1 1
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.A. Latar Belakang MasalahLatar Belakang Masalah
Dalam perkembangan zaman yang semakin modern, upacara tradisional sebagai Dalam perkembangan zaman yang semakin modern, upacara tradisional sebagai wahana budaya leluhur bisa dikatakan masih memegang peranan penting dalam kehidupan wahana budaya leluhur bisa dikatakan masih memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Upacara tradisional yang memiliki makna filosofis sampai sekarang masih masyarakat. Upacara tradisional yang memiliki makna filosofis sampai sekarang masih dipatuhi oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat tersebut bahkan takut jika tidak dipatuhi oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat tersebut bahkan takut jika tidak melaksanakan upacara tradisional akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
melaksanakan upacara tradisional akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam sejarah perkembangan kebudayaan masyarakat Jawa mengalami akulturasi Dalam sejarah perkembangan kebudayaan masyarakat Jawa mengalami akulturasi dengan berbagai bentuk kultur yang ada. Oleh karena itu, corak dan bentuknya diwarnai dengan berbagai bentuk kultur yang ada. Oleh karena itu, corak dan bentuknya diwarnai oleh berbagai unsur budaya yang bermacam-macam. Setiap masyarakat memiliki oleh berbagai unsur budaya yang bermacam-macam. Setiap masyarakat memiliki kebudayaan yang berbeda. Hal ini dikarenakan oleh kondisi sosial budaya masyarakat kebudayaan yang berbeda. Hal ini dikarenakan oleh kondisi sosial budaya masyarakat antara yang satu dengan yang lain berbeda. Kebudayaan sebagai cara berpikir dan cara antara yang satu dengan yang lain berbeda. Kebudayaan sebagai cara berpikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan kelompok manusia yang merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan kelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial dalam ruang dan waktu. Salah satu budaya yang menonjol membentuk kesatuan sosial dalam ruang dan waktu. Salah satu budaya yang menonjol adalah adat istiadat atau tradisi kejawen.Kebudayaan selalu menyajikan sesuatu yang khas adalah adat istiadat atau tradisi kejawen.Kebudayaan selalu menyajikan sesuatu yang khas dan unik, karena pada umumnya diartikan sebagai proses atau hasil karya, cipta, rasa, dan dan unik, karena pada umumnya diartikan sebagai proses atau hasil karya, cipta, rasa, dan karsa manusia dalam menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekitarnya. karsa manusia dalam menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekitarnya.
Upacara tradisional yang dilaksanakan pada umumnya masih mempunyai Upacara tradisional yang dilaksanakan pada umumnya masih mempunyai hubungan dengan kepercayaan akanadanya kekuatan diluar manusia. Adapun yang hubungan dengan kepercayaan akanadanya kekuatan diluar manusia. Adapun yang dimaksud dengan kekuatan di luar manusia yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dapat juga dimaksud dengan kekuatan di luar manusia yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dapat juga diartikan sebagai kekuatan supranatural seperti roh nenek moyang pendiri desa, dan bisa diartikan sebagai kekuatan supranatural seperti roh nenek moyang pendiri desa, dan bisa juga
juga roh roh leluhur leluhur yang yang dianggap dianggap masih masih memberikan memberikan perlindungan perlindungan padanya padanya dandan keturunannya. Mereka percaya bahwa tidak semua usaha manusia dapat berjalan lancar, keturunannya. Mereka percaya bahwa tidak semua usaha manusia dapat berjalan lancar, terkadang menemui tantangan dan hambatan yang sulit dipecahkan. Hal tersebut terkadang menemui tantangan dan hambatan yang sulit dipecahkan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan akal dan sistem pengetahuan manusia, sehingga disebabkan oleh keterbatasan akal dan sistem pengetahuan manusia, sehingga masalah-masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan akal mulai dipecahkan secara reli
masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan akal mulai dipecahkan secara reli gi.gi.
Pada dasarnya masyarakat Jawa merupakan suatu kesatuan masyarakat yang diikat Pada dasarnya masyarakat Jawa merupakan suatu kesatuan masyarakat yang diikat oleh norma-norma hidup karena sejarah, tradisi maupun agama. Ada keyakinan pada oleh norma-norma hidup karena sejarah, tradisi maupun agama. Ada keyakinan pada masyarakat Jawa bahwa suatu tindakan atau tingkah laku merupakan cara berpikir seorang masyarakat Jawa bahwa suatu tindakan atau tingkah laku merupakan cara berpikir seorang individu yang sering dikaitkan dengan adanya kepercayaan atau keyakinan terhadap individu yang sering dikaitkan dengan adanya kepercayaan atau keyakinan terhadap kekuatan gaib yang ada di alam semesta. Kekuatan alam semesta dianggap ada di atas kekuatan gaib yang ada di alam semesta. Kekuatan alam semesta dianggap ada di atas
segalanya. Selanjutnya dikatakan bahwa dalam masyarakat Jawa kekuatan manusia segalanya. Selanjutnya dikatakan bahwa dalam masyarakat Jawa kekuatan manusia dianggab lemah bila dihadapkan dengan alam semesta. Pandangan hidup orang Jawa dianggab lemah bila dihadapkan dengan alam semesta. Pandangan hidup orang Jawa terbentuk dari alam pikiran Jawa tradisional, keper
terbentuk dari alam pikiran Jawa tradisional, kepercayaan Hindu, dan ajaran Islam. Budayacayaan Hindu, dan ajaran Islam. Budaya dapat diartikan sebagai keseluruhan warisan sosial yang dipandang sebagai hasil karya dapat diartikan sebagai keseluruhan warisan sosial yang dipandang sebagai hasil karya yang tersusun menurut tata tertib teratur, biasanya terdiri dari pada kebendaan, kemahiran yang tersusun menurut tata tertib teratur, biasanya terdiri dari pada kebendaan, kemahiran teknik, pikiran dan gagasan, kebiasaan, nilai-nilai tertentu, dan sebagainya.Wujud teknik, pikiran dan gagasan, kebiasaan, nilai-nilai tertentu, dan sebagainya.Wujud kebudayaan selain sebagai kompleksitas ide, gagasan, nilai dan norma maupun sebagai kebudayaan selain sebagai kompleksitas ide, gagasan, nilai dan norma maupun sebagai peraturan, juga
peraturan, juga mencerminkan pola mencerminkan pola tingkah laku tingkah laku manusia dalam manusia dalam masyarakat. masyarakat. Pola tingkahPola tingkah laku ini terjadi karena ekspresi atau manifestasi hasil proses belajar. Ekspresi ini juga laku ini terjadi karena ekspresi atau manifestasi hasil proses belajar. Ekspresi ini juga terwujud dalam hasil karyanya sebagai buah budi dayanya. Wujud tingkah laku tersebut terwujud dalam hasil karyanya sebagai buah budi dayanya. Wujud tingkah laku tersebut dapat juga berbentuk lambang tertentu, misalnya upacara keagamaan yang merupakan dapat juga berbentuk lambang tertentu, misalnya upacara keagamaan yang merupakan manifestasi tingkah laku religius.
manifestasi tingkah laku religius.
Apresiasi budaya sering kali dihubungkan dengan cara hidup, adat istiadat suatu Apresiasi budaya sering kali dihubungkan dengan cara hidup, adat istiadat suatu masyarakat yang mendukung kebudayaan tersebut. Misalnya upacara adat tradisional yang masyarakat yang mendukung kebudayaan tersebut. Misalnya upacara adat tradisional yang pada
pada umumnya umumnya ditimbulkan ditimbulkan adanya adanya keyakinan keyakinan atau atau doktrin doktrin yang yang juga juga merupakanmerupakan perwujudan
perwujudan dari dari religi. religi. Semua Semua akivitas akivitas manusia manusia yang yang berhubungan berhubungan dengan dengan religi religi dandan didasarkan pada suatu getaran jiwa biasanya disebut emosi keagaman (religious didasarkan pada suatu getaran jiwa biasanya disebut emosi keagaman (religious emotion),emosi keagamaan mendorong manusia melakukan tindakan religi. Dalam emotion),emosi keagamaan mendorong manusia melakukan tindakan religi. Dalam kepercayaan religi animisme, makam adalah tempat suci yang digunakan sebagai sarana kepercayaan religi animisme, makam adalah tempat suci yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi spirit
berkomunikasi spiritual ual nenek moyang nenek moyang dengan rdengan roh oh para para leluhur leluhur atau atau dengan Tuhan. dengan Tuhan. PadaPada masa sekarang, kepercayaan tersebut belum luntur. Salah satu tradisi yang melekat pada masa sekarang, kepercayaan tersebut belum luntur. Salah satu tradisi yang melekat pada jiwa
jiwa masyarakat, masyarakat, khususnya khususnya masyarakat masyarakat jawa jawa adalah adalah Tradisi Tradisi Nyadran. Nyadran. Secara Secara filosofisfilosofis Nyadran adalah ri
Nyadran adalah ritual simbolik tual simbolik yang sarat dengan yang sarat dengan makna. Menurut adat makna. Menurut adat kejawen sadranankejawen sadranan berarti
berarti berziarah berziarah Kubur Kubur atau atau pergi pergi ke ke makam makam nenek nenek moyang moyang dengan dengan membawa membawa menyan,menyan, bunga
bunga dan dan air air doa. doa. Sadran Sadran berarti berarti kembali kembali atau atau menziarahi menziarahi makam makam atau atau tempat tempat yangyang dianggap sebagai cikal bakal suatu desa, biasanya masyarakat menamakan tempat tersebut dianggap sebagai cikal bakal suatu desa, biasanya masyarakat menamakan tempat tersebut dengan sebutan punden yaitu makam cikal bakal desa setempat. Sebelum berziarah kubur dengan sebutan punden yaitu makam cikal bakal desa setempat. Sebelum berziarah kubur biasanya masyarakat terlebih dahulu membersihkan makam secara bersama-sama.
biasanya masyarakat terlebih dahulu membersihkan makam secara bersama-sama.
Bersih kubur yang dikenal dengan nama sadranan atau besik merupakan salah satu Bersih kubur yang dikenal dengan nama sadranan atau besik merupakan salah satu bentuk
bentuk alkuturasi alkuturasi Islam Islam dengan dengan kebudayaan kebudayaan Jawa. Jawa. Tradisi Tradisi sadranan sadranan merupakan merupakan tradisitradisi yang sudah dikenal oleh semua masyarakat terutama masyarakat Jawa, karena sadranan yang sudah dikenal oleh semua masyarakat terutama masyarakat Jawa, karena sadranan dilakukan di berbagai daerah tak terkecuali di Desa Padegan Ploso, kecamatan Salaman, dilakukan di berbagai daerah tak terkecuali di Desa Padegan Ploso, kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebelum Islam datang kepercayaan Animisme dan Dinamisme serta agama Hindu Sebelum Islam datang kepercayaan Animisme dan Dinamisme serta agama Hindu dan Budha telah lebih dahulu berkembang di Indonesia khususnya pulau Jawa. Islam dan Budha telah lebih dahulu berkembang di Indonesia khususnya pulau Jawa. Islam diterima di masyarakat Jawa dengan mudah dan damai, karena para da`i memiliki sikap diterima di masyarakat Jawa dengan mudah dan damai, karena para da`i memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap kebudayaan Jawa. Islam tidak perlu mengubah struktur toleransi yang tinggi terhadap kebudayaan Jawa. Islam tidak perlu mengubah struktur budaya
budaya dan dan kepercayaan kepercayaan yang yang telah telah ada, ada, melainkan melainkan tinggal tinggal melestarikannya melestarikannya dengandengan siraman Islam. Keadaan demikian memberikan dampak pada pandangan yang tidak siraman Islam. Keadaan demikian memberikan dampak pada pandangan yang tidak mempersoalkan suatu agama itu benar atau salah, suka memadukan unsur-unsur dari mempersoalkan suatu agama itu benar atau salah, suka memadukan unsur-unsur dari berbagai agama yang pada dasarnya berbeda
berbagai agama yang pada dasarnya berbeda bahkan berlawanan.bahkan berlawanan.
Pandangan hidup orang jawa merupakan perwujudan dari kepercayaan terhadap adi Pandangan hidup orang jawa merupakan perwujudan dari kepercayaan terhadap adi kodrati (Allah), selain itu masyarakat Jawa juga menghormati nenek moyang yang sudah kodrati (Allah), selain itu masyarakat Jawa juga menghormati nenek moyang yang sudah meninggal. Sikap hormat tersebut diungkapkan dengan cara mengunjungi makam nenek meninggal. Sikap hormat tersebut diungkapkan dengan cara mengunjungi makam nenek moyang untuk minta berkah dan berdoa agar mendapat kemudahan dalam menjalani moyang untuk minta berkah dan berdoa agar mendapat kemudahan dalam menjalani lingkaran hidup. Mengunjungi makam biasanya dilakukan sebelum mengadakan salah satu lingkaran hidup. Mengunjungi makam biasanya dilakukan sebelum mengadakan salah satu upacara lingkaran hidup dalam keluarga atau upacara yang berhubungan dengan hari besar upacara lingkaran hidup dalam keluarga atau upacara yang berhubungan dengan hari besar Islam. Dalam masyarakat Jawa mengunjungi makam yang penting ketika Nyadran. Pada Islam. Dalam masyarakat Jawa mengunjungi makam yang penting ketika Nyadran. Pada waktu nyadran makam-makam dibersihkan dan ditaburi bunga (nyekar) yang kemudian waktu nyadran makam-makam dibersihkan dan ditaburi bunga (nyekar) yang kemudian dibacakan doa sambil membakar dupa. Masyarakat mengadakan tradisi Nyadran pada dibacakan doa sambil membakar dupa. Masyarakat mengadakan tradisi Nyadran pada umumnya ketika menjelang puasa, tepatnya sehari sebelum puasa Ramadhan. Selain umumnya ketika menjelang puasa, tepatnya sehari sebelum puasa Ramadhan. Selain disebut dengan tradisi Nyadran, ada sebagian masyarakat menyebutnya dengan sebutan disebut dengan tradisi Nyadran, ada sebagian masyarakat menyebutnya dengan sebutan ruwahan.
ruwahan.
Budaya masyarakat yang sudah melekat erat menjadikan masyarakat Jawa sangat Budaya masyarakat yang sudah melekat erat menjadikan masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari kebudayaan itu. Salah satu wujud kebudayaan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari kebudayaan itu. Salah satu wujud kebudayaan yang seringkali dikenal oleh masyarakat Jawa adalah tradisi nyadran. Tradisi nyadran ini yang seringkali dikenal oleh masyarakat Jawa adalah tradisi nyadran. Tradisi nyadran ini dilakukan secara turun-temurun. Sebagaimana ritual dalam penanggalan Jawa lainnya, dilakukan secara turun-temurun. Sebagaimana ritual dalam penanggalan Jawa lainnya, seperti Suranan, Muludan, dan Syawalan. Esensi nyadran adalah memanjatkan doa kepada seperti Suranan, Muludan, dan Syawalan. Esensi nyadran adalah memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi ini merupakan salah satu Tuhan agar diberi keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang kita, yang patut untuk dil
Bertitik tolak pada hal-hal diatas maka penulis mengangkat masalah tentang tradisi Bertitik tolak pada hal-hal diatas maka penulis mengangkat masalah tentang tradisi Nyadran.
Nyadran. B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah
Permasalahan dalam makalah ini data dirumuskan sebagai berikut: Permasalahan dalam makalah ini data dirumuskan sebagai berikut: 1.
1. Apa yang dimaksud tradisi nyadran ?Apa yang dimaksud tradisi nyadran ? 2.
2. Bagaimana bentuk upacara nyadran di Desa Padegan Ploso.Bagaimana bentuk upacara nyadran di Desa Padegan Ploso. 3.
3. Bagaimana tradisi nyadran itu bisa terjadi ?Bagaimana tradisi nyadran itu bisa terjadi ? 4.
4. Apa fungsi Tradisi Nyadran bagi masyarakat dan mengapa tradisi Nyadran tetapApa fungsi Tradisi Nyadran bagi masyarakat dan mengapa tradisi Nyadran tetap bertahan.
bertahan.
C.
C. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai dalam pembahasan ini antara lain: Tujuan yang hendak dicapai dalam pembahasan ini antara lain: 1.
1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai tradisi zaman praaksara yangUntuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai tradisi zaman praaksara yang masih dipertahankan.
masih dipertahankan. 2.
2. Untuk mengulas kembali apa yang disebut Nyadran ituUntuk mengulas kembali apa yang disebut Nyadran itu 3.
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
A. Pengertian NyadranPengertian Nyadran Nyadran berasal
Nyadran berasal dari bahasadari bahasa Sansekerta, Sansekerta, sraddha yang artinya keyakinan. Nyadran sraddha yang artinya keyakinan. Nyadran adalah
adalah tradisi tradisi pembersihan pembersihan makam makam oleh oleh masyarakat masyarakat Jawa, Jawa, umumnya umumnya di di pedesaan. pedesaan. DalamDalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata s
bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalahadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur
suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, bunga, dan dan puncaknya
puncaknya berupaberupa kendurikenduri selamatan di makam leluhur. Secara etimologi nyadran dapatselamatan di makam leluhur. Secara etimologi nyadran dapat diartikan sebagai
diartikan sebagai satu bentuk tradisi layaknysatu bentuk tradisi layaknya kenduri yang a kenduri yang menggunakan sarana tertentumenggunakan sarana tertentu yang biasanya berwujud makanan besekan. Sementara makanan yang biasanya harus ada yang biasanya berwujud makanan besekan. Sementara makanan yang biasanya harus ada saat nyadran adalah berujud ketan, kolak, serta apem.
saat nyadran adalah berujud ketan, kolak, serta apem.
Upacara kenduri itu dimaksudkan untuk menghormati arwah para leluhur keluarga Upacara kenduri itu dimaksudkan untuk menghormati arwah para leluhur keluarga tertentu. Dalam upacara itu, selain kenduri, biasanya juga dilakukan ziarah kubur dengan tertentu. Dalam upacara itu, selain kenduri, biasanya juga dilakukan ziarah kubur dengan membawa bunga-bungaan, terutama bunga telasih, sebagai lambang masih adanya hu membawa bunga-bungaan, terutama bunga telasih, sebagai lambang masih adanya hu bungan yang ak
bungan yang akrab dan rab dan selalu selalu segar segar antara antara si si peziarah dan peziarah dan arwah leluhur arwah leluhur yang diziarahi.yang diziarahi. Menurut catatan sejarah, tradisi nyadran memiliki kesamaan dengan tradisi craddha yang Menurut catatan sejarah, tradisi nyadran memiliki kesamaan dengan tradisi craddha yang ada pada zaman kerajaan Majapahit (1284). Kesamaannya terletak pada kegiatan manusia ada pada zaman kerajaan Majapahit (1284). Kesamaannya terletak pada kegiatan manusia berkaitan
berkaitan dengan dengan leluhur leluhur yang yang sudah sudah meninggal, meninggal, seperti seperti pengorbanan, pengorbanan, sesaji, sesaji, dan dan ritualritual sesembahan yang hakikatnya adalah bentuk penghormatan terhadap yang sudah sesembahan yang hakikatnya adalah bentuk penghormatan terhadap yang sudah meninggal.
meninggal. Secara etimologis, kata craddha berasal dari bahasa Sansekerta “sraddha” yangSecara etimologis, kata craddha berasal dari bahasa Sansekerta “sraddha” yang artinya keyakinan, percaya atau kepercayaan. Masyarakat Jawa kuno meyakini bahwa artinya keyakinan, percaya atau kepercayaan. Masyarakat Jawa kuno meyakini bahwa leluhur yang sudah meninggal, sejatinya masih ada dan memengaruhi kehidupan anak leluhur yang sudah meninggal, sejatinya masih ada dan memengaruhi kehidupan anak cucu atau keturunannya.
cucu atau keturunannya.
Oleh karena itu, mereka sangat memperhatikan saat atau waktu, hari dan tanggal Oleh karena itu, mereka sangat memperhatikan saat atau waktu, hari dan tanggal meninggalnya leluhur. Pada waktu-waktu (saat) itu, mereka yang masih hidup diharuskan meninggalnya leluhur. Pada waktu-waktu (saat) itu, mereka yang masih hidup diharuskan membuat sesaji berupa kue, minuman, atau kesukaan yang meninggal. Selanjutnya, sesaji membuat sesaji berupa kue, minuman, atau kesukaan yang meninggal. Selanjutnya, sesaji itu ditaruh di meja, ditata rapi, diberi bunga setaman, dan diberi penerangan berupa lampu. itu ditaruh di meja, ditata rapi, diberi bunga setaman, dan diberi penerangan berupa lampu. Ketika Islam datang ke pulau Jawa mulai abad ke-13, banyak tradisi Hindu-Buddha yang Ketika Islam datang ke pulau Jawa mulai abad ke-13, banyak tradisi Hindu-Buddha yang terakulturasi dengan ajaran Islam. Akulturasi ini makin kuat ketika Walisongo terakulturasi dengan ajaran Islam. Akulturasi ini makin kuat ketika Walisongo menjalankan dakwah Islam di Jawa mulai abad ke-15. Proses pengislaman atau menjalankan dakwah Islam di Jawa mulai abad ke-15. Proses pengislaman atau pribumisasi ajaran Islam,
pribumisasi ajaran Islam, berlangsung sukses dan membuahkan sejumlah perpaduan ritual,berlangsung sukses dan membuahkan sejumlah perpaduan ritual, salah satunya adalah tradisi sraddha
Karena pengaruh agama Islam pula makna nyadran mengalami pergeseran, dari Karena pengaruh agama Islam pula makna nyadran mengalami pergeseran, dari sekadar berdoa kepada Tuhan, menjadi ritual pelaporan dan wujud penghargaan kepada sekadar berdoa kepada Tuhan, menjadi ritual pelaporan dan wujud penghargaan kepada bulan Sya’ban atau Nisfu Sya’ban. Ini dikaitkan dengan ajaran Islam bahwa bulan Sya’ban bulan Sya’ban atau Nisfu Sya’ban. Ini dikaitkan dengan ajaran Islam bahwa bulan Sya’ban yang datang menjelang Ramadhan, merupakan bulan pelaporan atas amal perbuatan yang datang menjelang Ramadhan, merupakan bulan pelaporan atas amal perbuatan manusia. Oleh karena itu, pelaksanaan ziarah juga dimaksudkan sebagai sarana introspeksi manusia. Oleh karena itu, pelaksanaan ziarah juga dimaksudkan sebagai sarana introspeksi atau perenungan terhadap segala daya dan upaya yang telah dilakukan selama setahun. atau perenungan terhadap segala daya dan upaya yang telah dilakukan selama setahun. Saat itu, nyadran dimaknai sebagai sebuah ritual yang berupa penghormatan kepada arwah Saat itu, nyadran dimaknai sebagai sebuah ritual yang berupa penghormatan kepada arwah nenek moyang dan memanjatkan doa keselamatan. Saat agama Islam masuk ke Jawa pada nenek moyang dan memanjatkan doa keselamatan. Saat agama Islam masuk ke Jawa pada sekitar abad ke-13, ritual semacam nyadran dalam tradisi Hindu-Buda lambat laun sekitar abad ke-13, ritual semacam nyadran dalam tradisi Hindu-Buda lambat laun terakulturasi dengan nilai-nilai Islam.
terakulturasi dengan nilai-nilai Islam.
Akulturasi ini makin kuat ketika Walisongo menjalankan dakwah ajaran Islam di Akulturasi ini makin kuat ketika Walisongo menjalankan dakwah ajaran Islam di Jawa mulai abad ke-15. Pribumisasi ajaran Islam membuahkan sejumlah perpaduan ritual, Jawa mulai abad ke-15. Pribumisasi ajaran Islam membuahkan sejumlah perpaduan ritual, salah satunya budaya nyadran. Oleh karena itu, nyadran bisa
salah satunya budaya nyadran. Oleh karena itu, nyadran bisa jadi merupakan jadi merupakan “modifikasi’“modifikasi’ para wali
para wali ketika memperkenalkan ketika memperkenalkan agama Islam agama Islam di tadi tanah Jawa. nah Jawa. Langkah itu Langkah itu ditempuh paraditempuh para wali, karena untuk melakukan persuasi yang efektif terhadap orang Jawa, agar mau wali, karena untuk melakukan persuasi yang efektif terhadap orang Jawa, agar mau mengenali dan masuk Islam. Nyadran pun menjadi media siar agama Islam. Selain ritual mengenali dan masuk Islam. Nyadran pun menjadi media siar agama Islam. Selain ritual nyadran, salah satu kompromi atau akulturasi budaya Jawa dalam islam berupa nyadran, salah satu kompromi atau akulturasi budaya Jawa dalam islam berupa penempatan nisan di atas jenazah yang dikubu
penempatan nisan di atas jenazah yang dikuburkan.rkan.
Batu nisan tersebut sebagai penanda keberadaan si jenazah, agar kelak Batu nisan tersebut sebagai penanda keberadaan si jenazah, agar kelak anak-cucunya dan segenap keturunannya bisa mendatangi untuk ziarah, mendoakan sang arwah, cucunya dan segenap keturunannya bisa mendatangi untuk ziarah, mendoakan sang arwah, sewaktu-waktu. Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan di Jawa, mudik terdiri atas dua sewaktu-waktu. Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan di Jawa, mudik terdiri atas dua arus. Arus besar pertama terjadi dalam rangka menyongsong lebaran, atau Idul Fitri. arus. Arus besar pertama terjadi dalam rangka menyongsong lebaran, atau Idul Fitri. Sedangkan arus kedua terjadi pada saat ruwahan menjelang bulan puasa. Namun para Sedangkan arus kedua terjadi pada saat ruwahan menjelang bulan puasa. Namun para perantau
perantau kerap kerap memposisikan memposisikan nyadran nyadran lebih lebih tinggi tinggi dibanding dibanding Hari Hari Raya Raya idul idul Fitri.Fitri. Setidaknya, para akan lebih memilih mudik pada saat ruwahan, dibanding pada lebaran. Setidaknya, para akan lebih memilih mudik pada saat ruwahan, dibanding pada lebaran.
Apalagi ketika kemudian tradisi mudik lebaran juga berarti masa perjuangan penuh Apalagi ketika kemudian tradisi mudik lebaran juga berarti masa perjuangan penuh risiko, seperti transportasi yang semakin mahal, jalanan macet dan seterusnya. Pada saat risiko, seperti transportasi yang semakin mahal, jalanan macet dan seterusnya. Pada saat mudik nyadran, biasanya pula orang-orang Jawa di perantauan akan berusaha mudik nyadran, biasanya pula orang-orang Jawa di perantauan akan berusaha mengalokasikan anggaran untuk perbaikan batu nisan atau kompleks makam keluarga, mengalokasikan anggaran untuk perbaikan batu nisan atau kompleks makam keluarga, makam para leluhur yang dihormati.
B.
B. Pelaksanaan nyadranPelaksanaan nyadran Nyadran
Nyadran di di Desa Desa Padegan Padegan Ploso Ploso biasa biasa dilaksanakan dilaksanakan bertepatan bertepatan dengan tdengan tanggal anggal 2020 Sya’ban setiap tahunnya. Sebagaimana adat kebiasaan yang telah berlangsung, acara Sya’ban setiap tahunnya. Sebagaimana adat kebiasaan yang telah berlangsung, acara diadakan di dalam area makam. Mulai terbit fajar telah datang merayap, para peziarah diadakan di dalam area makam. Mulai terbit fajar telah datang merayap, para peziarah dengan bawaan bak
dengan bawaan bakul dan tenong (rantang) yul dan tenong (rantang) yang berisi daharan ang berisi daharan sak ubo rampe-nya. Nasi,sak ubo rampe-nya. Nasi, sayur, ayam ingkung, bakmi, sayur kentang atau krecek merupakan menu yang telah sayur, ayam ingkung, bakmi, sayur kentang atau krecek merupakan menu yang telah dipersiapkan sejak jago kluruk pertama terdengar dini hari. Kebanyakan diantara para dipersiapkan sejak jago kluruk pertama terdengar dini hari. Kebanyakan diantara para hadirin terdiri atas kaum laki-laki. Beberapa kaum ibu memang datang, namun bisa hadirin terdiri atas kaum laki-laki. Beberapa kaum ibu memang datang, namun bisa dihitung dengan jari. Adapun anak-anak, baik laki maupun perempuan ada yang sengaja dihitung dengan jari. Adapun anak-anak, baik laki maupun perempuan ada yang sengaja diajak orang tuanya untuk memperkenalkan tradisi leluhur. Tidak kurang dari seratusan diajak orang tuanya untuk memperkenalkan tradisi leluhur. Tidak kurang dari seratusan orang memadati
orang memadati sepanjang jalan sepanjang jalan makam. Setelah dirasa makam. Setelah dirasa segenap warga segenap warga hadir, hadir, acara intiacara inti diawali dengan tahlilan bersama yang dipimpin oleh orang yang dituakan / sesepuh diawali dengan tahlilan bersama yang dipimpin oleh orang yang dituakan / sesepuh kampung.
kampung.
Selepas pembacaan tahlil, acara dilanjutkan dengan kembul bujono dengan alas Selepas pembacaan tahlil, acara dilanjutkan dengan kembul bujono dengan alas daun pisang utuh yang telah disediakan di tengah kalangan. Nasi putih segera dicecer di daun pisang utuh yang telah disediakan di tengah kalangan. Nasi putih segera dicecer di tepian daun pisang. Ayam ingkung segera dicuwel, satu per satu dibagi rata. Sayur krecek tepian daun pisang. Ayam ingkung segera dicuwel, satu per satu dibagi rata. Sayur krecek dan bakmi segera tertebar menyelimuti nasi putih. Kemudian hadirinpun dipersilakan dan bakmi segera tertebar menyelimuti nasi putih. Kemudian hadirinpun dipersilakan makan bersama. Makan dengan cara demikian merupakan perwujudan semangat makan bersama. Makan dengan cara demikian merupakan perwujudan semangat kebersamaan, rasa gotong royong dan keguyuban diantara sesama warga. Inilah harta kebersamaan, rasa gotong royong dan keguyuban diantara sesama warga. Inilah harta karun paling berharga yang diwariskan para pendahulu bangsa kepada anak cucunya. karun paling berharga yang diwariskan para pendahulu bangsa kepada anak cucunya. Mangan ora mangan sing penting kumpul. Tempat-tempat yang digunakan dalam tradisi Mangan ora mangan sing penting kumpul. Tempat-tempat yang digunakan dalam tradisi nyadran biasanya berupa makam leluhur atau tokoh besar yang banyak berjasa bagi syiar nyadran biasanya berupa makam leluhur atau tokoh besar yang banyak berjasa bagi syiar agama. Lazimnya kegiatan nyadran dilakukan dengan ziarah ke makam-makam leluhur agama. Lazimnya kegiatan nyadran dilakukan dengan ziarah ke makam-makam leluhur atau orang besar (para tokoh) yang berpengaruh dalam menyiarkan agama Islam pada atau orang besar (para tokoh) yang berpengaruh dalam menyiarkan agama Islam pada masa lalu. Masyarakat di satu daerah memiliki lokasi ziarah masing-masing.
masa lalu. Masyarakat di satu daerah memiliki lokasi ziarah masing-masing.
Waktu pelaksanaan nyadran biasanya dipilih pada tanggal 15, 20, dan 23 Ruwah Waktu pelaksanaan nyadran biasanya dipilih pada tanggal 15, 20, dan 23 Ruwah atau sya’ban. Pemili
atau sya’ban. Pemilihan tanggal nyadran itu, di samping berdasar kesepakatan, jugahan tanggal nyadran itu, di samping berdasar kesepakatan, juga berdasar
berdasar paham paham mudhunan mudhunan dan dan munggahan, munggahan, yaitu yaitu paham paham yang yang meyakini meyakini bulan bulan RuwahRuwah sebagai saat turunnya arwah para leluhur untuk mengunjungi anak cucu di dunia. Prosesi sebagai saat turunnya arwah para leluhur untuk mengunjungi anak cucu di dunia. Prosesi ritual nyadran biasanya dimulai
ritual nyadran biasanya dimulai dengan membuat kue apem, ketan, dan kolak. Adonan tidengan membuat kue apem, ketan, dan kolak. Adonan ti gaga jenis makanan dimasukkan ke dalam takir,
jenis makanan dimasukkan ke dalam takir, yaitu tempat makanan terbuat dari yaitu tempat makanan terbuat dari daun pisang,daun pisang, di kanan kiri ditusuki lidi (biting). Kue-kue tersebut selain dipakai munjung/ater-ater di kanan kiri ditusuki lidi (biting). Kue-kue tersebut selain dipakai munjung/ater-ater (dibagi-bagikan) kepada sanak saudara yang lebih tua,
kenduri. Tetangga dekat juga mendapatkan bagian dari kue-kue tadi. Hal itu dilakukan kenduri. Tetangga dekat juga mendapatkan bagian dari kue-kue tadi. Hal itu dilakukan sebagai ungkapan solidaritas dan ungkapan kesalehan sosial kepada sesama.
sebagai ungkapan solidaritas dan ungkapan kesalehan sosial kepada sesama.
Selesai melakukan pembersihan makam, masyarakat kampung menggelar kenduri Selesai melakukan pembersihan makam, masyarakat kampung menggelar kenduri yang berlokasi di sepanjang jalan menuju makam atau lahan kosong yang ada di sekitar yang berlokasi di sepanjang jalan menuju makam atau lahan kosong yang ada di sekitar makam leluhur (keluarga). Kenduri dimulai setelah ada bunyi kentongan yang ditabuh makam leluhur (keluarga). Kenduri dimulai setelah ada bunyi kentongan yang ditabuh dengan kode dara muluk (berkepanjangan). Lalu seluruh keluarga dan anak-anak kecil dengan kode dara muluk (berkepanjangan). Lalu seluruh keluarga dan anak-anak kecil serta remaja hadir dalam acara kenduri itu. Tiap keluarga biasanya akan membawa serta remaja hadir dalam acara kenduri itu. Tiap keluarga biasanya akan membawa makanan sekadarnya, beragam jenis, lalu duduk bersama dalam keadaan bersila. makanan sekadarnya, beragam jenis, lalu duduk bersama dalam keadaan bersila. Kemudian, kebayan desa membuka acara, isinya bermaksud untuk mengucapkan rasa Kemudian, kebayan desa membuka acara, isinya bermaksud untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada warga yang sudah bersedia menyediakan makanan, syukur dan terima kasih kepada warga yang sudah bersedia menyediakan makanan, ambengan, dan lain-lain termasuk waktunya. Setelah itu, Mbah Kaum (ulama lokal) yang ambengan, dan lain-lain termasuk waktunya. Setelah itu, Mbah Kaum (ulama lokal) yang sudah dipilih menjadi rois, maju untuk memimpin doa yang isinya memohon maaf dan sudah dipilih menjadi rois, maju untuk memimpin doa yang isinya memohon maaf dan ampunan atau dosa para leluhur atau pribadi mereka kepada Tuhan Yang Mahakuasa. ampunan atau dosa para leluhur atau pribadi mereka kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
Doanya menggunakan tata cara agama Islam, warga dan anak-anak mengamini. Doanya menggunakan tata cara agama Islam, warga dan anak-anak mengamini. Suasana ceria anak-anak tergambar dengan semangat melafalkan amin sambil berteriak. Suasana ceria anak-anak tergambar dengan semangat melafalkan amin sambil berteriak.
Selesai berdoa, semua yang hadir mencicipi makanan yang digelar.
Selesai berdoa, semua yang hadir mencicipi makanan yang digelar.
Pada saat itu ada yang tukar-menukar kue, ada yang asyik ngobrol dengan kanan-kiri, Pada saat itu ada yang tukar-menukar kue, ada yang asyik ngobrol dengan kanan-kiri, maklum beberapa warga pulang dari perantauan hadir dalam kenduri. Biasanya Mbah maklum beberapa warga pulang dari perantauan hadir dalam kenduri. Biasanya Mbah Kaum diberi uang wajib dan makanan secukupnya, sedangkan yang tak hadir atau si Kaum diberi uang wajib dan makanan secukupnya, sedangkan yang tak hadir atau si miskin diberi gandhulan, nasi, kue yang dikemas khusus kemudian diantar ke rumah yang miskin diberi gandhulan, nasi, kue yang dikemas khusus kemudian diantar ke rumah yang sudah disepakati diberi gandhulan. Dari tata cara tersebut, jelas nyadran tidak sekadar sudah disepakati diberi gandhulan. Dari tata cara tersebut, jelas nyadran tidak sekadar ziarah ke makam leluhur, tetapi juga ada nilai-nilai sosial budaya, seperti budaya ziarah ke makam leluhur, tetapi juga ada nilai-nilai sosial budaya, seperti budaya gotongroyong, guyub, pengorbanan, ekonomi. Bahkan, seusai nyadran ada warga yang gotongroyong, guyub, pengorbanan, ekonomi. Bahkan, seusai nyadran ada warga yang mengajak saudara di desa ikut merantau dan bekerja di kota-kota besar.
mengajak saudara di desa ikut merantau dan bekerja di kota-kota besar.
Makna simbolis dari ritual nyadran atau ruwahan itu sangat jelas, bahwa saat Makna simbolis dari ritual nyadran atau ruwahan itu sangat jelas, bahwa saat memasuki bulan Ramadhan atau puasa, mereka harus benar-benar bersih, yang antara lain memasuki bulan Ramadhan atau puasa, mereka harus benar-benar bersih, yang antara lain diupayakan dengan cara harus berbuat baik terhadap sesama, juga lingkungan sosialnya. diupayakan dengan cara harus berbuat baik terhadap sesama, juga lingkungan sosialnya. Melalui rangkaian tradisi nyadran itulah orang Jawa merasa lengkap dan siap untuk Melalui rangkaian tradisi nyadran itulah orang Jawa merasa lengkap dan siap untuk memasuki ramadhan, bulan suci yang penuh berkah itu. Sebab, bagi orang Jawa, nyadran memasuki ramadhan, bulan suci yang penuh berkah itu. Sebab, bagi orang Jawa, nyadran juga
juga berarti berarti sebuah sebuah upaya upaya untuk untuk lebih lebih mendekatkan mendekatkan diri diri kepada kepada Tuhan, Tuhan, memperbaikimemperbaiki hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan, serta menunjukkan bakti kepada para hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan, serta menunjukkan bakti kepada para leluhur mereka. Menurut Fandi Hutari
tersaji dalam tradisi nyadran memiliki arti simbolis, antara lain:
tersaji dalam tradisi nyadran memiliki arti simbolis, antara lain:
a.
a. TumpengTumpeng, melambangkan sebuah pengharapan kepada Tuhan agar permohonan, melambangkan sebuah pengharapan kepada Tuhan agar permohonan terkabul.
terkabul. b.
b. IngkungIngkung (ayam yang dimasak utuh) melambangkan manusia ketika masih bayi belum (ayam yang dimasak utuh) melambangkan manusia ketika masih bayi belum mempunyai kesalahan.
mempunyai kesalahan. c.
c. Pisang rajaPisang raja, melambangkan suatu harapan supaya kelak hidup bahagia; jajan pasar, melambangkan suatu harapan supaya kelak hidup bahagia; jajan pasar melambangkan harapan berkah dari Tuhan.
melambangkan harapan berkah dari Tuhan. d.
d. Ketan, kolak, dan apemKetan, kolak, dan apem, merupakan satu-kesatuan yang bermakna permohonan, merupakan satu-kesatuan yang bermakna permohonan ampun jika melakukan kesalahan.
ampun jika melakukan kesalahan. e.
e. KemenyanKemenyan merupakan sarana permohonan pada waktu berdoa. merupakan sarana permohonan pada waktu berdoa. f.
f. BungaBunga, , melambangkan melambangkan keharuman keharuman doa doa yang yang keluar keluar dari dari hati hati tulus.tulus. Beraneka “bawaan” tersebut merupakan unsur ses
Beraneka “bawaan” tersebut merupakan unsur sesaji sebagai dasar landasan doa.aji sebagai dasar landasan doa. Setelah berdoa, makanan-makanan tersebut menjadi rebutan para peziarah yang hadir. Setelah berdoa, makanan-makanan tersebut menjadi rebutan para peziarah yang hadir. Inilah arti kebersamaan dalam tradisi nyadran.
Inilah arti kebersamaan dalam tradisi nyadran.
Selain makna-makna tersebut, nyadran juga memiliki makna sosial. Ketika Selain makna-makna tersebut, nyadran juga memiliki makna sosial. Ketika masyarakat melaksanakan nyadran, mereka harus bekerja bersama. Ada unsur masyarakat melaksanakan nyadran, mereka harus bekerja bersama. Ada unsur gotong-royong, kebersamaan, kasih sayang, dan pengorbanan di dalamnya. Nyadran juga menjadi royong, kebersamaan, kasih sayang, dan pengorbanan di dalamnya. Nyadran juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota masyarakat. Karena itulah, tradisi nyadran akrab dengan ajang silaturahmi antar anggota masyarakat. Karena itulah, tradisi nyadran akrab dengan nilai kearifan lokal bangsa kita.
nilai kearifan lokal bangsa kita.
Di sini ada hubungan kekerabatan, kebersamaan, kasih sayang di antara warga atau Di sini ada hubungan kekerabatan, kebersamaan, kasih sayang di antara warga atau anggota trah. Di samping itu, semakin jelas adanya nilai transformasi budaya dan tradisi anggota trah. Di samping itu, semakin jelas adanya nilai transformasi budaya dan tradisi dari yang tua kepada yang muda.
dari yang tua kepada yang muda. C.
C. Tradisi Nyadran yang masih terjagaTradisi Nyadran yang masih terjaga
Meski penduduk desa ini telah mengenal peradaban kota dan dunia modern, tetapi Meski penduduk desa ini telah mengenal peradaban kota dan dunia modern, tetapi mereka tetap menjaga eksistensi budaya yang ada. Salah satu buktinya adalah Nyadran. mereka tetap menjaga eksistensi budaya yang ada. Salah satu buktinya adalah Nyadran. Nyadran adalah
Nyadran adalah sebuah sebuah perayaan perayaan yang dilakukan yang dilakukan oleh oleh penduduk, biasanya penduduk, biasanya di di desa, desa, setiapsetiap menjelang bulan ramadhan, tetapi kadang ada pula yang dilakukan di bulan lain. Jadi, menjelang bulan ramadhan, tetapi kadang ada pula yang dilakukan di bulan lain. Jadi, upacara adat ini sangat berkaitan dengan warisan
Pada hari-H sebagian penduduk desa yang berada di kota besar pulang kampung untuk Pada hari-H sebagian penduduk desa yang berada di kota besar pulang kampung untuk mendoakan arwah leluhur mereka. Pada pukul 7 pagi, semua warga desa mendoakan arwah leluhur mereka. Pada pukul 7 pagi, semua warga desa berbondong- bondong
bondong datang datang ke ke lapangan, lapangan, atau atau area area lain lain yang yang terletak terletak di di sebelah sebelah makam. makam. BahkanBahkan tetangga desa pun ikut datang ke sana. Mereka datang dengan membawa berbagai tetangga desa pun ikut datang ke sana. Mereka datang dengan membawa berbagai makanan, yang biasanya disertai ingkung, masakan ayam goreng yang masih utuh belum makanan, yang biasanya disertai ingkung, masakan ayam goreng yang masih utuh belum dipotong-potong. Setelah semua warga berkumpul, baik tua maupun muda, laki maupun dipotong-potong. Setelah semua warga berkumpul, baik tua maupun muda, laki maupun perempuan, acara yang dipimpin
perempuan, acara yang dipimpin bapak bayan, istilah bagi kepala bapak bayan, istilah bagi kepala dusun, dimulai. Upacaradusun, dimulai. Upacara dilanjutkan dengan pidato bapak lurah, lalu tahlil dimulai dengan dipimpin bapak kaum dilanjutkan dengan pidato bapak lurah, lalu tahlil dimulai dengan dipimpin bapak kaum atau sering disebut pemuka agama di desa. Tujuan dari tahlil ini adalah untuk mendoakan atau sering disebut pemuka agama di desa. Tujuan dari tahlil ini adalah untuk mendoakan arwah leluhur yang telah meninggal mendahului mereka. Setelah itu mereka arwah leluhur yang telah meninggal mendahului mereka. Setelah itu mereka beramai-ramai menyantap makanan mereka. Tak lupa mereka saling berbagi makanan satu sama ramai menyantap makanan mereka. Tak lupa mereka saling berbagi makanan satu sama lain.
lain. D.
D. KontroversiKontroversi
Apa yang menjadi latar belakang munculnya pro dan kontra mengenai nyadran di Desa Apa yang menjadi latar belakang munculnya pro dan kontra mengenai nyadran di Desa Padegan Ploso dan kalangan mana yang terlibat kontroversi. Akar dari kontroversi itu Padegan Ploso dan kalangan mana yang terlibat kontroversi. Akar dari kontroversi itu sebenarnya berawal dari campurnya unsur animisme, hindu, dan Islam dalam ritual inti sebenarnya berawal dari campurnya unsur animisme, hindu, dan Islam dalam ritual inti nyadran dan kemudian melebar ke rangkaian-rangkaian acara untuk memeriahkan upacara nyadran dan kemudian melebar ke rangkaian-rangkaian acara untuk memeriahkan upacara itu. Kalangan muslim modernis (Muhammadiyah) menolak digelarnya upacara nyadran itu. Kalangan muslim modernis (Muhammadiyah) menolak digelarnya upacara nyadran dan perayaan-perayaan yang menyertainya, sedangkan kalangan muslim tradisionalis (NU) dan perayaan-perayaan yang menyertainya, sedangkan kalangan muslim tradisionalis (NU) mendukung.
mendukung.
Bagi mereka yang kontra, nyadran dianggap sebagai pesta hura-hura yang Bagi mereka yang kontra, nyadran dianggap sebagai pesta hura-hura yang mengambur-hamburkan uang karena dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan yang sering tidak ada hamburkan uang karena dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan yang sering tidak ada hubunganya dengan pesan dari ritual nyadran itu sendiri sebagai syukuran. Rasa syukur hubunganya dengan pesan dari ritual nyadran itu sendiri sebagai syukuran. Rasa syukur boleh diungkapkan dengan berbagai cara. Bahkan nyadran bisa menjadi syiar Islam seperti boleh diungkapkan dengan berbagai cara. Bahkan nyadran bisa menjadi syiar Islam seperti yang dilakukan oleh Walisongo dahulu. Menurut sudut pandang NU, jika nyadran yang dilakukan oleh Walisongo dahulu. Menurut sudut pandang NU, jika nyadran dihukumi haram, maka sudah dari dulu dilarang oleh para penyebar Islam di Jawa.
dihukumi haram, maka sudah dari dulu dilarang oleh para penyebar Islam di Jawa.
Kontroversi yang muncul adalah berakar dari masalah dasar kenyakinan keagamaaan Kontroversi yang muncul adalah berakar dari masalah dasar kenyakinan keagamaaan (akidah). Pihak yang menentang (kalangan Muhammadiyah) mempunyai alasan mereka (akidah). Pihak yang menentang (kalangan Muhammadiyah) mempunyai alasan mereka sendiri menolak tradisi nyadran. Mereka berhujah bahwa tradisi leluhur itu mengandung sendiri menolak tradisi nyadran. Mereka berhujah bahwa tradisi leluhur itu mengandung bid’ah
bid’ah dan dan syirik syirik sehingga sehingga mengancam mengancam iman iman Islam. Islam. Pihak Pihak yang yang memperkenankan memperkenankan (NU)(NU) justru melihat
hanyalah perbedaan dalam sudut pandang dalam melihat kebudayaan lokal, selain tendensi hanyalah perbedaan dalam sudut pandang dalam melihat kebudayaan lokal, selain tendensi ekonomi yang ada dibelakangnya.
ekonomi yang ada dibelakangnya. E.
E. Dampak Tradisi NyadranDampak Tradisi Nyadran
Pada perkembangannya, tradisi nyadran mengalami perluasan makna. Bagi mereka Pada perkembangannya, tradisi nyadran mengalami perluasan makna. Bagi mereka yang pulang dari rantauan, nyadran dikaitkan dengan sedekah, beramal kepada para fakir yang pulang dari rantauan, nyadran dikaitkan dengan sedekah, beramal kepada para fakir miskin, membangun tempat ibadah, memugar cungkup dan pagar makam. Kegiatan miskin, membangun tempat ibadah, memugar cungkup dan pagar makam. Kegiatan tersebut sebagai wujud balas jasa atas pengorbanan leluhur, yang sudah mendidik, tersebut sebagai wujud balas jasa atas pengorbanan leluhur, yang sudah mendidik, membiayai ketika anak-anak, hingga menjadi orang yang sukses. Bagi perantau yang membiayai ketika anak-anak, hingga menjadi orang yang sukses. Bagi perantau yang sukses dan kebetulan diberi rezeki berlimpah, pulang nyadran dengan beramal merupakan sukses dan kebetulan diberi rezeki berlimpah, pulang nyadran dengan beramal merupakan manifestasi hormat dan penghargaan kepada leluhur. Pelestarian tradisi nyadran manifestasi hormat dan penghargaan kepada leluhur. Pelestarian tradisi nyadran merupakan wujud pelestarian budaya adhiluhung peninggalan nenek moyak, terdapat merupakan wujud pelestarian budaya adhiluhung peninggalan nenek moyak, terdapat sejumlah kearifan dalam prosesi tradisi nyadran yang sangat relevan dengn konteks sejumlah kearifan dalam prosesi tradisi nyadran yang sangat relevan dengn konteks kekinian.
kekinian.
Hal ini karena prosesi nyadran tidak hanya sekedar gotong royong membersihkan Hal ini karena prosesi nyadran tidak hanya sekedar gotong royong membersihkan makam leluhur, selamatan dengan kenduri, dan membuat kue apem ketan kolak sebagai makam leluhur, selamatan dengan kenduri, dan membuat kue apem ketan kolak sebagai unsur utama sesaji. Lebih dari itu, nyadran menjelma menjadi ajang silaturahmi, wahana unsur utama sesaji. Lebih dari itu, nyadran menjelma menjadi ajang silaturahmi, wahana perekat sosial, sarana membangun jati
perekat sosial, sarana membangun jati diri bangsa, rasa kebangsaan dan nasionalisme. diri bangsa, rasa kebangsaan dan nasionalisme. SaatSaat pelaksanaan
pelaksanaan nyadran, nyadran, kelompok-kelompok kelompok-kelompok keluarga keluarga atau atau trah trah tertentu, tertentu, tidak tidak terasaterasa terkotak-kotak dalam status sosial, kelas, agama, golongan, partai politik, dan sebagainya. terkotak-kotak dalam status sosial, kelas, agama, golongan, partai politik, dan sebagainya. Perbedaan itu lebur, karena mereka berkumpul menjadi satu, berbaur, saling mengasihi, Perbedaan itu lebur, karena mereka berkumpul menjadi satu, berbaur, saling mengasihi, saling menyayangi satu sama lain.
saling menyayangi satu sama lain.
Seusai nyadran ada warga yang mengajak saudara di desa ikut merantau dan bekerja di Seusai nyadran ada warga yang mengajak saudara di desa ikut merantau dan bekerja di kota-kota besar. Di sinilah ada hubungan kekerabatan, kebersamaan, kasih sayang di kota-kota besar. Di sinilah ada hubungan kekerabatan, kebersamaan, kasih sayang di antara warga atau anggota trah. Terasa sekali, warga sekampung seakan satu keturunan. antara warga atau anggota trah. Terasa sekali, warga sekampung seakan satu keturunan. Jika spirit nyadran itu bila
Jika spirit nyadran itu bila dibawa dalam konteks negara, maka akan dibawa dalam konteks negara, maka akan menjadikan Indonesiamenjadikan Indonesia yang rukun, ayom, ayem dan tenteram.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Dari uraian diatas dapat disumpulakan bahwa. Tradisi nyadran adalah Tradisi yang Dari uraian diatas dapat disumpulakan bahwa. Tradisi nyadran adalah Tradisi yang tidak harus di tinggalkan karena tradisi nyadran untuk mengajak masyarakat berbaur, tidak harus di tinggalkan karena tradisi nyadran untuk mengajak masyarakat berbaur, besatu,
besatu, dan dan menjalin menjalin silaturahim silaturahim antar antar sesama sesama manusia, manusia, leluhur. leluhur. Menurut Menurut tradisi tradisi nyadrannyadran saat ini yang dilakukan masyarakat adalah tradisi yang dilaksanakan pada zaman wali saat ini yang dilakukan masyarakat adalah tradisi yang dilaksanakan pada zaman wali songo selain mengajak masyarakat untuk sialaturahim tapi juga untuk menjunjung tinggi songo selain mengajak masyarakat untuk sialaturahim tapi juga untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Sehingga pola pikir manusia tidak menganggapnya sesuatu yang nilai-nilai keagamaan. Sehingga pola pikir manusia tidak menganggapnya sesuatu yang biasa, tetapi tradisi nyadran adalah sesuatu tradisi yang mempunyai sakral.
biasa, tetapi tradisi nyadran adalah sesuatu tradisi yang mempunyai sakral.
B.
B. SaranSaran
Untuk menjaga kesetabialan kepada masyarakat dalam menjalankan tradisi nyadran Untuk menjaga kesetabialan kepada masyarakat dalam menjalankan tradisi nyadran maka setiap menjelang bulan Ramadhan, yaitu Sya'ban atau Ruwah jangan melupakan, maka setiap menjelang bulan Ramadhan, yaitu Sya'ban atau Ruwah jangan melupakan, karena itu untuk menjaga melestarikan yang diperuntukan bagi penduduk terutama yang karena itu untuk menjaga melestarikan yang diperuntukan bagi penduduk terutama yang beragama
beragama Islam. Islam. Maka Maka dari dari itu itu rasa rasa saling saling memiliki memiliki dan dan tanggung jawab tanggung jawab diterapkan diterapkan oleholeh masyarakat Islam sejak kecil, untuk selalu mengingat dan bersilaturahim kepada para masyarakat Islam sejak kecil, untuk selalu mengingat dan bersilaturahim kepada para leluhurnya. Namun hal ini dilakaukan sesuai dengan kepercayaan pribadi masing-masing. leluhurnya. Namun hal ini dilakaukan sesuai dengan kepercayaan pribadi masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA http://de-kill.blogspot.com/.html
http://de-kill.blogspot.com/.html . . Tradisi Tradisi Nyadran Nyadran Masyarakat Masyarakat Jawa. Jawa. Diunduh Diunduh padapada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 15.53 .
tanggal 23 Oktober 2017 pukul 15.53 . http://fhadhylha.blogspot.com/.html
http://fhadhylha.blogspot.com/.html .TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT.TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA ( SejarahX).
INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA ( SejarahX). Diunduh Diunduh
pada tanggal 27 Oktober 2017
pada tanggal 27 Oktober 2017 pukul 16.26 .pukul 16.26 .
http://hidaimehosineda.blogspot.com/2014/01/makalah-etnografi-tradisi-nyadran-di_11.html
http://hidaimehosineda.blogspot.com/2014/01/makalah-etnografi-tradisi-nyadran-di_11.html .. Makalah Etnografi Tradisi Nyadran Di Kabupaten Batang Desa Klidang Lor. Makalah Etnografi Tradisi Nyadran Di Kabupaten Batang Desa Klidang Lor. Diunduh
Diunduh pada pada tanggal tanggal 23 23 Oktober Oktober 2017 2017 pukul pukul 15.50.15.50. http://id.wikipedia.org/wiki/Nyadran
http://id.wikipedia.org/wiki/Nyadran . Ny. Nyadran. Diundadran. Diunduh uh pada pada tanggal 2tanggal 23 3 Oktober Oktober 20142014 pukul 15.50
pukul 15.50
http://knowphyjo.blogspot.com/2011/01/nyadran.html
http://knowphyjo.blogspot.com/2011/01/nyadran.html.. Tradisi Tradisi Nyadran Nyadran SebagaiSebagai Transformasi Agama,
Transformasi Agama, Sosial, dan Sosial, dan Budaya Masyarakat Budaya Masyarakat Jawa. Diunduh Jawa. Diunduh pada tanggalpada tanggal 28 Oktober 2017 pukul 12.25.
28 Oktober 2017 pukul 12.25. http://nevilvilennivel.blogspot.com/.html
http://nevilvilennivel.blogspot.com/.html . . Tradisi Tradisi Nyadran Nyadran Masyarakat Masyarakat Jawa Jawa Tengah.Tengah. Diunduh pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 16.09 .
Diunduh pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 16.09 . http://pariwisata.sidoarjokab.go.id/pesta_nyadran.php
http://pariwisata.sidoarjokab.go.id/pesta_nyadran.php.Diunduh .Diunduh pada pada tanggaltanggal
23 Oktober 2017 pukul 15.55.
23 Oktober 2017 pukul 15.55.
http://thezeins.blogspot.com/2012/01/nyadran-dan-nyekar.html
http://thezeins.blogspot.com/2012/01/nyadran-dan-nyekar.html . Nyadran dan Nyekar.. Nyadran dan Nyekar. Diunduh pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 16.12.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA
KATA PENGANTAR ...PENGANTAR ... .... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... ii... ii BAB
BAB I I PENDAHULUAN ...PENDAHULUAN ... 1... 1 A.
A. Latar Latar Belakang Belakang ... 1... 1 B.
B. Rumusan Rumusan Masalah Masalah ... 4... 4 C.
C. Tujuan Tujuan ... 4... 4 BAB
BAB II II PEMBAHASAN PEMBAHASAN ... 5... 5 A.
A. Pengertian Pengertian Nyadran ...Nyadran ... 5... 5 B.
B. PelaksanaanPelaksanaan Nyadran ... Nyadran ... ... 77 C.
C. Tradisi Tradisi Nyadran Nyadran yang yang masih masih terjaga ...terjaga ... ... 99 D.
D. Kontroversi Kontroversi Tradisi Tradisi Nyadran Nyadran ... 10. 10 E.
E. Dampak Dampak Tradisi Tradisi Nyadran ...Nyadran ... 11... 11 BAB
BAB III III PENUTUP ....PENUTUP ... 12... 12 A. A. Kesimpulan Kesimpulan ... .... 1212 B. B. Saran ...Saran ... ... 1212 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmad, hidayah, serta Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmad, hidayah, serta inayahnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Semoga karya inayahnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembacanya.
tulis ini bermanfaat bagi pembacanya.
Tujuan penulis dalam pembuatan karya tulis ini antara lain memenuhi tugas memenuhi Tujuan penulis dalam pembuatan karya tulis ini antara lain memenuhi tugas memenuhi tugas guru mata pelajaran Sejarah dan memberi informasi yang berkaitan dengan tradisi tugas guru mata pelajaran Sejarah dan memberi informasi yang berkaitan dengan tradisi Nyadran.
Nyadran.
Makalah ini secara umum berisi tentang asal mula tradisi nyadran dan apa yang disebut Makalah ini secara umum berisi tentang asal mula tradisi nyadran dan apa yang disebut tradisi Nyadran itu.
tradisi Nyadran itu.
Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Banyak kekurangan dan kesalahan Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Banyak kekurangan dan kesalahan dalam karyatulis ini. Maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun demi dalam karyatulis ini. Maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan.
kesempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan.
Penulis Penulis