KAJIAN EKONOMI REGIONAL TRIWULAN III-2008
1
BOKS
SURVEI PENUKARAN UANG DI KBI SEMARANG
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Bank Sentral, Bank Indonesia senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai serta dalam kondisi layak edar. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tersebut Bank Indonesia telah melaksanakan survei singkat kepada masyarakat yang melakukan penukaran uang di Bank Indonesia pada hari H-5 menjelang hari lebaran 2008. Responden berjumlah 300 orang yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Tujuan survei ini adalah untuk mengetahui jenis pecahan uang kertas dan logam yang diinginkan masyarakat, penyediaan waktu layanan penukaran uang, sistem antrian serta kenyamanan ruang tunggu.
Temuan Survei
Berdasarkan hasil survei penukaran uang mayoritas responden (66,95%) pernah melakukan penukaran uang di KBI Semarang (32,22% melakukannya secara rutin dan 28,03% melakukannya tidak secara rutin). Frekuensi penukaran rutin yang dilakukan oleh mayoritas responden (68,89%) kurang dari 5 kali dalam sebulan dengan jumlah penukaran kurang dari Rp 5 juta (68,95%)
Grafik 1 Frekuensi Penukaran
Grafik 2 Jumlah Penukaran
68,92
23,87
7,21
-10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00
< Rp5 juta Rp5-10 juta > Rp10 juta Frekuensi
% > Rp10 juta;
7,21
< Rp5 juta ; 68,92 Rp5-10 juta;
23,87
KAJIAN EKONOMI REGIONAL TRIWULAN III-2008
2
Grafik 3
Pecahan Uang yang Diperlukan dalam Penukaran Rutin
3,33
- 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 Rp500
Penukaran uang dilakukan terutama untuk keperluan rumah tangga (penyediaan uang saku dan belanja) dan tujuan usaha (uang kembalian dan pembayaran gaji/upah karyawan). Disamping penukaran yang dilakukan secara rutin, terdapat 28,03% responden yang tidak rutin melakukan penukaran. Tujuan penukaran terutama untuk keperluan lebaran (membagi angpao), disamping untuk belanja dan uang saku. Jenis pecahan yang dibutuhkan oleh mayoritas responden (33,09%) adalah pecahan pecahan Rp1.000,- (29,52%), diikuti oleh pecahan Rp5.000,- (26,92%), pecahan Rp10.000,- (21,42%), dan pecahan Rp20.000,- (10,27%). Adapun minat terhadap pecahan besar Rp50.000,- dan Rp100.000,-, serta pecahan logam relatif kecil (antara 2-3%).
Grafik 4
Pecahan Uang yang Diperlukan dalam Penukaran Non Rutin (Insidentil)
2,16
- 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00
KAJIAN EKONOMI REGIONAL TRIWULAN III-2008
3
bahwa kebutuhan mereka tidak dapat dipenuhi. Pecahan Rp10.000,- merupakan pecahan yang selalu dapat dipenuhi (37,20% responden), diikuti oleh pecahan Rp5.000,- (26,17% responden), dan pecahan Rp1.000,- (25,61% responden).Grafik 5
Pecahan Uang yang Selalu Dapat Diperoleh
2,06 1,50 0,56 0,75 0,56
5,61
37,20 26,17
25,61
- 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00
Rp500 Rp200 Rp100 Rp100.000
Rp50.000 Rp20.000 Rp10.000 Rp5.000 Rp1.000
Pecahan
%