• Tidak ada hasil yang ditemukan

PIMNAS Bikin Nagih! UNAIR NEWS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PIMNAS Bikin Nagih! UNAIR NEWS"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PIMNAS Bikin Nagih!

UNAIR NEWS – Bagi mahasiswa, mengikuti ajang Pekan Ilmiah

Mahasiswa Nasional (PIMNAS) bisa menjadi candu untuk mengasah jiwa kompetitif mereka. Bahkan, ada pula sebagian dari mereka yang rindu terhadap atmosfer kompetisi dengan peserta dari perguruan tinggi lain saat PIMNAS berlangsung. Rindu itu dituangkan dengan cara membantu persiapan tim UNAIR saat berlaga di PIMNAS ke-29 .

Saat ditemui di sela-sela waktu sarapan pagi, Koordinator Ikatan Alumni PIMNAS UNAIR Miftakhul Jannatin mengatakan, keikutsertaannya dalam membantu kontingen UNAIR tahun ini bisa mengobati rasa rindunya terhadap pengalaman PIMNAS tahun lalu di Kendari.

“Momen PIMNAS ini memang merupakan momen yang bikin saya ketagihan. Jika kami bisa ikut lagi, ya, ingin ikut. Mau balas dendam, sih, kalau kemarin sudah empat besar semoga tahun ini bisa juara umum,” jelas alumni program studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UNAIR itu.

Menambahkan pernyataan Jannatin, Amila Sofia memiliki kesan tersendiri saat mengikuti PIMNAS tahun lalu. Sofia merasa diburu waktu saat mengikuti persiapan dan pelaksanaan PIMNAS tahun lalu. “Susahnya memang diburu waktu jadi ikut gopoh. Tapi yang terpenting senang susah asal bareng-bareng,” papar alumni Teknobiomedik, FST, UNAIR itu.

Tidak jauh beda dengan dua rekannya, Diska Sandikala juga merasakan iklim yang sama. Baginya, perjuangan bersama untuk meraih hasil terbaik menjadi kekuatan tersendiri. Ia juga merasakan jika satu tim tidak tidur, sebagai pendamping ia juga rela untuk tidak tidur.

“Santai boleh tapi tetap bertanggung jawab, tidak tidur satu, ya, tidak tidur semua. Meskipun pendamping, kami benar-benar komitmen untuk dampingi peserta,” pungkasnya.

(2)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S.

Hadirin Padati Kuliah Umum

Stem Cell dengan Pembicara

Rusia

UNAIR NEWS – Ratusan orang memadati ruang Amerta lantai IV

gedung Rektorat Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu pagi (13/9). Mereka menghadiri acara kuliah umum, dengan pembicara level internasional, tentang Stem Cell, yang diadakan oleh Stem Cell Research and Development Center UNAIR dan Institute for Regenerative Medicine, Sechenov University, Moskow, Rusia. Para hadirin berasal dari bermacam latar belakang, seperti, mahasiswa, dosen, peneliti, dan para pelajar yang berminat dengan dunia kedokteran maupun pengobatan.

Tampil sebagai narasumber Prof. Vladimir Mironov M.D. PhD, dari Sechenov University, dan Dr Purwati M.D. dari UNAIR. Prof Mironov secara khusus berbicara tentang Organ Printing: From Idea to New Industry. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Fedik Abdul Rantam.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III bidang riset dan kerjasama Prof. Amin Alamsjah. Dalam sambutannya, Amin mengajak para hadirin untuk bersyukur karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini makin pesat. Termasuk, di bidang kedokteran dan kesehatan.

“Stem cell membawa harapan baru. Ada banyak persoalan kesehatan di dunia yang bisa dipecahkan melalui ilmu pengetahuan tentang stem cell,” papar dia.

(3)

Maka itu, tambah dia, kesempatan menambah wawasan tentang stem cell tidak boleh disia-siakan. Kuliah umum ini adalah salah satunya. Sementara itu, antusiasme hadirin tampak di venue acara. Berkali-kali, panitia harus menambah kursi karena orang-orang terus berdatangan.

Hadiri membeludak. Mereka m e n i k m a t i k u l i a h u m u m dengan seksama.

“Dua pembicara kali ini memiliki banyak pengalaman. Mereka sering meneliti dan mengaplikasikan hasil penelitiannya,” kata Prof. Fedik yang kemudian memerkenalkan sekelumit profil Prof. Mironov dan Dr. Purwati di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan ini, Prof. Mironov menyeritakan tentang peluang besar untuk memecahkan problem kesehatan khususnya berhubungan dengan penyakit organ dalam. “Organ printing, secara umum, berbicara tentang keinginan untuk ‘menciptakan’ atau membentuk organ manusia,” ungkapnya.

Ini merupakan alternatif selain transplantasi organ. Yang bisa digunakan tatkala ada orang yang mengalami masalah dengan organ dalamnya. Tentu saja, teknologi stem cell menjadi prinsip dasar penerapannya.

Sebagian orang mungkin menganggap ini sebagai kegilaan atau sekadar science fiction. Namun faktanya, penelitian yang sudah dilaksanakan belasan tahun ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Salah satu mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Guntur Hadi Laksono mengutarakan, kuliah umum ini

(4)

membuka wawasannya tentang teknologi stem cell di level internasional. “Saya jadi tahu, sudah sejauh mana teknologi dan inovasi ini berkembang. Sedangkan saya sendiri, ingin pula berkonsentrasi untuk belajar tentang stem cell,” papar mahasiswa semester tiga ini. (*)

Author: Rio F. Rahman

Hadi

Shubhan:

Tularkan

Pengalaman Ikut PIMNAS kepada

Adik Kelas

UNAIR NEWS – Seluruh dari 420 judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dipresentasikan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30 tahun 2017, selesai dilakukan penjurian/penilaian, Jumat (25/8) petang. Penjurian itu dilaksanakan di berbagai fakultas di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Setelah itu dewan juri melakukan sidang dan hasilnya akan diumumkan Sabtu (26/8) malam sebelum PIMNAS Ke-30 resmi ditutup.

Sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya seusai penjurian PIMNAS, Tim Universitas Airlangga mengadakan pertemuan antara mahasiswa peserta, pendamping, dosen pembimbing, dan pembina kemahasiswaan. Tujuannya untuk melakukan evaluasi sebagai bahan pembelajaran pada persiapan PKM dan pelaksanaan PIMNAS tahun berikutnya.

Pertemuan itu dilaksanakan di meeting room Hotel Fave, Makassar, tempat menginap selama ambil bagian di PIMNAS. Acara digelar secara santai, bercanda sambil makan malam. Pengendali acara, Dr. Bambang Purwanto, dr., MS., meminta kepada

(5)

masing-masing perwakilan PKM untuk mengisahkan apapun yang dialami dan dilakukan selama kepesertaan PIMNAS 2017. Bahkan jika ada kritikan pun hendaknya disampaikan baik kepada pembina dan panitia.

Dalam kesempatan inilah Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., berharap kepada mahasiswa UNAIR peserta PIMNAS 2017 ini untuk menyebarkan dan menularkan “virus-virus” positif PIMNAS ini kepada kawannya yang masih punya kesempatan dan belum berhasil lolos, dan terutama kepada adik-adik kelas dan ikut memotivasi.

”Beritahu, sebarkan, dan ajarkan kepada adik-adik kelas Anda tentang bagaimana membuat proposal PKM, berlatih presentasi, membuat paparan presentasi, liku-liku dan kejadian saat presentasi, penilaian juri dan sebagainya. Tularkan pengalaman baik ini, baik yang belum berhasil meraih juara, dan apalagi yang sudah meraih hasil terbaik,” kata Pak Hadi, panggilan akrab Dirmawa UNAIR itu.

Diwejangkan juga, bahwa apapun yang sudah dijalani sejak persiapan di Surabaya hingga penjurian dua hari di arena PIMNAS, hendaknya selalu disyukuri, dijadikan pengalaman yang baik bahwa tampil di ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional merupakan prestasi yang berharga. Apalagi kompetitornya juga tidak sembarangan, dari perguruan tinggi hebat-hebat. Ada UGM, UB, ITS, ITB, UI, dsb.

”Berdoalah saja, bertahajut, memohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk dan hasil yang terbaik. InsyaAllah hasil yang diberikan Allah akan sepadan dengan jerih payah dan ikhtiar yang sudah kita lakukan,” demikian pesan Pak Hadi.

(6)

PENAMPILAN presentasi Tim PKM “Kacer” dari Universitas Airlangga, di PIMNAS 2017. (Foto: Bambang Bes)

Hal senada juga disampaikan Dr. Bambang Purwanto bahwa semua peserta hendaknya bisa menjaga perilaku yang baik, tidak berkata yang tidak seharusnya dikatakan, mencela dan menghina orang lain, apalagi bersombong diri. Intinya hendaknya berperilaku positif. Dipesankan juga untuk tidak lupa berdoa, memohon kepada Yang Maha Bijak untuk diberikan prestasi yang terbaik.

”Dari curhatan dan komentar semua peserta dan pembimbing, malam ini beritanya baik dan positif semua. Mudah-mudahan ini akan membawa hasil sepadan seperti yang hita harapkan,” demikian Bambang, staf pengajar Fakultas Kedokteran UNAIR itu. (*)

(7)

Ujian

SBMPTN

di

UNAIR

Berjalan Lancar

UNAIR NEWS – Ribuan lulusan pelajar sekolah menengah atas

mengikuti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Airlangga, Selasa (16/5).

Pelaksanaan tes SBMPTN di UNAIR ditinjau oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih, dan Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, Ph.D. Keduanya meninjau pelaksanaan tes di seluruh kawasan lokasi tes.

Wakil Rektor I UNAIR menyebutkan, jumlah total peserta tes SBMPTN di UNAIR mencapai 6.400 orang. Peserta tes SBMPTN baik paper based test (PBT) dan computer based test (CBT) tersebar di kampus A, B, dan C UNAIR.

Ditemui di lokasi pelaksanaan CBT di gedung Airlangga Medical Center Fakultas Kedokteran, Nasih mengatakan bahwa pelaksanaan tes CBT di UNAIR berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. “Sejauh ini pelaksanaan tes SBMPTN berjalan lancar. Saat ini, masih berlangsung tes kelompok IPA dan Campuran. Ini CBT semua nampaknya tidak ada masalah dan semua berjalan lancar karena tidak ada komplain yang masuk,” tutur Nasih.

Rektor UNAIR tersebut menjamin, pengerjaan soal tes SBMPTN berbasis komputer akan berlangsung aman dan lancar. Pasalnya, setiap komputer di setiap lokasi dihubungkan dengan jaringan intranet sehingga setiap peserta CBT SBMPTN bisa langsung mengakses soal-soal tanpa perlu khawatir dengan gangguan dari luar.

“Setiap lokasi kita siapkan soalnya sehingga jaringannya memang tidak tersambung jadi satu. Kami gunakan jaringan intranet bukan internet. Kalau di sini (FK), berarti kami siapkan soal dan intranet di sini. Di Ekonomi (Fakultas

(8)

Ekonomi dan Bisnis) di sana juga begitu. Jadi, Insya Allah tidak ada masalah,” terang Rektor.

Dari ribuan peserta yang mengikuti tes SBMPTN di UNAIR, sebanyak 855 di antaranya mengikuti CBT. Pelaksanaan CBT tersebar di sembilan fakultas yang memadai untuk digunakan sebagai lokasi ujian tulis berbasis komputer.

“Lokasi CBT kami tersebar di semua kampus. Semoga mereka bisa menggunakan CBT dengan optimal,” imbuh Nasih.

Pelaksanaan tes SBMPTN dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama, peserta tes kelompok IPA dan Campuran terlebih dulu mengerjakan soal-soal. Pada sesi kedua, peserta tes semua kelompok ilmu mengikuti tes kemampuan potensi akademik. Sedangkan, pada sesi ketiga, giliran peserta tes kelompok IPS dan Campuran mengerjakan pertanyaan tes.

Sebagai tambahan informasi, jumlah pendaftar SBMPTN di UNAIR mencapai angka 42.487 orang. Sebanyak 19.762 orang menempatkan UNAIR sebagai pilihan pertama, 13.873 orang pada pilihan kedua, dan 8.852 orang pada pilihan ketiga.

Pada saat yang bersamaan dengan tes SBMPTN, calon mahasiswa baru UNAIR yang diterima melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dikumpulkan di Airlangga Convention Center. Mereka membawa kartu peserta SNMPTN dan surat keterangan lolos SNMPTN. Selain itu, mereka mendapatkan pembekalan dari Rektor UNAIR.

Penulis: Defrina Sukma S Editor: Nuri Hermawan

(9)

Rangkuman Berita UNAIR di

Media (15/7)

Operasi Dua Bayi Setiap Minggu

Tidak sedikit bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Kebanyakan, berjenis atrial septal defect (ASD) dan ventricular septal defest (VSD). ASD merupakan lubang pada dinding yang memisahkan serambi jantung. Sedangkan pada pasien VSD, sekat kedua bilik jantungnya berlubang. Bayi yang mengalami VSD biasanya akan menampakkan gejala kesulitan menyusu, gangguan pertumbuhan, napas pendek, dan mudah lelah. Menurut spesialis kebidanan dan kandungan RSUD dr Soetomo, dr.Agus Sulistiyono, SpOG(K) dari Universitas Airlangga, pemeriksaan untuk kelainan jantung bisa dilakukan saat anak masih dalam kandungan. Pemeriksaannya memerlukan USG khusus, yakni fetal echocardiography. Jika sudah diketahui ada kelainan, memang tidak bisa dilakukan terapi. Hanya, mengetahui kelainan sejak masih di dalam kandungan akan mempermudah antisipasi pada awal kehidupan.

Jawa Pos , 15 Juli 2016 halaman 36

Perpanjangan Pendaftaran Jalur Mandiri Bidikmisi

Kesempatan kuliah gratis bagi mahasiswa kurang mampu masih terbuka lebar. Pemohon bantuan biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi atau bidikmisi bisa mendaftar jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN). Di Universitas Airlangga, pendaftaran mandiri bidikmisi dibuka hingga 19 Juli. Rektor UNAIR, Prof.Moh Nasih mengungkapkan, bahwa jumlah pemohon bidikmisi UNAIR mencapai 5 ribu orang. Namun, saat ini UNAIR masih menerima 666 mahasiswa bidikmisi dari SNMPTN sebanyak 373 mahasiswa, dan dari SBMPTN sejumlah 293 mahasiswa. Sementara itu, pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (PPMB) Mandiri UNAIR ditutup tadi malam, dengan jumlah pendaftar

(10)

mencapai 10 ribu. Pada pukul 13.00 WIB kemarin, jumlah pendaftar mandiri ada 10.143 pendaftar.

Sindo, 15 Juli 2016 halaman 28

Penulis :Afifah Nurrosyidah Editor : Dilan Salsabila

Dari Bali, Kunjungi UNAIR

untuk Gali Informasi dan

Motivasi

UNAIR NEWS – Memasuki waktu yang semakin dekat dengan

pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2017, Universitas Airlangga (UNAIR) kembali dibanjiri kunjungan siswa-siswi SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Senin (05/12), UNAIR dikunjungi oleh SMAN 3 Denpasar Bali. Sebanyak 170 guru dan siswa memadati Aula Kahuripan Gedung Manajemen, Kampus C.

Seperti biasa, kunjungan tersebut diterima langsung oleh perwakilan Pusat Informasi dan Humas (PIH) dan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Mewakili PIH, Dr. Eduardus Bimo Aksono, Drh., M.Kes, menjelaskan terkait informasi yang ada di UNAIR, termasuk fakultas, fasilitas, prestasi, dan lainnya. Sedangkan dari PPMB, Moch. Zainal Arifin, Dr., M.S., drh., menjelaskan terkait pendaftaran dan penerimaan calon mahasiswa baru UNAIR.

Siswa-siswi SMAN 3 Denpasar begitu antusias menyimak penjelasan dari narasumber. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber. Namun

(11)

yang unik, kunjungan tersebut tidak hanya dihadiri oleh siswa SMAN 3 Denpasar. Ada tiga alumni dari SMAN tersebut hadir untuk memberikan motivasi.

Salah satu dari alumni tersebut adalah Dicky, alumni SMAN 3 Denpasar yang baru saja diterima di Prodi Hubungan Internasional UNAIR pada tahun 2016. Di akhir acara, ia memberikan sepatah dua patah kata dihadapan adik-adik juniornya.

“Alumni SMAN 3 Denpasar itu ada lima yang diterima di UNAIR, salah satunya saya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, banyak siswa siswi yang penasaran dengan pernyataan kakak kelas mereka terkait kesan dan pengalaman kuliah di UNAIR. “Living cost di Surabaya enggak mahal kok. Asal gak hedon dan bisa hemat. Makanan minuman juga banyak yang murah di Surabaya,” jelasnya.

“Kalian gak perlu khawatir gak ada temannya. Karena disini ada UKM Kerohanian. Biasanya kita, mahasiswa dari Bali itu kumpul dan ketemunya disitu,” ujar Dicky. “Makanya ayo kuliah di UNAIR, biar makin rame. Semakin banyak temannya,” serunya pada adik kelasnya.

Terkait alumni yang memberi motivasi, staf PIH Hedy Diah Syahputri, S.Ikom, mengatakan bahwa hal tersebut berguna untuk memupuk motivasi pada diri siswa siswi yang berkunjung. “Jarang ada alumni dari sekolah yang berkunjung. Alumni kan juga memengaruhi indeks dari sekolah almamaternya,” tandasnya.(*)

Penulis : Dilan Salsabila Editor : Nuri Hermawan

(12)

Semarak Perayaan 17 Agustus

di UNAIR

UNAIR NEWS – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia

ke-71 di Universitas Airlangga berlangsung semarak. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, UNAIR menyelenggarakan perlombaan yang diikuti oleh sivitas akademika UNAIR, baik pimpinan, karyawan, maupun mahasiswa. Perlombaan yang diselenggarakan selepas upacara bendera ini berlangsung meriah. Terlihat antusiasme dari peserta dan penonton yang mengikuti seluruh acara hingga selesai.

Ada tiga perlombaan yang dipilih untuk dapat diikuti oleh sivitas, yaitu lomba mendayung debhok (batang pisang) yang dilaksanakan di danau Kampus C, UNAIR, serta lomba presenter dan lomba yel-yel yang diselenggarakan di depan kantor Manajemen. Masing-masing unit, lembaga, dan fakultas beramai-ramai mengikuti perlombaan yang juga diikuti oleh mahasiswa asing ini.

“Lomba-lomba ini lebih untuk meningkatkan semangat teman-teman sivitas akademika UNAIR. Bagaimana caranya guyup, tetap semangat, tetap mengingat bahwa mengisi kemerdekaan ini perlu semangat, perlu guyup, perlu bersama-sama,” ujar Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak.

Jajaran pimpinan baik unit, lembaga, dan fakultas tak mau ketinggalan mengikuti perlombaan. Pada perlombaan presenter bahasa Jawa, ada sebagian dari peserta yang merupakan pengguna bahasa Jawa pasif. Sehingga, pada pembacaan berita, penonton maupun peserta lain terpingkal-pingkal, mengingat ejaan bahasa Jawa yang begitu kompleks.

Rektor UNAIR mengatakan, perlombaan dalam rangka perayaan kemerdekan RI ini untuk mendorong sivitas, bahwa kemerdekaan yang telah diraih masyarakat Indonesia didapat karena

(13)

perjuangan yang luar biasa. Ia berharap, sivitas akademika UNAIR tetap semangat menghidupkan bahasa Jawa agar tidak punah.

“Harapannya pertama, agar semangat menghidupkan Bahasa Jawa tidak punah. Kedua, bagaimana caranya teman-teman tetap guyup meskipun dalam berbagai bahasa. Ketiga, mahasiswa asing mengerti dan menyenangi budaya dan bahasa yang ada di Indonesia, khususnya Bahasa Jawa,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR itu.

Pada lomba mendayung debhok, juara I diraih oleh tim dari Direktorat Sarana Prasarana dan Lingkungan UNAIR tim B, juara II diperoleh tim dari Sekretaris Universitas, dan juara III diperoleh tim dari Direktorat Sarana Prasarana dan Lingkungan UNAIR tim A.

Pada perlombaan presenter Bahasa Jawa, Juara I diperoleh Mochtar Lutfi dari Fakultas Ilmu Budaya, Juara II Junaidi Khotib Wakil Rektor IV, dan Juara III Hery Purnobasuki Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi. Sedangkan pada perlombaan yel-yel, Juara I diperoleh Satuan Pengamanan UNAIR, Juara II Fakultas Kedokteran Gigi, Juara III Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR, Suko Widodo mengatakan, perlombaan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI ini diadakan untuk membangun keakraban antara sivitas akademika UNAIR.

“Ini perlombaan yang baru pertama kali dilakukan dalam rangka peringatan 17 Agustus. Semoga kedepan perlombaan bisa melibatkan masyarakat sekitar kampus,” harapnya. (*) Penulis : Binti Q. Masruroh

(14)

FK UNAIR Ajak Masyarakat

Hidup Sehat dengan Bersepeda

Bersama

UNAIR NEWS – Acara bertajuk “Gowes Bareng Civitas Akademika FK

UNAIR” yang diselenggarakan FK UNAIR bersama tenaga medis rumah sakit se-Surabaya berlangsung meriah. Ratusan dokter, lengkap dengan kostum beragam ala dokter, mulai baju praktik, baju jaga, baju ruang kamar operasi, dan baju dokter jawa, siap gowes bareng. Bersepeda bersama atau yang akrab disebut

gowes, dimulai dari halaman depan Aula FK UNAIR pada Minggu

(4/9).

Acara bersepeda bersama yang juga dibarengi dengan peresmian sekaligus pelantikan pengurus Komunitas Kesehatan Indonesia (Koseindo) dibuka langsung oleh Dekan FK UNAIR, Prof. Soetojo, dr., Sp.U. Dalam sambutannya, dekan berharap agar masyarakat semakin sadar dengan budaya sehat melalui bersepeda. Beberapa poster yang ditempel dan dibagikan saat bersepeda diharapkan semakin memberikan gambaran dan edukasi kepada masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, saya mengajak agar mahasiswa dan dosen terbiasa naik sepeda. Kegiatan ini juga mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya menciptakan lingkungan yang clean and

green. Jadi jika lingkungan sehat orangnya juga sehat,” tegas

Prof. Soetojo.

Hadir di tengah pesepeda, Wali Kota Surabaya Ir. Tri Risma Harini. Kedatangan Risma turut membuka acara Gowes Bareng tersebut. Wali kota perempuan pertama tersebut juga menyampaikan beberapa hal seputar budaya bersepeda kepada hadirin. Selain itu, Risma juga bercerita bahwa baru saja ia

(15)

diingatkan oleh tamu dari asing mengenai kondisi masyarakat Surabaya yang terbiasa dengan hidangan lezat, sudah sepatutnya diimbangi dengan budaya sehat. Salah satu budaya sehat tersebut adalah dengan bersepeda.

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini. Baru kemarin saya diingatkan orang luar, kalau makanan di Surabaya ini enak. Kan rawan diabet,” canda Risma diingiri tepuk tangan hadirin.

“Saya juga salut, FK UNAIR dan Koseindo telah memberikan inisiasi masyarakat agar sehat dengan bersepeda. Kalau masyarakat diberi contoh oleh yang berilmu, pasti nurut. Mudah-mudahan hal ini bisa jadi pola hidup,” tegas Risma. Rute gowes bareng dimulai dari FK UNAIR, melalui jalan-jalan besar di Surabaya dan tempat bersejarah, dan berakhir kembali ke FK UNAIR. Selain bersepeda, sesampai garis finish, peserta yang mengikuti acara gowes dihibur dengan kemeriahan acara orkes musik dan undian kupon berhadiah. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Quryatul Masruroh

Kuliah Umum Praktisi BPJS

untuk Mahasiswa PDD UNAIR

Banyuwangi

UNAIR NEWS – Selalu ingin melakukan inovasi diluar materi

perkuliahan yang normatif, program studi Kesehatan Masyarakat PDD Universitas Airlangga di Banyuwangi menghadirkan nara sumber dari unsur praktisi. Mereka yang dihadirkan untuk memberikan kuliah umum kali ini dari BPJS Kesehatan

(16)

Banyuwangi, yang dilaksanakan Jumat (24/3) kemarin.

Dijelaskan oleh Dian Santoprayoga, S.KM., M.Kes., salah seorang dosen pengampu mata kuliah Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) di prodi Kesehatan Masyarakat PDD Banyuwangi, ia merasakan mahasiswa sekarang ini jauh lebih kritis dibandingkan dengan era sebelumnya. Terkadang karena keterbatasan waktu kuliah, ada beberapa pertanyaan mahasiswa yang akhirnya belum terjawab, rasa keingintahuan mereka sangat tinggi, ditambah lagi semakin kompleksnya permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini.

”Karena itu kami merasa perlu untuk mendatangkan langsung pakar-pakarnya. Kemudian mendapati suasana baru, mahasiswa menjadi lebih leluasa untuk bertanya dan menggali lebih dalam dari rasa keingintahuannya. Melalui kegiatan kuliah umum ini, rasa penasaran mahasiswa sedikit banyak sudah terjawab dalam bidang kebijakan kesehatan di Indonesia dan seputarnya,” tambah Dian.

Kuliah umum ini mengangkat tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi Masyarakat Indonesia”. Pemateri yang dihadirkan adalah perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Banyuwangi. Karena “serunya”, kegiatan perkuliahannya bahkan sampai berjalan selama sekitar 4 jam.

Berbeda dengan kuliah pada umumnya, disini tidak hanya mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, tetapi juga dosen yang ikut terlibat. Dosen juga berhak mengajukan pertanyaan sesuai yang ingin diketahuinya. Para pakar bertugas menjadi fasilitator dan memberikan pencerahan terhadap rasa keingintahuan peserta kuliah umum. Perkuliahan ini diikuti semua mahasiswa prodi kesehatan masyarakat PDD UNAIR Banyuwangi. (*)

(17)

Editor : Bambang ES

Orientasi Justitia Bentuk

Mahasiswa

Menjadi

Yuris

Berlandaskan Pancasila

UNAIR NEWS – Setelah mengikuti rangkaian acara Program Pengenalan Kebersamaan Mahasiswa Baru (PPKMB) tingkat universitas, sebanyak 258 mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Airlangga mengikuti orientasi fakultas yang biasa disebut Justitia. Tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, Justitia 2017 kali ini juga dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (8/8) hingga Kamis (10/8).

Dengan mengangkat tema Membentuk Karakter Yuris Berdasarkan

Pancasila dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Justitia 2017

diharapkan menjadi wadah agar para mahasiswa baru menjadi seorang yuris yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, diharapkan mereka tertanam untuk mampu mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik di kemudian hari.

“Harapan kami selaku panitia pada ospek kali ini adalah menjadi wadah untuk mulai berproses di tingkat perguruan tinggi. Yang mana, para mahasiswa baru mulai bertransisi dari siswa ke mahasiswa seutuhnya dengan tetap memegang teguh Pancasila dan mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkas Julio Prasetya Ketua Panitia Justisia 2017.

Pada hari pertama, Dekan Fakultas Hukum UNAIR Prof. Dr. Drs. Abd. Shomad, S.H.,M.H membuka acara Justisia. Acara dilanjut dengan pengisian materi oleh beberapa dosen, seperti Prof. Dr. Muchammad Zaidun, S.H.,MSi, Nurul Barizah, S.H.,LL.M.,Ph.D.,

(18)

dan I Wayan Tatib Sulaksana, S.H.,M.S.

Di hari kedua, para mahasiswa baru dikenalkan mengenai Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di FH. Gunanya, agar mereka dapat memilih BSO yang tepat dan sesuai dengan minat mereka sebagai aktivitas yang bisa diikuti di samping kegiatan perkuliahan. Penampilan BSO Komunitas Pradilan Semu (KPS) menambah antusias mahasiswa baru untuk segera bergabung bersama BSO.

“Pilihan BSO yang ada di FH antara lain Forum Studi Bisnis (FSB) yang mempelajari mengenai Hukum Bisnis, Komite Mahasiswa Hukum Airlangga (KOMAHI) yang mendalami bidang advokasi, serta Masyarakat Yuris Muda (MYMA) yang menekuni bidang Debat,” tambah Julio menjelaskan pilihan BSO yang dapat diikuti di FH UNAIR.

Pada hari terakhir, PKKMB ditutup dengan inagurasi yang dilakukan di lapangan parkir FH UNAIR sembari melafalkan sumpah mahasiswa dan menyanyikan lagu Hymne Airlangga. (*) Penulis : Pradita Desyanti

Referensi

Dokumen terkait

>erasa diperlakukan tak adil atas pengabdiannya selama ini di 1lobodyne Corporation, +ick pun berniat untuk membalas atas semua kekacauan dalam hidupnya dengan meniru

pemahaman peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. 2) Tes pada setiap akhir tindakan ( post test ), dengan tujuan untuk. mengetahui peningkatan pemahaman dan

penyuluhan kesehatan, menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dan periodik serta melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada Supervisor dan Petugas

Colombo No.1 Yogyakarta 55281 Telepon : 0274-5861682.

Di lain pihak objektivisme, sebagai aliran yang mendukung objek sebagai titik tolak dalam nilai, menegaskan bahwa nilai-nilai, kebaikan, kebenaran, keindahan, ada dalam dunia

Berdasarkan Analisis SWOT strategi yang digunakan dalam pengelolaan wisata Pantai Cemara Kembar adalah strategi S-O (strategi Growth ) yaitu strategi yang.. memanfaatkan kekuatan

Tujuan khusus yang ditujuh dalam penulisan tugas akhir ini adalah menghitung dan menentukan skema jadwal overhaul yang dapat menghasilkan keuntungan paling optimal dari

Sistem ini sebaiknya tidak digunakan lagi karena banyak memiliki keterbatasan. Tanggung jawab besar dibebankan pada perawat untuk menginterpretasi order dan