EFEK VISUAL FERRO SULFAT DAN PEWARNA ALAM
DAUN JATI UNTUK PERANCANGAN ELEMEN ESTETIS
INTERIOR RUMAH HUNIAN
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Rupa
Disusun Oleh
Yuni Puspitta Dewi
C0913049
Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa Dan Desain
Universitas Sebelas Maret Surakarta
MOTTO
PERSEMBAHAN
Keluarga tercinta
Ayah, Ibu, dan Adik
Sahabat dan teman-teman
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan berkat dan karunia-Nya, sehingga Tugas Akhir yang berjudul Efek Visual Ferro Sulfat dan Pewarna Alam Daun Jati Untuk Perancangan Elemen Estetis Rumah
Hunian . Pengantar Karya ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar sarjana Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Pengantar Karya Tugas Akhir ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari beberapa pihak. Penulis menyadari bahwa penulis tidak dapat menyelesaikannya dengan baik tanpa bantuan dan bimbingan dari pihak yang mendukung. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Drs. Ahmad Adib, M.Hum., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Dra. Tiwi Bina Affanti, M.Sn. selaku Kepala Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Setyawan, S.Sn. M.A. selaku pembimbing I dan Drs. Felix. Ari Darsono, M.Sn.selaku pembimbing II.
4. Bapak Ibu Dosen Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain
5. Ayah, Ibu dan adik yang telah mendukung secara moril dan materil sehingga penulis dapat menyelesaikan studi.
6. Teman – teman serta seluruh pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan Karya Tugas Akhir.
Semoga Pengantar Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis.
Surakarta, Juli 2017
E. Gagasan Perancangan ... 31
BAB III PROSES PERANCANGAN A. Bagan Alur Perancangan ... 32
B. Konsep Perancangan ... 33
C. Kriteria Desain ... 37
D. Pemecahan Visual ... 40
BAB IV VISUALISASI ... 41
BAB V PENUTUP ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 73
LAMPIRAN ... 76
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Foto Ferro Sulfat ... 9
Gambar 2. Foto Pohon Jati ... 11
Gambar 3. Foto Pucuk Daun Jati ... 11
Gambar 4. Foto terkstur Rustic 1 ... 12
Gambar 5. Foto Konsep Rustic 2 ... 12
Gambar 6. Gambar Teknik Bundel ... 13
Gambar 7. Gambar Teknik Jelujur ... 13
Gambar 8. Gambar Teknik Lipat ... 13
Gambar 10 Gambar Variasi Teknik Bundel ... 13
Gambar 11. Gambar Variasi Teknik Bundel ... 13
Gambar 12. Gambar Variasi Teknik Bundel ... 14
Gambar 13. Gambar Variasi Teknik Bundel ... 14
Gambar 14. Foto Kain Rayon Ima ... 14
Gambar 15. Foto Tirai Kain Polos Warna Coklat ... 20
Gambar 16. Foto Partisi dari benang Wol ... 20
Gambar 17. Foto Kap Lampu Kain Polos Kotak ... 20
Gambar 18. Foto Kap Lampu Tube Kain Polos ... 20
Gambar 19. Foto Kap Lampu Tabung Kain Polos... 20
Gambar 20. Foto Partisi Ruang dari Katun Polos ... 21
Gambar 21. Foto Partisi Ruang dari Katun Panel Kotak ... 21
Gambar 22. Foto Tirai Pita Kain Putih Polos... 21
Gambar 23. Foto Tirai Katun Putih Polos... 21
Gambar 24. Foto Kain Ikat Celup Tritik ... 22
Gambar 25. Foto Kain Ikat Celup Jumputan... 22
Gambar 26. Foto Tirai Ikat Celup ... 24
Gambar 27. Foto Kain Ikat Celup teknik Bundel ... 25
Gambar 28. Foto Desain 1 ... 42
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Uji Coba Efek Visual Ferro Sulfat dengan Beberapa Pewarna Alam
... 27
Tabel 2. Hasil Uji Coba Efek Visual Ferro Sulfat dengan Pewarna Alam Daun Jati
Pada Kain Rayon Ima ... 28
Tabel 3. Hasil Uji Coba Efek Visual Ferro Sulfat dengan Pewarna Alam Daun
Jati Pada Kain Crepe ... 29
Tabel 4. Hasil Uji Coba Efek Visual Ferro Sulfat dengan Pewarna Alam Daun
Jati Pada Kain Sanwash ……….. 30
Tabel 8. Hasil Ekplorasi Visual dengan teknik Ikat Celup ……… 40
DAFTAR BAGAN
Bagan 1. Alur Perancangan……….. 32
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Konsultasi M.K. Tugas Akhir Jurusan Kriya Tekstil UNS
GLOSARIUM
Ferro Sulfat : Nama Ilmiah dari Tunjung (FeSO4) merupakan senyawa besi
yang digunakan sebagai zat mordan dalam pewarnaa alam pada
tekstil.
Rustic : Kasar dan pedesaan, gaya interior yang menonjolkan kesan dan
usang menekankan penggunaan material alam dan unsur natural
yang kasar dan usang.
Rayon Ima : Kain yang berasal dari serat semi sintetis tumbuhan, memiliki sifat
menyerap warna yang baik, lembut, bertekstur garis putus-putus,
ABSTRAK
Yuni Puspitta Dewi. C0913049. 2017. Efek Visual Ferro Sulfat dan Ekstrak Daun Jati untuk Perancangan Elemen Estetis Interior Rumah Hunian. Tugas Akhir : Program Studi Kriya Seni/Tekstil. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Latar belakang proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan dan selera nuansa alami dalam rumah hunian. Memanfaatkan kekayaan alam diantaranya Ferro Sulfat dan pewarnaa alam daun Jati untuk perancangan produk elemen estetis interior rumah hunian. Perancangan Menggunakan tema Rustic. Diharapkan dapat menciptakan suasana ruang yang berbeda,hangat dan bersahabat.
Metode yang dipakai yaitu metode desain dengan melewati tiga tahap yakni, metode perancangan, konsep dan visualisasi. Untuk metode perancangan melewati tahap analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, pengumpulan data, uji coba, dan menentukan gagasan awal perancangan. Konsep meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualisasikan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan.
Hasil perancangan tugas akhir ini menghasilkan delapan panel desain tekstil dan ilustrasi dalam bentuk tiga aplikasi produk elemen estetis interior berupa kap lampu, tirai dan partisi atau penyekat ruang dengan tema Rustic. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah ikat celup. Teknik pewarnaan pada background dan motif menggunakan Ferro Sulfat dan pewarna alam daun Jati. Bahan menggunakan kain Rayon Ima, berasal dari serat semi sintetis dari tumbuhan memiliki sifat menyerap warna yang sangat baik, lembut , bertekstur dan memiliki daya jatuh yang baik sehingga cocok digunakan untuk pewarnaan alam dan dapat mendukung konsep Rustic. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah diharapkan dapat memperkaya khasanah pertekstilan di Indonesia.