• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) 2018"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP) 2018

DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG

Jalan. Merdeka No. 72 Telp. (0711) 350651 Fax. (0711) 350523

Email :

[email protected]

Website :

www.dinkes

, palembang.go.id

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa atas selesainya penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 ini.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 ini merupakan pertanggung jawaban tertulis atas penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018, Penyusunan LKjIP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Masih banyak kekurangan yang ada dalam penyajian laporan ini, untuk itu penyusun mengharapkan masukan lebih lanjut guna perbaikan di masa yang akan datang. Semoga apa yang tertuang dalam laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan pengembangan kesehatan di Indonesia dan Kota Palembang Tahun pada khususnya.

Akhir kata, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk meningkatkan mutu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Palembang, sehingga bermanfaat sebagai sumber informasi untuk menyusun perencanaan program dan kegiatan kesehatan.

Palembang, Februari 2019

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang,

dr. Hj. Letizia, M. Kes.

Pembina Utama Muda

(4)

EXECUTIVE SUMMARY (IKHTISAR EKSEKUTIF)

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan saat ini ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan Umur Harapan Hidup, penurunan Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu, menurunkan dan menekan angka kesakitan, meningkatkan pelayanan kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Selain itu pembangunan kesehatan yang dilaksanakan saat ini lebih diarahkan untuk langsung menyentuh ke masyarakat serta meningkatkan kemampuan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya.

Perkembangan Kota Palembang yang cukup pesat yang ditandai dengan makin tingginya kepadatan penduduk dan mobilisasi penduduk dan ditambah lagi dengan tingginya jumlah penduduk miskin telah memberikan kontribusi tersendiri terhadap timbulnya masalah-masalah kesehatan di masyarakat, seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi, penyebaran penyakit menular serta gizi buruk. Selain itu perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat masih rendah dan belum optimalnya sarana dan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan dasar juga masih perlu ditingkatkan disamping dukungan anggaran pembangunan yang masih terbatas. Dalam kebijakan program pembangunan pada Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang 2013 - 2018 disebutkan bahwa Visi Pembanguan Kesehatan Kota Palembang adalah “Palembang Emas Tahun 2018”. Sejalan dengan itu upaya penigkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Palembang Tahun 2017 dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut : 1. Program obat dan

perbekalan kesehatan 2. Program upaya kesehatan masyarakat 3. Program pengawasan obat dan makanan 4. Program pengembangan obat asli Indonesia

5. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 6. Program perbaikan gizi masyarakat 7. Program pengembangan lingkungan sehat 8. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 9. Program standarisasi pelayanan kesehatan 10. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya 11. Program pengadaan, pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata 12. Program kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis 13. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita 14. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia 15. Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan 16. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 17. Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD.

(5)

Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya meningkatnya umur harapan hidup dan menurunnya angka kematian bayi, tertanganinya masalah-masalah kesehatan, meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan serta perilaku dan peran serta masyarakat.

Adapun Anggaran yang tersedia untuk Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 293.754.313.289,01 dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 256.376.307.595,77 atau sebesar 87,28% dari anggaran tersebut.

Untuk itu dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, perlu adanya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang merupakan sarana bagi evaluasi program dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi sesuai Instruksi Presiden RI Nomor: 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Keputusan Kepala LAN RI Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang perbaikan pedoman penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran pencapaian sasaran maka pencapaian kinerja sasaran Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagian besar dalam katagori sangat berhasil. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Dinas Kesehatan dalam mengimplementasikan program/kegiatan Tahun Anggaran 2018 sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Tahunan Dinas.

(6)

D A F T A R I S I

KATA PENGANTAR ... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tugas Pokok dan Fungsi ... 4

C. Struktur Organisasi ... 5

D. Sistematika Penyajian ... 8

BAB II PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2018 ... 9

A. Umum ... 9

B. Indikator Kinerja Utama (IKU) ... 11

C. Strategi dan Kebijakan ... 12

D. Program Utama ... 12

E. Strategi ... 14

F. Program dan Kegiatan Pokok ... 15

G. Rencana Strategis ... 19

H. Perjanjian Kinerja Tahun 2018 ... 23

I. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 ... 24 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 26

A. Pengukuran Capaian Kinerja ... 26

A.1 Kerangka Pengukuran Kinerja ... 26

A.2 Kategori Pengukuran Kinerja ... 27

B. Capaian Kinerja Organisasi ... 27

I. Indikator Kinerja Utama ... 27

II. Indikator Kinerja Pendukung ... 37

C. Sumber Daya ... 74

1. Sumber Daya Manusia ... 74

2. Sumber Daya Anggaran ... 76

BAB IV PENUTUP ... 94

A. Kesimpulan ... 94

B. Saran ... 95 Lampiran

(7)

D A F T A R T A B E L

Tabel 1 Matriks Program Lima Tahunan RPJMD Di Bidang Kesehatan 19

Tabel 2 Sasaran dan Indikator Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

Tahun 2018

23

Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kualitas Kesehatan

Masyarakat

27

Tabel 3.2 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Kualitas

Kesehatan Masyarakat

32

Tabel 3.3 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Mutu Pelayanan

Kesehatan

33

Tabel 3.4 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan MutuPelayanan

Kesehatan

36

Tabel 3.5 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kemitraan pada

Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat

37

Tabel 3.6 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Kemitraan pada

Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat

38

Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kesadaran

Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat

39

Tabel 3.8 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Kesadaran

Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat

40

Tabel 3.9 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Sarana Prasarana

dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

41

Tabel 3.10 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Sarana Prasarana

dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

43

Tabel 3.11 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Khusus

45

Tabel 3.12 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Khusus

49

Tabel 3.13 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit

51

Tabel 3.14 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit

54 Tabel 3.15 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kualitas

Lingkungan

56

Tabel 3.16 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Kualitas

Lingkungan

58 Tabel 3.17 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Status Gizi

Masyarakat

59 Tabel 3.18 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Status Gizi

Masyarakat

60 Tabel 3.19 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kesehatan Ibu dan

Anak/ Reproduksi

61

Tabel 3.20 Realisasi Sasaran Tahun 2017-2018 Peningkatan Kesehatan Ibu dan

Anak/ Reproduksi

66

(8)

Tabel 3.22 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

76

Tabel 3.23 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Obat dan Perbekalan

Kesehatan

77

Tabel 3.24 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Standarisasi Pelayanan

Kesehatan

78

Tabel 3.25 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Dana Alokasi Khusus

(DAK)

78

Tabel 3.26 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Upaya Kesehatan

Masyarakat

79

Tabel 3.27 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pengawasan Obat dan

Makanan

80

Tabel 3.28 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pengembangan Obat Asli

Indonesia

80

Tabel 3.29 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Kemitraan Peningkatan

Pelayanan Kesehatan

81

Tabel 3.30 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Menular

81

Tabel 3.31 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit Menular

82

Tabel 3.32 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pengembangan

Lingkungan Sehat

84

Tabel 3.33 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pengawasan dan

Pengendalian Kesehatan Makanan

85

Tabel 3.34 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Perbaikan Gizi

Masyarakat

85

Tabel 3.35 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Anak Balita

86

Tabel 3.36 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Peningkatan Pelayanan

Kesehatan Lansia

86

Tabel 3.37 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Peningkatan Kesehatan

Ibu Melahirkan dan Anak

87

Tabel 3.38 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Peningkatan Kesehatan

Ibu Melahirkan dan Anak

88

Tabel 3.39 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Program Pengadaan/ Peningkatan

Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

88

Tabel 3.40 Realisasi Keuangan Tahun 2018 Indeks Kinerja Utama 89

(9)

PEMERINTAH KOTA PALEMBANG

DINAS KESEHATAN

Jl. Merdeka No. 72 Palembang 30131 Sumatera Selatan Telp/Fax. (0711) 350651, 350523

E-mail:[email protected], wesite:www.dinkes.palembang.go.id

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG NOMOR : 050/ /PROG/KES/2019

T E N T A N G

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2018

KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG,

Menimbang : a. bahwa untuk lebih meningkatkan akuntabilitas dan transparasi

pelaksanaan Pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna bersih dan bertanggung jawab di pandang perlu adanya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah untuk mengetahui kemampuan dalam penjabaran visi, misi dan tujuan serta sasaran organisasi;

b. bahwa untuk melaksanakan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di pandang perlu menetapkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang tentang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah

Tingkat II dan Kota Praja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1821);

(10)

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;

4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman

Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah ((Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114)

10. Instruksi Presiden Republik Indonsesia Nomor 5 Tahun 2004 Percepatan Pemberantasan Korupsi;

(11)

11. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntanbilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

12. Permenpan Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Kesehatan

14. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang.

15. Peraturan Walikota Palembang Nomor 49 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang;

16. Peraturan Walikota Palembang Nomor 23 Tahun 2017 tentang Strategi dalam Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kota Palembang;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG

TENTANG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2018

Pertama : Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)Dinas Kesehatan Kota Palembang

Tahun 2018 sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;

Kedua : Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)Dinas Kesehatan Kota Palembang

Tahun 2018 sebagaimana dimaksud dalam Diktum Pertama agar digunakan sebagai acuan bagi penyelenggara pemerintahan khususnya dibidang kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama tahun 2018.

Ketiga : Segala biaya yang dikeluarkan akibat keputusan ini di bebankan pada Anggaran

Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang serta sumber lain yang tidak mengikat.

(12)

Keempat : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika ada kekeliruan akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Palembang pada tanggal Januari 2019 Kepala Dinas Kesehatan,

dr. Hj. Letizia, M.Kes. Pembina Utama Muda NIP.196402141991032002

(13)
(14)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tujuan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dalam pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

Keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya dapat dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk mencapai IPM tersebut, salah satu komponen utama yang mempengaruhinya yaitu indikator status kesehatan selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mendukung percepatan pembangunan nasional.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang diperlukan Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018, yang berisi visi, misi serta tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka mencapai target (indikator) yang telah ditetapkan.

Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Palembang mempunyai tugas untuk membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah

Lampiran Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang

Nomor : 050/ /Prog/Kes/2019 Tanggal : Januari 2019

Tentang : Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018

(15)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 2

di bidang kesehatan dalam rangka mewujudkan visi Kota Palembang yaitu “Palembang Emas Tahun 2018” dan Misi Kota Palembang sebagai berikut :

1. Menciptakan Kota Palembang lebih aman untuk berinvestasi dan mandiri dalam pembangunan

2. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat

3. Meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan masyarakat kelurahan

4. Meningkatkan pembangunan bidang keagamaan sehingga terciptanya masyarakat yang religius

5. Meningkatkan pembangunan yang adil dan berwawasan lingkungan di setiap sektor

6. Melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai kota metropolitan bertaraf internasional, beradat, dan sejahtera

Dari 6 misi tersebut misi yang sangat erat terkait dengan sektor kesehatan adalah misi ke 2 (dua) yaitu Menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat dan misi ke 6 (enam) yaitu Melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai kota metropolitan bertaraf internasional, beradat, dan sejahtera. dan dalam mencapai Visi dan Misi Pemerintah Kota Palembang menetapkan bidang urusan pemerintahan dan program prioritas pembangunan yaitu :

1. Program obat dan perbekalan kesehatan

2. Program upaya kesehatan masyarakat 3. Program pengawasan obat dan makanan

4. Program pengembangan obat asli Indonesia

5. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 6. Program perbaikan gizi masyarakat

7. Program pengembangan lingkungan sehat

8. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 9. Program standarisasi pelayanan kesehatan

10. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya

(16)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 3

11. Program pengadaan, pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata

12. Program kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis 13. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita

14. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia

15. Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan 16. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 17. Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD.

Program prioritas tersebut seluruhnya sangat berpengaruh terhadap pembangunan bidang kesehatan, sedangkan program prioritas Kota Palembang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2015-2018 dalam upaya Meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH), Menurunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Angka Kematian Bayi, dan Menurunkan Prevalensi Gizi Kurang adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan jaminan kesehatan masyarakat

2. Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang optimal dan bermutu

3. Pengentasan masalah penyakit menular dan tidak menular 4. Peningkatan mutu layanan kesehatan dan SDM kesehatan 5. Peningkatan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi 6. Perbaikan gizi masyarakat

7. Peningkatan kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

8. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat (PHBS)

9. Penguatan sistem informasi kesehatan 10. Peningkatan kualitas lingkungan

11. Peningkatan pelayanan kesehatan khusus

12. Peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan 13. Penguatan pelayanan rujukan

(17)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 4

Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang selama tahun anggaran 2018, disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2016 Tanggal 20 November 2016 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Revieu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Dinas Kesehatan Kota Palembang mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil, baik berupa output maupun outcome, disisi yang lain, penyusunan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang juga dimaksudkan sebagai pengejawantahan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan pilar penting pelaksanaan good governance dan menjadi cermin untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun agar dapat melaksanakan kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.

B. Tugas Pokok dan Fungsi

Dinas Kesehatan Kota Palembang mempunyai tugas pokok membantu walikota melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang mempunyai kewenangan daerah.

Adapun fungsi Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan serta sumber daya kesehatan.

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit pelayanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan serta sumber daya kesehatan.

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit pelayanan kesehatan, kefarmasian, alat kesehatan serta sumber daya kesehatan.

(18)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 5

4. Koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palembang.

5. Pengelolaan Barang Milik Negara yang menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Kota Palembang.

6. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya.

7. Pelaksanaan fungsi lain yang yang diberikan oleh Kepala Daerah terkait dengan bidang kesehatan.

C. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang dan Peraturan Walikota Palembang Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dibantu oleh:

1. Sekretariat, yang membawahi :

1) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan

2) Sub Bagian Keuangan

3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2. Bidang Kesehatan Masyarakat, membawahi :

1) Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi

2) Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Masyarakat

3) Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga

3. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, membawahi :

1) Seksi Surveilens dan Imunisasi

2) Seksi Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular

3) Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa serta NAPZA

(19)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 6

4. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi

1) Seksi Pelayanan Primer dan Tradisional

2) Seksi Rujukan dan Jaminan Kesehatan

3) Seksi Peningkatan MutuFasilitas Pelayanan Kesehatan

5. Bidang Sumber Daya Kesehatan, membawahi :

1) Seksi Kefarmasian

2) Seksi Alat Kesehatan

3) Seksi Sumber Daya Manusia

6. Unit Pelaksana Tekhnis Dinas,

Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Palembang lebih jelas dapat dilihat pada bagan berikut :

(20)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 7

Perekam Medis; Administrator

Kesehatan Apoteker; Administrator Kesehatan Administrator Kesehatan Perekam Medis Epidemiolog; Entomolog; Laboratorian; Sanitarian; Penyuluh Kesehatan SEKRETARIAT

SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUBBAG SUBBAG KEUANGAN SUBBAG PERENCANAAN DAN PELAPORAN

BIDANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

BIDANG SUMBER DAYA KESEHATAN

SEKSI PROMOSI DAN PEMBERDAYAAN

KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT

SEKSI SURVEILANS DAN IMUNISASI

SEKSI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT SEKSI KESEHATAN KELUARGA DAN GIZI

SEKSI KESLING, KESKER DAN OLAH RAGA

SEKSI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

TIDAK MENULAR

SEKSI YANKES PRIMER DAN TRADISIONAL

SEKSI YANKES RUJUKAN DAN JAMINAN KESEHATAN

SEKSI PENINGKATAN MUTU YANKES

SEKSI KEFARMASIAN

SEKSI SDM KESEHATAN KEPALA DINAS

KEL. JABFUNG UPTD KEL. JABFUNG KEL. JABFUNG

UPTD Puskesmas

KEL. JABFUNG

SEKSI ALAT KESEHATAN

Dokter; Dokter Gigi; Nutrisionist; Bidan; Perawat; Perawat Gigi

KEL. JABFUNG

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(21)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 8

D. Sistematika Penyajian

Pada dasarnya Laporan Kinerja ini berisi pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang selama tahun 2018. Capaian kinerja (performance

results) 2018 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja 2017 sebagai

tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir seperti itu sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 adalah sebagai berikut ini. Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang dan struktur organisasi;

Bab II – Perencanaan Kinerja 2018, menjelaskan berbagai kebijakan umum Dinas Kesehatan Kota Palembang, rencana strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk periode tahun 2017 - 2018 dan penetapan kinerja untuk tahun 2018.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan analisis pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun 2018.

Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2018 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja dimasa datang.

(22)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 9

BAB II

PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2018

A. Umum

Dalam menyikapi perubahan lingkungan strategis yang ada di Kota Palembang, Dinas Kesehatan menyadari sepenuhnya akan peran di masa yang akan datang sebagai tumpuan dan harapan masyarakat kota untuk mengatasi masalah kesehatan yang timbul akibat perubahan pola hidup masyarakat perkotaan. Masalah kesehatan yang disadari antara lain masalah lingkungan pemukiman, gizi, kesehatan reproduksi maupun penanggulangan penyakit menular yang ada di lingkungan kota maupun yang datang dari luar kota.

Untuk menjalankan peran penting kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang memiliki visi yaitu “Tercapainya Palembang Sehat Tahun 2018”.

Dilandasi dengan pemikiran di atas maka selayaknya Dinas Kesehatan bertanggung jawab untuk mengemban amanah yang diberikan Walikota Palembang yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan sesuai standar Kementerian Kesehatan RI pada masyarakat, seperti yang dinyatakan

dalam visi GBHN yaitu “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai,

demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air berkesadaran hukum dan lingkungan sehat, menguasai teknologi, memiliki etos

kerja yang tinggi dan berdisiplin”

Visi tersebut dinyatakan sejalan dengan perubahan-perubahan di era reformasi ini, yaitu Palembang sehat adalah penduduk yang hidup di lingkungan sehat, mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal dengan indeks pembangunan manusia semakin baik antara lain dengan menurunnya Angka Kematian Bayi dari 23 menjadi 21 per 1.000 kelahiran hidup. menurunnya Angka Kematian Ibu dari 100 menjadi 95 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunnya prevalensi gizi buruk pada anak balita sampai dengan < 0.9%.

(23)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 10

Untuk mencapai visi tersebut diperlukan misi Dinas Kesehatan Kota Palembang sehingga hal yang abstrak pada visi akan terlihat lebih nyata. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh insan kesehatan dan pihak yang berkepentingan dapat lebih mengenal cara hidup sehat di tengah-tengah masyarakat mengetahui program-program kesehatan serta hasil yang akan dicapai di masa yang akan datang.

Dalam mencapai visi yang telah ditetapkan, terdapat 2 (dua) misi yang diemban dan akan dilaksanakan yaitu:

1. Menurunkan risiko kesakitan dan kematian serta meningkatkan status kesehatan masyarakat;

(24)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 11

B. Indikator Kinerja Utama (IKU)

Sasaran Indikator Kinerja Penanggung Jawab Keterangan Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Angka Kematian Ibu Bidang Kesehatan Masyarakat dan Bidang P2P

Jumlah Kematian ibu dalam masa kehamilan, persalinan dan masa nifas dalam kurun waktu satu tahun di bagi jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun

Angka Kematian Bayi Bidang Kesehatan Masyarakat dan Bidang P2P

Jumlah kematian bayi dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun Prevalensi Balita Gizi Kurang Bidang Kesehatan Masyarakat

Jumlah balita diperiksa dalam status gizi kurang dibagi jumlah seluruh balita disuatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun

Umur Harapan Hidup

Semua Bidang

Umur Harapan Hidup diperoleh dari Data Pusat Statistik komponen terbentuknya atas besarnya angka kematian. Jika kematian jumlahnya besar maka usia harapan akan rendah Meningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Terakreditasi Semua Bidang

Jumlah puskesmas yang mendapatkan sertifikasi akreditasi Rumah Sakit Pratama Sekretariat, Bidang Pelayanan Kesehatan dan Bidang Sumber Daya Kesehatan

(25)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 12

C. Strategi dan Kebijakan.

Arah kebijakan pembangunan di Kota Palembang bidang kesehatan yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2015 – 2018 pada Sasaran Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan, Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus, Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit, Meningkatnya kualitas lingkungan, Meningkatnya status gizi masyarakat, Meningkatnya kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi, dan Meningkatnya kualitas pelayanan kantor.

Dalam rangka untuk mencapai tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018, maka ditetapkan strategi dan kebijakan sebagai berikut :

Strategi Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1. Penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat 2. Peningkatan upaya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

3. Optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan

Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan promotif dan preventif serta peningkatan upaya kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat

2. Peningkatan sasaran jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat 3. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas

4. Penyediaan rumah sakit pratama

D. Program Utama.

Program Utama yang tercantum Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 – 2018 (Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Nomor 050/4636/Program/Kes/2016) sejalan dengan sasaran pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana

(26)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 13

Pembangunan Jangka Menengah Nasional / RPJMN (Perpres No.7 Tahun 2005) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Palembang Tahun 2005 – 2025 (Perda Nomor 5 Tahun 2009) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun 2013 – 2018,

Program Utama Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai berikut : 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur

4) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

6) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 7) Program Upaya Kesehatan Masyarakat 8) Program Pengawasan Obat dan Makanan 9) Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

10) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 11) Program Perbaikan Gizi Masyarakat

12) Program Pengembangan Lingkungan Sehat

13) Program Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Menular 14) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

15) Progran Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Pustu dan Jaringannya

16) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

17) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 18) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita 19) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

20) Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 21) Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 22) Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD.

(27)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 14

E. STRATEGI

Strategi pembangunan kesehatan dalam mempercepat tercapainya indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1) Meningkatnya mutu kesehatan masyarakat a. Jumlah balita dengan gizi buruk

b. Jumlah kematian bayi c. Jumlah kematian ibu

2) Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

a. Cakupan desa siaga aktif

b. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya 3) Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

a. Cakupan rumah tangga dengan hidup bersih dan sehat

4) Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan a. Obat essensial generik di sarana kesehatan

b. Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

c. Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi d. Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan 5) Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus

a. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

b. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota

c. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 6) Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

a. Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular b. Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

c. Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia d. Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan e. Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan f. Penyediaan alkes untuk RS pratama

7) Meningkatnya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit a. Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

(28)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 15

b. Acute Flacid Paralisys (AFP) rate 2 per 100.000 penduduk c. Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

d. Cakupan penemuan pasien baru TB-BTA Positif e. Cakupan penderita DBD yang ditangani

f. Cakupan penemuan dan penanganan diare

g. Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

h. Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

i. Tempat pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan j. Keluarga menggunakan air bersih

6) Meningkatnya Status gizi masyarakat

a. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga miskin.

b. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

7) Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak serta kesehatan reproduksi a. Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

b. Cakupan pelayanan kesehatan lansia c. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)

d. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

e. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

f. Cakupan KB aktif

g. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani h. Cakupan kunjungan bayi

F. PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK.

Seluruh tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan hanya dapat dicapai apabila telah disusun, ditetapkan dan dilaksanakannya strategi yang tepat. Strategi yang dibangun ini dilandasi informasi dan data yang relevan dari analisis lingkungan, nilai-nilai yang ada dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Penjabaran strategi ini diwujudkan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pokok .

(29)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 16

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a) Penyediaan jasa surat menyurat

b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik c) Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor

d) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

e) Penyediaan jasa administrasi keuangan f) Penyediaan jasa kebersihan kantor

g) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja h) Penyediaan alat tulis kantor

i) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

j) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor k) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

l) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan m) Penyediaan makanan dan minuman

n) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah o) Penyediaan jasa tenaga pegawai tidak tetap

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional b) Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor

c) Rehabilitasi sedang/berat kendaraan dinas operasional 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

a) Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya b) Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a) Pendidikan dan pelatihan formal

b) Pendidikan dan pelatihan swakelola

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD b) Penyusunan pelaporan keuangan semesteran

c) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun d) Penyusunan RKA SKPD

(30)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 17

e) Evaluasi DPA dan DPPA dalam rangka penyusunan anggaran kas 6. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

a) Pengadaaan obat dan perbekalan kesehatan

b) Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan 7. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

a) Revitalisasi sistem kesehatan b) Peningkatan kesehatan masyarakat

c) Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan d) Penyediaan pelayanan pemeliharaan kesehatan

8. Program Pengawasan Obat dan Makanan

a) Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya 9. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

a) Pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alam Indonesia 10. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

a) Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat b) Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat

c) Peningkatan pendidikan pramuka saka bakti husada 11. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

a) Penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi b) Pemberian tambahan makanan dan vitamin

c) Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya

d) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi e) Penanggulangan gizi lebih

12. Program Pengembangan Lingkungan Sehat a) Pengkajian pengembangan lingkungan sehat b) Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat c) Pengendalian dampak kesehatan lingkungan d) Pengembangan Kota Sehat

13. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular a) Penyemprotan/fogging sarang nyamuk

(31)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 18

c) Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular d) Pencegahan penularan penyakit endemik/epidemik

e) Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah 14. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

a) Penyusunan standar pelayanan kesehatan

b) Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan

c) Pembangunan dan pemuktahiran data dasar standar pelayanan kesehatan

15. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana & Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringan

a) Pembangunan puskesmas

b) Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas

c) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas d) Rehabilitasi sedang/berat puskesmas dan puskesmas pembantu

16. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

a) Pembangunan rumah sakit

17. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan a) Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis 18. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

a) Penyuluhan kesehatan anak balita

b) Pelatihan dan pendidikan perawatan anak balita 19. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

a) Pelayanan pemeliharaan kesehatan

b) Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan

20. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan

a) Pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan hasil produksi rumah tangga

b) Pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan restoran

21. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

a) Penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu b) Perawatan secara berkala bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu

(32)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 19

c) Pertolongan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu 22. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD

a) Penyediaan Pelayanan Kesehatan BLUD

G. RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2015 – 2018, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang yang terdiri dari sasaran dan indikator kinerja yang harus dicapai Dinas Kesehatan Kota Palembang selama 5 tahun mulai 2014 – 2018, yaitu sebagai berikut :

Tabel 1

MATRIKS PROGRAM LIMA TAHUNAN RPJMD DI BIDANG KESEHATAN Program Kota Palembang Indikator Kinerja Satuan 2014 2015 2016 2017 2018 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan desa siaga aktif % 70 70 70 70 80 2 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya % 100 100 100 100 100

3 Cakupan rumah tangga

dengan perilaku hidup bersih dan sehat

% 61 62 63 64 65

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

4 Obat essensial generik di sarana kesehatan US $ per pddk 1.4 1.4 1.4 1.4 1.4 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 5 Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

pkm 5 7 8 10 12 6 Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi % 50 75 100 100 100 Program Dana Alokasi Khusus (DAK) 7 Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan pkm 39 40 40 41 42

(33)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 20 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 8 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin % 100 100 100 100 100 9 Cakupan pelayanan

gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota % 100 100 100 100 100 10 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin % 100 100 100 100 100 11 Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular

Pkm 8 9 10 11 12 Program Pengawasan Obat dan Makanan 12 Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa objek 90 100 110 120 120 Program Pengembanga n Obat Asli Indonesia 13 Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

pkm 1 2 4 6 8 Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

14 Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan klinik 12 14 16 18 20 Program Pencegahan dan Penanggulang an Penyakit Menular 15 Cakupan penderita TB Paru BTA positif yang ditangani % 100 100 100 100 100 Program Pencegahan dan Penanggulang an Penyakit 16 Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD % 52 51 50 49 49 17 Cakupan penemuan penderita diare % 100 100 100 100 100

(34)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 21

Menular 18 Cakupan penderita pneumonia balita

% 100 100 100 100 100

19 AFP rate per

2/100.000 penduduk <15 tahun % 100 100 100 100 100 20 Cakupan kelurahan UCI % 100 100 100 100 100 21 Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi kurang< 24 jam % 100 100 100 100 100 Program Pengembanga n Lingkungan Sehat 22 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan % 81 82 83 84 85 23 Cakupan rumah tangga yang menggunakan air bersih % 91 92 93 94 95 Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 24 Cakupan Pengawasan tempat pengolahan makanan memenuhi syarat kesehatan % 81 82 83 84 85 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 25 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan kurang gizi keluarga miskin

% 100 100 100 100 100

26 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan % 100 100 100 100 100 Program Peningkatan Pelayanan 27 Cakupan pelayanan kesehatan anak balita % 90.5 91 91.5 92 92.5

(35)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 22 Kesehatan Anak Balita Program Pelayanan Kesehatan Lansia 28 Cakupan pelayanan kesehatan lansia % 71 72 73 74 75 Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak 29 Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) % 94 94.5 95 95 95 30 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani % 80 80 80 80 80 31 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan % 90 90 90 90 90 32 Cakupan pelayanan nifas % 90.5 91 91.5 92 93 Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak 33 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani % 80 80 80 80 80 34 Cakupan kunjungan bayi % 90 90 90 90 90 35 Cakupan peserta KB aktif % 71 71 72 73 75 Program Pengadaan/ Peningkatan Sarana & Prasarana Rumah Sakit

36 Jumlah rumah sakit pratama

RS 0 1 0 1 0

37 Cakupan penyediaan alkes RS pratama

(36)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 23

H. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018

Sasaran umum pembangunan kesehatan Kota Palembang sejalan dengan sasaran pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional / RPJMN (Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun 2015 – 2018

Tabel 2

Sasaran dan Indikator Kinerja

Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018

No

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Satuan

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun

2016 2017 2018 Trans 2018 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat 1.1.1 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat

1.1.1.1 Angka Kematian Ibu Per 100.000

KH

102 100 95 90

1.1.1.2 Angka Kematian Bayi Per 1000

KH 23 22 21 20

1.1.1.3 Prevalensi Balita Gizi Kurang % 15 14 13 12 1.1.1.4 Umur Harapan Hidup (UHH) Tahun 73.8 73.8 73.8 73.8 1.1.2

Meningkatnya Mutu

Pelayanan Kesehatan

1.1.2.1 Puskesmas Terakreditasi Unit 11 16 10 4

(37)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 24

I. STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2018

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal disebutkan bahwa Standar Pelayanan Minimal atau disingkat dengan SPM merupakan ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal.

Pelayanan dasar dimaksud adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga negara.

Pelayanan dasar dalam Standar Pelayanan Minimal merupakan urusan pemerintahan wajib yang diselenggarakan Pemerintah daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah. Urusan Pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang selanjutnya menjadi jenis SPM, salah satunya adalah Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut.

Pemerintah Provinsi :

1. Pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan atau berpotensi bencana provinsi

2. Pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi kejadian luar biasa provinsi

Pemerintah Kabupaten/Kota : 1. Pelayanan kesehatan ibu hamil 2. Pelayanan kesehatan ibu bersalin 3. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir 4. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir

(38)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 25

Indikator capaian SPM Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

No.

Jenis Pelayanan Dasar & Sub

Kegiatan

Standar Pelayanan Minimal

Indikator Nilai (%) I Pelayanan

Kesehatan Dasar 1

Pelayanan Kesehatan Ibu

Hamil 100 2 Pelayanan Kesehatan Ibu

Bersalin 100 3 Pelayanan Kesehatan Bayi

Baru Lahir 100 4 Pelayanan Kesaehatan Balita 100 5 Pelayanan Kesehatan pada

Usia Pendidikan Dasar 100 6 Pelayanan Kesehatan pada

usia produktif 100 7 Pelayanan Kesehatan pada

Usia Lanjut 100 8 Pelayanan Kesehatan

Penderita Hipertensi 100 9

Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM)

100 10

Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGDJ) Berat

100 11 Pelayanan Kesehatan Orang

Dengan Tuberkulosis (TB) 100 12 Pelayanan Kesehatan Orang

(39)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 26

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA

Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi pemerintah Kota Palembang.

Kinerja Pemerintah Kota Palembang diukur berdasarkan tingkat capaian sasaran dan indikator kinerja sasaran serta menggambarkan pula tingkat capaian pada program/kegiatan untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat capaian sasaran dan program/kegiatan dilakukan.

A.1 Kerangka Pengukuran Kinerja

Capaian Indikator Kinerja Sasaran diperoleh dengan cara membandingkan target dengan realisasi indikator kinerja sasaran melalui media Formulir Pengukuran Kinerja pada Indikator Kinerja Utama sebagaimana disajikan berikut ini :

1) Semakin tinggi realisasi menunjukkan capaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus :

2) Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah capaian kinerja, maka digunakan rumus

Persentase capaian Realisasi x 100 % rencana tingkat capaian Rencana =

Persentase capaian Rencana – (Realisasi-Rencana) x 100% rencana tingkat capaian Rencana =

(40)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 27

A.2 Kategori Pengukuran kinerja

Untuk mempermudah kategori atas capaian indikator kinerja sasaran dan program/kegiatan diberlakukan nilai disertai makna/kategori dari nilai tersebut yaitu:

85 s.d. >100 = Baik Sekali

70 s.d. <85 = Baik

55 s.d. <70 = Cukup

>0 s.d <55 = Kurang

- = Tidak bisa di ukur

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis capaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapainya atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

B. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI I. INDIKATOR KINERJA UTAMA

Sesuai dengan Indikator Kinerja Utama Tahun 2018 terdiri dari 6 Indikator kinerja program untuk mendukung 2 sasaran strategik. Capaian kinerja (perfomance results) selama tahun 2018 dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat

No Sasaran Indikator Kinerja

2018 % Capaian Program Target Realisasi 1 Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat 1 Angka Kematian Ibu 95 14,90 184,32 2 Angka Kematian Bayi 21 1,155 105,82 3 Prevalensi Balita Gizi Kurang 13 7,14 145,08 4 Umur Harapan Hidup 73,8 70,1 94,98

(41)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 28

1. Sasaran 1: ”Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat” dengan 4 indikator yang seluruhnya telah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Indikator Kinerja 1 Angka Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan lain-lain. Target tahun 2018 jumlah kematian ibu sebesar 95 per 100.000 kelahiran hidup, sesuai dengan target MDG’s. Di Kota Palembang tahun 2018 jumlah kematian ibu sebanyak 4 kasus dari 26.837 kelahiran hidup atau 14,90 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini

masih dibawah angka target dari MDG’s.

Faktor yang mendukung keberhasilan capaian ini antara lain akses dan mutu pelayanan KIA di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan yang sudah semakin membaik, termasuk sistem pelaporan, pelacakan, dan pendataan kematian ibu yang juga membaik. Adanya kegiatan kajian kasus kematian perinatal yang fokus pada upaya pembelajaran dan perbaikan mutu pelayanan KIA, tidak hanya menyalahkan. Serta meningkatnya upaya perbaikan gizi pada ibu hamil dan remaja putri.

Sedangkan hambatan yang masih ditemui adalah peran puskesmas PONED dan rumah sakit PONEK belum optimal, belum seluruh fasilitas pemberi layanan KIA (Bidan Praktek Mandiri dan Rumah Bersalin) memberikan pelayanan antenatal sesuai standar antenatal terpadu (10T), kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan neonatus (asfiksia) dan deteksi dini dan ibu hamil resiko tinggi masih kurang, serta sistem rujukan yang belum optimal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, beberapa strategi telah disusun antara lain optimalisasi peran puskesmas PONED dan rumah sakit PONEK, meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan pemberi pelayanan KIA dalam rangka memantau dan meningkatkan mutu pelayanan KIA, meningkatkan kompetensi tenaga

(42)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 29

kesehatan secara berkala, dan optimalisasi sistem rujukan maternal neonatal.

b. Indikator kinerja 2 Angka Kematian Bayi adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup di tahun yang sama.

Target tahun 2018 sebesar 21 per 1000 kelahiran hidup yang ditetapkan

berdasarkan target MDG’s. Di Kota Palembang tahun 2018 jumlah kematian bayi sebanyak 31 kasus dari 26.837 kelahiran hidup atau 1 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut diperoleh dari kematian bayi yang

terlaporkan pada sarana kesehatan dan masih dibawah target MDG’s.

Jumlah kematian bayi masih dibawah target, keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain sistem pelaporan, pelacakan dan pendataan kematian bayi pada semua fasilitas layanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta dan rumah sakit yang ada semakin baik. Juga meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan bayi sudah semakin membaik, terutama dalam penanganan kasus kegawat daruratan neonatal. Termasuk adanya kegiatan kajian kasus kematian maternal perinatal yang fokus pada pembelajaran dan perbaikan mutu pelayanan KIA, tidak hanya menyalahkan. Serta meningkatnya kegiatan pembinaan fasilitas kesehatan pemberi pelayanan kesehatan KIA.

Hambatan yang masih ditemui antara lain cakupan pelayanan kesehatan neonatal sudah sangat baik, namun kualitas pelayanan masih belum optimal. Disamping itu kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan masih kurang (perlu di-update), juga peran rumah sakit PONEK yang belum optimal. Serta penyebab tersering kematian bayi terkait masalah gizi (BBLR) dan infeksi, sehingga untuk penanganannya memerlukan keterlibatan lintas sektor terkait.

Strategi untuk perbaikan ke depan adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar (10T) dengan distribusi 1-1-2, meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan remaja di puskesmas dan sekolah (melalui kegiatan UKS dan skrinning anak sekolah) sesuai dengan standar nasional PKPR, meningkatkan

(43)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 30

jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan neonatal dengan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan neonatal secara berkala, serta menjamin ketersediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan bayi.

c. Indikator kinerja 3 Prevalensi Balita Gizi Kurang adalah balita dengan status gizi menurut berat badan (BB) dan umur (U) dengan Z-score <-3 SD dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwasiorkor).

Target tahun 2018 angka gizi kurang 13% jumlah gizi kurang yang ada 1.546 balita dari 21.648 balita yang ada, maka cakupan 7.14 sehingga capaian kinerja 145,08%.

Hal ini didukung oleh peran aktif petugas puskesmas, kader posyandu, dan peran aktif masyarakat dalam penemuan dan tatalaksana kasus. Juga didukung oleh meningkatnya kegiatan deteksi dini gangguan pertumbuhan pada balita melalui kegiatan penimbangan di posyandu, meningkatnya kualitas hidup atau derajat kesehatan ibu hamil termasuk remaja putri, meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi tentang ASI Ekslusif, pemberian ASI eksklusif di tempat kerja yang cenderung meningkat, meningkatnya kompetensi petugas kesehatan dalam tatalaksana gizi kurang sehingga mutu pelayanan kesehatan semakin baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas) maupun fasilitas kesehatan lanjutan (rumah sakit), adanya kebijakan yang mendukung kualitas hidup bayi yaitu Perda No 2 Tahun 2015 tentang ASI Eksklusif termasuk mensosialisasikannya ke lintas sektor terkait, serta meningkatnya pembentukan kelompok pendukung ibu menyusui.

Selain dukungan, masih ada hambatan yang ditemukan yaitu seluruh kasus gizi kurang didasari oleh penyakit penyerta, tetapi penanganannya terutama didominasi oleh sektor kesehatan, keterlibatan lintas sektor terkait masih kurang. Intervensi gizi sensitif ini (keterlibatan lintas sektor) mempunyai kontribusi yang cukup besar (70%) dalam

(44)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 31

penanganan masalah gizi. Kesadaran masyarakat untuk menimbang bayi/balitanya setiap bulan ke posyandu masih kurang, terutama setelah jadwal imunisasi selesai. Serta kerjasama lintas sektoral untuk menggerakkan masyarakat di bidang kesehatan masih kurang, misalnya kegiatan di posyandu atau poskeskel.

Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, beberapa strategi telah disusun antara lain meningkatkan kegiatan pemantauan pertumbuhan (surveilans gizi) pada anak balita dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program terkait. Meningkatkan promosi kesehatan tentang kesehatan dan gizi, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan gizi dengan pendekatan siklus kehidupan terutama fokus pada 1000 hari pertama kehidupan (sejak hamil sampai anak berusia 2 tahun), meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam perbaikan gizi, serta penguatan peran lintas sektoral dalam intervensi masalah gizi sensitif dan spesifik.

d. Indikator kinerja 4 Umur Harapan Hidup adalah Rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Idealnya Angka Harapan Hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan di buat tabel kematian. Kegunaan Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. Sumber data lain untuk mendapatkan variabel penyusun indikator Umur Harapan Hidup adalah Sensus Penduduk dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS).

(45)

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2018 32

Tabel 3.2

Realisasi Sasaran tahun 2017 - 2018 Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Sasaran

Indikator Kinerja Daerah

Realisasi Tahun 2018

Satuan 2017 2018 Target Realis

asi % IP Selisih realisasi 2017 dan 2018 Target 2018 Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat 1. Angka Kematian Ibu % 25,11 14,90 95 14,90 184,32 BS 10,21 95 2. Angka Kematian bayi Per 1000 KH 1,04 1,155 21 1,155 105,82 BS 0,115 21 3. Prevalensi balita Gizi Kurang Per 100.000 KH 0,37 7,14 13 7,14 145,08 BS 6,77 13 4.Umur Harapan Hidup Tahun 70,05 70,1 73,8 70,1 94,98 BS 0,05 73,8

Dari tabel di atas terlihat bahwa untuk indikator angka gizi kurang Tahun 2018 terjadi peningkatan balita gizi kurang sebesar 6,77%. Di Indonesia prevalensi gizi kurang pada balita (BB/U<-2SD) sebesar 13,8% di tahun 2018 (Riskesdas, 2018)

Sedangkan untuk indikator jumlah Kematian Bayi realisasinya meningkat dibandingkan tahun 2018. Angka Kematian Bayi di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2017 sebesar 2,4%, sedangkan di Propinsi Sumatera Selatan sebesar 29 per 100.000 kelahiran hidup.

Untuk indikator jumlah kematian ibu pada tahun 2018 terlihat penurunan kematian ibu sebesar 10,21/100.000 KH dibandingkan dengan tahun 2017. Berdasarkan Survei Antar Sensus (SUPAS) 2015 AKI kembali turun menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk Indikator Umur Harapan Hidup (UHH) masih menggunakan realisasi tahun 2017 dikarenakan BPS Kota Palembang belum mengeluarkan

Gambar

Tabel 3.13     Hasil Pengukuran Kinerja
Tabel 3.15     Hasil Pengukuran Kinerja
Tabel 3.17     Hasil Pengukuran Kinerja
Tabel 3.19     Hasil Pengukuran Kinerja
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil evaluasi program dan capaian target kinerja pembangunan selama tahun 2016 yaitu analisis program dana analisis berdasarkan tiga pilar pendidikan

Dalam rangka pencapaian sasaran terwujudnya peningkatan upaya pengurangan risiko bencana melalui adaptasi dan mitigasi guna mewujudkan tujuan strategis BPBD Kabupaten

No. Melalui laporan ini, dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam

3.1.1 Analisis Pencapaian Sasaran Dan Indikator Kinerja Tahun 2018 Pada Tahun 2019, Dinas Syari’at Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe menetapakan 5 (lima)

Kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen tahun 2020 tergambar dalam tingkat pencapaian sasaran yang dilaksanakan melalui

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi sebagai jabaran dari visi, misi dan strategi instansi yang

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi sebagai jabaran dari visi, misi dan strategi instansi yang

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi sebagai jabaran dari visi, misi dan strategi instansi yang