Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Sekretaris Kabinet; Menteri Luar Negeri; Menteri Perdagangan; Menteri Perindustrian; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas; Menteri Keuangan; Menteri Pertanian; Menteri Kelautan dan Perikanan; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Menteri Kesehatan; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Menteri Pariwisata; Kepala Badan Standardisasi Nasional; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Dirjen Amerop, Dirjen HPI, Dirjen Multilateral, Dir.Amerika II,Dir.Hukum dan Perjanjian Ekonomi, Dir. Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual-Kemlu; Eselon I Lingkup Kemendag; Deputi VII-Kemenko Bidang Perekonomian; Sekretaris-Kemensetneg; Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal-BKPM; Dirjen Bea Cukai, Kepala BKF, Kepala Pusat Regional dan Bilateral BKF-Kemenkeu; Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Iklim Usaha Industri, Dir.Akses Pasar Industri Internasional-Kemenperin; Sekjen, Ka. Badan Karantina Pertanian, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan, Kepala Biro KLN-Kementan; Sekjen, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat-Kementerian Kelautan dan Perikanan; Dir. Perundingan Multilateral, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Sesditjen Mineral dan Batubara-Kementerian ESDM; Kepala Pusat Kerja Sama Standardisasi-BSN, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri-BPOM.
Duta Besar RI di Santiago
Laporan Penandatanganan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) dan Misi Dagang Indonesia ke Chile pada tanggal13-15 Desember 2017 di Santiago, Chile
BERIT
A BIASA
Jumlah Perihal Dari Info Yth. Nomor Kepada Yth.Kepala Perwakilan R.I.
Av. LasUrbinas 160,Providencia, Santiago, Chile Telp. (56-2) 2076266
Email: [email protected]
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA SANTIAGO - CHILE
57727
B-00191/SANTIAGO/171217
5 (lima) halaman
6. IC-CEPA merupakan perjanjian perdagangan bilateral pertama Indonesia dengan negara di Kawasan Amerika Latin dan adalah yang pertama ditandatangani pada era
5. Dengan perjanjian ini, maka kedua negara akan saling mendapatkan tarlp preferensi
untuk ekspor ke pasar satu sama lain. Dengan IC-CEPA, 89,3% pos tarip Chile akan
diellminasi untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke pasar Chile, sedangkan
Indonesia akan menghapus 86,1% pos tarifnya untuk produk impor dari Chile.
Beberapa produk andalan utama Indonesia yang mendapat preferensi di antaranya: minyak sawit dan turunannya, otomotif, alas kaki, furniture, perhiasan, sorbitol dan
produk tekstll, Produk Chile yang mendapat preferensi ke pasar Indonesia antara
lain: tembaga dan sebagian produk hortikultura serta produk perikanan.
4. Perjanjian IC-CEPA dirundingkan incremental dimulai dengan perdagangan barang
(Trade in Goods). Perjanjian ini juga mencakup pengaturan Sanitary and Phytosanitary (SPS), Technical Barriers to Trade (TBT), Rules of Origin (ROO), Custom Procedure, isu legal dan kerja sama ekonomi.
3. Penandatanganan IC-CEPA dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2017 di kantor
Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Chile oleh Menteri
Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan
Luar Negeri Chile Heraldo Munoz. Sebelum penandatanganan, kedua Menteri
melakukan pertemuan bilateral dan setelah penandatanganan dilakukan konferensi pers bersama.
II. Penandatanganan IC-CEPA
2. Mendag didampingi oleh berbagai wakil Kementerian dan Lembaga (K/L) yaitu:
Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, KBRI
dan ITPC di Santiago serta pelaku usaha Indonesia yang mewakili industri home
decor, perlengkapan militer, minyak sawit dan lembaga keuangan ekspor-impor.
Daftar delgasi terlampir.
1. Menteri Perdagangan RI mengadakan kunjungan kerja ke Santiago, Chile pada
tanggal 13-15 Desember 2017 dengan dua misi utama: a) Penandatanganan IC-CEPA, b) Misi dagang.
I. Pendahuluan
Merujuk perihal tersebut di atas, bersama ini dengan hormat disampaikan beberapa
hal sebagai berikut
151BERITA
Ringkasan Eksekutif: Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar
Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Chile Heraldo Munoz menandatangani
Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) pada tanggal 14
Desember 2017 di Santiago, Chile. Mendag RI juga memimpin misi dagang untuk
mendorong para pelaku usaha Indonesia lebih intensif membuka pasar di kawasan
9. Kedua Menteri saling mengapresiasi kerja keras yang ditempuh tim perundingan kedua negara, dan membahas langkah-Iangkah yang perlu dilakukan setelah perjanjian ditandatangani:
a. Proses ratifikasi: sepakat untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian agar perjanjian ini dapat segera dimanfaatkan oleh pelaku usaha kedua negara; b. Perluasan perjanjian: setelah implementasi Perjanjian Perdagangan Barang,
kedua negara akan bertemu kembali guna menentukan waktu, cakupan dan modalitas perundingan perdagangan jasa dan investasi.
c. Kerja sama Ekonomi:
Indonesia mengusulkan adanya kerjasama untuk mengembangkan varian kentang di Indonesia yang dibutuhkan oleh industri. Menlu Munoz menyambut baik dan sepakat akan menindaklanjutinya;
Kedua Menteri menekankan pentingnya kerja sama promosi dagang. Mendag mengundang lebih banyak pelaku usaha Chile untuk berpartisipasi ke Trade
Expo Indonesia dan meminta Pemerintah Chile untuk mengkoordinir misi
dagang Chile ke Indonesia.
d. General Review. Kedua Menteri berharap dalam tiga tahun pasca implementasi,
ada proses peninjauan, khususnya penambahan akses pasar untuk beberapa produk kepentingan Indonesia seperti mie instan, biskuit dan rumput laut, serta kepentingan Chile antara lain salmon, daging dan kentang. Bila dipandang perlu dan dapat disepakati, proses "upgrading" komitmen di sektor barang ini dapat dilakukan lebih cepat sebelum "general review' dilaksanakan pada tahun ketiga sejak implementasi.
e. Isu lainnya: Menlu Munoz meminta agar Indonesia dapat mempercepat penyelesaian Country Recognition Arrangement (CRA), terkait pemenuhan syarat
sanitary and phyto-sanitary untuk produk pertanian guna memfasilitasi ekspor
hortikultura Chile ke Indonesia. Mendag menyatakan akan berkoordinasi segera dengan Kementan RI.
Pertemuan Bilateral
8. Perjanjian IC-CEPA diinisiasi pada tahun 2006 yang kemudian dilanjutkan dengan
Joint Study Group (JSG) pada tahun 2009. Perundingan pertama dilakukan pada
bulan Mei 2014 di Santiago, Chile. Setelah sempat terhenti karena Indonesia memasuki proses transisl pemerintahan, perundingan dilanjutkan kembali pada tahun 2017 dan diselesaikan dalam lima kali putaran (putaran terakhir diselenggarakan pada 6-10 November 2017 di Jakarta, Indonesia).
Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penandatanganan ini dapat menjadi tonggak sejarah hubungan bilateral kedua negara dan dicapai sebagaimana mandat kedua Kepala Negara saat kunjungan Presiden Michelle Bachelet,bulan Mei 2017 di Jakarta, di mana disepakati agar perundingan diselesaikan pada akhir tahun 2017.
7. Bagi Indonesia, Chile memiliki arti penting karena letak geografisnya yang strategis dapat menjadi pintu masuk (hub) produk Indonesia di kawasan Amerika Latin. Chile merupakan negara paling stabil secara politik dan ekonomi di Amerika Selatan, dan tergabung dalam Aliansi Pasifik yakni kerja sam a regional yang penting di kawasan Amerika Latin dan beranggotakan Chile, Kolombia, Meksiko dan Peru dengan
"associate members" Australia, Kanada, Selandia Baru dan Singapura. Sebaliknya,
Chile memandang Indonesia sebagai ekonomi terpenting di kawasan Asia Tenggara dan dapat menjadi basis"regional hub"bagi Chile untuk mengembangkan kerja sarna ekonomi dan perdagangan ke kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
15. Teks perjanjian ini selanjutnya dapat digunakan sebagai "temp/ate" untuk merundingkan perjanjian perdagangan barang dengan mitra potensiallainnya.
16. Mohon bantuan seluruh pihak terkait di Indonesia agar proses ratifikasi dapat segera
dilakukan dan diselesaikan sehingga IC-CEPA dapat diimplementasikan segera.
14. Ditandatanganinya IC-CEPA merupakan capaian penting di bidang kebijakan
perdagangan internasional Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia
berkomitmen terhadap keterbukaan dan kompetisi global.
IV. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
13. Kegiatan lain:
a) Menteri Perdagangan, Dubes RJ dan para peserta misi dagang melakukan: i)
peluncuran bis turistik dengan logo Wonderful Indonesia pada tanggal 14
Desember 2017, ii) pertemuan dengan Cooperativa/Agricola y Lechera de La
Union Uda (Colun) pada tanggal15 Desember 2017, dan iii) pertemuan dengan
Konsul Kehormatan RI di Valparaiso, Mr. Hugo Botto-Oakley, juga pada tanggal
15 Desember 2017, guna membahas pemanfaatan pelabuhan Valparaiso
sebagai salah satu pintu masuk eksor dan impor Chile.
b) Company visit pengusaha Indonesia dari sektor sawit dan turunannya ke perusahaan produsen makanan ringan, Carozzi, yang merupakan salah satu produsen makanan ringan terbesar dan tertua di wilayah Amerika Latin.
12. Acara Forum Bisnis dengan tema "Strengthening Indonesia - Chile Bilateral Trade
Relations" dihadiri 150 peserta dari komunitas bisnis Chile dan Indonesia. Acara dibuka oleh Dubes RI untuk Chile dan Direktur Internasional SOFOFA (Chamber of
Commerce Santiago). Mendag RI dan Menlu Chile menjadi keynote speakers dalam acara ini, sementara kedua Chief Negotiators menjelaskan pokok-pokok kesepakatan IC-CEPA. Wakil GAPKI menegaskan bahwa minyak sawit Indonesia akan semakin
berdaya saing di pasar Chile dengan penghapusan tarif dalam IC-CEPA.
11. One-on-One Business Matching diikuti oleh tujuh wakil perusahaanllembaga di Indonesia yaitu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi
Produsen Bio Diesel Indonesia (APROBI), PT. Wilmar International, CV. Home
Fashion, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT. Sentra Surya Ekajaya
dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS). Kegiatan ini dihadiri wakil dari 37 perusahaan di Chile yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit
dan turunannya, furniture dan home decor,jasa keuangan dan perlengkapan militer.
Total potensi transaksi yang terjadi dari kegiatan bisnis ini mencapai USD 735.000. Di
sela pelaksanaan One-on-One Business Matching, Dirjen PEN juga membahas
peluang dan tantangan perdagangan pasca penandatanganan IC-CEPA dengan tiga importir utama Chile, yaitu: Midesa S.A. (importir rumput laut), Area Design Chile (importir fumitur). dan DDS Chile (importir produk makanan) yang merupakan distributor produk Indofood di Chile.
10. Kegiatan misi dagang dilaksanakan selama tiga hari (13-15 Desember 2017), terdiri dari: a) One-on-One Business Matching, b) Pertemuan dengan importir Chile,dan c) Forum Bisnis yang dihadiri Menlu Chile.
Iman Pambagyo Direktur Jenderal
Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan selaku
Ketua Tim Perunding IC-CEPA Pembuat Berita
Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
18. Hasil misi dagang menunjukkan bahwa pasar Chile perlu digarap dengan lebih serius pasca penandatanganan IC-CEPA karena besarnya minat pelaku usaha Chile.
17. Setelah penandatanganan, hal lain yang penting untuk dilakukan adalah mensosialisasikan hasil dari IC-CEPA kepada publik, khususnya pelaku usaha, untuk: (a) mendapatkan dukungan dalam proses ratifikasi; dan (b) memanfaatkan perjanjian pertama Indonesia dengan negara di kawasan Amerika Latin ini secara makslmal. Bersama ini disampaikan factsheet IC-CEPA yang dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi hasil-hasil perundingan dan dapat diunduh di http://ditjenppi.kemendag.go.id/id/fact-sheet-indonesia-chile-cepa-ic-cepa/.