teori perkembangan karier ginzberg
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Perencanaan individual merupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan dan konseling komprehensif dimana layanan ini merupakan kegiatan bantuan kepada individu
Dalam kurikulum Pedoman Bimbingan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dirumuskan: Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah proses bantuan khusus yang diberikan kepada semua
Perkembangan nilai-nilai individu dalam proses pembuatan keputusan karir juga merupakan faktor yang signifikan.. Beberapa ahli berpendapat bahwa teori
Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu bentuk layanan khusus yang ada di sekolah, layanan bimbingan dan konseling di sekolah mutlak dibutuhkan
Bantuan tersebut dapat diberikan melalui pemberian layanan bimbingan konseling pada bidang pribadi, sosial, belajar dan karir, diharapkan siswa tidak lagi mengalami
Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu komponen dari pendidikan kita, mengingat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah merupakan suatu kegiatan bantuan dan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam bimbingan dan konseling terdapat layanan bimbingan kelompok yang salah satu tekniknya yaitu berupa pemberian teknik permainan, peneliti
Layanan bimbingan karier dalam bimbingan dan konseling (BK) merupakan layanan yang dapat membantu siswa dalam rangka merencanakan karier serta mengambil keputusan sesuai diri sendiri. Perencanaan karier siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berfungsi untuk pepetaan siswa ke dalam sekolah yang terkait dengan peluang masa depan individu. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif,. Pengumpulan data menggunakan angket, digunakan dengan beberapa indikator yang berhubungan langsung dengan variable layanan bimbingan karier menggunakan angket dari Tohirin (2013)) dan variable perencanaan karier menggunakan teori dari Winkel dan Sri Hastuti (2005). Hasil menunjukkan adanya pengaruh dari layanan bimbingan karier terhadap perencanaan karier siswa kelas VIII SMP N 8 Sungai Lilin dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,496. Nilai ini berarti memiliki hubungan yang tinggi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi untuk melihat pengaruh antara layanan bimbingan karier dengan perencanaan karier siswa dan di dapatkan koefisien regresi (x) sebesar 0,414. Nilai ini berarti bahwa setiap penambahan 1% nilai kemampuan menggunakan F-learn maka nilai motivasi belajar mahasiswa bertambah 0,414. Kemudian diperoleh nilai Sig. 0,006, karena sig. 0,006 < 0.050, maka variabel layanan bimbingan karier berpengaruh secara signifikan terhadao variabel perencanaan karier siswa. Nilai RSquare sebesar 0,587 yang artinya besaran sumbangan variabel Layanan BK terhadap variabel Perencanaan Karir Siswa sebesar 58,7%, sisanya (41,3%) berasal dari variabel lain.