• Tidak ada hasil yang ditemukan

eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "eran Asuransi Erection All isk (EAR) sebagai Salah atu Jaminan dalam Proyek sa Konstruksi Natasha Anagi"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Asuransi Erection All

Risk (EAR) sebagai Salah

Satu Jaminan dalam Proyek

Jasa Konstruksi

(2)
(3)

Latar Belakang

Jaminan dalam suatu proyek konstruksi

merupakan suatu hal yang penting karena proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang yang tergolong besar dan kompleks.

Selain itu, kegiatan konstruksi juga terkenal sebagai kegiatan dengan tingkat risiko yang cukup tinggi.

Tingginya risiko dalam proyek konstruksi dapat

berdampak kepada pihak-pihak yang terlibat maupun bangunannya sehingga dapat

menimbulkan kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu perlu

adanya jaminan proyek konstruksi, salah satunya dalam bentuk asuransi.

(4)

Identifikasi Masalah

Belum maksimalnya

pengetahuan mengenai Asuransi

Erection All Risks (EAR) yang

mengakibatkan kurang

optimalnya penggunakan

Asuransi Erection All Risks (EAR)

jika terjadi kerusakan atau

(5)

Rumusan Masalah

Bagaimana peranan Asuransi

Erection All Risks (EAR) dalam

menjamin risiko apabila terjadi

kerugian pada proyek jasa

konstruksi?

Apa saja Risiko yang dijamin

dalam Asuransi Erection All Risks

(EAR) serta pengecualian

(6)

Tujuan Penulisan

Tujuan makalah ini adalah

memberikan informasi mengenai

peranan Asuransi Erection All

Risks (EAR) agar keuntungan dari

jaminan konstruksi dapat

digunakan secara maksimal

(7)

Batasan Masalah

Objek pengamatan makalah

hanya meliputi Asuransi Erection

All Risks (EAR)

Pembahasan dibatasi untuk

mencari tahu apa saja risiko yang

tertanggung dan tidak

tertanggung agar Asuransi

Erection All Risks (EAR) dapat

(8)

Manfaat Penulisan

Membuka wawasan terhadap

peranan Asuransi Erection All

Risks (EAR).

Menambah wawasan mengenai

bagaimana cara mengefektifkan

Asuransi Erection All Risks (EAR)

untuk mendapatkan jaminan

(9)
(10)

Aspek Hukum Jasa

Konstruksi

Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun

1999 tentang Jasa Konstruksi, Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa

pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan konstruksi sendiri adalah

keseluruhan atau sebagian rangkaian

kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup

pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal,

elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

(11)

Para pihak dalam suatu pekerjaan konstruksi

terdiri atas pengguna jasa dan penyedia jasa.

Pengguna jasa adalah orang perseorangan

atau badan sebagai pemberi tugas atau

pemilik pekerjaan/proyek yang memerlukan layanan jasa konstruksi.

Penyedia jasa adalah orang perseorangan

atau badan yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa konstruksi.

Umumnya, penyedia jasa dan pengguna jasa

saling terikat dalam kontrak kerja konstruksi.

Kontrak kerja konstruksi adalah keseluruhan

dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa

(12)

Asuransi

Menurut Ketentuan Pasal 246 KUHD,

Asuransi atau Pertanggungan

adalah Perjanjian dengan mana

penanggung mengikatkan diri

kepada tertanggung dengan

menerima premi untuk memberikan

penggantian kepadanya karena

kerugian, kerusakan atau kehilangan

keuntungan yang diharapkan yang

mungkin dideritanya akibat dari

suatu evenemen (peristiwa tidak

pasti).

(13)

Asuransi

Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung empat unsur, yaitu:

Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk

membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.

Pihak tertanggung (insurer) yang berjanji akan

membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara

berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tidak menentu.

Suatu peristiwa (accident) yang tidak tertentu

(tidak diketahui sebelumnya).

Kepentingan (interest) yang mungkin akan

mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.

(14)

Tujuan Asuransi

Pengalihan Risiko

Tertanggung mengadakan asuransi dengan tujuan

mengalihkan risiko yang mengancam harta kekayaan atau jiwanya. Dengan membayar sejumlah premi

kepada perusahaan asuransi (penanggung), sejak itu pula risiko beralih kepada penanggung.

Cara Pembayaran dari Ganti Rugi

Jika suatu ketika sungguh–sungguh terjadi peristiwa

yang menimbulkan kerugian (risiko berubah menjadi kerugian), maka kepada tertanggung akan

dibayarkan ganti kerugian yang besarnya seimbang dengan jumlah asuransinya. Dengan demikian,

tertanggung mengadakan asuransi bertujuan untuk memperoleh pembayaran ganti kerugian yang

(15)

Berlakunya Asuransi

Hak dan kewajiban penanggung dan

tertanggung timbul pada saat

ditutupnya asuransi walaupun polis

belum diterbitkan. Penutupan asuransi

dalam prakteknya dibuktikan dengan

disetujuinya aplikasi atau

ditandatanganinya kontrak sementara

(cover note) dan dibayarnya premi.

Selanjutnya sesuai ketentuan

perundangan-undangan yang berlaku,

penanggung atau perusahaan asuransi

wajib menerbitkan polis asuransi (Pasal

(16)
(17)

Asuransi Erection All Risks

(EAR)

Kebijakan dari Asuransi Erection All Risks

(EAR) dirancang khusus untuk menutupi

kerugian atau kerusakan proyek-proyek

yang melibatkan pemasangan atau instalasi

pabrik, mesin, dan peralatan mulai dari

pendirian satu komputer untuk pembangkit

listrik besar.

Asuransi Erection All Risks (EAR) adalah

salah salah satu kebijakan “All Risk” yang

meliputi berbagai kegiatan pemasangan

atau instalasi, pengujian, dan komisi atas

pabrik dan peralatannya (kecuali dengan

pengecualian tertentu seperti yang

(18)

Pihak-Pihak yang Terlibat

dalam Asuransi Erection All

Risks (EAR)

1. Pemilik

Merupakan suatu badan hukum

ataupun seseorang yang

mempunyai kegiatan pemasangan

mesin dengan instalasinya dalam

proyek yang dikerjakan oleh satu

maupun beberapa kontraktor dan

sub-kontraktor tersebut. Pemilik

merupakan majikan dari kontraktor

yang biasa disebut dengan kata

(19)

2. Perencana (Arsitek / Konsultan)

Merupakan suatu badan hukum maupun

seseorang yang mempunyai keahlian dalam merencanakan pemasangan mesin dalam proyek yang dikerjakan atau dapat juga sebagai penasehat utama yang membuat kontrak mengenai suatu perencanaan

konsultasi maupun pengawasan pemasangan mesin dan instalasinya dalam proyek

tersebut.

Arsitek atau Konsultan sebagai perencana

dapat menjadi pihak tertanggung maupun tidak. Ia dapat menjad pihak yang

tertanggung jika perencana memiliki

kepentingan dan keterlibatan di pemasangan mesin serta instalasinya dalam proyek

(20)

3. Kontraktor

Merupakan suatu badan hukum maupun

seseorang yang melaksanakan kegiatan

pemasangan mesin dan instalasinya dalam suatu proyek. Kontraktor termasuk dalam pihak yang tertanggung karena adanya

tanggung tawab dari kontraktor kepada owner atau pemilik mesin yang digunakan jika

terjadi hal-hal berikut:

◦ Terjadi kerusakan dalam pelaksanaan kegiatan pemasangan mesin maupun instalasinya sehingga menyebabkan kerugian

◦ Terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pemasangan mesin dan instalasi

◦ Hasil dari pengerjaan pemasangan mesin dan instalasi tidak maksimal (cacat)

(21)

4. Lembaga Keuangan

Merupakan suatu badan hukum baik

pemerintah maupun swasta yang terlibat dalam hal menanggung pendanaan keuangan dari

asuransi. Kegiatan pendanaan keuangan kepada debitor dalam pengurusan mesin tersebut

terjadi apabila ia mempunyai keterlibatan

dalam proyek tersebut sehingga pihak kreditor secara langsung mempunyai ‘insurable interest’ atas jaminan proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor dan sub-kontraktor.

Dalam polis Erection All Risks (EAR), yang

menjadi pihak tertanggung dapat berjumlah satu orang maupun lebih dari satu, dilihat dari jumlah pihak yang terlibat di kegiatan

pemasangan mesin dan instalasi dalam proyek tersebut.

(22)

Objek dari Pertanggungan

Asuransi Erection All Risks

(EAR)

Mesin yang dipasang

Merupakan mesin yang dipasang sekaligus instalasinya.

Contohnya adalah mesin-mesin tekstil maupun

laboratorium, Air Conditioner, eskalator, lift, antena, dan lain-lain.

Peralatan dan perlengkapan sebelum pemasangan

Merupakan peralatan serta perlengkapan yang digunakan

dalam pengerjaan kegiatan konstruksi yang dilakukan sebelum pelaksanaan pemasangan mesin dan instalasi.

Properti sekitar yang berkepemilikan

Merupakan bangunan-bangunan maupun harta benda

yang dimiliki oleh pemiliknya (owner) di daerah sekitar proyek tempat pemasangan mesin dan instalasi.

(23)

Penentuan Harga

Pertanggungan Asuransi

Erection All Risks (EAR)

1. Nilai mesin dan Erection cost

Harga pertanggungan disini adalah

harga dari mesin yang akan dipasang

(Harga Mesin + Freight + Tax)

ditambah dengan biaya-biaya yang

diperlukan untuk pemasangan mesin

tersebut.

Pada umumnya harga pertanggungan

disini disesuaikan dengan apa yang

tercantum didalam perjanjian kerja

(disesuaikan dengan nilai yang telah

diperjanjikan).

(24)

2. Properti sekitar yang berkepemilikan

Penentuan nilai pertanggungan umumnya

ditentukan berdasarkan perkiraan kerugian

pertama (First Loss Basis) yang ditetapkan

oleh tertanggung, berdasarkan

perkiraannya mengenai jumlah kerugian

tertinggi yang mungkin akan dideritanya

atas barang-barang miliknya tersebut.

3. Biaya pekerja ahli

Penentuan besarnya nilai pertanggungan

untuk biaya-biaya para ahli ini ditetapkan

berdasarkan prosentase tertentu dari nilai

pertanggungan untuk pekerjaan pokok atau

berda-sarkan jumlah tertentu yang

(25)

4. Debris of Removal (R.o.D.)

Besarnya harga pertanggungan biasanya dinyatakan

dalam prosentase tertentu terhadap harga pertanggungan untuk pekerjaan pokok atau berdasarkan jumlah tertentu yang ditentukan

tersendiri. Umumnya maksimum sebesar 10 % dari nilai pertanggungan proyek pokok.

 

5. Third Party Liability (T.P.L.)

Jumlah limit liability (batas kewajiban) terhadap

pihak ketiga ini umumnya ditetapkan dibawah

kontrak peker-jaan antara pemilik dengan kontraktor.

Third Party Legal Liability ini menjamin kemungkinan

timbulnya tuntutan menurut hukum atas kerugian yang diderita pihak ketiga baik berupa Property

Damage (Kerusakan harta benda) maupun Bodily Injury (Luka badan) sehubungan dengan kesalahan

(26)

Selain faktor-faktor yang tercantum dalam

polis asuransi diatas, ada beberapa faktor

luar yang dapat mempengaruhi penentuan

harga pertanggungan asuransi Erection All

Risks (EAR), yaitu:

◦ Besar kecilnya proyek pemasangan mesin dan instalasinya.

◦ Lokasi proyek yang berada di dalam atau luar kota besar, dimana pembuangan puing-puning sisa kerusakan proyek dalam kota besar

membutuhkan biaya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan proyek luar kota besar.

◦ Peraturan daerah setempat yang berlaku di

lokasi proyek tersebut seperti larangan adanya kendaraan besar melintas di jalan tertentu

sehingga perlu memutar atau menggunakan kendaraan lainnya.

(27)

Periode Pertanggungan

Asuransi Erection All Risks

(EAR)

1. Erection Period

Merupakan periode yang dimulai dari pembongkaran mesin atau material-material pendukung berada di lokasi dan berakhir pada saat kegiatan pelaksanaan pemasangan mesin tersebut selesai dikerjakan.

2. Testing and Commisioning Period

Merupakan masa testing atau masa percobaan yang dilakukan setelah masa pemasangan selesai

dilakukan atau sampai saat dumana pekerjan

pemasangan mesin dan instalasi diserahkan kepada pemilik mesin atau owner. Masa Testing Period ini biasanya berkisar antara satu minggu sampai satu bulan lamanya. Pada masa percobaan ini terdapat dua jenis test, yaitu Cold Test dan Hot Test

(28)

Risiko yang Dijamin dalam

Asuransi Erection All Risks

(EAR)

Major Perils

Merupakan bahaya-bahaya yang diakibatkan

oleh alam dan tidak dapat dikontrol oleh

manusia (Act of God) seperti gempa bumi, angin topan, letusan gunung berapi, dan bencana

lainnya yang tidak dapat dicegah oleh manusia. Minor Perils

Merupakan bahaya-bahaya yang dapat dikontrol

atau ditangani oleh manusia seperti kebakaran, pencurian, tabrakan, kecelakaan yang tidak

disengaja yang terjadi selama masa pembangunan, dan lain-lain.

(29)

Pengecualian Risiko dalam

Asuransi Erection All Risks

(EAR)

Pengecualian risiko dalam Asuransi

Erection All Risks (EAR) sama seperti

pengecualian risiko dalam Asuransi

Contractor All Risks (CAR).

Pengecualian risiko terdiri dari tiga

pengecualian, yaitu:

Pengecualian Umum

Pengecualian Bagian I: Kerusakan

Material

Pengecualian Bagian II: Third Party

Liability

(30)

Pengecualian Umum

Pengecualian ini berlaku untuk

penghentian pekerjaan baik sebagian

maupun seluruhnya dan pengecualian

berlaku mulai sejak penghentian

pekerjaan proyek pemasangan mesin

dan instalasi dilakukan. Jika ada

penghentian sebagian ataupun seluruh

pekerjaan, penanggung tidak

bertanggung jawab atas kerugian atau

kerusakan yang terjadi pada

pelaksanaan proyek pemasangan

(31)

Pengecualian Bagian I:

Kerusakan Material

Deductible (Pengurangan)

Deductible adalah suatu jumlah tertentu yang

menjadi tanggungan tertanggung dalam setiap kerugian atau kerusakan yang terjadi yang

bertujuan agar pihak tertanggung lebih berhati-hati.

Consequential Loss

Konsekwensi atas kerugian yang diakibatkan oleh

kegagalan kegiatan pemasangan mesin dan instalasinya.

Wear & Tear, Corrosion, Oxidation, Deterioration

Pengecualian risiko atas kerugian yang diakibatkan

oleh cuaca, karat, oksidasi, cacat maupun

(32)

Air Craft, Water Craft, Hover Craft

Pengecualian risiko yang dikarenakan

benda-benda tersebut sudah ditanggung dalam

Aviation Insurance atau Marine Hull

Insurance sebagai objek pertanggungannya.

Mechanically Propelled Vehicle

Kendaraan bermotor yang sudah punya ijin

untuk digunakan di jalan umum dikecualikan

dari pertanggungan karena kendaraan

bermotor sudah menjadi objek

pertanggungan asuransi kendaraan

bermotor.

Uang, material, dan surat berharga

lainnya

Tidak tertanggung karena uang dan yang

lainnya sudah menjadi objek pertanggungan

untuk Money Insurance yaitu Cash in Safe

Insurance.

(33)

Mechanical & Electrical Breakdown

Pengecualian risiko yang dapat

menimbulkan kerugian atau kerusakan

yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya

peralatan mekanik dan maupun listrik.

Defective Design, Plan, Specification

or Advice

Pengecualian risiko yang dapat

menimbulkan kerugian atau kerusakan

yang diakibatkan oleh kejelekan

penyelesaian pekerjaan itu sendiri oleh

pihak tertanggung.

Defective Workmanship of Materials

Pengecualian risiko yang dapat

menimbulkan kerugian atau kerusakan

yang diakibatkan oleh kejelekan bahan

yang digunakan.

(34)

Unexplained Shortage

Kehilangan atau kekurangan dari bahan atau

material tidak tertanggung apabila tidak

disertai bukti atau alasan yang kuat.

Vibration, Weakening of Support

Pengecualian risiko dari segala kerugian atau

kerusakan yang terjadi akibat adanya

getaran atau lemahnya struktur penyangga

yang ditimbulkan dari kegiatan pemasangan

mesin tersebut.

Bagian pekerjaan yang diserahkan /

digunakan

Jika hal tersebut terjadi maka penanggung

tidak bertanggung jawab atas segala

kerugian dan kerusakan yang terjadi pada

bagian yang telah diserahkan atau

(35)

Pengecualian Bagian II:

Third Party Liability (TPL)

Deductible

Pengurangan ini hanya dikenakan khusus

untuk kerugian atas kerusakan properti

atau barang saja, tidak termasuk untuk

cacat badan.

Kecelakaan atas karyawan

tertanggung

Pengecualian risiko karena hal tersebut

sudah menjadi objek pertaggungan dari

Asuransi Tenaga Kerja.

Property in Care, Custody & Control

by Insured

Pengecualian risiko karena jaminan ini

hanya ditujukan untuk kerugian atau

kerusakan harta benda yang dimiliki oleh

pihak ketiga (pemilik mesin atau owner).

(36)

Pekerjaan itu sendiri

Pengecualian risiko karena hal tersebut

telah dijamin dalam Pengecualian

Bagian I dan termasuk juga dalam

kelalaian Tertanggung. Penaggung

hanya memberikan ganti rugi untuk

perbaikan dari kerusakan namun tudak

untuk kerugian dari kerusakan tersebut

(Consequential Loss)

Kejelekan bahan dan penyelesaian

pekerjaan oleh Tertanggung

Kendaraan bermotor yang

mempunyai ijin untuk digunakan di

jalan umum

(37)
(38)

Kesimpulan

Asuransi Erection All Risks (EAR) adalah salah

salah satu kebijakan “All Risk” yang meliputi berbagai kegiatan pemasangan atau instalasi, pengujian, dan komisi atas pabrik dan

peralatannya (kecuali dengan pengecualian tertentu seperti yang disebutkan dalam polis).

Yang menjadi objek pertanggungan adalah

mesin yang dipasang, peralatan/perlengkapan serta pekerjaan konstruksi sebelum kegiatan pemasangan, properti sekitar yang

berkepemilikan, serta biaya pembersihan puing atau Debris of Removal (R.o.D.).

(39)

Kesimpulan

Polis Erection All Risks (EAR) mulai berlaku

sejak dimulainya pekerjaan atau setelah

dibongkarnya barang di lokasi dan

berakhir terhadap bagian dari kontrak

pekerjaan yang telah diserahterimakan

atau setelah pelaksanaan uji coba

pertama atau uji beban (testing and

commissioning).

Risiko yang dijamin dapat berupa

bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh alam dan

tidak dapat dikontrol oleh manusia (Act of

God) maupun yang dapat dikontrol atau

(40)

Saran

Asuransi Erection All Risks (EAR)

merupakan salah satu bentuk jaminan

yang dapat berguna apabila terjadi

kerusakan atau kerugian pada mesin

dan instalasi serta kerugian yang

diakibatkan oleh bencana alam atau

manusia lainnya. Karena itu pihak

kontraktor perlu memahami betul

mengenai persyaratan jaminan

asuransi Erection All Risks (EAR) serta

risiko-risiko yang tertanggung agar

asuransi ini dapat digunakan secara

optimal

(41)

Daftar Pustaka

Anonim.”Asuransi”. Otoritas Jasa Keuangan. <http://www.ojk.go.id> Anonim. “Asuransi Erection All Risk”. Website Bumida.

<http://www.bumida.co.id>  

Anonim. “Masa Pemeliharaan dan Jaminan Konstruksi”. Ilmusipil.com Media

Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur. <http://www.ilmusipil.com>

 

Asuransi MSIG Indonesia. “Erection’s All Risk (E.A.R.)”. Website P.T. Asuransi

MSIG Indonesia. <http://www.ms-ins.co.id>

 

AXA Insurance. “Erection All Risk Insurance”. AXA Redefining Insurance

Official Website. <http://www.axa-gulf.com>

 

Budi, Afrianto. “Asuransi Pemasangan Mesin: Erection All Risk Insurance”.

Akademi Asuransi. 20 Oktober 2012. <http://www.akademiasuransi.org>

 

Musjab, Imam. “Asuransi Erection All Risks (EAR)”. Ahli Asuransi. 17 Juli 2008. <http://www.ahliasuransi.com>

 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.

(42)

Referensi

Dokumen terkait

Didapatkan hubungan tidak bermakna, setelah dianalisis secara statistik antara siswa perokok menderita asma dan tidak asma dengan kekerapan merokok (p&gt;0,001) tetapi terdapat

Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selaman dua siklus menunjukkan kemampuan siswa menulis karangan dengan menggunakan model

PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE.. SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA SEKTOR PERBANKAN TERDAFTAR DI

Bemutattuk a már több éve működő angol, lengyel és skandináv multilaterális piac fejlődési történetét, illetve összehasonlítottuk a hazai BÉT Xtend és a nemzetközi

Berdasarkan perencanaan, implementasi, dan evaluasi dari strategi manajemen pemasaran dalam peningkatan penerimaan peserta didik secara dengan kinerja yang di dapat madrasah

Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa dosis dan ukuran butiran pupuk Fosfatsuper tidak berpengaruh nyata terhadap P-tersedia tanah pada tanaman jagung.. Namun

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif Pusat Teknologi Limbah

Dokumen ini diisi oleh penyelia pabrik dan diserahkan ke fungsi pembuat daftar gaji upah untuk kemudian dibandingkan dengan kartu jam hadir, sebelum digunakan