Lampiran 1
Skema Alur Pikir
1. Estetika wajah adalah suatu konsep yang berhubungan dengan kecantikan atau wajah yang menarik dan menjadi salah satu hal yang penting di dalam kehidupan modern. Faktor penting yang menentukan estetika wajah adalah penampilan gigi yang teratur. (Kaur J dkk, 2014)
2. Golden proportion adalah rasio matematika yang menggambarkan dimensi antara bagian yang terkecil dan terbesar adalah 0,618 : 1. ( Bali dkk,2013)
3. Lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila memainkan peranan penting pada pasien edentulus yang tidak tersedianya petunjuk sebelum pencabutan gigi supaya dapat menciptakan penampilan gigi yang teratur. (George S dkk, 2010)
4. Pengukuran lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila dilakukan berdasarkan antropometri fasial seperti jarak interpupil, lebar intercommisural, jarak interkantal, lebar inter alar dan lebar bizigomatik. (Bali P dkk, 2013)
5. Jarak interkantal bisa diguna untuk mendapatkan lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila yang dijadikan sebagai pedoman dalam mendapatkan proporsi gigi yang harmonis. (Shetty K dkk, 2013)
6. Jarak interkantal adalah jarak sudut median mata dari fisura palpebral antara mata kiri ke kanan, sehingga jarak interkantal didefinisikan sebagai jarak yang diukur pada sudut medial mata dari fisura palpebral bilateral mata. ( Al Wazzan K, 2001)
Berdasarkan hal diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai nilai Golden Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila pada suku India Malaysia.
Masalah
Berdasarkan uraian diatas timbul permasalahan yang hendak diteliti berapakah nilai Golden Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila pada suku India Malaysia usia 21-25 tahun.
8. Berdasarkan faktor jenis kelamin, ukuran gigi anterior maksila dan jarak interkantal yang lebih besar dibandingkan dengan wanita. (Kumar KVA dkk, 2014 ; Horvath SD dkk, 2012)
Tujuan
1. Mengetahui nilai rerata jarak interkantal pada suku India Malaysia usia 21-25 tahun berdasarkan jenis kelamin dan usia.
2. Mengetahui nilai rerata lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila pada suku India Malaysia usia 21-25 tahun berdasarkan jenis kelamin dan usia.
3. Mengetahui nilai rerata Golden Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila pada suku India Malaysia usia 21-25 tahun berdasarkan jenis kelamin dan usia.
Manfaat
1. Sebagai informasi mengenai nilai Golden Proportion dengan jarak interkantal untuk lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila pada suku India Malaysia usia 21-25 tahun yang dapat digunakan sebagai acuan proporsi ideal.
Lampiran 2
SKEMA ALUR PENELITIAN
I. Pemilihan subjek penelitian
II. Sterilisasi alat
Semua alat yang akan dipakai direndam dalam larutan dettol Suku India Malaysia
Pembagian dan pengisian kuesioner penelitian
Kriteria Inklusi Kriteria ekslusi
Memenuhi kriteria
Menjadi subjek penelitian
Dicuci bersih
Dibilas dengan alkohol 70%
III.Pencetakan rahang atas
IV.Pembuatan model kerja
Pasien disuruh duduk
Pemilihan sendok cetak RA untuk subjek
Pasien disuruh berkumur dengan air
Pengadukan alginate dan air dengan rasio 1:1
Sendok cetak dan bahan cetak dimasukkan kedalam mulut
Ditahan dan ditunggu selama 2 menit di dalam mulut
Lepaskan secara perlahan dan hati-hati
Cetakan disemprot larutan dettol
Dental stone (fujirock) diaduk dengan air sesuai rasio yang telah ditentukan ditentukan
Tuangkan ke dalam cetakan
Isi sampai penuh dan digetarkan
V. Pengukuran Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila Model dibersihkan dan dirapikan
Beri kode untuk setiap model masing-masing subjek
Beri tanda titik dengan menggunakan pensil pada titik-titik yang akan dilakukan pengukuran
Kedua gigi insisivus sentralis maksila
Pengukuran dari margin ridge yang paling lebar dari distal gigi kanan ke distal gigi kiri
Ukur diambil sebanyak tiga kali dengan menggunakan golden mean gauge
Ukuran yang didapatkan dilihat dari kaliper digital, sehingga didapatkan ukuran dalam satuan mm
VI.Pengukuran Jarak Interkantal
Ditandai interkantal kedua-dua mata dengan menggunakan pensil alis.
Pasien disuruh duduk
Pasien diinstrusikan untuk menutup mata
Pengukuran dengan menggunakan Golden mean gauge Diukur jarak dari sudut dalam mata kiri ke kanan
Golden mean gauge diletakkan di atas kertas putih dengan ditanda ukuran pada kertas putih.
Ukuran diukur dengan kaliper digital, sehingga didapatkan ukuran dalam satuan mm
Diukur sebanyak tiga kali oleh tiga operator
Lampiran 3
DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KUESIONER PENELITIAN
NILAI GOLDEN PROPORTION ANTARA JARAK INTERKANTAL DENGAN LEBAR KEDUA GIGI INSISIVUS SENTRALIS
MAKSILA SUKU INDIA MALAYSIA
No. Responden :
Tanggal : ….../…………../2016
IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
No Telp/HP :
Tanda Tangan
SUKU RESPONDEN
Isilah kotak dibawah ini dengan tanda silang (X)
1. Apakah anda suku India?
Jika Ya, mohon menjawab pertanyaan berikutnya,
2. Apakah suku ayah anda India?
3. Apakah suku ayah dari ayah anda India?
4. Apakah suku ibu dari ayah anda India?
5. Apakah suku ibu anda India?
6. Apakah suku ayah dari ibu anda India?
7. Apakah suku ibu dari ibu anda India?
Kesimpulan suku mahasiswa ( diisi oleh peneliti )
India satu generasi India dua generasi
Ya Tidak
DATA SPESIFIK
Beri tanda checklist (V) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data anda.
STATUS GIGI
1) Apakah anda pernah memakai pesawat ortodontik (contoh: behel/kawat gigi)?
Ya Tidak
STATUS MATA
2) Apakah memiliki penyakit mata ?
Ya Tidak
PEMERIKSAAN KLINIS (diisi oleh peneliti)
1) Apakah terdapat karies pada gigi insisivus sentralis RA?
Ya Tidak
2) Apakah terdapat mahkota gigi tiruan pada gigi insisivus sentralis RA?
Ya Tidak
3) Apakah terdapat restorasi atau tambalan pada gigi insisivus sentralis RA?
Ya Tidak
4) Apakah terdapat erosi terutama pada mesial distal kedua gigi?
Ya Tidak
5) Apakah terdapat pada gigi berjejal?
Ya Tidak
6) Apakah terdapat fraktur gigi?
Ya Tidak
7) Apakah terdapat diastema antara gigi insisivus sentralis RA kiri dan kanan?
Ya Tidak
8) Apakah subjek memakai gigi tiruan (gigi palsu)?
9) Apakah terdapat kelainan anomali gigi?
Ya Tidak
10) Apakah terdapat gigi edentulus?
Ya Tidak
PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL (FISIK)
1) Kelainan anomali pada mata
Normal Tidak Normal
KESIMPULAN HASIL SCREENING (diisi oleh peneliti)
HASIL PENGUKURAN
Tabel 1. Hasil pengukuran lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila
No. Usia
Tabel 2. Hasil pengukuran jarak interkantal
No. Usia
Tabel 3. Nilai golden proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila
JK = Jenis kelamin (laki-laki / perempuan) X = Lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila
X’ = Lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila berdasarkan golden mean gauge Y = Jarak interkantal
Lampiran 4
LEMBARAN PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN
Kepada Yth : Saudara/i
………
Bersama ini saya, Navashangkari Ravichandran (umur 23 tahun), yang sedang menjalani program pendidikan sarjana pada Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara, memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul :
NILAI GOLDEN PROPORTION ANTARA JARAK INTERKANTAL DENGAN LEBAR KEDUA GIGI INSISIVUS SENTRALIS
MAKSILA SUKU INDIA MALAYSIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Golden Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis permanen rahang atas pada suku India usia 21-25 tahun Oklusi Klas 1 Angle. Jarak interkantal adalah jarak yang diukur dari sudut medial mata dari fisura palpebral bilateral mata.
Pada penelitian ini Saudara/i akan menjalani prosedur penelitian. Pertama Saudara/i akan diberi kuesioner mengenai nama, jenis kelamin, umur,suku serta akan dilakukan pemeriksaan terhadap keadaan gigi-geligi dan interkantal mata. Kemudian pada Saudara/i akan dilakukan pengukuran jarak interkantal mata dan lebar kedua gigi insisivus sentralis rahang atas dengan menggunakan Golden mean gauge.
Manfaat yang didapat apabila Saudara/i bersedia menjadi subjek penelitian ini adalah dapat mengatahui nilai Golden Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis permanen rahang atas pada laki-laki dan perempuan suku India usia 21-25 tahun Oklusi Klas 1 Angle.
Jika Saudara/i mengerti isi dari lembar penjelasan ini dan bersedia untuk menjadi subjek penelitian, maka mohon kiranya Saudara/i untuk mengisi dan menandatangani surat penyertaan persetujuan sebagai subjek penelitian yang terlampir pada lembar berikutnya. Saudara/i perlu mengetahui bahwa surat kesediaan tersebut tidak mengikat dan Saudara/i dapat mengundurkan diri dari penelitian ini bila Saudara/i merasa keberatan.
Demikian lembar penjelasan ini saya perbuat, semoga keterangan ini dapat dimengerti dan atas kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi dalam penelitian ini saya ucapkan terima kasih.
Navashangkari Ravichandran
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Telp : 087869670574
Medan, 2016
Lampiran 5
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN SUBJEK PENELITIAN
(INFORMED CONSENT)
Saya yang bertandatangan di bawah ini : Nama :
Umur : Jenis kelamin : L/P Alamat :
Menyatakan telah membaca lembar persetujuan kepada subjek penelitian dan sudah mengerti serta bersedia untuk turut serta sebagai subjek penelitian, dalam penelitian atas nama Navashangkari Ravichandran yang berjudul “ Nilai Golden
Proportion antara jarak interkantal dengan lebar kedua gigi insisivus sentralis
maksila suku India Malaysia” dan menyatakan tidak keberatan maupun melakukan
tuntutan di kemudian hari.
Demikian pernyataan ini saya perbuat dalam keadaan sehat, penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Medan, 2016 Pembuat Pernyataan
Lampiran 6
I) Pencetakan Rahang Atas
1. Dicek oklusi gigi (Klas 1 Angle)
2. Alginate diaduk dan dimasukkan ke dalam sendok cetak
3. Sendok cetak dimasukkan dari sudut mulut sebelah kanan dan dipertahankan sampai alginate mengeras
4. Pengisian cetakan dengan gips tipe IV (dental stone)
II) Pengukuran Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila
6. Diberi tanda dengan menggunakan pensil pada bagian yang akan titik pengukuran
7. Diukur pada marginal ridge yang paling lebar dari distal gigi kanan hingga ke distal gigi kiri menggunakan golden mean gauge.
8. Ukuran diambil sebanyak tiga kali dan dicatat pada kertas putih.
III) Pengukuran Jarak Interkantal
9. Posisi kepala tegak dengan lantai.
10. Diinstrusikan untuk menutup mata.
11. Ditandai interkantal kedua-dua mata dengan menggunakan pensil alis.
12. Jarak interkantal diukur dari sudut dalam mata kiri ke kanan menggunakan golden mean gauge.
Lampiran 8
Hasil Pengukuran Jarak Interkantal, Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila dan Nilai Golden Proportion antara Jarak Interkantal dengan Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila
30. Patrick 23 L 16.46 26.63 19.28 31.20 0.528 0.618 31. Stanley
Nathan
23 L 17.36 28.09 19.30 31.23 0.556 0.618 32. Kirubanand
an
21 L 18.46 29.87 20.22 32.72 0.564 0.618 33. Harrish 21 L 18.29 29.60 20.90 33.82 0.541 0.618 34. Ganesh 25 L 17.21 27.85 19.37 31.35 0.549 0.618 35. Kuhan 22 L 17.17 27.78 19.03 30.80 0.557 0.618 36. Navinraj 21 L 17.96 29.06 19.09 30.89 0.581 0.618 37. Yuvaveera
raj
24 L 18.18 29.42 19.36 31.32 0.580 0.618 38. Sasidaran 21 L 17.10 27.67 19.37 31.35 0.545 0.618 39. Hariharan 21 L 16.51 26.72 19.03 30.80 0.536 0.618 40. Selan 23 L 18.28 29.58 20.67 33.45 0.546 0.618 RATA-RATA 17,502 28,320 19,373 31,347 0,558 0,618
Keterangan:
JK = Jenis kelamin (laki-laki / perempuan) X = Lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila
X’ = Lebar kedua gigi insisivus sentralis maksila berdasarkan golden mean gauge Y = Jarak interkantal
Lampiran 9
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Rerata Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila, Jarak Interkantal dan Nilai Golden Proportion
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Lebar Kedua Gigi Insisivus
Sentralis Maksila
Jarak Interkantal
Nilai Golden proportion
N 40 40 40
Normal Parametersa,,b Mean 17.5020 31.3467 .55858 Std.
Deviation
.81717 1.33261 .020637 Most Extreme Differences Absolute .134 .096 .105
Positive .134 .079 .105
Negative -.058 -.096 -.100
Kolmogorov-Smirnov Z .850 .605 .667
Asymp. Sig. (2-tailed) .466 .857 .766
Perbedaan Rerata Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila, Jarak
Interkantal dan Nilai Golden Proportion pada Laki-laki dan Perempuan Usia 21-25 Tahun
Group Statistics
Jenis Kelamin N Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean Lebar Kedua
Gigi Insisivus Sentralis Maksila
Laki-laki 20 17.5625 .73981 .16543
Perempuan 20 17.4415 .90314 .20195
Jarak Interkantal
Laki-laki 20 31.4275 1.24870 .27922
Perempuan 20 31.2660 1.43950 .32188
Nilai Golden Proportion
Laki-laki 20 .55900 .020074 .004489
Levene's Test for Equality
of
Perbedaan Rerata Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila, Jarak interkantal dan Nilai Golden Proportion Berdasarkan Kelompok Usia
Descriptives
N Mean
Std.
Insisivus
Pengukuran Lebar Kedua Gigi Insisivus Sentralis Maksila, Jarak Interkantal dan Nilai Golden Proportion berdasarkan Golden Mean Gauge
Group Statistics
Levene's Test for Equality
of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df
Group Statistics
kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Laki-laki Golden Proportion 20 .55900 .020074 .004489
Umum 20 .61800 .000000 .000000
Perempuan Golden Proportion 20 .56365 .019908 .004452
umum 20 .61800 .000000 .000000
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means