METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Model Perumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan.
Gambar 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian
Diagram ini menjelaskan mengenai alur proses penelitian yang dilakukan pada penilitan ini.
Gambar 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian (Lanjutan)
3.2 Penelitian Pendahuluan
Penelitian pendahuluan pada PT. Trafoindo Prima Perkasa dilakukan sebagai langkah awal dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi perusahaan serta mengetahui masalah-masalah yang terjadi di perusahaan. Penelitian pendahuluan ini dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara.
Observasi langsung dilakukan dengan tujuan agar mendapat gambaran sejelas-jelasnya mengenai kegiatan yang berlangusng di lingkungan pabrik CT&VT. Dengan melakukan observasi langsung dapat memudahkan penulis untuk memahami permasalahan yang terjadi serta mampu memperoleh hipotesis awal penyebab timbulnya masalah. Selama melakukan observasi penulis
didampingi wakil perusahaan selaku pembimbing lapangan, sehingga sekaligus dapat melakukan proses wawancara. Selain dengan pembimbing lapangan, wawancara juga dilakukan dengan Direktur Utama, wakil bagian PPIC, wakil bagian HRD, wakil bagian ISO, wakil bagian QC, wakil bagian produksi, serta operator-operator bagian produksi. Dalam wawancara selain melakukan tanya jawab dilakukan juga proses brainstorming.
3.3 Identifikasi Masalah Dengan Diagram Sebab-Akibat
Setelah melakukan penelitian pendahuluan, maka penulis dapat menentukan permasalahan yang akan diangkat. Masalah yang diangkat merupakan masalah yang memiliki keterkaitan dengan bidang teknik industri dan manajemen sehingga dapat dilakukan penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan penulis. Setelah menentukan masalah tersebut penulis mulai mengidentifikasi penyebab umum timbulnya masalah. Berikutnya penulis mengambil beberapa hal yang kemungkinan merupakan penyebab khusus atau dengan kata lain akar utama timbulnya masalah. Hal ini dilakukan dengan berdasar pada hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya.
Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi penyebab umum dan penyebab khusus tersebut dibuatlah diagram sebab akibat. Dengan diagram ini penulis mampu mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah dengan lebih terstruktur, selain itu juga sangat membantu dalam membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah. Dalam pembuatan diagram ini penulis mengembangkan beberapa pertanyaan dengan urutan sebagai berikut :
1. Bagian/Divisi apa yang berpotensi menyebabkan timbulnya masalah utama ?
2. Bagaimana kondisi dari tiap divisi tersebut ?
3. Kondisi manakah yang paling berpengaruh mengakibatkan timbulnya masalah ?
Jawaban dari pertanyaan pertama ditulis sebagai tulang besar, jawaban dari pertanyaan kedua ditulis sebagai tulang-tulang ikan berukuran sedang, sedangkan jawaban dari pertanyaan ketiga akan ditulis sebagai kepala ikan pada diagram sebab akibat yang mengidentifikasi penybab khusus. Pertanyaan diatas juga digunakan untuk membuat diagram sebab akibat kedua. Penempatan jawaban pertanyaan pertama dan kedua dilakukan dengan cara yang sama dengan pembuatan diagram sebelumnya, sedangkan jawaban ketiga merupakan akar timbulnya masalah.
Alasan mengapa diagram sebab akibat dibuat terpisah dalam mengidentifikasi penyebab umum dan khusus adalah untuk memudahkan penempatan tulang-tulang ikan. Apabila hanya dibuat satu diagram saja maka penyebab-penyebab khusus tersebut akan menjadi tulang kecil pada tulang sedang yang memiliki kondisi paling bermasalah. Selain itu dengan membagi diagram menjadi dua bagian akan lebih mudah membaca dan memahami diagram tersebut.
3.4 Perumusan Masalah
Setelah melakukan identifikasi masalah dan penyebab umum maupun khusus maka selanjutnya penyebab khusus itulah yang akan diteliti lebih jauh dan dijadikan perumusan masalah. Perumusan masalah atau pertanyaan penelitian merupakan tahap akhir pada penemuan masalah setelah peneliti memilih bidang dan pokok masalah yang diteliti. Perumusan masalah dibuat sebagai batasan ruang lingkup terhadap masalah yang ingin dibahas didalam penelitian ini, yaitu
bagaimana agar perusahaan dapat memenuhi jadwal produksi yang teah ditetapkan.
3.5 Studi Literature
Setelah mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan, kemudian dilakukan pencarian buku-buku referensi, baik berupa text book, diktat, jurnal, informasi dari internet maupun sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Studi literature ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang tepat dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi perusahaan. Hasil dari studi literature ini akan dimasukkan dalam landasan teori.
3.6 Pengumpulan Data
Data yang dikumpukan berasal dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan sendiri oleh penulis dengan melakukan pengamatan, dan pengukuran secara langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen atau arsip perusahaan.
Data yang merupakan data sekunder pada penelitian ini antara lain : a. Data Pemesanan
Data ini memperlihatkan tipe-tipe CT&VT yang dipesan oleh customer, serta jumlah dan waktu pemesanannya. Data pemesanan yang diperoeh dari perusahaan berperiode tahun 2008 (Januari-Desember) dan Tahun 2009 (Januari-Oktober). Data ini dikumpulkan untuk diolah dalam menentukan tipe CT&VT yang akan diteliti lebih lanjut. Seain itu juga digunakan sebagai
sumber data simulasi pemesanan yang akan dibuat untuk memberikan contoh usulan format penjadwalan bagi operator.
b. Data Keterlambatan Pemenuhan Pesanan
Dari data ini dapat diperoeh informasi menengenai tipe CT&VT yang dipesan, jumlah pemesanannya, cutomer yang memesan, waktu rencana pengiriman pesanan, dan waktu pengiriman pesanan aktual. Data tersebut akan memperjelas bahwa perusahaan mengalami masalah dalam pemenuhan pesanan tepat waktu, sebab terdapat perbedaan waktu rencana pengiriman pesanan dengan waktu pengiriman aktual.
c. Data Keterlambatan Jadwal Produksi
Dari diagram sebab akibat yang telah dibuat pada proses pengidentifikasian masalah diketahui bahwa penyebab timbulnya masalah keterlambatan pemenuhan pesanan adalah karena adanya keterlambatan waktu penyelesaian pembuatan produk dari jadwal yang telah ditetapkan. Untuk memperjelas hal itu maka diperlukan data yang dapat memperlihatkan keterlambatan tersebut.
Dari data ini dapat diketahui tipe CT&VT yang diproduksi, jumlahnya, waktu rencana penyelesaiannya, serta waktu penyelesaian aktual, dan sisa jumlah produk yang harus dibuat untuk periode penjadwalan berikutnya.
Data yang dapat dikumpulkan adalah data periode bulan desember tahun 2009, berdasarkan kebijakna perusahaan.
d. Jadwal Produksi
Data yang dimaksud disini adalah data yang diberikan kepada pihak lantai produksi untuk menginformaiskan kepada mereka tipe dan jumlah CT&VT yang harus mereka produksi dan batas waktu penyelesaiannya. Data ini diberikan setiap kali penjadwalan selesai diakukan, umumnya setiap seminggu sekali. Pengumpulan data jadwal produksi bertujuan untuk mengetahui apakah informasi yang terdapat pada jadwal produksi yang diberikan kepada pihak lantai produksi telah sesuai dengan yang mereka butuhkan
Data yang diperoleh adalah data periode bulan desember tahun 2009 dimana data keterlambatannya telah ditunjukkan pada tabel sebelumnya.
e. Waktu Baku Tiap Stasiun Kerja
Waktu baku yang dimiliki perusahaan merupakan salah satu input data yang digunakan saat melakukan penjadwalan. Data ini dikumpulkan untuk mengetahui apakah waktu baku yang selama ini digunakan perusahaan masih sesuai dengan kondisi di lapangan saat ini, selain itu data ini juga digunakan untuk melakukan contoh perhitungan sederhana dalam memberikan usulan format penjadwalan untuk operator.
f. Jumlah Mesin
Selain data waktu baku dalam melakukan contoh usulan format penjadwalan tersebut diperlukan juga data jumlah mesin dan untuk oven perlu diketahui kapasitas mesinnya.
g. Set-up Time dan Down Time Tiap Proses
Set-up time merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mmpersiapkan hal-hal
yang dibutuhkan sebelum memulai pekerjaan, sedangkan down time adalah waktu untuk membereskan tempat kerja, baik itu untuk mematikan meisn ataupun meletakan peralatan ke tempat penyimpanan.
Data ini akan digunakan untuk perhitungan dalam pembuatan contoh usulan format penjadwalan bagi operator. Meskipun perhitungan pada format tersebut hanya dibuat untuk memudahkan penjelasan format jadwal namun sebaiknya tetap dihtung dengan langkah-langkah yang semirip mungkin dengan perhitungan nyatanya.
h. Persentase Defect
Data ini diperlukan untuk menentukan apakah pada periode bulan tersebut operator berhak mendapat insentif, dan besarnya insentif juga dihitung dengan menggunakan persentse defect ini. Data persentase defect yang digunakan untuk contoh perhitungan pemberian insentif adalah data tahun 2008, sebab data tahun 2009 belum mengalami proses audit.
Persentase defect yang diberikan merupakan persentase defect dari kesluruhan produk yang dihting per bulan, hal ini cukup membantu dalam penghitungan insentif sebab insentif yang diusulkan akan diberikan setiap periode akhir/awal bulan bersamaan dengan pemberian upah.
.
Data yang merupakan data primer pada penelitian ini antara lain : a. Wakru Siklus Tiap Stasiun
Pengumpulan data ini dilakukan dengan mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan operator untuk menyelesaikan pekerjaannya per satu unit menggunakan stop watch. Pengumpulan data ini dilakukan sebanyak 30 kali untuk setiap stasiun pada masing-maisng tipe CT&VT yang diteliti (total 1080 data waktu siklus) Tiap stasiun diwakili oleh satu orang operator, operator yang dijadikan sampel dipilih atas rekomendasi Supervisor. Data ini dikumpulkan untuk perhitungan waktu baku aktual tiap stasiun kerja.
b. Faktor Penyesuaian dan Faktor Kelonggaran
Kedua faktor ini diperlukan dalam perhitungan waktu baku tiap stasiun kerja.
Data faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran dikumpulkan dengan melakukan pengamatan langsung baik terhadap operator maupun terhadap lingkungan kerja. Hasil pengamatan tersebut dinilai dengan menggunakan Tabel Wesstinghouse.
Alasan penggunaan Tabel Westinghouse adalah karena tabel ini memiliki pengklasifikasikan faktor-faktor yang jelas beserta nilai untuk setiap kondisi pada faktor-faktor tersebut, sehingga penulis dapat melakukan penilaian dengan lebih mudah dan lebih objektif.
c. Layout Stasiun Kerja Aktual
Layout ini dibuat untuk memberikan gambaran ynag lebih jelas mengenai kondisi layout yang akan diteliti lebih lanjut (layout stasiun kerja merakit dan melepas rakitan) dan untuk dijadikan perbandingan pada kondisi layout
usulan. Penggambaran layout ini dilakukan dengan menggunakan software AutoCad, sebab dengan software ini penggambaran layout dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih teratur, selain itu keunggulan lainnya adalah dapat menampilkan gambar 2D & 3D untuk berbagai posisi pandangan (atas, bawah, depan, belakang, kanan, dan kiri) dengan sekali pembuatan saja.
d. Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Aktual
Peta ini dibuat untuk memberi penjelasan mengenai gerakan-gerakan kerja ( dalam hal ini kegiatan merakit) pada kondisi aktual agar memudahkan penulis untuk menganalisa gerakan-gerakan tersebut dan dapat mmberikan usulan perbaikan gerakan yang lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan peta ini selain mengetahui gerakan tangan apa saja yang dilakukan operator juga dapat diketahui waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap pergerakannya.
3.7 Pengolahan Data
Setelah proses pengumpulan data selesai dilakukan maka selanjutnya penulis akaa melakukan pengolahan data.
a. Simulasi Data Permintaan Langkh-langkah pengolahan :
• Menetapkan distribusi probabilitas untuk variabel-variabel utama.
Cara yang digunakan dalam menetapkan distribusi probabilistik dari variabel yang ada adalah dengan menganalisa data-data historis (data permintaan Tahun 2008 pada bulan Jnauari, Februari, dan Maret).
Probabilitas atau frekuensi relative untuk setiap hasil yang mungkin
dari sebuah variabel didapat dengan membagi frekuensi observasi dengan total jumlah observasi.
• Menetapkan distribusi kumulatif untuk setiap variabel. Setelah menentukan distribusi probabilitas, langkah selanjutnya mengubah distribusi probabilitas tersebut menjadi distribusi cumulatife dengan cara mengakumulasikan hasil dari distribusi probabilitas yang menghasilkan akumulasi dari masing-masing kelas sebagai total akumulasi dari kelas sebelumnya.
• Menentukan interval dari bilangan-bilangan acak untuk setiap variabel. Setelah ditentukan distribusi probabilitas kumulatif untuk setiap variabel yang terlibat dalam simulasi, selanjutnya ditentukan bilangan-bilangan tertentu untuk mempresentasikan setiap nilai atau hasil yang mungkin didapatkan. Ini sebagai acuan bilangan acak.
• Pembangkitan Bilangan Random. Bilangan acak dibangkitkan untuk masalah-masalah simulasi dalam penelitian ini dilakukan secara manual, pemilihan bilangan acak dapat dilakukan dengan memilih angka-angka dari tabel bilangan acak. Dimana setiap digit atau angka dalam tabel memiliki kesempatan yang sama untuk muncul.
• Menjalankan atau memperoleh hasil simulasi
Simulasi ini perlu dilakukan agar penuls memiliki data pemesanan periode 1 minggu dimana kemungkinan tipe yang dipesan adalah tipe yang saat ini sedang ditleiti (CTB-24, CT-24-2C2R, VT1-24-1, VT-24A). Simulasi dilakukan sebanyak 2 kali sebab diperlukan hasil simulasi mengenai tipe yang muncul pada periode tersebut dan berapa jumlah yang dipesan dari tipe yang muncul. Hasil simulasi ini akan digunakan penuls utnuk memberikan contoh
format usulan jadwal yang sebaiknya diberikan kepada pihak lantai rpoduksi agar mereka mampu melakukan kegiatan poduksi tepat waktu.
Metode simulasi yang digunakan adalah metode Monte Carlo, sebab metode ini cukup sederhana dan metode ini sering digunakan untuk mensimulaiskan kemungkinan permintaan, dan iinventory.
b. Usulan Jadwal Urutan Pengerjaan Langkah-langkah pengolahan :
• Pembuatan usulan format tabel jadwal untuk operator
• Menghitung jumlah yang dapat dibuat oleh oeprator saat mulai bekerja hingga harus berhenti bekerja ( saat istirahat atau pergantian shift) untuk tipe yang telah ditentukan dari hasil simulasi.
Penulis memberikan usulan format jadwal yang akan diberikan kepada operator lantai produksi sebab jadwal yang sebelumnya diberikan oleh perusahaan kurang membantu operator. Pada jadwal ini penulis memberikan urutan pengerjaan yang jelas disertai batas waktu penyelesaiannya.
Diharapkan dengan format baru ini operator akan lebih mudah untuk mencapai target penyelesaian produk. Data yang digunakan untuk memberikan contoh usulan fromat jadwal ini adalah data waktu baku perusahaan, data set-up time dan down time, serta data pemesanan hasil simulasi. Contoh usulan fromat ini dilakukan untuk periode 1 minggu sebab perusahaan melakukan penjadwalan baru setiap satu minggu sekali.
c. Penghitungan Waktu Baku Aktual Langkah-langkah pengolahan :
• Pengujian Kenormalan Data
• Pengujian Keseragaman Data
• Penghitungan Kecukupan Data
• Melengkapi pengukuran
Langkah-langkah pasca pengukuran
• Menghitung Waktu Siklus
• Menghitung Waktu Normal
• Menghitung Waktu Baku
Langkah awal dalam proses pengolahan waktu siklus untuk memperoleh waktu baku adalah melakukan uji terhadap data waktu siklus tiap stasiun, sebab apabila data tersebut tidak lolos uji maka hasil perhitungan kurang akurat. Jenis pengujian terhadap data waktu siklus adalah Uji Nomralitas, Uji Keseragaman, dan Uji Kecukupan Data. Berikut adalah penjelasan dari ketiga pengujian tersbeut ;
- Uji Nomrlitas
Pengujian ini dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software SPSS, alasan penggunaan software ini adalah selain lebih mudah
dan menghemat waktu, penggunaan software ini juga telah banyak digunakan oleh peneliti statistik lainnya sehingga keakuratan hasilnya cukup terpercaya.
Pada landasan teori di BAB 2 telah dijelaskan bahwa uji normalitas dengan menggunakan SPSS dapat dilakukan dengan beberapa cara, pada penelitian ini cara yang digunakan adalah cara kedua karena cara kedua tersebut lebih
akurat dan lebih mudah dibandingkan ketiga cara lainnya. Penulis menenutkan besarnya tingkat kepercayaan 95%.
- Uji Keseragaman
Data waktu siklus yang dikumpulkan harus merupakan data yang seragam, sebab apabila terdapat data yang tidak seragam itu artinya pada sistem kerja yang diteliti terjadi suatu perubahan dan hasil pengolahan datanya akan menjadi hasil yang tidak sesuai dengan sistem kerja yang sesunguhnya sedang diteliti.
Pengujian dilakukan dengan melalui 2 tahap yaitu :
Perhitungan dengan rumus yang telah dicantumkan pada landasan teori untuk memperoleh BKA (Batas Kontrol Atas) dan BKB (Batas Kontorl Bawah) Setelah semua data tidak melebihi batas-batas tersebut maka dilanjutkan dengan pengujian menggunakan software SPPS. Pengujian dengan menggunakan software ini adalah untuk membuktikan bahwa data-data telah seragam. Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah sebesar 95%.
- Uji Kecukupan Data
Perhitungan jumlah kecukupan data dimaksudkan untuk menentukan jumlah sampel minimum yang dapat diolah untuk proses perhitungan selnajutnya.
Perhitungan ini dilakukan untuk melihat apakah data yang telah dikumpulkan sudah cukup atau belum. Bila dari hasil perrhitungan tersebtu diketahui bahwa data yang dikumpulkan telah cukup maka perhitungan waktu baku dapat diteruskan. Nmaun apabila ternyata jumlah data belum cukup maka pengambilan data harus dilakukan lagi hingga mencapai jumlah yang
dibutuhkan. Penulis menenutkan besarnya tingkat kepercayaan 95% dan tingkaat ketelitian sebesar 10%, dan uji ini dilakukan dengan mnggunaknan rumus seperti yang telah tercantum pada landasan teori pada BAB 2.
Data waktu siklus yang telah lolos uji normalitas, uji keseragaman, maupun uji kecukupan data akan dilanjutkan ke perhitungan waktu baku. Perhitungan waktu baku ini dihutng untuk tiap stasiun kerja untuk masing-maisng tipe yang diteliti (total 36 data waktu baku aktual). Sebelum menghitung waktu baku terebih dahulu perlu dihtung waktu normal dengan menggunakan faktor penyesuaian, selanjutnya waktu normal tersebut akan dihtung untuk mendapatkan waktu baku, dalam perhtungan tersebut diperlukan faktor kelonggaran. Perhitungan dilakukan dengan rumus perhitungan waktu baku yang terdapat pada landasan teori.
Perhitungan ini dilakukan agar dapat membandingkan waktu baku yang kini telah digunakna perusahaan dengan waktu baku aktual dairi haisl perhtiungan. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya maka penulis akan menganalisa penyebabnya dan memberikan usulan untuk menangani hal tersebut.
d. Layout Usulan
Langkah-langkah pengolahan :
• Pengamatan layout aktual
• Memikirkan beberapa alternatif usulan perbaikan tata letak
• Memilih alternatif
• Pembuatan layout usulan
Setelah melakukan pengamatan terhadap layout aktual dan menemukan beberapa permasalahan penempatan fasilitasnya maka penulis memberikan usulan tata letak fasilitas yang dapat memudahkan operator dalam menyelesaikan pekerjaannya. Usulan tersebut diberikan dengan berdasar pada prinsip-prinsip perancangan layout, serta prinsip-prinsip Ekonomi Gerakan.
Pembuatan layout usulan dilakukan dengan mengunakan software autocad.
e. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan
Pembuatan peta ini dilakukan untuk menganalisa gerakan tangan operator saat melakukan perakitan, serta untuk mengetahui pengaruh perbaikan layout terhadap keefektifan dan keefisienan gerakan tangan tersebut.
f. Usulan Pemberian Insentif dan Reward Langkh-langkah pengolahan :
• Membandingkan persentase defect tiap section per bulan dengan standard defect perusahaan.
• Menghitung besar insentif bagi operator dengan metode Halsey , Bedaux, dan Rowan Plan
Penulis memilih metode Halsey, Bedaux, dan Rowan Plan sebab dengan metode ini penulis dapat menentukan besarnya insentif yang akan diterima operator tanpa perlu mengetahui atau menghitung upah yang diterima operator tiap unitnya (digunakan upah standard per bulan). selain itu metode ini lebih mudah dijelaskan kepada operator. Rasio partisipasi pekerja (p) untuk halsey adalah sebesar 50% sedangkan untuk Bedaux sebesar 75%.
Pemberian insentif dilakukan setiap satu bulan sekali, operator dinyatakan berhak untuk mendapatkan insentif apabila section dimana dia bertugas berhasil memperoleh persentase defect yang lebih kecil dibanidngkan dengan persentase defect standard perusahan yaitu sebesar 5%.
3.8 Implementasi Layout Usulan
Layout usulan yang telah dibuat kemdian diuji coba untuk mengetahui
apakah layout usulan tersebut dapat mempercepat proses kerja dan apakah operator merasa nyaman dengan layout tersebut. Apabila dari hasil uji coba ternyata hasilnya belum memuaskan seperti waktu yang dibutuhkan lebih lambat atau sama dnegan waktu saat pada kondisi layout aktual maka layout yang diusulkan harus dirubah dan diganti dengan layout usulan yang baru hingga dihasilkan layout usulan yang benar-benar mampu mempercepat proses kerja.
Pengujian dilakukan dengan mengukur waktu siklus dan pembuatan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan satu orang operator pada kondisi layout usulan. Uji coba dilakukan sebanyak 1 kali karena keterbatasan waktu dan tipe produk yang dibuat saat itu adalah tipe CT-24-2C2R.
3.9 Analisa Hasil
Berdasarkan hasil pengolahan data dan beberapa data yang telah dikumpulkan maka penulis melakukan analisa penelitian yaitu :
a. Analisa Diagram Sebab Akibat
Kondisi faktor-faktor yang terdapat pada tulang-tulang berukuran sedang dijelaskan lebih lanjut pada analisa ini, juga diterangkan apakah kondisi
tersebut merupakan salah satu akar penyebab timbulnya masalah atau bukan disertai alasan dari keterangan itu.
b. Analisa Diagram Pareto
Menerangkan hasil dari diagram pareto yaitu tipe yang akan diteliti lebih lanjut didasarkan pada jumlah tipe yang paling banyak dipesan dan total persentasenya melebihi 50% serta alasan dasar pemilihan tersebut baik untuk tipe CT maupun VT.
c. Perbandingan Jadwal Untuk Lantai Produksi Aktual Dengan Jadwal Untuk Lantai Produksi Usulan
Disini penulis menjelaskan kelebihan dari usulan format jadwal untuk lantai produksi khususnya operator dibandingkan dengan jadwal yang selama ini diberikan perusahaan. Selain itu juga diterangkan manfaat dari usulan format tersebut.
d. Analisa Hasil Uji Data Waktu Siklus
Analisa ini dilakukan untuk menrangkan hasil uji yang dilakukan pada waktu siklus baik itu untuk uji kenormalan, kesragaman, maupun uji kecukupan data.
Berapa nilai-nilai sig yang diperoleh dan apa arti dari nilai tersebut.
e. Analisa Faktor Penyesuaian
Menerangkan kondisi masing-maisng faktor penyesuaian dan alasan pemilihan kelas bagi masing-maisng faktor tersebut. Analisa dilakukan untuk tiap operator yang diukur untuk tiap stasiun kerja.
f. Analisa Faktor Kelonggaran
Menerangkan pemberian nilai kelonggaran pada faktor-faktor kelonggaran beserta alasannya untuk tiap-tiap stasiun kerja. Juga dijelaskan kondisi nyata untuk tiap faktor tersebut.
g. Perbandingan Waktu Baku Perusahaan Dengan Waktu Baku Aktual Analisa yang dilakukan adalah mengenai perbedaan waktu aktual dengan waktu baku perusahaan, seberapa besar perbedaannya, faktor apa yang menyebabkan perbedaan tersebut, dan apa pengaruhnya terhadap masalah keterlambatan.
h. Perbandingan Kondisi Layout Aktual dan Kondisi Layout Usulan
Penulis menjelaskan kondisi layotu aktual seperti jarak, benda-benda yang terdapat pada layout beserta fungsinya, kekuranga dari kondisi tersebut dan dampaknya. Selanjutnya penulis akna menjelaskan kondisi layout usulan mulai dari usulan penempatan benda-benda beserta alasannya, manfaat dari penempatan tersebut, serta landasan teori yang digunakan dalam memberikan usulan perbaikan.
i. Perbanidngan Gerakan Merakit dan Melepas Rakitan Layout Aktual dan Layout Usulan
Dari pembuatan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan dapat diketahui apakah gerakan yang dilakukan operator selama ini telah efektif dan efisien, apa alasan-alasan dari penilaian tersebut. Selain itu dapat diketahui apakah dengan layout usulan gerakan tangan operator menjadi lebih efektif dan efisien.
j. Analisa Keunggulan Metode Insentif Yang Diusulkan
Penulis menjelaskan alasan pemilihan metode insentif yang dipilih, dan alasan mengapa perlu diberikannya insentif bagi operator.
3.10 Kesimpulan dan Saran
Setelah melakukan pengolahan data dan juga analisa hasil pengolahan data, dilakukan penarikan kesimpulan dan juga saran. Kesimpulan berisi inti dari hasil pengolahan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Saran dapat berguna bagi perusahaan sebagai salah satu masukan agar perusahaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
3.11 Penjelasan Alur Penelitian Secara Umum
Setelah mengidentifikasi masalah yaitu keterlambatan pemenuhan pesanan maka penulis mencari akar penyebab timbulnya masalah dengan diagram sebab akibat. Dari diagram tersebut diketahui bahwa akar masalah ada pada lantai produksi karena sering kali terlambat menyelesaikan pesanan.
Diagram sebab akibat kedua dibuat untuk mengetahui penyebab kondisi itu. Dari diagram tersebut maka penulis memutuskan untuk melakukan perbaikan pada format jadwal produksi sehingga hal tersebut berdampak pada tata cara kerja operator. Meski tata cara kerja telah diperbaiki namun apabila penjadwalan yang dilakukan menggunakan waktu baku dan data nilai persentase defect yang tidak sesuai maka perbaikan tata cara kerja akan sia-sia saja. Untuk itu pertama-tama penulis melakukan perhitungan waktu baku untuk memastikan apakah waktu baku perusahaan masih sesuai dengan waktu baku kondisi aktual. Dari hasil perhitungan ternyata dua stasiun memiliki waktu baku yang lebih lama dari
waktu baku perusahaan dengan selisih cukup besar. Untuk membuat waktu baku tersebut kembali pada standar waktu baku perusahaan dilakukanlah perbaikan tata letak fasilitas.
Setelah langkah pertama selesai yaitu melakukan penyesuaian pada waktu baku, selanjutnya perlu dilakukan juga penyesuaian pada persentase defect. Pada proses penjadwalan variabel persentase defect di input dengan nilai
5%. Nilai tersebut harus terjaga bahkan lebih baik diperkecil, hal ini bisa dilakukan dengan memotivasi operator, dengan memberi mereka insentif apabila persentase defect mereka lebih kecil dari 5%.
Apabila waktu baku perusahaan telah sesuai dengan waktu baku aktual, persentase defect sama atau lebih kecil dari standar perusahaan, dan operator mengikuti aturan tata cara kerja yang baru dengan konsisten maka bagian produksi akan mampu untuk menyelesaikan produksi sesuai jadwal yang telah ditentukan.