i
MODUL REKAYASA PERANGKAT LUNAK PROGRES UTS
SISTEM INFORMASI PENCATATAN DATA TRAINING SYSTEM YANG BEROUTPUTKAN PDF DAN CERTIFICATE
PT. DARMA HENWA ASAM-ASAM
Disusun Oleh:
Nama : RESTU ADJI SAPUTRA
Nim : A1317077
Dosen Pengampu:
Hendrik Setyo Utomo, ST, MMSi
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT
PELAIHARI 2018
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas segala rahmat, karunia terutama kesempatan yang diberikannya, sehingga penulis dapat menyelesaikan modul rekayasa perangkat lunak ini secara tuntas, walaupun masih banyak kekurangan.
Selama penulisan modul rekayasa perangkat lunak ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung. Untuk itu dari hati yang paling dalam penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan modul rekaysa perangkat lunak ini.
Sebagai manusia biasa penulis menyadari bahwa dalam penulisan modul rekayasa perangkat lunak ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan, Baik dari segi isi maupun dari segi penulisan modul rekayasa perangkat lunak ini. Segala keritikan dan masukkan dari semua pihak, Akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi penulis demi kesempurnaan modul rekayasa perangkat lunak ini.
Pelaihari, April 2018
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 1 1.3 Tujuan ... 1 1.4 Manfaat ... 2 1.5 Batasan Masalah ... 2
BAB II LANDASAN TEORI ... 3
2.1 Perangkat Lunak ... 3
2.2 Aplikasi ... 3
2.3 Aplikasi Berbasis Web ... 3
2.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 4
2.5 Definisi Conceptual Data Model (CDM) ... 6
2.6 Definisi Physical Data Model (PDM) ... 6
2.7 Definis Data Flow Diagram (DFD) ... 7
2.8 Pengertian UML ... 8
2.9 Diagram UML ... 9
2.10 Pengertian Use Case Diagram ... 10
2.11 Pengertian Class Diagram ... 11
2.12 Pengertian Object Diagram ... 13
2.13 Pengertian Sequence Diagram ... 14
2.14 Pengertian Communication Diagram ... 16
2.15 Pengertian Colaboration Diagram ... 17
2.16 Pengertian State Machine Diagram ... 17
2.17 Pengertian Activity Diagram ... 18
2.18 Pengertian Component Diagram ... 20
2.19 Pengertian Deployment Diagram ... 20
iv
3.1 Analisis Kasus ... 21
3.2 Entity Relationship Diagram Aplikasi Training System ... 24
3.3 Conceptual Data Model (CDM) Aplikasi Training System... 25
3.4 Physical Data Model (PDM) Aplikasi Training System ... 26
3.5 Data Flow Diagram Aplikasi Training System ... 26
3.5.1 Identifikasi Data Dan Informasi ... 26
3.5.2 Identifikasi Sumber Data Dan Informasi ... 27
3.5.3 Diagram konteks ... 27
3.5.4 Dekomposisi ... 29
3.5.5 Diagram Level 0 ... 30
3.6 Diagram Use Case ... 30
3.7 Class Diagram ... 33
3.8 Diagram Objek ... 35
3.9 Diagram Sekuen ... 36
3.9.1 Use Case: Login ... 36
1.9.2 Use Case: Logout ... 36
1.9.3 Use Case: Mencari Data Karyawan ... 37
1.9.4 Use Case: Menghapus data karyawan ... 38
1.9.5 Use Case: Mengubah data karyawan ... 39
1.9.6 Use Case: Melihat Data Karyawan ... 40
1.9.7 Use Case: Memasukan data karyawan ... 41
3.9.7 Use Case: Menghapus dt.provider ... 43
1.9.9 Use Case: Mengubah dt.provider ... 44
1.9.10 Use Case: Melihat dt.provider... 45
1.9.11 Use Case: Memasukan dt.provider ... 46
1.9.12 Use Case: Mencari training bulanan ... 47
1.9.13 Use Case: Menghapus training bulanan ... 48
1.9.14 Use Case: Mengubah training bulanan ... 49
1.9.15 Use Case: Melihat training bulanan ... 50
1.9.16 Use Case: Memasukan training bulanan ... 51
1.9.17 Use Case: mencari status training bulanan ... 52
v
1.9.19 Use Case: mengubah status training bulanan ... 54
1.9.20 Use Case: Melihat status training bulanan ... 55
1.9.21 Use Case: Memasukan status training... 56
1.9.22 Use Case: Mencari laporan ... 57
1.9.23 Use Case: Menghapus laporan ... 58
1.9.24 Use Case: Mengubah Laporan ... 59
1.9.25 Use Case: Melihat laporan ... 60
1.9.26 Use Case: Memasukkan Laporan ... 61
1.10 Diagram Komunikasi ... 62
1.10.1 Use Case: Login ... 62
1.10.2 Use Case: Logout ... 63
1.10.3 Use Case: melihat dt.karyawan ... 63
1.10.4 Use Case: memasukan dt.karyawan ... 64
1.10.5 Use Case: mencari dt.karyawan ... 64
1.10.6 Use Case: menghapus dt.karyawan ... 65
1.10.7 Use Case: mengubah dt.karyawan ... 65
1.10.8 Use Case: melihat dt.provider ... 66
1.10.9 Use Case: memasukan dt.provider ... 66
1.10.10 Use Case: Mencari dt.provider ... 67
1.10.11 Use case: menghapus dt.provider ... 67
1.10.12 Use Case: mengubah dt.provider ... 68
1.10.13 Use Case: melihat training bulanan ... 68
1.10.14 Use Case: memasukan training bulanan ... 69
1.10.15 Use Case: mencari training bulanan ... 70
1.10.16 Use Case: menghapus training bulanan ... 71
1.10.17 Use Case: mengubah training bulanan ... 71
1.10.18 Use Case: melihat status training bulanan ... 72
1.10.19 Use Case: memasukan status training bulanan ... 72
1.10.20 Use Case: mencari status training bulanan ... 73
1.10.21 Use Case: menghapus status training bulanan... 74
1.10.22 Use Case: mengubah status training bulanan ... 75
vi
1.10.24 Use Case: memasukan status laporan ... 76
1.10.25 Use Case: mencari status laporan ... 76
1.10.26 Use Case: menghapus status laporan ... 77
1.10.27 Use Case: mengubah status laporan ... 78
1.11 Diagram Kolaborasi ... 78 1.12 Diagram Status ... 82 1.13 Diagram Akivitas ... 89 BAB IV PENUTUP ... 92 4.1 Kesimpulan ... 92 4.2 Saran ... 92 DAFTAR PUSTAKA ... 93
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
PT. DARMA HENWA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini berlokasi di Asam-Asam berdiri pada tahun 1991 dan berpusat di jakarta, perusahaan ini memiliki prosedur training yang di gunakan untuk seluruh pelatihan karyawan yang di tunjuk, dari banyaknya aplikasi dan teknologi yang sudah sangat canggih ternyata setelah penulis melakukan observasi di lapangan penulispun mendapatkan sebuah kasus yang di mana seluruh karyawan admin PT.DARMA HENWA membutuhkan atau memerlukan sebuah bukti jika karyawan sudah mengikuti sebuah pelatihan yaitu sertifikat hasil dari mengikuti sebuah pelatihan(training), kemudian penulis menemukan sebuah kasus dan ide unutk membuat training system yang di mana aplikasi ini di harapkan dapat membantu seluruh karyawan admin (IT) dan MIS (Management Information System) dalam membuat output aplikasi yang menghasilkan output berupa pdf dan sertifikat.
Aplikasi training system adalah sistem pencatatan data training karyawan, yang didalamnya terdapat data provider (yang menyelenggarakan training), data training (nama training dan jenis training), data employe ( masuk kerja karyawan dan biodata), data departement (data ini yaitu berisi nama perusahaan tempat karyawan berkerja), dan data position (adalah berisi tentang jabatan dari karyawan tersebut).
Manfaat dalam membuat aplikasi training system yaitu di harapkan sangat membantu dan memudahkan untuk admin dalam membuat pendataan serta membuat aplikasi yang ber-outputkan pdf dan sertifikat untuk bisa di serahkan kepada karyawan yang menjalani training
1.2 Rumusan Masalah
Masalah dari penelitian yang dilakukan adalah bagaimana merancang dan membangun aplikasi Training System
1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk merancang dan membangun aplikasi Training System di PT. DARMA HENWA Asam-asam.
2 1.4 Manfaat
Hasil aplikasi ini di harapkan dapat memberikan manfaat dan kemudahan untuk admin yang melakukan system pencatatan data training karyawan yang menghasilkan keluaran seritifikat.
1.5 Batasan Masalah
1. Aplikasi yang dibangun berbasis web.
3 BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Lunak
Perangkat lunak (software) adalah program computer yang terasiosasi dengan dokumentasi perangkat lunak seperti dokumentasi kebutuhan, model desain, dan cara penggunaan (user manual). Sebuah program computer tanpa terasosiasi dengan dokumentasi nya maka belum dapat disebut perangkat lunak (software). Sebuah perangkat lunak juga sering disebut dengan system perangkat lunak. System berarti kumpulan komponen yang saling terkait dan mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai.
2.2 Aplikasi
Aplikasi berasal dari kata application yaitu bentuk benda dari kata kerja to apply yang dalam bahasa Indonesia berarti pengolah. Secara istilah, aplikasi komputer adalah suatu sub kelas perangkat lunak komputer yang menggunakan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pemakai. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah program pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media. Kumpulan aplikasi komputer yang digabung menjadi suatu paket biasanya disebut paket atau suite aplikasi (application suite). Contohnya adalah Microsoft Office dan Open Office.org, yang menggabungkan suatu aplikasi pengolah kata, lembar kerja, serta beberapa aplikasi lainnya Aplikasi-aplikasi dalam suatu paket biasanya memiliki antarmuka pengguna yang memiliki kesamaan sehingga memudahkan pengguna untuk mempelajari dan menggunakan tiap aplikasi. Umumnya aplikasi-aplikasi tersebut memiliki kemampuan untuk saling berinteraksi sehingga menguntungkan pemakai.
2.3 Aplikasi Berbasis Web
Aplikasi web merupakan sebuah aplikasi yang mengunakan teknologi browser untuk menjalankan aplikasi dan diakses melalui jaringan komputer (Remick, 2011). Sedangkan meurut (Rouse, 2011) aplikasi web adalah sebuah program yang disimpan di Server dan dikirim melalui internet dan diakses melalui antarmuka browser. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan aplikasi
4
web merupakan aplikasi yang diakses mengunakan web berowser melalui jaringan internet atau intranet. Aplikasi web juga merupakan suatu perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung perangkat lunak berbasis web seperti HTML, JavaScript, CSS, Ruby, Python, Php, Java dan bahasa pemrograman lainnya.
2.4 Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity relationship diagram (ERD) dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional.
Symbol Deskripsi
Entitas / entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan bakal tabel pada basis data; benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi computer penamaan entitas baisanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel
Atribut Field atau kolom data yang butuh disimpan
dalam suatu entitas
Atribut kunci primer Field data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan biasanya berupa id kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asal kan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama)
Nama_entitas
Nama_atribut
5
Atribut Field atau kolom data yang butuh disimpan
dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu
Relasi
Nama_relasi
Relasi yang menghubungkan antar entitas biasanya diawali dengan kata kerja.
Asosiasi / association N
Penghubung antara relasi dan entitas dimana dikedua ujungnya memiliki
multiplicity kemungkinan jumlah
pemakaian.
Kemungkinan jumlah maksismun keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke
N atau sering disebut dengan one to many menghubungkan entitas A dan entitas B.
6 2.5 Definisi Conceptual Data Model (CDM)
Conceptual data model (CDM) atau model konsep data merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan pemakai terhadap data yang disimpan dalam basis data.CDM dibuat sudah dalam bentuk tabel-tabel tanpa tipe data yang menggambarkan relasi antar tabel untuk keperluan implementasi ke basis data.
Simbol-simbol pada CDM
Symbol Deskripsi
Entitas atau tabel Nama_tabel
Entitas atau tabel yang menyimpan data.
Relasi 1..* Nama relasi 1..*
Relasi antar tabel yang terdiri atas nama relasi dan multiplicity.
2.6 Definisi Physical Data Model (PDM)
Model relasional atau physical data model adalah model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antar data. Setiap tabel mempunyai kolom dimana setiap kolom mempunyai nama yang unik beserta tipe datanya.
Simbol-simbol pada PDM
Symbol Deskripsi
Tabel
Nama_tabel
Tabel yang menyimpan data. Relasi
Id_tbl1=id_fk_tbl2
Relasi antar tabel yang terdiri dari persamaan primary key dengan kunci yang menjadi referensi acuan ditabel lain.
7 2.7 Definis Data Flow Diagram (DFD)
Data flow diagram (DFD) dapat di gunakan untuk mempresentasikan sebuah system atau perangkat lunak pada beberapa level abstraksi. DFD di bagi menjadi beberapa level yang lebih detail untuk mempresentasikan aliran informasi atau fungsi yang lebih detail. DFD menyediakan mekanisme untuk pemodelan fungsional ataupun pemodelan aliran informasi.
Notasi-notasi pada DFD (Edward Yourdon dan Tom DeMarco) sebagai berikut:
Notasi Keterangan
Proses atau fungsi, pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur maka pemodelan notasi inilah yang harus nya menjadi fungsi atau prosedur didalam kode program.
File, basis data, atau penyimpanan, pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya dibuat menjadi tabel-tabel yang dibutuhkan.
Entitas luar atau masukkan (input) atau keluaran (output) atau orang yang memakai atau berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau system lain yang terkait dengan aliran data dari system yang di modelkan.
Aliran data merupakan data yang dikirim antar proses, dari
8
penyimpanan keproses, atau dari proses ke masukkan (input) atau keluaran (output).
2.8 Pengertian UML
Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem. Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk Modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.
Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan syntax/semantik. Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).
Sejarah UML sendiri cukup panjang. Sampai era tahun 1990 seperti kita ketahui puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi booch , metodologi coad, metodologi OOSE, metodologi OMT, metodologi shlaer-mellor, metodologi wirfs-brock, dsb. Masa itu terkenal dengan masa perang metodologi (method war) dalam pendesainan berorientasi objek. Masing-masing metodologi membawa notasi sendiri-sendiri, yang mengakibatkan timbul masalah baru
9
apabila kita bekerjasama dengan group/perusahaan lain yang menggunakan metodologi yang berlainan.
Dimulai pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, yang merupakan tiga tokoh yang boleh dikata metodologinya banyak digunakan mempelopori usaha untuk penyatuan metodologi pendesainan berorientasi objek. Pada tahun 1995 dirilis draft pertama dari UML (versi 0.8). Sejak tahun 1996 pengembangan tersebut dikoordinasikan oleh Object Management Group (OMG– http://www.omg.org). Tahun 1997 UML versi 1.1 muncul, dan saat ini versi terbaru adalah versi 1.5 yang dirilis bulan Maret 2003. Booch, Rumbaugh dan Jacobson menyusun tiga buku serial tentang UML pada tahun 1999. Sejak saat itulah UML telah menjelma menjadi standar bahasa pemodelan untuk aplikasi berorientasi objek.
2.9 Diagram UML
Pada UML 2.3 terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Pembagian kategori dan macam-macam diagram tersebut dapat terlihat pada gambar di bawah.
Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut.
UML 2.3 Diagram Structure Diagram Class Diagram Object Diagram Component Diagram Composite structure Diagram Package Diagram Deployment Diagram Behavior Diagram Use Case Diagram Activity Diagram State Machine Diagram Interction Diagram Sequence Diagram Communication Diagram Timing Diagram Interaction Overview Diagram
10
1. Structure diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan. 2. Behavior diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk
menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.
3. Interaction diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.
2.10 Pengertian Use Case Diagram
Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behevior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami
Berikut merupakan symbol-simbol yang digunakan dalam diagram Use Case:
Simbol Deskripsi
Use case Funsional yang disediakan sistem
sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use case.
Actor Orang, proses, atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan di buat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan nama use
11
menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.
Asosiasi (Association) Komuikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor
Ekstensi (Extend)
<<extend>>
Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu, mirip dengan prinsip inheritance pada pemograman
Generalisasi(Generalization) Hubungan generalisasi dan
spesialisasi (umum-khusus) antara dua bah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.
Menggunakan /include/uses
<<include>>
Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankannya use case ini.
2.11 Pengertian Class Diagram
Diagram kelas menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau proses.
1) Atribut merupakan variable-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas 2) Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas
12
Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem sehingga pembuat perangkat lunak atau programmer dapat membuat kelas-kelas didalam program perangkat lunak sesuai dengan perancangan diagram kelas. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut. 1) Kelas main, merupakan kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi
ketika sistem dijalankan.
2) Kelas yang menangani tampilan sistem (view), merupakan kelas yang mendefinikan dan mengatur tampilan ke pemakai.
3) Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller), kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case, kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.
4) Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model), merupakan kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. Semua tabel yang dibuat di basis data dapat dijalankan kelas, namun untuk tabel dari hasil relasi atau atribut multivalue pada ERD dapat dijadikan kelas tersendiri dapat juga tidak asalkan pengaksesannya dapat dipertanggungjawabkan atau tetap ada di dalam perancangan kelas.
Berikut merupakan symbol-simbol yang sering digunakan pada Class Diagram: Simbol Deskripsi Kelas ClassName -memberName -memberName
Kelas pada struktur sistem
Antarmuka / interface
nama_interface
Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek
13
Asosiasi / association Relasi antarkelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity
Asosiasi berarah / directed association
Relasi antarkelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity
Generalisasi Relasi antarkelas dengan makna
generalisasi-spesialisasi (umum-khusus) Kebergantungan / dependency
Relasi antarkelas dengan makna kebergantungan antarkelas
Agregasi / aggregation Relasi antarkelas dengan makna semua-bagian (whole-part)
2.12 Pengertian Object Diagram
Diagram objek menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dan jalannya objek dalam sistem. Pada diagram objek harus dipastikan semua kelas yang sudah didefinisikan pada diagram kelas harus dipakai objeknya, karena jika tidak, pendefinisian kelas itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Diagram objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atribut tiap kelas.
Berikut ini adalah simbol-simbol yang ada pada diagram objek..
Simbol Keterangan
Objek ObjeckName
-memberName = "name member -memberName = "009"
Objek dari kelas yang berjalan saat sistem dijalankan
14
Link Relasi antar objek
2.13 Pengertian Sequence Diagram
Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui obek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat scenario yang ada pada use case.
Berikut merupakan simbol-simbol yang sering digunakan pada Sequence Diagram: Simbol Deskripsi Actor Nama aktor Atau nama_aktor
Tanpa waktu aktif
Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun symbol dari actor adalah gambar orang, tapi actor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama actor
15 Objek
nama objek : nama kelas
Menyatakan objek yang berinteraksi pesan
Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi, semua yang terhubung dengan waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang dilakukan didalamnya. Pesan tipe create
<<create>>
Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat
Pesan tipe call
1:nama_metode()
Menyatakan suatu objek memanggil operasi/metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri, arah panah mengarah pada objek yang memiliki operasi/metode, karena ini memanggil operasi/metode maka operasi/metode yang dipanggil harus ada pada diagram kelas sesuai dengan kelas objek yang berinteraksi
Pesan tipe send
1:masukan
Menyatakan bahwa suatu objek mengiriimkan data/masukan/informasi ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirimi
Pesan tipe return
1:keluaran
Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian Pesan tipe destroy Menyatakan suatu objek mengakhiri
16
<<destroy
mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada destroy
2.14 Pengertian Communication Diagram
Diagram komunikasi menggambarkan interaksi antar objek/bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan. Diagram komunikasi merepresentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, diagram sekuen, dan diagram use case untuk mendeskripsikan gabungan antara struktur statis dan tingkah laku dinamis dari suatu sistem.
Diagram komunikasi mengelompokkan message pada kumpulan diagram sekuen menjadi sebuah diagram . dalam diagram komunikasi yang dituliskan adalah operasi/metode yang dijalankan antara objek yang satu dan objek lainnya secara keseluruhan, oleh karena itu dapat diambil dari jalannya interaksi pada semua diagram sekuen. Penomoran metode dapat dilakukan berdasarkan urutan. dijalankannya metode/proses diantara objek yang satu dengan objek lainnya atau objek itu sendiri.
.
Berikut merupakan simbol-simbol yang sering digunakan pada Communication Diagram:
Symbol Deskripsi
Objek
nama_objek : nama_kelas
Objek yang melakukan interaksi pesan
Link Relasi antar-objek yang menghubungkan
objek satu dengan lainnya atau dengan dirinya sendiri
17
Arah pesan / stimulus Arah pesan yang terjadi, jika pada suatu link ada dua arah pesan yang berbeda maka arh juga digambarkan dua arah pada dua sisi link
2.15 Pengertian Colaboration Diagram
Diagram Kolaborasi adalah diagram komunikasi yang digabungkan. Pengertian Communication Diagram. Diagram komunikasi menggambarkan interaksi antar objek/bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan. Diagram komunikasi merepresentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, diagram sekuen, dan diagram use case untuk mendeskripsikan gabungan antara struktur statis dan tingkah laku dinamis dari suatu sistem.
Berikut merupakan simbol-simbol yang sering digunakan pada Colaboration Diagram, sama halnya dengan Communication Diagram:
Symbol Deskripsi
Objek
nama_objek : nama_kelas
Objek yang melakukan interaksi pesan
Link Relasi antar-objek yang menghubungkan
objek satu dengan lainnya atau dengan dirinya sendiri
Arah pesan / stimulus Arah pesan yang terjadi, jika pada suatu link ada dua arah pesan yang berbeda maka arh juga digambarkan dua arah pada dua sisi link
2.16 Pengertian State Machine Diagram
Diagram status atau disebut juga state machine diagram digunakan untuk menggambarkan perubahan status atau transisi status dari sebuah mesin atau sistem atau objek. Jika diagram sekuen digunakan untuk interaksi antar objek
18
maka diagram status digunakan untuk interaksi didalam sebuah objek. Perubahan tersebut digambarkan dalam suatu graf berarah. Diagram status cocok digunakan untuk menggambarkan alur interaksi pengguna dengan sistem.
Berikut merupakan simbol-simbol yang sering digunakan pada State Machine Diagram:
Status Simbol Deskripsi
Start / status awal (initial state)
Start adalah state atau keadaan awal pada saat sistem mulai hidup.
End / status akhir (final state)
End adalah state keadaan akhir dari daur hidup suatu sistem.
Event
Event
Event adalah kegiatan yang menyebabkan berubahnya status mesin.
State
Event
State atau status adalah keadaan sistem pada waktu tertentu. State dapat berubah jika ada event tertentu yang memicu perubahan tersebut.
2.17 Pengertian Activity Diagram
Diagram aktivitas menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan actor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
19
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:
1) Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan
2) Urutan atau pengelompokkan tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan 3) Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak
Berikut merupakan simbol-simbol yang sering digunakan pada Activity Diagram:
Status Simbol Deskripsi
Status awal Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal
Aktivitas Aktivitas
Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja
Percabangan/ decision Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu
Penggabungan/ join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah
diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir
swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang
bertanggungjawab terhadap aktivitas yang terjadi
20 2.18 Pengertian Component Diagram
Diagram komponen dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Diagram komponen focus pada komponen sistem yang dibutuhkan da nada di dalam sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut.
1) Source code program perangkat lunak 2) Komponen executable yang dilepas ke user 3) Basis data secara fisik
4) Sistem yang harus beradaptasi dengan sistem lain
5) Framework sistem, framework pada perangkat lunak merupakan kerangka kerja yang dibuat untuk memudahkan pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.
2.19 Pengertian Deployment Diagram
Diagram deployment menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut.
1) Sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node, dan hardware.
2) Sistem terdistribusi murni 3) Rekayasa ulang aplikasi
21
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Analisis Kasus 1. Pengguna aplikasi a. Admin2. Entitas dan atribut a. Entitas Pengguna a) dt.provider b) dt.Karyawan c) Sttstraining d) laporan e) Trainingbulanan f) Training g) Output/sertifikat b. Entitas dt.provider a) Id_provider b) Pemateri c) Tempat d) Nohp e) perusahaancv
22 c. Entitas dt.karyawan a) Id_karyawan b) Tglmasukkerja c) Jabatan d) Foto e) Ttl f) Nohp g) jk
d. Entitas status training a) Id_status b) Jenis c) Id_karyawan e. Entitas training a) Id_training b) Jadwal c) Jenis f. Entitas laporan a) Id_laporan b) Jenis c) Tanggal d) Peserta training g. Entitas training bulanan
a) Id_provider b) Id_training c) Id_training bulanan d) Jam e) hari h. Entitas output/sertifikat a) Id_karyawan b) Nama c) Perusahaan/cv d) Ttl
23 e) Jabatan
f) Foto
24 3.2 Entity Relationship Diagram Aplikasi Training System
25 Penjelasan:
pada penjelasan entity relationship diagram pada kasus Training System tersebut dapat kita simpulkan admin mengelola data karyawan, dt, provider melaporkan ke admin perusahaan, dt.provider memilih berbagai training, admin mendata dan melihat status training karyawan, kemudian karyawan mengikuti trainig dan karyawan mendapat sertifikat.
3.3 Conceptual Data Model (CDM) Aplikasi Training System
Penjelasan:
Conceptual data model (CDM) yang dibuat dari aplikasi surat FOB pada pt.patriot intan abadi mempunyai 7 entitas yang saling berelasi satu sama lain. Entitas-entitas tersebut antara lain entitas,dt.provider, trainingbulanan, dt.karyawan, statustraining, laporan, training dan output/sertifikat.
26
3.4 Physical Data Model (PDM) Aplikasi Training System
Penjelasan:
Physical data model (PDM) yang dibuat dari aplikasi surat FOB pada pt.patriot intan abadi mempunyai 7 entitas yang saling berelasi satu sama lain. Entitas-entitas tersebut antara lain entitas,dt.provider, trainingbulanan, dt.karyawan, statustraining, laporan, training dan output/sertifikat
3.5 Data Flow Diagram Aplikasi Traning System
3.5.1 Identifikasi Data Dan Informasi A. Identifikasi Data 1. Data provider 2. Data training 3. Data employe 4. Data department 5. Data posisi
27 B. Identifikassi informasi
1. sistim informasi training system 3.5.2 Identifikasi Sumber Data Dan Informasi
A. Identifikasi Sumber Data 1. Admin
2. Karyawan
B. Identifikasi Sumber Informasi 1. Admin
2. karyawan 3.5.3 Diagram konteks
28
Entitas luar Keterangan
Admin Admin dapat melakukan login, mengelola laporan, data petugas. Data login untuk proses login, admin dapat mengelola jalannya system, admin mempunyai data petugas pada proses aplikasitraining system.
Karyawan Karyawan hanya dapat melihat data provider mana yang akan menyediakan pelatihan dan setelah melakukan kegiatan training karyawan mendapat sertifikat
29 3.5.4 Dekomposisi
30 3.5.5 Diagram Level 0
31 Penjelasan:
1. Definisi Aktor
No Aktor Deskripsi
1. Admin Orang yang bertugas memiliki hak akses untuk melakukan operasi pengolahan data laporan dan data petugas.
2. Skenario Use Case
No Use case Deskripsi
1. Validasi Merupkan proses pengecekkan hak akses siapa yang berhak mengakses proses pengolahan data surat yang dalam kasus ini adalah admin, petugas, pimpinan.
2. Login Merupakan proses untuk melakukan login admin .
3. Logout Merupakan proses untuk melakukan logout admin.
4. Memeriksa status login
Merupakan proses untuk memeriksa apakah pengguna system informasi sudah melakukan login atau belum.
5. Mengelola laporan
Mengelola laporan merupakan proses yang meliputi empat buah proses pengolahan data laporan yaitu mengedit laporan, menghapus laporan, menambah data laporan dan meliha laporan.
6. Mengelola data karyawan
Mengelola data karyawan merupakan proses yang meliputi lima buah proses pengolahan data yaitu mengubah, menghapus data, menambah data dan melihat data,memasukan.
32 7. mengelola
data provider
mengelola data provider merupakan proses yang meliputi 5 buah proses pengolahan data petugas yaitu mencari, melihat, memasukan,menambah, menghapus, dan mengubah.
8. mengelola stts training karyawan
mengelola data status training karyawan merupakan proses yang meliputi 5 buah proses yaitu mencari, melihat, memasukan,menambah, menghapus, dan mengubah.
9. mengelola data jadwal
mengelola data jadwal yang merupakan proses yang meliputi mencari, melihat, memasukan,menambah, menghapus, dan mengubah.
10. mengelola data training
mengelola data training yang merupakan proses yang meliputi proses pengolahan data barang yaitu mencari data, melihat data, dan mencetak data.
11. Mengelola data training bulanan
mengelola data training bulanan yang merupakan proses yang meliputi proses pengolahan data barang yaitu mencari data, melihat data, dan mencetak data.
33 3.7 Class Diagram
34 Penjelasan:
Keterengan class Diagram:
Nama kelas Keterangan
Main Merupakan kelas main
Antarmuka Merupakan kelas yang menangani tampilan
Mengelola dt.karyawan
Merupakan kelas proses yang diambil dari pendefinisian usecase mengelola dt.karyawan yang didalam nya harus juga menangani proses memasukkan, mengubah, menghapus, mencari, melihat.
Mengelola dt,provider
Merupakan kelas proses yang diambil dari pendefinisian usecase mengelola dt.provider yang didalam nya harus juga menangani proses memasukkan, mengubah, menghapus, mencari, melihat.
Mengelola training bulanan
Merupakan kelas proses yang diambil dari pendefinisian usecase mengelola training bulanan yang didalam nya harus juga menangani proses memasukkan, mengubah, menghapus, mencari, melihat.
Mengelola status training bulanan
Merupakan kelas proses yang diambil dari pendefinisian usecase mengelola stts training bulanan yang didalam nya harus juga menangani proses memasukkan, mengubah, menghapus, mencari, melihat.
35 Mengelola laporan
Merupakan kelas proses yang diambil dari pendefinisian usecase mengelola laporan yang didalam nya harus juga menangani proses memasukkan, mengubah, menghapus, mencari, melihat.
36 3.9 Diagram Sekuen
3.9.1 Use Case: Login
37
38
39
40
41
42 1.9.8 Use Case: mencari dt.provider
43 3.9.7 Use Case: Menghapus dt.provider
44 1.9.9 Use Case: Mengubah dt.provider
45 1.9.10 Use Case: Melihat dt.provider
46 1.9.11 Use Case: Memasukan dt.provider
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57 1.9.22 Use Case: Mencari laporan
58 1.9.23 Use Case: Menghapus laporan
59 1.9.24 Use Case: Mengubah Laporan
60 1.9.25 Use Case: Melihat laporan
61 1.9.26 Use Case: Memasukkan Laporan
62 1.10 Diagram Komunikasi
63 1.10.2 Use Case: Logout
64 1.10.4 Use Case: memasukan dt.karyawan
65 1.10.6 Use Case: menghapus dt.karyawan
66 1.10.8 Use Case: melihat dt.provider
67 1.10.10 Use Case: Mencari dt.provider
68 1.10.12 Use Case: mengubah dt.provider
69
70
71
1.10.16Use Case: menghapus training bulanan
72
1.10.18Use Case: melihat status training bulanan
73
74
75
1.10.22Use Case: mengubah status training bulanan
76
1.10.24Use Case: memasukan status laporan
77
78 1.10.27Use Case: mengubah status laporan
1.11 Diagram Kolaborasi
79 b. diagramkolaborasi mengelolaadmin
80 d. diagramkolaborasi mengelola dt.provider
81
f. diagramkolaborasi mengelola status training bulanan
82 1.12 Diagram Status
a. Objek m dari kelas Main
b. Objek an dari kelas Antarmuka
83 d. KoneksiBasisdata
84 f. diagram status mengelola admin
85
h. diagram setatus mengelola dt.karyawan
86
j. diagram setatus mengelola dt.provider
87
l. diagram setatus mengelola data laporan
88
n. diagram setatus mengelola status training bulanan
89
p. diagram setatus mengelola training bulanan
1.13 Diagram Akivitas diagram ativitas login admin
90 1.14 Diagram Komponen
91 1.15 Diagram Deployment
92 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari Modul ini adalah Perangkat Lunak harus dirancang dulu sebelum pembuatan agar dalam proses pembuatan sudah jelas apa yang harus ada dalam perangkat lunak analisis dan desain system agar
memudahkan dalam pembuatan rancangan aplikasi. 4.2 Saran
Pengembangan lebih lanjut, penulis masih memerlukan saran dan informasi yang terkait dengan modul rekayasa perangkat lunak aplikasi Training System
93
DAFTAR PUSTAKA
(n.d.). Retrieved april 09, 2018, from http://sir.stikom.edu/49/7/BAB%20III.pdf Putra., R. H.Dkk (n.d.). Aplikasi Penjualan Dan Pemasaran Berbasis Web Pada.
Aplikasi Penjualan Dan Pemasaran Berbasis Web Pada, halaman 4. Shalahuddin, M. Rosa. A.S (2016). Rekayasa Perangkat Lunak. Bandung:
Informatika.
lesmardin. (2014, Agustus 13). Pengertian Aplikasi. Retrieved from
https://lesmardin1988.wordpress.com/2014/08/13/pengertian-aplikasi/ (18ap)