• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANATERHA Analisis Pengaruh Bagi Hasil, Suku Bunga (BI Rate) Dan Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah Di Indionesia Periode 2009-2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANATERHA Analisis Pengaruh Bagi Hasil, Suku Bunga (BI Rate) Dan Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah Di Indionesia Periode 2009-2012."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

F

FAKULTAS U

DI IN

S EKONOM UNIVERSIT

NDONESIA

NASKA Dis DITA AN B 300 100 0

TWINNI MI DAN BIS

TAS MUHA

A PERIODE

AH PUBLIK susun oleh : NGGRIAN

057 – I 000 1

ING PROGR SNIS DAN AMMADIY

2014

E 2009-2012

KASI

SARI 103 015

RAM FAKULTA YAH SURAK

2

AS AGAMA KARTA

(2)
(3)

3 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bagi hasil, suku bunga (BI Rate) terhadap deposito mudharabah pada Bank Umum Syariah 2009-2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan dengan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria, didapatkan 4 BUS (Bank Umum Syariah) yaitu BMI (Bank Muamalat Indonesia), BSM (Bank Syariah Mandiri), BSMI (Bank Syariah Mega Indonesia), dan BRIS (Bank Rakyat Indonesia Syariah). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka) yang dikumpulkan dengan teknik pengambilan basis data yang kemudian disusun secara pooling. Periode dalam penelitian ini dilakukan dari Maret 2009 – Maret 2012 sehingga datanya berjumlah 64.

Dari hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara variabel bebas (bagi hasil, suku bunga (BI Rate), dan inflasi) terhadap variabel terikat yaitu deposito mudharabah. Secara parsial variabel bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito mudharabah, variabel suku bunga (BI Rate) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap deposito

mudharabah, dan variabel inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito

mudharabah. Berdasarkan hasil Uji Statistik F menunjukkan bahwa variabel bagi hasil, suku

bunga (BI Rate), dan inflasi secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap deposito mudharabah.

Kata kunci : Bagi Hasil, Suku Bunga (BI Rate), Inflasi, Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah.

PENDAHULUAN

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia sangat pesat, salah satu produk perbankan syariah yang sangat diminati oleh masyarakat adalah deposito mudharabah. Perkembangan penghimpunan dana masyarakat terbesar adalah bentuk deposito mudharabah yaitu sebesar Rp 62,02 Triliun atau sekitar 61,06% diikuti oleh tabungan sebesar Rp 27,81 Triliun (27,38%) dan giro sebesar Rp 11,05 (10,88%).

Deposito mudharabah merupakan produk penghimpunan dana dengan akad mudharabah, dimana nasabah atau deposan sebagai pemilik modal (shahibul maal) dan bank syariah sebagai pengelola modal (mudharib), dana tersebut digunakan untuk melakukan pembiayaan

mudharabah maupun ijarah.

(4)

4

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan jumlah deposito

mudharabah pada bank umum syariah, salah satunya yaitu bagi hasil. Ketika bagi hasil pada bank syariah lebih besar dari bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional, maka nasabah lebih memilih mendepositokan dananya pada bank syariah, begitu juga sebaliknya apabila bagi hasil lebih rendah dari bunga pada bank konvensional nasabah akan mendepositokan dananya pada bank konvensional. Hal itu disebabkan tidak semua nasabah bank syariah merupakan nasabah loyalis yang menggunakan jasa perbankan syariah karena keyakinan, terdapat juga motif profit atau keuntungan.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan jumlah deposito mudharabah pada bank umum syariah adalah suku bunga (BI Rate). Suku bunga (BI Rate) merupakan suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. BI Rate ini juga merupakan acuan bagi bank-bank konvensional yang menitipkan dananya pada Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga. Apabila suku bunga bank konvensional mengalami kenaikan, maka memungkinkan nasabah yang memiliki motif keuntungan lebih memilih mendepositoka dananya pada bank konvensional.

Inflasi merupakan faktor eksternal bank yang dapat mempengaruhi perkembangan jumlah deposito mudharabah pada bank syariah di Indonesia. Saat terjadi inflasi, suatu negara akan mengalami masalah yang cukup serius, hal ini dikarenakan pada saat terjadinya inflasi jumlah uang yang beredar akan mengalami peningkatan yang akan berimbas pada melemahnya nilai mata uang. Apabila nilai mata uang suatu negara turun, maka akan banyak nasabah yang menarik simpanannya pada bank, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.

Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bagi hasil, suku bunga (BI Rate), dan inflasi terhadap jumlah deposito mudharabah pada bank umum syariah di Indonesia periode 2009-2012.

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank Syariah

Dalam pasal 1 ayat 7 UU No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah. Prinsip syariah yang menjadi dasar operasional bank syariah merupakan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah, antara lain kegiatan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah).

(5)

5 Deposito Mudharabah

Deposito mudharabah adalah simpanan berjangka dengan akad mudharabah dimana pemilik dana (shahibul maal) mempercayakan dananya oleh bank untuk dikelola atau bertindak sebagai pengelola dana (mudharib) dengan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati sejak awal. Jangka waktu penarikannya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan ada yang 12 bulan serta dapat diperpanjang otomatis.

Dalam hal ini nasabah bertindak sebagai pemilik dana (shahibul maal) dan bank syariah selaku pengelola dana (mudharib). Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank syariah dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta mengembangkannya, termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak ketiga.

Terdapat dua kontrak mudharabah, yaitu mudharabah mutlaqah, dimana pemilik dana tidak memberi batasan atau persyaratan tertentu kepada bank syariah dalam mengelola investasinya, baik yang berkaitan dengan tempat, cara maupun objek investasinya. Sedangkan

mudharabah muqayyadah dimana pemilik dana memberikan batasan atau persyaratan tertentu

kepada bank syariah dalam mengelola investasinya, baik yang berkaitan dengan tempat, cara maupun objek investasinya.

Bagi Hasil

Bagi hasil merupakan bentuk return (perolehan kembalinya) dari kontrak investasi, dari waktu ke waktu, tidak pasti dan tidak tetap (Adiwarman A. Krim, 2007:191). Besarnya penentuan porsi bagi hasil antara kedua belah pihak ditentukan sesuai kesepakatan bersama dan harus terjadi dengan adanya kerelaan (An-Tarodhin) di masing-masing pihak tanpa adanya unsur paksaan.

Besar kecilnya perolehan kembali tergantung pada hasil usaha yang benar-benar terjadi. Apabila terjadi kerugian maka porsi bagi hasill disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pihak. Kerjasama para pihak dengan sistem bagi hasil harus dilakukan dengan transparan dan adil. Hal ini disebabkan untuk mengetahui tingkat bagi hasil pada periode tertentu itu tidak dapat dijalankan kecuali harus ada laporan keuangan atau pengakuan yang terpercaya.

Suku Bunga (BI Rate)

Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbalan jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Suku bunga adalah presentase dari pokok hutang yang dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu (id.wikipedia.org/wiki/Suku_bunga).

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga bagi bank dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman) (Kasmir, 2002:133).

BI Rate merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance

(6)

6

(www.bi.go.id). BI Rate ini akan menjadi acuan atau dasar bagi bank konvensional dalam menetapkan suku bunga.

Inflasi

Inflasi merupakan suatu keadaan dimana kenaikan harga-harga secara tajam yang berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang (id.wikipedia.org).

Kenaikan harga-harga yang berhubungan dengan inflasi bukanlah harga-harga yang ditetapkan pemerintah, tetapi harga-harga yang terjadi di pasar. Apabila terjadi inflasi akan menurunkan nilai mata uang suatu negara, sehingga masyarakat akan menarik simpanannya di bank.

METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang teah ditetapkan (M. Nazir, 1993:325), populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah pada tahun 2009-2012 yaitu sebanyak 10 perusahaan. Sampel menurut Sugiyono (2003:73) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara sampling purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2003:78).

Proses seleksi sampel didasarkan oleh kriteria yang ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam menentukan sampel yaitu :

1. Terdaftar dalam Bank Indonesia 2. Bank Syariah berdiri lebih dari 5 tahun

3. Memberikan laporan keuangan triwulanan secara lengkap, khususnya pada tahun 2009-2012.

Berdasarkan kriteria diatas, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 Bank Umum Syariah yaitu :

1. Bank Muamalat Indonesia 2. Bank Syariah Mandiri 3. Bank Syariah Mega 4. BRI Syariah

Variabel Penelitian

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagi hasil, suku bunga (BI

(7)

7 Analisis Deskriptif

Analisis statistik deskriptif adalaha statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau member gambaran terhadap objek yang diteiti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Pemilihan Model

Penelitian ini menggabungkan data time series dan cross section atau disebut dengan data panel. Dalam analisis data panel terdapat tiga macam estimasi model yaitu common effects, fixed effects, dan random effects. Untuk memilih diantara ketiga model estimasi tersebut dalam penelitian ini akan digunakan uji F dan uji hausman.

Uji statistik F digunakan untuk memilih model yang akan digunakan, apakah model

commond effects (Ho) atau fixed effects (Hi). Uji Hausman dalam penelitian ini digunakan untuk memilih model fixed effects (Ho) atau random effects (Hi).

Uji Asumsi Klasik

Agar model analisis yang dipakau dalam penelitian ini secara teoritis menghasilkan nilai parametrik yang sahih terlebih dahulu akan dilakukan pengujian klasik regresi yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskesdastisitas. Bentuk model dengan persamaan sebagai berikut :

DMit = β0 + β1 BHit + β2 SBit + β3 INF it + eit

Keterangan :

DMit : Jumlah deposito mudharabah untuk bank i dan waktu t (miliar rupiah) BHit : Bagi hasil untuk bank i dan waktu t (miliar rupiah)

SBit : Suku bunga BI Rate untuk bank i dan waktu t (%) INFit : Inflasi untuk bank i dan waktu t (%)

β0 : Konstanta

β1,β2, β3 : Koefisien regresi dari masing-masing variabel yang mempengaruhi deposito mudharabah.

E : error

(8)

8 Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, digunakan uji signifikansi parameter individual (uji statistik t), yaitu menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lainnya konstan (Ghozali, 2009:17). Kemudian uji signifikansi simultan (uji statistik F), yaitu menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat, nilai koefisien determinasi adalah dia antara nol dan satu (Ghozali, 2009:15).

HASIL PENELITIAN Analisis Deskriptif

Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dalam statistik deskriptif disajikan ukuran-ukuran numerik yang sangat penting bagi data.

a) Hasil Statistik Deskriptif Variabel Bagi Hasil (X1)

Bagi hasil pada Bank Umum Syariah paling rendah diperoleh sebesar Rp 5.815 miliar dan paling tinggi diperoleh sebesar Rp 1.367.853 miliar. Dengan rata-rata nilai bagi hasil sebesar Rp 357.859 miliar selama periode Maret 2009 dampai dengan Desember 2012. b) Hasil Statistik Deskriptif Variabel Suku Bunga (BI Rate) (X2)

Suku bunga BI yang digunakan dalam penelitian dari tahun 2009-2012 diperoleh nilai suku bunga BI yang paling kecil sebesar 0.0575 dan tertinggi pada level 0.0775. Pada periode September 2009 sampai dengan Desember 2010 nilai suku bunga BI konstan di level 0.065.

c) Hasil Statistik Deskriptif Variabel Inflasi (X3)

Hasil statistik deskriptif pada variabel inflasi menunjukkan inflasi terendah selama periode Maret 2009 samapi dengan Desember 2012 adalah sebesar 0,0278, sedangkan tertinggi mencapai 0,079

d) Hasil Statistik Deskriptif Variabel Deposito Mudharabah (Y)

Hasil statistik deskriptif pada variabel deposito mudharabah menunjukkan bahw terendah dari periode Maret 2009 – Desember 2012 sebesar Rp 295.215 miliar, dan pencapaian tertinggi yaitu sebesar Rp 25.016.940.

Pemilihan Model Data Panel

Uji statistik F digunakan untuk memilih model commond effects (Ho) atau model fixed

(9)

9 Tabel 1 Hasil Uji Statistik F Redundant Fixed Effects Tests

Pool: FIXED

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob. Cross-section F 15.251115 (3,57) 0.0000 Cross-section Chi-square 37.713929 3 0.0000

Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai probabilitas cross section F adalah 0.0000 kurang dari α = 5% (0.05), Ho ditolak dapat disimpulkan model fixed effects lebih baik dari model

commond effects.

Selanjutnya untuk memilihmodel fixed effects (Ho) dengan model random effects (Hi) akan digunakan uji Hausman. Berdasarka uji Hausman diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 2 Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Pool: RANDOM

Test cross-section random effects

Test Summary

Chi-Sq.

Statistic Chi-Sq. d.f. Prob. Cross-section random 0.000000 3 1.0000

Berdasarkan output diatas, diketahui bahwa niali probabilitas cross section random

adalah 1.000 lebih besar dari α = 5% (0.05), maka Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan daam penelitian ini adalah model fixed effects.

Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Dalam penenlitian ini uji normalitas yang digunakan adalah uji Jarque-Bera dengan melihat nilai probability. Berdasarkan hasil uji normalitas Jarque-Bera dengan program

(10)

10 2. Uji Mutikolinieritas

Untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah multikolinieritas dilakukan dengan uji

Klein, dengan meregres masing-masing variabel independen lainnya, akan didapatkan

nilai R2i.

Tabel 3 Uji Klein

R2 Independen Y

R2i Independen X1

R2i Independen X2

R2i Independen X3 0.864925 0.589160 0.415065 0.254117

Dapat dilihat dari tabel diatas, bahwa R2 lebih besar dari R2i independen X1, X2 dan X3, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dengan menggunakan uji Park. Tabel 6

Hasil Uji Park Dependent Variable: LNRESID2

Method: Panel Least Squares Date: 05/15/14 Time: 19:30 Sample: 2009Q1 2012Q4 Periods included: 16 Cross-sections included: 4

Total panel (balanced) observations: 64

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 35.22449 4.193711 8.399360 0.0000

X1 -6.62E-07 1.27E-06 -0.521303 0.6042 X2 -114.8737 67.26789 -1.707704 0.0931

X3 8.702395 22.26965 0.390774 0.6974

Diketahui nilai probabilitas dari masing-masing variabel independen adalah 0.6042, 0.0932 dan 0.6974 lebih besar dari α = 5% (0.05), dapat disimpulkan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi

(11)

11 Uji Hipotesis

1. Uji Parsial (uji t)

Uji t dilakukan untuk melihat seberapa jauh pengaruh atu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lainnya konstan. Hasil pengujian regresi liniear sederhana dengan menggunakan program Eviews diperoleh bahwa :

Y = 29069068 + 9.192253 (X1) - 4.27E+08 (X2) + 84380622 (X3) Berdasarkan persamaan regresi diatasdapat dijelaskan sebagai berikut: a) Pengaruh Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah

Nilai probabilitas variabel bagi hasil 0.0000 lebih kecil dari α = 5% (0.05), secara parsial bagi hasil berpengaruh positif terhadap deposito mudharabah. Nilai koefisien 9.192253 berarti dengan asumsi variabel independen lainnya konstan, apabila bagi hasil naik satu miliar, deposito mudharabah naik sebesar Rp 9.192253 miliar, sebaliknya apabila bagi hasil turun satu miliar maka deposito mudharabah juga akan turun sebesar Rp 9.192253 miliar.

b) Pengaruh Suku bunga (BI Rate) terhadap Deposito Mudharabah

Probabilitas variabel suku bunga (BI Rate) 0.0000 lebih kecil dari α = 5% (0.05), dapat disimpulkan secara parsial suku bunga (BI Rate) berpengaruh negatif signifikan. Nilai koefisien -4.27E+08 (-3.607063), artinya dengan asumsi ceteris paribus apabila suku bunga naik sebesar 1%, maka deposito

mudharabah akan turun sebesar -3.607063 miliar. Dan apabila suku bunga

turun sebesar 1% maka deposito mudharabah naik sebesar 3.607063 miliar. -4.27E+08 (-3.607063).

c) Pengaruh Inflasi terhadap Deposito Mudharabah

Nilai probabilitas variabel inflasi 0.0036 lebih kecil dari α = 5% (0.05), maka secara individual variabel inflasi berpengaruh positif signifikan terhadap variael Deposito Mudharabah. Nilai koefisien Inflasi sebesar 84380622, dengan asumsi ceteris paribus apabila Inflasi naik sebesar 1% maka Deposito

Mudharabah akan naik sebesar 84380622 miliar. Apabila Inflasi turun sebesar 1% maka Deposito Mudharabah akan turun sebasar 84380622 miliar.

2. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Berdasarkan hasil regresi dengan menggunakan Eviews, nilai F statistic 60.831111 dengan probabilitas 0.000000 lebih kecil dari α = 5% (0.05). Dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang dimasukkan dalam model secara simultan berpengaruh terhadap variabel deposito mudharabah.

3. Koefisien Determinasi (R2)

(12)

12 Analisis Ekonomi

Diketahui variabel bagi hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap deposito

mudharabah, apabila bagi hasil naik, maka deposito mudharabah yang dihimpun bank syariah akan mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan tidak semua nasabah bank umum syariah yang menggunakan jasa perbankan syiariah karena faktor keyakinan, melainkan karena motif profit atau keuntungan.

Suku bunga (BI Rate) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap deposito

mudharabah. Suku bunga (BI Rate) ini ditentukan oleh Bank Indonesia, dan akan menjadi acuan bank konvensional yang menitipkan dananya pada bank Indonesia untuk menaikan atau menurunkan suku bunga. Apabila suku bunga (BI Rate) naik, jumlah deposito mudharabah akan turun, karena suku bunga bank konvensional menawarkan bunga tinggi. Akibatnya nasabah yang memiliki motif keuntungan akan lebih memilih mendepositokan dananya pada bank konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan. Menurut teori effek fisher antara inflasi dan suku bunga saling berhubungan, jika ada kenaikan inflasi sebesar satu persen maka akan diikuti naiknya suku bunga dalam jumlah yang sama. Dikarenakan dalam ekonomi islam tidak menerapkan suku bunga, maka pada perbankan syariah menaikkan nisbah bagi hasil, sehingga nasabah tidak akan berpaling ke bank konvensional yang menawarkan bunga tinggi.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variabel bagi hasil secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel deposito mudharabah, suku bunga (BI Rate) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan, dan inflasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap deposito

mudharabah. Dan secara simultan variabel bagai hasil, suku bunga (BI Rate) dan inflasi berengaruh terhadap deposito mudharabah. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa nilai R2 atau nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0.850706 (85.0706%) yang berarti variabel dependen yaitu deposito mudharabah dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu variabel bagi hasil, suku bunga (BI Rate), dan inflasi sebesar 85%, sedangkan sisanya 15% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam model.

B. Keterbatasan Penelitian

(13)

13 C. Saran

1. Bagi Pemerintah

Diharapkan pemerintah dan Bank Indonesia secepat mungkin dapat memperbaiki keadaan makro ekonomi. Dengan rendahnya tingkat inflasi dan suku bunga diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sehingga akan menimbulkan efek positif terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Serta program akselerasi oleh Bank Indonesia harus dijalankan dengan efektif dan efisien untuk mewujudkan kestabilan sistem perbankan syariah nasional.

2. Bagi Dunia Perbankan Syariah

Dengan adanya temuan bahwa bagi hasil, suku bunga (BI Rate), dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap jumlah deposito mudharabah dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan syariah masih sulit untuk lepas dari dampak ekonomi makro. Perbankan syariah diharapkan selalu mengevaluasi perkembangan sistem perbankan syariah agar tahan terhadap goncangan krisis dan dampak makroekonomi. Bank syariah harus benar-benar menjalankan prinsip syariah pada setiap operasionalnya agar kepercayaan masyarakat tehadap bank syariah semakin terjaga.

3. Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi mengenai perbankan syariah. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menambah jumlah variabel makro dan jumlah periode penelitian agar hasil yang didapat lebih menjelaskn kondisi yang sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA

A. Djazuli, Yadi Janwari. 2002. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Abdul Aziz Dahlan, dkk (Ed). 1997. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta : Ikhtiar Baru van Hoeve.

Adiwarman A. Karim. 2004. Bank Islam : Analisis Fiqih dan Keuangan, Jakarta: PT. Rajagrafindo persada,

Adiwarman A. Karim. 2007. Bank Islam. Jakarta: PT. Rajagrafindo persada.

Andriyanti, Ani dan Wasilah. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlag Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (Deposito Mudharabah 1 Bulan) Bank

Muamalat Indonesia (BMI). Jurnal, Simposium Nasional Akuntansi XIII

Purwokerto 2010, Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Aniswah, Lina. 2011. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil Terhadap Volume Mudharabah (Studi Pada Bank Muamalat Indonesia tahun 2009-2012).

Skripsi. IAIN: Semarang

Antonio, Syafi’i. 2001. Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik Jakarta: Gema Insani.

Arifin, Zainul. 2006. Dasar-dasar manajemen Bank Syariah. Tangerang : Azkia Publisher.

Bungin, Burhan, M.Si. 2013. Metodologi Penelitian Social Dan Ekonomi. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri,

(14)

14

Dewan Syari'ah Nasional. 2001. Himpunan Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Untuk

Lembaga Keuangan Syari'ah, Ed. 1, Diterbitkan atas Kerjasama Dewan

Syari'ah Nasional-MUI dengan Bank Indinesia.

Djarwanto, P.S; Subagyo, Pangestu. 1993. Statistik Induktif Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE

Faizi. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Simpanan Mudharabah Bank Umum Syariah Periode 2005-2009. Skripsi : UIN Kalijaga Yogyakarta.

Firdaus, Muhammad, dkk. 2005. Fatwa-Fatwa Ekonomi syariah Kontemporer. Jakarta: Renaisan.

Ghozali, Imam. 2009. Ekonometrika (Teori, konsep, dan Aplikasi dengan SPSS17).

Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Gujarati, Damodar. 2007. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Erlangga.

Herlambang, Tedy dkk. 2001. Ekonomi Makro: Teori, Analisis dan Kebijakan, Jakarta: Gramedia.

Kasmir. 2002. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Khalwaty, Tajul. 2000. Inflasi dan Solusinya. Jakarta: PT SUN.

Muhamad. 2005. Bank Syariah Problem dan Prospek Perkembangan Di Indonesia.

Yogyakarta : Graha ilmu.

Muhammad Teknik perhitungan bagi hasil di bank syariah, , 2001. Uii press : Yogyakarta

Muhammad, 2004. Teknik Peritungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syariah.

Cetakan ke-2, edisi revisi, Yogyakarta:UII Press.

Muhammad. 2005. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta : UPP-AMO YKPN

Nazir, Mohammad. 1999. Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Perwaatmadja, Karnaen, dab Muhammad Syafi’i Antonio. 1992. Apa dan Bagaimana Bank Islam. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf

Raditiya, Assriwijaya. 2007. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil Terhadap

Deposito Mudharabah Studi Kasus Bank Syariah Mandiri. Skripsi. UII:

Yogyakarta.

Ridwan, Muhammad. 2004. Manajemen Baitul maal Wat Tamwil (BMT), Yogyakarta: UII Press.

Rizqiana, Rizqa. 2010. Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Dana Deposito Syariah Mudharabah Yang Ada Pada Bank Syariah Mandiri. Skripsi. UIN: Jakarta Sudarsono, Heri. 2005. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi,

Edisi 3, Yogyakarta : Ekonesia.

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta

Sukirno, Sadono. 2004. Makro Ekonomi: Teori Pengantar, edisi ketiga. Jakarta: Rajawali Pers.

Trenggonowati, SE., M.S. 2009. Metodologi Penelitian Ekonomi Dan Bisnis.

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Wibisono, sunlip. 2006. Pengaruh Tingkat Bunga dan PDRB terhadap Tabungan Pasa

Bank Umum Di KBI Jember Tahun (1994) I-(2003)IV, Manajemen, Akuntansi

dan Bisnis, Vol. 4 No. 2.

(15)

15

Winarno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews. Edisi kedua. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

http://id.wikisource.org/wiki/UndangUndang_Republik_Indonesia_Nomor_10_Tahun_1998. di akses pukul 16:31, tanggal 9 desember 2013

id.wikipedia.org/wiki/Suku_bunga 

http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/data/Default.aspx  http://www.bi.go.id/id/moneter/bi-rate/data/Default.aspx 

http://www.bi.go.id/id/publikasi/lain/lainnya/Documents/a09a6dcb151c4916bc6447ef2ec785fcou tlook_perbankan_syariah_2012.pdf 

http://www.brisyariah.co.id/?q=laporan-keuangan 

http://www.syariahmandiri.co.id/category/investor-relation/laporan-triwulan/  http://www.megasyariah.co.id/main/report/publikasi 

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan atas data Penjabaran Perhitungan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Soppeng tentang realisasi Pembiayaan Daerah Pemerintah Kabupaten

Kegiatan berkomunikasi dalam berbagai tujuan sudah cukup terlihat selama proses pembelajaran, terlihat pada pembelajaran berkelompok dan ketika tutor teman

Nasri Uba, 2018, Dampak media Sosial terhadap Minat Baca Siswa SMA Negeri 1 Ile Ape di Kabupaten Lembata. Skripsi pendidikan sosiologi Fakultas keguruan dan ilmu

operasional awal dari penelitian tindakan kelas yang disusun dengan mengacu pada hipotesis tindakan. Langkah awal yang dilakukan oleh guru dalam tindakan pembelajaran pada Siklus

Penghargaan tersebut dapat berupa anggaran yang diberikan kepada Inspektorat harus sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2008 yang nantinya digunakan untuk

Dalam aspek relevansi (relevancy) diperoleh skor rata-rata 3.55, berdasarkan tabel kriteria motivasi siswa nilai tersebut berada pada rentang 3.50 – 4.49 (Baik), hal ini berarti

Konten-konten yang terdapat dalam media pembelajaran ini juga masih sangat tergantung dari buku-buku yang biasa digunakan siswa untuk belajar, sehingga apabila memungkinkan,

Hasil yang diperoleh adalah Kenaikan (penurunan) kas tidak selalu diikuti dengan kenaikan (penurunan) pengeluaran investasi, Terdapat hubungan yang positif antara