• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Pertumbuhan Anak - Analisis Pelaksanaan Program Gizi dalam Upaya Perbaikan Gangguan Pertumbuhan Anak di Kabupaten Karo Tahun 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Pertumbuhan Anak - Analisis Pelaksanaan Program Gizi dalam Upaya Perbaikan Gangguan Pertumbuhan Anak di Kabupaten Karo Tahun 2014"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1. Masalah Gizi menurut Siklus Kehidupan (Atmarita, 2004)
Tabel 2.1. Indikator Kinerja dan Target Kegiatan Pembinaan Gizi Program
Gambar 2.2. Analisis Program Gizi terhadap Dampak Gangguan Pertumbuhan dengan Pendekatan Input, Proses, Output dan Out Come  (Dikembangkan dari Depkes RI, 2006 dan Soekirman 2001)
Gambar 2.3.  Bagan Kerangka Pikir Analisis Pelaksanaan Program Gizi  dalam

Referensi

Dokumen terkait

PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO (BESI, VITAMIN A, SENG) ANTARA ANAK SD STUNTING.. DAN NON STUNTING DI KECAMATAN KARTASURA

Gizi buruk dan gizi kurang merupakan suatu bentuk penyakit defisiensi gizi yaitu hasil dari kekurangan zat-zat gizi dalam makanan seperti karbohidrat, lemak,

Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang intake unsur zat besi ke dalam tubuh melalui makanan, karena gangguan absorbsi, gangguan penggunaan atau terlalu banyak zat besi

Asupan Zat Gizi Mikro (Vitamin A, Kalsium, Phosfor, Zinc) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Kepulauan Nusa Tenggara (Data Sekunder Riskesdas 2010)..

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur asupan zat besi, vitamin A dan zink dari makanan anak yang berkontribusi terhadap masalah kurang gizi mikro.. Desain penelitian

Perbedaan Tingkat Asupan Energi, Protein Dan Zat Gizi Mikro (Besi, Vitamin A, Seng) Antara Anak Sd Stunting Dan Non Stunting Di Kecamatan Kartasura Kabupaten

Selain itu zat gizi makro, zat gizi lain yang terdapat di dalam susu berperan untuk pertumbuhan anak adalah mineral (besi, seng, kalsium, iodium dan fosfor) dan vitamin ( vitamin

Status gizi yang rendah underweight dapat diakibatkan karena asupan makanan yang kurang, termasuk zat besi yang dapat menimbulkan anemia, sedangkan status gizi lebih overweight dapat