• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Promosi

2.1.1 Pengertian Promosi

Menurut Hasibuan, (2017:107) “ Promosi (promotion) memberikan peran penting bagi setiap karyawan, bahkan manjadi idaman yang selalu dinanti-nantikan. Dengan promosi berarti ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan bersangkutan untuk menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi. Dengan demikian, promosi akan memberikan status sosial, wewenang (authorithy), tanggung jawab (responsibility), serta penghasilan (outcomes) yang semakin besar bagi karyawan “

Menurut Hasibuan dalam Syahyuni, (2018) promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga kewajiban, hak, status dan penghasilan semakin besar.

Menurut Edison dalamBank, Niaga, Bintaro, dan Niaga, (2018) “Promosi adalah proses kenaikan golongan, pangkat, atau jabatan seseorang pada tingkatan yang lebih baik dan merupakan bagian dari proses perencanaan karier”. (Fahmi I, 2016), “Promosi adalah suatu kenaikan pada posisi seorang karyawan dari posisi sebelumnya ke posisi yang lebih tinggi”. (Siagian, 2015) “Promosi adalah apabila seorang pegawai dipindahkan dari satu pekerjaan lain yang tanggung jawabnya lebih besar, tingkatannya dalam hierarki jabatan lebih tinggi dan penghasilan lebih besar pula”.

Menurut Rivai dalam Michael, (2015) promosi terjadi apabila seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang lebih tinggi dalam pembayaran, tanggung jawab, dan atau level. Umumnya diberikan sebagai penghargaan, hadiah (reward system) atas usaha dan prestasinya di masa lampau. Promosi dapat terjadi tidak hanya bagi mereka yang menduduki jabatan manajerial, akan tetapi juga bagi mereka yang pekerjaannya bersifat teknikal dan non-manajerial.

(2)

Menurut Sastrohadiwirjoyo dalam Michael, (2015) promosi merupakan proses perubahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam hirarki wewenang dan tanggung jawab yang lebih tinggi pada wewenang dan tanggung jawab yang telah diberikan kepada tenaga kerja pada waktu sebelumnya. Jika diadakan kesempatan bagi setiap karyawan untuk dipromosikan berdasarkan atas keadilan dan objektivitas, karyawan akan terdorong untuk berkerja lebih giat, bersemangat, berdisiplin, dan berprestasi kerja sehingga sasaran perusahaan secara optimal dapat dicapai.

Menurut Siagian dalam Michael, (2015) bahwa yang dimaksud dengan promosi ialah apabila seorang pegawai dipindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang tanggung jawabnya lebih besar, tingkatannya dalam hierarki jabatan lebih tinggi dan penghasilannya pun lebih besar pula. Setiap pegawai mendambakan promosi karena dipandang sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang menunjukkan prestasi kerja yang tinggi dalam menunaikan kewajibannya dalam pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dalam organisasi.

Berdasarkan pendapat ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa promosi adalah kenaikan tingkat jabatan seorang pegawai ke sesuatu jenjang jabatan tinggi nilai atau derajatnya dari tugas atau jabatan terdahulu, dan biasanya diikuti dengan kenaikan penghasilan.

2.1.2. Dasar-dasar Promosi

Menurut Hasibuan, (2017:109) program promosi hendaknya memberikan infomasi yang jelas, apa yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk mempromosikan seseorang karyawan dalam perusahaan tersebut. Hal ini penting supaya karyawan dapat mengetahui dan memperjuangkan nasibnya. Pedoman yang dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan adalah:

a. Pengalaman

Pengalaman (senioritas) yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan.Pertimbangan promosi adalah pengalaman kerja

(3)

seseorang, orang yang terlama bekerja dalam perusahaan mendapat prioritas pertama dalam tindakan promosi.

Kebaikannya adalah adanya penghargaan dan pengakuan bahwa pengalaman merupakan saka guru yang berharga. Dengan pengalaman, seseorang akan dapat mengembangkan kemampuannya sehingga karyawan tetap betah bekerja pada perusahaan dengan harapan suatu waktu ia akan dipromosikan.

Kelemahannya adalah seseorang karyawan yang kemampuannya sangat terbatas, tetapi karena sudah lama bekerja tetap dipromosikan. Dengan demikian, perusahaan akan dipimpin oleh seorang yang berkemampuan rendah, sehingga perkembangan dan kelangsungan perusahaan disangsikan.

b. Kecakapan (ability)

Kecakapan (ability) yaitu seseorang yang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan. Pertimbangan promosi adalah kecakapan, orang yang cakap atau ahli mendapat prioritas pertama untuk dipromosikan. Kecakapan adalah total dari semua keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang bisa dipertanggungjawabkan (definisi).

Kecakapan merupakan kumpulan pengetahuan (tanpa memperhatikan cara mendapatkannya) yang diperlukan untuk memenuhi hal-hal berikut.

1) Kecakapan dalam pelaksanaan prosedur kerja yang praktis, teknik-teknis khusus, dan disipilin ilmu pengetahuan.

2) Kecakapan dalam menyatukan dan menyelaraskan bermacam-macam elemen yang semuanya terlibat di dalam penyusunan kebijaksanaan dan di dalam situasi manajemen. Kecakapan di bidang ini bisa digunakan untuk pekerjaan konsultasi atau pekerjaan pelaksanaan. Kecakapan ini mengombinasikan

(4)

elemen-elemen dari perencanaan, pengorganisasian, pengaturan (directing), penilaian (evaluating), dan pembaruan (innovating).

3) Kecakapan dalam memberikan motivasi secara langsung.

 Cara mengukur kecakapan (Know-How)

Kecakapan mempunyai ukuran lebar dan dalam.Jadi suatu pekerjaan bisa memerlukan banyak pengetahuan tapi serba dikitm atau sedikit pengetahuan tapi secara mendalam. Total kecakapan adalah jumlah dari lebar dan dalam. Konsep ini sangat praktis dalam memberikan perbandingan dan penilaian terhadap bobot dari total kecakapan dalam berbagai pekerjaan, dalam hal berapa banyak pengetahuannya dan sampai berapa dalam setiap pengetahuannya.

Kesulitan mengukur kecakapan adalah menentukan tolak ukur kecakapan.Apakah nilai ijazah dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk mengukur kemampuan seseorang sedangkan nilai ijazah hanya mencerminkan kecerdasaran seseorang pada saat ujian saja. Belum tentu orang yang nilai ijazahnya tinggi akan lebih mampu dalam praktek.

c. kombinasi pengalaman dan kecakapan.

Kombinasi pengalaman dan kecakapan yaitu promosi yang berdasarkan pada lamanya pengalaman dan kecakapan. Pertimbangan promosi adalah berdasarkan pada lamanya dinas, ijazah pendidikan formal yang dimiliki, dan hasil ujian kenaikan golongan. Jika seseorang lulus dalam ujian maka hasil ujian kenaikan akan dipromosikan. Cara ini adalah dasar promosi yang terbaik dan paling tepat karena mempromosikan orang yang paling berpengalaman dan terpintar, sehingga kelemahan promosi yang hanya berdasarkan pengalaman kecakapan saja dapat diatasi.

(5)

Penulis berpendapat bahwa promosi yang berdasarkan kombinasi pengalaman dan kecakapan, memberikan kebaikan-kebaikan sebagai berikut: 1) Memotivasi karyawan untuk memperdalam pengetahuannya bahkan memaksa

diri mengikuti pendidikan formal. Dengan demikian, perusahaan akan mempunyai karyawana yang semakin terampil.

2) Moral karyawan akan semakin baik, bergairah, semangat, dan prestasi kerjanya semakin meningkat karena ini termasuk elemen-elemen yang dinilai untuk promosi.

3) Disiplin karyawan semakin baik karena disiplin termasuk elemen yang akan mendapat penilaian prestasi untuk dipromosikan.

4) Memotivasi berkembangnya persaingan sehat dan dinamis diantara para karyawan sehingga mereka berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan.

5) Perusahaan akan menempatkan karyawan yang terbaik pada setiap jabatan sehingga sasaran optimal akan tercapai.

Dan kelemahannya adalah:

1) Karyawan yang kurang mampu akan frustasi bahkan mengundurkan diri dari perusahaan itu.

(6)

2.1.3. Syarat-syarat Promosi

Menurut Sondang P.Siagian dalam Michael, (2015) syarat-syarat promosi adalah sebagai berikut:

1. Pengalaman.

Dengan pengalaman yang lebih banyak diharapkan kemampuan yang lebih tinggi, ide-ide yang lebih banyak dan sebagainya.

2. Tingkat pendidikan.

Ada juga perusahaan yang mensyaratkan minimal pendidikan untuk dapat dipromosikan pada jabatan tertentu.Alasannya adalah bahwa dengan pendidikan yang lebih tinggi diharapkan pemikiran yang lebih baik.

3. Loyalitas

Dengan loyalitas yang tinggi dapat diharapkan antara lain tanggung jawab yang lebih besar.

4. Kejujuran

Untuk promosi jabatan-jabatan tertentu mungkin masalah kejujuran merupakan syarat yang penting.Misalnya untuk jabatan kasir pada umumnya syarat kejujuran merupakan syarat utama yang harus diperhatikan.

5. Tanggung jawab

Kadang-kadang sering kali suatu perusahaan diperlukan suatu tanggung jawab yang cukup besar, sehingga masalah tanggung jawab merupakan syarat utama untuk promosi jabatan.

6. Kepandaian bergaul

Misalnya jabatan untuk salesman adalah sangat penting untuk menetapkan kepandaian bergaul sebagai suatu syarat promosi jabatan.

(7)

7. Prestasi kerja

Pada umumnya setiap perusahaan selalu mencantumkan syarat untuk prestasi kinerjanya.

8. Inisiatif dan kreatif

Untuk syarat promosi jabatan terhadap jabatan tertentu, mungkin syarat tingkat inisiatif dan kreatif merupakan syarat yang harus diperhatikan.Hal inidisebabkan karena untuk jabatan tersebut sangat diperlukan inisiatif dan kreatif.

2.1.4. Jenis-jenis Promosi

Menurut Hasibuan, (2017:113) Jenis promosi yang dikenal penulis adalah promosi sementara, promosi tetap, promosi kecil, dan promosi kering.

a. Promosi Sementara (Temporary Promotion)

Seseorang karyawan dinaikkan jabatannya untuk sementara karena adanya jabatan yang lowong yang harus segera diisi, seperti pejabat dekan.

b. Promosi Tetap (Permanent Promotion)

Seseorang karyawan dipromosikan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi karena karyawan tersebut telah memenuhi syaray untuk dipromosikan.Sifat promosi ini adalah tetap.

c. Promosi Kecil (Small Scale Promotion)

Menaikkan jabatan seseorang karyawan dari jabatan yang tidak sulit dipindahkan ke jabatan yang sulit yang meminta keterampilan tertentu, tetapi tidak disertai dengan peningkatan wewenang, tanggung jawab, dan gaji.

(8)

d. Promosi Kering (Dry Promotion)

Seseorang karyawan dinaikkan jabatannya ke jabatan yang lebih tinggi disertai dengan peningkatan pangkat, wewenang, dan tanggung jawab tetapi tidak disertai dengan kenaikan gaji atau upah.

(9)

2.2. Promosi Jabatan

2.2.1. Pengertian Promosi Jabatan

Menurut Siagian dalam Faysica, Tewal, & Walangitan, (2016) promosi jabatan adalah pemindahan pegawai atau karyawan, dari satu jabatan atau tempat kepada jabatan atau tempat yang lebih tinggi serta diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang di duduki sebelumnya.

Sedangkan menurut Mathis dan Jacson dalam Faysica et al., (2016), promosi jabatan adalah pemindahan seseorang ke tingkat pekerjaan dan kompensasi yang lebih tinggi termasuk dalam proses seleksi.

Menurut Mangkuprawira dalam Jayusman dan Khotimah, (2012) Promosi jabatan terjadi ketika seorang karyawan dipindahkan dari suatu pekerjaan keposisi lain yang lebih tinggi dalam hal pembayaran gaji, tanggungjawab, dan tingkat status keorganisasiannya. Promosi sering pula disebut kembalinya seorang karyawan ke posisi pekerjaan yang lebih tinggi.Promosi juga di katakan sebagai kenaikan jabatan seorang pegawai ke jenjang yang lebih tinggi.

Berdasarkan pendapat ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa promosi jabatan ditandai dengan adanya perubahan posisi ke tingkat yang lebih tinggi.Adanya perubahan tersebut menimbulkan tanggung jawab, hak, status, dan wewenang yang meningkat, untuk itu diperlukan kecakapan atau kemampuan yang lebih baik.

(10)

2.2.2. Tujuan Promosi Jabatan

Menurut Hasibuan dalam Syahyuni, (2018) tujuan dari promosi jabatan adalah:

1. Memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin besar kepada karyawan yang berprestasi kerja lebih tinggi.

2. Menimbulkan kepuasan dan kebanggaan pribadi, status sosial yang semakin tinggi, dan penghasilan yang semakin besar.

3. Merangsang agar karyawan lebih bergairah bekerja, berdisiplin tinggi, dan memperbesar produktivitas kerja.

4. Menjalin stabilitas kepegawaian dengan direalisasinya promosi kepada karyawan dengan dasar dan pada waktu yang tepat serta penilaian yang jujur. 5. Kesempatan promosi dapat menimbulkan keuntungan berantai (Multipler

effect) dalam perusahaan karena timbul lowongan berantai.

6. Memberikan kesempatan kepada karyawan utnuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya yang lebih baik demi keuntungan optimal perusahaan.

7. Menambah atau memperluas pengetahuan serta pengalaman kerja para karyawan. Hal ini merupakan daya dorong bagi karyawan lainnya.

8. Mengisi kekosongan jabatan karena pejabatnya berhenti. Agar jabatan itu tidak kosong, maka dipromosika karyawan lainnya.

9. Karyawan yang dipromosikan kepada jabatan yang tepat, semangat kesenangan dan ketenangannya dalam bekerja semakin meningkat sehingga produktivitas kerjanya semakin meningkat.

10. Mempermudah penarikan pelamar. Kesempatan promosi merupakan daya pendorong dan perangsang bagi pelamar untuk memasukkan lamarannya. 11. Memperbaiki status karyawan tetap setelah lulus dari masa percobaannya. 12. Menunjang kegiatan perusahaan atau pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen

sumber daya manusia secara keseluruhan.

Menurut Sondang dalam Syahyuni, (2018) setiap pegawai mendambakan promosi karena dipandang sebagai penghargaan atas keberhasilan seseorang menunjukan prestasi kerja yang tinggi dalam menunaikan kewajibannya dalam

(11)

pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dalam menunaikan kewajibannya dalam pekerjaan dan jabatan yang dipangkunya sekarang, sekaligus sebagai pengakuan atas kemampuan dan potensi yang bersangkutan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dalam organisasi.

2.2.3. Syarat-syarat Promosi Jabatan

Menurut Hasibuan dalam Syahyuni, (2018) mengemukakan beberapa syarat umum yang biasanya digunakan dalam promosi jabatan, yaitu:

a. Kejujuran.

Karyawan harus jujur terutama pada dirinya sendiri, bawahannya, perjanjian-perjanjian dalam menjalankan atau mengelola jabatan tersebut, harus sesuai kata dengan perbuatannya.Dia tidak menyelewengkan jabatannya untuk kepentingan pribadinya, peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun kebiasaan.Disiplin karyawan sangat penting karena hanya dengan kedisiplinan memungkinkan perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal.

b. Prestasi Kerja.

Karyawan itu mampu mencapai hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan kualitas maupun kuantitas dan bekerja secara efektif dan efisien. Hal ini menunjukan bahwa karyawan dapat memanfaatkan waktu dan mempergunakan alat-alat dengan baik.

c. Kerja Sama.

Karyawan dapat bekerja sama secara harmonis dengan sesama karyawan, baik horizontal maupun vertical dalam mencapai sasaran perusahaan. Dengan demikian akan tercipta suasana hubungan kerja yang baik antar semua karyawan.

(12)

Karyawan itu cakap, kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan tugas-tugas pada jabatan tersebut dengan baik.Dia bisa bekerja secara mandiri dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, tanpa mendapat bimbingan yang terus-menerus dari atasannya.

e. Loyalitas.

Karyawan harus loyal dalam membela perusahaan atau korps dari tindakan yang merugikan perusahaan atau korpsnya.Ini menunjukan bahwa dia ikut berpartisipasi aktif terhadap perusahaan atau korpsnya.

f. Kepemimpinan.

Dia harus mampu membina dan memotivasi bawahannya untuk bekerja sama dan bekerja secara efektif dalam mencapai perusahaan. Dia harus menjadi panutan dan memperoleh personality authority yang tinggi dari para bawahannya.

g. Komunikatif.

Karyawan itu dapat berkomunikasi secara efektif dan mampu menerima atau mepersepsi informasi dari atasan maupun bawahannya dengan baik, sehingga tidak terjadi miskomunikasi.

h. Pendidikan.

Karyawan harus telah memiliki ijazah dari pendidikan formal sesuai dengan spesifikasi jabatan.

(13)

2.2.4. Asas-asas Promosi Jabatan

Asas-asas promosi harus dituangkan dalam program promosi secara jelas sehingga karyawan mengetahui dan perusahaan mempunyai pegangan untuk mempromosikan karyawan.

Asas-asas promosi jabatan menurut Hasibuan dalamMichael, (2015) yaitu: 1. Kepercayaan

Promosi hendaknya berazaskan pada kepercayaan atau keyakinan mengenai kejujuran, kemampuan dan kecakapan karyawan/pegawai yang bersangkutan baik pada jabatan tersebut.

2. Keadilan

Promosi jabatan berazaskan keadilan terhadap penilaian kejujuran, kemampuan dan kecakapan karyawan. Penilaian harus jujur dan obyektif tidak pilih kasih atau like and dislike.

3. Formasi

Promosi harus berdasarkan formasi yang ada. Karena promosi karyawan/pegawai hanya mungkin dilakukan jika ada formasi jabatan yang lowong. Untuk itu harus ada uraian pekerjaan/jabatan yang akan dilaksanakan karyawan/pegawai.

Promosi hendaknya disesuaikan dengan formasi jabatan yang ada di dalam perusahaan. Ardana, dan lain-lain dalam Michael, (2015) menyatakan

(14)

bahwa terdapat beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam rangka mempromosikan karyawan, meliputi:

1. Senioritas.

Senioritas karyawan digunakan sebagai salah satu standar dalam kegiatan promosi jabatan.Umumnya tingkat senioritas yang tinggi menandakan bahwa pengalaman yang dimiliki oleh karyawan lebih banyak, sehingga diharapkan karyawan yang bersangkutan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi.

2. Kualifikasi Pendidikan.

Kualifikasi pendidikan karyawan menjadi salah satu kriteria promosi pada jabatan tertentu. Alasan yang melatarbelakanginya adalah dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai, karyawan diharapkan mempunyai daya nalar yang lebih tinggi terhadap prospek perkembangan perusahaan pada waktu yang akan datang.

3. Prestasi Kerja.

Prestasi kerja yang tinggi mempunyai kecenderungan untuk memperlancar kegiatan promosi bagi karyawan yang bersangkutan, demikian pula kecenderungan sebaliknya.

4. Tingkat Loyalitas.

Tingkat loyalitas karyawan merupakan salah satu kriteria dalam promosi jabatan. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan karyawan yang memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

2.2.5. Hambatan dalam Promosi Jabatan

Menurut Badriyah, (2017:225) “ Promosi jabatan bukan hanya karena kepintaran dan kemampuan karyawan dalam mengerjakan tugas, melainkan juga

(15)

harus didukung sikap, kebiasaan, dan perilaku simpatik. Oleh karena itu, ada karyawan yang cukup cerdas dan potensial, tetapi tidak kunjung mendapatkan promosi jabatan. Kebiasaan buruk yang selalu dilakukan di kantor adalah penyebabnya “

Referensi

Dokumen terkait

Produk emping garut yang dikemas secara menarik, inovasi produk emping garut aneka rasa, dan pemasaran dengan media internet melalui blogspot dapat menenbus pemasaran secara

Mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan (jenis lantai, sumber air minum, jamban) dan praktik kesehatan ibu dengan kejadian diare pada anak toddler di Desa Jatirejo

Diagram ini hanya digunakan untuk jarak terhadap singkapan (diukur dari titik yang ingin diketahui kedalaman lapisan batuannya) pada bidang horisontal yang diukur tegak lurus

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan tersebut di atas, maka perencanaan harus disusun secara cermat sedemikian rupa, yang dapat mewujudkan pelaksanaan “Proyek

Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah

”Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian distrukturnya secara fungsional dalam arah horizontal dan

Tetapi pada umumnya responden juga memiliki anak lahir hidup dalam jumlah yang besar, sekalipun pada nagari tipikal pertanian komersial, dan industri rumah tangga

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan modul Kepegawaian SIESTA menggunakan model UTAUT2 sehingga hasil penelitian