Standar Na
Standar Nasion
sion al Indonesia
al Indonesia
E
Emis
misi
i gas buang –
gas buang – S
Sumb
umber
er tid
tid ak
ak bergera
bergerak –
k –
Bagi
Bagian 6
an 6: Cara
: Cara uj
uji k
i kadar a
adar amo
moni
niak (
ak (NH
NH
33) de) deng
ngan
an
metode indofenol
metode indofenol menggunaka
menggunakan s
n spektrofotom
pektrofotom e
eter
ter
ICS 13.040.40
ii
Da
Daftar is
ftar is ii
Daftar
Daftar isi...isi... ... ... ... ... ii Prakata
Prakata ... ... ... ... ... ... iiii 1 Ruang
1 Ruang lingkup...lingkup... ... ... ... ... ... 11 2 Acuan
2 Acuan normatif...normatif... ... ... ... ... 11 3
3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi ... ... ... ... ... 11 4
4 Cara Cara ujiuji ... ... ... ... ... ... 22 4.1 4.1 Prinsip...Prinsip... ... ... ... ... ... 22 4.2 4.2 BahanBahan ... ... ... ... ... ... 22 4.3 4.3 PeralatanPeralatan ... ... ... ... ... 33 4.4 Pengambilan
4.4 Pengambilan contoh contoh ujiuji ... ... ... ... ... 44 4.5
4.5 Persiapan Persiapan pengujianpengujian... ... ... ... ... 55 4.6
4.6 Pengujian Pengujian contoh contoh ujiuji ... ... ... ... ... 55 4.7
4.7 PerhitunganPerhitungan ... ... ... ... ... 55 5
5 Jaminan Jaminan mutu mutu dan dan pengendapengendalian lian mutu...mutu... ... ... 66 5.1
5.1 Jaminan Jaminan mutumutu ... ... ... ... ... 66 5.2
5.2 PengendaliPengendalian an mutu...mutu... ... ... ... ... 66 Lampiran
Lampiran A A Tabel Tabel tekanan tekanan uap uap air air jenuh jenuh ... ... ... ... 88 Lampiran
Lampiran B B Pelaporan...Pelaporan... ... ... ... ... 99 Bibliogafi
iiii
Prakata
Prakata
SNI
SNI Emisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NHEmisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 6: Cara uji kadar amoniak (NH33)) dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer
dengan metode indofenol menggunakan spektrofotometer ini dirumuskan dan diuji coba di ini dirumuskan dan diuji coba di laboratorium pengujian dalam rangka validasi metode serta telah dikonsensuskan oleh laboratorium pengujian dalam rangka validasi metode serta telah dikonsensuskan oleh Subpanitia Teknis Parameter Uji Kualitas Udara dari Panitia Teknis Sistem Manajemen Subpanitia Teknis Parameter Uji Kualitas Udara dari Panitia Teknis Sistem Manajemen Lingkungan (Panitia Teknis 207S).
Lingkungan (Panitia Teknis 207S).
Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat maupun daerah pada tanggal 5 – 6 Agustus 2004 di Jakarta.
1 dari 10 1 dari 10
Emisi
Emisi gas buang –
gas buang – Sumber tidak bergera
Sumber tidak bergerak –
k –
Bagian 6: Cara uji kadar amoni
Bagian 6: Cara uji kadar amoni ak (N
ak (NH
H
33) dengan metode
) dengan metode
indofenol
indofenol menggunaka
menggunakan spektrofo
n spektrofo tometer
tometer
1
1 RuaRuang ng lingklingk upup
Standar ini digunakan untuk penentuan amoniak dalam emisi gas buang sumber tidak Standar ini digunakan untuk penentuan amoniak dalam emisi gas buang sumber tidak bergerak dengan menggunakan metode indofenol.
bergerak dengan menggunakan metode indofenol. Lingkup pengujian meliputi:
Lingkup pengujian meliputi: a)
a) Cara Cara pengambilapengambilan con contoh ntoh uji uji gasgas
NH
NH
33dengan menggunakan dengan menggunakan larutan larutan penjerap.penjerap. b)b) Cara perCara perhitungan vhitungan volum contoh olum contoh uji gas uji gas yang dijeyang dijerap.rap. c)
c) Cara Cara penentuan penentuan gasgas
NH
NH
33 dalam contoh uji emisi gas buang sumber tidak bergerakdalam contoh uji emisi gas buang sumber tidak bergerak dengandengan metode metode indofenol indofenol menggunakan menggunakan spektrofspektrofotometer otometer pada pada panjang panjang gelombanggelombang 640 nm.
640 nm.
2
2 Acuan normatifAcuan normatif JIS K
JIS K 0099-20040099-2004,, Methods for determina Methods for determination of ammonia in tion of ammonia in exhaust gas.exhaust gas.
3
3 Istilah dan Istilah dan definisidefinisi 3.1
3.1 emisi emisi
zat, energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau zat, energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau dimasukkannya ke udara ambien
dimasukkannya ke udara ambien 3.2
3.2 mg/Nm mg/Nm33
satuan ini dibaca sebagai miligram per normal meter kubik, notasi N menunjukkan bahwa satuan ini dibaca sebagai miligram per normal meter kubik, notasi N menunjukkan bahwa volum udara dikoreksi pada kondisi standar (25
volum udara dikoreksi pada kondisi standar (25ooC,760 mmHg)C,760 mmHg) 3.3
3.3
larutan induk larutan induk larutan
larutan standar standar konsentrasi konsentrasi tinggi tinggi yang yang digunakan digunakan untuk untuk membuat membuat larutan larutan standarstandar konsentrasi lebih rendah
konsentrasi lebih rendah 3.4
3.4
larutan st
larutan st andaandar r
larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui untuk digunakan sebagai pembanding di larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui untuk digunakan sebagai pembanding di dalam pengujian dalam pengujian 3.5 3.5 kurva kalibrasi kurva kalibrasi
grafik yang menyatakan hubungan antara konsentrasi larutan standar dengan hasil grafik yang menyatakan hubungan antara konsentrasi larutan standar dengan hasil pembacaan serapan dan merupakan suatu garis lurus
pembacaan serapan dan merupakan suatu garis lurus 3.6
3.6
larutan penjerap larutan penjerap
larutan yang dapat menjerap analat larutan yang dapat menjerap analat
2 dari 10 2 dari 10 3.7 3.7 larutan pencuci larutan pencuci
larutan yang digunakan untuk menghilangkan gas-gas yang terperangkap di dalam pipa larutan yang digunakan untuk menghilangkan gas-gas yang terperangkap di dalam pipa pengambil contoh uji
pengambil contoh uji 3.8
3.8
blanko laboratorium blanko laboratorium
larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama preparasi dan larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama preparasi dan penentuan contoh uji di laboratorium
penentuan contoh uji di laboratorium 3.9
3.9 blanko
blanko lapangalapangann
larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama pengambilan contoh larutan penjerap yang diperlakukan sebagai kontrol kontaminasi selama pengambilan contoh uji
uji 3.10 3.10
pengenda
pengendalian mutulian mutu kegiatan ya
kegiatan yang bertujung bertujuan untuk an untuk memantau memantau kesalahan kesalahan analisis, analisis, baik berubaik berupa pa kesalahankesalahan metode, kesalahan manusia, kontaminasi, maupun kesalahan sampling dan perjalanan ke metode, kesalahan manusia, kontaminasi, maupun kesalahan sampling dan perjalanan ke laboratorium
laboratorium
4
4 Cara Cara ujiuji 4.1 Prinsip 4.1 Prinsip Gas NH
Gas NH33pada gas buang sumber emisi tidak bergerak dijerap dengan menggunakan pompapada gas buang sumber emisi tidak bergerak dijerap dengan menggunakan pompa hisap menggunakan larutan penjerap H
hisap menggunakan larutan penjerap H33BOBO33 0,5% 0,5% lalu ditambahkan larutan fenol-pentasianolalu ditambahkan larutan fenol-pentasiano nitrosilferat (III) dan natrium hipoklorit untuk membentuk senyawa komplek biru indofenol. nitrosilferat (III) dan natrium hipoklorit untuk membentuk senyawa komplek biru indofenol. Warna yang terbentuk diukur serapannya pada panjang gelombang 640 nm.
Warna yang terbentuk diukur serapannya pada panjang gelombang 640 nm. 4.2 Bahan
4.2 Bahan 4.2
4.2.1 .1 LarutLarut an an penjerap penjerap asam asam borbor at at (H(H33BOBO33) 0,5% (b/v )) 0,5% (b/v ) a)
a) Larutkan Larutkan 0,5 0,5 g g HH33BOBO33 di dalam labu ukur 100 mL dengan air suling, encerkan hingga di dalam labu ukur 100 mL dengan air suling, encerkan hingga tanda tera lalu homogenkan.
tanda tera lalu homogenkan. b)
b) Simpan Simpan larutan larutan ini ini di di dalam dalam botol botol coklat coklat di di lemari lemari dingin.dingin. 4.2
4.2.2 .2 LarutLarut an an pencupencu ci ci HH220022 3 % (v/v) 3 % (v/v) Pipet 10 mL H
Pipet 10 mL H220022 30 % ke dalam labu ukur 100 mL, encerkan dengan air suling sampai30 % ke dalam labu ukur 100 mL, encerkan dengan air suling sampai tanda tera lalu
tanda tera lalu homogenkahomogenkan.n. 4.
4.2.2.3 3 Larutan Larutan fenol- fenol- natrium natrium nitronitro prusiprusi d d (C(C55FeNFeN66NaNa22O.2HO.2H22O)O) a)
a) Larutkan Larutkan 5 5 g g fenol fenol (C(C66HH55OH) dan 25 mg natrium nitroprusid dengan air suling 500 mL,OH) dan 25 mg natrium nitroprusid dengan air suling 500 mL, campurkan hingga homogen.
campurkan hingga homogen. b)
b) Pindahkan Pindahkan ke ke dalam dalam botol botol pereaksi pereaksi yang yang berwarna berwarna gelap.gelap. 4.2
4.2.4 .4 LarutLarut an an penyanggpenyangg aa a)
a) Larutkan 10 Larutkan 10 g g NaOH dan NaOH dan 35,8 g 35,8 g NaHPONaHPO44 dengan air suling di dalam gelas piala, dengan air suling di dalam gelas piala, kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 1000 mL.
3 dari 10 3 dari 10 b)
b) Tambahkan 1Tambahkan 12 mL NaOCl (kon2 mL NaOCl (konsentrasi klorin 5sentrasi klorin 5%), ke dalam la%), ke dalam labu ukur tersebu ukur tersebut,but, encerkan dengan
encerkan dengan air air suling suling hingga hingga tanda tanda tera tera lalu lalu homogenkan.homogenkan. 4.2
4.2.5 .5 LarutLarut an an indind uk uk amoniamoni akak a)
a) Keringkan Keringkan amonium amonium sulfat sulfat ((NH((NH44))22SOSO44) di oven pada temperatur 130) di oven pada temperatur 13000C selama 1 jam,C selama 1 jam, didinginka
didinginkan n dalam desikator.dalam desikator. b)
b) Larutkan Larutkan 0,295 0,295 g g (NH(NH44))22SOSO44 di dalam labu ukur 1000 mL lalu larutkan dan tepatkan di dalam labu ukur 1000 mL lalu larutkan dan tepatkan hingga
hingga tanda tera tanda tera dengan air dengan air suling.suling. 4.2
4.2.6 Larut.6 Larut an san s tandar tandar amoniamoni akak Pipet
Pipet 5 5 mL mL larutan larutan induk induk amonia amonia ke ke dalam dalam labu labu ukur ukur 500 500 mL, mL, encerkan encerkan dengan dengan larutanlarutan penjerap
penjerap sampai sampai tanda tanda tera tera lalu lalu homogenkanhomogenkan.. CATATAN
CATATAN 1 1 mL mL larutan larutan ini ini sebanding sebanding dengan dengan 1, 1, 09160916 µL NHµL NH33pada kondisi 25pada kondisi 25ooC.C.
4.3 Peralatan 4.3 Peralatan a)
a) peralatan peralatan pengambilpengambilan an contoh contoh uji uji NHNH33 sesuai dengan Gambar 1; sesuai dengan Gambar 1; b)
b) labu labu ukur ukur 100 100 mL; 25mL; 250 mL0 mL; 500 ; 500 mL dmL dan 10an 1000 m00 mL;L; c)
c) pipet pipet volumetrik volumetrik 1 mL1 mL; 2 ; 2 mL; 5 mL; 5 mL; 1mL; 10 mL 0 mL dan dan 25 m25 mL;L; d)
d) gelas gelas ukur ukur 100 100 mL;mL; e)
e) gelas gelas piala piala 100 100 mL mL dan dan 500 500 mL;mL; f)
f) tabung tabung uji uji 25 25 mL;mL; g)
g) spektrofotometespektrofotometer r dilengkapi dilengkapi kuvet;kuvet; h)
h) timbangan timbangan analitik analitik dengan dengan ketelitian ketelitian 0,1 0,1 mg;mg; i)
i) labu labu erlenmeyer erlenmeyer 250 250 mL;mL; j)
j) oven;oven; k)
k) kaca kaca arloji;arloji; l) desikator; l) desikator; m)
m) karet karet penghisap penghisap dandan n)
4 dari 10 4 dari 10 Ketera
Keterangan ngan gambar:gambar: A
A adalah pipa adalah pipa pengambil copengambil contoh uji; ntoh uji; I I adalah pompa penghisap;adalah pompa penghisap; B adalah
B adalah flangeflange; ; J J adalah adalah gas gas meter meter dengan dengan kapasitaskapasitas 1 L – 5
1 L – 5 L per putaran;L per putaran; C
C adalah adalah elemen elemen pemanas; pemanas; K K adalah adalah termometertermometer;; D adalah
D adalahglass woolglass wool; ; L L adalah adalah manometer;manometer; E1,
E1, E2 E2 adalah adalah botol botol penjerap penjerap 250 250 mL; mL; M M adalah adalah termometer;termometer; F1,
F1, F2 F2 adalah adalah kran kran cabang cabang tiga; tiga; N1 N1 adalah adalah kran kran penutup;penutup; G
G adalah adalah tabung tabung pengering pengering ; ; N2 N2 adalah adalah kran kran pengatur pengatur kecepatan kecepatan alir;alir; H
H adalah adalah botol botol pencuci; pencuci; O O adalah adalah pipa pipa karet karet (flurorubber)(flurorubber).. P
P adalah adalah wadah wadah pendingin;pendingin; Ga
Gambar 1 mbar 1 RaRangkaian pengkaian peralataralatan pengan pengambil contmbil cont oh uji NHoh uji NH33 4.
4.4 4 PePengambilan ngambilan contoconto h h ujiuji a)
a) Susun Susun peralatan pengambilan peralatan pengambilan contoh contoh uji uji seperti seperti pada pada gambar gambar 1.1. b)
b) Masukkan 50 mL Masukkan 50 mL larutan penjeralarutan penjerap (langkah 4.2p (langkah 4.2.1) ke dalam masin.1) ke dalam masing-masing botolg-masing botol penjerap dan masukkan pula 50 ml larutan pencuci (langkah 4.2.2) ke dalam botol penjerap dan masukkan pula 50 ml larutan pencuci (langkah 4.2.2) ke dalam botol pencuci.
pencuci. c)
c) Panaskan Panaskan pipa pipa pengambil pengambil contoh contoh uji uji pada pada suhu suhu 120120ooC. Pertahankan suhu pipa selamaC. Pertahankan suhu pipa selama pengambilan contoh uji.
pengambilan contoh uji. d)
d) Arahkan Arahkan aliran aliran gas gas buang buang ke ke posisi posisi pencucian pencucian hingga hingga aliran aliran akan akan melalui melalui botolbotol pencuci
pencuci e)
e) Hidupkan Hidupkan pompa pompa penghisap penghisap udara udara dan atur laju dan atur laju alir alir 1 1 L/menit, L/menit, matikan matikan pompapompa setelah 5 menit.
setelah 5 menit. f)
f) Arahkan aliran gas Arahkan aliran gas buang buang ke ke posisi pengambilan posisi pengambilan contoh uji contoh uji hingga hingga aliran akan aliran akan melaluimelalui botol penjerap.
botol penjerap. g)
g) Baca Baca penunjukan penunjukan awal awal pada pada gas gas meter, meter, VV11 (L). (L).
h)
h) Hidupkan pompa Hidupkan pompa dan dan lakukan pengambilan contoh lakukan pengambilan contoh uji sampai uji sampai volum total volum total 20 20 L L dengandengan mengatur la
mengatur laju alir gaju alir gas meter 1 s meter 1 L/menit.L/menit. i)
i) Catat temCatat temperatur daperatur dan tekanan tekanan gas n gas buang buang pada spada saat penaat pengambilan gambilan contoh dcontoh denganengan mengguna
menggunakan terkan termometer mometer dan dan manometer manometer pada pada gas gas meter.meter. j)
j) Matikan pompa, tutup Matikan pompa, tutup aliran gas dan aliran gas dan baca penunjukan baca penunjukan akhir volum pada akhir volum pada gas meter, gas meter, VV22
(L). (L). M M P P C C OO
5 dari 10 5 dari 10
4.5
4.5 Persiapan Persiapan pengujpenguj ianian 4.5
4.5.1 .1 Pembuatan Pembuatan kurkur va va kalibkalib rasirasi
a)
a) Optimalkan Optimalkan alat alat spektrofotometespektrofotometer ser sesuai suai petunjuk petunjuk penggunapenggunaan an alat.alat. b)
b) Pipet 0 Pipet 0 mL, 1 mL, 1 mL, 3 mL, 3 mL, 5 mL, 5 mL, 7 mL, 7 mL, 10 mL, 10 mL larumL larutan standtan standar ar amonia amonia pada lpada langkah angkah 4.2.64.2.6 ke dalam 6 buah tabung uji 25 mL, tepatkan masing-masing tabung dengan larutan ke dalam 6 buah tabung uji 25 mL, tepatkan masing-masing tabung dengan larutan penjerap sampai dengan 10 mL.
penjerap sampai dengan 10 mL. c)
c) Tambahkan Tambahkan 5 mL 5 mL larutan larutan fenol - fenol - natrium natrium nitroprusid, nitroprusid, dan addan aduk denuk dengan bagan baik.ik. d)
d) Tambahkan Tambahkan 5 mL la5 mL larutan penrutan penyangga, adyangga, aduk dengauk dengan baik n baik dan tunggdan tunggu selama u selama satu jam.satu jam. e)
e) Ukur serapaUkur serapan masing n masing - masing la- masing larutan fenol drutan fenol dengan speengan spektrofotometer padktrofotometer pada panjanga panjang gelombang 640 nm .
gelombang 640 nm . f)
f) Buat Buat kurva kurva kalibrasi kalibrasi antara antara serapan serapan dengan dengan jumlah jumlah amoniak amoniak (mg).(mg).
4.5
4.5.2 .2 Persiapan Persiapan concon toh toh ujiuji
a)
a) Pindahkan Pindahkan larutan larutan yang yang berisi berisi contoh contoh uji uji dari dari kedua kedua botol botol penjerap penjerap ke ke dalam dalam labu labu ukurukur 250 mL secara kuantitatif.
250 mL secara kuantitatif. b)
b) Bilas botol penBilas botol penjerap dengajerap dengan air suling dan mn air suling dan masukkan ke dalasukkan ke dalam labu ukur di aam labu ukur di atas,tas, encerkan dengan air suling sampai tanda
encerkan dengan air suling sampai tanda tera lalu homogenkan.tera lalu homogenkan. c)
c) Masukkan 100 Masukkan 100 mL larutan mL larutan penjerap (blanko penjerap (blanko lapangan) ke lapangan) ke dalam labu dalam labu ukur 250 ukur 250 mL,mL, encerkan dengan air suling, Larutan ini digunakan sebagai blanko.
encerkan dengan air suling, Larutan ini digunakan sebagai blanko.
4.
4.6 6 PePengujinguji an an contoconto h h ujiuji
a)
a) Pipet 10 Pipet 10 mL larutan mL larutan contoh ujcontoh uji pada i pada langkah langkah 4.6 butir 4.6 butir a ke da ke dalam tabualam tabung uji ng uji 25 mL.25 mL. b)
b) Pipet 10 Pipet 10 mL larutan mL larutan blanko blanko pada lapada langkah 4ngkah 4.6 butir .6 butir b dan b dan masukkan masukkan ke dalke dalam am tabung. utabung. ujiji 25 mL.
25 mL. c)
c) Lakukan Lakukan sesuai sesuai dengan dengan langkah-langklangkah-langkah ah pada pada 4.4.1 4.4.1 butir butir c c – – e.e. d)
d) Hitung Hitung konsentrasi konsentrasi contoh contoh uji duji dengan engan menggunakmenggunakan kuan kurva kalrva kalibrasi.ibrasi.
4.7 Perhitungan 4.7 Perhitungan 4.
4.7.7.1 1 Volum Volum contoconto h h uji gauji gas s yang yang diambildiambil
Volum contoh uji gas yang diambil, dikoreksi pada kondisi normal (25
Volum contoh uji gas yang diambil, dikoreksi pada kondisi normal (25OOC, 760 mm Hg)C, 760 mm Hg) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
dengan pengertian : dengan pengertian : V
Vss adalah adalah volum volum contoh contoh uji uji gas gas yang yang terambil terambil dalam dalam kondisi kondisi normal, normal, (L);(L);
V
V adalah adalah volum volum dari dari pembacaan pembacaan gas gas meter meter atau atau V2 V2 - - V1, V1, (L);(L); P
Paa adalah tekanan adalah tekanan udara udara atmosfer, atmosfer, (mmHg);(mmHg);
P
Pmm adalah adalah tekanan tekanan dibaca dibaca pada pada gas gas meter, meter, (mmHg);(mmHg);
P
Pvv adalah adalah tekanan tekanan uap uap air air jenuh jenuh pada pada temperatur temperatur t t °C, °C, (mmHg);(mmHg);
t
t adalah temperatur adalah temperatur gas gas dibaca dibaca pada pada gas gas meter, meter, (°C);(°C); 298
298 adalah adalah konversi temperatur konversi temperatur pada pada kondisi kondisi normal normal (25(25°°C) ke dalam kelvin;C) ke dalam kelvin;
273
273 adalah konversi temperatur standar (0adalah konversi temperatur standar (0°°C) ke dalam kelvin; danC) ke dalam kelvin; dan 760
760 adalah adalah tekanan tekanan udara udara standar standar (mmHg).(mmHg).
760 760 )) v v P P m m P P a a (P (P tt 273 273 298 298 V V s s V V ×× ++ −− + + × × = =
6 dari 10 6 dari 10 4.
4.7.7.2 2 Konsentrasi amoniak Konsentrasi amoniak dalam dalam emisi gaemisi gas buang s buang sumber tidak sumber tidak bergerabergerakk Konsentrasi amoniak dalam contoh uji
Konsentrasi amoniak dalam contoh uji dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
(
(
))
Vs Vs fp fp B B A A C C == −− ×× dengan pengertian ; dengan pengertian ; CC adalah adalah konsentrasi konsentrasi NHNH33(ppm);(ppm);
A
A adalah jumlaadalah jumlah amoniak padh amoniak pada contoh uji, dida contoh uji, didapat dari kurva kapat dari kurva kalibrasi (alibrasi (µµL);L); B
B adalah adalah jumlah jumlah amoniak amoniak pada pada larutan larutan blanko, blanko, didapat didapat dari dari kurva kurva kalibrasi kalibrasi ((µµL NHL NH33););
fp
fp adalah adalah faktor faktor pengencerapengenceran n (250/10);(250/10); V
Vss adalah adalah volum volum contoh contoh gas gas uji uji dalam dalam kondisi kondisi normal normal pada pada 25°C, 25°C, 760 760 mmHg mmHg (L).(L). 4.
4.7.7.3 3 Konversi satuan konsentrasi NHKonversi satuan konsentrasi NH33 dalam emisi gas buang sumber tidak dalam emisi gas buang sumber tidak
bergerak bergerak
dengan pengertian : dengan pengertian : C’
C’ adalah adalah konsentrasi konsentrasi NHNH33 (mg/Nm (mg/Nm33););
C
C adalah adalah konsentraskonsentrasi i NHNH33 (ppm); (ppm);
17
17 adalah adalah berat berat molekul molekul NHNH33;;
24,45
24,45 adalah volum adalah volum gas pada gas pada keadaan standar 25°C, keadaan standar 25°C, 760 mmHg 760 mmHg (L).(L).
5
5 Jaminan Jaminan mutu mutu dan dan pengendapengendalian lian mutumutu 5.
5.1 1 Jaminan Jaminan mutumutu a)
a) Gunakan Gunakan bahan bahan kimia kimia berkualitas berkualitas p.a.p.a. b)
b) Gunakan Gunakan alat alat gelas gelas yang yang terkalibrasi terkalibrasi dan dan bebas bebas kontaminasi.kontaminasi. c)
c) Gunakan Gunakan gas mgas meter, termeter, termometer ometer dan adan alat splat spektrofotomoter ektrofotomoter yang yang terkalibrasi.terkalibrasi. d)
d) Posisi pengukuran Posisi pengukuran berada pada berada pada posisi yang posisi yang mewakili yaitu mewakili yaitu pada pada aliran yang aliran yang homogenhomogen dan terhindar dari kemungkinan pengembunan, jarak antara lubang pengambilan contoh dan terhindar dari kemungkinan pengembunan, jarak antara lubang pengambilan contoh uji dengan botol penjerap sedekat mungkin.
uji dengan botol penjerap sedekat mungkin. e)
e) Pipa pengambilan Pipa pengambilan contoh uji contoh uji sebaiknya terbuat dari sebaiknya terbuat dari bahan yang bahan yang tahan terhadap gastahan terhadap gas korosif yang terdapat dalam aliran gas (contohnya gas H
korosif yang terdapat dalam aliran gas (contohnya gas H22S dan gas ClS dan gas Cl22).).
f)
f) Sumbat ujung Sumbat ujung pipa pipa dengan dengan filterfilter glass woolglass wool untuk menghindari bercampurnya partikulat untuk menghindari bercampurnya partikulat (debu) yang terdapat dalam aliran gas dengan contoh uji gas.
(debu) yang terdapat dalam aliran gas dengan contoh uji gas. 5.2
5.2 Pengendalian Pengendalian mutmut uu 5.2
5.2.1 .1 Uji Uji blankblank oo a)
a) Uji Uji blanko blanko laboratoriulaboratoriumm
Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di
maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di laborattoriumlaborattorium..
24,45
24,45
17
17
C
C
''
C
C
== ××7 dari 10 7 dari 10 b)
b) Uji Uji blanko blanko lapanganlapangan
Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan Menggunakan larutan penjerap sebagai contoh uji (blanko) dan dikerjakan sesuai dengan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan penentuan contoh uji untuk mengetahui kontaminasi, baik terhadap pereaksi yang digunakan maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di lapangan.
maupun terhadap tahap-tahap selama penentuan di lapangan.
5.2
5.2.2 .2 LinLin eaearitrit as as kurkur va va kalibkalib rasirasi
Koefisien korelasi (r) lebih besar atau sama dengan 0,998 (atau sesuai dengan kemampuan Koefisien korelasi (r) lebih besar atau sama dengan 0,998 (atau sesuai dengan kemampuan laboratorium yang bersangkutan) dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan batas laboratorium yang bersangkutan) dengan intersepsi lebih kecil atau sama dengan batas deteksi.
deteksi. CATATAN
CATATAN Jaminan Jaminan mutu mutu dan dan pengendalian pengendalian mutu mutu diberlakukan diberlakukan sesuai sesuai dengan dengan kebijaksanaankebijaksanaan laboratorium yang bersangkutan.
8 dari 10 8 dari 10
Lampiran A
Lampiran A
(normatif) (normatif)Tabel
Tabel tekanan uap a
tekanan uap air
ir jenuh
jenuh
Tabe
Tabel l A.1 A.1 TekanaTekanan n UaUap p Air Jenuh Air Jenuh (mmHg)(mmHg) Suhu
Suhu Pv Pv Suhu Suhu PvPv
((ooC) C) 0 0 5 5 etanol etanol ((ooC) C) 0 0 5 5 etanoetanoll
0 0 4,6 4,6 4,8 4,8 0,8090,809 1 1 4,9 4,9 5,1 5,1 0,808 0,808 31 31 33,7 33,7 34,7 34,7 0,7820,782 2 2 5,3 5,3 5,5 5,5 0,807 0,807 32 32 35,7 35,7 36,7 36,7 0,7810,781 3 3 5,7 5,7 5,9 5,9 0,806 0,806 33 33 37,7 37,7 38,8 38,8 0,7810,781 4 4 6,1 6,1 6,3 6,3 0,805 0,805 34 34 39,9 39,9 41,0 41,0 0,7800,780 5 5 6,5 6,5 6,8 6,8 0,804 0,804 35 35 42,2 42,2 43,4 43,4 0,7790,779 6 6 7,0 7,0 7,3 7,3 0,804 0,804 36 36 44,6 44,6 45,8 45,8 0,7780,778 7 7 7,5 7,5 7,8 7,8 0,803 0,803 37 37 47,1 47,1 48,4 48,4 0,7770,777 8 8 8,0 8,0 8,3 8,3 0,802 0,802 38 38 49,7 49,7 51,1 51,1 0,7760,776 9 9 8,6 8,6 8,9 8,9 0,801 0,801 39 39 52,5 52,5 53,9 53,9 0,7750,775 10 10 9,2 9,2 9,5 9,5 0,800 0,800 40 40 55,3 55,3 56,8 56,8 0,7750,775 11 11 9,8 9,8 10,2 10,2 0,799 0,799 41 41 58,4 58,4 59,9 59,9 0,7740,774 12 12 10,5 10,5 10,9 10,9 0,798 0,798 42 42 61,5 61,5 63,1 63,1 0,7740,774 13 13 11,2 11,2 11,6 11,6 0,798 0,798 43 43 64,8 64,8 66,5 66,5 0,7720,772 14 14 12,0 12,0 12,4 12,4 0,797 0,797 44 44 68,3 68,3 70,1 70,1 0,7710,771 15 15 12,8 12,8 13,2 13,2 0,796 0,796 45 45 71,9 71,9 73,7 73,7 0,7700,770 16 16 13,6 13,6 14,1 14,1 0,795 0,795 46 46 75,7 75,7 77,6 77,6 0,7700,770 17 17 14,5 14,5 15,0 15,0 0,794 0,794 47 47 79,6 79,6 81,6 81,6 0,7690,769 18 18 15,5 15,5 16,0 16,0 0,793 0,793 48 48 83,7 83,7 85,8 85,8 0,7680,768 19 19 16,5 16,5 17,0 17,0 0,792 0,792 49 49 88,0 88,0 90,2 90,2 0,7670,767 20 20 17,5 17,5 18,1 18,1 0,792 0,792 50 50 92,5 92,5 94,8 94,8 0,7660,766 21 21 18,7 18,7 19,2 19,2 0,791 0,791 51 51 97,2 97,2 99,6 99,6 0,7650,765 2 22 2 1919,,8 8 2200,,4 4 00,,77990 0 552 2 110022,,11 110044,,66 00,,776644 2 23 3 2121,,1 1 2211,,7 7 00,,77889 9 553 3 110077,,22 110099,,88 00,,776644 2 24 4 2222,,4 4 2233,,1 1 00,,77888 8 554 4 111122,,55 111155,,22 00,,776633 2 25 5 2323,,8 8 2244,,5 5 00,,77887 7 555 5 111188,,00 112200,,99 00,,776622 2 26 6 2525,,2 2 2266,,0 0 00,,77887 7 556 6 112233,,88 112266,,77 00,,776611 2 27 7 2626,,7 7 2277,,5 5 00,,77886 6 557 7 112200,,88 113322,,99 00,,7766 2 28 8 2828,,4 4 2299,,2 2 00,,77885 5 558 8 113366,,00 113399,,22 00,,775599 2 29 9 3030,,1 1 3300,,9 9 00,,77884 4 559 9 114422,,55 114455,,99 00,,775588 3 30 0 3131,,8 8 3322,,8 8 00,,77883 3 660 0 114499,,33 115522,,88 00,,775588 Sumber :
Sumber : Steam table from Perry’s Chemical Engineering Handbook,Steam table from Perry’s Chemical Engineering Handbook, 19861986 CATATAN
9 dari 10 9 dari 10
Lampiran B
Lampiran B
(normatif) (normatif)Pelaporan
Pelaporan
Catat minimal hal-hal sebagai berikut pada lembar kerja Catat minimal hal-hal sebagai berikut pada lembar kerja::
1)
1) Parameter Parameter yang yang dianalisisdianalisis 2)
2) Nama Nama analisanalis 3)
3) Tanggal Tanggal analisisanalisis 4)
4) Batas Batas deteksideteksi 5)
5) Rekaman Rekaman kurva kurva kalibrasikalibrasi 6) Perhitungan
6) Perhitungan 7)
7) Data Data pengambilapengambilan n contoh contoh ujiuji 8)
8) Hasil Hasil pengukuran pengukuran blankoblanko 9)
9) Hasil Hasil pengukuran pengukuran contoh contoh ujiuji 10)
10 dari 10 10 dari 10
Bibliografi
Bibliografi
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-13/MENLH/3/1995 tentang Baku Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-13/MENLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak
Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Kep-205/BAPED
Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tenAL/07/1996 tentang Pedomtang Pedoman Teknis an Teknis PengendaliPengendalian an Pencemaran Pencemaran UdaraUdara Sumber Tidak Bergerak. BAPEDAL
Sumber Tidak Bergerak. BAPEDAL Perry, 1986,