Dalam menyusun skripsi ini, peneliti menggunakan desain riset kuantitatif dengan tipe penelitian Eksplanatif, yaitu untuk menjelaskan pengaruh Iklan Televisi T-Cash Tap terhadap Brand Awareness Pengguna Non Telkomsel kepada mahasiswa/i Universitas Mercu Buana Angkatan 2013 - 2015 jurusan Markerting Communication & Advertising.
Riset kuatitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan tentang suatu masalah yang hasilnya dapat realisasikan. Berdasarkan tatanan atau cara menganalisa data, dikenal beberapa riset, salah satunya eksplanatif yaitu, peneliti menggabungkan atau mencari hubungan sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Peneliti membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual, dan kerangka teori. Peneliti juga perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis) antara variabel satu dengan yang lainnya1.
1Rachmat Krisyantono. Teknis Praktik Riset Komunikasi. Jakarta : Prenada Media Group. 2007,
Definisi lain dikemukakan oleh Istijanto, yaitu merupakan riset yang memiliki tujuan membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan memengaruhi dan dipengaruhi dari variabel - variabel yang diteliti2.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu3. berdasarkan pada rumusan masalah
yang sudah di tetapkan, metode penelitian yang digunakan dalam riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey.
Metode survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.4
Tujuannya untuk memeroleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu secara spesifik.
Jumlah pertanyaan dalam kuisioner yang diajukan ada beberapa butir pertanyaan. Diawali dengan daftar isian data responden yang terdiri dari nama dan usia, dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai pengaruh Iklan (variabel x) terhadap brand awareness (variabel y).
2Istijanto. M. M, M. Com. Aplikasi Praktis Pemasaran Plus 36 Topik Riset Pemasaran Sipa Terap.
Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. 2005, hal. 31
3Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R&D. Bandung : CV. Alfabeta.
2010, hal. 2
4Husein Umar. Metode Riset Komunikasi Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2002.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Dalam metode penelitian kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang berupa hewan, tumbuh - tumbuhan, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya. Sehingga objek - objek ini dapat menjadi sumber penelitian5.
Unit analisa sebagai populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan mahasiwa/i aktif kelas reguler jurusan Marketing Communication & Advertising Universitas Mercu Buana yang bukan pengguna Telkomsel dan pernah melihat iklan T-cash Tap.
Tabel 3.1
Mahasiswa/i Marketing Communication and Advertising
No Angkatan Jumlah
1 2013 31
2 2014 61
3 2105 57
TOTAL 149
Sumber: BAA Mercu Buana, 28 November 2016
5Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik
3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimilki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul - betul representative (mewakili)6.
Rumus teknik pengambilan sampel yang dilakukan ialah rumus slovin7 :
2 1 Ne N n 83 , 59 49 , 2 149 ) 1 , 0 ( 149 1 149 2 n = 60 (dibulatkan) Keterangan:
6Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D-14th ed. Bandung :
Alfabeta. 2013, hal. 91
7Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis: Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
n : Ukuran sampel
N : Ukuran populasi
e : Kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan
sampel yang dapat ditolerir, menggunakan presisi 10%, kemudian e dikuadratkan.
Dari perhitungan tersebut, didapatkan hasil 59,83 orang maka dibulatkan menjadi 60 orang. Jadi, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 60 responden.
3.4 Defini Konsep dan Operasionalisasi Konsep
3.4.1 Definisi Konsep
Konsep yang didefinisikan disini adalah: 1. Iklan Televisi
Iklan televisi yang mengandung Elemen Visual meliputi : the
product, action sequence, demonstation/setting, copy and the talent. dan
audio yang terdapat dalam iklan yang ditayangkan. Dan juga yang mengandung Elemen Audio yakni suara dan musik pada iklan.
Brand Awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk
mengenali, mengingat kembalisuatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu8.
3.4.2 Operasionalisasi Konsep
Definisi operasional yakni seperangkat prosedur yang menggambarkan usaha atau aktivitas peneliti untuk secara empiris menjawab apa yang digambarkan dalam konsep. Proses operasionalisasi adalah kegiatan menurunkan dari abstrak ke konkret.9
Tabel 3.2
Operasionalisasi Konsep
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator Pengukuran
Iklan
Televisi (X)
Visual a. the Product a. Khalayak
mengetahui produk yg di iklankan. 5 = Sangat Mengetahui 4 = Mengetahui 3 = Ragu - ragu 2 = Tidak b. Action a. Khalayak mengetahui jalan
8 Darmadi Durianto, Sugiarto, Tony Sitinjak. Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan
Perilaku Merek. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. 2001, hal. 55.
9 Frankfort Nachmias, dan nachmias 1996:30.Trans. Analisis Isi: Pengantar Metodologi Penelitian
Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Dalam Eriyanto, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2011, hal. 177
sequence cerita pada Iklan T-cash Tap. Mengetahui 1 = Sangat Tidak Mengetahui c. Demonstation/ setting a. Khalayak mengetahui tentang setting (latar belakanh) dalam iklan. d. Copy and Talent a. Khalayak mengetahui talent yang ada dalam iklan. b. Khalayak mengetahui kalimat yang tertulis dalam iklan.
Audio a. Suara a. Khalayak
mengetahui adanya dialog atau announcement dalam iklan. 5 = Sangat Mengetahui 4 = Mengetahui 3 = Ragu - ragu 2 = Tidak Mengetahui 1 = Sangat Tidak b. Musik a. Khalayak mengetahui musik yang
menjadi latar belakang dalam iklan. Mengetahui Brand Awareness (Y) Tahap Menaruh Perhatian (Attention) a. Mengetahui adanya Iklan T-cash tap. b. Mengetahui produk yang yang di iklan kan. c. Mengetahui logo dari T-cash tap. d. Mengetahui latar cerita iklan yang diperankan oleh talent. e. Mengetahui talent yang digunakan didalam iklan. f. Mengetahui suasana yang diciptakan didalam iklan 5 = Sangat Mengetahui 4 = Mengetahui 3 = Ragu - ragu 2 = Tidak Mengetahui 1 = Sangat Tidak Mengetahui
melalui intrument musik. g. Mengetahui tagline dalam Iklan T-cash tap. h. Mengetahui cara menggunakan T-cash tap. i. Mengetahui fungsi dari produk T-cash tap. j. Mengetahui secara menyeluruh penjelasan tentang T-cash tap yang terdapat dalam iklan.
3.5 Validitas dan Realibilitas
3.5.1 Validitas
Uji validitas adalah sebuah alat pengumpul data yang digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya kuesioner.10 Oleh karena itu, pertanyaan pada
kuesioner dalam penelitian ini dikatakan valid jika pertanyaan tersebut mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Jika nilai koefisiennya positif dan lebih besar daripada table maka item tersebut dinyatakan valid.11
3.5.2 Reabilitas
Setelah uji validitas dilakukan maka diteruskan dengan uji reabilitas. Reabilitas menurut Sugiyono (2009:354) diuji dengan menganalisa konsistens butir - butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.12 Reabilitas
merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Dikatakan reliable/handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Husein Umar mengatakan, realibitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatau alat
10Masri Sangarimbun & Sofian Efendi. Metode Penelitian Survey. LP3ES. Jakarta. 1989. Hal 123 11Duwi Priyanto. 5 Jam belajar olah data dengan SPSS 17. CV Andi. Yogyakarta. 2009, hal. 167 12Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. Alpabeta. Bandung. 2009. Hal 354
pengukur dalam mengukur gejala yang sama.13 Maholtra (1966), suatu
indikator dianggap cukup reliabel bilamana α ≥0,614 Sekaran (1992),
menambahkan bahwa reabilitas ≤0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik.15 Jika nilainya ≤0,6 maka kurang reliable,
jika nilai nya 0,6 - 0,8 maka reliable dan jika nilainya diatas 0,8 maka sangat reliable. Teknik yang digunakan untuk mengukur reabilitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya dengan ketentuan jika:
a. Cronbanch Alpha > 0,6 makan instrument pengamatan reliable b. Cronbanch Alpha < 0,6 makan instrument pengamatan tidak reliable Tahapan perhitungan uji realibilitas dirumuskan dengan menggunakan rumus alpha cronbach sebagai berikut16:
t a b a k k r 1 2 1 1 11 Keterangan :13Husein Umar. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2002.
Hal 108
14Solimun. Multivariate Analysis. Universitas Negri Malang. Malang. 2002. hal 81
15Duwi Priyanto. 5 Jam belajar olah data dengan SPPS 17. CV Andi. Yogyakarta. 2009, hal 172 16 Syofian Siregar. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Bumi Aksara. Jakarta. 2014, hal.
r11 : reabilitas instrument
k : jumlah butir pertanyaan
∑a2b : jumlah varian butir
a2b : varian total
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data sebagai kelengkapan dari penelitian. Peneliti memeroleh informasi, data, petunjuk dan bahan - bahan pendukung lainnya dengan menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder.
3.6.1 Data Primer
Data primer yaitu, data yang langsung diperoleh dari sumber pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian17. Data primer pada penelitian ini diperoleh
langsung dari responden, yaitu hasil jawaban kuesioner yang sudah diisi oleh responden yang sebelumnya sudah diberikan informasi tentang gambaran kuesioner.
3.6.2 Data Sekunder
Data dan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan18. Pengumpulan data diperoleh
17Burhan Bungin. Op. Cit., 132 18Ibid.
dari buku - buku literature (perpustakaan) jurnal, penelitian terdahulu dan artikel - artikel, yang berkaitam dengan variabel - variabel dan objek yang diteliti, khususnya mengenai komunikasi dan periklanan.
3.7 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dibagi menjadi proses editing, decoding, analisa dan interpretasi data.
3.7.1 Proses Editing
Editing data meneliti data kembali yang telah dikumpulkan dengan menilai apakah data yang dikumpulkan tersebut cukup baik dan relevan untuk di proses atau diolah lebih lanjut.19
3.7.2 Proses Pengolahan Data (Coding)
Coding merupakan proses identifikasi dan klasifikasi data penelitian kedalam skor numeric atau karakter simbol - simbol tertentu.20
Analisis data dimulai dari pengumpulan data yang masuk lalu dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sehingga penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian kuantitatif. Data yang sudah masuk kemudian disusun kedalam angka, lalu data
19Pabundu Tika. Metodologi Riset Bisnis cetakan pertama. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2006. hal.7 20Rosady Ruslan. Metode Penelitian Public Relation dan Komunikasi. PT. Raja Grafindo Persada.
tersebut di organisasikan kedalam bentuk tabulasi. Selanjutnya, dikelompokkan kedalam bentuk tabel yang disesuaikan hasil jawaban responden.
Pengukuran hasil jawaban dibuat dengan menggunakan skala likert 1 - 5. untuk mengetahui anlisis variable iklan televisi dan variable brand awareness. Maka setiap hasil penyataan tersebut dibuat dengan tingkat kategori penilaian sebagai berikut:
Tabel 3.3
Pengukuran Kuesioner
Jawaban Kode Bobot
Sangat Tidak Mengetahui STM 1
Tidak Mengetahui TM 2
Ragu - ragu R 3
Mengetahui M 4
Sangat Mengetahui SM 5
3.7.3 Uji Regresi
Dalam pembahasan skripsi ini peneliti menggunakan analisis data statistik dengan menggunakan Regresi Linier Sederhana.
Menurut Duwi Priyatno21 regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear
atau satu variabel independen (X) dengan variabel (Y). Karena analisis regresi linear sederhana ini merupakan bentuk statistik parametrik, maka dalam analisis ini memerlukan pemenuhan atas persyaratan asumsi - asumsi dasar distribusi data pada variabel yang digunakan dalam analisis. Salah satu asumsi dasar yang penting dipenuhi dalam statistic parametric diantaranya adalah normalitas, yakni data sampel hendaknya memenuhi persyaratan distribusi normal.22
Rumus umum regresi linear sederhana adalah sebagai berikut :23
Y = a + bX
Keterangan:
Y : Variabel tidak bebas atau nilai yang diprediksi
X : Variabel bebas yang memiliki nilai tertentu
a : Nilai intercept (konstan) atau harga Y bila X = 0
b : Koefisiensi regresi
21Duwi Priyatno. Mandiri Belajar SPSS: untuk Analisis Data & Uji Statistik. Jakarta : Medikom.
2008, hal. 66
22Triton. SPSS 13.0 Terapan,, Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta : Andi. 2006, hal. 75-76 23Duwi Priyatno, .loc.cit.,
3.7.4 Analisis Korelasi
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode statistik kuantitatif dengan rumus koefisien korelasi pearson.
Ukuran ini digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan linier antara data yang memiliki tingkat pengukuran interval/rasio dengan arah hubungan simetrik. Untuk mendapatkan penafsiran koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, maka peneliti berpedoman pada ketentuan label “pedoman interpretasi koefisien korelasi” yaitu:
Tabel 3.4
Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi
Internal Koefisien (r hitung) Tingkat Hubungan
0,00 s/d 0,199 Sangat Rendah
0,20 s/d 0,399 Rendah
0,40 s/d 0,599 Sedang
0,60 s/d 0,799 Kuat
0,80 s/d 1,00 Sangat Kuat
3.7.5 Hipotesis Statistik
Seperti yang telah dijelaskan pada bagian tipe penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dimana dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui hubungan antar dua variabel. Maka bentuk Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hipotesis eksplanatif atau assosiatif. Berikut ini adalah hipotesis statistik dalam penelitian ini
Ho : ρ = 0, 0 “Tidak ada pengaruh antara Iklan Televisi T-cash Tap terhadap Brand Awareness Pengguna non Telkomsel pada mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Marketing Communication and Advertising angkatan 2013 - 2015”. Ha : ρ ≠ 0, “Ada pengaruh antara Iklan Televisi T-cash Tap terhadap
Brand Awareness Pengguna non Telkomsel pada
mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Marketing Communication and Advertising angkatan 2013 - 2015”. *ρ = nilai korelasi dalam formulasi yang dihipotesiskan
3.7.6 Koefisien Determinasi (R2)
Kefisien determinasi merujuk kepada kemampuan dari variabel independen (X) dalam menereapkan variabel dependen (Y). Besarnya koefisien determinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Dimana :
Kd = Koefisien Determinan
r = Koefisien Korelasi Product Moment
Dengan batas koefisien determinasi 0 < kd < 1 Untuk mempermudah dalam proses perhitungan, peneliti menggunakan bantuan