Standar Na
Standar Nasion
sion al Indonesia
al Indonesia
E
Emis
misi
i gas buang –
gas buang – S
Sumb
umber
er tid
tid ak
ak bergera
bergerak –
k –
Bagian 9: C
Bagian 9: Cara
ara uji
uji kada
kadar h
r hid
idrog
roge
en f
n fluo
luo rid
rida (
a (HF
HF))
dengan me
dengan metod
toda
a kom
kompl
ple
eks lanth
ks lanth anum a
anum ali
liz
zarin
arin
menggunaka
menggunakan
n spektrofoto
spektrofoto mete
meter
r
ICS 13.040.40
ii
Da
Daftar is
ftar is ii
Daftar
Daftar isi...isi... ... ... ... ... ii Prakata
Prakata ... ... ... ... ... ... iiii 1 Ruang
1 Ruang lingkup...lingkup... ... ... ... ... ... 11 2 Acuan
2 Acuan normatif...normatif... ... ... ... ... 11 3
3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi ... ... ... ... ... 11 4
4 Cara Cara ujiuji ... ... ... ... ... ... 22 4.1 4.1 Prinsip...Prinsip... ... ... ... ... ... 22 4.2 4.2 BahanBahan ... ... ... ... ... ... 22 4.3 4.3 PeralatanPeralatan ... ... ... ... ... 33 4.4 Pengambilan
4.4 Pengambilan contoh contoh ujiuji ... ... ... ... ... 44 4.5
4.5 Persiapan Persiapan pengujian...pengujian... ... ... ... ... 55 4.6 Pengujian
4.6 Pengujian contoh contoh ujiuji ... ... ... ... ... 55 4.7
4.7 PerhitunganPerhitungan ... ... ... ... ... 55 5
5 Jaminan Jaminan mutu mutu dan dan pengendapengendalian lian mutu...mutu... ... ... 66 5.1
5.1 Jaminan Jaminan mutumutu ... ... ... ... ... 66 5.2
5.2 PengendaliPengendalian an mutu...mutu... ... ... ... ... 66 Lampiran
Lampiran A A Tabel Tabel tekanan tekanan uap uap air air jenuh jenuh ... ... ... ... 88 Lampiran
Lampiran B B Pelaporan...Pelaporan... ... ... ... ... 99 Bibliogafi
iiii
Prakata
Prakata
SNI
SNI Emisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 9: Cara uji kadar hidrogen fluoridaEmisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 9: Cara uji kadar hidrogen fluorida (HF) dengan metoda kompleks lanthanum alizarin menggunakan spektrofotometer (HF) dengan metoda kompleks lanthanum alizarin menggunakan spektrofotometer ini ini dirumuskan dan diuji coba di laboratorium pengujian dalam rangka validasi metode serta dirumuskan dan diuji coba di laboratorium pengujian dalam rangka validasi metode serta telah dikonsensuskan oleh Subpanitia Teknis Parameter Uji Kualitas Udara dari Panitia telah dikonsensuskan oleh Subpanitia Teknis Parameter Uji Kualitas Udara dari Panitia Teknis Sistem Manajemen Lingkungan (Panitia Teknis 207S).
Teknis Sistem Manajemen Lingkungan (Panitia Teknis 207S).
Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat maupun daerah pada tanggal 5 – 6 Agustus 2004 di Jakarta.
1 dari 10 1 dari 10
Emisi
Emisi gas buang –
gas buang – Sumber tidak bergera
Sumber tidak bergerak –
k –
Bagian 9: Ca
Bagian 9: Cara uji k
ra uji k adar hidro
adar hidro gen fluo
gen fluo rid
rid a (
a (HF
HF) dengan me
) dengan metod
tod a kompleks
a kompleks
lanthanum aliza
lanthanum alizarin
rin mengguna
menggunakan sp
kan sp ektrofotometer
ektrofotometer
1
1 RuaRuang ng lingklingk upup
Standar ini digunakan untuk penentuan HF
Standar ini digunakan untuk penentuan HF dalam emisi gas buang sumber tidak bergerakdalam emisi gas buang sumber tidak bergerak menggunakan metoda kompleks lanthanum alizarin.
menggunakan metoda kompleks lanthanum alizarin. Lingkup pengujian meliputi:
Lingkup pengujian meliputi: a.
a. Cara Cara pengambilan pengambilan contoh contoh uji uji gas gas HF HF menggunakan menggunakan larutan larutan penjerap.penjerap. b.
b. Cara Cara perhitungan perhitungan volum volum contoh contoh uji uji gas gas yang yang dijerap.dijerap. c.
c. Cara Cara penentuan penentuan gas gas HFHF dalam contoh uji emisi gas buang dengan menggunakandalam contoh uji emisi gas buang dengan menggunakan metoda kompleks lanthanum alizarin dengan spektrofotometer pada panjang gelombang metoda kompleks lanthanum alizarin dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 620 nm dengan kisaran konsentrasi 0,24 ppm sampai 1222,5 ppm (0,2 mg/Nm
620 nm dengan kisaran konsentrasi 0,24 ppm sampai 1222,5 ppm (0,2 mg/Nm33sampaisampai 1000 mg/Nm
1000 mg/Nm33).).
2
2 Acuan normatifAcuan normatif JIS K
JIS K 0105-19980105-1998,, Methods for Methods for determinadetermination of ftion of fluorine compounds in exhaust gas.luorine compounds in exhaust gas.
3
3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi 3.1
3.1 emisi emisi
zat, energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau zat, energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau dimasukkannya ke udara ambien
dimasukkannya ke udara ambien 3.2
3.2 mg/Nm mg/Nm33
satuan ini dibaca sebagai milligram per normal meter kubik, notasi N menunjukan satuan satuan ini dibaca sebagai milligram per normal meter kubik, notasi N menunjukan satuan volum hisap udara kering dikoreksi pada kondisi normal (25
volum hisap udara kering dikoreksi pada kondisi normal (25ooC, 760 mmHg)C, 760 mmHg) 3.3
3.3
larutan induk larutan induk
larutan standar konsentrasi tinggi yang digunakan untuk membuat larutan standar larutan standar konsentrasi tinggi yang digunakan untuk membuat larutan standar konsentrasi lebih rendah
konsentrasi lebih rendah 3.4
3.4
larutan st
larutan st andaandar r
larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui untuk digunakan sebagai pembanding di larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui untuk digunakan sebagai pembanding di dalam pengujian dalam pengujian 3.5 3.5 kurva kalibrasi kurva kalibrasi
grafik yang menyatakan hubungan antara konsentrasi larutan standar dengan hasil grafik yang menyatakan hubungan antara konsentrasi larutan standar dengan hasil pembacaan serapan dan merupakan suatu garis lurus
pembacaan serapan dan merupakan suatu garis lurus 3.6
3.6
larutan penjerap larutan penjerap
larutan yang dapat menyerap analat larutan yang dapat menyerap analat
2 2 dari 10dari 10 3.7 3.7 larutan pencuci larutan pencuci
larutan yang digunakan untuk menghilangkan gas-gas yang terperangkap di dalam pipa larutan yang digunakan untuk menghilangkan gas-gas yang terperangkap di dalam pipa pengambil contoh uji
pengambil contoh uji 3.8
3.8
blanko laboratorium blanko laboratorium
larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama preparasi dan larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama preparasi dan penentuan contoh uji di laboratorium
penentuan contoh uji di laboratorium 3.9
3.9 blanko
blanko lapangalapangann
larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama pengambilan contoh larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama pengambilan contoh uji
uji 3.10 3.10
pengenda
pengendalian mutlian mut uu kegiatan ya
kegiatan yang bertujung bertujuan untuk an untuk memantau memantau kesalahan kesalahan analisis, banalisis, baik berupaik berupa a kesalahankesalahan metoda, kesalahan manusia, kontaminasi, maupun kesalahan pengambilan contoh uji dan metoda, kesalahan manusia, kontaminasi, maupun kesalahan pengambilan contoh uji dan perjalanan ke
perjalanan ke laboratoriulaboratoriumm
4
4 Cara Cara ujiuji 4.1 Prinsip 4.1 Prinsip
Gas HF dari aliran emisi gas buang sumber tidak bergerak dialirkan ke dalam larutan Gas HF dari aliran emisi gas buang sumber tidak bergerak dialirkan ke dalam larutan penjerap dengan menggunakan pompa hisap. pH larutan diatur dengan penambahan larutan penjerap dengan menggunakan pompa hisap. pH larutan diatur dengan penambahan larutan penyangga. Ion fluorida yang terbentuk bereaksi dengan larutan La(NO
penyangga. Ion fluorida yang terbentuk bereaksi dengan larutan La(NO33))33 dan kompleksdan kompleks
alizarin membentuk senyawa berwarna ungu dan diukur serapannya pada panjang alizarin membentuk senyawa berwarna ungu dan diukur serapannya pada panjang gelombang
gelombang 620 nm m620 nm menggunakan enggunakan spektrofotometer.spektrofotometer. 4.2 Bahan
4.2 Bahan
4.2
4.2.1 .1 LarutLarut an an penjerap penjerap natrinatri um um hidhid rokrok sidsid a a (Na(NaOH) OH) 0,1 0,1 NN
a)
a) Larutkan 4,0 Larutkan 4,0 g g natrium hidroksida natrium hidroksida (NaOH) dalam (NaOH) dalam gelas gelas piala piala 1000 1000 mL mL yang yang berisiberisi kurang lebih 500 mL air suling yang diletakkan dalam wadah yang berisi air es;
kurang lebih 500 mL air suling yang diletakkan dalam wadah yang berisi air es; b)
b) Larutan Larutan diencerkan diencerkan hingga hingga 1000 1000 mL mL lalu lalu homogenkan.homogenkan. 4.2
4.2.2 .2 LarutLarut an an pencupencu ci ci NaNaOH OH 20% 20% b/vb/v a)
a) Larutkan 20 Larutkan 20 g NaOH g NaOH dalam gelas dalam gelas piala 250 piala 250 mL yang mL yang berisi kurang lebih berisi kurang lebih 50 mL 50 mL air sulingair suling yang diletakkan dalam wadah yang berisi air es;
yang diletakkan dalam wadah yang berisi air es; b)
b) Larutan Larutan diencerkan diencerkan hingga hingga 100 100 mL mL dan dan dihomogenkan.dihomogenkan. 4.2
4.2.3 .3 LarutLarut an an alizarin alizarin ((1,1,2 dihid2 dihid roksiroksi antraquinonil-3-meantraquinonil-3-metilamin-N, N diacetilamin-N, N diacetic tic acidacid)) (C
(C1919HH1515OO88N)N)
a)
a) Larutkan 0,192 Larutkan 0,192 g g alizarin dengan alizarin dengan 100 100 mL mL air suling air suling dalam piala dalam piala gelas;gelas; b)
b) Tambahkan Tambahkan ke ke dalam dalam larutan larutan tersebut tersebut 2 2 mL mL larutan larutan NaOH NaOH 2 2 N.N. c)
c) Selanjutkan Selanjutkan tambahkan tambahkan HCl HCl 0,1 0,1 N N sampai sampai larutan larutan mencapai mencapai pH pH 4,5.4,5. d)
d) Pindahkan larutan di Pindahkan larutan di atas ke atas ke dalam labu dalam labu ukur 250 ukur 250 mL, dan mL, dan tambahkan air tambahkan air suling sampaisuling sampai tanda tera lalu homogenkan.
3 dari 10 3 dari 10
4.2
4.2.4 .4 LarutLarut an an lanthlanth anum anum nitnit rat rat (La(N(La(NOO33))33))
Larutkan 0,433 g La(NO
Larutkan 0,433 g La(NO33))33. . 6H6H22O dengan air suling ke dalam labu ukur 100 mL, encerkanO dengan air suling ke dalam labu ukur 100 mL, encerkan
hingga tanda tera lalu homogenkan. hingga tanda tera lalu homogenkan. 4.2
4.2.5 .5 LarutLarut an an penyanggpenyangg aa a)
a) Larutkan Larutkan 200 200 g nag natrium trium asetat asetat trihidrat trihidrat (CH(CH33COONa.3HCOONa.3H22O) dengan 200 mL air sulingO) dengan 200 mL air suling
dalam piala gelas. dalam piala gelas. b)
b) Tambahkan Tambahkan 25 25 mL mL CHCH33COOH pekat.COOH pekat.
c)
c) Larutan Larutan dihomogenkan dihomogenkan dan dan diatur diatur pHnya pHnya hingga hingga mencapai mencapai 5,2 5,2 dengan dengan menggunakanmenggunakan larutan N
larutan NaOH 0,1 aOH 0,1 N atau N atau CHCH33COOH 0,1 N.COOH 0,1 N.
d)
d) Pindahkan Pindahkan larutan ke larutan ke dalam ladalam labu ukur 10bu ukur 1000 mL, tamb00 mL, tambahkan air ahkan air suling sasuling sampai tanda mpai tanda teratera lalu homogenkan.
lalu homogenkan. 4.2
4.2.6 .6 LarutLarut an an asam asam kloklo ridrid a a (HC(HCl) l) 0,1 0,1 NN Pipet 2,1 mL HCl pekat
Pipet 2,1 mL HCl pekat masukkan ke dalam labu ukur masukkan ke dalam labu ukur 250 mL yang 250 mL yang berisi kurang lebih 100berisi kurang lebih 100 mL air suling, encerkan hingga tanda tera lalu
mL air suling, encerkan hingga tanda tera lalu homogenkhomogenkan.an.
4.
4.2.2.7 7 Larutan Larutan induk induk fluorfluor ida ida (F(F--) ) 100 100 g g mLmL a)
a) Larutkan Larutkan 0,221 g 0,221 g NaF ke NaF ke dalam dalam labu ukulabu ukur r 1000 m1000 mL dengaL dengan air n air suling, esuling, encerkan ncerkan hinggahingga tanda tera lalu
tanda tera lalu homogenkanhomogenkan.. b)
b) Larutan Larutan disimpan disimpan dalam dalam botol botol polietilen.polietilen. 4.2
4.2.8 .8 LarutLarut an an standstand ar ar floflo uriuri da da (F(F--)/mL)/mL
a)
a) Pipet Pipet 1 1 mL mL larutan larutan induk induk fluorida fluorida 100100 µµg g FF--/mL ke dalam labu ukur 100 mL, kemudian/mL ke dalam labu ukur 100 mL, kemudian
diencerkan dengan air suling sampai tanda tera lalu homogenkan; diencerkan dengan air suling sampai tanda tera lalu homogenkan; b)
b) Larutan Larutan disimpan disimpan dalam dalam botol botol polietilen.polietilen.
CATATAN
CATATAN Setiap Setiap 1 1 mL mL larutan larutan mengandung mengandung 11 µµg Fg F
--4.2.9
4.2.9 AsAs eton eton (CH(CH33COCHCOCH33) p.a) p.a
4.3 Peralatan 4.3 Peralatan a)
a) rangkaian rangkaian peralatan peralatan pengambilpengambilan contoan contoh uji h uji HF seHF seperti padperti pada Gamba Gambar 1;ar 1; b)
b) labu ukur labu ukur 50 50 mL, 100 mL, 100 mL, 250 mL, 250 mL, dan mL, dan 1000 mL;1000 mL; c)
c) pipet pipet volumetrik volumetrik 1 mL1 mL; 2 ; 2 mL; 5 mL; 5 mL; 1mL; 10 mL 0 mL dan dan 15 m15 mL;L; d)
d) karet karet penghisappenghisap;; e)
e) gelas gelas ukur ukur 100 100 mL;mL; f)
f) gelas gelas piala piala 100 100 mL; mL; 250 250 mL; mL; 500 500 mL mL dan dan 1000 1000 mL;mL; g)
g) spektrofotometespektrofotometer r dilengkapi dilengkapi kuvet;kuvet; h)
h) timbangan timbangan analitik analitik dengan dengan ketelitian ketelitian 4 4 desimal;desimal; i)
i) kaca kaca arloji;arloji; j)
j) desikator;desikator; k)
k) oven; oven; dandan l)
4
4 dari 10dari 10
Ketera
Keterangan ngan gambar:gambar: A
A adalah pipadalah pipa pengambil a pengambil contoh uji; contoh uji; J J adalah gas meter (1 L – 5 L per puadalah gas meter (1 L – 5 L per putaran);taran); B adalah
B adalah flange;flange; K K adalah adalah termometer;termometer; C
C adalah adalah elemen elemen pemanas; pemanas; L L adalah adalah manometer;manometer; D adalah
D adalah glass woolglass wool ; ; M M adalah adalah pengatur pengatur temperatur;temperatur; E1,
E1, E2 E2 adalah adalah botol botol penjerap penjerap 250 250 mL; mL; N1 N1 adalah adalah kran kran penutup;penutup; F1,
F1, F2 adalah F2 adalah kran kran cabang cabang tiga; tiga; N2 N2 adalah adalah kran kran pengatur pengatur kecepatan kecepatan alir;alir; G
G adalah adalah tabung tabung pengeringpengering; ; O O adalah adalah pipa pipa karetkaret (flurorubber);(flurorubber); H
H adalah adalah botol botol pencuci pencuci berisi berisi NaOHNaOH 20%;
20%;
P
P adalah adalah wadah wadah pendingin.pendingin. I
I adalah adalah pompa pompa penghisap;penghisap; Gambar
Gambar 1 1 RaRangkngk aian aian peralatan pengambil contperalatan pengambil cont oh uji HFoh uji HF 4.
4.4 4 PePengambilan ngambilan contoconto h h ujiuji a)
a) Rangkai Rangkai peralatan peralatan pengambilpengambilan coan contoh untoh uji sepji seperti perti pada Gada Gambar ambar 1.1. b)
b) Masukkan 50 Masukkan 50 mL mL larutan penjerap larutan penjerap pada pada langkah 4.2.1 langkah 4.2.1 ke ke dalam masing-masing dalam masing-masing botolbotol penjerap dan masukkan pula 50 mL larutan pencuci pada langkah 4.2.2 ke dalam botol penjerap dan masukkan pula 50 mL larutan pencuci pada langkah 4.2.2 ke dalam botol pencuci.
pencuci. c)
c) Masukkan pipa Masukkan pipa pengambil contoh pengambil contoh uji ke uji ke dalam cerobong dalam cerobong dan panaskan dan panaskan pada suhupada suhu 120
120ooC. Pertahankan suhu pipa C. Pertahankan suhu pipa selama pengambilan contoh uji.selama pengambilan contoh uji. d)
d) Arahkan Arahkan aliran aliran gas gas buang buang ke ke posisi posisi pencucian pencucian hingga hingga aliran aliran akan akan melalui melalui botolbotol pencuci.
pencuci. e)
e) Hidupkan Hidupkan pompa pompa penghisap penghisap udara udara dan dan atur atur kecepatan kecepatan alir alir antara antara 1 1 L/menit L/menit - - 22 L/menit, matikan pompa setelah 5 menit.
L/menit, matikan pompa setelah 5 menit. f)
f) Arahkan aliran gas Arahkan aliran gas buang buang ke ke posisi pengambilan posisi pengambilan contoh uji contoh uji hingga hingga aliran akan aliran akan melaluimelalui botol penjerap.
botol penjerap. g)
g) Baca Baca penunjukan penunjukan awal awal volum volum pada pada gas gas meter, meter, VV11 (L). (L).
h)
h) Hidupkan pompa Hidupkan pompa dan lakukan dan lakukan pengambilan contoh pengambilan contoh uji uji sampai volum sampai volum total sekitar total sekitar 10 10 LL dengan men
dengan mengatur laju alir ggatur laju alir gas meter antara 1 Las meter antara 1 L/menit - 2 /menit - 2 L/menit.L/menit. i)
i) Catat temCatat temperatur daperatur dan tekanan tekanan gas n gas buang buang pada spada saat penaat pengambilan gambilan contoh dcontoh denganengan mengguna
5 dari 10 5 dari 10
j)
j) Matikan pompa, Matikan pompa, tutup aliran tutup aliran gas dan gas dan baca penunjukan baca penunjukan akhir volum akhir volum pada gas pada gas meter, Vmeter, V22
(L). (L). 4.5
4.5 Persiapan Persiapan pengujpenguj ianian 4.5
4.5.1 .1 Pembuatan Pembuatan kurkur va va kalibkalib rasirasi a)
a) Optimalkan Optimalkan alat alat spektrofotometespektrofotometer ser sesuai suai petunjuk petunjuk penggunapenggunaan an alat.alat. b)
b) Pipet 0 Pipet 0 mL; 1 mL; mL; 1 mL; 2 mL; 5 2 mL; 5 mL; 10 mL mL; 10 mL dan 15 dan 15 mL larutan mL larutan standar Fstandar F-- 11 µµg/mL ke dalamg/mL ke dalam
labu ukur 50
labu ukur 50 mL, mL, lalu tambahkan air suling hingga lalu tambahkan air suling hingga volum akhir 20 mL.volum akhir 20 mL. c)
c) Tambahkan Tambahkan berturut-berturuberturut-berturut ke dt ke dalam malam masing-masing asing-masing labu uklabu ukur 5 mur 5 mL larutan L larutan alizarin, alizarin, 55 mL larutan penyangga dan 1 mL larutan
mL larutan penyangga dan 1 mL larutan
lantanum nitrat.
lantanum nitrat.
d)
d) Tepatkan Tepatkan isi isi labu labu ukur ukur dengan dengan aseton, aseton, lalu lalu dihomogendihomogenkan.kan. e)
e) Diamkan Diamkan larutan larutan selama selama 1 ja1 jam, sampm, sampai terbai terbentuk entuk senyawa senyawa kompleks.kompleks. f)
f) Ukur Ukur serapan serapan masing-masinmasing-masing g larutan larutan standar standar menggunakan menggunakan spektrofotometer spektrofotometer padapada panjang gelombang 620 nm.
panjang gelombang 620 nm. g)
g) Buat Buat kurva kurva kalibrasi kalibrasi antara antara serapan serapan dengan dengan jumlah jumlah ionion
fluorida (
fluorida (
µµg).g).4.5
4.5.2 .2 Persiapan Persiapan concon toh toh ujiuji a)
a) Pindahkan Pindahkan larutan larutan yang yang berisi berisi contoh contoh uji uji dari dari kedua kedua botol botol penjerap penjerap ke ke dalam dalam labu labu ukurukur 250 mL.
250 mL. b)
b) Bilas Bilas botol botol penjerap penjerap dengan dengan sedikit air sedikit air suling dan suling dan air air bilasan bilasan dimasukkan ke dimasukkan ke dalam dalam labulabu ukur di
ukur di atas. Isi labu atas. Isi labu ditepatkan dengan air suling ditepatkan dengan air suling sampai tanda tera lalu sampai tanda tera lalu dihomogenkan.dihomogenkan. c)
c) Masukkan 100 Masukkan 100 mL larutan mL larutan penjerap (blanko penjerap (blanko lapangan) ke lapangan) ke dalam labu dalam labu ukur 250 ukur 250 mL,mL, encerkan dengan air
encerkan dengan air suling. suling. Larutan ini digunakan Larutan ini digunakan sebagai blanko .sebagai blanko . 4.
4.6 6 PePengujian ngujian contoconto h h ujiuji a)
a) Pipet 20 mL Pipet 20 mL larutan contoh uji dari larutan contoh uji dari labu ukur 250 labu ukur 250 mL pada mL pada langkah 4.5.2 butir b) langkah 4.5.2 butir b) keke dalam labu ukur 50 mL.
dalam labu ukur 50 mL. b)
b) Pipet 20 Pipet 20 mL mL larutan blanko larutan blanko pada pada langkah 4.5.2 langkah 4.5.2 butir c) butir c) dan dan masukkan ke masukkan ke dalam dalam labulabu ukur 50 mL.
ukur 50 mL. c)
c) Lakukan Lakukan sesuai sesuai dengan dengan langkah-lanlangkah-langkah gkah pada pada 4.5.1 4.5.1 butir c) butir c) sampai sampai f).f). d)
d) Baca Baca serapan contoh serapan contoh uji uji kemudian hitung kemudian hitung konsentraskonsentrasi i contoh uji contoh uji dengan dengan menggunakanmenggunakan kurva kalibrasi.
kurva kalibrasi. 4.7 Perhitungan 4.7 Perhitungan 4.
4.7.7.1 1 Volum Volum contoconto h h uji uji udara udara yang yang diambildiambil
Volum contoh uji gas yang diambil, dikoreksi pada kondisi normal (25
Volum contoh uji gas yang diambil, dikoreksi pada kondisi normal (25ooC, 760 mm Hg)C, 760 mm Hg) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
760 760 )) P P P P (P (P tt 273 273 298 298 V V V V aa mm vv s s − − + + × × + + × × = = dengan pengertian: dengan pengertian: V
Vss adalah adalah volum contoh uji volum contoh uji gas yang gas yang diambil pada kondisi diambil pada kondisi normal (L);normal (L);
V
V adalah volum adalah volum dari dari pembacaan pembacaan gas gas meter meter dengan dengan menghitung menghitung VV22 - V - V11 (L); (L);
P
Paa adalah adalah tekanan tekanan udara udara atmosfer, atmosfer, (mmHg);(mmHg);
P
Pmm adalah adalah tekanan dibatekanan dibaca pada gas meca pada gas meter (mmHg);ter (mmHg);
P
Pvv adalah tekanan uap air jenuh pada temperatur t°C (mmHg), lihat pada lampiran tabel;adalah tekanan uap air jenuh pada temperatur t°C (mmHg), lihat pada lampiran tabel;
t
6
6 dari 10dari 10
298
298 adalah adalah konversi konversi temperattemperatur ur pada pada kondisi kondisi normal normal (25(25ooC) ke dalam Kelvin;C) ke dalam Kelvin; 273
273 adalah adalah konversi konversi temperattemperatur ur pada pada kondisi kondisi normal normal (0(0ooC) ke dalam Kelvin; danC) ke dalam Kelvin; dan 760
760 adalah adalah tekanan tekanan udara udara standar standar (mmHg).(mmHg). 4.7
4.7.2 .2 KonKon sentrsentr asi asi HFHF dalam edalam emisi misi gas buang sumber tgas buang sumber t idak bergerakidak bergerak Konsentrasi HF dalam contoh uji dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Konsentrasi HF dalam contoh uji dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
20 250 20 250 x ( a – b) x x ( a – b) x 19 20 19 20 C = C = V Vss dengan pengertian: dengan pengertian: C
C adalah adalah konsentraskonsentrasi i hidrogen hidrogen fluoridafluorida (mg /Nm(mg /Nm33);); A
A adalah jumlaadalah jumlah ionh ion
f
f
luorida yang didapat dari kurva kalibrasi (luorida yang didapat dari kurva kalibrasi (µµg Fg F--););b
b adalah adalah jumlah jumlah ionion
f
f
luorida dalam larutan blanko (luorida dalam larutan blanko (µµg Fg F--););V
Vss adalah adalah volum volum contoh contoh gas gas uji uji dikoreksi dikoreksi pada pada kondisi kondisi normal normal pada pada 25°C, 25°C, 760 760 mmHg mmHg (L);(L);
20
20 adalah adalah berat berat molekul molekul HF;HF; 19
19 adalah adalah berat berat atom atom F;F; 250
250 adalah volum adalah volum contoh uji contoh uji yang diencerkan dalam yang diencerkan dalam labu ukur labu ukur 250 mL;250 mL; 20
20 adalah adalah volum volum contoh contoh uji uji yang yang dipipet.dipipet.
5
5 Jaminan Jaminan mutu mutu dan dan pengendapengendalian lian mutumutu 5.
5.1 1 Jaminan Jaminan mutumutu a)
a) Gunakan Gunakan bahan bahan kimia kimia berkualitas berkualitas p.a.p.a. b)
b) Gunakan Gunakan alat alat gelas gelas yang yang terkalibrasi terkalibrasi dan dan bebas bebas kontaminasi.kontaminasi. c)
c) Gunakan Gunakan gas mgas meter, termeter, termometer ometer dan adan alat splat spektrofotomoter ektrofotomoter yang yang terkalibrasi.terkalibrasi. d)
d) Posisi pengukuran Posisi pengukuran berada pada berada pada posisi yang posisi yang mewakili yaitu mewakili yaitu pada pada aliran yang aliran yang homogenhomogen dan terhindar dari kemungkinan pengembunan, jarak antara lubang pengambilan contoh dan terhindar dari kemungkinan pengembunan, jarak antara lubang pengambilan contoh uji dengan botol penjerap sedekat mungkin.
uji dengan botol penjerap sedekat mungkin. e)
e) Pipa pengambilan Pipa pengambilan contoh uji contoh uji sebaiknya terbuat dari sebaiknya terbuat dari bahan yang bahan yang tahan terhadap gastahan terhadap gas korosif yang terdapat dalam aliran gas (contohnya gas H
korosif yang terdapat dalam aliran gas (contohnya gas H22S dan gas ClS dan gas Cl22).).
f)
f) Sumbat ujung Sumbat ujung pipa pipa dengan dengan filterfilter glass woolglass wool untuk menghindari bercampurnya partikulat untuk menghindari bercampurnya partikulat (debu) yang terdapat dalam aliran gas dengan contoh uji gas.
(debu) yang terdapat dalam aliran gas dengan contoh uji gas. 5.2
5.2 Pengendalian Pengendalian mutmut uu 5.2
5.2.1 .1 Uji Uji blankblank oo a)
a) Uji Uji blanko blanko laboratoriulaboratoriumm
Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di laboratorium.
maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di laboratorium. b)
b) Uji Uji blanko blanko lapanganlapangan
Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di lapangan.
7 dari 10 7 dari 10
5.2
5.2.2 .2 LinLin eaearitrit as as kurkur va va kalibkalib rasirasi
Koefisien korelasi (r) lebih besar atau sama dengan 0,998 (atau sesuai dengan kemampuan Koefisien korelasi (r) lebih besar atau sama dengan 0,998 (atau sesuai dengan kemampuan laboratorium yang bersangkutan) dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan batas laboratorium yang bersangkutan) dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan batas deteksi.
deteksi.
CATATAN
CATATAN Jaminan mutu Jaminan mutu dan dan pengendalian mutu pengendalian mutu diberlakukadiberlakukan n sesuai dengan sesuai dengan kebijaksankebijaksanaanaan laboratorium yang bersangkutan.
8 8 dari 10dari 10
Lampiran A
Lampiran A
(normatif) (normatif)Ta
Tabel tekanan uap air j
bel tekanan uap air j enuh
enuh
Tabel
Tabel A.1 A.1 TekanaTekanan n uap uap air air jenuh (jenuh (mmHg)mmHg) Suhu Pv
Suhu Pv SSuuhhuu PPvv
((ooCC) ) 0 0 5 5 EEttaannooll ((ooC) C) 0 0 5 5 etanoetanoll 0 0 4,6 4,6 4,8 4,8 0,8090,809 1 1 4,9 4,9 5,1 5,1 0,808 0,808 31 31 33,7 33,7 34,7 34,7 0,7820,782 2 2 5,3 5,3 5,5 5,5 0,807 0,807 32 32 35,7 35,7 36,7 36,7 0,7810,781 3 3 5,7 5,7 5,9 5,9 0,806 0,806 33 33 37,7 37,7 38,8 38,8 0,7810,781 4 4 6,1 6,1 6,3 6,3 0,805 0,805 34 34 39,9 39,9 41,0 41,0 0,7800,780 5 5 6,5 6,5 6,8 6,8 0,804 0,804 35 35 42,2 42,2 43,4 43,4 0,7790,779 6 6 7,0 7,0 7,3 7,3 0,804 0,804 36 36 44,6 44,6 45,8 45,8 0,7780,778 7 7 7,5 7,5 7,8 7,8 0,803 0,803 37 37 47,1 47,1 48,4 48,4 0,7770,777 8 8 8,0 8,0 8,3 8,3 0,802 0,802 38 38 49,7 49,7 51,1 51,1 0,7760,776 9 9 8,6 8,6 8,9 8,9 0,801 0,801 39 39 52,5 52,5 53,9 53,9 0,7750,775 10 10 9,2 9,2 9,5 9,5 0,800 0,800 40 40 55,3 55,3 56,8 56,8 0,7750,775 11 11 9,8 9,8 10,2 10,2 0,799 0,799 41 41 58,4 58,4 59,9 59,9 0,7740,774 12 12 10,5 10,5 10,9 10,9 0,798 0,798 42 42 61,5 61,5 63,1 63,1 0,7740,774 13 13 11,2 11,2 11,6 11,6 0,798 0,798 43 43 64,8 64,8 66,5 66,5 0,7720,772 14 14 12,0 12,0 12,4 12,4 0,797 0,797 44 44 68,3 68,3 70,1 70,1 0,7710,771 15 15 12,8 12,8 13,2 13,2 0,796 0,796 45 45 71,9 71,9 73,7 73,7 0,7700,770 16 16 13,6 13,6 14,1 14,1 0,795 0,795 46 46 75,7 75,7 77,6 77,6 0,7700,770 17 17 14,5 14,5 15,0 15,0 0,794 0,794 47 47 79,6 79,6 81,6 81,6 0,7690,769 18 18 15,5 15,5 16,0 16,0 0,793 0,793 48 48 83,7 83,7 85,8 85,8 0,7680,768 19 19 16,5 16,5 17,0 17,0 0,792 0,792 49 49 88,0 88,0 90,2 90,2 0,7670,767 20 20 17,5 17,5 18,1 18,1 0,792 0,792 50 50 92,5 92,5 94,8 94,8 0,7660,766 21 21 18,7 18,7 19,2 19,2 0,791 0,791 51 51 97,2 97,2 99,6 99,6 0,7650,765 22 22 19,8 19,8 20,4 20,4 0,790 0,790 52 52 102,1 102,1 104,6 104,6 0,7640,764 23 23 21,1 21,1 21,7 21,7 0,789 0,789 53 53 107,2 107,2 109,8 109,8 0,7640,764 24 24 22,4 22,4 23,1 23,1 0,788 0,788 54 54 112,5 112,5 115,2 115,2 0,7630,763 25 25 23,8 23,8 24,5 24,5 0,787 0,787 55 55 118,0 118,0 120,9 120,9 0,7620,762 26 26 25,2 25,2 26,0 26,0 0,787 0,787 56 56 123,8 123,8 126,7 126,7 0,7610,761 27 27 26,7 26,7 27,5 27,5 0,786 0,786 57 57 120,8 120,8 132,9 132,9 0,760,76 28 28 28,4 28,4 29,2 29,2 0,785 0,785 58 58 136,0 136,0 139,2 139,2 0,7590,759 29 29 30,1 30,1 30,9 30,9 0,784 0,784 59 59 142,5 142,5 145,9 145,9 0,7580,758 30 30 31,8 31,8 32,8 32,8 0,783 0,783 60 60 149,3 149,3 152,8 152,8 0,7580,758 Sumber :
Sumber : Steam Table from Perry’s Chemical Engineering Handbook.Steam Table from Perry’s Chemical Engineering Handbook. 1986.1986. CATATAN
9 dari 10 9 dari 10
Lampiran B
Lampiran B
(normatif) (normatif)Pelaporan
Pelaporan
Catat minimal hal-hal sebagai berikut pada lembar kerja Catat minimal hal-hal sebagai berikut pada lembar kerja::
1)
1) Parameter Parameter yang yang dianalisis.dianalisis. 2)
2) Nama Nama analis.analis. 3)
3) Tanggal Tanggal analisis.analisis. 4)
4) Batas Batas deteksi.deteksi. 5)
5) Rekaman Rekaman kurva kurva kalibrasi.kalibrasi. 6)
6) Data Data pengambilan pengambilan contoh contoh uji.uji. 7)
7) Data Data proses.proses. 8)
8) Hasil Hasil pengukurapengukuran n blanko.blanko. 9)
9) Hasil Hasil pengukuran pengukuran contoh contoh uji.uji. 10)
10
10 dari 10dari 10
Bibliografi
Bibliografi
Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak. BAPEDAL.
Sumber Tidak Bergerak. BAPEDAL.
Perry, 1986,
Perry, 1986, Chemical Engineering HandbookChemical Engineering Handbook, Mc. Grow Hill, USA., Mc. Grow Hill, USA. Modifikasi ISO Standard Compendium Environment Air Quality,