1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Pada penelitian skripsi ini objek yang diambil oleh penulis adalah media sosial Instagram.
1.1.1 Sejarah Instagram
Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai sosial media lainnya termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peralatan bergerak. Foto yang diunggah ke dalam Instagram dapat dilihat oleh followers dari pengunggah foto tersebut dan dapat saling memberikan komentar antar sesama. Instagram dapat digunakan pada seluruh smarthphone yang berbasis iOS dan Android.
Berdiri pada tahun 2010 perusahaan Burbn, inc., merupakan sebuah teknologi startup yang hanya berfokus kepada pengembangan aplikasi untuk telepon genggam. Pada awalnya Burbn, inc. Sendiri memiliki fokus yang terlalu banyak dalam HTML 5 mobile, namun kedua CEO Kevin Systrom dan Mike Krieger, memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja. Pada akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram (Wikipedia, 2014).
Nama instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan,” Sedangkan untuk “gram” berasal dari kata “telegram,” dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang dengan cepat. Sama
2
halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itu Instagram berasal dari kata instan dan telegram.
Pada 9 April 2012, diumukan bahwa Facebook setuju mengambil alih Instagram dengan nilai $1 milliar. Dengan bekerja sama dengan Facebook, Instagram mampu berbagi wawasan, informasi, dan membangun pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Saat ini, pengguna Instagram dapat berbagi foto di media sosial lainnya seperti, Facebook, Twitter, dan lainnya (Wikipedia, 2014).
Gambar 1.1 Logo Instagram
Sumber: (Instagram, 2014)
1.2 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan teknologi internet sudah terasa manfaatnya oleh sebagian besar orang baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, hiburan, sumber informasi dunia bisnis dan komunikasi tanpa batasan tempat dan waktu. Sebagai salah satu media informasi terkini, internet memiliki jangkuan yang hampir tak terbatas. Media sosial sebagai kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun ideologi dan teknologi dari Web 2.0 dan
3 79.70% 78% 72% 67% 60.00% 65.00% 70.00% 75.00% 80.00% 85.00%
Indonesia Filipina Malaysia Cina
Pengguna Media Sosial Asia
Indonesia Filipina Malaysia Cina
memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content seperti Facebook, Twitter, Path dan Instagram (Kaplan dan Haelin, 2010 dalam Rauniar et al, 2014).
Berdasarkan Survei Data Global Web Index (2014) pada Gambar 1.2, Indonesia adalah Negara yang memiliki pengguna media sosial yang paling aktif di Asia. Indonesia memiliki 79,7% user aktif di media sosial mengalahkan Filipina 78%, Malaysia 72%, dan Cina 67%. Sedangkan pengguna internet dengan menggunakan smartphone mencapai 14% dari populasi, sehingga wajar jika Indonesia adalah target utama untuk pemasaran
smartphone saat ini (Kompasiana, 2014).
Gambar 1.2
Grafik Pengguna Media Sosial Asia
Sumber: (Kompasiana, 2014)
Instagram menjadi salah satu media sosial yang popular di Indonesia. Instagram adalah suatu aplikasi berbagi foto, dimana para pengguna berbagi pengalaman mereka dengan sebuah foto menarik. Di Instagram pengguna dapat saling menyukai foto, berkomentar, saling berhubungan sesama
4
pengguna dan juga dapat berbagi ke jaringan sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, dan Tumblr.
Gambar 1.3
Gambar presentase pengguna Media Sosial
Sumber: (Techinasia, 2015)
Dalam Gambar 1.2 dapat di lihat Instagram di Indonesia menduduki posisi ke lima besar media sosial dan tujuh besar Top Active Social Platfrom di Indonesia pada Januari 2015.
Berdasarkan informasi data Global Web Index di tahun 2014, Instagram di Indonesia memiliki peningkatan drastis sebesar 215%. Peningkatan pengguna Instagram mengalahkan sosial media lainnya seperti Twitter, Facebook, dan juga Pinterest dalam menarik penggunanya (CBN, 2015).
Dari para pesaingnya seperti Facebook dan Twitter, Instagram memiliki kelebihan tersendiri yang membuat media sosial ini menjadi pilihan utama penggunanya dalam berbagi foto maupun video. Kelebihan Instagram terdapat pada penggunaan label foto, dimana pengguna lebih gampang menemukan foto atau video yang sesuai dengan keinginan mereka. Kelebihan lain pada Instagram
5
adalah terdapat pemilihan effect digital dimana pengguna dapat memilih lebih dari 15 effect digital yang dimiliki Instagram untuk membuat foto atau video lebih menarik (Clear, 2013).
Para pengguna media sosial Instagram setiap harinya melakukan posting dengan rata-rata sejumlah 40 juta postingan foto dengan 8500 like dan 1000 komentar per detik (Instagram, 2014). Sebagian besar pengguna Instagram adalah orang biasa yang suka posting gambar dari kehidupan sehari-hari mereka.
Gambar 1.4
Frequency of Visits on The Top Global Social Platfroms
Sumber: (Socialfeedia, 2014)
Pada Gambar 1.4 dapat dilihat Instagram memiliki presentase pengguna yang menggunakan lebih dari sekali dalam sehari sebesar 28% dan Instagram juga memiliki presentase pengguna yang jarang menggunakan yaitu sebesar 26%.
Banyaknya pengguna Instagram tidak terlepas dari pengguna-pengguna yang tidak secara aktif menggunakan Instagram. Pengguna yang tidak aktif menggunakan Instagram adalah pengguna Instagram yang jarang menggunakan bahkan sama sekali tidak menggunakan Instagram setelah memiliki akun
6
Instagram. Dalam sebuah artikel Gopego (2014) tentang seseorang yang akun Instagramnya dialihkan ke pengguna Instagram lainnya dikarenakan akun tersebut jarang digunakan. Dalam artikel tersebut juga dituliskan pemberitahuan tentang Instagram punya kebijakan untuk menarik username dari akun yang tidak digunakan selama jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa adanya pengguna Instagram yang tidak aktif sehingga Instagram harus menonaktifkan akun tersebut dan memberikan username ke calon pengguna akun yang lainnya. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa pengguna Instagram yang memiliki akun Instagram tetapi jarang menggunakan Instagram atau sama sekali tidak menggunakan Instagram kemungkinan tidak memiliki minat untuk menggunakan Instagram karena ketika memiliki akun Instagram harusnya pengguna menggunakannya secara intensif.
Berbagai penelitian dilakukan untuk mempelajari proses integrasi teknologi semenjak tahun 1980-an. Salah satu teori integrasi teknologi yang cukup populer adalah technology accepted model (TAM). Teori integrasi teknologi merupakan teori yag menganilisis dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi diterimanya penggunaan teknologi komputer.
TAM dikembangkan oleh Davis (1989) merupakan teori yang di adopsi dari teori populer lain yang disebut theory of reasoned action (TRA: Fishbein dan Ajzen, 1975) dari bidang psikologi sosial yang menjelaskan perilaku seseorang terjadi melalui niat yang mereka miliki (Rauniar et al, 2014).
Model TAM sering kali digunakan utuk menganalisis penerimaan dan penggunaan dari suatu sistem informasi dengan menggunakan dua faktor penting yaitu perceived usefulness (PU) dan perceived ease of use (PEU). Vankatesh dan Davis (2000) dalam Uran (2014) menjelaskan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku user terhadap sistem teknologi informasi baru. Teori TAM menyatakan bahwa perilaku dalam meggunakan sebuah sistem ditentukan oleh dua faktor, yaitu pertama PU dengan definisinya sejauh mana seseorang yakin bahwa menggunakan sistem
7
akan menigkatkan kinerjanya. Kedua PEU dengan definisinya sejauh mana seseorang yakin bahwa penggunaan sistem baru tersebut tergolong mudah digunakan.
Triandis dalam Hidayat (2011) mengemukakan bahwa perilaku seseorang merupakan ekpresi dari keinginan atau minat seseorang (intention), keinginan atau minat (intention) dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, perasaan (affect), dan konsokuensi-konsokuensi yang dirasakan. Handayani (2007) dalam Hidayat (2011) menyatakan bahwa keyakinan seseorang akan kegunaan sistem informasi akan meningkatkan minat mereka dan pada akhirnya individu tersebut akan menggunakan sistem tersebut dalam pekerjaannya. Vankatesh et al (2000) dalam Hidayat (2011) juga menyatakan bahwa terdapat adanya hubungan langsung dan signifikan antara minat pemanfaatan sistem informasi terhadap pengguna sistem tersebut.
Dalam TAM penggunaan teknologi paling dipengaruhi oleh minat menggunakan (behavioral intention to use). Behavioral intention to use (BI) dipengaruhi oleh dua kepercayaan, yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat (PU) dan persepsi pengguna terhadap kemudahan (PEU) (Hidayat, 2011).
Dari model TAM yang menjelaskan bahwa melihat minat seseorang untuk menggunakan suatu teknologi diukur dari PU dan PEU. Maka dari penjelasan diatas, penelitian ini ingin meneliti bagaimana minat seseorang dalam menggunakan Instagram dengan mengukur PU dan PEU dari Instagram. Oleh karena itu judul penelitian ini adalah “Analisis Minat Penggunaan Instagram dengan Pendekata Technology Acceptance Model (TAM).”
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalah tersebut, maka dapat diuraikan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana Perceived Ease of Use Instagram menurut masyarakat Indonesia?
8
2. Bagaimana Perceived Usefullness Instagram menurut masyarakat Indonesia?
3. Bagaimana Behavioral Intention to Use Instagram menurut masyarakat Indonesia?
4. Bagaimana pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Perceived
Usefullnes?
5. Bagaimana pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Behavioral Intention
to Use?
6. Bagaimana pengaruh Perceived Usefullnes terhadap Behavioral Intention
to Use?
1.4 Tujuan penelitian
Adapun tujuan yang ingin di capai dari peelitian ini:
1. Untuk mengetahui bagaimana Perceived Ease of Use Instagram menurut masyarakat Indonesia.
2. Untuk mengetahui bagaimana Perceived Usefullness Instagram menurut masyarakat Indonesia.
3. Untuk mengetahui bagaimana Behavioral Intention to Use Instagram menurut masyarakat Indonesia.
4. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Perceived Ease of Use terhadap
Perceived Usefullnes.
5. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Perceived Ease of Use terhadap
Behavioral Intention to Use.
6. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Perceived Usefullnes terhadap
Behavioral Intention to Use.
1.5 Kegunaan Penelitian 1. Bagi Akademis.
Hasil penelitian yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi bagi para akademisi tentang bagaimana penerimaan penggunaan sosial media, khususnya pada sosial media Instagram.
9 2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman, menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang Technology Accepted
Model (TAM) dalam kemudahan penggunaan dan manfaat penggunaan bagi
pihak-pihak yang berkepentingan khususnya masyarakat Indonesia dalam mengetahui hal-hal yang menjadi fokus utama dalam penerimaan dan penggunaan media sosial Instagram. Selain itu penelitian ini juga diharapkan bermanfaat bagi pelaku usaha media sosial dalam memperbaiki kualitas media sosial yang diciptakan untuk memberikan fitur-fitur tampilan maupun kemudahan akses yang diharapkan dan mampu menarik minat pengguna untuk menggunakan media sosial.
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran yang cukup jelas mengenai penelitian ini, maka penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima (5) bab, dimana sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN
Bab ini berisi teori-teori yang diperlukan dalam menjelaskan variabel yang diteliti, dan juga kerangka pemikiran. Teori-teori yang ada hubungannya dengan pokok permasalahan yang dipilih dan dijadikan landasan dalam penulisan ini. BAB III : METODE PENELITIAN
Metode penelitian akan diuraikan mengenai jenis dan sumber data, sampel dan populasi, metode pengumpulan data dan teknis analisis.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Menguraikan hasil dari penelitian yang dilakukan beserta pembahasannya secara kronologis dan sistematis sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian.