• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSELING UNTUK ANAK TUNA NETRA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KONSELING UNTUK ANAK TUNA NETRA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pengertian Tuna Netra

Anak yang mengalami gangguan

penglihatan dapat didefinisikan

sebagai anak yang rusak

penglihatannya yang walaupun

dibantu dengan perbaikan, masih

mempunyai pengaruh yang

merugikan bagi anak yang yang

bersangkutan. Pengertian ini

(3)

Klasifikasi Tuna Netra

Berdasarkan terjadinya ketunanetraan

Berdasarkan kemampuan daya

penglihatan

Berdasarkan pemeriksaan klinis

(4)

Berdasarkan terjadinya ketunanetraan

Tunanetra sebelum dan sejak lahir; yakni mereka

yang sama sekali tidak memiliki pengalaman penglihatan.

Tunanetra setelah lahir atau pada usia kecil;

mereka telah memiliki kesan-kesan serta

pengalaman visual tetapi belum kuat dan mudah terlupakan

Tunanetra pada usia sekolah atau pada masa

remaja; mereka telah memiliki kesan-kesan visual dan meninggalkan pengaruh yang mendalam

terhadap proses perkembangan pribadi

Tunanetra pada usia dewasa; pada umumnya

mereka yang dengan segala kesadaran mampu melakukan latihan-latihan penyesuaian diri

Tunanetra dalam usia lanjut; sebagian besar

(5)

Berdasarkan kemampuan daya

penglihatan

Tunanetra ringan (defective vision/low vision); yakni

mereka yang memiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi mereka masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan

pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan

Tunanetra setengah berat (partially sighted); yakni

mereka yang kehilangan sebagian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang bercetak tebal

Tunanetra berat (totally blind); yakni mereka yang sama

(6)

Berdasarkan pemeriksaan klinis

Tunanetra yang memiliki ketajaman penglihatan kurang dari 20/200 dan atau memiliki bidang penglihatan

kurang dari 20 derajat

Tunanetra yang masih memiliki

(7)

Berdasarkan kelainan-kelainan

pada mata

• Myopia; adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina. Penglihatan akan menjadi jelas kalau objek didekatkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Myopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa negative

• Hyperopia; adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina. Penglihatan akan menjadi jelas jika objek dijauhkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Hyperopia digunakan kacamata koreksi dengan lensa positif

(8)

Faktor Penyebab Tuna Netra

Pre Natal,

Bisa karena keturunan atau pertumbuhan dalam kandungan

Post Natal

Kerusakan pada mata atau saraf mata pada waktu

persalinan, akibat benturan alat-alat atau benda keras.

Pada waktu persalinan, ibu mengalami penyakit gonorrhoe,

sehingga baksil gonorrhoe menular pada bayi, yang pada ahkirnya setelah bayi lahir mengalami sakit dan berakibat hilangnya daya penglihatan.

Mengalami penyakit mata yang menyebabkan

(9)

Karakteristik Anak Tuna Netra

secara fisik

Mata juling

Sering berkedip

Menyipitkan mata

(kelopak) mata merah

Mata infeksi

Gerakan mata tak beraturan dan cepat

Mata selalu berair (mengeluarkan air mata)

Pembengkakan pada kulit tempat tumbuh

(10)

Karakteristik Anak Tuna Netra dari

Tingkah Laku

Menggosok mata secara berlebihan.

Menutup atau melindungi mata sebelah,

memiringkan kepala atau mencondongkan kepala ke depan.

Sukar membaca atau dalam mengerjakan

pekerjaan lain yang sangat memerlukan penggunaan mata.

Berkedip lebih banyak daripada biasanya atau

lekas marah apabila mengerjakan suatu pekerjaan.

(11)

Lanjut…

Tidak dapat melihat benda-benda yang agak jauh.Menyipitkan mata atau mengkerutkan dahi.

Tidak tertarik perhatiannya pada objek

penglihatan atau pada tugas-tugas yang

memerlukan penglihatan seperti melihat gambar atau membaca.

Janggal dalam bermain yang memerlukan

kerjasama tangan dan mata.

Menghindar dari tugas-tugas yang memerlukan

(12)

Hambatan psikis yang mungkin

timbul

Curiga terhadap orang lain

Perasaan mudah tersinggung

(13)

Pengertian Konseling

Bimo Walgito (1980) mengemukakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam menyelesaikan memecahkan

masalah kehidupannya dengan

wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang

dihadapi untuk mencapai

(14)

Mortensen&Schmuller (1966) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu proses hubungan

seseorang dimana seseorang

ditolong oleh yang lainnya untuk

meningkatkan pemahaman dan

(15)

Glenn E. Smith (1955) mengemukakan bahwa konseling

adalah suuatu proses dimana

konselor membantu konseli dalam

membuat interpretasi mengenai

fakta-fakta yang berhubungan

(16)

James F. Adams (1965) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu dimana seorang (konselor) membantu yang lain(konseli), supaya ia dapat lebih

baik memahami dirinya dalam

hubungannya dengan

(17)
(18)

Unsur yang terkandung dalam

definisi konseling

Pembimbing/konselor, yaitu seseorang yang

karena keahliannya dan kewenangan membarikan bantuan.

Terbimbing/konseli, yaitu seseorang yang karena

masalah yang dihadapinya dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan.

Masalah, yaitu sesuatu yang sedang dihadapi

terbimbing/ konseli untuk memperoleh penyelesaian secara baik.

Proses, yaitu terjadinya interaksi antara

pembimbing dengan konseli secara tatap muka dalam upaya penyelesaian masalah.

Tujuan, yaitu sesuatu yang ingin dicapai oleh

(19)

Tujuan Konseling

tujuan umum layanan konseling

perorangan adalah pengentasan

masalah klien dan hal ini termasuk ke dalam fungsi pengentasan.

tujuan khusus konseling ke dalam 5

hal yakni fungsi pemahaman, fungsi

pengentasan, fungsi

(20)

Metode konseling

perorangan

Konseling Direktif (Directive Counselling)

Dalam prosesnya yang aktif atau paling berperan adalah konselor dalam praktiknya konselor berusaha menyaraknkan klien sesuai dengan masalahnya

Konseling Nondirektif (Non-Directive

Counselling)

konseling nondirektif atau konseling yang berpusat pada siswa

Konseling Eklektif (Eclectif Counseling)

(21)

Keefektifan konseling

• Dimulai ketika klien menyadari bahwa dirinya mengalami masalah.

• Individu-individu yang menyadari bahwa dirinya bermasalah agaknya memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam hal pemecahan masalahnya itu.

Individu itu memang gigih dalam mengupayakan

pemecahan masalahnya, maka ia benar-benar mencari orang lain untuk membantu dirinya.

(22)

Skenario Konseling Untuk Anak Tuna Netra

Skenario konseling ini dibuat untuk ditujukan kepada salah satu anak yang baru saja mengalami low vision

(23)

Langkah Konseling

Guru mendekati konseli untuk menggali informasi dan data

valid.

Guru menampung semua informasi yang sudah diperoleh

dari siswa

Jaga mental anak ketika di sekolah agar emosinya tidak

labil

Berikan motivasi dan penguatan agar siswa tidak minder

dan merasa percaya diri secara berkelanjutan

• Memberikan contoh cerita yang dapat menginspirasi anak agar tetap bersemangat

Follow up berupa bantuan untuk memfasilitasi konseli

dalam berbagai kesempatan sesi konseling.

Referensi

Dokumen terkait

M enurut M ortesen & Schmuller,1976 (dalam Prayitno dan Erman Amti 2004 : 94) bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu

Pengertian Konseling Individu Konseling individu adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli konselor kepada individu yang

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) dalam upaya

Menurut Prayitno (2008:99) yaitu konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang

Asas- asas yang berkenaan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan dan konseling sama dengan azas BK pada Pendidikan formal pada umumnya, Prayitno, dan Erman Amti

Dan dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling adalah pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling ( face to face) oleh seorang ahli ( disebut konselor)

Prayitno, Kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri

Menurut Prayitno dan Erman Amti, merumuskan arti Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa