PT Bank Inter-Pacific Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Keuangan Konsolidasi Dan Laporan Auditor Independen
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999)
Laporan Auditor Independen
Laporan No. 35567S
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Bank Inter-Pacific Tbk
Kami telah mengaudit neraca konsolidasi dan laporan komitmen dan kontinjensi konsolidasi PT Bank
Inter-Pacific Tbk (“selanjutnya disebut Bank”) dan Anak perusahaan tanggal 31 Desember 2000, serta
laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen
Bank. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
kami. Laporan keuangan konsolidasi Bank dan Anak perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 1999, yang disajikan untuk tujuan perbandingan, dia udit oleh auditor independen lain
dengan laporannya tertanggal 31 Maret 2000 menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan
keuangan konsolidasi tersebut.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh
keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi
pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam
laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi
signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara
keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi tersebut di atas menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material, posisi keuangan serta komitmen dan kontinjensi Bank dan Anak perusahaan
tanggal 31 Desember 2000, hasil usaha, perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Seperti diuraikan pada Catatan 22 atas laporan keuangan konsolidasi, Indonesia masih mengalami kondisi
ekonomi sulit yang ditandai dengan tidak stabilnya kurs tukar dan suku bunga, langkanya likuiditas dan
krisis kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional yang telah mempengaruhi secara
signifikan sektor jasa perbankan termasuk operasi Bank dan Anak perusahaan serta sektor-sektor
perekonomian lainnya. Kondisi ekonomi ini juga telah berakibat pada kemampuan debitur Bank dan Anak
perusahaan untuk melaksanakan kewajiban pembayaran pada saat jatuh tempo, sehingga meningkatkan
risiko kredit bawaan yang terdapat dalam portofolio aktiva produktif yang dimiliki Bank dan Anak
perusahaan. Lebih lanjut, kondisi ekonomi ini juga mempengaruhi biaya dana Bank. Industri perbankan
pada umumnya terus mela ksanakan aktivitas pemberian kredit pada tingkat yang minimal. Walaupun
terdapat indikasi sedikit perbaikan ekonomi pada semester kedua tahun 1999, kondisi ekonomi Indonesia
pada tahun 2000 masih terus dipengaruhi oleh ketidakpastian yang signifikan. Catatan 22 mengungkapkan
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Bank untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut. Seperti yang
dijelaskan pada Catatan 22, sesuai dengan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan
melalui Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan
Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (SKB BI dan BPPN)
tanggal 6 Maret 1998, dengan perubahan terakhir tanggal 26 Mei 2000, Pemerintah Indonesia telah
menjamin kewajiban tertentu dari seluruh bank umum yang berbadan hukum Indonesia. Laporan
keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi sepanjang hal tersebut dapat
ditentukan dan diperkirakan jumlahnya. Pemulihan ekonomi tergantung pada kebijakan moneter, fiskal
dan kebijakan lainnya yang telah dan akan diambil oleh Pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang
berada di luar kendali Bank dan Anak perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan
dampak masa depan kondisi ekonomi tersebut terhadap penghasilan Bank dan Anak perusahaan dan
realisasi aktivanya, termasuk mengalirnya dana nasabah, kreditur dan pemegang saham ke dan dari Bank
dan Anak perusahaan.
PRASETIO, UTOMO & CO.
NIU-KAP 98.2.0024
Drs. Mas Sutoyo
NIAP 98.1.0066
28 Februari 2001
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah) 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan AKTIVA KAS Rp 143.992.850 Rp 425.205.600GIRO PADA BANK INDONESIA
(Catatan 2a dan 3) 23.049.747.484 18.399.569.591
GIRO PADA BANK LAIN
(Catatan 2a, 2c, 2d dan 4)
Pihak ketiga 46.879.433.026 66.789.536.436
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 113.032.331 234.815.030
Penyisihan penghapusan ( 465.580.322 ) ( 665.469.272 )
Bersih 46.526.885.035 66.358.882.194
PENEMPATAN PADA BANK LAIN
(Catatan 2a, 2c, 2d, 2e dan 5)
Pihak ketiga 133.300.081.953 18.886.665.454
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa - 13.454.784.000
Penyisihan penghapusan ( 1.119.032.500 ) ( 134.558.806 )
Bersih 132.181.049.453 32.206.890.648
SURAT-SURAT BERHARGA - Setelah dikurangi penyisihan penghapusan sebesar Rp 15.494.000
pada tahun 2000 (Catatan 2a, 2d, 2f dan 6) 99.750.850.508 26.571.285.575
KREDIT YANG DIBERIKAN
(Catatan 2c, 2d, 2e dan 7)
Pihak ketiga 661.450.208.950 978.645.938.634
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 1.338.120.447 1.592.780.492
Penyisihan penghapusan ( 252.233.868.031 ) ( 593.459.722.170 )
Bersih 410.554.461.366 386.778.996.956
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan)
(Dalam Rupiah) 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan
AKTIVA TETAP (Catatan 2g dan 8)
Harga perolehan Rp 4.439.649.323 Rp 4.597.782.430 Akumulasi penyusutan ( 3.292.031.933 ) ( 3.355.415.148 ) Bersih 1.147.617.390 1.242.367.282 AKTIVA LAIN-LAIN
(Catatan 2d, 2h, 2i, 2j dan 9) 7.218.714.684 53.067.938.297
JUMLAH AKTIVA Rp 720.573.318.770 Rp 585.051.136.143
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan)
(Dalam Rupiah) 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN
SIMPANAN
Giro (Catatan 2k dan 10)
Pihak ketiga Rp 3.947.397.380 Rp 1.438.608.946
Deposito berjangka (Catatan 2c, 2k dan 11)
Pihak ketiga 33.557.451.615 33.967.974.906
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 118.137.138 -
Jumlah Deposito Berjangka 33.675.588.753 33.967.974.906
Jumlah Simpanan 37.622.986.133 35.406.583.852
KEWAJIBAN SEGERA LAINNYA (Catatan 2l) 7.636.143.266 6.716.380.813
HUTANG PAJAK (Catatan 2p dan 12) 2.654.753.452 1.590.926.487
PINJAMAN YANG DITERIMA (Catatan 2c dan 13)
Pihak ketiga 323.831.250.000 278.675.000.000
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 290.221.691.045 214.754.977.219
Jumlah Pinjaman yang Diterima 614.052.941.045 493.429.977.219
KEWAJIBAN LAIN-LAIN (Catatan 2d, 2m dan 14) 14.073.542.959 4.613.978.714
Jumlah Kewajiban 676.040.366.855 541.757.847.085
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASI (Catatan 2b) 155.323.715 172.457.528
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan)
(Dalam Rupiah) 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 1.000 per saham untuk seri A dan Rp 15 per saham untuk seri B Modal dasar - 62.500.000 saham seri A dan
9.625.000.000 saham seri B pada tahun 2000 dan 1999
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
62.500.000 saham seri A dan 9.625.000.000 saham seri B pada tahun 2000 dan 1999
(Catatan 15) Rp 206.875.000.000 Rp 206.875.000.000
Tambahan modal disetor 824.375.084.797 824.375.084.797
Saldo laba (Defisit)
Telah ditentukan penggunaannya 2.000.000.000 2.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya ( 988.872.456.597 ) ( 990.129.253.267 )
Jumlah Ekuitas 44.377.628.200 43.120.831.530
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp 720.573.318.770 Rp 585.051.136.143
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah) 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan KOMITMEN Tagihan Komitmen
Pembelian berjangka mata uang asing Rp - Rp -
Kewajiban Komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan 1.840.907.185 4.900.000.000
L/C yang masih berjalan (Catatan 2d dan 14) 2.659.092.815 -
Jumlah Kewajiban Komitmen 4.500.000.000 4.900.000.000
Komitmen - Bersih ( 4.500.000.000 ) ( 4.900.000.000 )
KONTINJENSI Tagihan Kontinjen
Tagihan bunga dalam penyelesaian (Catatan 2l) 97.121.841.341 258.254.958.043
Garansi bank yang diterima - 84.446.390.025
Jumlah Tagihan Kontinjen 97.121.841.341 342.701.348.068
Kewajiban Kontinjen
Garansi bank yang diterbitkan - -
Kontinjensi - Bersih 97.121.841.341 342.701.348.068
KOMITMEN DAN KONTINJENSI
- BERSIH Rp 92.621.841.341 Rp 337.801.348.068
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada
Tanggal-tanggal 31 Desember
1999
2000 Angka Perbandingan
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga
Bunga (Catatan 2l dan 16) Rp 76.512.915.900 Rp 157.388.033.936
Provisi dan komisi (Catatan 2m) 1.838.583.249 1.592.994.943
Jumlah Pendapatan Bunga 78.351.499.149 158.981.028.879
Beban bunga dan pembiayaan lainnya
(Catatan 2l dan 17) ( 56.661.695.487 ) ( 161.069.027.636 )
Pendapatan (beban) bunga - bersih 21.689.803.662 ( 2.087.998.757 )
Pendapatan Operasional Lainnya
Pembalikan penyisihan penghapusan untuk (Catatan 2d):
Giro pada bank lain (Catatan 4) 199.888.950 -
Piutang kontrak swap (Catatan 9) 18.180.000.000 -
Aktiva lain-lain 611.502.570 -
Imbalan jasa 272.735.025 766.835.475
Provisi dan komisi lainnya (Catatan 2m) 204.752.243 83.256.368
Laba atas penjualan surat-surat berharga 34.305.862 91.806.453
Laba yang belum direalisasi atas kenaikan
nilai surat -surat berharga 11.543.610 -
Lain-lain (Catatan 13) 7.525.797.084 843.087.794
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 27.040.525.344 1.784.986.090
Beban Operasional Lainnya
Rugi selisih kurs - bersih (Catatan 2o) 782.945.579 562.646.425
Tenaga kerja dan tunjangan (Catatan 18) 7.637.249.543 11.407.592.329
Umum dan administrasi (Catatan 19) 8.834.683.558 8.311.302.470
Penyisihan penghapusan untuk (Catatan 2d, 2e dan 2f)
Giro pada bank lain (Catatan 4) - 594.365.921
Penempatan pada bank lain (Catatan 5) 984.473.694 86.408.806
Surat-surat berharga (Catatan 6) 15.494.000 -
Kredit yang diberikan (Catatan 7) 29.132.570.507 148.578.830.535
Aktiva lain-lain - 611.502.570
Komitmen dan kontinjensi pada
rekening administratif (Catatan 14) 132.954.641 -
Lain-lain 3.223.402 23.407.075
Jumlah Beban Operasional Lainnya 47.523.594.924 170.176.056.131
LABA (RUGI) OPERASIONAL 1.206.734.082 ( 170.479.068.798 )
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (Lanjutan)
(Dalam Rupiah)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada
Tanggal-tanggal 31 Desember 1999 2000 Angka Perbandingan PENGHASILAN BUKAN OPERASIONAL - BERSIH Rp 47.928.776 Rp 351.602.876
LABA (RUGI) SEBELUM
TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 1.254.662.858 ( 170.127.465.922 )
TAKSIRAN BEBAN PAJAK
(Catatan 2p dan 12)
Pajak kini - -
LABA (RUGI) SEBELUM BAGIAN
(HAK) MINORITAS 1.254.662.858 ( 170.127.465.922 )
BAGIAN (HAK) MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG
DIKONSOLIDASI (Catatan 2b) 2.133.812 ( 21.219.428 )
LABA (RUGI) BERSIH Rp 1.256.796.670 (Rp 170.148.685.350 )
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR
(Catatan 2q) Rp 0,13 (Rp 2.046 )
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
31 Desember 2000
Saldo Laba yang Modal Saham Saldo Laba yang Belum Ditentukan Ditempatkan dan Tambahan Ditentukan untuk Penggunaannya
Disetor Penuh Modal Disetor Cadangan Umum (Defisit) Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2000 Rp 206.875.000.000 Rp 824.375.084.797 Rp 2.000.000.000 ( Rp 990.129.253.267 ) Rp 43.120.831.530
Laba bersih selama tahun b erjalan - - 1.256.796.670 1.256.796.670
Saldo pada tanggal 31 Desember 2000 Rp 206.875.000.000 Rp 824.375.084.797 Rp 2.000.000.000 (Rp 988.872.456.597 ) Rp 44.377.628.200
31 Desember 1999 Angka Perbandingan
Saldo Laba yang
Modal Saham Saldo Laba yang Belum Ditentukan Ditempatkan dan Tamb ahan Ditentukan untuk Penggunaannya
Disetor Penuh Modal Disetor Cadangan Umum (Defisit) Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 1999 Rp 62.500.000.000 Rp 6.250.084.797 Rp 2.000.000.000 ( Rp 819.980.567.917 ) ( Rp 749.230.483.120 )
Hasil penerbitan saham dari Penawaran Umum Terbatas Kepada Para
Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (Catatan 15) 144.375 .000.000 818.125.000.000 - - 962.500.000.000 Rugi bersih selama tahun berjalan - - - ( 170.148.685.350 ) ( 170.148.685.350 )
Saldo pada tanggal 31 Desember 1999 Rp 206.875.000.000 Rp 824.375.084.797 Rp 2.000.000.000 ( Rp 990.129.253.267 ) Rp 43.120.831.530
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada
Tanggal-tanggal 31 Desember
1999
2000 Angka Perbandingan
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Pendapatan bunga, dan provisi dan komisi Rp 95.614.729.309 Rp 152.425.606.006
Beban bunga dan pembiayaan lainnya ( 54.688.040.606 ) ( 195.687.217.743 )
Laba selisih kurs - bersih ( 782.945.579 ) ( 562.646.425 )
Provisi dan komisi lainnya 206.186.329 249.922.354
Beban tenaga kerja dan tunjangan ( 7.637.249.543 ) ( 11.407.592.329)
Beban umum dan administrasi ( 7.547.552.908 ) ( 9.479.794.714)
Pendapatan operasional lainnya 8.057.686.434 913.674.887
Pendapatan (beban) sebelum perubahan aktiva dan
kewajiban operasional 33.222.813.436 ( 63.548.047.964 )
Perubahan aktiva dan kewajiban operasional:
Surat-surat berharga ( 2.587.672.780 ) -
Kredit yang diberikan ( 52.908.034.918 ) 152.934.484.822
Aktiva lain-lain 45.959.357.338 ( 2.397.487.875 ) Simpanan: Giro 2.508.788.434 ( 2.281.288.454 ) Deposito berjangka ( 292.386.153 ) ( 101.859.210.722 ) Hutang pajak 1.063.826.965 ( 179.872.108 ) Kewajiban lain-lain 8.174.219.260 3.066.421.255
Kas Bersih Diperoleh dari Kegiatan Operasi 35.140.911.582 ( 14.265.001.046 )
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil penjualan aktiva tetap 518.504.724 1.127.711.822
Pembelian aktiva tetap ( 375.826.056 ) ( 748.599.010 )
Kas Bersih Digunakan untuk Kegiatan Investasi 142.678.668 379.112.812
PT BANK INTER-PACIFIC TBK DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (Lanjutan)
(Dalam Rupiah)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada
Tanggal-tanggal 31 Desember
1999
2000 Angka Perbandingan
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Kenaikan (penurunan) pinjaman yang diterima Rp 120.622.963.826 ( Rp 1.548.841.974.213 )
Tambahan setoran modal - 962.500.000.000
Pembayaran dividen oleh Anak perusahaan
kepada pemegang saham minoritas ( 15.000.000 ) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Kegiatan Pendanaan 120.607.963.826 ( 586.341.974.213 )
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS
DAN SETARA KAS 155.891.554.076 ( 600.227.862.447 )
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 144.761.861.686 744.989.724.133
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Rp 300.653.415.762 Rp 144.761.861.686
RINCIAN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN:
Kas Rp 143.992.850 Rp 425.205.600
Giro pada Bank Indonesia 23.049.747.484 18.399.569.591
Giro pada bank lain 46.992.465.357 67.024.351.466
Penempatan pada bank lain 133.300.081.953 32.341.449.454
Surat-surat berharga 97.167.128.118 26.571.285.575
JUMLAH Rp 300.653.415.762 Rp 144.761.861.686
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN AT AS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000 (Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999)
(Dalam Rupiah)
1. UMUM
PT Bank Inter-Pacific Tbk (“Bank”), semula didirikan dengan nama PT Inter-Pacific Financial Corporation berdasarkan akta No. 12 Notaris Bagijo, S.H., tanggal 7 September 1973 sebagai perusahaan patungan antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Jakarta, Indonesia, Continental Bank S.A/N.V., Brussels, Belgia, The Sanwa Bank Ltd., Osaka, Jepang dan Credit Commercial de France S.A., Paris, Perancis dengan ruang lingkup usaha sebagai lembaga keuangan bukan bank. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/2/12 tanggal 3 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 6 tanggal 21 Januari 1975 Tambahan No. 47. Bank mendapatkan izin usaha sebagai bank campuran untuk melakukan aktivitas bank umum melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 176/KMK.017/1993 tanggal 24 Februari 1993.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 16 Notaris Sri Nanning, S.H., tanggal 29 Juni 2000 mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Bank.
Pada tanggal 10 Juli 1990, Bank mencatatkan 5.000.000 sahamnya, yang merupakan 20% dari modal yang ditempatkan, pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Surabaya No. T2-016/UST/BES/IV/99 tanggal 19 April 1999, Direksi Bursa Efek Surabaya telah memberikan persetujuan atas permohonan pembatalan pencatatan (delisting) saham-saham Bank pada Bursa Efek Surabaya. Selanjutnya pada tanggal 14 Juli 1997, Bursa Efek Jakarta dalam surat keputusannya No. S-1331/BEJ.I-2/07/97 menyetujui pencatatan tambahan saham Bank sebanyak 15.914.400 saham.
Sehubungan dengan program rekapitalisasi perbankan dan untuk memperkuat struktur permodalan Bank, pada tanggal 27 September 1999, Bank melakukan peningkatan modal yang ditempatkan dan disetor dari Rp 62.500.000.000 menjadi Rp 206.875.000.000 dengan mengeluarkan saham baru sebanyak 9.625.000.000 lembar saham seri B melalui Penawaran Umum Terbatas I yang pernyataan pendaftarannya telah efektif pada tanggal 24 September 1999 sesuai dengan Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-176/PM/1999. Seluruh saham dari hasil Penawaran Umum Terbatas I tersebut telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sesuai surat keputusannya No. S-2164/BEJ.CAT/09-1999 tanggal 27 September 1999.
Pada tanggal 31 Desember 2000, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Wayan Alit Antara
Wakil Presiden Komisaris : Yoshiaki Kawamata
Komisaris : Noel Bazoche
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Alex Sunaringrat Sudjalmadi
Direktur : Reggie Harjadi
Direktur Kepatuhan : Dede Suherman Sukandar
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi Bank dan Anak perusahaan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan praktek-praktek perbankan yang sesuai dengannya, serta mencakup pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan otoritas perbankan Indonesia. Laporan keuangan konsolidasi disajikan berdasarkan biaya historis, kecuali untuk surat -surat berharga yang dinilai berdasarkan nilai pasar dan tagihan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang digolongkan sebagai non-performing yang dicatat sebagai pendapatan pada saat uang diterima (cash basis).
Laporan arus kas konsolidasi merupakan penerimaan dan pengeluaran kas yang digolongkan ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk penyajian laporan arus kas konsolidasi, kas dan setara kas terdiri atas kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada bank lain dan surat-surat berharga, yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal penempatannya.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Bank dan PT Inter-Pacific Securities,
Anak perusahaan yang berkedudukan di Jakarta yang bergerak di bidang perdagangan surat-surat berharga (sekuritas) dengan persentase kepemilikan sebesar 99% pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999. Semua saldo dan transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
c. Transaksi dengan Pihak -pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, yang dimaksud dengan
pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
1) perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);
2) perusahaan asosiasi (associated companies);
3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan pelapor serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
5) perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam 3) atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan
dengan syarat kondisi normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, maupun tidak, diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasi masing-masing akun.
d. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif
Aktiva produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, surat-surat berharga,
kredit yang diberikan dan komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif yang mempunyai risiko kredit. Penjelasan lebih lanjut atas akun penempatan pada bank lain, surat-surat berharga dan kredit yang diberikan dijelaskan pada Catatan 2e dan 2f.
Komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif terdiri dari letters of credit yang tidak dapat
dibatalkan dan garansi bank yang diterbitkan yang masih berjalan dan mempunyai risiko kredit.
Penyisihan penghapusan aktiva produktif dibentuk berdasarkan penelaahan manajemen
terhadap masing-masing kualitas aktiva produktif pada akhir tahun. Minimum penyisihan aktiva produktif Bank juga mempertimbangkan ketentuan Bank Indonesia tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif sebagai acuan. Penyisihan penghapusan untuk komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif disajikan pada akun kewajiban lain-lain. Pedoman pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif adalah sebagai berikut:
1) Penyisihan umum, sekurang-kurangnya sebesar 1% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar, tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi Pemerintah Republik Indonesia. 2) Penyisihan khusus, sekurang-kurangnya sebesar:
a) 5% dari aktiva produktif yang digolongkan dalam perhatian khusus; dan
b) 15% dari aktiva produktif yang digolongkan kurang lancar setelah dikurangi agunan; dan c) 50% dari aktiva produktif yang digolongkan diragukan setelah dikurangi agunan; dan d) 100% dari aktiva produktif yang digolongkan macet setelah dikurangi agunan.
Penggolongan aktiva produktif sebagai lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan
dan macet berdasarkan penelaahan manajemen Bank terhadap prospek usaha, kondisi keuangan dan kemampuan debitur untuk melaksanakan kewajiban pembayaran, dan mempertimbangkan penggolongan kualitas kredit yang diberikan berdasarkan kriteria seperti yang ditentukan oleh Bank Indonesia.
Penyisihan penghapusan bertambah dengan adanya pembentukan beban penyisihan dan
berkurang dengan adanya penghapusan dan/atau pembalikan penyisihan pembalikan. Saldo aktiva produktif dihapuskan atas masing-masing penyisihan penghapusan pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva tersebut sudah tidak dapat tertagih lagi. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai penambahan penyisihan penghapusan selama tahun berjalan.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
e. Penempatan pada Bank Lain dan Kredit yang Diberikan
Penempatan pada bank lain adalah penanaman dana Bank pada bank lain berupa call money,
deposito berjangka dan sertifikat deposito.
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan
itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga. Kredit yang direstrukturisasi dilakukan antara lain dengan mengkonversikan bunga dan biaya lainnya menjadi pokok kredit yang baru.
Penempatan pada bank lain dan kredit yang diberikan dinyatakan sebesar saldonya dikurangi
dengan penyisihan penghapusan.
f. Surat-surat Berharga
Surat-surat berharga yang dimiliki terdiri atas surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang
seperti Sertifikat Bank Indonesia dan yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham dan obligasi.
Sesuai dengan PSAK No. 50 tentang “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”, surat -surat berharga
dinilai sesuai dengan klasifikasi efek yang bersangkutan, sebagai berikut:
1) Untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar dilaporkan dalam laba rugi tahun berjalan.
2) Untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah ditambahkan (dikurangi) dengan amortisasi premi (diskonto) dan dikurangi dengan penurunan nilai permanen.
3) Tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar tidak diakui dalam laporan laba rugi berjalan, melainkan disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi tersebut dilaporkan dalam laporan laba rugi pada saat realisasi.
Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku.
Penurunan nilai surat-surat berharga yang bersifat permanen dibebankan pada laporan laba rugi
tahun berjalan.
Penyisihan penghapusan disajikan sebagai pengurang dari akun surat-surat berharga.
g. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
Tahun
Renovasi bangunan dan instalasi kantor 5
Kendaraan bermotor 5
Peralatan kantor 5
Perabotan kantor 5 Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Nilai buku aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan pada laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva” yang
berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2000 mensyaratkan untuk menelaah nilai aktiva untuk setiap kemungkinan penurunan atau penghapusan ke nilai wajarnya jika keadaan menunjukkan nilai tercatat tidak bisa diperoleh kembali. Manajemen Bank dan Anak perusahaan telah mengevaluasi dampak dari PSAK tersebut dan berpendapat bahwa penerapan PSAK tersebut tidak akan berdampak material pada posisi keuangan dan hasil usaha.
h. Penyertaan Saham
Penyertaan saham dengan kepemilikan kurang dari 20% disajikan berdasarkan metode biaya atau cost method.
i. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka (termasuk dalam akun aktiva lain-lain) diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
j. Agunan yang Diambil-alih
Agunan yang diambil-alih sehubungan dengan penyelesaian kredit yang diberikan (disajikan dalam akun “Aktiva Lain-lain”) dinyatakan sebesar nilai terendah antara harga pasar dan nilai yang disepakati bersama. Selisih lebih antara saldo kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai terendah harga pasar dan nilai yang disepakati bersama tersebut dibebankan pada penyisihan penghapusan.
k. Simpanan
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang giro.
Deposito berjangka merupakan simpanan pihak lain yang hanya dapat dilakukan penarikan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dengan penyimpan. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian dengan pemegang deposito berjangka.
Sertifikat deposito merupakan deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Sertifikat deposito dinyatakan sebesar nilai nominal dikurangi dengan bunga yang belum diamortisasi.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
l. Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode akrual. Pendapatan bunga atas aktiva produktif yang digolongkan sebagai non-performing (kurang lancar, diragukan dan macet) diakui pada saat uang diterima secara tunai (cash basis). Pendapatan bunga dari aktiva produktif non-performing yang telah diakui secara akrual dibatalkan dan dibebankan pada saat aktiva produktif tersebut digolongkan sebagai non-performing. Pendapatan bunga yang belum diterima atas aktiva produktif yang digolongkan non-performing dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontinjensi konsolidasi. Pendapatan bunga yang timbul dari kredit yang direstrukturisasi, ditangguhkan dan diakui pada saat diterima secara tunai (cash basis).
m. Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang jumlahnya signifikan yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan dan/atau mempunyai jangka waktu tertentu ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan metode garis lurus (straight -line method) sesuai dengan jangka waktunya. Untuk komitmen yang diselesaikan sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan komisi ditangguhkan diakui pada saat komitmen tersebut diselesaikan. Pendapatan provisi dan komisi lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu. diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat transaksi dilakukan.
n. Dana Pensiun
Perusahaan mempunyai program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetap yang ingin bergabung. Pendanaan program ini terdiri dari iuran yang dihitung secara aktuarial termasuk biaya jasa lalu (past service cost) yang dialokasi selama perkiraan rata-rata dari sisa masa kerja yang akan datang dari karyawan yang ada.
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikredit atau dibebankan pada tahun berjalan. Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, nilai tukar yang digunakan untuk US$ 1 (satu Dolar Amerika Serikat) masing-masing adalah sebesar Rp 9.595 dan Rp 7.100.
Laba atau rugi yang timbul dari transaksi berjangka dalam mata uang asing, baik dalam rangka pendanaan (funding) maupun perdagangan (trading), yang berasal dari selisih antara kurs berjangka yang diperjanjikan dengan kurs tengah yang berlaku pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
p. Taksiran Pajak Penghasilan
Bank menerapkan metode penangguhan pajak dalam menghitung taksiran pajak penghasilan, sesuai dengan PSAK No. 46 tentang “Akuntansi Pajak Penghasilan”. PSAK No. 46 mensyaratkan penangguhan pajak penghasilan menjadi aktiva yang terpulihkan atau kewajiban yang harus dilunasi sebagai konsekuensi pajak di masa depan akibat perbedaan dasar pelaporan aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan pajak. Penangguhan pajak penghasilan tersebut terutama menyangkut penyisihan piutang tak tertagih dan penyisihan penurunan nilai obligasi.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
PSAK No. 46 juga mengatur pengakuan aktiva pajak tangguhan yang berasal dari rugi pajak yang dapat dikompensasi ke periode berikut, apabila besar kemungkinan bahwa laba pajak pada masa depan memadai untuk dikompensasi. Jika berdasarkan bukti yang tersedia, seluruh atau sebagian dari aktiva pajak tangguhan tidak dapat direalisasi maka aktiva tersebut dikurangi dengan suatu penyisihan penilaian.
q. Laba (Rugi) per Saham Dasar
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari jumlah saham yang beredar pada masing-masing tahun. Perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar ini berdasarkan atas 9.687.500.000 saham dan 83.161.625 saham masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2000 dan 1999. Perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar berdasarkan PSAK No. 56 “Laba Per Saham” (LPS) yang berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2000. PSAK ini menetapkan teknik penghitungan, penyajian dan pengungkapan LPS dan mewajibkan perusahaan publik untuk menyajikan LPS dasar dan LPS dilusian. Rugi bersih per saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disajikan kembali untuk mencerminkan pengaruh penerapan PSAK tersebut karena tidak terdapat pengaruh material.
3. GIRO PADA BANK INDONESIA Giro pada Bank Indonesia terdiri dari:
2000 1999
Rupiah Rp 2.420.497.484 Rp 2.424.569.591
Mata uang asing 20.629.250.000 15.975.000.000
Jumlah Rp 23.049.747.484 Rp 18.399.569.591
4. GIRO PADA BANK LAIN Giro pada bank lain terdiri dari:
2000 1999
Rupiah
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Rp 113.032.331 Rp 148.151.078
Pihak ketiga 710.922.395 805.793.172
823.954.726 953.944.250
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Mata uang asing
Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa:
Credit Commercial de France, Paris Rp - Rp 85.360.970
Credit Commercial de France, Milano - 12.826
The Sanwa Bank Limited, Tokyo - 1.290.156
Pihak ketiga 46.168.510.631 65.983.743.264
46.168.510.631 66.070.407.216
Jumlah 46.992.465.357 67.024.351.466
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 465.580.322 ) ( 665.469.272 )
Bersih Rp 46.526.885.035 Rp 66.358.882.194
Perubahan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut:
2000 1999
Saldo awal tahun Rp 665.469.272 Rp 71.103.351
Pembentukan (pembalikan) penyisihan selama
tahun berjalan ( 199.888.950 ) 594.365.921
Saldo akhir tahun Rp 465.580.322 Rp 665.469.272
Suku bunga rata-rata per tahun untuk giro dalam mata uang Rupiah adalah sebesar 5,38% dan 4,25% untuk tahun 2000 dan 1999, sedangkan dalam mata uang asing tidak dibebani bunga.
.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain.
5. PENEMPATAN PADA BANK LAIN
Penempatan pada bank lain yang digolongkan sebagai aktiva produktif lancar terdiri dari:
2000 1999
Rupiah
Pihak ketiga:
Deposito berjangka Rp 10.900.000.000 Rp 6.000.000.000
Intervensi Rupiah - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 3.168.047 pada tahun 2000 dan Rp 13.334.546 pada tahun
1999 10.496.831.953 12.886.665.454 Call money 3.000.000.000 - 24.396.831.953 18.886.665.454 (Dilanjutkan)
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Mata uang asing
Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Sertifikat deposito - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 745.216.000 pada tahun 1999 Rp - Rp 13.454.784.000 Pihak ketiga Call money 108.903.250.000 - 108.903.250.000 13.454.784.000 Jumlah 133.300.081.953 32.341.449.454
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 1.119.032.500 ) ( 134.558.806 )
Bersih Rp 132.181.049.453 Rp 32.206.890.648
Penempatan pada bank lain memiliki jangka waktu kurang dari 90 hari. Suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan dalam Rupiah sebesar 12,75% pada tahun 2000 dan 19,50% pada tahun 1999, sedangkan dalam mata uang asing adalah sebesar 6,39% pada tahun 2000 dan 5,20% pada tahun 1999.
Perubahan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut:
2000 1999
Saldo awal tahun Rp 134.558.806 Rp 48.150.000
Penyisihan selama tahun berjalan 984.473.694 86.408.806
Saldo akhir tahun Rp 1.119.032.500 Rp 134.558.806
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain.
6. SURAT-SURAT BERHARGA
Surat-surat berharga terdiri atas surat-surat berharga dalam Rupiah dan digolongkan sebagai aktiva produktif lancar, adalah sebagai berikut:
Suku Bunga Rata-rata
Per tahun
2000 1999 2000 1999 Dimiliki hingga jatuh tempo
Sertifikat Bank Indonesia - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp 332.871.882 dan Rp 228.714.425 untuk tahun 2000
dan 1999 12,53% 25,53 % Rp 97.167.128.118 Rp 26.571.285.575
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
Suku Bunga Rata-rata
Per tahun
2000 1999 2000 1999
Obligasi - setelah ditambah premium yang belum diamortisasi sebesar
Rp 22.522.586 pada tahun 2000 16,75% - Rp 2.571.922.586 Rp - Diperdagangkan
Saham - setelah dikurangi dengan penyisihan penghapusan sebesar Rp 8.597.596 pada tahun 2000
dan Rp 8.755.644 pada tahun 1999 27.293.804 -
Jumlah 99.766.344.508 26.571.285.575
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 15.494.000 ) ( - )
Bersih Rp 99.750.850.508 Rp 26.571.285.575
Surat-surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo, memiliki jangka waktu dari 32 hari sampai 264 hari, terakhir pada tanggal 21 September 2001. Surat-surat berharga yang jatuh tempo tiga bulan atau kurang Sertifikat Bank Indonesia adalah sebesar Rp 97.167.128.118 pada tahun 2000 dan Rp 26.571.285.575 pada tahun 1999.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya surat -surat berharga yang dimiliki.
7. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan digolongkan berdasarkan jenis kredit, sektor ekonomi, jangka waktu kredit dan penggolongan kolektibilitas kredit sebagai berikut:
1) Jenis 2000 1999 Rupiah Modal kerja Rp 42.756.881.611 Rp 118.002.144.079 Investasi 21.185.000.000 16.920.682.333 Sindikasi 7.962.629.571 19.965.898.161 Karyawan 1.338.120.447 1.592.780.492 Impor - 7.825.877.222 Lain-lain 6.955.467.916 63.355.466.331 80.198.099.545 227.662.848.618 (Dilanjutkan)
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Mata uang asing
Sindikasi Rp 309.769.720.409 Rp 418.675.940.259 Modal kerja 190.393.371.607 193.517.249.189 Impor 36.489.666.022 35.566.055.560 Investasi 24.627.862.144 48.565.731.832 Ekspor 21.309.609.670 56.250.893.668 582.590.229.852 752.575.870.508 Jumlah 662.788.329.397 980.238.719.126
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 252.233.868.031 ) ( 593.459.722.170 )
Bersih Rp 410.554.461.366 Rp 386.778.996.956 2) Sektor Ekonomi 2000 1999 Rupiah Perindustrian Rp 38.909.979.098 Rp 138.448.957.193
Perdagangan, perhotelan dan restoran 24.500.000.000 51.417.701.443
Pertanian 8.500.000.000 -
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 3.000.000.000 3.000.000.000
Listrik, gas dan air 2.950.000.000 3.900.000.000
Jasa dunia usaha 1.000.000.000 29.303.409.490
Lain-lain 1.338.120.447 1.592.780.492
80.198.099.545 227.662.848.618
Mata uang asing
Perindustrian 325.667.988.610 518.867.652.242
Jasa dunia usaha 105.206.665.811 -
Perdagangan, perhotelan dan restoran 82.035.302.983 71.728.819.189
Pertambangan 56.393.257.782 36.621.419.937 Pertanian - 3.179.238.000 Lain-lain 13.287.014.666 122.178.741.140 582.590.229.852 752.575.870.508 Jumlah 662.788.329.397 980.238.719.126
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 252.233.868.031 ) ( 593.459.722.170 )
Bersih Rp 410.554.461.366 Rp 386.778.996.956
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah) 3) Jangka Waktu 2000 1999 Rupiah 1 - 2 tahun Rp 59.922.097.487 Rp 189.943.459.616 2 - 5 tahun 11.691.881.611 26.130.608.510
Lebih dari 5 tahun 8.584.120.447 11.588.780.492
80.198.099.545 227.662.848.618
Mata uang asing
1 - 2 tahun 268.536.107.632 335.729.763.975
2 - 5 tahun 72.462.207.792 139.663.372.463
Lebih dari 5 tahun 241.591.914.428 277.182.734.070
582.590.229.852 752.575.870.508
Jumlah 662.788.329.397 980.238.719.126
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 252.233.868.031 ) ( 593.459.722.170 )
Bersih Rp 410.554.461.366 Rp 386.778.996.956 4) Kolektibilitas 2000 1999 Lancar Rp 114.184.899.859 Rp 199.005.886.639 Perhatian khusus 334.908.824.392 35.590.461.251 Kurang lancar 19.190.000.000 69.091.365.009 Diragukan - 72.789.434.693 Macet 194.504.605.146 603.761.571.534 Jumlah 662.788.329.397 980.238.719.126
Dikurangi penyisihan penghapusan ( 252.233.868.031 ) ( 593.459.722.170 )
Bersih Rp 410.554.461.366 Rp 386.778.996.956
Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan:
a. Suku bunga rata-rata per tahun untuk kredit yang diberikan dalam Rupiah adalah 27,70% pada tahun 2000 dan 31,30% pada tahun 1999. Untuk kredit yang diberikan dalam mata uang asing, suku bunga rata-rata per tahun adalah 14,40% pada tahun 2000 dan 12,50% pada tahun 1999. b. Kredit yang diberikan dijamin dengan deposito, agunan yang diikat dengan hak tanggungan,
surat kuasa untuk hipotik atau menjual, atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. Jumlah deposito yang dijadikan sebagai jaminan kredit disajikan pada Catatan 11.
c. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah perjanjian pembiayaan bersama dengan bank-bank lain. Keikutsertaan Bank sebagai pemimpin sindikasi (lead manager) dengan persentase penyertaannya berkisar antara 1,13% sampai dengan 36,08% pada tahun 2000 dan 1999 dari jumlah kredit sindikasi. Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi persentase penyertaannya berkisar antara 1,25% sampai dengan 66,67% pada tahun 2000 dan 1999 dari jumlah kredit sindikasi.
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
d. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah dan keperluan pribadi lainnya dengan suku bunga antara 3,00% sampai dengan 8,00% per tahun dengan jangka waktu antara 5 (lima) tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun dan dibayar kembali melalui pemotongan gaji setiap bulan.
e. Kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam mata uang Rupiah adalah kredit yang diberikan kepada karyawan Bank.
f. Jumlah kredit yang direstrukturisasi pada tahun 2000 sebesar Rp 310.401.210.947 dengan
penyisihan penghapusan sebesar Rp 46.896.146.791 dan pada tahun 1999 sebesar Rp 144.550.744.174 dengan penyisihan penghapusan sebesar Rp 72.055.691.197.
g. Perubahan penyisihan penghapusan adalah sebagai berikut:
2000 1999
Saldo awal tahun Rp 593.459.722.170 Rp 721.968.154.586
Pengaruh selisih kurs 61.241.420.971 ( 80.056.724.492 )
Pembentukan penyisihan selama
tahun berjalan 29.132.570.507 148.578.830.535
Penerimaan kembali kredit yang telah
dihapuskan 11.583.922.027 -
Penghapusan selama tahun berjalan ( 443.183.767.644 ) ( 197.030.538.459 )
Saldo akhir tahun Rp 252.233.868.031 Rp 593.459.722.170
Bank telah melakukan penghapusan kredit yang diberikan sebanyak 34 (tiga puluh empat) debitur pada tahun 2000 dan 19 (sembilan belas) debitur pada tahun 1999, dimana penghapusan ini telah mendapat persetujuan dari pemegang saham utama.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan.
8. AKTIVA TETAP
Aktiva tetap terdiri atas:
2000 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Pemindahan Saldo Akhir
Biaya perolehan Renovasi bangunan Rp 428.921.566 Rp 234.482.556 Rp 12.417.570 Rp - Rp 650.986.552 Kendaraan bermotor 1.192.718.004 - 43.350.000 - 1.149.368.004 Peralatan kantor 2.698.536.649 141.343.500 343.569.600 - 2.496.310.549 Perabotan kantor 277.606.211 - 134.621.993 - 142.984.218 Jumlah 4.597.782.430 375.826.056 533.959.163 - 4.439.649.323 Akumulasi Penyusutan Renovasi bangunan 381.081.123 33.647.663 8.989.267 - 405.739.519 Kendaraa n bermotor 889.498.981 113.532.763 43.349.999 - 959.681.745 Peralatan kantor 1.841.867.717 302.706.402 342.461.926 - 1.802.112.193 Perabotan kantor 242.967.327 16.112.912 134.581.763 - 124.498.476 Jumlah 3.355.415.148 465.999.740 529.382.955 - 3.292.031.933 Nilai Buku Rp 1.242.367.282 Rp 1.147.617.390
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
1999 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Pemindahan Saldo Akhir
Biaya perolehan
Renovasi bangunan Rp 428.921.566 Rp - Rp - Rp - Rp 428.921.566 Kendaraan bermotor 1.499.172.004 150.000.000 715.282.000 258.828.000 1.192.718.004 Kendaraan bermotor
Sewa guna usaha 258.828.000 - - ( 258.828.000 ) - Peralatan kantor 2.226.105.293 598.599.010 126.167.654 - 2.698.536.649 Perabotan kantor 362.116.228 - 84.510.017 - 277.606.211 Jumlah 4.775.143.091 748.599.010 925.959.671 - 4.597.782.430 Akumulasi Penyusutan Renovasi bangunan 361.991.273 19.089.850 - - 381.081.123 Kendaraan bermotor 1.269.014.976 184.632.298 631.834.510 67.686.217 889.498.981 Kendaraan bermotor
Sewa guna usaha 67.686.217 - - ( 67.686.217 ) - Peralatan kantor 1.558.046.377 388.942.152 105.120.812 - 1.841.867.717 Perabotan kantor 248.527. 030 26.707.362 32.267.065 - 242.967.327 Jumlah 3.505.265.873 619.371.662 769.222.387 - 3.355.415.148 Nilai Buku Rp 1.269.877.218 Rp 1.242.367.282
Jumlah penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi adalah sebesar Rp 465.999.740 untuk tahun 2000 dan Rp 619.371.662 untuk tahun 1999.
Aktiva tetap yang mempunyai risiko kerugian yang signifikan karena kebakaran dan lainnya telah diasuransikan dengan nilai pertanggungan yang menurut manajemen adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva yang diasuransikan.
9. AKTIVA LAIN-LAIN Aktiva lain-lain terdiri dari:
2000 1999
Rupiah
Dana Kliring pada PT Kliring Penjaminan
Efek Indonesia Rp 909.532.383 Rp 813.888.905
Agunan yang diambil alih (lihat Catatan 2j) 800.000.000 800.000.000
Biaya dibayar di muka (lihat Catatan 2i) 718.761.768 1.350.706.397
Bunga masih harus diterima 582.207.559 17.975.291.147
Piutang karyawan anak perusahaan 454.543.309 482.811.634
Setoran jaminan 304.727.000 233.285.010
Piutang penjualan efek 208.342.720 500.658.201
Penyertaan saham (lihat Catatan 2h) 195.000.000 195.000.000
Piutang kepada PT Kliring Penjaminan
Efek Indonesia 165.335.000 887.150.000
Piutang kontrak swap - setelah dikurangi penyisihan penghapusan sebesar Rp 18.180.000.000 pada
tahun 1999 - 26.750.000.000
Tagihan pajak penghasilan badan - 166.519.000
Lain-lain 591.807.551 766.499.037
4.930.257.290 50.921.809.331
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Mata uang asing
Bunga masih harus diterima Rp 2.240.482.394 Rp 2.110.628.966
Uang jaminan 47.975.000 35.500.000 2.288.457.394 2.146.128.966 Jumlah Rp 7.218.714.684 Rp 53.067.938.297
Penyertaan saham merupakan penyertaan Anak perusahaan pada Bursa Efek Jakarta (0,5%) dan Bursa Efek Surabaya (0,87%) sebagai persyaratan dari BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) kepada Anak perusahaan untuk dapat melakukan perdagangan surat-surat berharga.
Piutang kontrak swap merupakan saldo yang diperoleh dari transaksi kontrak swap dengan nasabah pada tahun 1999, sebagai berikut:
PT Bank Dagang Nasional Indonesia Tbk (Likuidasi) Rp 26.750.000.000
PT Bintang Era Sinar Tama 18.180.000.000
44.930.000.000
Penyisihan penghapusan atas piutang kontrak swap ( 18.180.000.000 )
Bersih Rp 26.750.000.000
Pada tanggal 15 Maret 2000 piutang kontrak swap dengan PT Bank Dagang Nasional Indonesia (Likuidasi) telah dilunasi sebesar Rp 45.458.704.792 yang terdiri dari pokok piutang sebesar Rp 26.750.000.000 dan bunga sebesar Rp 18.708.704.792.
Piutang kontrak swap dengan PT Bintang Era Sinar Tama telah direstrukturisasi tahun 2000 menjadi kredit investasi dengan jangka waktu dari 2 Februari 2000 sampai dengan 29 Desember 2005 dengan tingkat bunga 5% per tahun.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-136/PPh/WPJ/06/KP0408/2000 tanggal 29 Juni 2000, Bank menerima hasil tagihan dari kelebihan pembayaran pajak penghasilan tahun 1998 sebesar Rp 82.424.021 dari tagihan pajak yang telah dicatat sebesar Rp 166.519.000. Sisa yang tak tertagih dibebankan pada tahun 2000 pada akun beban operasional lainnya.
10. GIRO
Giro terdiri dari:
2000 1999
Rupiah Rp 1.028.093.107 Rp 682.212.434
Mata uang asing 2.919.304.273 756.396.512
Jumlah Rp 3.947.397.380 Rp 1.438.608.946
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
Suku bunga rata-rata per tahun untuk giro dalam mata uang Rupiah adalah sebesar 3,00% untuk tahun 2000 dan 1999, sedangkan dalam mata uang asing tidak diberikan bunga.
11. DEPOSITO BERJANGKA Deposito berjangka terdiri dari:
Suku Bunga Rata-rata Per tahun
2000 1999 2000 1999
Rupiah
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa: 1 bulan 12,60% 12,48% Rp 118.137.138 Rp - Pihak ketiga: 1 bulan 12,60 12,48 19.198.924.271 33.467.974.906 3 bulan 13,10 13,00 6.250.000.000 500.000.000 25.567.061.409 33.967.974.906
Mata uang asing Pihak ketiga: 1 bulan 5,10 4,75 8.108.527.344 - 8.108.527.344 - Jumlah Rp 33.675.588.753 Rp 33.967.974.906
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank adalah sebesar Rp 12.200.000.000 untuk tahun 2000 dan tahun 1999 (lihat Catatan 7).
12. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari:
2000 1999 Bank Pasal 21 Rp 319.545.070 Rp 278.989.857 Pasal 23 48.006.109 50.787.604 Pasal 26 2.225.982.109 1.201.196.832 Anak perusahaan 61.220.164 59.952.194 Jumlah Rp 2.654.753.452 Rp 1.590.926.487
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi pajak) untuk tahun 2000 dan 1999 adalah sebagai berikut:
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan
sesuai dengan laporan laba rugi Rp 1.254.662.858 ( Rp 170.127.465.922 )
Rugi (laba) sebelum taksiran pajak penghasilan
Anak perusahaan 213.381.273 ( 2.121.942.813 )
Laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan
Bank 1.468.044.131 ( 172.249.408.735 )
Beda waktu:
Penyisihan penghapusan aktiva produktif 36.999.341.742 6.586.141.026
Penyusutan aktiva tetap 127.443.091 290.121.415
Bunga sewa guna usaha - 7.495.830
Pembayaran sewa guna usaha - ( 99.459.980 )
Beda tetap:
Kenikmatan karyawan 436.175.990 863.531.949
Iuran keanggotaan 51.850.186 126.012.975
Bea materai 5.072.600 16.769.000
Perbaikan dan pemeliharaan 242.375.241 322.548.973
Lain-lain 126.324.137 25.728.903
Taksiran laba (rugi) pajak Bank tahun berjalan 39.456.627.118 ( 164.110.518.644 )
Taksiran akumulasi rugi pajak Bank awal tahun ( 949.137.016.480 ) ( 785.026.497.836 )
Taksiran akumulasi rugi pajak Bank yang dapat
dikompensasikan ke tahun berikutnya (Rp 909.680.389.362 ) (Rp 949.137.016.480 )
Perhitungan taksiran hutang pajak penghasilan (taksiran lebih bayar pajak penghasilan) adalah sebagai berikut:
2000 1999
Taksiran penghasilan kena pajak -
Bank Rp - Rp -
Anak perusahaan Rp - Rp -
Taksiran beban pajak (pajak kini) -
Bank Rp - Rp -
Anak perusahaan - -
Pajak dibayar di muka
Bank - 55.573.000 Anak perusahaan - - Jumlah - 55.573.000 (Dilanjutkan)
PT BANK INTER-PACIFIC Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2000
(Angka Perbandingan Tanggal 31 Desember 1999) (Dalam Rupiah)
2000 1999
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan
Bank Rp - Rp 55.573.000
Anak perusahaan - -
Jumlah Rp - Rp 55.573.000
Anak perusahaan menggunakan metode bersih (net) untuk pencatatan pendapatan bunga deposito dan jasa giro dalam perhitungan beban pajak tahun 1999.
Pengaruh dari perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dengan pajak (dicatat dalam akun aktiva/kewajiban pajak tangguhan) adalah sebagai berikut:
2000 1999
Taksiran akumulasi rugi pajak Rp 243.596.760.319 Rp 255.433.748.454
Penyisihan (pembalikan) penghapusan atas:
Giro pada bank lain 139.674.097 178.309.776
Penempatan pada bank lain 335.709.750 25.922.642
Surat-surat berharga 4.648.200 -
Kredit yang diberikan 16.457.343.278 2.042.301.623
Komitmen dan kontijensi pada rekening
administratif 39.886.392 ( 452.914.616 )
Aktiva lain-lain - 182.222.883
Penyusutan aktiva tetap 125.269.352 87.036.425
Bunga sewa guna usaha - 2.248.749
Pembayaran sewa guna usaha - ( 29.837.994 )
Jumlah 260.699.291.388 257.469.037.942
Penyisihan penilaian aktiva pajak tangguhan ( 260.699.291.388 ) ( 257.469.037.942 )
Aktiva pajak tangguhan - bersih Rp - Rp -
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan harus mencerminkan konsekuensi pajak untuk pemulihan nilai tercatat aktiva atau penyelesaian kewajiban yang diharapkan Bank pada tanggal neraca. Bank berpendapat bahwa pemulihan nilai tercatat aktiva pajak tangguhan tidak dapat terealisasi, maka dibentuk penyisihan penilaian pajak tangguhan.
13. PINJAMAN YANG DITERIMA Pinjaman yang diterima terdiri dari:
2000 1999
Mata uang asing
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
(a) Penempatan oleh bank lain Rp 177.672.341.045 Rp 131.471.977.219
(b) Pinjaman Lainnya 112.549.350.000 83.283.000.000
Pihak ketiga
(c) Exchange Offer Loan 323.831.250.000 278.675.000.000
Jumlah Rp