i
PENGARUH SUMBER-SUMBER RESERVASI TERHADAP
OCCUPANCY DI KUTA PARADISO HOTEL
I PUTU AGUNG MAHADEWA 1112014045
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PARIWISATA
FAKULTAS PARIWISATA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
ii
PENGARUH SUMBER-SUMBER RESERVASI
TERHADAP OCCUPANCY DI KUTA PARADISO
HOTEL
Laporan Akhir Program ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan Pariwisata (S.ST.Par)
I PUTU AGUNG MAHADEWA 1112014045
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PARIWISATA
FAKULTAS PARIWISATA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
iii ABSTRAK
Program Studi Diploma IV Pariwisata Fakultas Pariwisata
Universitas Udayana Laporan Akhir Program
Nama : I Putu Agung Mahadewa
Judul : Pengaruh Sumber-Sumber Reservasi Terhadap Occupancy di Kuta Paradiso Hotel
Jumlah Halaman : xv + 92 halaman (ilustrasi: tabel, gambar) Isi Ringkasan :
Semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali diikuti oleh perkembangan jumlah hotel. Hal ini menyebabkan hotel melakukan kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat menjadi sumber-sumber reservasi yang diharapkan akan mendatangkan tamu dan meningkatkan occupancy di Kuta Paradiso Hotel, seperti online travel agent, offline travel agent, corporate (perusahaan), dan government (pemerintah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sumber-sumber terhadap occupancy di KutaParadiso Hotel dan mengetahui upaya yang harus dilakukan oleh Kuta Paradiso Hotel dalam meningkatkan occupancy pada sumber reservasi yang mempunyai occupancy paling rendah.
Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linier berganda, korelasi berganda, uji F-test, uji t-test dan determinasi dengan taraf signifikan 5%,. Pengolahan data dibantu dengan menggunakan Program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) 23 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil perhitungan Uji F-test memperoleh Fhitung (10,718) ≥ Ftabel (4,12) yang berarti terdapat pengaruh
nyata dan signifikan antara sumber-sumber reservasi terhadap occupancy di Kuta Paradiso Hotel. Berdasarkan perhitungan secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan adalah X1 (online travel agent) dengan nilai ttabel (1,89) > thitung (3,131)
dan X2 (offline travel agent) dengan nilai ttabel (1,89) > thitung (3,938) yang berarti
terdapat pengaruh signifikan terhadap occupancy dan variabel yang tidak berpengaruh signifikan yaitu X3 (corporate) dengan nilai ttabel (1,89) > thitung
(1,252) dan X4 (government) dengan nilai ttabel (1,89) > thitung (0,226) yang berarti
tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap occupancy.
iv
Title : The Influence of Reservation Sources Toward Occupancy in Kuta Paradiso Hotel
Number of Pages : xv + 92 pages (illustration: tables, pictures)
Summary :
The increasing of tourist arrivals in Bali was followed by the development of a number of hotels. It causes to the hotel to have a dealing various parties that can become sources of a reservation that is expected to gain more guests and increased the occupancy at the Kuta Paradiso Hotel, such as online travel agents, offline travel agents, corporates, and government. The aim of this study was to determine the sources of the KutaParadiso occupancy in hotels and know the effort that must be done by the Kuta Paradiso Hotel in increasing occupancy at the source of the reservation that has the lowest occupancy.
The data was collected by observation, interview, literature study, and documentation. The type of data used are the qualitative and quantitative data. While the source of the data used are primary data and secondary data. Data were analyzed using multiple linear regression, multiple correlation, F-test, t-test, and determination by the significant level of 5%. Assisted data processing using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) 23 for windows.
These results of the research shows that the test is based on the results of the calculation of the F-test gain of Fcount (10.718) ≥ Ftable (4.12) which means that
there are real and significant effect among sources of reservations to occupancy in Kuta Paradiso Hotel. Based on the calculation of the variable partially significant effect are X1 (online travel agent) with a value ttabel (1,89)> tcount (3.131) and X2
(offline travel agents) with ttable value (1,89)> tcount (3.938), which means there is a
significant influence on the occupancy and variables that have no significant effect are X3 (corporate) with ttable value (1,89)> tcount (1.252) and X4
(government) with ttable value (1,89)> tcount (0.226) which means no there is a
significant influence on occupancy.
The suggestion can be given to the Kuta Paradiso Hotel is giving special prices for corporate and government because it can be taken into consideration for the corporate and government to make a reservation at a hotel room. However, these prices should stay tuned to a competitor.
v
HALAMAN PENGESAHAN
PENGARUH SUMBER-SUMBER RESERVASI TERHADAP OCCUPANCY DI KUTA PARADISO HOTEL
Nama : I Putu Agung Mahadewa NIM : 1112014045
Telah dinyatakan LULUS pada 15 Februari 2016 dengan predikat SANGAT MEMUASKAN di Program Studi Diploma IV Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.
Pembimbing I Pembimbing II
(Drs. Ida Bagus Ketut Astina, M.Si.) (Fanny Maharani Suarka, S.ST.Par.,M.Par.) NIP. 19591231 198602 1 006 NIP. 19810212 200501 2 010
Mengetahui
Dekan Fakultas Pariwisata Ketua Program Studi Diploma IV Pariwisata Universitas Udayana Fakultas Pariwisata Universitas Udayana
vi
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
PENGARUH SUMBER-SUMBER RESERVASI TERHADAP OCCUPANCY DI KUTA PARADISO HOTEL
Laporan akhir ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Program Studi Diploma IV Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana pada tanggal 15 Februari 2016 dan dinyatakan LULUS dengan predikat SANGAT MEMUASKAN.
TIM PENGUJI
Ketua : Drs. Ida Bagus Ketut Astina, M.Si. (……….) Sekretaris : Fanny Maharani Suarka, S.ST.Par.,M.Par. (……….) Anggota : 1. Ni Made Ariani, S.E.,M.Par. (……….) 2. Ni Nyoman Sri Aryanti, S.ST.Par.,M.Par. (……...…………..) 3. Ni Putu Ratna Sari, S.ST.Par.,M.Par. (……….)
Mengetahui,
Ketua Program Studi Diploma IV Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat anugrah-Nya Lporan Akhir yang berjudul “Pengaruh Sumber-Sumber Reservasi Terhadap Occupancy di Kuta Paradiso Hotel” dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tujuam penyelesaian laporan ini adalah sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan Pariwisata di Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan laporan ini, antara lain kepada :
1. Bapak Drs. I Made Sendra, M.Si. selaku Dekan Fakultas Pariwisata yang telah memberikan waktu dalam menyelesaikan laporan penelitian ini.
2. Ibu Ni Made Ariani, S.E.,M.Par. selaku Ketua Program Studi Diploma IV Pariwisata, Pembimbing Akedemik, dan penguji yang telah memberi waktu, mendukung pengerjaan laporan akhir ini, dan memberi bimbingan kepada penulis selama melaksanakan perkuliahan di Fakultas Pariwisata.
3. Bapak Drs. Ida Bagus Ketut Astina, M.Si. selaku pembimbing I yang telah memberikan masukan dan saran, serta dukungan dalam penyusunan laporan akhir ini.
4. Ibu Fanny Maharani Suarka, S.ST.Par.,M.Par. sebagi pembimbing II yang telah menyediakan waktu untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan motivasi yang sangat penulis perlukan selama penyusunan laporan akhir ini. 5. Tim penguji, yaitu Ibu Ni Nyoman Sri Aryanti, S.ST.Par.,M.Par., dan Ni Putu
viii
6. Ibu Yuni Kusuma selaku Director of Sales Kuta Paradiso Hotel yang telah banyak berbagi cerita, memberikan bimbingan selama penulis melakukan training di Kuta Paradiso Hotel, dan membantu dalam hal pencarian data untuk penyelesaian laporan akhir ini.
7. Ibu Ayu Ningrat selaku Sales Secretary Kuta Paradiso Hotel yang telah membantu memberikan data occupancy Kuta Paradiso Hotel untuk penyelesaian laporan akhir ini.
8. Mbak Windi selaku E-Commerce Executive Kuta Paradiso Hotel yang telah banyak berbagai cerita, candaan, dan mengajarkan berbagai pengetahuan tentang dunia E-Commerce selama penulis melakukan training di Kuta Paradiso.
9. Mbak Fenty selaku Markrting Communication Kuta Paradiso Hotel yang telah mengajarkan banyak pengetahuan tentang marketing.
10.Orang tuaku tercinta Ir. I Made Wijaya Kusuma dan Dra. Ni Ketut Kartikasari yang senantiasa member dukungan moral yang tiada henti-hentinya dan memberikan motivasi yang sangat besar kepada penulis selama pengerjaan laporan akhir ini.
11.Adik-adik tersayang Ayu Ratih Kusuma Dewi dan Bagus Dharma Iswara yang telah memberikan semangat dalam pengerjaan laporan akhir ini.
ix
13.Ni Made Ardani sebagai sahabat penulis yang mengajarkan semangat pantang menyerah, arti bersyukur dan memberikan semangat dalam penyelesaian laporan akhir ini.
14.Ni Luh Gede Marsyani sebagai sahabat penulis yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah saat senang maupun sedih dan memberikan dukungan selama pengerjaan laporan akhir ini.
15.Ni Komang Wijiatmawati yang telah menemani penulis selama 6 tahun dan memberikan semangat dalam pngerjaan laporan akhir ini.
16.Seluruh teman-teman Diploma IV Pariwisata 2011 yang namanya tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan banyak kenangan selama melakukan perkuliahan di Fakultas Pariwisata.
Penulis menyadari bahwa apa yang telah dipaparkan pada Laporan Akhir ini masih jauh dari sempurna baik menyangkut isi, teknis, maupun bahasa. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan laporan akhir ini. Akhirnya penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat sehingga dapat disimak dalam bentuk bahan bacaan.
Denpasar, Februari 2016
x
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN AKHIR PROGRAM.. xv
BAB I PENDAHULUAN 2.1 Penelitian Sebelumnya ... 10
2.2 Tinjauan Konsep/ Teori ... 14
2.2.1 Reservasi ... 14
2.2.2 Occupancy/ Tingkat Hunian Kamar ... 22
2.2.3 Hotel ... 26
2.2.4 Hipotesis ... 29
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian... 30
3.2 Definisi Operasional Variabel ... 30
3.2.1 Sumber-Sumber Reservasi... 30
3.2.2 Occupancy ... 32
3.5 Teknik Penentuan Informan ... 35
xi
4.1 Gambaran Lokasi Penelitian... 45
4.1.1 Sejarah Singkat Kuta Paradiso Hotel ... 45
4.1.2 Produk Kuta Paradiso Hotel ... 45
4.1.3 Fasilitas Kuta Paradiso Hotel ... 52
4.2 Struktur Organisasi Sales and Marketing Department Kuta Paradiso Hotel ... 55
4.3 Sistematika Reservasi Masing-Masing Sumber Reservasi di Kuta Paradiso Hotel ... 66
4.3.1 Sistematika Reservasi Online Travel Agent ... 66
4.3.2 Sistematika Reservasi Offline Travel Agent ... 68
4.3.3 Sistematika Reservasi Corporate (Perusahaan) .... 69
4.3.4 Sistematika Reservasi Government (Pemerintah) . 70 4.4 Pengaruh Sumber-Sumber Reservasi Terhadap Occupancy di Kuta Paradiso Hotel ... 72
4.4.1 Uji Asumsi Klasik ... 73
4.4.2 Pengaruh Sumber-Sumber Reservasi Secara Simultan Terhadap Occupancy ... 78
4.4.3 Pengaruh Reservasi Melalui Online Travel Agent Terhadap Occupancy ... 82
4.4.4 Pengaruh Reservasi Melalui Offline Travel Agent Terhadap Occupancy ... 83
4.4.5 Pengaruh Reservasi Melalui Corporate (Perusahaan) Terhadap Occupancy ... 84
xii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara
ke Bali Periode Tahun 2010 – 2014 ... 2
Tabel 1.2 Jumlah Occupancy (Tingkat Hunian Kamar) di Kuta Paradiso Hotel selama 12 Bulan ... 5
Tabel 1.3 Jumlah Occupancy (Tingkat Hunian Kamar) dari Online Travel Agent, Offline Travel Agent, Corporate (perusahaan), dan Government (pemerintah) ... 6
Tabel 3.1 Tingkat Keeratan Antara Variabel Bebas Dengan Variabel Terikat ... 41
Tabel 4.1 Jenis, Jumlah, Ukuran, dan Tipe Tempat Tidur Pada Kamar di Kuta Paradiso Hotel ... 46
Tabel 4.2 Uji Normalitas ... 75
Tabel 4.3 Uji Autokorelasi ... 76
Tabel 4.4 Uji Multikolinieritas ... 77
Tabel 4.5 Uji F test Pengaruh Sumber-Sumber Reservasi Terhadap Occupancy ... 79
Tabel 4.6 Uji F test Sumber-Sumber Reservasi Terhadap Occupancy ... 81
Tabel 4.7 Hasil Analisis Korelasi Berganda ... 86
Tabel 4.8 Nilai Determinasi Online Travel Agent ... 87
xiii
Tabel 4.10 Nilai Determinasi Corporate (Perusahaan) ... 88
Tabel 4.11 Nilai Determinasi Government (Pemerintah) ... 88
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1 Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Uji F-test ... 42
Gambar 3.2 Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Uji t-test ... 44
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sales and Marketing Department Kuta
Paradiso Hotel ... 56 Gambar 4.2 Normal Probability Plot ... 74
Gambar 4.3 Scatterplot ... 78
Gambar 4.4 Kurva Penolakan dan Penerimaan Ho Uji F-test Sumber-Sumber
Reservasi Terhadap Occupancy ... 82
Gambar 4.5 Kurva Penerimaan dan Penolakan Ho Uji t-test Online Travel
Agent Terhadap Occupancy ... 83
Gambar 4.6 Kurva Penerimaan dan Penolakan Ho Uji t-test Offline Travel
Agent Terhadap Occupancy ... 84
Gambar 4.7 Kurva Penerimaan dan Penolakan Ho Uji t-test Corporate
(Perusahaan) Terhadap Occupancy ... 85
Gambar 4.8 Kurva Penerimaan dan Penolakan Ho Uji t-test Government
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Pedoman Wawancara
Lampiran 2 : Hasil Uji Asumsi Klasik
Lampiran 3 : Hasil Analisis Regresi X1, X2,X3, dan X4 Terhadap Y
Lampiran 4 : Tabel Durbin-Watson
Lampiran 5 : Tabel Distribusi F, α = 5%
Lampiran 6 : Tabel Distribusi t
Lampiran 7 : Contoh Voucher Online Travel Agent
Lampiran 8 : Contoh Booking dari Travel Agent
Lampiran 9 : Contoh Booking dari Corporate (Perusahaan)
Lampiran 10 : Contoh Booking dari Government (Pemerintah)
Lampiran 11 : Denah lokasi Kuta Paradiso Hotel
xv
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN AKHIR PROGRAM
Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, di dalam naskah laporan akhir program ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh pihak lain untuk mendapatkan karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebut dalam sumber kutipan atau daftar pustaka
Apabila ternyata di dalam naskah laporan akhir ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur jiplakan atau plagiat, saya bersedia laporan akhir ini
digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh (Diploma IV) dibatalkan, serta diproses dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 25 ayat 2 dan Pasal 70)
Denpasar, 25 Desember 2015 Yang membuat pernyataan
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang devisa Negara.
Pendapatan dari sektor pariwisata ini dapat dikatakan cukup besar bagi suatu
Negara sehingga banyak negara-negara di dunia berusaha untuk mengembangkan
sektor pariwisata ini termasuk Indonesia. Dengan berbagai keragaman budaya dan
suku bangsa, Indonesia memiliki modal yang sangat baik dalam mengembangkan
sektor pariwisata. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah Indonesia melakukan
berbagai cara untuk mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata
tersebut. Usaha pemerintah Indonesia dapat dinilai serius dan berhasil karena
parwisata Indonesia mempunyai posisi yang baik di dunia Internasional
khususnya Pulau Bali yang menjadi pioneer pariwisata Indonesia.
Pulau Bali merupakan pulau dengan berbagai keindahan alam, seni, dan
budaya sehingga menjadi tujuan wisata utama di Indonesia. Dengan potensi yang
dimiliki pulau Bali, pemerintah memberikan perhatian yang besar dalam
pembangunan dan pengembangan daerah-daerah yang berpotensi menjadi obyek
wisara di Bali. Destinasi pariwisata Bali dapat disejajarkan dengan beberapa
destinasi pariwisata International lainnya yang dimana Bali merupakan destinasi
pariwisata bertaraf Internasional. Pengembangan sektor pariwisata di Bali telah
berkembang pesat dan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berkembangnya
2
sarana hiburan, atraksi wisata dan fasilitas informasi (Ardana dalam
https://ardana45.wordpress.com/2013/05/15/pengaruh-perkembangan-pariwisata-terhadap-struktur-perekonomian-dan-kesejahteraan-masyarakat-bali/).
Perkembangan pariwisata di Bali dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah
wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik wisatawan domestik maupun wisatawan
mancanegara selama 5 (lima) tahun terkahir yang dapat dilihat pada Tabel 1.1
berikut ini :
Tabel 1.1
Jumlah Kunjungan Wisatawan Domestik dan Mancanegara ke Bali Periode Tahun 2010 – 2014
Sumber : www.disparda.baliprov.go.id, 2015.
Berdasarkan Tabel 1.1 menunjukan bahwa wisatawan yang datang
berkunjung ke Bali dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Peningkatan
tertinggi dicapai pada tahun 2011 yakni mencapai 18,1 %, dimana pada pada
tahun ini terjadi banjir besar di Thailand sehingga para wisatawan mengalihkan
tujuan wisatanya ke Indonesia maupun Negara lainnya. Namun, pada tahun 2014
terjadi angka penurunan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 0,93 %, dalam hal
ini terjadi penurunan angka kunjungan pada wisatawan domestik. Jumlah
Tahun Wisatawan Total
(Orang)
2013 3.278.598 6.976.536 10.255.134 14,51
2014 3.766.638 6.392.460 10.159.098 - 0,93
3
pertumbuhan dari tahun 2010 sampai 2014 megalami pertumbuhan rata-rata
sebesar 7,57 %. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan kualitas
kepariwisataan Bali, baik dari segi keamanan maupun infrastrukturnya sehingga
terjadi kepercayaan pada para wisatawan untuk berkunjung, dalam hal ini dapat
dilihat adanya kepercayaan dalam penyelenggaraan KTT ASEAN, KTT APEC,
dan Miss World di Bali (Lestari, 2014:2).
Dengan berkembangnya jumlah wisatawan tersebut, pihak hotel
berlomba-lomba untuk menarik minat para wisataawan untuk menginap di hotel yang
mereka kelola. Namun dalam hal ini, bukan hanya jumlah wisatawan yang
meningkat tetapi angka pertumbuhan pembangunan hotel-hotel baru juga ikut
meningkat sehingga pihak hotel melakukan berbagai cara untuk menarik
wisatawan untuk menginap di hotel mereka. Salah satu cara yang dilakukan oleh
pihak hotel adalah dengan melakukan kerja sama dengan pihak travel agent yang
sifatnya offline maupun online. Selain hal tersebut, pihak hotel semakin
mengembangkan cara mereka untuk menawarkan dan memasarkan hotel mereka
ke pihak corporate (perusahaan),dan government (pemerintah). Cara-cara ini
dinilai cukup efektif dalam menarik dan menambah jumlah wisatawan yang
menginap di hotel mereka.
Perkembangan jumlah pembangunan hotel yang meningkat menyebabkan
adanya persaingan yang sangat ketat antara satu hotel dengan hotel lainnya.
Persaingan harga atau tarif hotel adalah masalah yang paling menonjol dimana
masing-masing hotel berusaha untuk memberikan harga terbaik dan termurah
untuk menarik minat wisatawan untuk menginap. Dalam hal ini, hotel-hotel
4
dan berusaha memberikan harga yang termurah dengan menurunkan harga pada
waktu-waktu tertentu.
Kuta Paradiso Hotel adalah chain hotel yang tersebar di beberapa lokasi di
daerah Badung dan merupakan salah satu hotel berbintang 5 (lima) yang terletak
di Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali dan mempunyai letak yang strategis karena
berdekatan dengan pusat perbelanjaan, Ngurah Rai International Airport dan
berdekatan dengan pantai Kuta. Selain hal tersebut, Kuta Paradiso Hotel dapat
dikatakan mempunyai fasilitas yang cukup lengkap seperti adanya fasilitas Gym,
kolam renang, meeting room, restoran, kids club, spa, dan Airlines counter yang
dapat memundahkan tamu yang menginap di Kuta Paradiso Hotel untuk membeli
tiket pesawat. Semakin ketatnya persaingan saat ini khususnya di kawasan Kuta,
Kuta Paradiso Hotel melakukan berbagai cara dengan melakukan kerjasama
dengan berbagai pihak untuk membantu mendatangkan tamu. Pihak-pihak yang
diajak bekerjasama, yaitu online travel agent, offline travel agent, corporate
(perusahaan), dan government (pemerintah).
Sales and marketing department merupakan departemen yang bertanggung
jawab dalam melakukan promosi dan kerjasama dengan sumber-sumber reservasi
yang memungkinkan untuk mendatangkan tamu. Dalam hal ini, masing-masing
bagian di sales and marketing department mempunyai tugas yang sama
pentingnya dan salah satu bagiannya adalah reservation atau reservasi yang
dimana reservasi ini mempunyai tugas untuk memasukan pemesanan kamar
ataupun fasilitas lainya ke dalam sistem yang digunakan oleh Kuta Paradiso
5
Kerjasama sama dengan berbagai pihak, dapat dikatakan efektif dalam
membantu mendatangkan tamu dan nantinya akan berpengaruh pada peningkatan
occupancy di Kuta Parasido Hotel. Semakin banyak pihak yang diajak
bekerjasama maka peluang tamu yang akan datang menginap ke Kuta Paradiso
Hotel akan semakin besar. Peningkatan occupancy di Kuta Paradiso Hotel dapat
dilihat pada Tabel 1.2 berikut ini :
Tabel 1.2
Jumlah Occupancy (Tingkat Hunian Kamar) di Kuta Paradiso Hotel Tahun 2014 selama 12 Bulan
Sumber : Sales and Marketing Department Kuta Paradiso Hotel, 2014.
Berdasarkan pada Tabel 1.2 dapat dilihat tingkat occupancy tertinggi adalah
pada bulan Januari karena pada bulan ini, Kuta Paradiso Hotel memasuki High
Season dan terjadi penurunan occupancy pada bulan April dikarenakan Kuta
Paradiso Hotel memasuki Low Season. Tabel tersebut menjelaskan occupancy
keseluruhan yang berasal dari sumber reservasi seperti
travel agent, corporate
sumber reservasi lainnya.
Jika dilihat lebih spesifik,
agent, corporate (perusahaan), dan
Tabel 1.3 berikut ini :
Jumlah Occupancy
Agent, Offline Travel Agent, Corporate
Sumber : Sales and Marketing Department
Berdasarkan pada T
masing sumber reservasi di mana
agent yaitu 26,83% per tahun, kemudian diikuti oleh
occupancy 23,85% per tahun. Tabel tersebut menjelaskan bahwa
corporate dan government
dari sumber-sumber reservasi tersebut adalah pada
3,31% dalam setahun
keseluruhan yang berasal dari sumber reservasi seperti online travel agent
corporate (perusahaan), government (pemerintah), d
sumber reservasi lainnya.
Jika dilihat lebih spesifik, occupancy dari online travel agent
(perusahaan), dan government (pemerintah), dapat dilihat pada
abel 1.3 berikut ini :
Tabel 1.3
Occupancy (Tingkat Hunian Kamar) dari Online Travel Agent, Offline Travel Agent, Corporate (perusahaan), dan
(pemerintah)
Sales and Marketing Department Kuta Paradiso Hotel, 2014
Berdasarkan pada Tabel 1.3 tersebut , dapat dilihat occupancy
masing sumber reservasi di mana occupancy tertinggi dimiliki oleh
yaitu 26,83% per tahun, kemudian diikuti oleh offline travel agent
23,85% per tahun. Tabel tersebut menjelaskan bahwa
government hampir sama rendahnya, namun occupancy
sumber reservasi tersebut adalah pada government (pemerintah) yaitu
3,31% dalam setahun yang berarti sumber reservasi dari government
6
online travel agent, offline
(pemerintah), dan
sumber-online travel agent, offline travel
emerintah), dapat dilihat pada
Online Travel
(perusahaan), dan Government
2014.
occupancy dari
masing-tertinggi dimiliki oleh online travel
travel agent dengan
23,85% per tahun. Tabel tersebut menjelaskan bahwa occupancy dari
occupancy terendah
(pemerintah) yaitu
7
memberikan jumlah penjualan kamar paling sedikit . Hal ini menjadi sebuah
masalah yg cukup berpengaruh pada occupancy di Kuta Paradiso Hotel.
Untuk lebih jelas mengetahui pengaruh sumber-sumber reservasi terhadap
occupancy pada Kuta Paradiso Hotel dan bagaimana cara mengatasi masalah
occupancy rendah yang berasal dari sumber reservasi government (pemerintah)
dapat diketahui melalui penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah pengaruh sumber-sumber reservasi terhadap occupancy di
Kuta Paradiso Hotel secara simultan ?
2. Bagaimanakah pengaruh sumber-sumber reservasi terhadap occupancy di
Kuta Paradiso Hotel secara parsial ?
1.3 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan masalah yang dikaji maka tujuan penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh sumber-sumber reservasi terhadap occupancy
di Kuta Paradiso Hotel secara simultan.
2. Untuk mengetahui pengaruh sumber-sumber reservasi terhadap occupancy
8
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat Akademis
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi, wawasan, dan
pengetahuan pada bagian Sales and Marketing Kuta Paradiso Hotel yang
sebagaimana telah didapatkan dalam mata kuliah manajemen pemasaran.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi dan
bahan masukan bagi peneliti lainnya seperti mahasiswa, dosen ataupun
masyarakat umum yang berminat meneliti tentang sumber-sumber reservasi.
Selain itu, laporan ini diharapkan dapat memberikan masukan dan perbaikan
pada kinerja maupun secara fisik Kuta Paradiso Hotel untuk lebih baik.
1.5 Sistematika Penyajian
Sistematika penyajian laporan ini terdiri dari lima bab, setiap babnya
merupakan satu kesatuan sehingga memudahkan untuk memahami isi dari laporan
ini dan disajikan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab pendahuluan diuraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penyajian.
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab tinjauan pustaka akan dibahas mengenai telaah penelitian sebelumnya
serta tinjauan konsep, seperti reservasi, occupancy (tingkat hunian kamar), dan
9
Bab III Metode Penelitian
Bab ini akan membahas mengenai lokasi penelitian, definisi operasional
variabel yang menjadi batasan dalam permasalahan yang akan diteliti, jenis dan
sumber data, teknik pengumpulan data, teknik penentuan informan, serta teknik
analisis data yang akan dilakukan. Dalam penelitian ini, penulis akan
menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab ini akan diuraikan gambaran umum lokasi penelitian, struktur organisasi
beserta tugas dan tanggung jawab sales and marketing department,
sumber-sumber reservasi di lokasi penelitian, pengaruh dari sumber-sumber-sumber-sumber reservasi dan
upaya dalam meningkatkan occupancy pada sumber reservasi dengan occupancy
rendah di Kuta Paradiso Hotel berdasarkan kurun waktu 1 (satu) tahun (Januari –
Desember 2014).
Bab V Simpulan dan Saran
10
10 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Penelitian Sebelumnya
Penelitian sebelumnya yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan oleh Febriantara (2012) tentang “Pengaruh Online dan
Offline Reservations Terhadap Tingkat Hunian Kamar Hotel All Season di Legian
– Bali” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh online
reservations dan offline reservations baik secara simultan maupun parsial
terhadap tingkat hunian kamar Hotel All Season di Legian – Bali dan jenis
reservasi yang paling dominan berpengaruh terhadap tingkat hunian kamar.
Dalam hal ini, Febriantara menguraikan tentang tingkat hunian kamar Hotel
All Season dari Tahun 2007 – 2011 yang dipengaruhi dari online dan offline
reservations. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis regresi linier berganda, analisis
korelasi berganda, uji F, uji T, dan koefisien determinasi. Dari analisis tersebut
dihasilkan bahwa secara simultan, terdapat pengaruh yang signifikan antara online
dan offline reservations terhadap tingkat hunian kamar Hotel All Season di
Legian. Secara parsial, variabel online reservations berpengaruh nyata terhadap
tingkat hunian kamar, sedangkan offline reservations tidak berpengaruh terhadap
tingkat hunian kamar. Hasil analisis determinasi berganda diperoleh nilai R2
sebesar 0,758 yang berarti sebesar 75,8% tingkat hunian kamar ditentukan oleh
variabel online serta offline reservations dan sisanya sebesar 24,2% ditentukan
11
tingkat hunian kamar adalah online reservations dengan nilai 39,7% lebih tinggi
dari offline reservations dengan nilai 4,7%.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Septiando (2013) dengan judul
“Pengaruh Reservasi Melalui Airlines dan Corporate terhadap Tingkat Hunian
Kamar Pada Quest Hotel Kuta Central Park Bali”. Tujuan dari penelitian yang
dilakukan oleh Septiando adalah untuk mengetahui pengaruh reservasi melalui
Airlines dan Corporate terhadap tingkat hunian kamar pada Quest Hotel Kuta
Central Park Bali.
Dalam hal ini, Septiando menggunakan metode analisis kuantitatif dengan alat
analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda, Uji F, Uji T, dan
Analisis Determinasi. Hasil analisis yang didapat dengan menggunakan alat bantu
SPSS yaitu variabel melalui Airlines (X1) dan Corporate (X2) memiliki pengaruh
positif signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) pada Quest Hotel Kuta
Central Park Bali, dengan diperoleh Fhitung – 4,406 ≥ Ftabel = 4,26. Secara parsial
Airlines (X1) memiliki pengaruh yang tidak signifikan dengan thitung = 0,557 ≤ ttabel
= 1,833. Sedangkan variabel reservasi melalui Corporate (X2) secara parsial
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) pada
Quest Hotel Kuta Central Park Bali, dengan hasil thitung = 3,128 ≥ ttabel = 1,833.
Besarnya nilai determinasi (r2) = 0,495 yang berarti variasi tingkat hunian kamar
(Y) pada Quest Hotel Kuta Central Park Bali dipengaruhi oleh reservasi melalui
Airlines (X1) dan Corporate (X2) sebanyak 49,50%, sedangkan 50,50%
disebabkan oleh variasi variabel lain yang tidak diperhitungkan dalam penelitian
ini seperti Online Travel Agent, Offline Travel Agent, walk in guest,
12
variabel Airlines (X1) adalah sebesar 3% ini berarti 97% dipengaruhi oleh variabel
lainnya yang tidak diperhitungkan dalam perhitungan dalam penelitian ini,
sedangkan hasil determinasi secara parsial, variabel Corporate (X2) adalah
sebesar 49,50% ini berarti 50,50% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak
diperhitungkan dalam penelitian ini.
Penelitian berikutnya dilakukan oleh Lestari (2014) dengan judul “Pengaruh
Reservasi Melalui Online dan Offline Travel Agent Terhadap Room Revenue di
Solaris Hotel Kuta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
reservasi online travel agent dan offline travel agent terhadap room revenue pada
Solaris Hotel Kuta dan mengetahui variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap
room revenue Solaris Hotel Kuta.
Dalam hal ini, Lestari menggunakan metode analisis regresi berganda, analisis
korelasi berganda, Uji F, dan analisis koefisien determinasi. Dari analisis tersebut
dihasilkan bahwa secara bersama-sama reservasi melalui online travel agent dan
offline travel agent berpengaruh nyata dan signifikan terhadap room revenue pada
Solaris Hotel Kuta, hasil determinasi menunjukan bahwa sebesar 90,0% room
revenue dipengaruhi oleh variabel online travel agent. Sedangkan sisanya sebesar
10,0% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diperhitungkan dalam
penelitian ini dan variabel online travel agent merupakan variabel yang dominan
mempengaruhi room revenue yaitu sebesar 0,881 dibandingkan dengan variabel
offline travel agent sebesar 0,371. Hal ini disebabkan oleh lebih rendahnya harga
yang ditawarkan oleh pihak online travel agent serta jarangnya pihak sales
13
Adapun persamaannya dengan penelitian pertama dan ketiga pada penelitian
sebelumnya adalah meneliti tentang online dan offline reservation yang dimana
termasuk dalam jenis-jenis reservasi yang digunakan oleh sumber-sumber
reservasi, online dan offline travel agent yang termasuk dalam sumber-sumber
reservasi, serta metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan
mencari hasil statistik terhadap analisis regresi dari variabel yang digunakan.
Sedangkan persamaan dengan penelitian kedua pada penelitian sebelumnya
adalah meneliti tentang tingkat hunian kamar dan menggunakan metode analisis
deskriptif kuantitatif dengan mencari hasil statistik terhadap analisis regresi dari
variabel yang digunakan.
Perbedaan dengan ketiga penelitian di atas terletak pada lokasi penelitian,
waktu penelitian, dan objek penelitian. Penelitian ini berfokus pada pengaruh
sumber-sumber reservasi terhadap occupancy (tingkat hunian kamar), sedangakan
penelitian sebelumnya oleh Febriantara (2012) menekankan pada pengaruh online
dan offline reservations terhadap tingkat hunian kamar, lalu penelitian berikutnya
yang dilakukan oleh Septiando (2013) tentang pengaruh reservasi melalui airlines
dan corporate terhadap tingkat hunian kamar, dan penelitian selanjutnya yang
dilakukan oleh Lestari (2014) tentang pengaruh reservasi melalui online dan
offline travel agent terhadap room revenue.
Manfaat dari ketiga tinjauan penelitian tersebut adalah sebagai bahan refrensi
dalam penelitian ini, seperti kesamaan antara penelitian ini dengan ketiga
penelitian di atas yaitu sama-sama meneliti tentang pengaruh, menggunakan
14
kepustakaan, dan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, korelasi
linier berganda, Uji F, Uji T, dan determinasi.
2.2Tinjauan Konsep/ Teori
2.2.1Reservasi
Reservasi (reservation) atau yang biasanya dikenal dengan istilah booking
merupakan langkah awal yang dilakukan oleh wisatawan sebelum melakukan
perjalanan atau kunjungan ke suatu daerah tujuan wisata.
Menurut Damardjati (dalam Pratiwi, 2011:16) menyatakan bahwa pemesanan
adalah suatu kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan pemesanan tempat
duduk seperti restaurant, night club, theater & shows atau tempat duduk di dalam
pesawat udara, kereta api, intercity bus, kamar hotel, dan lain-lain.
Sedangkan, Soenarno (2006:197) menyatakan bahwa “Reservasi adalah
pemesanan tempat atau kamar yang dilakukan terlebih dahulu sebelum seseorang
datang ke hotel”. Reservasi dalam arti yang lebih luas adalah satu seksi hotel
yang tugas dan tanggung jawabnya menangani permintaan pemesanan dari para
calon tamu.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa reservasi
(reservation) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan
pemesanan tempat dan dilakukan terlebih dahulu sebelum seseorang atau
15
a. Jenis-jenis Reservasi
Dalam reservasi, terdapat dua jenis reservasi yang dapat dilakukan yaitu :
1. Online Reservation (Reservasi Online)
Online Reservation (reservasi online) merupakan sistem reservasi yang
dapat dilakukan oleh setiap orang dengan mengakses website hotel melalui
media internet.
2. Offline Reservation (Reservasi Offline)
Offline reservation (reservasi offline) merupakan sistem reservasi yang
menggunakan pengiriman reservasi langsung ke hotel dengan media
reservasi seperti telepon, fax, e-mail, dan walk in.
b. Sumber-sumber Reservasi
Sumber reservasi adalah pihak–pihak yang menjadi sumber datangnya
reservasi dan sebagian besar telah memiliki jalinan kerjasama yang dituangkan
dalam bentuk kontrak kerjasama, seperti: (Bagyono, 2006)
1. Airlines (perusahaan penerbangan)
Menurut Damarjati (dalam Beodiman, 2014:64), menyatakan bahwa,
"Airlines adalah suatu perusahaan penerbangan milik swasta atau
pemerintah yang khusus menyelenggarakan pelayanan angkutan udara
untuk umum baik yangberjadwal (schedule service regular flight) maupun
tidak berjadwal (non scheduled service).Yang dimaksud dengan
penerbangan berjadwal adalah suatu penerbangan yang menempuh rute
penerbangan berdasarkan jadwal waktu, kota tujuan, maupun kota-kota
16
Majid dan Warpani (dalam Boediman, 2014: 64) menyatakan bahwa,
"Perusahaan penerbangan komersial atau lebih dikenal istilah airlines atau
airways merupakan badan usaha yang bergerak di bidang jasa angkutan
udara yang mengoperasikan pesawat terbang sebagai sarana untuk
mengangkut muatan dari satu kota ke kota lain, baik di dalam negeri
maupun ke Iuar negeri. Muatan yang diangkut diantara lain penumpang,
bagasi, kargo dan benda-benda pos".
Sedangkan, Lehmann (dalam Boediman, 2014:64) ) mengungkapkan
bahwa :
“Airlines is any transport enterprise offering or operating an air service which its main activities are preparingcommercialair transportation". Yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia, “Airlines adalah suatu
perusahaan angkutan yang menawarkan dan mengusahakan suatu
pelayanan di udara dimana kegiatan utamanya adalah menyediakan sarana
angkutan udara komersial".
2. Wholesale atau tour operator (biro perjalanan wisata)
Pengertian Tour Operator ini biasanya dikenal dengan sebutan
“Wholesaler” dimana dalam istilah ekonominya berarti pedagang besar.
Pedagang besar (wholesaler) merupakan kegiatan yang berkaitan
dengan pembelian barang dalam jumlah besar untuk dijual lagi.
Menurut Basu Swastha (Novianti, 2007:25), pedagang besar adalah
sebuah unit usaha yang membeli dan menjual kembali barang-barang
kepada pemakai industri, pemakai lembaga, dan pemakai komersial yang
17
Tour operator adalah suatu perusahaan yang usaha kegiatannya
merencanakan dan menyelenggarakan perjalanan orang-orang untuk tujuan
pariwisata (tours) atas inisiatif dan resiko sendiri dengan tujuan mengambil
keuntungan dari penyelenggaraan perjalan tersebut (Yoeti, 2006:30).
Armin D. Lehmann (Yoeti, 2006:30) Tour Operator sebagai berikut :
“Tour Operator is a company that creates (packages) or markets inclusive Tours, selling them through Travel Agent or directly to the public that may perform tour services or sub-contract for such services”
Armin D. Lehmann (Yoeti, 2006:30) juga menyebutkan bahwa :
“Wholesaler is a company that market and usually creates Inclusive Tour and Fix Inclusive Tour to sell through retail Travel Agent”.
Berdasarkan pengertian tersebut terlihat Tour Operator dan Wholesaler
adalah sama, hanya istilah Wholesaler digunakan di Amerika Serikat,
sedangkan pemakaian istilah Tour Operator lebih sering digunakan di
Inggris.
3. Travel agent atau Travel agency
Menurut Nyoman S. Pendit (Yoeti, 2006:28), Travel agency adalah
perusahaan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan suatu perjalanan
bagi seseorang yang merencanakan untuk mengadakannya.
Pada masa kini, Travel Agent dapat dikelompokan menjadi 2 kategori,
yaitu :
a. Online Travel Agent
Online travel agent adalah agen perjalanan yang berperan sebagai
18
hampir semua perusahaan memiliki website untuk promosi produk
ke konsumen. Jenis website bervariasi sesuai dengan tujuan dan isi
atau content. Website dimanfaatkan sebagai “toko” untuk
menawarkan produk pariwisata kepada calon wisatawan (Astuti,
20155:26). Biasanya, online travel agent mempunyai portal atau
halaman web khusus yang isinya hanya promosi hotel maupun
akomodasi lainnya.
b. Offline Travel Agent
Offline travel agent adalah kebalikan dari online travel agent yaitu
agen perjalanan yang penjualannya dilakukan tidak melalui media
online tetapi melalui media brosur maupun spanduk. Tetapi, seiring
perkembangan jaman, offline travel agent juga memakai media promosi
melalui website, namun perbedaan dengan online travel agent adalah
terletak pada penjualan dimana offline travel agent menjual paket
wisata yang include dengan penginapan, sedangkan online travel agent
hanya menjual akomodasi saja.
4. Car rental
Car rental berasal dari 2 suku kata yaitu car dan rental. Pada Kamus
Inggris Indonesia, Car mempunyai arti mobil (Echols dan Shadily,
1984:98) dan Rental berarti persewaan (Echols dan Shadily, 1984:478).
Jadi, Car Rental adalah sebuah usaha yang bergerak dalam bidang
19
5. FIT (Free Independent Traveler)
FIT (Free Independent Traveler) adalah orang yang melakukan
perjalanan secara pribadi atau tidak bersama rombongan sebuah travel
agent.
6. Corporate and Government
Corporate (perusahaan) merupakan suatu bentuk usaha yang bertujuan
untuk mencari keuntungan atau laba dan mempunyai struktur organisasi
yang jelas.
Menurut Kansil (Septiando, 2013:23), perusahaan adalah setiap bentuk
badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan
terus menerus, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara
Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Swastha dan Sukotjo (Septiando, 2013:23) berpendapat bahwa
perusahaan merupakan suatu organisasi produksi yang menggunakan dan
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan
dengan cara yang menguntungkan.
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan
merupakan sebuah badan usaha yang bergerak yang menjalankan setiap
usaha yang bersifat tetap dan mempunyai organisasi yang jelas dalam
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan
dengan cara yang menguntungkan.
Sedangakan government atau pemerintah merupakan suatu lembaga
yang bersifat formal dan mempunyai tugas kenegaraan. Menurut
20
besar dalam suatu negara, mencakup urusan masyarakat, teritorial, &
urusan kekuasaan dalam rangka mencapai tujuan negara.
Affan berpendapat bahwa, pemerintah adalah kegiatan yang terorganisir
mengenai rakyat atau penduduk di wilayah negara itu yang berdasarkan
kepada dasar negara & bersumber kepada kedaulatan untuk mencapai
tujuan rakyat/ penduduk di wilayah itu sendiri.
7. Central reservation network/ office
Central reservation network/ office dibagi menjadi 2 (dua), yaitu
anaffiliate reservation network yang merupakan sebuah jaringan reservasi
untuk hotel yang memiliki mata rantai bisnis dan non affiliate reservation
network yang merupakan jaringan reservasi yang tidak terikat pada mata
rantai hotel (Sugiarto, 2001:53).
c. Sarana Melakukan Reservasi
Permintaan reservasi kamar hotel dapat datang dari berbagai sarana,
seperti (Soenarno, 2006:200) :
1. Reservasi melalui surat
Untuk reservasi melalui surat yang dikirim lewat pos, biasanya ada
jeda waktu yang cukup lama antara pesan tempat dan kedatangan tamu.
Komunikasi surat biasanya dilakukan untuk mendapatkan penjelasan
21
2. Reservasi melalui telex
Telex merupakan sarana elektronik yang cukup cepat untuk digunakan
sebagai sarana reservasi. Beberapa hotel sudah tidak memakai sarana ini
karena sudah menggunakan system komputer.
3. Reservasi melalui telegram
Pengiriman data reservasi melalui telegram masih dilakukan di
beberapa hotel di Indonesia. Keuntungan reservasi memakai telegram
adalah data bias dikirimkan secara tertulis dan relatif cepat, rata-rata tidak
sampai 2 hari.
4. Reservasi melalui telepon
Telepon merupakan sarana yang umum digunakan untuk melakukan
reservasi. Keuntungannya, berita dapat langsung diterima.
5. Reservasi dengan datang langsung
Tamu yang datang langsung ke hotel dapat mengatakan keinginannya
secara leluasa dan panjang lebar. Kelebihannya, dapat diperoleh kejelasan,
baik secara verbal maupun tertulis.
6. Reservasi melalui situs di Internet
Sudah banyak hotel yang mempunyai situs di internet sehingga tamu
dapat mencari informasi tentang hotel itu dengan melihatnya di internet,
22
7. Reservasi melalui E-mail
E-mail merupakan sarana yang cukup canggih dalam melakukan
reservasi. Pilihan ini hampir sama dengan reservasi melalui internet,
namun sarana sedikit berbeda karena pemesan mengirim pesan langsung
ke alamat e-mail hotel.
8. Reservasi melalui SMS
Reservasi melalui SMS (Short Message Service) merupakan metode
reservasi yang paling baru di antara semua sarana yang telah disebutkan di
atas.
2.2.2 Occupancy/ Tingkat Hunian Kamar
Tujuan utama dari sebuah industri atau usaha perhotelan adalah untuk
mendapatkan sebanyak mungkin tingkat hunian kamar namun tidak terlepas dari
kepuasan wisatawan yang akan menghuni kamar tersebut, karena semakin tinggi
tingkat hunian kamar akan menunjukan semakin besar keuntungan yang akan
diperoleh oleh perusahaan tersebut. Untuk menjaga kesejahteraan dari industri
atau usaha perhotelan maka perlu adanya manajemen yang baik dan terorganisir.
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat hunian kamar pada
sebuah industri atau usaha perhotelan, diantaranya adalah :
a. Fasilitas adalah sarana yang disediakan oleh hotel. Pada dasarnya fasilitas
menginap di suatu hotel tertentu.
b. Kualitas pelayanan adalah kesesuaian, kecocokan, pemenuhan kebutuhan
23
c. Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang
muncuk setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap
kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya (Kotler, 2002:42).
d. Promosi adalah komunikasi yang bersifat persuasif, dengan jalan
mengajak, mendorong, mendesak, membujuk atau meyakinkan konsumen
untuk melakukan pembelian suatu produk tertentu (Yoeti, 2003:153).
e. Harga adalah suatu unsur dalam bauran pemasaran (marketing mix) yang
berperan penting dan menetukan keberhasilan suatu kegiatan pemasaran
(Yoeti, 2003:109).
Menurut Endar Sugiarto (2000:55), tingkat hunian adalah suatu keadaan
sampai sejauh mana jumlah kamar yang terjual jika dibandingkan dengan seluruh
jumlah kamar yang mampu untuk dijual. Tingkat hunian kamar yang tinggi
sebuah hotel maka akan dapat memberikan keuntungan dan penghasilan yang
tinggi bagi hotel tersebut. Hal ini dikarenakan kamar sebagai sebagai produk
utama yang memberikan profit margin yang paling tinggi dibandingkan dengan
produk – produk hotel lainnya seperti laundry, bar, restaurant, room service, dan
lain sebagaimnya.
Metode perhitungan tingkat hunian kamar pada sebuah hotel umumnya diukur
secara presentase yaitu membandingkan jumlah kamar yang terisi dengan jumlah
kamar yang tersedia pada periode tertentu, misalnya: harian, bulanan, bahkan
tahunan. Meningkatnya tingkat hunian kamar tidak hanya tergantung pada tamu
yang datang dan menginap di hotel tersebut, tetapi juga dapat dicapai melalui
sistem pelayanan yang mengusahakan kepuasan tamu secara maksimal untuk
24
di hotel tersebut. Dari tingkat hunian kamar ini, dapat dilihat maju mundurnya
usaha hotel tersebut dalam bulan – bulan apa saja hotel berada dalam keadaan low
season dan high season. Di dalam penelitian ini, tingkat hunian kamar yang
digunakan adalah tahunan.
a. Pentingnya Tingkat Hunian Kamar
Menurut Sugiarto (2002:10) tingkat hunian adalah tolak ukur
keberhasilan sebuah hotel. Sementara itu, Sulastiyono (2008:269)
menuliskan bahwa hotel yang berhasil akan terlihat dari tingkat hunian
kamarnya. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan tingginya tingkat
hunian kamar sebuah hotel, secara tidak langsung akan mempengaruhi
penghasilan dan keuntungan hotel tersebut. Menurut prakteknya, hal ini di
karenakan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan kamar hampir
setengah dari pendapatan hotel rata – rata.
b. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Hunian Kamar
Foster (Yoeti, 2003:55) menuliskan bahwa harga, kompetisi, dan
permintaan sangat mempengaruhi penjualan kamar. Sedangkan menurut
Suarthana (2006:5), faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam
meningkatkan tingkat hunian kamar antara lain adalah lokasi hotel,
fasilitas hotel, pelayanan kamar, harga kamar dan promosi. Berikut ini
penjelasan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat hunian
25
1. Lokasi Hotel
Lokasi ini berperan sangat besar dalam keberhasilan menarik minat
tamu yang datang. Lokasi hotel sangat strategis sangat memberikan
keuntungan bagi pihak hotel karena pada umumnya tamu mencari
tempat untuk menginap yang berlokasi di kawasan wisata, pusat
perbelanjaan, pusat kota, pusat hiburan, dan memiliki aksesbilitas
yang tinggi dengan tempat – tempat seperti bandara. Lokasi yang
strategis dapat memberikan keuntungan berupa posisi tawar yang
lebih baik dalam menetapkan harga kamarnya sehingga lokasi yang
strategis membuat tamu menjadi lebih lama tinggal. Hal ini dapat
memberikan kontribusi yang besar bagi tingkat hunian kamar pada
hotel tertentu.
2. Pelayanan Hotel
Baik hotel ataupun villa menetapkan standar pelayanan kepada
tamu yang datang sehingga tamu merasa diperhatikan dan mendapat
pelayanan yang istimewa. Standar pelayanan harus bersifat unik dank
has sehingga dapat memberikan sentuhan yang mengesankan bagi
para tamu yang menginap.
3. Harga Kamar
Pada dasarnya penetapan harga kamar adalah untuk memperoleh
keuntungan yang maksimal. Namun sebagai perusahaan yang
bergerak di bidang jasa maka dalam penetapan harga kamar harus
26
yang memadai sehingga dapat memberikan kepuasaan bagi dapat
memberikan kepuasan bagi tamu yang menginap.
4. Promosi
Promosi pada dasarnya bertujuan untuk menginformasikan kepada
banyak orang bahwa ada produk yang ditawarkan untuk dijual.
Pernyataan ini dapat dimengerti bahwa promosi sangat penting
artinya dalam menetukan keberhasilan menjual kamar dari sebuah
hotel, villa atau pun resort melalui media – media promosi agar calon
tamu dapat melihat kelebihan dan kekurangan dari produk yang
ditawarkan.
2.2.3 Hotel
Hotel merupakan salah satu akomodasi yang memberikan fasilitas kamar yang
dapat digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat beristirahat. Selain
menyediakan fasilitas kamar, hotel juga menyediakan beberapa fasilitas
pelengkap, seperti pelayanan makanan dan minuman, penitipan dan pengangkatan
barang, laundry, gym, sarana bermain untuk anak-anak, dan lainnya (Suwena,
Widyatmaja, 2010:90).
Menurut K. Kraph Direktur Lembaga Risert Pariwisata – Universitas Bern di
Swiss adalah sebuah gedung (bangunan) yang menyediakan penginapan, makanan
dan pelayanan yang bersangkutan dengan menginap serta makan itu bagi mereka
yang mengadakan perjalanan. Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan
Republik Indonesia No. SK.241/H/70 Tahun 1970, Hotel adalah perusahaan yang
27
hidangan serta fasilitas lainnya dalam hotel untuk umum, yang memenuhi syarat –
syarat comfort dan bertujuan komersial.
Sedangkan, Hotel Proprietors Act (Sulastiyono, 2006:5) menyatakan bahwa
hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan
pelayanan makanan, minuman, dan fasilitas kamar untuk tidur kepada
orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah
yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian
khusus.
Berdasarkan tipenya, hotel dikelompokan dalam beberapa kategori, yaitu :
(Soenarno, 2006:13)
a. Tipe hotel berdasarkan lokasi
Berdasarkan lokasinya, ada 2 (dua) macam hotel, yaitu :
1. City Hotel
City hotel adalah hotel yang terletak di tengah kota besar.
Kebanyakan tamu yang berada di city hotel bertujuan untuk bisnis,
pertemuan, seminar, dagang, serta untuk acara resmi perusahaan.
City hotel banyak menyediakan sarana bisnis, bentuk fisiknya
kebanyakan berupa building block, bertingkat tinggi dengan lahan
yang relatif sempit.
2. Resort Hotel
Resort hotel adalah hotel yang terletak di daerah tujuan wisata.
Kebanyakan jauh dari kota dan dekat dengan tempat-tempat rekreasi
28
pengunjung lain. Tamu yang datang ke resort hotel bertujuan untuk
rekreasi atau berwisata.
b. Tipe hotel berdasarkan lama tinggal
Berdasarkan lamanya tamu tinggal, terdapat beberapa jenis hotel, yaitu:
1. Transient Hotel
Transient hotel adalah hotel dimana rata-rata lama tamu menginap
sangat singkat, hanya satu hari satu malam. Kebanyakan tamu yang
menginap adalah orang-orang yang sangat sibuk dan datang hanya
untuk transit atau hanya untuk sekedar beristirahat.
2. Residental Hotel
Residental hotel adalah hotel dimana rata-rata tamu yang
menginap lebih dari satu bulan, bahkan dapat sampai tahunan. Hotel
jenis ini dilengkapi dengan sarana untuk tinggal dalam waktu lama,
seperti kitchenette di dalam kamar, ruang tamu, tempat cuci, setrika,
dan ruang untuk mengeringkan pakaian.
3. Semi Residental Hotel
Semi residental hotel berada di antara transient hotel dan
residental hotel. Tamu yang menginap di hotel tipe ini tidak terlalu
singkat tetapi tidak terlalu lama. Rata-rata 2 (dua) hari sampai 1
(satu) minggu.
c. Tipe hotel berdasarkan kelas
Berdasarkan kelas hotel, yang biasa disebut dengan bintang, dibagi
menjadi beberapa jenis, yaitu :
29
2. Hotel bintang empat
3. Hotel bintang tiga
4. Hotel bintang dua
5. Hotel bintang satu
6. Hotel melati tiga
7. Hotel melati dua
8. Hotel melati satu
Berdasarkan tipe-tipe hotel yang telah dijelaskan di atas, Kuta Paradiso Hotel
termasuk resort hotel karena terletak di daerah tujuan wisata yaitu berada di
daerah Kuta yang jauh dari daerah perkotaan dan Semi Residental Hotel di mana
tamu yang menginap di Kuta Paradiso Hotel tidak terlalu singkat tetapi tidak
terlalu lama. Rata-rata 2 (dua) hari sampai 1 (satu) minggu.
2.2.4 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara
terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah
dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis,
maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara
sumber-sumber reservasi dengan occupancy di Kuta Paradiso Hotel
2. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara