warna garis dan bidang menjadi hitam putih.

Swap Colors Menukar warna fill dan stroke pada suatu

(9)

2.2.4 Action Script

Action Script adalah bahasa pemrograman yang dibuat berdasarkan ECMAScript, yang digunakan dalam pengembangan situs web dan perangkat lunak menggunakan platform Adobe Flash Player. Bahasa ini awalnya dikembangakan oleh Macromedia, tapi kini sudah dimilki dan dilanjutkan perkembangannya oleh Adobe, yang membeli Macromedia pada tahun 2005.

Action Script diketikkan pada panel actions yang tersedia pada software Adobe Flash Professional CS6. Action Script hanya dapat dituliskan pada objek yang bertipe Movie Clip, keyframe, Button, dan objek components. Action Script

tidak dapat digunakan pada objek tulisan atau gambar lain yang bukan bertipe

Movie Clip. Jadi bila ingin menggunakan Action Script pada suatu objek, objek tersebut harus diubah menjadi Movie Clip terlebih dahulu. Untuk membuka panel Actions, klik kanan objek yang ingin diberi Action Script kemudian pilih Actions

(10)

Gambar 2.3 Panel Actions

2.2.4.1 Fungsi Action Script

Pada Flash, Action Script memilki beberapa fungsi dasar, antara lain : 1. Animation

(11)

2. Navigasi

Pergerakan animasi pada Flash secara default bergerak ke depan dari satu

frame ke frame yang lainnya hingga selesai. Namun dengan Action Script, jalannya animasi dapat dikontrol untuk berhenti di suatu frame dan berpindah ke sembarang frame sesuai dengan pilihan dari user.

3. User Input

Action Script dapat digunakan untuk menerima suatu masukan dari user yang kemudian informasi tersebut dikirimkan kepada server untuk diolah. Dengan kemampuan ini, Action Script dapat digunakan untuk membangun suatu aplikasi web berbasis Flash.

4. Memperoleh Data

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Action Script dapat melakukan interaksi dengan server. Dengan demikian kita dapat meng-update informasi lalu menampilkannya kepada user.

5. Kalkulasi

Action Script dapat melakukan kalkulasi, misalnya seperti yang diterapkan pada aplikasi shopping chart.

6. Grafik

(12)

7. Mengenali Environment

Action Script dapat mengambil nilai waktu dari sistem yang digunakan oleh

user.

8. Memutar Musik

Selain animasi yang berupa gerakan, pada program Flash juga dapat diinputkan sebuah musik sehingga animasi yang dihasilkan menjadi lebih menarik. Pada hal ini Action Script dapat digunakan untuk mengontrol

balance dan volume dari musik tersebut.

2.2.4.2 Penggunaan Action Script

Penggunaan Action Script ialah untuk mempermudah pembangunan suatu aplikasi atau animasi. Biasanya semakin kompleks animasi pada Flash, maka akan semakin banyak memakan frame. Dengan Action Script, penggunaan frame

tersebut dapat dikurangi, bahkan dapat membuat animasi yang kompleks hanya dengan satu frame saja.

2.2.4.3 Struktur

(13)

2.2.4.4 Objek

Objek adalah suatu tipe data seperti suara, gambar, teks, yang digunakan untuk mengontrol movie. Semua objek merupakan bagian dari suatu kelas. Objek pada

Flash dapat berupa gambar yang nampak , hingga sesuatu yang abstrak (tidak nampak), misalnya tanggal, data, atau deteksi input dari mouse. Objek dapat dikenali dan digunakan setelah terlebih dahulu diberi nama. Proses penamaan suatu objek disebut instantiating. Selain objek yang didefinisikan, pada Flash

terdapat predefined class yang terdiri dari objek yang bisa dipakai di dalam movie. Beberapa diantaranya, MovieClip, Color, Sound, Button, Stage, Text Field, dan

Text Format.

2.2.4.5 Class dan Function

Pada dasarnya Action Script adalah bahasa pemrograman yang dibangun dari

class-class yang telah dibuat oleh developer Flash. Progammer dapat menggunakan class tersebut dengan script-script yang sederhana dan mudah untuk diingat.

Berikut ini adalah struktur penulisan class: Class NamaClass {

(14)

Pada Action Script 3.0, class didefinisikan pada file Action Script external

berekstensi *.as. Terdapat 2 tipe class pada Action Script 3.0, yaitu :

1. Built-in Class, yaitu class yang sudah disediakan oleh Flash. Programmer

dapat memanggilnya dalam bentuk statement yang sederhana.

2. Custom Class, adalah class yang dibuat sendiri dengan maksud dan tujuan yang sesuai dengan kebutuhan programmer dalam membangun suatu aplikasi.

Function/fungsi adalah kumpulan script yang mengerjakan operasi untuk tujuan tertentu. Terdapat beberapa jenis fungsi yang dapat digunakan dalam membangun suatu aplikasi menggunakan Action Script 3.0, yaitu:

1. Built-in functions

2. Named dan user-defined functions 3. Anonymous functions

4. Callback functions

5. Constructor functions

6. Function literal

2.3Sekilas Sejarah Huruf Hijaiyah

(15)

juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur'an.

Huruf Arab digunakan di berbagai belahan dunia, urutan kedua di bawah huruf Romawi/Latin. Orang-orang Arab zaman dulu menyukai kehidupan yang berpindah-pindah, lama sekali mereka terbiasa berkomunikasi secara lisan saja.

Dibandingkan dengan orang-orang Mesir, Babylonia, ataupun Cina, mereka terlambat berkenalan dengan huruf. Mereka tidak berpengalaman dalam bahasa tulisan. Bahkan puisi pun dipelihara lewat bahasa lisan. Sebaliknya, bagi orang-orang Phoenic, yang bertempat tinggal di Libanon, pada sekitar 1100 sebelum Masehi telah mengembangkan Alfabet sebanyak 22 huruf. Alfabet ini merupakan hasil dari penyederhanaan untuk memudahkan komunikasi di antara mereka.

(16)

orang-orang Romawi (pada tahun 105 M). Perkembangan berikutnya yang mengubah huruf Nabatean menjadi Arabik terjadi pada Abad ke-6, yang kemudian tak ada lagi perubahan yang mendasar pada huruf Arab tersebut sampai kini. Hal ini memudahkan kita untuk mengenali dan membaca bahasa yang tercantum di dalam kitab suci Al Qur‟an.

Dalam tulisan ini penulis akan memaparkan sekilas tentang kronologis bagaimana tulisan Arab (hijaiyah) itu muncul dan tumbuh kembangnya dalam sejarah. Persoalan-persoalan yang terjadi dalam kurun sejarah tulisan Arab. Tulisan ini jauh dari ilmiah dan masih membutuhkan banyak sumber -sumber yang otoritatif. Meskipun demikian, penulis mengharapkan dari adanya tulisan ini dikemudian hari banyak pembahasan yang lebih mendalam dengan topik yang tidak jauh berbeda.

2.4Sejarah Munculnya Tanda Huruf

(17)

Pada awalnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau dengan bahasa isyarat. Namun, ada banyak hal yang ternyata sulit dikomunikasikan dengan dua cara tersebut, dan membutuhkan cara yang ketiga, yaitu bahasa tulis. Dari sini, muncul kebutuhan akan bahasa tulis. Bahasa tulis tidak serta merta tersusun dari huruf - huruf seperti saat ini. Bahasa tulis terlebih dahulu melalui beberapa fase perkembangan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi seperti sekarang.

Fase pertama al-shauri al-dzati, mendeskripsikan suatu peristiwa melalui gambar itu sendiri. Dalam hal ini, gambar menjadi bahasa tulis yang berupaya menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Fase ini adalah fase paling sederhana tetapi juga bersifat terbatas. Terbatas pada peristiwa-peristiwa yang dapat dideskripsikan melalui gambar, seperti gunung meletus, diserang binatang buas dan lainnya.

Fase kedua al-shauri al-ramzi, mendeskripsikan suatu peristiwa, waktu terjadinya, atau situasi dan kondisi pada saat terjadi melalui makna yang dilambangkan oleh suatu gambar. Bahasa ini lebih luas dan dipergunakan untuk menggambarkan hal-hal yang tidak dapat digambarkan oleh al-shauri al-dzati. Seperti perasaan orang-orang yang tertimpa gunung meletus, perasaan benci, cinta dan lainnya.

(18)

penerima (komunikan), atau penerima keliru dalam memahami maksud pengirim berita (komunikator), sehingga pesan tidak berjalan seiring. Atau karena peristiwa yang diceritakan panjang membuat gambar yang di tulis juga panjang dan banyak. Hal ini dianggap tidak efektif dan efisien sebab membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran lebih banyak. Faktor-faktor ini yang kemudian mendorong dibuatnya maqtho’ (tanda-tanda) yang dapat menggantikan fungsi gambar sebagai bahasa tulis. Maqtho’ ini ada yang dipakai dan disepakati oleh komunitas di daerah tertentu, ada yang dipakai dan dipahami sama (kebetulan atau tidak) oleh banyak komunitas di berbagai daerah. Misalnya, tanda kepala ‘ainsebagai ganti gambar yang menunjukkan arti musuh, tanda kepala syin sebagai ganti gambar yang menunjukkan pohon atau hutan dan lain-lain. Meskipun tanda-tanda ini terkadang tidak menunjukkan adanya hubungan yang logis dengan gambar yang ditandai, tetapi cara demikian dipakai oleh para pengguna bahasa tulis pada masanya.

Fase berikutnya al-hija’i, dalam perkembangan selanjutnya, maqtho’

-maqtho’ tersebut menjadi huruf setelah mengalami akulturasi. Jurja Zaidan (Kairo: Dar Al-Hilal: tt.)

2.5Definisi Hijaiyah

(19)

kerja hajjaa( ه) yang artinya mengeja, menghitung huruf, membaca huruf demi huruf. (Beirut Libanon: Dar Al-Kutub, 1990) Huruf hija’iyah disebut pulahuruuf tahjiyyah( ي ف ح ).

Huruf hijaiyah disebut juga alfabet arab. Kata alfabet itu sendiri berasal dari bahasa arab alif, ba’, ta’. Abd. Karim Husain (1998)

Kata abjad juga berasal dari bahasa arab a-ba-ja-dun; alif, ba’, ta’,

jim, dan dal( بأ ). Namun ada pula yang menolak pendapat ini dengan alasan, huruf hijaiyah mempunyai aturan urutan yang berbeda dengan terminologi abjad. Huruf hijaiyah dimulai dari alifdan berakhir pada huruf ya’ secara terpisah-pisah. Sedang terminologi abjad urutannya disusun dalam bentuk kalimat ح ه بأ )

ش ق ص س ك

( , di samping itu terminologi abjad lebih bersifat terbatas pada bahasa samiyah yang lokal (lughah samiyah al-umm). Bairut; Dar Kuttab Al-Libnani (1973)

(20)

Cara menulis huruf Arab berbeda dengan huruf Latin. Kalau huruf Latin dari kiri ke kanan maka huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri. Philip K. Hitti (2005)

2.5.1 Tabel Pengejaan Huruf Hijaiyah

Berikut ini tabel pengejaan huruf hijaiyah:

Tabel 2.2 Tabel pengejaan Huruf Hijaiyah Huruf Pengucapan Internasional

ا Alif Alif

Ba bāʾ

Ta tāʾ

ث Tsa ṯāʾ

Jim Ǧīm

ḥa ḥāʾ

خ Kha ḫāʾ

د Dal Dāl

Dzal ḏāl

(21)

Zai Zāy

س Sin Sīn

ش Syin Šīn

ص Shad ṣād

ض Dhad ḍād

ط Tha ṭāʾ

Zha ẓāʾ

ع Ain 'ayn

Ghain Ġayn

ف Fa fāʾ

Qaf Qāf

ك Kaf Kāf

ل Lam Lām

Mim Mīm

Nun Nūn

ه Ha hāʾ

ء Hamzah Hamzah

Wau Wāw

(22)

2.6Pertumbuhan dan Perkembangan Huruf Hijaiyah

Semua huruf atau tulisan di dunia ini pada mulanya merupakan tanda-tanda yang sangat sederhana yang telah ditemukan, disepakati dan dipergunakan oleh generasi paling tua dalam bentuk gambar atau lambang yang dapat dilihat oleh mata. Kemudia generasi selanjutnya melakukan proses pengurangan, penambahan dan penyempurnaan sesuai kebutuhan sehingga terwujud bentuk huruf seperti sekarang ini. Demikian pula dengan huruf atau tulisan Arab.

Menurut penelitian para sejarawan, tulisan Arab yang digunakan seperti sekarang ini berasal dari tulisan mesir kuno: Hieroglyph. Dibuktikan dengan temuan arkeologis (prasasti pada batu, pilar) di Mesir. Selain itu sisa-sisa paleografis (tulisan pada material seperti papyrusdan kertas kulit) tertentu membuktikan bahwa orang Mesir pada masa itu mempunyai pengetahuan tentang tulis-menulis dan seni tulis. Tulisan Mesir kuno terdiri dari gambar-gambar sehingga disebut pictograph (tulisan gambar). Karena cara menulis dengan gambar itu tidak ada batasnya maka kemudian diringkas dengan mengambil dan mempergunakan beberapa huruf hieroglyph.

(23)

Lihyani di Arabia Selatan dan sebagai wujud akulturasinya melahirkan jenis tulisan lihyani, atau dengan Suku Himyar di Yaman Siria dan melahirkan tulisan himyari. C. Israr (1999)

Ciri tulisan pada waktu itu adalah huruf ditulis dengan bentuk lambang yang terpisah-pisah seperti huruf cetak Latin, hanya huruf konsonan (selain wawu, alif dan ya’) yang di tulis, tidak memakai titik-titik, dan terkadang satu huruf dipakai untuk beberapa huruf yang mempunyai kesamaan bentuk tanpa diberi tanda pembeda seperti lazimnya huruf pada masa sekarang.

Dalam perkembangan selanjutnya, Tulisan Arab mengalami proses penyempurnaan bentuk meskipun belum dibedakan. Hal ini terjadi setelah adanya penetrasi budaya dan peradaban oleh Suku Anbar dan Hirah (yang mendiami sepanjang sungai Eufrat) terhadap masyarakat Mesir pada waktu itu. Ciri huruf atau tulisan pada fase ini adalah huruf-huruf sudah ditulis secara bersambung, dan juga adanya penambahan beberapa huruf yang sebelumnya tidak ada. Seperti tsa’,

dzal, dhad, dla’, dan ghin. Huruf mati –alif, wawu, dan ya’- juga telah dipergunakan sampai abad ke-6 M.

(24)

Umayyah yang mempunyai keahlian sama, yang kemudian menikah dengan keturunan Umayyah dan mulai mengajarkan baca tulis kepada pemuda-pemuda Quraisy.

Pada akhir abad ke-6 M memasuki awal abad ke-7 M, mulai banyak orang Islam yang pandai baca-tulis, khususnya di kalangan pemudanya. Karena adanya program pemberantasan buta huruf yang dicanangkan oleh Nabi Muhammad SAW. yakni tawanan-tawanan non Muslim yang tidak membahayakan Islam jika dibebaskan dan mereka mempunyai kemampuan baca-tulis yang cukup, maka tiap satu orang tawanan diharuskan mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh anak orang Islam sampai mahir. Muh. Al-Khudhari Bek (1989)

Diantara sahabat-sahabat Nabi yang pandai baca-tulis adalah Ali Bin Abi Thalib, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, Mu‟awiyah Bin Abi Sufyan, Yazid

Bin Abi Sufyan dan masih banyak lagi. Meskipun sebagai sahabat dan keluarganya dapat membaca dan menulis, namun Nabi Muhammad sendiri tidak pernah mempelajari kepandaian ini. Wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad oleh sebagian sahabat yang dapat menulis, dituliskan diatas pelepah kurma, kayu, tulang, lempung, batu, dan material lain yang dapat digunakan.

(25)

merasakan kebutuhan mendesak untuk mencatat wahyu dalam bentuk lebih permanen. Atas desakan Umar Bin Khattab, Abu Bakar memerintahkan Zaid Bin Tsabit (sekretaris Nabi) untuk menghimpun dan menulis semua ayat dalam susunan seperti yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW.

Nantinya ketika agama Islam tersebar ke berbagai belahan dunia, berkembang kekhawatiran bahwa wahyu Allah akan hilang atau menyimpang jika tidak ada teks standar pada masing-masing pusat politik religious Negara Islam. Karena pesan al-qur‟an harus difahami muallaf maka penting sekali ada satu edisi yang dapat digunakan untuk mengajar dan berdakwah.

Proses pelestarian dan tujuan berdakwah melahirkan kebutuhan baru untuk menyempurnakan tulisan. Berangsur-angsur aturan ditetapkan untuk menyambungkan banyak huruf Arab. Titik ditambahkan untuk membedakan huruf-huruf yang disampaikan dalam satu bentuk (shad, dhad, tha’, dla’, da, dza,

ba, ta, tsa dan lainnya). Tanda vokal pendek di atas dan di bawah huruf (fathahuntuk “a” pendek,dhammahuntuk “u” pendek, dankasrahuntuk “I”

pendek) dikembangkan untuk melengkapi vokal dan konsonan panjang. Metode tepat untuk menunjukkan maddah (pemanjangan vokal), syiddah (konsonan ganda), dan sukun (konsonan tak bervokal) kemudian ditambahkan sebagai penyempurna. Mizan (2003)

(26)

rentetan pertumbuhan dan perkembangan tulisan Arab dalam proses mencari bentuk kesempurnaan huruf yang memenuhi kebutuhan bahasa.

2.7Definisi Tajwid

Tajwid menurut bahasa berarti bagus atau membaguskan. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur‟an maupun bukan. M. Alfianto Edrizal (2008)

Tajwid menurut bahasa artinya membaguskan. Sedangkan menurut istilah adalah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya. Hak huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti Al Jahr, Isti‟la, Istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim. Aliyah (2009)

(27)

2.7.1 Jenis-Jenis Hukum Tajwid

a. Izhar

Izhar artinya jelas atau terang. Membunyikan “Nun Mati/Tanwin” dengan Jelas (Tanpa Dengung). Izhar terbagi menjadi dua, yaitu: izhar halqi dan izhar syafawi.

b. Idghom

idghom artinya terpadu atau menyatukan. Menyatukan dua huruf menjadi 1 huruf, atau memasukkan huruf kepada huruf yang lain. Idghom terdapat empat macam, yaitu: Idghom bighunnah, Idghom bila ghunnah, Idghom mutamatsilain, Idghom mutajanisain, Idghom mutaqqribain.

c. Iqlab

Iqlab artinya Bertukar Bunyi atau merubah atau membelokkan Perkara dari asalnya. Menjadikan suatu huruf kepada huruf yang lain sambil dibaca ghunnah (dengung), seperti “Nun” dijadikan “Mim”.

d. Ikhfaa’

(28)

berbunyi “NG”. Ikhfaa‟ terbagi menjadi dua, yaitu: Ikhfaa‟ haqiqi dan Ikhfaa‟

syafawi.

e. Qalqalah

Kata qalqalah secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang bermakna pantulan suara. Dalam ilmu tajwid qalqalah berarti pantulan suara dari salah satu huruf qalqalah, yaitu (Ba’, Jim, Dal, Tha’, dan Qaf). Jadi agar mudah mengingatnya, kita dapat menyebutnya BaJu Di Toko. Jadi, jika salah satu huruf ini berharakat sukun, maka cara membacanya dengan dipantulkan.

Hukum qalqalah terdiri atas dari dua jenis, yaitu : qalqalah sugra (kecil) dan qalqalah kubra (besar).

f. Madd

Mad artinya memanjangkan bacaan, dengan menggunakan harakat.

Gambar

Gambar 2.1  Tampilan Star Page Adobe Flash Professional CS6
Gambar 2.2  Jendela Utama Adobe Flash Professional CS6
Gambar Nama
Gambar 2.3  Panel Actions
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pengenalan Pola Huruf Hijaiyoh Tulisan Tangan Menggunakan Logika Euzry Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation.. Telah diperiksa, disetujui dan disatrkan pada

Dari Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dari akar alphabet Sinai telah melahirkan dua bentuk tulisan besar yang digunakan secara luas hingga saat ini, yaitu tulisan

Sejarah Tentang Huruf Alfabet | Tokoh sejarah dunia | Buku yang berdasarkan fakta asal usul sejarah.. Sejarah Flash: Macromedia Flash sebelum Adobe Flash - Alim Mahdi |

Pengenalan dan penguasaan huruf hijaiyah yang merupakan dasar untuk membaca dan mempelajari kitab suci Al-Qur’an sejak dini sangat penting, karena jika pada saat membaca

Maksud : Membuat suatu aplikasi untuk memudahkan siswa dalam memahami pengenalan Huruf Hijaiyah sejak usia dini dan membantu pihak pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran

Seiring dengan proses pertumbuhan dan perkembangan manusia mampu menangkap simbol-simbol yang memiliki makna yang diwujudkan dalam huruf atau tulisan. Menurut Thomson pada saat

Pada saat pengguna mencocokkan gambar huruf hijaiyah dengan tulisan huruf hijaiyah pengguna dapat menggunakan button periksa jawaban untuk melihat jawaban yang pengguna

Antarmuka halaman utama merupakan tampilan utama dari aplikasi Multimedia Pembelajaran Interaktif Makhraj Huruf Hijaiyah, Wudu, dan Salat Menggunakan Adobe Flash