• Tidak ada hasil yang ditemukan

SNI 19-7117.11-2005 (Opasitas Ringlemann Chart - Emisi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SNI 19-7117.11-2005 (Opasitas Ringlemann Chart - Emisi)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Standar Na

Standar Nasion

sion al Indonesia

al Indonesia

E

Emis

misi g

i gas buang – S

as buang – Sumb

umber tid

er tidak berge

ak bergerak –

rak –

Bagian 11

Bagian 11: Cara

: Cara uj

uji o

i o pasitas m

pasitas menggun

engguna

akan sk

kan skala

ala

Ringelmann

Ringelmann unt

 untuk asa

uk asap hi

p hitam

tam

ICS 13.040.40

(2)
(3)

ii

Da

Daftar is

ftar is ii

Daftar

Daftar isi...isi... ... ... ... ... ii Prakata

Prakata …...…... ... ... ... ... iiii 1 Ruang

1 Ruang lingkup...lingkup... ... ... ... ... ... 11 2 Acuan

2 Acuan normatif...normatif... ... ... ... ... 11 3

3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi ... ... ... ... ... 11 4

4 Cara Cara ujiuji ... ... ... ... ... ... 11 4.1

4.1 Prinsip...Prinsip... ... ... ... ... ... 11 4.2

4.2 PeralatanPeralatan ... ... ... ... ... 11 4.3

4.3 Persiapan Persiapan pembacaan...pembacaan... ... ... ... 22 4.4

4.4 Pembacaan...Pembacaan... ... ... ... ... 44 4.5

4.5 PerhitunganPerhitungan ... ... ... ... ... 44 Lampiran

Lampiran A A Kertas Kertas skalaskala RinglemannRinglemann ... ... ... ... 55 Lampiran

Lampiran B B Formulir Formulir lapanganlapangan ... ... ... ... ... 66 Lampiran

Lampiran C C Tabel Tabel korelasi korelasi antara antara skalaskala RinglemannRinglemann dan dan opasitas... opasitas... 77 Bibliografi....

(4)

iiii

Prakata

Prakata

SNI ini merupakan hasil pengkajian dari SNI 19-1417-1989,

SNI ini merupakan hasil pengkajian dari SNI 19-1417-1989, Cara uji kerapatan relatif asapCara uji kerapatan relatif asap hitam cara Ringelman

hitam cara Ringelman. SNI ini menggunakan referensi metode standar dari. SNI ini menggunakan referensi metode standar dari Method 9Method 9 USEPA

USEPA. Secara teknis, SNI ini disiapkan dan diuji coba di laboratorium yang terakreditasi. Secara teknis, SNI ini disiapkan dan diuji coba di laboratorium yang terakreditasi serta dikonsensuskan oleh Subpanitia Teknis Kualitas Udara dari Panitia Teknis 207S, serta dikonsensuskan oleh Subpanitia Teknis Kualitas Udara dari Panitia Teknis 207S, Sistem

Sistem Manajemen LingkunganManajemen Lingkungan..

Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang Standar ini telah disepakati dan disetujui dalam rapat konsensus dengan peserta rapat yang mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat mewakili produsen, konsumen, ilmuwan, instansi teknis, pemerintah terkait dari pusat maupun daerah pada tanggal 4 Nopember 2004 di Depok.

maupun daerah pada tanggal 4 Nopember 2004 di Depok.

Dengan ditetapkannya SNI 19-7117.11-2005, maka SNI 19-1417-1989 dinyatakan tidak Dengan ditetapkannya SNI 19-7117.11-2005, maka SNI 19-1417-1989 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pemakai SNI agar dapat meneliti validasi SNI yang terkait dengan metode ini, berlaku lagi. Pemakai SNI agar dapat meneliti validasi SNI yang terkait dengan metode ini, sehingga dapat selalu menggunakan SNI edisi terakhir.

(5)

1 dari 8 1 dari 8

Emisi gas bu

Emisi gas bu ang – S

ang – Sumber ti

umber ti dak bergerak –

dak bergerak –

Bagian 11

Bagian 11: Cara uji op

: Cara uji op asitas menggun

asitas menggun akan skala

akan skala

Ringelmann

Ringelmann untuk

 untuk asa

asap hitam

p hitam

1

1 RuaRuang ng lingklingk upup

Standar ini merupakan cara praktis uji opasitas dari sumber tidak bergerak menggunakan Standar ini merupakan cara praktis uji opasitas dari sumber tidak bergerak menggunakan skala

skala RingelmannRingelmann untuk asap hitamuntuk asap hitam..

2

2 Acuan NormatifAcuan Normatif Method 9 USEPA. Method 9 USEPA.

3

3 Istilah dan Istilah dan definisidefinisi 3.1

3.1

asap hitam asap hitam

gas yang mengandung partikel-partikel dari hasil pembakaran yang keluar

gas yang mengandung partikel-partikel dari hasil pembakaran yang keluar melalui cerobong.melalui cerobong. 3.2

3.2 skala

skala RinglemannRinglemann

skala yang digunakan sebagai patokan dalam pembacaan opasitas dengan skala 1 sampai skala yang digunakan sebagai patokan dalam pembacaan opasitas dengan skala 1 sampai 5. Skala

5. Skala RinglemannRinglemann ini berlaku hanya untuk asap hitam ( ini berlaku hanya untuk asap hitam (black smokeblack smoke).). 3.3

3.3

opasitas opasitas

ukuran opasitas dari suatu sumber pembakaran bahan bakar atau proses dibandingkan ukuran opasitas dari suatu sumber pembakaran bahan bakar atau proses dibandingkan dengan latar belakangnya dengan satuan persen (%).

dengan latar belakangnya dengan satuan persen (%).

4

4 CaCara ra ujiuji 4.1 Prinsip 4.1 Prinsip

Opasitas hitam yang keluar dari cerobong ditentukan dengan cara membandingkan warna Opasitas hitam yang keluar dari cerobong ditentukan dengan cara membandingkan warna asap yang paling sesuai dengan warna skala

asap yang paling sesuai dengan warna skala Ringelmann.Ringelmann. 4.2 Peralatan

4.2 Peralatan 4.2

4.2.1 .1 Skala Skala asap asap rinrin gelmanngelmann

Skala asap ringelmann berupa skala dalam bentuk gambar lingkaran dengan gradasi tingkat Skala asap ringelmann berupa skala dalam bentuk gambar lingkaran dengan gradasi tingkat opasitas 20% sampai dengan 100% (Lihat Lampiran A). Atau skala 1 sampai 5 dengan opasitas 20% sampai dengan 100% (Lihat Lampiran A). Atau skala 1 sampai 5 dengan pengertian sebagai berikut:

pengertian sebagai berikut: 0

0 = kerapatan 0% dimana latar be= kerapatan 0% dimana latar belakang dapat terlihalakang dapat terlihat dengan jelas sebandit dengan jelas sebandingng dengan 100%;

dengan 100%; 1

1 = = kerapatan kerapatan 20% 20% dimana dimana latar latar belakang belakang dapat dapat terlihat terlihat 80%;80%; 2

2 = = kerapatan kerapatan 40% 40% dimana dimana latar latar belakang belakang dapat dapat terlihat terlihat 60%;60%; 3

3 = = kerapatan kerapatan 60% 60% dimana dimana latar latar belakang belakang dapat dapat terlihat terlihat 40%;40%; 4

4 = = kerapatan kerapatan 80% 80% dimana dimana latar latar belakang belakang dapat dapat terlihat terlihat 20%;20%; 5

(6)

2 dari 8 2 dari 8

 Adapun hubu

 Adapun hubungan antara skalngan antara skala asapa asap Ringlemann,Ringlemann, transmitansi dan opasitas dapat dilihat transmitansi dan opasitas dapat dilihat pada Lampiran C.

pada Lampiran C. 4.2.2

4.2.2 StopwatchStopwatch 4.2

4.2.3 .3 AnemomAnemom eter eter atauatau weather monitoring equipmentweather monitoring equipment   atau dapat berupa informasi  atau dapat berupa informasi dari st

dari st asiun meteorologasiun meteorolog i ti t erdekaerdekat (pada kawat (pada kawasan yang ssan yang s amaama)) 4.2.4

4.2.4 Papan Papan PencatPencatatat 4.3

4.3 PersiPersi apan apan PembacaanPembacaan 4.3

4.3.1 .1 Persyaratan Persyaratan pembacaan pembacaan opasiopasi tastas a)

a) Posisi Posisi Matahari Matahari di di belakang belakang pengamat pengamat (dalam (dalam daerah daerah 140140oo) lihat gambar No. 1.) lihat gambar No. 1. b)

b) Latar belaLatar belakang sebakang sebaiknya laiknya langit biru ngit biru bila kondbila kondisi ini isi ini tidak tercapatidak tercapai diberi i diberi keterangan keterangan padapada formulir lapangan (Lampiran B).

formulir lapangan (Lampiran B). c)

c) Arah Arah angin angin pada pada sudut sudut 909000 terhadap pengamat. terhadap pengamat. d)

d) Jarak pJarak pengamat engamat tiga kali tiga kali ketinggian ketinggian cerobong, cerobong, lihat glihat gambar Nambar No. 2.o. 2. e)

e) Tidak Tidak ada ada halangan halangan yang yang mempengaruhi mempengaruhi pengamatan.pengamatan.

Gambar

Gambar 1 1 PosisPosis i i pengamat pengamat terhadap terhadap matahari matahari (tampak (tampak atas)atas)

140 14000

Garis batas posisi matahari Garis batas posisi matahari

Posisi

Posisi pengampengamatat Posisi Emisi

(7)

3 dari 8 3 dari 8

Keterangan gambar Keterangan gambar

Y : Jarak horisontal pengamat terhadap cerobong Y : Jarak horisontal pengamat terhadap cerobong H :

H : Tinggi cerobongTinggi cerobong Ga

Gambar mbar 2 2 Posisi Posisi pengamapengamat t terhadaterhadap p cerobongcerobong 4.3

4.3.2 .2 Sumber-suSumber-su mber mber KesalahanKesalahan

Kesalahan pembacaan skala Ringelmann bisa terjadi karena beberapa gangguan yang Kesalahan pembacaan skala Ringelmann bisa terjadi karena beberapa gangguan yang mempengarui pengamatan sebagai berikut:

mempengarui pengamatan sebagai berikut: a)

a) Pengaruh Pengaruh latar latar belakangbelakang

Untuk menghindari bias, maka pada saat asap diamati diharuskan untuk mendapatkan latar Untuk menghindari bias, maka pada saat asap diamati diharuskan untuk mendapatkan latar belakang pengamatan langit biru; langit berawan mempunyai efek mengurangi hasil belakang pengamatan langit biru; langit berawan mempunyai efek mengurangi hasil pembacaan opasitas.

pembacaan opasitas. b)

b) PerbedaaPerbedaan an antara cahantara cahaya ya yang menyinari skala ringelmann dan yang menyinari skala ringelmann dan cahaya cahaya sekitsekit arar cerobong

cerobong asaasapp

Diharuskan untuk melakukan pengamatan di pagi hari dengan cukup sinar matahari sebelum Diharuskan untuk melakukan pengamatan di pagi hari dengan cukup sinar matahari sebelum  jam

 jam 11.00 11.00 dan dan siang siang hari hari dengan dengan cukup cukup sinar sinar matahari matahari setelah setelah jam jam 13.00 13.00 sampai sampai saatsaat matahari mulai condong (tidak cukup sinar matahari lagi).

matahari mulai condong (tidak cukup sinar matahari lagi). c)

c) Perubahan Perubahan jenis jenis bahan bahan bakar bakar 

Perubahan jenis bahan bakar menghasilkan asap yang berbeda kerapatan karena Perubahan jenis bahan bakar menghasilkan asap yang berbeda kerapatan karena perbedaan kandungan uap air, ukuran partikel, bentuk dan warnanya. Pembacaan asap perbedaan kandungan uap air, ukuran partikel, bentuk dan warnanya. Pembacaan asap dengan kandungan uap air yang signifikan membutuhkan cara pengamatan tersendiri (lihat dengan kandungan uap air yang signifikan membutuhkan cara pengamatan tersendiri (lihat gambar no.3)

gambar no.3)

Posisi

Posisi PengamaPengamatt

27 27 18 18

Y=2H

Y=2H

Y=H

Y=H

Y=3H

Y=3H

H

H

45 4500

(8)

4 dari 8 4 dari 8

Gambar

Gambar 3 3 Pengamatan Pengamatan opasitopasit as as dengan dengan dan dan tanpa tanpa uap uap air air terikterik utut 4.4. Pembacaan

4.4. Pembacaan 4.4

4.4.1 .1 PelaksanaaPelaksanaan n pembacaan pembacaan opasitopasit asas a)

a) Amati asap Amati asap pada titik pada titik keluarnya keluarnya diujung cdiujung cerobong serobong setiap kelipetiap kelipatan detik atan detik ke limabeke limabelas danlas dan bandingkan dengan

bandingkan dengan skala Ringelmann yang skala Ringelmann yang paling mirip. Catat paling mirip. Catat pada formulir lapanganpada formulir lapangan (lampiran B)

(lampiran B) b)

b) Lakukan Lakukan pengamatan pengamatan minimal minimal 6 6 menit menit untuk untuk 24 24 pembacaan pembacaan untuk untuk asap asap yang yang konstankonstan dan lebih dari 6 menit sampai 60 menit untuk asap yang tidak konstan atau untuk dan lebih dari 6 menit sampai 60 menit untuk asap yang tidak konstan atau untuk pengkajian kinerja proses.

pengkajian kinerja proses. c)

c) Catat bilaCatat bilangan Rinngan Ringelmann tegelmann tersebut padrsebut pada formulir a formulir lapangan lapangan (Lampiran (Lampiran B) dan hB) dan hitungitung rata-ratanya.

rata-ratanya. d)

d) Catat Catat posisi posisi dan dan kondisi kondisi saat saat pembacaan pembacaan opasitas.opasitas. 4.5 Perhitungan

4.5 Perhitungan

Rata-ratakan seluruh data hasil pengamatan dan bulatkan

(9)

5 dari 8 5 dari 8

Lampiran A

Lampiran A

(normatif) (normatif)

Kertas skala Ringlemann

Kertas skala Ringlemann

PETUNJUK PETUNJUK 1.

1. Opasitas hitam Opasitas hitam yang yang keluar dari keluar dari cerobong cerobong ditentukanditentukan dengan cara membandingkan warna asap yang paling dengan cara membandingkan warna asap yang paling sesuai dengan warna skala

sesuai dengan warna skala RingelmannRingelmann 2.

2. Skala Skala ini ini digunakan digunakan dengan dengan cara cara membandingkan membandingkan asapasap melalui lubang ditengah terhadap skala yang ada melalui lubang ditengah terhadap skala yang ada dengan ketentuan

dengan ketentuan sesuai SNI. 19 sesuai SNI. 19 -… -… .. 3.

3. Posisi Posisi matahari matahari dibelakang dibelakang pengamatpengamat 4.

4. Latar belaLatar belakang sebaiknkang sebaiknya langit biru bya langit biru bila kondisi iniila kondisi ini tidak tercapai diberi keterangan pada formulir lapangan tidak tercapai diberi keterangan pada formulir lapangan 5.

5. Arah Arah angin angin pada pada sudut sudut 9090°° terhadap pengamat terhadap pengamat

6.

6. Jarak Jarak pengamat pengamat tiga tiga kali kali ketinggian ketinggian cerobongcerobong 7.

(10)

6 dari 8 6 dari 8

Lampiran B

Lampiran B

(normatif) (normatif)

Formul

Formul ir

ir lapangan/ F

lapangan/ Form

orm pengamatan kerapa

pengamatan kerapatan asap

tan asap

No. No. Nama

Nama Perusahaan Perusahaan Tanggal Tanggal pengamatan pengamatan Waktu Waktu mulai mulai Waktu Waktu akhirakhir

0 0 15 15 30 30 4545 KeteranganKeterangan  Alamat  Alamat 1 1 2 2 Kota

Kota Provinsi Provinsi Kode Kode PosPos

3 3 4 4

 Alat Proses/ Unit  Alat Proses/ Unit

5 5 6 6  Alat Pengendali  Alat Pengendali 7 7 8 8

Titik Pengamatan Emisi Titik Pengamatan Emisi

9 9 10 10

Ketinggian

Ketinggian terhadap terhadap tanah tanah Ketinggian Ketinggian relatif relatif thdpthdp pengamatan

pengamatan

11 11

Jarak

Jarak dari dari pengamat pengamat Arah Arah dari dari pengamatpengamat 1212 awal

awal akhir akhir awal awal akhirakhir 1313 Deskripsi Emisi

Deskripsi Emisi 1414

awal

awal akhir akhir  1515

Warna

Warna emisi emisi Apabila ada Apabila ada uap uap akhirakhir 1616 awal

awal akhir akhir terikut terikut Tdk Tdk terikutterikut 1717 Titik pada asap tempat penentuan kerapatan asap

Titik pada asap tempat penentuan kerapatan asap 1818 awal

awal akhir akhir  1919

Deskripsi latar belakang asap

Deskripsi latar belakang asap 2020

awal

awal akhir akhir  2121

Warna

Warna latar latar belakang belakang Kondisi Kondisi langitlangit 2222 awal

awal akhir akhir awal awal akhirakhir 2323 Kecepatan

Kecepatan angin angin Arah Arah anginangin 2424 awal

awal akhir akhir awal awal akhirakhir 2525 Temperatur ambien

Temperatur ambien 2626

awal akhir

awal akhir

Suhu

Suhu bola bola basah basah % % RHRH

27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 Nama pengamat Nama pengamat Tanda

Tanda tangan tangan pengamat pengamat TanggalTanggal

Gbr. Arah utara Gbr. Arah utara Posisi pengamat Posisi pengamat Instansi Instansi Informasi

Informasi tambahan tambahan Sertifikasi Sertifikasi oleholeh TanggalTanggal

Titik emisi Titik emisi

140 140°°

Garis lokasi matahari Garis lokasi matahari

Sketsa tata letak  Sketsa tata letak 

(11)

7 dari 8 7 dari 8

Lampiran C

Lampiran C

(Informatif) (Informatif)

Korelasi ant

Korelasi ant ara skala

ara skala Ringlemann

Ringlemann dan opasitas

 dan opasitas

Tabe

Tabel l A.1 A.1 KorKor elasi elasi antara antara skalaskala RinglemannRinglemann  dan opasitas dan opasitas Bilangan Bilangan Ringelmann Ringelmann Transmisi Cahaya Transmisi Cahaya Melalui asap Melalui asap (%(%)) Opasitas Opasitas % % 0 0 100 100 00 1 1 80 80 2020 2 2 60 60 4040 3 3 40 40 6060 4 4 20 20 8080 5 5 0 0 100100

(12)

8 dari 8 8 dari 8

Bibliografi

Bibliografi

Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Kep-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak. BAPEDAL

Gambar

Gambar  mbar 2  2  Posisi  Posisi pengama pengamat  t terhada terhadap  p cerobong cerobong 4.3
Gambar  3  3  Pengamatan  Pengamatan opasit opasit as  as dengan  dengan dan  dan tanpa  tanpa uap  uap air  air terik terik ut ut 4.4
Tabel  l A.1  A.1  Kor Kor elasi  elasi antara  antara skala skala Ringlemann Ringlemann  dan opasitas  dan opasitas BilanganBilangan RingelmannRingelmann Transmisi CahayaTransmisi CahayaMelalui asap Melalui asap (%(%)) OpasitasOpasitas%% 0 0  100 100  00

Referensi

Dokumen terkait