ii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Denpasar, 28 April 2017
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Asung Kertha Wara Nugraha-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Menggunakan Metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor Berbasis Web”. Selama pelaksanaan tugas akhir ini, penulis mendapat banyak masukan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada:
1. Bapak Prof.Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana.
2. Bapak Dr. Eng. I Putu Agung Bayupati, ST., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknologi Informasi Universitas Udayana.
3. Bapak Prof. Dr. I Ketut Gede Darma Putra, S.Kom., M.T., selaku dosen pembimbing I dan Ibu Ni Kadek Dwi Rusjayanthi, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan masukkan, petunjuk, dan bimbingan selama penyusunan tugas akhir ini.
4. Bapak A.A. Kompiang Oka Sudana, S.Kom., M.T., selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana.
5. Ibu Drg. Ni Made Ayet Wintari, selaku pakar yang telah banyak memberikan masukkan dalam penyusunan tugas akhir ini.
6. Kedua Orang tua, Fajar, Melati, Mega, dan keluarga yang telah memberikan motivasi dalam pembuatan tugas akhir ini.
7. Segenap dosen pengajar di Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana.
8. Seluruh pegawai di Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana yang telah membantu selama proses perkuliahan khususnya dalam pengurusan segala administrasi.
vi
9. Teman-teman yang telah memberikan sumbangan ide, pemikiran, dan pengetahuan sehingga membantu penulis dalam penyusunan laporan kerja praktek.
10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu yang telah membantu memperlancar penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sesuai dengan yang diharapkan.
Denpasar, 28 April 2017
vii ABSTRAK
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut dikembangkan karena masyarakat sering mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut dapat mendiagnosa 9 jenis penyakit, seperti pulpitis reversible, pulpitis irreversible, nekrosis pulpa, abses gigi, peradangan gusi (gingivitis), gigi fraktur, radang jaringan periodontal (periondontitis), radang mulut (stomatitis), serta bau mulut (halitosis). Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang akurat, yaitu Metode Fuzzy Logic yang dikombinasikan dengan Metode Certainty Factor. Metode Fuzzy Logic berfungsi untuk mendapatkan nilai bobot dari user, sedangkan Metode Certainty Factor berfungsi untuk mendapatkan hasil akhir dari kombinasi nilai yang dimasukkan oleh pakar (zi) dan nilai yang dimasukkan oleh user (wi). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut diimplementasikan berbasis web. Hasil akurasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut, yaitu 92,396 % yang didapat dari 15 kasus pengujian berbeda.
Kata kunci : Sistem Pakar, Diagnosa, Penyakit Gigi dan Mulut, Fuzzy Logic, Certainty Factor, Berbasis Web
viii ABSTRACT
Expert System Diagnosis of Dental and Oral Desease developed because people often ignore dental and oral health problems. Expert System Diagnosis of Dental and Oral Desease can diagnose 9 types of diseases, such as pulpitis reversible, pulpitis irreversible, pulp necrosis, abscess, gingivitis, dental fracture, periondontitis, stomatitis, and halitosis. The method used to get the accurate calculation, the Fuzzy Logic method in combination with methods Certainty Factor. Fuzzy Logic method is used to get the value of the weight of the user, while the Certainty Factor method is used to get the final result of the combination of values entered by the expert (zi) and the values entered by the user (wi). Expert System Diagnosis of Dental and Oral Desease implemented web-based. Result of accurate Expert System Diagnosis of Dental and Oral Deseases is 92,396 % Obtained from 15 different test cases.
Keywords : Expert System, Diagnosis, Dental and Oral Desease, Fuzzy Logic, Certainty Factor, Web Based
ix DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN ... i
PERNYATAAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
BERITA ACARA ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR KODE PROGRAM ... xv
DAFTAR TABEL ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 3
1.4 Manfaat ... 3
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah ... 4
1.6 Sistematika Penulisan ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
2.1 State of The Art ... 6
2.2 Sistem Pakar ... 9
2.3 Konsep Dasar Sistem Pakar ... 12
2.3.1 Kepakaran (Expertise) ... 12
2.3.2 Pakar (Expert) ... 13
2.3.3 Pengalihan Kepakaran (Transferring Expertise) ... 13
2.3.4 Inferensi (Inferencing) ... 13
2.3.4.1 Aturan-Aturan (Rule) ... 14
2.3.4.2 Kemampuan Menjelaskan (Explanation Capability) ... 14
2.4 Perbandingan Sistem Konvensional dengan Sistem Pakar ... 14
2.5 Metode Pemecahan Masalah (Metode Inferensi) ... 16
2.6 Metode Fuzzy Logic ... 16
2.6.1 Fungsi Keanggotaan Fuzzy ... 17
2.6.1.1 Representasi Linear ... 17
2.6.1.2 Representasi Kurva Segitiga ... 18
2.6.1.3 Representasi Kurva Trapesium ... 19
2.6.2 Defuzzifikasi ... 19
2.7 Metode Certainty Factor... 20
2.8 Penyakit Gigi dan Mulut ... 21
2.8.1 Penyakit Gigi ... 21
2.8.1.1 Radang Pulpa (Pulpitis) ... 22
2.8.1.2 Abses Gigi ... 24
2.8.1.3 Gigi Patah (Fraktur) ... 25
x
2.8.1.5 Radang Jaringan Periodontal (Periodontitis) ... 27
2.8.2 Penyakit Mulut ... 27
2.8.2.1 Radang Mulut (Stomatitis) ... 28
2.8.2.2 Bau Mulut (Halitosis) ... 30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 31
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 31
3.2 Data ... 31
3.2.1 Sumber Data ... 31
3.2.2 Jenis Data ... 31
3.2.3 Metode Pengumpulan Data ... 32
3.3 Alat Penelitian ... 33
3.3.1 Perangkat Lunak (Software) ... 33
3.3.2 Perangkat Keras (Hardware) ... 33
3.3 Alur Penelitian ... 33
3.4.1 Observasi (Observation) ... 34
3.4.2 Studi Literatur (Literature Review) ... 35
3.4.3 Pemodelan Sistem ... 35
3.4.4 Perancangan Desain Sistem Pakar ... 35
3.4.5 Pengembangan Sistem Pakar ... 35
3.4.6 Uji Coba dan Evaluasi Sistem Pakar ... 35
3.4.7 Pembuatan Laporan ... 36
3.5 Analisis Pengguna ... 36
3.6 Definisi Tujuan (Statement Of Purpose) ... 37
3.7 Data Flow Diagram (DFD) ... 37
3.7.1 Diagram Konteks ... 37
3.7.2 Data Flow Diagram Level 0 ... 38
3.7.3 Data Flow Diagram Level 1 Penyakit ... 39
3.7.4 Data Flow Diagram Level 1 Gejala ... 40
3.7.5 Data Flow Diagram Level 1 Pertanyaan ... 41
3.7.6 Data Flow Diagram Level 1 Aturan ... 42
3.7.7 Data Flow Diagram Level 1 User ... 44
3.7.8 Data Flow Diagram Level 1 Implikasi ... 45
3.7.9 Data Flow Diagram Level 1 Inferensi ... 46
3.7.10 Data Flow Diagram Level 1 History ... 51
3.8 Struktur Basis Data ... 51
3.8.1 Tb_user ... 54 3.8.2 Tb_status ... 55 3.8.3 Tb_penyakit ... 56 3.8.4 Tb_konsultasi ... 58 3.8.5 Tb_jawaban ... 58 3.8.6 Tb_gejala ... 59 3.8.7 Tb_gejala_penyakit ... 60 3.8.8 Tb_fuzzy ... 61 3.8.9 Tb_jawaban_user ... 62 3.8.10 Tb_det_jawaban_user ... 63 3.8.11 Tb_aturan ... 65
xi
3.8.12 Tb_det_aturan ... 67
3.8.13 Tb_implikasi ... 68
3.8.14 Tb_det_konsultasi ... 69
3.8.15 Tb_berita ... 70
3.9 Pemodelan Gejala Fuzzy ... 70
3.10 Pemodelan Gejala Certainty Factor... 74
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS ... 79
4.1 Pengujian dan Analisis ... 79
4.1.1 Kode Program Certainty Factor Pakar ... 79
4.1.2 Kode Program Fuzzy Logic ... 82
4.1.3 Kode Program Certainty Factor User ... 85
4.1.4 Kode Program Inferensi ... 88
4.2 Basis Data ... 89
4.3 Uji Coba Antarmuka ... 91
4.3.1 Halaman Utama ... 91
4.3.2 Halaman Konsultasi ... 94
4.3.3 Halaman Data Konsultasi ... 95
4.3.4 Halaman Info Penyakit ... 97
4.3.5 Halaman Registrasi ... 99
4.3.6 Halaman Edit Profil Pengguna ... 100
4.3.7 Halaman Utama Admin ... 101
4.3.8 Halaman Edit Profil Admin ... 102
4.3.9 Halaman Data Pasien ... 103
4.3.10 Halaman Data Penyakit ... 105
4.3.11 Halaman Tambah Penyakit ... 107
4.3.12 Halaman Edit Penyakit ... 109
4.3.13 Halaman Data Gejala ... 110
4.3.14 Halaman Tambah Gejala ... 112
4.3.15 Halaman Edit Gejala ... 113
4.3.16 Modal Data Fuzzy ... 115
4.3.17 Halaman Data Jawaban Fuzzy ... 115
4.2.18 Halaman Tambah Aturan ... 117
4.2.19 Halaman Detail Aturan ... 119
4.2.20 Halaman Edit Aturan ... 123
4.2.21 Halaman Konfigurasi Persentase Minimal ... 126
4.4 Uji Coba Inferensi ... 127
4.3.1 Pertanyaan ... 127 4.3.2 Inferensi ... 146 4.4 Akurasi ... 148 BAB V PENUTUP ... 151 5.1 Simpulan ... 151 5.2 Saran ... 151 DAFTAR PUSTAKA ... 153
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Arsitektur sistem pakar ... 11
Gambar 2.2 Representasi linear naik ... 17
Gambar 2.3 Representasi linear turun ... 18
Gambar 2.4 Kurva Segitiga ... 18
Gambar 2.5 Kurva Trapesium ... 19
Gambar 3.1 Flowchart urutan kegiatan pengerjaan sistem pakar ... 34
Gambar 3.2 Diagram konteks ... 37
Gambar 3.3 Data flow diagram level 0 ... 38
Gambar 3.4 Data flow diagram level 1 penyakit... 39
Gambar 3.5 Data flow diagram level 1 gejala ... 40
Gambar 3.6 Data flow diagram level 1 pertanyaan ... 41
Gambar 3.7 Data flow diagram level 1 aturan ... 42
Gambar 3.8 Data flow diagram level 1 user ... 45
Gambar 3.9 Data flow diagram level 1 implikasi ... 46
Gambar 3.10 Data flow diagram level 1 inferensi ... 47
Gambar 3.11 Data flow diagram level 1 history ... 51
Gambar 3.12 Struktur basis data ... 53
Gambar 3.13 Kurva keanggotaan jawaban isian ... 72
Gambar 3.14 Kurva keanggotaan jawaban pilihan ... 73
Gambar 4.1 Basis data ... 90
Gambar 4.2 Halaman utama atas ... 91
Gambar 4.3 Halaman utama bawah ... 92
Gambar 4.4 Halaman utama login ... 93
Gambar 4.5 Halaman konsultasi ... 94
Gambar 4.6 Form kerabat ... 95
Gambar 4.7 Halaman data konsultasi ... 96
Gambar 4.8 Cetak diagnosa ... 96
Gambar 4.9 Halaman informasi penyakit ... 97
Gambar 4.10 Halaman gambar penyakit ... 98
Gambar 4.11 Halaman read informasi penyakit ... 98
Gambar 4.12 Halaman registrasi ... 99
Gambar 4.13 Halaman edit profil pengguna ... 100
Gambar 4.14 Halaman utama admin ... 101
Gambar 4.15 Halaman edit profil admin ... 102
Gambar 4.16 Tb_user ... 103
Gambar 4.17 Halaman data pasien ... 104
Gambar 4.18 Data konsultasi ... 104
Gambar 4.19 Cetak diagnosa pasien ... 105
xiii
Gambar 4.21 Halaman data penyakit ... 107
Gambar 4.22 Halaman tambah penyakit ... 108
Gambar 4.23 Halaman edit penyakit ... 109
Gambar 4.24 Tb_gejala ... 110
Gambar 4.25 Halaman data gejala ... 111
Gambar 4.26 Tb_fuzzy ... 112
Gambar 4.27 Halaman tambah gejala... 113
Gambar 4.28 Halaman edit gejala ... 114
Gambar 4.29 Modal data fuzzy ... 115
Gambar 4.30 Tb_jawaban... 116
Gambar 4.31 Halaman data jawaban fuzzy ... 116
Gambar 4.32 Tb_gejala_penyakit... 117
Gambar 4.33 Halaman tambah aturan bawah ... 118
Gambar 4.34 Halaman tambah aturan atas ... 119
Gambar 4.35 Tb_cf_pakar ... 120
Gambar 4.36 Tb_aturan ... 121
Gambar 4.37 Halaman detail aturan bawah... 122
Gambar 4.38 Halaman detail aturan atas ... 122
Gambar 4.39 Halaman edit aturan ... 123
Gambar 4.40 Form certainty factor rata-rata disetiap gejala ... 124
Gambar 4.41 Form edit aturan ... 125
Gambar 4.42 Form certainty factor pakar disetiap gejala ... 125
Gambar 4.43 Tb_konf_minimal ... 126
Gambar 4.44 Form konfigurasi persentase minimal ... 126
Gambar 4.45 Pertanyaan 1... 128 Gambar 4.46 Pertanyaan 2... 128 Gambar 4.47 Pertanyaan 3... 129 Gambar 4.48 Pertanyaan 4... 129 Gambar 4.49 Pertanyaan 5... 130 Gambar 4.50 Pertanyaan 6... 130 Gambar 4.51 Pertanyaan 7... 131 Gambar 4.52 Pertanyaan 8... 131 Gambar 4.53 Pertanyaan 9... 132 Gambar 4.54 Pertanyaan 10... 132 Gambar 4.55 Pertanyaan 11... 133 Gambar 4.56 Pertanyaan 12... 133 Gambar 4.57 Pertanyaan 13... 134 Gambar 4.58 Pertanyaan 14... 134 Gambar 4.59 Pertanyaan 15... 135 Gambar 4.60 Pertanyaan 16... 135 Gambar 4.61 Pertanyaan 17... 136 Gambar 4.62 Pertanyaan 18... 136 Gambar 4.63 Pertanyaan 19... 137
xiv Gambar 4.64 Pertanyaan 20... 137 Gambar 4.65 Pertanyaan 21... 138 Gambar 4.66 Pertanyaan 22... 138 Gambar 4.67 Pertanyaan 23... 139 Gambar 4.68 Pertanyaan 24... 139 Gambar 4.69 Pertanyaan 25... 140 Gambar 4.70 Pertanyaan 26... 140 Gambar 4.71 Pertanyaan 27... 141 Gambar 4.72 Tb _jawaban_user ... 142 Gambar 4.73 Tb_det_jawaban_user ... 144 Gambar 4.74 Tb_implikasi ... 145 Gambar 4.75 Tb_det_konsultasi ... 147
xv
DAFTAR KODE PROGRAM
Kode Program 4.1 Tambah Aturan ... 81
Kode Program 4.2 Menghitung nilai bobot user ... 85
Kode Program 4.3 Menghitung nilai certainty factor user ... 87
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar ... 15
Tabel 2.2 Gejala pulpitis reversible ... 22
Tabel 2.3 Gejala pulpitis irreversible ... 23
Tabel 2.4 Gejala nekrosis pulpa ... 24
Tabel 2.5 Gejala abses gigi ... 24
Tabel 2.6 Gejala gigi patah (fraktur) ... 25
Tabel 2.7 Gejala radang gusi ... 26
Tabel 2.8 Gejala periodontitis ... 27
Tabel 2.9 Gejala radang mulut ... 29
Tabel 2.10 Gejala bau mulut ... 30
Tabel 3.1 Karakteristik Pengguna ... 36
Tabel 3.2 Tb_user ... 54
Tabel 3.3 Contoh data tb_user ... 55
Tabel 3.4 Tb_status ... 55
Tabel 3.5 Contoh data tb_status ... 56
Tabel 3.6 Tb_penyakit ... 56
Tabel 3.7 Contoh data tb_penyakit ... 57
Tabel 3.8 Tb_konsultasi ... 58
Tabel 3.9 Contoh data tb_konsultasi ... 58
Tabel 3.10 Tb_jawaban ... 59
Tabel 3.11 Contoh data tb_jawaban ... 59
Tabel 3.12 Tb_gejala ... 59
Tabel 3.13 Contoh data tb_gejala ... 60
Tabel 3.14 Tb_gejala ... 61
Tabel 3.15 Contoh data tb_gejala_penyakit ... 61
Tabel 3.16 Tb_gejala ... 62
Tabel 3.17 Contoh data tb_fuzzy... 62
Tabel 3.18 Tb_jawaban_user ... 63
Tabel 3.19 Contoh data tb_jawaban_user ... 63
Tabel 3.20 Tb_det_jawaban_user ... 64
Tabel 3.21 Contoh data tb_det_jawaban_user... 64
Tabel 3.22 Tb_aturan... 66
Tabel 3.23 Contoh data tb_aturan ... 66
Tabel 3.24 Tb_det_aturan ... 67
Tabel 3.25 Contoh data tb_det_aturan... 67
Tabel 3.26 Tb_implikasi ... 68
Tabel 3.27 Contoh data tb_implikasi... 68
Tabel 3.28 Tb_det_konsultasi ... 69
xvii
Tabel 3.30 Tb_berita ... 70
Tabel 3.31 Contoh data tb_berita ... 70
Tabel 3.32 Klasifikasi jawaban isian ... 71
Tabel 3.33 Klasifikasi jawaban pilihan ... 73
Tabel 3.34 Rule base ... 74
Tabel 3.35 Keterangan gejala dan penyakit ... 77
1 BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah yang mendasari penelitian yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini, tujuan penelitian, manfaat, dan batasan masalah.
1.1 Latar Belakang
Gigi dan mulut adalah organ-organ tubuh yang ada pada wajah, oleh karenanya kesehatan kondisi dari keduanya sangatlah penting. Umumnya masyarakat sering mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut, karena sebagian masyarakat merasa takut ke dokter gigi dan memerlukan waktu serta biaya yang lumayan mahal. Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia. Gaya hidup yang tidak sehat dapat mengakibatkan seseorang mengidap penyakit gigi dan mulut, seperti pulpitis reversible, pulpitis irreversible, nekrosis pulpa, abses gigi, peradangan gusi (gingivitis), gigi patah, radang jaringan periodontal (periondontitis), radang mulut (stomatitis), serta bau mulut (halitosis), namun tidak semua penyakit ini dapat dialami karena gaya hidup yang tidak sehat, ada juga yang disebabkan oleh kuman.
Berdasarkan permasalahan yang ada, seperti masyarakat sering mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut, maka dikembangkan aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut berbasis web, sehingga pengguna dapat menggunakan aplikasi ini dimana saja dan kapan saja bila terdapat jaringan internet. Aplikasi yang dikembangkan dapat digunakan pengguna untuk berkonsultasi dengan sistem selayaknya berkomunikasi dengan seorang pakar pada penelitian ini. Pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut diharapkan dapat menghemat biaya, waktu, dan konsultasi dapat dilakukan tanpa alat-alat yang berkaitan dengan gigi pada umumnya sehingga dapat menghindari ketakutan pengguna saat konsultasi. Masyarakat juga dapat mengetahui dan menanggulangi sejak dini penyakit gigi dan mulut yang diderita layaknya seorang pakar dengan adanya Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut.
2
Penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam bidang kedokteran gigi dan berkaitan dengan metode certainty factor dan fuzzy logic, diantaranya penelitian berjudul “A Fuzzy Expert System Design for Diagnosis of Periodontal Dental Deases” oleh Allahverdi dkk. Tahun 2011, penelitian berjudul “Dental Disease Identification Using Fuzzy Inference System” oleh Parewe dkk. Tahun 2016, penelitian berjudul “Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Mulut dan Gigi dengan Metode Fuzzy Logic” oleh Makarios dkk. Tahun 2012, penelitian berjudul “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Infeksi Gigi dan Mulut pada Manusia menggunakan Metode Certainty Factor” oleh Herlambang Tahun 2013, serta penelitian berjudul “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit dan Kelamin dengan Metode Certainty Factor dan Fuzzy Logic” oleh Krisnawan dkk. Tahun 2014.
Penelitian terkait Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut, Metode Fuzzy Logic, dan Metode Certainty Factor yang telah dijelaskan memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang dikembangkan, seperti pada penelitian yang berjudul “A Fuzzy Expert System Design for Diagnosis of Periodontal Dental Deases”, “Dental Disease Identification Using Fuzzy Inference System”, dan “Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Mulut dan Gigi dengan Metode Fuzzy Logic”, yaitu sama-sama membahas tentang penyakit gigi dan mulut dengan menerapkan metode Fuzzy Logic (Allahverdi, 2011 & Parewe, 2016 & Makarios, 2012), sedangkan perbedaan dengan penelitian ini dilakukan pengembangan aplikasi dengan menerapkan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor. Penelitian yang berjudul “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Infeksi Gigi dan Mulut pada Manusia menggunakan Metode Certainty Factor”, juga memiliki kesamaan dengan penelitian yang dikembangkan, yaitu membahas tentang penyakit gigi dan mulut dengan menggunakan metode Certainty Factor (Herlambang, 2013), sedangkan perbedaan dengan penelitian ini dilakukan pengembangan aplikasi dengan menerapkan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor. Penelitian yang berjudul “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit dan Kelamin dengan Metode Certainty Factor dan Fuzzy Logic”, menerapkan metode Certainty Factor dan Fuzzy Logic yang juga diterapkan pada aplikasi sistem pakar
3
yang dikembangkan (Krisnawan, Putra, & Bayupati, 2014), sedangkan perbedaan dengan penelitian ini dilakukan pengembangan aplikasi yang menerapkan diagnosa penyakit gigi dan mulut.
Melalui penelitian ini, dikembangkan aplikasi yang dapat mendiagnosa penyakit gigi dan mulut. Pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web, diharapkan dapat membantu masyarakat karena dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Pengembangan sistem pakar juga terdapat fasilitas penjelas dan perbaikan pengetahuan. Perbaikan pengetahuan dapat membantu pakar untuk melakukan penambahan, perubahan, dan penghapusan data suatu penyakit agar sistem tetap akurat dan mutakhir.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor. 2. Bagaimana unjuk kerja Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut
Berbasis Web menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor.
2. Mengetahui unjuk kerja Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor.
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dan diperoleh dari penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut.
4
1. Bagi pengguna sistem, dengan adanya Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web dapat membantu pengguna di seluruh Indonesia untuk dapat menyelesaikan masalah layaknya seorang pakar dalam bidang penyakit gigi dan mulut.
2. Bagi pakar penyakit gigi dan mulut, dengan adanya pembangunan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web dapat membantu pekerjaan seorang pakar dalam mendiagnosa penyakit.
3. Bagi pembaca, dengan adanya pengembangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web, dapat dijadikan sarana untuk berbagi pengetahuan mengenai sistem pakar khususnya Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web.
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Melihat luasnya permasalahan yang dapat ditimbulkan maka diberikan ruang lingkup dan batasan permasalahan agar tujuan pembahasan menjadi lebih terarah serta untuk menyederhanakan dan membatasi permasalahan, yaitu:
1. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut yang dikembangkan hanya dapat mendiagnosa penyakit gigi dan mulut dengan mendiagnosa 9 penyakit, yaitu pulpitis reversible, pulpitis irreversible, nekrosis pulpa, abses gigi, peradangan gusi (gingivitis), gigi patah, radang jaringan periodontal (periondontitis), radang mulut (stomatitis), serta bau mulut (halitosis).
2. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut yang dikembangkan menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor dengan gejala penyakit sebanyak 27 gejala, serta berbasis web.
3. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut yang dikembangkan dapat mengelola data gejala dan penyakit secara dinamis.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan bagian yang menjelaskan gambaran pembuatan laporan dari semua dasar teori dan metode yang digunakan serta
hasil-5
hasil yang diperoleh selama pengerjaan Tugas Akhir. Adapun rincian sistematika penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut.
BAB I : PENDAHULUAN
Bab I berisi secara lengkap gambaran umum penulisan, mulai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab II berisi teori-teori penunjang yang mendasari dalam membahas permasalahan, yaitu mengenai pengertian dan konsep sistem pakar, pengertian penyakit gigi dan mulut, perhitungan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor serta beberapa teori penunjang lainnya yang mendasari dalam tinjauan pustaka.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Bab III berisi metodologi untuk melakukan pembuatan sistem dan berisi rancangan sistem yang dibuat.
BAB IV : PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL
Bab IV berisikan pembahasan tentang hasil uji coba perangkat lunak dan menganalisa sistem secara keseluruhan.
BAB V : PENUTUP
Bab V membahas mengenai simpulan yang menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dan memberikan saran-saran yang direkomendasikan baik kepada masyarakat banyak untuk dapat melakukan pengembangan penelitian lebih lanjut tentang sistem pakar gigi dan mulut menggunakan metode Fuzzy Logic dan Certainty Factor.