• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALYSIS COMPONENT OF VEHICLE OPERATION COST OF FLEXIBLE PAVEMENT OF SRAGEN LOCAL ROAD (Case Study : Dr. Sutomo and Sambirejo-Sambi Road Sections)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALYSIS COMPONENT OF VEHICLE OPERATION COST OF FLEXIBLE PAVEMENT OF SRAGEN LOCAL ROAD (Case Study : Dr. Sutomo and Sambirejo-Sambi Road Sections)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

ANALISIS KOMPONEN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA PERKERASAN JALAN LENTUR

DAERAH KABUPATEN SRAGEN

( Studi Kasus : Ruas Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Sambirejo-Sambi)

ANALYSIS COMPONENT OF VEHICLE OPERATION COST OF FLEXIBLE PAVEMENT OF SRAGEN LOCAL ROAD

(Case Study : Dr. Sutomo and Sambirejo-Sambi Road Sections)

SKRIPSI

Disusun sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Disusun oleh :

FAUDY PRISMOKO FAHMI I 0114044

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user

2019

(3)

commit to user

(4)

commit to user

(5)

commit to user vi

ABSTRAK

Faudy Prismoko Fahmi, 2018. Analisi Komponen Biaya Operasional Kendaraan Pada Perkerasan Jalan Lentur Daerah Kabupaten Sragen (Studi Kasus Ruas Jalan Dr. Sutomo & Jalan Sambirejo-Sambi). Skripsi.

Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

Jalan daerah merupakan sarana penunjang kegiatan distribusi barang di bidang ekonomi serta sarana lalu lintas kendaraan pada wilayah dimana jalan itu berada.

Menurut data BPS 2015, panjang jalan daerah di Indonesia mencapai 421.541 km.

Jalan memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan pembangunan nasional. Pada saat ini, penggunaan perkerasan lentur masih mendominasi di bandingkan dengan penggunaan perkerasan kaku, dimana komposisi Jalan Nasional terdiri dari 95,61% sistem lentur, 0,88% sistem kaku, dan sisanya sebesar 3,57% adalah jalan tanah. Sedangkan pada jalan tol, lebih didominasi oleh perkerasan kaku dengan persentase sebesar 65,71%, sedangkan 34,29% adalah perkerasan lentur (Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, 2016).

Pertumbuhan panjang ruas jalan yang ada di Indonesia tak lepas dari pengaruh adanya pertumbuhan kendaraan. Makin banyak jumlah kendaraan, maka makin besar kapasitas jalan yang dibutuhkan. Seiring pertumbuhan kendaraan yang pesat, maka makin besar pula kebutuhan konsumsi dari kendaraan tersebut seperti konsumi BBM, konsumsi Oli serta konsumsi Ban. Dari besaran konsumsi tersebut maka akan mengeluarkan biaya yang harus dikeluarkan kendaraan. Biaya yang dikeluarkan akibat konsumsi tersebut menarik untuk diketahui serta faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besarnya konsumsi dan biaya dari konsumsi tersebut. Tujuannya agar nantinya dapat memberikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan Biaya Operasional Kendaraan sebagai bahan pertimbangan serta acuan untuk mengambil keputusan di kemudian hari.

Pada penelitian ini studi kasus yang diambil adalah ruas jalan kabupaten dengan tipe perkerasan lentur. Perhitungan BOK didasarkan padapedoman yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum tahun 2005. Data Primer yang perlukan adalah Volume Lalu lintas, Kecepatan rata-rata, nilai Hambatan Samping rasio tanjakan dan turunan rata-rata dan data kerusakan jalan. Data-data tersebut dilengkapi oleh data-data sekunder yaitu data ruas jalan , harga BBM, harga oli serta Ban, berat masing-masing kendaraan dan derajat tikungan.

Hasil analisis menunjukan Biaya operasional kendaraan komponen BBM, oli dan Ban berkisar antara Rp 191.24/km sampai dengan Rp. 5172.27/km. Sedangkan Biaya operasional kendaraan rata-rata kedua ruas jalan berkisar antara Rp.

196.01/km sampai dengan Rp. 4447.94/km dimana Biaya tertinggi ditunjukan oleh kendaraan Truk Besar sebesar Rp. 4447.94/km, sedangkan Biaya terkecil ditujukan oleh kendaraan Sepeda Motor sebesar Rp. 196.01/km.

Kata Kunci: perkerasan lentur, konsumsi BBM, oli dan ban, Biaya Operasional Kendaraan.

(6)

commit to user vii

ABSTRACT

Faudy Prismoko Fahmi, 2018. Analysis Component of Vehicle Operation Cost of Flexible Pavement of Sragen Local Road. (Case Study Dr. Sutomo road and Sambirejo-Sambi road). Thesis. Civil Engineering Study Program Engineering Faculty of Sebelas University, Surakarta.Maret

Regional roads are a supporting means activities of the distribution of goods in the economic field as well as means of vehicle traffic in the area where the road is located. According to BPS 2015 data, the length of regional roads in Indonesia reaches 421,541 km. Roads have a very important role in increasing of national development. At present, the use of flexible pavement still dominates than the use of rigid pavement, where the composition of the National Road consists of 95.61%

flexible system, 0.88% rigid system, and the remaining 3.57% is dirt road. While on the toll road, it is more dominated by rigid pavement with a percentage of 65.71%, while 34.29% is flexible pavement (Directorate General of Highways Ministry of PUPR, 2016). The growth of the existing road in Indonesia cannot be separated from the influence of the amount of vehicles. More the number of vehicles, so the road capacity is greater than needed. Along with the growth of vehicles rapidly, so the consumption needs of the vehicle is greater, such as fuel consumption, oil consumption and tire consumption. From the amount of consumption, it will spent costs by the vehicle. Amounts due to consumption are interesting to know and what factors can affect the amount of consumption and consumption cost. The purpose can provide knowledge about the importance of using Vehicle Operating Costs as a consideration and reference for making decisions later on.

In this research of the case study was taken in a regional road with the flexible pavement type. The BOK calculation is based on the guidelines issued by the 2005 Public Works Service. The primary data needed is Traffic Volume, Average Speed, Side Obstacle value of the average slope and derivative ratio and road damage data. These data are supplemented by secondary data, namely road data, fuel prices, oil and tire prices, the weight of each vehicle and the degree of the bend..

The results of the analysis show that the vehicle operational cost fuel, oil and tires component ranges from Rp. 191.24 / km to Rp. 5172.27 / km. While the vehicle operational cost on an average of two roads ranges from Rp. 196.01 / km up to Rp. 4447.94 / km where the highest cost is indicated by a large truck vehicle of Rp. 4447.94 / km, while the smallest fee is intended by Motorcycle vehicles in the amount of Rp. 196.01 / km.

Keywords: Flexible pavement, fuel oil and tire consumption, vehicle operational cost.

(7)

commit to user ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Batasan Masalah... 3

1.5 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

2.1 Tinjauan Pustaka ... 5

2.2 Landasan Teori ... 6

2.2.1 Klasifikasi Jalan Menurut Wewenang Pembinaan ... 6

2.2.2 Perkerasan Lentur... 7

2.2.3 Kriteria Konstruksi Perkerasan Lentur... 8

2.2.4 Lapisan Perkerasan Lentur……….. 8

2.2.5 Volume Lalu Lintas Jalan ... 9

2.2.5.1 Tipe Segmen Jalan ... 10

2.2.5.2 Tipe Jalan Perkotaan ... 10

2.2.5.3 Volume Kendaraan... 12

(8)

commit to user x

2.2.6 Biaya Operasional Kendaraan ... 22

2.2.6.1 Biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak ... 26

2.2.6.2 Biaya Konsumsi Oli ... 28

2.2.6.3 Biaya Konsumsi Ban ... 29

2.2.7 Metode Pavement Condition Index (PCI) ... 30

2.2.8 Konversi Nilai PCI ke IRI……….. 33

BAB III METODE PENELITIAN ... 35

3.1. Umum ... 35

3.2. Lokasi Penelitian ... 35

3.3. Diagram Alir Penelitian ... 36

3.4. Tahap Awal Penelitian ... 38

3.4.1 Perumusan Masalah dan Batasan Masalah ... 38

3.4.2 Melakukan Survei dan Pengumpulan Data ... 38

3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 39

3.5.1 Data Primer ... 39

3.5.2 Data Sekunder ... 39

3.6. Pengolahan Data... 40

3.7. Analisis Data dan Pembahasan ... 40

3.8. Kesimpulan dan Saran... 41

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 42

4.1 Data ... ... 42

4.1.1 Data Primer ... 42

4.1.1.1 Data Kerusakan Jalan ... 42

4.1.1.2 Data Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) ... 47

4.1.1.3 Data Hambatan Samping... 49

4.1.1.4 Tanjakan dan Turunan... 51

4.1.2 Data Sekunder ... 52

4.1.2.1 Data Ruas Jalan ... 52

4.1.2.2 Harga Satuan Bahan Bakar Minyak ... 52

4.1.2.3 Harga Satuan Ban ... 53

4.1.2.4 Harga Satuan Oli ... 54

(9)

commit to user xi

4.2 Analisis Data ... 55

4.2.1 Analisis Tanjakan dan Turunan rata-rata ... 55

4.2.2 Analisis Biaya Operasional Kendaraan ... 55

4.2.2.1 Analisis Biaya Konsumsi Bahan Bakar ... 56

4.2.2.2 Analisis Biaya Konsumsi Oli ... 62

4.2.2.3 Perhitungan Pavement Condition Index (PCI) .... 65

4.2.2.4 Konversi Nilai PCI ke IRI ... 71

4.2.2.5 Analisis Biaya Konsumsi Ban ... 72

4.2.3 Biaya Total Konsumsi Kendaraan ... 75

4.3 Pembahasan ... 78

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 80

5.1 Kesimpulan ... ... 80

5.2 Saran ... ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 82

LAMPIRAN ... xvii

Referensi

Dokumen terkait

Proses ini diciptakan untuk aplikasi tersebut pada saat kode program tersebut akan dieksekusi, akan terus berjalan sampai tidak dibutuhkan lagi dan sistem

Hasil regresi model ECM pada tabel 4 menunjukkan bahwa koefisien ECT(-1) signifikan yang berarti bahwa terdapat indi- kasi bahwa antara variabel pertumbuhan kota, size

Analisa pada sistem yang berjalan menggunakan document flowchart. Dokument flowchart digunakan untuk menjelaskan sistem perusahaan yang sedang berjalan. Dokumen Flowchart

Pengambilan data untuk fenomena flashback ini digunakan dengan cara eksperimental Parameter yang dicari atau variabel bebas dalan kajian eksperimen ini adalah rasio

Untuk melakukan efisiensi maka sebaiknya dibuat sebuah file EXE dari program yang telah lengkap tersebut, tujuannya adalah agar pada saat kita menjalankan program yang sudah

Analisis Emisi Gas Rumah Kaca dengan Life Cycle Assessment pada Tahapan Penggunaan Perkerasan Lentur Ruas Jalan Kabupaten (Studi Kasus Ruas Jl.Dr.Sutomo dan

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa model antarmuka pengguna (interface) yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna situs-situs pemerintahan (e-government) dengan

Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak langsung dari obyek penelitian Hadi (2009). Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara langsung