BAB I PENDAHULUAN. sakral, karena itu pernikahan tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai ajaran agama 2. Oleh
Teks penuh
Dokumen terkait
Yang dimaksud dengan hukumnya masing-masing dalam penjelasan Pasal 37 adalah hukum agama, adat dan hukum-hukum lainnya, penjelasan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun
Pengecualian harta pailit yang dapat disegel diatur dalam Pasal 22 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang terdiri dari (a)
Suatu hal (obyek) tertentu. Sebab yang halal. Kesepakatan diantara para pihak diatur dalam Pasal 1321-1328 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan kecakapan dalam rangka
Ketentuan mengenai perjanjian pemborongan telah diatur dalam Pasal 1601 b Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pemborongan pekerjaan
Asas mempersukar proses hukum perceraian terdapat dalam Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang memuat ketentuan imperatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan hukum mengenai percampuran harta bersama dan harta bawaan dalam perkawinan diatur dalam Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1
Pengecualian harta pailit yang dapat disegel diatur dalam Pasal 22 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang terdiri dari (a)
dan Hak Ingkar (Verschoningrecht) yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sebagai suatu imunitas hukum bagi jabatan tertentu, salah satunya Jabatan