• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pneumonia 1. Definisi Pneumonia - Arif Rokhman Prasetyo BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pneumonia 1. Definisi Pneumonia - Arif Rokhman Prasetyo BAB II"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1. Klasifikasi Status Gizi Menggunakan Z – Skor
Gambar 1. Kerangka Teori
Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

dalam melakukan pemodelan transportasi adalah menentukan model tarikan yang merupakan.. proses untuk menerjemahkan tata guna lahan beserta intensitasnya

“Bronchopneumonia adalah radang pada saluran nafas bagian bawah yang ditandai dengan demam, batuk, sesak nafas, peningkatan frekuensi pernafasan, nafas cuping hidung, retraksi

Perubahan hormonal pada trimester tiga yang memengaruhi aliran darah ke paru-paru mengakibatkan banyak ibu hamil akan merasa susah bernafas. Ini juga di dukung

lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. b) Ganti handuk basah dengan handuk yang kering. 23) Pastikan bayi dalam kondisi mantap di atas dada atau perut ibu.

Pneumonia berat ditandai dengan adanya batuk atau disertai kesukaran bernafas, nafas sesak atau penarikan dinding dada sebalah bawah (servere chest indrawing) pada anak

1) Pneumonia lobularis, melibat seluruh atau suatu bagian besar dari satu lobus paru. Bila kedua paru terkena maka dikenal sebagai pneumonial bilateral atau

“Bronchopneumonia adalah radang pada saluran nafas bagian bawah yang ditandai dengan demam, batuk, sesak nafas, peningkatan frekuensi pernafasan, nafas cuping hidung, retraksi

Penilaian dan klasifikasi pneumonia berdasarkan MTBS Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015 Gejala Klasifikasi Tindakan  Ada tanda bahaya umum atau  Tarikan dinding