PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
Jalan Dr. Radjiman No. 6 Bandung Telp. (022) 4264813 Fax. (022) 4264881
KATA PENGANTAR
Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah ( PLS ) di sekolah merupakan kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah
.
Dalam kegiatan ini, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat memasukan materi Gerakan Jabar Tolak Kekerasan meliputi materi tolak kekerasan, Keluarga sadar hukum , tertib berlalu lintas dan muatan lokal sebagai materi tambahan selain materi yang sudah diamanatkan sesuai permendikbud no 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan sekolah bagi Siswa Baru. Sehingga kedua kegiatan tersebut dapat saling melengkapi satu sama lainnya.
Panduan ini dibuat untuk membantu semua pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan PLS agar dapat melaksanakan tugas dan perannya masing-masing dengan baik, khususnya kepada Kepala sekolah, guru dan siswa/siswi , Komite Sekolah serta Pengawas Pembina Sekolah yang nantinya dapat mengaktualisasikan dan mewujudkan Gerakan Jabar Tolak Kekerasan
Terakhir, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini, mudah-mudahan Allah Swt. membalasnya dengan berlipat ganda. Aamiin.
Bandung, Juni 2016 Kepala Dinas Pendidikan,
ttd.
DR. H. Asep Hilman, M.Pd. NIP. 19630111 198803 1 016
DAFTAR ISI Kata Pengantar : ... Daftar Isi : ... I PENDAHULUAN : ... A Latar Belakang : ... B Dasar Hukum : ... C Tujuan : ... D Jenis Kegiatan : ... E Sasaran : ... F Ruang Lingkup : ... II PELAKSANAAN KEGIATAN : ... A Materi Kegiatan : ...
B Waktu dan Tempat
Kegiatan : ... C Pelaksana Kegiatan : ...
II PENUTUP : ...
LAMPIRAN :
1 Naskah IKRAR Jabar Tolak Kekerasan 2 Silabus Kegiatan
3 Materi Kekerasan
4 Materi Keluarga Sadar Hukum 5 Materi tertib berlalu Lintas
PANDUAN
PELAKSANAAN PLS BAGI PESERTA DIDIK BARU DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2016 I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai kasus kejahatan terhadap anak belakangan ini makin marak terjadi. Hampir setiap hari, ada saja kasus kekerasan ,kejahatan dan kekerasan seksual yang menimpa anak diberitakan di media, baik cetak maupun elektronik . Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) tahun 2011 – 2014 meningkat dari 2178 kasus menjadi 5066 , atau terjadi peningkatan 133% dalam kurun waktu 4 tahun.Sehingga secara umum di tanah air, kasus kekerasan , kejahatan dan tindak kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia cenderung meningkat.
Apa yang di maksud dengan kekerasan , kejahatan dan tindak kekerasan seksual ? Kekerasan terhadap anak adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, mental, seksual, psikologis, termasuk penelantaran dan perlakuan buruk yang mengancam integritas tubuh dan merendahkan martabat anak yang dilakukan oleh pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas anak tersebut atau mereka yang memiliki kuasa atas anak tersebut, yang seharusnya dapat dipercaya.
Kejahatan secara juridis adalah suatu perbuatan tingkah laku yang bertentangan dengan undang-undang. Ditinjau dari segi sosiologis, maka yang dimaksud dengan kejahatan adalah perbuatan atau tingkah laku yang selain merugikan korban, juga sangat merugikan masyarakat yaitu berupa hilangnya keseimbangan, ketentraman dan ketertiban. Kejahatan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan anti sosial yang menimbulkan kerugian, ketidakpatutan dalam masyarakat, sehingga dalam masyarakat terdapat keresahan, dan untuk menentramkan masyarakat, negara harus menjatuhkan hukuman kepada pelaku kejahatan.
Kejahatan seksual terhadap anak adalah tindakan kekerasan seksual yang korbannya adalah anak. Termasuk dalam kejahatan seksual adalah perbuatan yang melibatkan anak sebagai korban dan pelaku dalam pornografi. Maraknya kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak pada tingkat lokal, nasional dan global dewasa ini, seharusnya membuat kita semakin peduli dan waspada terhadap ancaman buruknya praktek kekerasan dan kekejaman terhadap anak tersebut. Kita harus sadar dan peduli serta terpanggil untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari segala bentuk tindak kekerasan dan kekejaman terhadap anak-anak, seperti prostitusi anak, pornografi anak dan perdagangan anak untuk seks komersil anak di sekitar wilayah keluarga, masyarakat kita. Kepedulian dan kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan anak-anak kita. Kita sangat berharap agar tumbuh kesadaran dan kepedulian bersama serta segera melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan terhadap semua bentuk tindakan kekerasan dan kejahatan terhadap anak tersebut. Diakui atau tidak, kepedulian dan kewaspadaan bersama untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak menjadi sebuah kebutuhan bersama saat ini.
Semua orang baik pada level pribadi, keluarga, warga dan masyarakat secara luas serta peran serta pemerintah harus berperan aktif untuk mencegahnya. Karena sesungguhnya mencegah ( preventif) itu jauh lebih baik dibandingkan dengan penyembuhan atau recovery. Dikatakan demikan, karena bila sejak awal terus diantisipasi atau dicegah, maka anak sebagai target korban tidak mengalami tindak kekerasan dan kejahatan seksual. Sebab apabila dibiarkan terjadi lebih dahulu, akan sangat sulit dalam melakukan penyembuhan. Data KPAI tahun 2012 menyatakan bahwa terjadinya kekerasan pada anak 91% terjadi di lingkungan keluarga, 87,6% di lingkungan sekolah dan 17,9% di lingkungan masyarakat .
Untuk itu Pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Propinsi menyiapkan aksi untuk memerangi tindak kekerasan, kejahatan dan penyimpangan seksual melalui GERAKAN JABAR TOLAK KEKERASAN. Gerakan ini akan dimulai dengan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah ( PLS ) .Dalam kegiatan tersebut juga akan disampaikan materi tentang tolak
kekerasan, keluarga sadar hukum dan tentang tertib berlalu lintas. Pada
saat bersamaan akan dilaksanakan Launching GERAKAN JABAR TOLAK KEKERASAN di Gedung Sate.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang No 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 no 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No 4235 ) 2. Undang –Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ( Lembaran Negara RI tahun 2014 no 297, Tambahan Lembaran Negara RI no 5606 )
3. Instruksi Presiden No 05 tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti kejahatan Seksual terhadap Anak
4. Permendiknas no 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan 5. Permendiknas no 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan dasar dan Menengah ( Berita Negara RI tahun 2014 No 958 )
6. Permen PP dan PA No 08 tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak ( Berita Negara RI tahun 2014 No 1761 )
7. Permendikbud no 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
8. Permendikbud no 18 tahun 2016 tentang Pengenalan lingkungan Sekolah bagi Siswa baru
9. Peraturan Pemerintah no 74 tahun ...
10. Permen Hukum dan HAM no M.01-PR.08.10 TAHUN 2006 tentang POLA PENYULUHAN HUKUM
11. Kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Barat tentang Tolak segala bentuk Kekerasan terhadap Anak
12. Kebijakan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat tentang Tolak Kekerasan pada Anak.
C. TUJUAN KEGIATAN
Menjadikan Jawa Barat sebagai :
1. propinsi yang bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak
2. propinsi yang ramah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak;
D. JENIS KEGIATAN
1. Melaksanakan ikrar siswa Jabar tolak kekerasan
2. Melakukan sosialisasi pada element pendidikan tentang Gerakan Jabar Tolak Kekerasan
3. Menyiapkan berbagai kegiatan wujud dari Gerakan Jabar Tolak Kekerasan
4. Melakukan pemantauan kegiatan 5. Melakukan evaluasi
E. SASARAN KEGIATAN
1. Siswa dan siswi SMA/SMK di Propinsi Jawa Barat 2. Guru-guru dan Kepala Sekolah
3. Organisasi bidang pendidikan ( KKPS, MKKS MGMP PKN, MGMP PAI, MGBK. )
F. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup panduan ini mencakup pemahaman konsep tolak kekerasan anak , keluarga sadar hukum dan tertib lalu lintas, yang di implementasikan melalui kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler.
II. PELAKSANAAN KEGIATAN A. Materi Kegiatan
Materi kegiatan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sesuai dengan amanat Permendikbud no 18 tahun 2016 tentang Pengenalan lingkungan Sekolah bagi Siswa baru , ditambahkan materi Gerakan Jabar Tolak Kekerasan yang meliputi :
1. Kekerasan Anak
Materi ini meliputi kegiatan Ikrar siswa tolak kekerasan yang dilanjutkan dengan berbagai lomba , dan sosialisasi Gerakan Jabar Tolak Kekerasan. Dalam materi ini disampaikan jenis2 tindakan kekerasan anak serta berbagai alternative tindakan penanganannya baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat.
2. Keluarga Sadar Hukum
Materi ini meliputi Kesadaran siswa/masyarakat sebagai warganegara tentang hak dan kewajibannya di mata hukum sehingga siswa/masyarakat nantinya dengan kemauan sendiri berusaha untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi dirinya
3. Tata Tertib berlalu Lintas
Materi ini meliputi implementasi kesadaran siswa dalam berlalulintas terutama dalam mengendarai kendaraan bermotor. Sehingga siswa/masyarakat dapat bertingkah laku sebagai pemakai jalan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang dan peraturan-peraturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pemakai jalan. 4. Muatan Lokal
Materi ini berisi tentang budaya lokal daerah yang dikembangkan oleh Satuan Pendidikan sesuai dengan kondisi potensi daerah dan lingkungan sekolah.
B. Waktu dan Tempat Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 – 20 Juli 2016
1. Gedung Sate
Pelaksanaan kegiatan merupakan Launching Gerakan Jabar Tolak Kekerasan yang akan di ikuti perwakilan siswa/siswi SMA/SMK di Kota Bandung pada hari Senin 18 Juli 2016
2. Sekolah
Dilaksanakan sesuai jadwal MPLS dengan di awali Ikrar siswa pada pembukaan MPLS pada hari Senin tanggal 18 Juli 2016
C. Pelaksana Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan di sekolah menjadi tanggung Jawab Kepala Sekolah dengan melibatkan guru-guru terutama Guru PkN, PAI dan guru BK serta Pengawas Pembina dan Komite Sekolah. Dalam pelaksanaan materi kegiatan, sekolah berkoordinasi dengan fihak terkait.
III. PENUTUP
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat menciptakan dan menumbuhkembangkan pertumbuhan mental anak yang baik. Siswa diharapkan mampu memiliki keunggulan mental, keunggulan kemampuan, keunggulan motivasi serta kejujuran dalam hidup bermasyarakat.
Semoga penyelenggaraan kegiatan MPLS Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 ini dapat berjalan dengan lancar .
Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semua. Amiin.
LAMPIRAN 1
IKRAR
JABAR TOLAK KEKERASAN
KAMI, SISWA SISWI JAWA BARAT BERIKRAR
1. SELALU MENJAGA DIRI DARI SEGALA BENTUK KEKERASAN, KEJAHATAN DAN PENYIMPANGAN SEKSUAL
2. MENJAUHI SEGALA SESUATU YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KEKERASAN, KEJAHATAN DAN PENYIMPANGAN SEKSUAL
3. MENJAUHI TINDAKAN YANG MENYAKITI, MERENDAHKAN, MENGHILANGKAN MARTABAT DAN KEHORMATAN DIRI DAN ORANG LAIN
4. MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK BERSAMA SAMA MENOLAK TINDAKAN KEKERASAN, KEJAHATAN DAN PENYIMPANGAN SEKSUAL
5. MENCARI PERTOLONGAN DAN MELAPORKAN SEGALA BENTUK KEKERASAN, KEJAHATAN DAN PENYIMPANGAN SEKSUAL YANG MENIMPA DIRI, TEMAN DAN ORANG LAIN
6. BERTEKAD MENJADI ANAK YANG BERAKHLAK MULIA, MEMBANGGAKAN ORANG TUA DAN BERGUNA BAGI AGAMA, BANGSA DAN NEGARA
LAMPIRAN 2
SILABUS
JABAR TOLAK KEKERASAN
NO Kegiatan Materi Waktu Sasaran Pelaksana Keterangan 1 Launching Ikrar Jabar Tolak Kekerasan Jabar Tolak Kekerasan 18 Juli 2016 Siswa kelas XI dan XII, guru , Kepala sekolah Dinas Pendidikan Propinsi Jabar Tempat Gedung Sate 2 Ikrar Jabar Tolak Kekerasan Pembacaan ikrar 18 Juli 2016 Siswa kelas X , guru Sekolah sekolah 3 Sosialisasi Tolak Kekerasan 18 – 20 Juli 2016 @60 Menit Siswa kelas X Sekolah Waktu disesuaikan oleh sekolah masing masing Kadarkum Tatib berlalulintas Muatan lokal