• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK, MANFAAT PRODUK, PESAING PRODUK TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA KOPERASI MANDIRI SEJAHTERA KAB.SEMARANG SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK, MANFAAT PRODUK, PESAING PRODUK TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA KOPERASI MANDIRI SEJAHTERA KAB.SEMARANG SKRIPSI"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK, MANFAAT

PRODUK, PESAING PRODUK TERHADAP KEPUASAN

NASABAH PADA KOPERASI MANDIRI SEJAHTERA

KAB.SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

OLEH:

LAILATUL BADRIYAH

223-13-006

JURUSAN PERBANKAN SYARI

AH S-1

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SALATIGA

(2)
(3)

i

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK, MANFAAT

PRODUK, PESAING PRODUK TERHADAP KEPUASAN

NASABAH PADA KOPERASI MANDIRI SEJAHTERA

KAB.SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

OLEH:

LAILATUL BADRIYAH

223-13-006

JURUSAN PERBANKAN SYARI

AH S-1

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SALATIGA

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

v

MOTTO

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan

sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali

orang yang beriman yaitu orang-orang yang meyakini

bahwa mereka akan kembali pada-

Nya”

( QS. Al-Baqarah : 6-8 )

“...Sesungguhnya atas kehendak Allah

semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan

pertolongan Allah...”

(9)

vi

PERSEMBAHAN

 Kupersembahkan kepada :

SuamiQ tercinta (Suparjo) yang selalu

mendoa’akan dan memberikan motivasi untukku.

 AnakQ tercinta (Avizna Mafaza Althafunnisa) yang selalu membuatq

semangat.

Orang tuaku yang selalu memberikan do’a-do’a untukku.

 Semua keponakanq yang memberikan motivasi

 Almamater IAIN yang memberikan wacana keilmuanya.

(10)

vii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr,Wb.

Alhamdulillah, dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas

limpahan rahmat, taufiq, hidayahNya yang tak terhingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul. “Analisis Pengaruh Atribut Produk, Manfaat Produk, Pesaing Produk Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Koperasi Mandiri Sejahtera Kab. Semarang”.

Dalam menyusun skripsi ini penulis mendapatkan banyak bantuan dan

kerja sama, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam

kesempatan yang berbahagia ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Rahmat Haryadi, M. Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga yang

telah memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program S1

Perbankan Syari’ah.

2. Bapak Dr. Anton Bawono M.Si., Selaku Dekan Fakultas Ekonomi &

Bisnis Islam.

3. Ibu Fetria Eka Yudiana, M.Si., selaku ketua Jurusan Program Studi

Perbankan Syari’ah S1 IAIN Salatiga.

4. Drs. Alfred L. M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan

waktu, memberikan arahan, dan dorongan kepada penulis yang tak

terhitung sampai terselesaikanya skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Perbankan Syari’ah (NR) yang telah

banyak memberikan ilmu pengetahuan dan mendorong selama mengikuti

perkuliahan.

6. Bapak dan Ibu Staff karyawan IAIN Salatiga yang banyak membimbing

penulis beserta seluruh pihak yang bersangkutan dalam penulisan skripsi.

7. Bapak Lukman Arifin S.Hi., selaku Direktur dan seluruh karyawan

Koperasi Mandiri Sejahtera, yang telah memberikan kesempatan kepada

(11)

viii

8. Suami dan Anakku yang tak henti-hentinya berdo’a dan memberikan

motivasi serta dorongan hingga selasai dalam penulisan skripsi ini.

9. Bapak dan Ibu yang selalu memberikan do’a-do’a untuku.

10. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan skripsi ini yang tidak

dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis berdo’a semoga bantuan dari mereka mendapatkan limpahan

berkah dari Allah SWT. Ucapan terimakasih untuk mereka semua dan penulis

mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan.

Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Salatiga, 08 September 2016

Penulis

(12)

ix

4. Inti Pemasaran Strategi...15

a. Produk Positioning strategi...19

b. Atribut Produk...21

c. Manfaat Produk...24

(13)

x

e. Kepuasan Nasabah...29

1) Pengertian Kepuasan Nasabah...29

2) Macam-macam Kepuasan Nasabah...30

3) Faktor pendorong Kepuasan Nasabah...31

4) Pengukuran Kepuasan Nasabah...32

f. Keterkaitan Antar Variabel...33

a.Pengaruh Atribut Produk...33

b.Pengaruh Manfaat Produk...34

c.Pengaruh Pesaing Produk...35

C. Kerangka Penelitian...36

D. Hipotesis...37

BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian...38

B. Lokasi Penelitian...38

C. Populasi dan Sampel...40

1. Populasi Penelitian...41

2. Sampel Penelitian...41

D. Teknik Pengumpulan Data...42

E. Skala Pengukuran...44

F. Definisi Konsep dan Operasional...45

G. Instrumen Penelitian...48

H. Uji Instrumen Penelitian...49

1. UjiValiditas...49

2. Uji Reliabilitas...50

3. Uji Asumsi Klasik...50

4. Uji Multikolinieritas...51

5. Uji Heterokdastisitas...51

6. Uji Normalitas...52

7. Uji Linieritas...53

8. Regresi Linier Berganda...53

(14)

xi

a. Uji t...54

b. Uji F...54

c. Uji ...54

I. Alat Analisis...55

BAB IV :ANALISA PENELITIAN A. Analisa Data...56

B.Analisis Data...56

1. Analisis Deskriptif...56

2. Identitas Responden...56

3. Hasil Uji Instrumen...61

a. Uji Validitas...61

b. Uji Reliabilitas...63

c. Uji Regresi Linier Berganda...64

d. Uji Statistik...66

e. Uji Asumsi Klasik...69

4. Pembahasan...75

a. Pengujian Hipotesis Atribut (X1)...76

b. Pengujian Hipotesis Manfaat (X2)...76

c. Pengujian Hipotesis Pesaing (X3)...77

BAB V :PENUTUP A.Kesimpulan...79

(15)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Hipotesis... 37

Tabel 3.1 : Skala Pengukuran... 45

Tabel 3.2 : Variabel Konsep dan Operasional... 46

Tabel 4.1 : Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 56

Tabel 4.2 : Responden Usia... 57

Tabel 4.3 : Responden Status Pernikahan………... 58

Tabel 4.4 : Responden pendidikan ………... 58

Tabel 4.5 : Responden Pekerjaan ... 59

Tabel 4.6 : Responden Pendapatan………... 60

Tabel 4.7 : Uji Validitas ………... 61

Tabel 4.8 : Uji Reliabilitas………... 63

Tabel 4.9 : Analisis Regresi Berganda...…... 64

Tabel 4.10 : Uj ittest………... 66

Tabel 4.11 : Uji Ftest………... 68

Tabel 4.12 : Uji Koefisien Determinan R2………... 68

Tabel 4.13 : Uji Asumsi Klasik... 70

Tabel 4.14 : Uji Multicolinierity... 71

Tabel 4.15 : Uji Hereskedastisitas... 74

(16)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Kerangka Penelitian Empiris... 36

Gambar 3.1 : Struktur Organisasi... 40

Gambar 3.2 : Indikator Atribut Produk... 46

Gambar 3.3 : Indikator Variabel Manfaat Produk ... 46

Gambar 3.4 : Indikator Variabel Pesaing Produk... 47

Gambar 4.1 : Indikator Variabel Kepuasan Nasabah... 48

Gambar 4.2 : Grafik Histrogam... 72

(17)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Nota Pembimbing Skripsi

Lampiran 2 : Lembar Konsultasi Skripsi

Lampiran 3 : Surat Izin Penelitian

Lampiran 4 : Kuesioner Penelitian

Lampiran 5 : Surat Tanggapan penelitian

Lampiran 6 : Data Hasil Penelitian

Lampiran 7 : Output Analisis

Lampiran 8 : Tabel

(18)

xv

ABSTRAK

Badriyah, Lailatul. 2016. Analisis Pengaruh Atribut , Manfaat, dan Pesaing Terhadap Kepuasan Nasabah pada Koperasi Mandiri Sejahtera kab.

Semarang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Program Studi

Perbankan Syari’ah. Intitut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing

: Drs. Alfred L. M. Si.

Kata Kunci : Atribut Produk, Manfaat Produk, Pesaing Produk, dan Kepuasan Nasabah,.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh positioning berdasarkan atribut

produk, manfaat produk, pesaing produk terhadap kepuasan nasabah pada

Koperasi Mandiri Sejahtera Bancak Kab. Semarang. Sampel yang digunakan

sebanyak 100 responden. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka dalam penelitian

ini dirumuskan empat hipotesis, hipotesis pertama, atribut produk berpengaruh

terhadap kepuasan nasabah. Hipotesis kedua manfaat produk berpengaruh

terhadap kepuasan nasabah. Hipotesis ketiga pesaing produk berpengaruh

terhadap kepuasan nasabah. Hipotesis keempat atribut produk paling dominan

mempengaruhi kepuasan nasabah. Untuk memudahkan pemecahan masalah,

penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier dengan

bantuan SPSS 20.0. Hasil penelitian ini adalah : atribut produk berpengaruh

terhadap kepuasan nasabah secara positif dan signifikan, manfaat produk

berpengaruh terhadap kepuasan nasabah secara positif dan signifikan, pesaing

produk berpengaruh terhadap kepuasan nasabah secara positif tetapi tidak

signifikan, variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan nasabah adalah

(19)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Koperasi merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang

bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, berupa pinjaman dan

tempat peyimpanan uang bagi masyarakat. Menurut undang-undang No. 25

Tahun 1992 koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan

orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan

prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan

atas asas kekeluargaan. Pengembangan dan pemberdayaan koperasi nasional

dalam kebijakan pemerintah selayaknya mencerminkan nilai dan prinsip

perkoperasian sebagai wadah usaha bersama untuk memenuhi aspirasi dan

kebutuhan ekonomi anggota.

Perkembangan Koperasi dan UMKM selama ini terjadi peningkatan

dari tahun ke tahun. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang koperasi

tidak terlepas dari kemampuan daya saing koperasi untuk bersaing dengan

pebisnis lain. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada

khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan

perekonomian sosial nasioanal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang

maju, adil dan makmur berlandaskan pancasila dan undang-undang Dasar

1945.

Rasa keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat segmen kecil

(20)

2

ekonomi dan pelaksanaan program ekonomi kerakyatan merupakan landasan

dasar pendirian koperasi ini. Dalam rangka menghindari sistem ekonomi

kapitalis yang menggunakan sistem bunga, maka Koperasi Mandiri Sejahtera

menjadi pilihan tepat bermu’amalah secara syari’ah menggunakan sistem bagi

hasil dalam transaksi (akad) kaitanya dalam produk simpanan atau tabungan

dan pembiayaan.

Kepuasan konsumen sangat diperhatikan oleh perusahaan karena akan

berdampak pada kinerja penjualan. Kotler dan Amstrong (2001) menyatakan

bahwa pelanggan yang merasa puas akan membeli ulang, dan mereka akan

memberi tahu orang lain mengenai pengalaman baik tentang produk itu.

Kepuasan pelanggan berkontribusi pada sejumlah aspek krusial, seperti

terciptanya loyalitas pelanggan, meningkatnya reputasi perusahaan,

berkurangnya elastisitas harga, berkurangnya biaya transaksi masa depan, dan

meningkatnya efisiensi dan produktifitas karyawan (Anderson, et al., 1994

dalam Tjiptono, 2004).

Salah satu cara utama untuk mendeferensiasikan sebuah perusahaan jasa

adalah memberikan jasa yang berkualitas tinggi daari pada pesaing secara

konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi harapan kualitas jasa

pelanggan sasaran (Kotler, 1997).

Bahwa tingkat performance produk dapat diukur atau dilihat pada tingkat kepentinganya berdasarkan atribut-atribut kunci yang sudah diidentifikasi

konsumen (Mowen, 1995) dalam Junusi (2009). Keputusan mengenai

(21)

3

Amstrong 2001). Sehingga konsumen akan merasa puas jika atribut-atribut

kunci atau khusus suatu produk yang dinilai sesuai dengan keinginan dan

harapan dari konsumen.

Dalam menggunakan suatu produk atau jasa, konsumen akan

membandingkan antara biaya atau usaha yang dikeluarkan dengan manfaat

atau keuntungan yang telah diperoleh konsumen sehingga tercipta nilai

pelanggan. Woodall (2003) dalam Agung (2010) nilai untuk pelanggan atau

Value fo the customer (VC) menceerminkan value customer itu sendiri, dimana menjelaskan mengenai apa yang diterima oleh konsumen dan juga apa yang

dapat diberikan oleh konsumen. Sedangkan Rangkuti (2002) berpendapat

walaupun suatu jasa berkualitas serta memuaskan pelanggan, namun belum

tentu jasa tersebut bernilai bagi pelanggan itu. Semakin tinggi nilai suatu

produk, semakin bertambah kebutuhan pelanggan yang dapat dipenuhi oleh

produk tersebut.

Segala upaya akan dilakukan oleh koperasi untuk memenuhi kebutuhan

nasabah. Namun hal itu belum cukup bagi nasabah apabila nilai manfaat yang

diterima nasabah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Nasabah akan

memperhitungkan usaha atau biaya yang dikeluarkan dibanding dengan

manfaat yang diterima. Dengan kata lain nasabah merasa puas jika nilai yang

diperoleh sesuai dan melebihi harapan nasabah, begitu juga sebaliknya

ketidakpuasan dirasakan nasabah jika nilai yang diperoleh kurang dari yang

(22)

4

Membangun keunggulan bersaing Menurut M Porter (1994) keunikan

organisasi secara interen memiliki kecenderungan yang tinggi untuk

bertahan dan tumbuh-kembangnya usaha. Perhatian yang seksama dan

respon yang cepat terhadap perubahan lingkungan persaingan yang

mempengaruhi kinerja organisasi sangat dibutuhkan. Lingkungan industri

mencakup beberapa segmen, yaitu: pesaing, pelanggan, supplier,

peraturan, teknologi, ekonomi, sosial budaya, dan internasional (Lou,

1999). Dimensi dari lingkungan umum, lingkungan industri dan

lingkungan persaingan akan dengan cepat mempengaruhi kinerja organisasi

(David, Fred, 2003). Kekuatan lingkungan persaingan dalam industri dapat

diidentifikasi dari elemen struktur industri, yaitu pesaing, pedagang baru,

konsumen, produk sutitusi, dan pemasok

Persaingan yang semakin tinggi menuntut adanya keunggulan bersaing

yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan dan membutuhkan strategi tidak

lepas dari sisi konsumen, sebab konsumen mempunyai peranan penting,

dimana konsumen sebagai alat ukur dalam menentukan keberhasilan suatu

barang atau jasa (Lilik Suprapti, 2010:1).

Jumlah pesaing yang semakin banyak membuat konsumen memiliki

pilihan yang banyak pula untuk mendapatkan produk yang sesuai harapanya.

Sehingga akibat dari kondisi tersebut pelanggan menjadi lebih cermat dan

pintar menghadapi setiap produk yang diluncurkan. Salah satu cara agar

pelanggan tetap memilih produk tertentu adalah dengan membuat perbedaan

(23)

5

Hermawan Kartajaya (2008:133) mengatakan, “It’s Better to be a little bit

different than to be a little bit better”. Menurut Hermawan, akan lebih baik

sebuah produk menawarkan hal yang berbeda dari produk lainya, dari pada

menawarkan hal serupa namun lebih dari pesaingnya.

Kegiatan pemasaran menjadi tolak ukur suatu perusahaan dalam proses

penyampaian produk kepada pelanggan serta pencapaian tujuan perusahaan

berupa penjualan produk yang optimal. Sebelum meluncurkan produknya

perusahaan harus mampu melihat atau mengetahui apa yang dibutuhkan oleh

konsumen. Sehingga sudah sewajarnya jika segala kegiatan perusahaan harus

selalu dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan kemudian

konsumen akan memutuskan untuk membeli produk tersebut. Dan pada

akhirnya tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba akan tercapai.

Konsumen sebagai individu dalam mendapatkan atau membeli barang

telah melalui proses-proses atau tahapan-tahapan terlebih dahulu seperti

mendapatkan informasi baik melalui iklan atau referensi dari orang lain

kemudian membandingkan produk satu dengan produk lain sampai pada

akhirnya keputusan membeli produk tersebut. Para pemasar harus memahami

setiap perilaku konsumen. Perusahaan yang cerdas akan mencoba memahami

sepenuhnya proses pengambilan keputusan pelanggan yaitu semua pengalaman

mereka dalam belajar, memilih, menggunakan, bahkan dalam mendisposisikan

suatu produk (Kotler, 2007:234).

Untuk memenangkan persaingan tidak hanya sebatas menyusun bauran

(24)

6

segmentasi (segmentation), dan target (targeting) pasar yang dituju, serta posisi (positioning) yang diinginkan perusahaan dibenak konsumen. Inti dari setiap strategi pemasaran yang baik adalah suatu strategi pencapaian posisi secara

tepat. Istilah positioning mengandung arti bagaimana suatu produk

didefinisikan oleh konsumen melalui sifat pentingnya dibenak konsumen yang

dimiliki oleh produk tersebut.

Barnd image (citra merek merupakan sekumpulan keyakinan, ide, kesan, dan persepsi) seseorang atau komunitas masyarakat tentang suatu brand (Jemi

flavius, 2012:2). Citra merek dapat menciptakan sebuah hubungan sentimen

antara konsumen dengan merek berdasarkan pengalaman pelanggan yang dapat

menghasilkan kepercayaan dan rasa suka terhadap suatu produk.

Keputusan untuk membeli produk sangat dipengaruhi oleh penilaian akan

bentuk kualitas produk tersebut. Tuntutan permintaan akan sebuah produk

barang yang semakin membuat perusahaan yang bergerak dibidang usaha

berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk yang mereka miliki demi

mempertahankan brand image (citra merek) produk yang mereka milki. Merek

mempunyai sifat khas, dan sifat khas inilah yang membedakan produk yang

lainya, walaupun sejenis.

Faktor yang kemungkinan mempengaruhi kepuasan nasabah di Koperasi

Mandiri sejahtera adalah faktor produk, karena produk merupakan sesuatu

yang pokok yang dimiliki bank untuk di tawarkan kepada masyarakat agar

mendapatkan perhatian, untuk di beli, untuk digunakan sesuai dengan

(25)

7

Kepuasan nasabah adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang

muncul setelah memperbandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja

(hasil) suatu produk dan harapanya. Kepuasan juga merupakan fungsi jika

kinerja barada dibawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja melebihi

harapan pelanggan amat puas atau senang (Kotler, 2002:42).

Kepuasan nasabah dengan suatu produk yang akan mempengaruhi

perilaku selanjutnya. Jika konsumen merasa puas, dia akan menunjukkan

probabilitas yang lebih tinggi untuk kembali membeli produk itu. Konsumen

yang merasa puas akan cenderung mengatakan hal-hal yang baik mengenai

suatu merek kepada orang lain, para pemasar mengatakan iklan terbaik kita

adalah pelanggan yang merasa puas (Kotler dalam Susanto, 1999:259).

Menurut pandangan tradisional, pelanggan suatu perusahaan adalah

setiap orang yang membeli dan menggunakan produk perusahaan tersebut.

Sedangkan pihak yang berinteraksi dengan perusahaan sebelum tahap proses

menghasilkan produk dianggap sebagai pemasok. Dalam pandangan modern,

konsep pelanggan mencakup eksternal dan internal. Pelanggan eksternal adalah

setiap orang yang membeli produk dari perusahaan, sedangkan pelanggan

internal adalah semua pihak dalam organisasi yang sama yang mengggunakan

jasa suatu bagian atau departemen tertentu termasuk pemproses selanjutnya

dalam produksi bertahap (Fandy Tjiptono, 2008:5).

merek menjadi gagasan sentral dalam pemasaran, merupakan satu ukuran

keterkaitan seorang pelanggan mungkin akan beralih ke merek lain terutama

(26)

8

unsur-unsur produk. Perpindahan produk adalah gejala yang umum terjadi

dikalangan nasabah atau konsumen pada umumnya yang memposisikan

produknya berdasarkan atribut produk, manfaat produk, dan pesaing produk.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian

dengan judul "ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK, MANFAAT

PRODUK DAN PESAING PRODUK TERHADAP KEPUASAN NASABAH DI KOPERASI MANDIRI SEJAHTERA BANCAK KAB. SEMARANG”.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah variabel atribut produk berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kepuasan nasabah di Koperasi Mandiri Sejahtera Kab.semarang?

2. Apakah variabel manfaat produk berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kepuasan nasabah di Koperasi Mandiri Sejahtera Kab.semarang?

3. Apakah variabel pesaing produk berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kepuasan nasabah di Koperasi Mandiri Sejahtera Kab.Semarang?

4. Variabel manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan

(27)

9

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh variabel atribut produk terhadap kepuasan

nasabah di koperasi Mandiri Sejahtera Kab. Semarang.

2. Untuk mengetahui pengaruh variabel manfaat produk terhadap nasabah

dikoperasi Mandiri Sejahtera Kab.semarang.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel pesaing produk

kepuasan nasabah diKoperasi Mandiri Sejahtera Kab.Semarang.

4. Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap

kepuasan nasabah di Koperasi Mandiri Sejahtera Kab.Semarang?

D. Kegunaan Penelitian

1. Bagi koperasi

Memberikan tambahan informasi kepada masyarakat luas agar dan dapat

meningkatkan kinerja karyawan.

2. Bagi Akademisi

a. Dapat memberikan manfaat berupa tambahan referensi diperpustakaan

b. Untuk menambah khazanah keilmuan dan wawasan masyarakat umum

tentang IAIN Salatiga.

3. Bagi Penulis

Sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu yang didapat dibangku kuliah

dan dapat menambah pengalaman dan sarana latihan dalam memecahkan

(28)

10

E. Sitematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini terdiri dari landasan teori, telaah pustaka, kerangka pikir, hipotesis.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini terdiri dari jenis penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel,

devinisi variabel penelitian, metode pengumpulan data, instrumen penelitian,

teknik analisis data.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisikan penyajian data-data dari lapangan atau berupa

dokumen-dokumen yang dianalisis setelah melakukan penelitian.

BAB V : PENUTUP

(29)

11

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Telaah Pustaka

Penelitian yang dilakukan Agung (2010) skripsinya yang berjudul

“Pengaruh kualitas layanan, nilai nasabah, atribut produk islam terhadap

kepuasan nasabah” study kasus di BNI Syari’ah cabang Semarang hasil

penelitianaya secara parsial berdasarkan hasil uji t berpengaruh positif dan

signifikan. Dimana variabel nilai nasabah memiliki pengaruh terbesar

dibanding variabel lain, sedangkan atribut produk memiliki pengaruh paling

rendah terhadap kepuasan nasabah berdasarkan hasil uji F menunjukkan secara

simultan bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan.

Rahman Eljunusi (2009) dalam Agung (2012:40) menyatakan dalam

penelitianya yang berjudul “Pengaruh atribut Produk Islam, Komitmen agama,

kualitas jasa dan kepercayaan terhadap kepuasan nasabah Bank Muamalat

Semarang” variabel atribut produk islam berpengaruh positif tetapi tidak

signifikan terhadap kepuasan nasabah.

Penelitian yang dilakukan Laely (2012) menyatakan bahwa Variabel

independen Strategi positioning Atribut Produk, Manfaat Produk, pemakai

produk, pesaing produk, kategori produk dan harga merupakan variabel

turunan dan variabel dependen kepuasan pembelian. Menyatakan bahwa

seluruh variabel independen kecuali variabel pemakai produk memiliki korelasi

(30)

12

produk merupakan variabel paling dominan. Melalui uji F dapat diketahui

bahwa seluruh variabel independen layak untuk menguji variabel dependen.

Dan pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa dari keenam

variabel independen hanya empat variael yang terbukti secara signifikan

memepengaruhi variabel dependen.

Penelitian yang dilakukan sa’adah (2010) dalam nur kholifah (2015:5)

mengenai strategi marketing mix terhadap kepuasan nasabah di BMT AMAL

MULIA menyatakan bahwa hasilnya secara umum variabel independen

(produk, harga, lokasi, dan promosi) berpengaruh secara signifikan terhadap

variabel dependen (keputusan menjadi nasabah).

Penelitian yang dilakukan oleh putra dan sulistiyawati (2013) dalam nur

kholifah (2015:5) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari

bauran pemasaran jasa yang terdiri dari produk, harga, promosi, tempat, orang,

bukti fisik dan proses secara simultan parsial terhadap kepuasan dan loyalitas

nasabah.

Penelitian Baihaqi (2006) mengenai Analisis Pengaruh kualitas layanan,

dan keunggulan produk terhadap kepuasan pelanggan dampaknya pada minat

membeli ulang menyatakan bahwa hasilnya berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kepuasan pelanggan dan dampak terhadap minat membeli ulang juga

berpengaruh positif dan signifikan karena semakin merasa puas pelanggan

terhadap produk yang dibeli semakin bertambah terhadap mianat ulang

(31)

13

B. Kerangka Teori 1. Managemen

Manajemen adalah proses yang membedakan atas perencanaan,

pengorganisasian, pergerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan

memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan

yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bahasan.

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari

manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan

teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan

melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah

serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan

sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.(Dayat, 2009).

Fungsimanajemen adalah untuk memberikan kontribusi tertentu pada

saat menyusun strategi pada level yang berbeda. Pemasaran merupakan

fungsi yang memiliki kontak paling besar dengan lingkungan eksternal,

padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap

lingkungan eksternal. Oleh karena itu pemasaran memainkan peranan

penting dalam pengembangan strategi.

Fungsi manajemen menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam

“Management Principles and Management” terbagi menjadi empat:

a) Perencanaan (Planning)

b) Pengorganisasian (Organizing)

(32)

14

d) Pelaksanaan (Activiting)

2. Managemen Pemasaran

Menurut Kotler (2001:14) manajemen pemasaran adalah analisis

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas program yang dirancang

untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang

menguntungkan dengan pembeli atau sasaran yang dimaksud untuk

mencapai sasaran organisasi.

Setiap fungsi manajemen memberikan kontribusi tertentu pada saat

penyusunan strategi pada level yang berbeda. Pemasaran merupakan fungsi

yang memiliki kontak paling besar dilingkungan eksternal. Oleh karena itu

pemasaran memainkan peranan penting dalam pengembangan strategi.

Dalam peranan strategisnya pemasaran mencakup setiap usaha mencapai

kesesuaian antara perusahaan dengan lingkunganya dalam rangka mencari

pemecahan atas masalah penentuan dua pertimbangan pokok. Pertama,

bisnis apa yang di geluti perusahaan dan jenis bisnis apa yang telah dipilih

dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas

dasar persepektif produk, harga, promosi, dan distribusi (bauran pemasaran)

untuk melayani pasar sasaran.

3. Strategi pemasaran

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang

biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan

(33)

15

Dalam peranan strategisnya, pemasar mencakup setiap usaha

mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkunganya dalam rangka

mencari pemecahan atas masalah penetuan dua pertimbangan pokok.

Pertama, bisnis apa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis bisnis

apa yang dapat dimasuki dimasa mendatang. Kedua, bagaimana bisnis yang

telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang

kompetitif atas dasar persektif produk, harga, promosi dan distribusi (bauran

pemasaran) untuk melayani pasar sasaran (Laely, 2012:10).

Pada dasarnya strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitanya

dengan varibel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran,

positioning, elemen bauran pemasaran dan biaya bauran pemasaran. Strategi

pemasaran merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang memberikan

arah pada semua fungsi manajemen suatu organisasi.

4. Inti Pemasaran Strategis

Menurut kotler, (2007:45) hakikat dari pemasaran strategis modern

terdiri dari tiga langkah pokok, yaitu segmentasi, penentuan pasar sasaran,

dan positioning. Ketiga langkah ini sering disebut STP (Segmenting,

Targeting, Positioning). Langkah pertama adalah segmentasi pasar, yakni

mengidentifikasi dan pembentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah

mungkin membutuhkan produk dan atau bauran pemasaran tersendiri.

Langkah kedua, adalah penetuan pasar sasaran, yakni tindakan memilih satu

(34)

16

adalah positioning, yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan

manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar.

a. Pengertian Strategi Positioning

Strategi positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk

membangun citra atau identitas dibenak konsumen untuk produk, merk, atau

lembaga tertentu. Startegi positioning merupakan faktor utama dalam

meningkatkan posisi pasar perusahaan disuatu pasar tertentu dibanding

pesaing-pesaingnya.

b. Pengertian Positioning

Positioning merupakan salah satu proses dari strategi pemasaran STP

(Segmentation-Targeting-positioning). Setelah membagi pasar menjadi beberapa segmen pasar berdasarkan indikator-indikator tertentu dan

memilih satu atau beberapa dari segmen pasar tersebut untuk dijadikan

pasar sasaran, selanjutnya adalah menentukan posisi yang ingin diwujudkan

dalam benak nasabah.

Definisi positioning menurut Ries & Trout (2002): “Positioning is

the first body of trought to come to grips with the problems of comunicating in on overcomunicated society”.

Positioning merupakan sesuatu yang anda lakukan terhadap pikiran

calon konsumen, yakni menempatkan produk itu pada pikiran calon

konsumen melalui komunikasi.

Positioning adalah tindakan merancang tawaran dan citra

(35)

17

pesaing) didalam benak pelanggan sasaranya. Hasil akhir positioning

adalah terciptanya proporsi nilai yang pas, yang menjadi alasan bagi

pelanggan untuk membeli (Kotler, 2007:375).

Menurut Hermawan Kartajaya, (2004:11): “The strategy for leading

your customer credibly”.

Yaitu upaya mengarahkan nasabah secara kredibel. Hermawan

berpendapat bahwa positioning merupakan big strategi, tak lain adalah upaya kita untuk membangun dan mendapatkan kepercayaan nasabah.

Menurut Kotler (2007:375) adalah tindakan merancang tawaran dan

citra perusahaan sehingga menempati posisi yang khas (dibanding para

pesaing) di dalam benak nasabah sasaranya. Hasil akhir positioning adalah

terciptanya proporsi nilai yang pas, yang menjadi alasan bagi nasabah untuk

memilih produk tersebut.

Menurut Renald Kasali (1998:256) positioning adalah strategi

komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen, agar produk, merek,

atau nama lain dalam bentuk hubungan asosiatif.

Menurut Hermawan Kartajaya, Yuswohadi, Jakky Mussry dan

Taufik (2004:62) ada empat kriteria untuk menentukan positioning

berdasarkan kajian terhadap 4C diamond model “Susutainable Marketing

Enterprise”. Keempat kriteria tersebut adalah: customer, company,

(36)

18

1) Didasarkan pada kajian atas nasabah (customer). Positioning harus dipersepsi secara positif oleh para pelanggan dan menjadi “reason to

buy” mereka.

2) Didasarkan atas kajian pada kapabilitas dari kekuatan internal

perusahaan (company). Dikatakan bahwa positioning seharusnya

mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan.

3) Didasarkan pada kajian atas pesaing (competitor). Positioning haruslah bersifat unik, sehingga dapat dengan mudah mendiferensikan diri dari

para pesaing.

4) Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi dalam lingkungan

bisnis. Positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan

berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis apakah itu perubahan

persaingan, perilaku pelanggan, perubahan sosial budaya, dan

sebagainya.

Penempatan posisi (positioning) menjelaskan strategi mengenai cara

bagaimana perusahaan membedakan produknya dibandingkan dengan

pesaing didalam benak konsumen. Positioning dilakukan untuk menciptakan

citra baik yang diharapkan perusahaan, maksudnya adalah keterkaitan

langsung dengan bagaimana nasabah yang berada pada segmen pasar

tertentu atau spesifikasi perusahaan dalam mempersiapkan produk

(37)

19

Positioning merupakan tindakan untuk mendapatkan celah dibenak

nasabah agar konsumen memiliki persepsi dan citra yang khusus terhadap

produk perusahaan.

a) Produk positioning Strategi

Setiap produk yang dihasilkan adalah untuk memenuhi kebutuhan

dan keinginan konsumen agar produk tersebut dapat diterima tentunya

haruslah sesuai dengan selera konsumen.Sedangkan dilain pihak

dengan keadaan pasar yang heterogen dan selera konsumen yang selalu

berkembang tentunyasulit untuk dapat diikuti oleh perusahaan secara

rutin.

1) Mendesain produk

Desain produk yang lebih responsive terhadap kebutuhan pasar

karena hanya dengan memahami segmen-segmen yang responsife

terhadap stimuli maka pemasar dapat mendesain produk yang

sesuai dengan kebutuhan segmen ini.Tehnik riset yang

dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini seperti, analisis

factor, analisis klaster, conjoint, dan discriminant.

2) Menganalisis pasar

Segmentasi pasar membantu pihak manajemen mndeteksi

siapa saja yang akan menggrogoti pasar produknya. Para pesaing

itu memilki kemampuan untuk memberikan alternative pilihan

produk bagi konsumen dan tidak sekedar menghasilkan produk

(38)

20

3) Menentukan ceruk peluang

Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai

segmen pasar yang baik akan sampai pada ide untuk menemukan

peluang. Peluang ini tidak selalu yang besar.

4) Menguasai posisi yang superior dan kompetitif

Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnya

adalah mereka yang faham betul konsumenya. Mereka

mempelajari pergeseran konsumen yang terjadi didalam

segmenya.

5) Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien

Komunikasi dengan konsumen akan lebih efektif jika

perusahaan tahu persis siapa segmenya, termasuk warna

favoritnya, jenis music kesukaanya, kegiatan sehari-hari dan

pendapatanya pribadi tentang lingkungan sekitarnya. Aplikasi

media iklan pun akan berbeda-beda menurut segmenya seperti

media eksklusif tentu cocok dengan segmen premium.

Penempatan posisi produk dimaksudkan sebagai strategi

yang meletakkan citra baik produk didalam benak konsumen

sehingga produk tersebut terlihat lebih unggul dari produk pesaing.

Yang menjadi perhatian penting adalah bagaimana cara konsumen

dapat memilki kesamaan persepsi dengan perusahaan tentang

(39)

21

Beberapa strategi positioning produk yang dapat dilakukan

oleh perusahaan dalam kegiatan pemasaran produknya kepada

pasar sasaranya antara lain (Kotler, 2006:265 dalam yuli prihartini

2008:21).

1) Penentuan posisi menurut atribut

2) Penentuan posisi menurut manfaat

3) Penentuan posisi menurut Pesaing

b) Atribut produk

Calantone dan Cooper (1992) menyatakan bahwa atribut produk,

kualitas produk, realibilitas terbaru dan keunikan memberikan gambaran

yang lebih nyata dari kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kebutuhan konsumen dan perbedaan-perbedaan antara alternatif pada

atribut produk yang penting memberikan keunggulan yang jelas.

Menurut Tjiptono (2008) atribut produk adalah unsur unsur produk

yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan

keputusan. Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi),

pelayanan dan sebagai berikut:

1) Merek

Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol atau lambang

desain, warna, gerak atau kombinasi atribut atribut produk lain yang

diharapkan dapat memberikan identitas dan differensiasi terhadap

(40)

22

tambahan berupa jaminan kualitas merek sendiri digunakan untuk

beberapa tujuan yaitu:

a) Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam differensiasi atau

membedkan produk suatu perusahaan dengan produk pesaingnya.

b) Alat promosi, sebagai alat daya tarik produk.

c) Untuk membina citra, yaitu memberikan keyakinan, jaminan

kualitas, serta prestise tertentu kepada konsumen.

d) Untuk mengendalikan pasar.

2) Kemasan

Pengemasan (packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan perancanagan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk tujuan penggunaan kemasan antara lain: a) Sebagai pelindung isi (protection) misalnya dari kerusakan,

kehilangan, berkurangnya kadar atau isi dan sebagai berikut.

b) Untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating)

misalnya supaya tidak tumpah, tidak sobek dan mudah

memegangnya daan lain lain.

c) Bermanfaat dalam memakai

3) Pemberian lebel (labeling)

Labeling berkaitan erat dengan pengemasan, label merupakan

bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai

(41)

23

kemasan atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang

dicantumkan pada produk.

4) Layanan pelengkap

Dewasa ini produk apapun tidak terlepas dari unsur jasa atau

layanan baik sebagai jasa produk ini (produk murni) maupun jasa

sebagai pelengkap. Produk inti umumnya sangat bervariasi antara satu

tipe bisnis dengan tipe bisnis lain.

5) Jaminan (garansi)

Jaminanadalah jenis yang merupakan kewajiban produsen atas

produknya kepada konsumen dimana para konsumen diberi ganti rugi

apabila produknya tidak berfungsi sebagai mana yang diharapkan atau

dijanjikan. Jaminan ini meliputi kualitas produk, garansi ganti rugi

dan sebagai berikut.

Penentuan posisi ini dilakukan dengan menonjolkan atribut

(ciri-ciri) produk yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya.

Menurut fandy Tjiptono dalam Frendy Prasetya (2011:44)

memposisikan berdasarkan ciri-ciri dengan jalan mengasosiasikan

suatu produk atribut tertentu, ciri, karakteristik khusus atau dengan

manfaat bagi pelanggan. Pemilihan atribut yang akan dijadikan basis

positioning harus didasarkan pada 5 kriteria:

(42)

24

b) Keunikan (distinctiveness), atribut tersebut tidak diatawarkan pada perusahaan lain. Bisa juga atribut itu dikemas secara lebih jelas

oleh perusahaan dibandingkan pesaingnya.

c) Dapat dikomunikasikan (communicability), artinya atribut tersebut dapat dikomunikasikan secara sederhana dan jelas, sehingga

nasabah dapat memahaminya.

d) Terjangkau (affordability), pelanggan sasaran akan mampu

membayar atas karakteristik khusus dipandang sepadan nilai

tambahnya.

e) Kemampulabaan (profitability), perusahaan mapu memperoleh

tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan produk tersebut.

Berdasarkan penjelasan diatas, indikator atribut produk yang

digunakan untuk mengetaui kepuasan nasabah dalam penelitian ini

adalah:

1) Derajat kepentingan (importance). 2) Keunikan (distinciveness).

3) Dapat dikomunikasikan (communicability). 4) Terjangkau (affordability)

5) Kemampulabaan (profitability) c) Manfaat produk

Kotler & Amstrong (2008) menyatakan pengembangan suatu

(43)

25

produk atau jasa. Manfaat ini dikomunikasikan dan dihantarkan oleh

atribut produk seperti kualitas, fitur, serta gaya dan desain.

1) Kualitas Produk

Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama

pemasar. Kualitas mempunyai dampak langsung pada kinerja produk

atau jasa; oleh karena itu, kualitas berhubungan erat dengan nilai dan

kepuasan pelanggan.

2) Fitur Produk

Sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur. Model

dasar, model tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal.

Perusahaan dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan

menambahkan lebih banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk

mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing. Menjadi

produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang bernilai

adalah satu cara paling efektif untuk bersaing.

3) Gaya dan Desain Produk

Cara lain untuk menambah nilai pelanggan adalah melalui gaya

dan desain produk yang berbeda. Desain adalah konsep yang lebih

besar dari pada gaya. Gaya hanya menggambarkan penampilan

produk. gaya bisa menarik atau membosankan. Gaya sensasional bisa

menarik perhatian dan menghasilkan estetika yang indah, tetapi gaya

tersebut tidak benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih

(44)

26

adalah jantung produk. Desain yang baik tidak hanya mempunyai

andil dalam penampilan produk tetapi juga dalam manfaatnya.

Cara ini memilki maksud bahwa produk diposisikan sebagai

pemimpin dalam suatu manfaat tertentu atau lebih dikaitkan dengan

manfaat lebih yang diberikan dari suatu produk. Menurut Michael

Porter yang dikutip dalam dokterbisnis.net positioning didasarkan

pada keunggulan yang dimilki produk dalam memuaskan kebutuhan,

keinginan serta selera konsumen.

Berdasarkan penjelasan diatas, indikator positioning manfaat

produk yang digunakan untuk mengetahui kepuasan nasabah dalam

penelitian ini adalah:

1) Kebutuhan

2) Keinginan

3) Selera

4) Kemampuan

5) Keyakinan

d) Pesaing produk

Yaitu dikaitkan dengan posisi persaingan dengan pesaing pertama.

Sering kali pemosisian jenis ini meyakinkan konsumen bahwa suatu

merek lebih baik dari pada merek pemimpin pasar untuk ciri-ciri tertentu.

Produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara penuh

(45)

27

Cooper dan Kleinschmidt (2000) produk menjadi instrumen vital

untuk mencapai kesuksesan dan kemamkmuran pada perusahaan modern.

Pengembangan tehnologi, peningkatan persaingan global, serta dinamika

kebutuhan dan keinginan pasar, mengharuskan perusahaan melakukan

pengembangan produk terus menerus. Hanya dua pilihan yaitu sukses

atau gagal dalam pencapaian tujuan bisnisnya karena produk tidak

mampu bersaing dipasar.

Penelitian Mital et al. (1998) menunjukkan hasil bahwa kinerja

yang negatif pada produk mempunyai pengaruh negatif pada kepuasan

nasabah/konsumen dan kerja yang positif pada produk mempunyai

pengaruh positif pada konsumen. Perilaku tidak hanya cenderung terjadi

pada produk yang memerlukan tingkat keterlibatan yang rendah (low involuement). Akan tetapi terjadi juga pada produk yang mempunyai keterlibatan tinggi (high involvement). Tingkat keterlibatan produk dikatakana tinggi, apabila konsumen melibatkan banyak factor

pertimbangan dan informasi yang harus di peroleh sebelum mengambil

keputusan untuk membeli.

Keberhasilan pemasaran suatu produk sering tidak cukup hanya

dengan menawarkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh jasa

tersebut. Justru yang terpenting adalah apakah penyediaan produk

tersebut sudah sesuai dengan keinginan dan dapat memenuhi kebutuhan

(46)

28

pemasaran tersebut hanya bisa dicapai melalui penerapan strategi

pemasaran yang melibatkan perusahaan dan pelanggan.

Berdasarkan penjelasan diatas, indikator positioning berdasarkan

pesaing produk yang digunakan untuk mengetahui kepuasan nasabah

dalam penelitian ini:

1) Perbandingan kualitas produk

2) Perbandingan pelayanan

3) Perbandingan desain

4) Perbandingan fasilitas

5) Perbandingan letak dan lokasi

Cara ini dilakukan dengan memposisikan produk sebagai

pemimpin dalam kategori produk. Pemposisian dengan mengalihkan atau

mengganti kelas produk tertentu.

Wulandari (24:2013) dalam kotler dan Amstrong (2008) kualitas

produk (Product Quqlity) kemampuan suatu produk untuk menunjukkan

berbagai fungsi termasuk ketahanan, keterandalan, ketepatan, dan

kemudahan dalam penggunaan. Kualitas produk menggambarkan sejauh

mana produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Menurut kotler, bowen dan makens (2002). pasar terdiri dari

pembeli dan penjual, pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa

membeli dalam memenuhi keinginan, sumberdaya, lokasi sikap pembeli

(47)

29

dan keinginan yang unik. Masing-masing pembeli merupakan pasar

potensial tersendiri oleh sebab itu penjual idealnya mendesain program

pemasaranya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang

lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pembeli tidak

dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk itu perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar

dengan kebutuhan produk atau tanggapan pembeli yang berbeda-beda.

e) Kepuasan Nasabah

1) Pengertian Kepuasan Nasabah

Kepuasan nasabah adalah salah satu unsur terutama dalam salah

satu upaya untuk mempertahankan konsumen yang telah ada ataupun

untuk menarik konsumen yang baru. Dalam Tjiptono menyatakan bahwa

kotler, (1997:278) menyatakan bahwa kepuasan atau ketidak puasan

merupakan persaan senamg atau kecewa seseorang yang berasal dari

perbandingan antara kesan kinerja suatu produk yang disertai

harapan-harapan yang menyertainya penelitian lain dilakukan oleh Blomeretan,

(1998:104) menjelasakn bahwa kepuasan sering kali dipandang sebagai

dasar munculnya loyalitas.

Pemasar jarang dapat memuaskan semua orang dalam pasar.

Keberhasilan pemasaran produk modern karena itu bergantung bukan

pada kemampuan penjual untuk mempengaruhi tingkat waktu dan

(48)

30

partisi atribut yang dimiliki konsumen sebagai sarana untuk menargetkan

penawaran produk kepada mereka (Kotler, 2002:02).

Kotler (2002:02), berpendapat bahwa pemasar jarang dapat

memuaskan semua orang dalam pasar. Keberhasilan pemasaran produk

modern karena itu bergantung bukan pada kemampuan penjual untuk

mempengaruhi tingkat waktu dan komposisi permintaan namun lebih

signifikan pada ketrampilan untuk partisi atribut yang dimiliki konsumen

sebagai sarana untuk menargetkan penawaran produk kepada mereka.

2) Macam-macam dan jenis kepuasan nasabah

a) Kepuasan Fungsional: merupakan kepuasan yang diperoleh dari

fungsi atau pemakian suatu produk. Misalnya: karena makan

membuat perut menjadi kenyang.

b) Kepuasan psikologikal: merupakan kepuasan yang diperoleh dari

atribut yang bersifat tidak terwujud. Misalnya: perasaan bangga

karena mendapat pelayanan yang sangat istimewa dari sebuah

rumah makan yang mewah.

Definisi kepuasan menurut Ricard cliver yang dikutip oleh james

G. barners (2001:64) adalah tanggapan pelanggan atas terpenuhinya

kebutuhanya. Hal itu berarti penilaian bahwa suatu bentuk keistimewaan

dari suatu barang atau jasa., memberikan tingkat kenyamanan yang

terkait dengan pemenuhan suatu kebutuhan, termasuk pemenuhan

(49)

31

harapan pelanggan. Hal tersebut menunjukkan bahwa terpenuhinya suatu

kebutuhan menciptakan suatu kenyamanan merupakan kepuasan.

Kepuasan pelanggan (consumer satisfaction).Tujuan konsep

pemasaran ini adalah untuk memperbaiki hubungan konsumen karena

hubaungan yang lebih baik sangat menguntungkan bagi perusahaan,

dan dapat meningkatkan laba.Dengan laba perusahaan dapat tumbuh

dan berkembang, serta juga dapat memberikan tingkat kepuasan yang

lebih besar pada pelanggan.

Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan senang yang di

hasilkan perbandingan kinerja atau hasil yang di rasakan dengan

harapan Kotler (2000:40).

Cronin dan Taylor (1992) dalam F. Selnes (1993) menyatakan

bahwa kriteria kinerja memberikan ukuran yang lebih baik untuk model

teoritis daripada mengguanakan harapan, pengalaman, dan pengetahuan

kelas produk atau jasa kemungkinana akan menjadi penentu yang

penting mengenai penting bagaimana konsumen menilai kinerja produk

atau jasa. Pada akhirnya atribut-atribut penting yang dinilai konsumen

tersebut juga akan mempengaruhi sikap puasa atau ketidak puasan

terhadap produk atau jasa.

3) faktor-faktor pendorong kepuasan konsumen

menurut Handri Irawan D (2002) dalam Risky (2011:23) meliputi:

a) Kualitas produk

(50)

32

c) Faktor emosional

d) Kemudahan untuk mendapatkan produk dan jasa

Untuk mengukur kepuasan konsumen menurut kotler (dalam

Tjiptono, 2004:210) ada empat macam kepuasan konsumen yaitu:

a) System keluhan dan saran

b) Ghost shopping

c) Lost customer analisys

d) Survey kepuasan nasabah

4) pengukuran kepuasan konsumen (customer satisfaction)

Menurut Ricard F. Gerson dalam (majalah Swa,2008) terdapat tujuh

alasan utama mengapa perlu melakukan yaitu:

a) Untuk memahami persepsi konsumen

b) Untuk menentukan kebutuhan, keinginan, persyaratan, dan harapan

konsumen

c) Untuk menutup kesejahteraan

d) Untuk memeriksa apakah peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan

konsumen sesuai dengan harapan anda atau tidak.

e) Kenapa peningkatan kerja membawa peningkatan laba.

f) Untuk mempelajari bagaimana melakukanya dan apa yang harus di

lakukan kemudian.

g) Untuk menerapkan proses kebaikan kesinambungan.

Berdasarkan penjelasan diatas, indikator positioning yang digunakan

(51)

33

Dalam memenuhi kebutuhanya konsumen selalu menginginkan lima hal

yaitu:

1) Rasa aman

2) Kemudahan

3) Kualitas Pelayanan

4) Kualitas produk

5) Ketepatan waktu

Banyak konsumen lari ketempat lain karena masalah pelayanan, harga

dan kualitas barang kadang menjadi nomer dua di bandingkan pelayanan.

Menyadari hal tersebut maka strategi Positioning harus dilakukan agar dapat

memberikan pelayanan yang mengarah pada pasarnya.

Bentuk pelayanan yang di berikan pada perusahaan seperti

menyediakan tempat parkir yang luas dan gratis.Pelayanan ini juga

bertujuan untuk menarik perhatian konsumen.

f. Keterkaitan Antar Variabel

1) Pengaruh atribut produk terhadap kepuasan nasabah

Suatu hal pokok yang diperlukan dalam sebuah usaha ’memaku

mati’ pesan dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang

berhubungan dengan pesananya, tapi justru kepada kepuasan terhadap

kualitas produk yang meliputi atribut produk. Sehingga peranan

positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan

(52)

34

Laely (2012:26) Strategi positioning yang dilakukan suatu

perusahaan dengan baik dapat menciptakan citra produk yang baik dalam

benak konsumen. Hal tersebut akhinya yang mempu mendorong seorang

konsumen memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk

perusahaan tersebut. Dengan demikian dapat meningkatkan volume

pembelian produk perusahaan tersebut.

Fandy Tjiptono (2000:45) menyebutkan bahwa suatu atribut produk,

manfaat produk dan pesaing produk memiliki hubungan erat dengan

kepuasan nasabah untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan

perusahaan, dalam jangka panjang, ikatan seperti ini memungkinkan

perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta

membutuhkan mereka. Berdasarkan uraian tersebut dirumuskan hipotesis

sebagai berikut:

H1. Terdapat pengaruh positif atribut produk terhadap kepuasan nasabah

2) Pengaruh manfaat produk terhadap kepuasan nasabah

Apabila nasabah dapat merasakan manfaat dari atribut-atribut yang

khas yang melekat pada koperasi maka akan memberikan penilaian yang

yang positif atas atribut tersebut. Oliver (2006) dalam mujiharto (2006)

mendefinisikan kepuasan sebagai tanggapan pelanggan, yaitu penilaian

atas fitur-fitur suatu produk atau jasa bahkan produk-produk jasa itu

sendiri yang memberikan tingkat kesenangan dalam mengkonsumsi yang

(53)

35

Dalam penelitian Anderson et al (1994) dalam agung (2012)

dinyatakan bahwa atribut produk sangat erat kaitanya dengan Customer Satisfation karena semakin tinggi tingkat penilaian konsumen mengenai atribut produk maka akan semakin tinggi kepuasan pelanggan.

Berdasarkan uraian tersebut dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2. Terdapat pengaruh positif manfaat produk terhadap kepuasan

nasabah

3) Pengaruh pesaing produk terhadap kepuasan nasabah

Keberhasilan pemasaran suatu produk sering tidak cukup hanya

dengan menawarkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh jasa tersebut.

Justru yang terpenting adalah apakah penyediaan produk tersebut sesuai

dengan keinginan nasabah dan dapat memenuhi kebutuhan nasabah

sehingga dapat meningkatkan kepuasan nasabah.

Baihaqi (2006:30) dalam rangka mengevaluasi kinerja produk/jasa

yang baik atau layak untuk diterima merek mungkin akan menciptakan

harapan yang pasti tetapi jarang sekali alasan secara teoritis yang

mendukung bahwa konsumen menggunakan harapan (Expectation) untuk menilai kinerja (Performance) setelah pembelian. Oleh karena itu konsumen sangat suka menggunakan bermacam-macam standart kerja

dalam evaluasi pasca pembelian. Penelitian terdahulu meneliti pengaruh

keunggulan produk terhadap kepuasan nasabahdilakukan oleh Mital et al,

(1998) dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja yang negatif

(54)

36

dan kerja yang positif mempunyai pengaruh yang positif terhadap

kepuasan pelanggan. Berdasarkan uraian tersebut dirumuskan hipotesis

sebagai berikut:

H3. Terdapat pengaruh positif pesaing produk terhadap kepuasan

nasabah

g. Kerangka Penelitian

Strategi pemasaran yang sesuai akan menciptakan kepuasan nasabah.

Sehingga tujuan perusahaan atau organisasi dapat tercapai. Untuk

memperjelas faktor-faktor yang mempengaruhi atribut produk, manfaat

produk, pesaing produk terhadap kepuasan nasabah di Koperasi Mandiri

Sejahtera Bancak, penulis membuat kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar 2.1

Kerangka Penelitian Empiris

H1

H2

H3

Kepuasan nasabah Y Atribut produk

X1

Manfaat produk X2

(55)

37

h. Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu jawaban permasalahan sementara yang

bersifat dugaan dari suatu penelitian. Dugaan ini harus dibuktikan

kebenaranya melalui data empiris (fakta lapangan). Hipotesis dapat benar

terbukti dan tidak terbukti setelah didukung oleh fakta-fakta dari hasil

penelitian lapangan. Hipotesis penelitian tidak sendirinya harus terbukti

kebenaranya, akan tetapi apapun hasilnya yang lebih penting adalah

kemampuan peneliti untuk mencari jawaban dengan data, fakta lapangan

yang sebenarnya (Supardi, 2005:69)

Berdasarkan uraian kerangka pemikiran diatas, maka penulis menarik

membuat hipotesis sebagai berikut:

Tabel 2.1 Hipotesis

H1 Terdapat pengaruh Variabel atribut Produk terhadap kepuasan

nasabah di Koperasi mandiri sejahtera Bancak Kab. Semarang

H2 Terdapat pengaruh Variabel Manfaat Produk terhadap kepuasan

nasabah di koperasi mandiri sejahtera Bancak kab. Semarang.

H3 Terdapat pengaruh Variabel Pesaing Produk terhadap kepuasan

(56)

38

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan rancangan berisi tentang objek atau subjek

yang akan di teliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan

data dan analisis data berkenaan dengan fokus masalah tertentu. (Sutama,

2011:25). Berikut metode-metode penulis yang digunakan dalam penelitian ini:

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan di gunakan dalam penelitian ini adalah

menggunakan metode kuantitatif. Dimana penulis akan berusaha menekankan

pada aspek pengukuran secarao byektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat

melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa

komponen masalah, variabeldan indikator. Penelitian kuantitatif mengadakan

eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang

timbul.

B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Dalam Penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada Koperasi Jasa

Keuangan Syari’ah dibawah ini:

a. Nama Lembaga : MANDIRI SEJAHTERA

b. Bentuk Badan Usaha : KOPERASI

c. Alamat Kantor : Desa Plumutan, Timur Pasar

Kalimaling Kecamatan Bancak,

(57)

39

d. Telp/HP : (021) 70092171 / 085 228 887 570

e. No. Badan Hukum : No.435/BH/XIV.23/188.4/IV/2011

Tanggal 18 April 2011

f. Tanggal Berdiri : 24 Februari 2011

g. No. Ijin Simpan Pinjam : 012/SIUSPK/KDK.11.1/V/2011

h. Nama Penanggung Jawab : Lukman Arifin S.Hi,

i. Jabatan Dalam Lembaga : Ketua

j. Alamat Rumah

2. Kepengurusan Koperasi “ MANDIRI SEJAHTERA”

1. Pengurus

Ketua : LUKMAN ARIFIN S. Hi.

Sekretaris : S. KUMAIDATUL K. S.H.

Bendahara : UMI MASYRIFAH T. A.md. Ei.

2. Pengawas

Ketua : IMRO’ATUN A.md. Ei.

Anggota : INDAH FITRIYA, A. Md. Ei

(58)

40

Struktur Organisasi Koperasi Mandiri Sejahtera BANCAK TH. 2011-2015

Gambar : 3. 1 Struktur Organisasi

Sumber: wawancara Pada tanggal 27 April 2016

3. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Maret sampai

dengan September 2016.

C. Populasi dan Sampel

Sugiono (2010:115) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek, yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan

kemudian ditarik kesimpulanya.

KEPALA

STAF ADMINISTRASI STAF MARKETING STAF REMIDIAL

Lukman Arifin

khoirunnisa S. Kumaidatul K. Umi Masrifah T.

Nurhadi

(59)

41

a. Populasi

Menurut Supardi (2005 : 101) populasi adalah suatu kesatuan

individu atau subyek pada wilayah dan waktu serta dangan kualitas tertentu

yang akan diteliti. Menurut Bawono (2006 : 28) populasi adalah

keseluruhan wilayah yang terdiri atas objek dan subjek yang ditetapkan

untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan. Adapun yang menjadi populasi

dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Koperasi Mandiri Sejahtera kec.

Bancak Kab. Semarang yang berjumlah sekitar 1696 nasabah.

b. Sampel

Sampel menurut sugiono (2010:116) adalah bagian jumlah dari

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Sampel merupakan kelompok yang dipergunakan oleh peneliti untuk

memperoleh informasi (Sutama, 2011:108). Metode pengambilan sampel

yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih

menjadi anggota sampel. Dalam penelitian ini penulis menggunakan simple random sampling tehnik penetuan sampel dengan acak sederhana.

Menurut pendapat (Arikunto 2010:179) dalam penentuan jumlah

sampel dapat ditentukan sebagai berikut:

( ) ( )( )

= ukuran sampel

Z = standart score untuk α yang dipilih

(60)

42

P = proporsi dalam populasi

Menggunakan rumus tersebut, maka penulis akan menggunakan tingkat

kesalahan sebesar 5%, sehingga penulis akan mengambil sampel sebanyak 100

responden

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik atau metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang

dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang akan dianalisis untuk

mendapatkan suatu kesimpulan (Bawono, 2006:29). Teknik pengumpulan data

yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah:

Pembahasan data yang diperlukan adalah data yang tidak terlepas dari

proses perumusan masalah penelitian dan penetapan variabel penelitian

(Supardi, 2005: 118).

1. Sumber dan Jenis data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data

primer adalah pengambilan data yang diperoleh secara langsung oleh

peneliti dari lapangan (Bawono, 2006: 29).

2. Teknik pengumpulan data a. Metode Angket

Metode utama dalam mengumpulkan data adalah metode angket

(Questionaire = kuesioner atau daftar pertanyaan). Angket adalah sejumlah pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden

(61)

43

memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah

ditetapkan.

Metode ini merupakan metode utama atau metode pokok yang

digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang atribut produk,

manfaat produk, dan pesaing produk, dan kepuasan nasabah Koperasi

Mandiri Sejahtera Kab.Semarang, Jawa Tengah, di Desa Plumutan, Kec.

Bancak, Kab. Semarang.

b. Metode Observasi (observation)

Adalah pengamatan, perhatian, atau pengawasan. Artinya

mengumpulkan data atau menjaring data dengan melakukan pengamatan

terhadap subyek dan obyek penelitian secara seksama dan sistematis.

Metode ini merupakan metode kedua atau metode yang membantu

untuk mendapatkan informasi data tentang kepuasan nasabah terhadap

Koperasi Mandiri Sejahtera Kab.Semarang, Jawa Tengah, di Desa

Plumutan, Kec. Bancak, Kab. Semarang.

c. Metode Wawancara (interview)

Metode ini merupakan proses yang bertujuan untuk memperoleh

suatu fakta atau data dengan melakukan komunikasi langsung

(tanya-jawab secara lisan) dengan responden penelitian, baik secara bertemu

langsung maupun menggunakan teknologi komuniksi (jarak jauh).

Metode ini adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan

informasi tetang profil Koperasi serta data-data yang mendukung lainnya

Gambar

Gambar 2.1 : Kerangka Penelitian Empiris............................................. 36
   Gambar 2.1   Kerangka Penelitian Empiris
Tabel 2.1
Gambar  : 3. 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah kenormalan data diketahui yaitu berdistribusi normal maka dilakukan analisis bivariat menggunakan Uji Paired t-test untuk mengetahui pengaruh pelatihan deteksi dini

Menurut FASB (SFAC No. 35) : Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha untuk mentransfer

Penelitian ini dilatar belakangi karena isi materi yg ada pada LKPD yg digunakan di SMP Muhammadiyah ٥ Bandar Lampung tidak sesuai dengan Kopetensi Dasar (KD),

Standar beban kerja di unit Lavender, Anggrek dan Melati lebih besar dibandingkan dengan penelitian di ruang Medikal Bedah Rumah Sakit Umum Negara Bali, berdasarkan

Penulisan Ilmiah ini bertujuan untuk membuat Website SMUN 02 TINGGIMONCONG yang dapat digunakan sebagai sarana informasi tentang aktifitas sekolah tersebut. Dalam penulisan ilmiah

terhadap tindak pidana perjudian secara online pada tahap. penyidikan di Polda

Pada saat Peraturan Walikota ini mulai berlaku, maka Peraturan Walikota Tebing Tinggi Nomor 551/452/Tahun 2009 tentang Ruas Badan Jalan Tempat Parkir

Dengan mengenali cara belajar Ananda, Ayah Bunda dapat melakukan kegiatan yang sesuai untuk menumbuhkan minat baca anak. Sehingga anak mendapat pengalaman membaca