• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBUTUHAN GIZI ANAK PRA SEKOLAH & ANAK SEKOLAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBUTUHAN GIZI ANAK PRA SEKOLAH & ANAK SEKOLAH"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

KEBUTUHAN GIZI ANAK PRA SEKOLAH & ANAK SEKOLAH

Dian Kholika Hamal Sesi 10

(2)

CPL

1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tentang kebutuhan gizi anak pra sekolah

2. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tentang kebutuhan gizi anak sekolah

3. Menu makan sehari anak pra sekolah dan anak sekolah

(3)

Gizi Anak Prasekolah (usia 1 – 6 tahun)

Aspek yang perlu diperhatikan

• Pertumbuhan & perkembangan tubuh : relatif stabil dibandingkan masa bayi

• Fungsi motorik mulai berkembang

Aktivitas meningkat  Intake makanan

• Rentan thdp penyakit gizi & infeksi

(4)
(5)
(6)

Tujuan pemberian makan

• Memberikan makanan adekuat  mampu mendukung tumbuh kembang

• Sebagai pendidikan  perilaku sehat Pola makan

• Frekuensi : 3 kali makan utama

• Snack : 2 kali

• Menu seimbang

(7)

Syarat makanan

• Mudah dicerna

• Tdk merangsang

Faktor yang mempengaruhi intake makanan

• Emosi

• Perilaku org tua (pendidikan, pekerjaan)

• Lingkungan

• Sosek

• penyakit

(8)

MASALAH GIZI MASA PRASEKOLAH

• KEP

• Obesitas

• KVA

• GAKI

• Anemia Zai Besi (Fe)

(9)

KEP

• KEP (Kurang Energi Protein) atau Protein Energy Malnutrition KEP (Kurang Energi Protein)

• KEP berat : BB < 80% indeks berat badan menurut usia (BB/U) baku WHO- NCHS.

• Ditemukan berbagai macam keadaan patologis : Marasmus dan Kwashiorkor.

• Penyebab penting terjadinya KEP  kesadaran akan kebersihan baik personal hygiene maupun kebersihan lingkungan yang masih kurang sehingga memudahkan balita untuk terserang penyakit infeksi.

• Hubungan antara status gizi dan infeksi  dipengaruhi oleh makanan,

kualitas mengasuh anak, kebersihan lingkungan dll yang kesemuanya

mencerminkan keadaan sosial-ekonomi penduduk serta lingkungan

pemukimannya.

(10)

OBESITAS

• Dampak obesitas  faktor risiko penyakit kardiovaskuler, seperti : hiperlipidemia (tingginya kadar kolesterol dan lemak dalam darah), hipertensi, hyperinsulinemia, gangguan pernafasan, dan komplikasi ortopedik (tulang).

• Jk berlanjut hingga remaja atau dewasa  masalah psikososial seperti diskriminasi, bullying dari teman-teman, self-image negative, depresi, dan penurunan sosialisasi.

• Upaya mengendalikan kegemukan :

a. Mengendalikan pola makan anak agar tetap seimbang.

b. Awasi kebiasaan makan anak  kurangi makanan kandungan lemak tinggi.

c. Perbanyak makan sayur

d. Camilan sehat seperti buah-buahan.

e. Hindari atau kurangi makanan dan minuman manis,

f. Atur kegiatan fisik anak : lari, berenang, atau bermain bola, dan lain-lain.

g. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

(11)

Kurang Vitamin A Vitamin (KVA)

• Xeropthalmia  kekeringan pada selaput lendir (konjungtiva) dan selaput bening (kornea) mata.

• Vitamin A berfungsi untuk pertumbuhan sel epitel dan pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf retina mata.

• Sumbernya ada di makanan hewani sebagai retinol dan ada juga dari

nabati sebagai pro vitamin A sebagai karotin, yang nantinya dalam

usus dengan bantuan tirosin baru dikonversi menjadi retinol.

(12)

GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN IODIUM (GAKI)

• Iodium adalah jenis elemen mineral mikro kedua sesudah zat besi yang dianggap penting bagi kesehatan tubuh

• Manusia tidak dapat membuat unsur/elemen iodium dalam tubuhnya seperti membuat protein atau gula, tetapi harus mendapatkannya

dari luar tubuh (secara alamiah) melalui serapan iodium yang

terkandung dalam makanan serta minuman.

(13)

ANEMIA ZAT BESI (Fe)

• Balita dapat mengalami anemia bila tidak ada kandungan zat besi dalam makanan untuk membuat jumlah normal hemoglobin dalam darah.

• Anemia pada anak disebabkan kebutuhan Fe yang meningkat akibat pertumbuhan anak yang pesat dan infeksi akut berulang.

• Gejala  tampak lemas, mudah lelah, dan pucat. kemampuan mengingat dan memusatkan perhatian lebih rendah dibandingkan dengan anak yang cukup asupan zat besinya.

• Zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan juga diperlukan oleh berbagai enzim sebagai faktor penggiat.

• Zat besi yang terdapat dalam enzim juga diperlukan untuk mengangkut elektro (sitokrom), untuk mengaktifkan oksigen (oksidase dan oksigenase).

• Untuk meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh, kombinasikan bahan makanan sumber zat besi dengan vitamin C, misalnya berikan potongan tomat dalam roti sandwich untuk anak

(14)

Anak 1-3 tahun

(15)

Anak 4—6 tahun

(16)
(17)

GIZI ANAK SEKOLAH (6 – 12 tahun)

(18)

DEFENISI ANAK SEKOLAH

• WHO (World Health Organization)  golongan anak yang berusia antara 7-15 tahun

• Bocah berumur 6 – 12 tahun, dengan karakteristik masa pertumbuhan yang relatif tetap dan dengan sedikit masalah pemberian makan (Hardinsyah, 2017)

• Pada masa ini tjd peningkatan nafsu makan secara alamiah 

peningkatan konsumsi makanan.

(19)

KARAKTERISTIK

• Anak bnyk berada di luar rumah utk jangka waktu antara 4-5 jam.

• Aktivitas fisik anak semakin meningkat : pergi & pulang sekolah, bermain dgn teman  meningkatkan kebutuhan energi.

• Pada usia ini anak akan mencari jati dirinya: mudah terpengaruh

lingkungan sekitarnya, terutama teman sebaya yg pengaruhnya sgt

kuat mrubah perilaku & kebiasaan temannya, termasuk perubahan

kebiasaan makan

(20)

KARAKTERISTIK

Ciri khas anak sekolah adalah :

• Usia sekolah adalah puncak pertumbuhan  7—13 thn

• Selalu aktif

• Perubahan sikap terhadap makanan

• Anak lebih suka pangan dengan organoleptik yg tegas

(21)

KARAKTERISTIK

• Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna.

• Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan yang tidak benar dan menyimpang.

• Penyimpangan ini mengakibatkan gangguan pada banyak organ-organ

dan sistem tubuh anak

(22)

Pola Makan

(23)

Faktor-faktor yg mpengaruhi asupan makan anak sekolah

• Peran Keluarga

• Trend sosial

• Teman Sebaya

• Media massa

• Penyakit

(24)
(25)

KEBUTUHAN GIZI ANAK SEKOLAH

(26)

Protein

• Untuk pemeliharaan jaringan, perubahan komposisi tubuh dan pembentukan jaringan baru

• Pilih sumber protein yang bernilai biologis tinggi

(27)

Kebutuhan zat gizi lain

• Pertumbuhan dan perkembangan  tulang, gigi, otot, volume darah

 lbh besar dibandingkan dewasa

• Zat gizi yang diperlukan  protein, vit (D) dan mineral (Zink, Fe, Ca)

(28)

Kalsium

• Pertumbuhan & mineralisasi tulang dan gigi (98% Ca tubuh tdpt dlm tulang & gigi)

• Penambahan Ca/hari antara mg, puncaknya adlh 400mg/hr dlm pertumbuhan cepat.

• AKG:

4-6 = 500 mg/hr.

7-9 = 600 mg/hr

10-12 = 1000 mg/hr

• Absorbsi kalsium tgt dari faktor2 yg mempengaruhi asupan.

(29)

Zat Besi

• Kebutuhan Fe bervariasi menurut tingkat pertumbuhan, peningkatan total massa besi, penyimpanan besi.

• Sumber besi : daging, hati, unggas, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, rumput laut  hem dan non hem.

• Penyerapan tgt dari faktor-faktor yg mempengaruhi absorbsi besi.

• AKG :

 4-6 thn : 9 mg/hr

 7-9 thn : 10 mg/hr

 10-12 thn : 13 mg (Lk) & 20 mg (Pr)

(30)

Zink

• Bagian dari enzim-enzim  metabolisme.

• Berperan dlm proses pertumbuhan, fungsi kognitif, kekebalan, pematangan organ reproduksi, antioksidan.

• Kekurangan seng : hambatan pertumbuhan, diare, luka sukar sembuh, menurunnya sistem imun.

• AKG :

 4-6 thn : 10,3 mg/hr

 7-9 thn : 11,3 mg/hr

 10-12 thn : 14 mg (Lk) & 12,6 mg (Pr)

(31)

Yodium

• Iodium dlm tubuh tdpt dlm kelenjar tiroid  sintesis hormon T3 & T4

• Utk pertumbuhan normal, perkembangan fisik & mental, pembentukan sel darah merah, fungsi otot & syaraf.

• AKG

4-6 thn : 120 µg/hr

7-9 thn : 120 µg/hr

10-12 thn : 120 µg/hr

(32)

Vitamin

(33)

MASALAH GIZI ANAK SEKOLAH

• Gizi kurang

• Kegemukan

• Anemia gizi besi

• Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY)

Makanan Jajanan

(34)

Gizi Kurang

• RISKESDAS 2013  prevalensi pendek (TB/U) anak 5-12 thn  30,7 % (12,3% sangat pendek & 18,4% pendek); terendah di DI Yogyakarta (14,9%), tertinggi di Papua (34,5 %).

• Sebanyak 15 provinsi dengan prevalensi sangat pendek di atas prevalensi nasionalbengkulu

• Prevalensi kurus (menurut IMT/U) anak 5-12 thn 11.2%, (4,0% sangat kurus dan 7,2% kurus), terendah di Bali (2,3%), tertinggi di NTT (7,8%).

• Sebanyak 16 provinsi dengan prevalensi sangat kurus diatas nasional.

• Penyebab  kurang asupan makanan sumber energi & Protein & penyakit infeksi

• Efek : anak mudah lelah, daya fikir menurun, daya tahan tubuh menurun

(sering absen).

(35)

Gizi Lebih

• RISKESDAS 2013 : gemuk pada anak 5-12 thn  18,8 % (gemuk 10,8

% dan sangat gemuk (obesitas) 8,8 %).

• Prevalensi gemuk terendah di NTT(8,7%) dan tertinggi di DKI Jakarta (30,1%).

• Sebanyak 15 provinsi dengan prevalensi sangat gemuk diatas nasional

 bengkulu

• Penyebab : pola aktivitas fisik & konsumsi energi melebihi kebutuhan

 makanan & minuman yg padat kalori ttp rendah zat gizi lainnya.

• Efek jangka panjang : Penyakit jantung & pembuluh darah, DM tipe 2,

kanker, osteoartritis, dll.

(36)

Anemia & GAKY

• Anemia  lemah, pucat, lesu, konsentrasi menurun, antibodi menurun  pemberian suplemen tambah darah (Fe)

• GAKY  pembesaran kelenjar tiroid, hambatan pertumbuhan, keterbelakangan mental, IQ rendah  kapsul minyak beryodium &

konsumsi garam beryodium.

(37)

Makanan Jajanan

• FAO: makanan & minuman yg dipersiapkan & dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan & di tempat-tempat keramaian umum lain yg langsung dimakan /dikonsumsi tanpa pengolahan/ persiapan lebih lanjut.

• KepMenKes RI No. 942/MENKES/SK/VII/2003 : makanan dan

minuman yg diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan

atau disajikan sbg makanan siap santap utk dijual bagi umum selain

yg disajikan jasa boga, rumah makan atau restoran, & hotel.

(38)

Faktor-faktor Penyebab Anak Suka Jajan

1. Faktor dalam Keluarga

• Faktor ibu yg kurang bijaksana

• Faktor Ibu yang Bekerja 2. Faktor dari Anak Sendiri

• Faktor Makanan

• Faktor Selera yang Berbeda-beda

(39)

Menanggulangi Masalah Jajan Anak Sekolah

• Melatih anak memilih makanan yang bermanfaat

• Anak-anak senang meniru

• Waktu makan sebaiknya disesuaikan dengan waktu makan keluarga dan biasakan untuk makan teratur.

• Ibu sering membuat makanan selingan di rumah untuk menghilangkan keinginan jajan anak.

• Membiasakan anak untuk sarapan pagi dan menyediakan bekal untuk

dibawa ke sekolah.

(40)

PERHITUNGAN ENERGI

(41)

Setelah mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan, lalu membaginya ke dalam 3 zat gizi makro:

• Kebutuhan protein yang diperlukan sebanyak 10-15% dari kebutuhan kalori total. Lalu, ubah ke gram agar dapat lebih terbayang seberat apa yang dibutuhkan. 1 gram protein sama dengan 4 kalori.

• Kebutuhan lemak yang diperlukan sebanyak 10-25% dari kebutuhan kalori total. 1 gram lemak sama dengan 9 kalori.

• Kebutuhan karbohidrat yang diperlukan sebanyak 60-75% dari

kebutuhan kalori total. 1 gram karbohidrat setara dengan 4 kalori

(42)

CONTOH

Jika hasil perhitungan kalori adalah 2000 kalori, maka:

• Kebutuhan protein : 15% x 2000 kalori = 300 kalori. Diubah menjadi gram dengan cara: kalori protein dibagi 4. Hasilnya adalah 75 gram protein.

• Kebutuhan lemak : 20% x 2000= 400 kalori. Diubah menjadi gram dengan cara: kalori lemak dibagi dengan 9. Hasilnya adalah 44 gram.

• Kebutuhan karbohidrat : 65% x 2000= 1300 kalori. Diubah menjadi gram dengan cara: kalori karbohidrat dibagi 4. Hasilnya adalah 325 gram.

Kesimpulannya, kebutuhan kalori setiap hari adalah 2000 kalori, dengan

kebutuhan karbohidrat sebanyak 325 gram, protein 75 gram, dan lemak 44

gram dalam sehari.

(43)

TUGAS LATIHAN RUMAH

• Hitung kebutuhan energi adik, anak, ponakan, atau anak tetangga

untuk usia 3—18 tahun. Latihan ini untuk memudahkan nanti saat

ujian

(44)

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI KELURAHAN SEMANGGI DAN SANGKRAH SURAKARTA.. Latar

Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan nilai penge- tahuan gizi sampel rata-rata kelompok suplementasi besi dan vitamin C berbeda bermakna dengan kelompok sup- lementasi besi, vitamin

Roti manis P1 dengan substitusi tepung spirulina sebesar 10% merupakan roti manis terbaik dengan kandungan zat gizi (kecuali lemak) yangsesuai dengan anjuran komposisi makanan

Rendahnya asupan makanan seperti protein, zat besi, folat, dan vitamin C pada subjek remaja anemia, kemungkinan dikarenakan persepsi yang tidak tepat tentang diet, dan kurangnya

Zat besi menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan pada pertumbuhan tubuh dalam jumlah yang tidak sedikit, jika terjadi kekurangan dalam produksi zat besi maka tubuh

Variabel penelitian yang dianalisis meliputi kadar hemoglobin (Hb), kadar zat besi (Fe) dalam ASI, status gizi menurut Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu serta konsumsi makanan

Masalah kurang gizi lain yang dihadapi anak usia balita adalah kekurangan zat. gizi mikro seperti vitamin A, zat besi, yodium

Selain itu zat gizi makro, zat gizi lain yang terdapat di dalam susu berperan untuk pertumbuhan anak adalah mineral (besi, seng, kalsium, iodium dan fosfor) dan vitamin ( vitamin