Abstrak— Ni-MOF-5 telah berhasil disintesis melalui metode solvotermal pada suhu 140 °C selama 12 jam. Perbandingan mmol Ni/Zn divariasi sebesar 0,05 dan 0,1 untuk mempelajari pengaruh doping Ni2+
terhadap struktur material MOF-5. Padatan dikarakterisasi dengan Difraksi Sinar-X (XRD), Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX), Thermal Gravimetric Analysis (TGA), dan Isoterm Adsorpsi-desorpsi N2. Hasil XRD menunjukkan bahwa pola difraktogram Ni-MOF-5 sama dengan pola difraktogram MOF-5 hasil sintesis dan standart. Hasil foto SEM menunjukkan morfologi Ni-MOF-5 sama dengan morfologi MOF-5. Penambahan Ni2+ dapat meningkatkan nilai luas permukaan BET dan volume pori dari Ni-MOF-5 dibandingkan dengan MOF-5 tanpa doping Ni2+. Luas permukaan spesifik (SBET) tertinggi dicapai oleh Ni-MOF-5 (0,1) sebesar, 17,592 m2/g dengan volume pori sebesar 0,0783 cc/g.
Kata Kunci—metal-organic framework, Ni-MOF-5, sintesis dan karakterisasi
I. PENDAHULUAN
ETAL Organic Framework (MOF) merupakan material dengan struktur kerangka yang dibangun dari berbagai macam logam atau klaster logam dengan linker organik yang bervariasi [1]. Material MOF mempunyai beberapa kelebihan diantaranya memiliki densitas yang sangat rendah dengan permukaan yang luas [2], ukuran pori yang besar [3], kristalinitasnya tinggi [4]. Selain itu, MOF juga mempunyai kelemahan utama yaitu stabilitas termal yang rendah [5]. Dalam beberapa penelitian dilaporkan, bahwa variasi logam dan linker organik menghasilan material MOF dengan bentuk stuktur, morfologi, sifat fisika, dan sifat kimia yang berbeda-beda [6].
Sumida dkk. (2011) [7] melaporkan bahwa MOF dapat dirancang sesuai dengan sifat dan aplikasi yang diinginkan.
Hal tersebut dikarenakan kemampuan koordinasi antara ion logam dengan linker yang berbeda pada sistem frameworks MOF akan menghasilkan kontrol cukup tinggi terhadap sifat dari MOF. Penelitian tentang aplikasi MOF telah banyak dilaporkan, diantaranya adalah sebagai adsorpsi, pemisahan, dan penyimpanan molekul gas [8-10].
Salah satu jenis kristal material MOF yang berhasil disintesis adalah MOF-5, yang ditemukan pertama kali oleh
Yaghi dkk. [11] pada tahun 1999. MOF-5 mempunyai struktur Zn4O(BDC)3, dalam 3D berbentuk kerangka kubus.
MOF-5 dapat disintesis dari Zn(NO3)2 dan H2BDC (Terephtalic Acid). Sumida dkk. (2011) melaporkan bahwa sintesis MOF-5 berhasil dilakukan adalah metode solvotermal, difusi TEA, sonokimia, dan microwave.
Material MOF-5 mempunyai keunggulan, antara lain mempunyai porositas yang tinggi, luas permukaan besar, bahan baku murah dan mudah didapat. Namun, kelemahan material MOF-5 adalah memiliki kelembaban yang sensitif, bahkan di bawah kondisi atmosfir. Karena adanya koordinasi logam-oksigen yang relatif lemah, maka akan mudah diserang oleh molekul air. Akibatnya, terjadi perubahan fasa dan struktur rusak [12]. Berdasarkan kelemahan tersebut, maka beberapa peneliti mengembangkan dan memodifikasi material MOF-5 untuk memperoleh kapasitas penyimpanan hidrogen yang lebih besar dan stabilitas termal yang tinggi.
Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan metode peningkatan stabilitas termal melalui penambahan material komposit pada MOF-5, contohnya pada sintesis CNT@MOF-5 atau metode doping ion logam transisi, contohnya ion logam Ni2+ [13-15]. Doping pada MOF-5 bertujuan untuk meningkatkan nilai stabilitas termal, kristalinitas, luas permukaan dan volume pori.
Pada penelitian ini akan dilakukan sintesis MOF-5 melalui metode solvotermal Sumida dkk. (2011) dengan penambahan konsentrasi logam dan ligan. Selanjutnya, dilakukan sintesis Ni-MOF-5 dengan variasi konsentrasi Ni2+ yang mengikuti penelitian Botas dkk. (2010). Hasil sintesis akan dipelajari struktur dan karakteristiknya untuk mengetahui besar pengaruh doping Ni2+.
II. URAIANPENELITIAN A. Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan diantaranya peralatan gelas dan plastik. Peralatan gelas seperti beker gelas, gelas ukur, pipet tetes, dan spatula. Selain itu juga digunakan oven, neraca analitik, hotplate-strirer, magnetic stirrer, termometer dan vial bertutup sebagai tempat mereaksikan. Sedangkan peralatan instrumen yang digunakan antara lain, Difraksi Sinar-X (XRD-JEOL), FTIR Shimadzu Insrument Spectrum One 8400S, SEM-EDX Zeiss EVO MA 10, N2 Adsorpsi Quantachrome, dan Thermalgravimetric Analysis (TGA Mettler Toledo). Sedangkan bahan-bahan yang digunakan meliputi Zn(NO3)2⋅6H2O(Sigma-Aldrich, 99,0%); H2BDC
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NIKEL-ORGANIC FRAMEWORKS -5
Nikmatin Sholichah dan Ratna Ediati
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
: [email protected]
M
(Sigma-Aldrich, 99,0%); N’N-dimethyl formamide (DMF,
Merck, 99,8%); CHCl3; NiCl2·6H2O, dan gas nitrogen.
B. Sintesis MOF-5
MOF-5 disintesis menggunakan metode solvotermal dengan variasi ligan. Prosedur yang dilakukan adalah modifikasi dari prosedur sebelumnya [7].
Zn(NO3)2·6H2O(3,63 mmol, 1,08 gram) dan H2BDC (1,19 mmol, 0,198 gram) dilarutkan dalam 30 mL DMF dan diaduk dengan magnetic selama 30 menit. Kemudian, campuran reaksi dipanaskan dalam oven dengan laju pemanasan 140 °C dengan selama 12 jam. Selanjutnya, padatan yang diperoleh direndam dengan DMF, dilanjutkan dengan CHCl3 sebanyak 2 kali setiap 24 jam. Padatan dikeringkan dalam keadaan vakum pada suhu 60-70 °C.
Dilakukan sintesis MOF-5 dengan perbandingan logam/ligan 1,5.
C. Sintesis Ni-MOF-5 dengan variasi Ni2+
Prosedur Ni-MOF-5 dilakukan sama seperti MOF-5 sebelumnya dengan perbandingan logam/ligan sebesar 3.
Variasi konsentrasi Ni/Zn sebesar 0,05 dan 0,1. Contohnya untuk Ni2+ 0,05, 1,625 gram Zn(NO3)2⋅6H2O (5,45 mmol);
0,2971 gram H2BDC (3,576 mmol) dan 0,0647 gram NiCl2·6H2O (0,27 mmol) dalam pelarut 45 mL DMF.
D. Karakterisasi
Hasil padatan dialiri dengan nitrogen lalu dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, difraktometer Sinar-X (XRD), Scanning Elektron Microscope (SEM),
isothermal adsorpsi gas nitrogen, dan
Thermogravimetric analysis (TGA).III. HASILDANDISKUSI A. Sintesis Ni-MOF-5
Sintesis Ni-MOF-5 dilakukan dengan metode solvotermal dengan prekursor garam logam terhidrasi berupa seng nitrat heksahidrat (Zn(NO3)2·6H2O); NiCl2·6H2O ; dan ligan organik H2BDC dalam DMF. Variasi doping Ni2+
adalah 0,05 dan 0,1. Reaksi yang terjadi dalam sintesis ini ditunjukkan oleh Persamaan 1.
4 Zn(NO3)2 ·6H2O(s) + 3 H2BDC(s) + 8 OH-(aq) Zn4O(BDC)3(s) + 8 NO3-
(aq) + 31 H2O(aq) (1) Berdasarkan pengamatan secara visual, hasil padatan MOF-5 berwarna putih, Sedangkan Ni-MOF-5 berwarna hijau. Warna hijau tesebut menandakan bahwa telah adanya penambahan konsentrasi Ni2+ pada MOF-5. Padatan MOF-5 (1,5) memiliki ukuran padatan yang lebih besar daripada MOF-5 (3) dan warna yang lebih putih, serta massa produk yang didapatkan juga lebih banyak. Sedangkan untuk Gambar 4.2 (c) dan (d), hasil padatan Ni-MOF-5 (0,1) memiliki ukuran padatan yang lebih besar daripada Ni- MOF-5 (0,05), serta memiliki warna padatan yang lebih hijau. Hal ini dikarenakan pengaruh penambahan konsentasi ion Ni(II) lebih banyak.
MOF-5 (1,5) menghasilkan yield yang lebih besar, yaitu sebesar 91%. Sedangkan untuk MOF-5 (3) sebesar 62%. Hal ini dapat terjadi karena ligan masih bisa bereaksi
dengan logam Zn. Hasil yang berbeda terjadi pada sintesis Ni-MOF-5, penambahan konsentrasi Ni2+ sebesar 0,1 menghasilkan yield yang lebih sedikit daripada penambahan ion Ni2+ sebesar 0,05. Hasil ini sesuai dengan penelitian Botas dkk. (2010) [17].
B. Hasil Karakterisasi dengan Difraksi Sinar-X (XRD) Karakterisasi dengan difraksi sinar-X dilakukan untuk mengetahui struktur kristal dan kristalinitas dari MOF-5 hasil sintesis (Gambar 1).
Gambar 1. Pola difraktogram hasil sintesis dan penelitian Li dkk. (2008) [17]
Difraktogram MOF-5 (3) memiliki karakteristik 2θ pada 6,8; 9,6; 13,7 dan 15,4°. Puncak-puncak tersebut sesuai dengan hasil penelitian [17]. Selain itu terdapat puncak- puncak kecil pada 2θ = 31,5; 34,6; dan 36,1°. Berdasarkan penelitian Chen dkk. (2010) [19], puncak-puncak tersebut adalah milik ZnO.
Difraktogram menunjukkkan bahwa terjadi pergeseran puncak karakteristik dan pola difraktogram yang berbeda pada MOF-5 (1,5), dengan intensitas yang lebih tinggi daripada MOF-5 (3). Hasil pola difraktogram tersebut sama dengan MOF-5 dari penelitian [19]. Sesuai dengan penelitian Misran dkk. (2011) [6] bahwa XRD MOF-5 (1,5) memiliki puncak karakteristik struktur tetragonal.
Gambar 2. Pola difraktogram MOF-5 dan Ni-MOF-5 Derajat kristalinitas relatif dihitung berdasarkan jumlah luas area puncak khas melalui progam Origin [20].Dari hasil
tersebut menunjukkan bahwa doping Ni2+ pada MOF-5 meningkatkan kristalinitas, namun tidak dapat dilakukan pada konsentrasi yang besar, karena dimungkinkan akan mengganggu pembentukan kerangka MOF-5. Selain itu, kemungkinan penurunan kristalinitas relatif menunjukkan terjadinya kerusakan terhadap struktur kristal yang dihasilkan [21].
C. Hasil Karakterisasi dengan spektroskopi FTIR
Gambar 3. Spektra FTIR hasil sintesis: (a) Referensi Feng dkk. (2013) ; (b) MOF-5 (3); (c) Ni-MOF-5 (0,05) dan (d) Ni-MOF-5 (0,1)
Terdapat puncak spektra pada bilangan gelombang 3600 cm-1 dan pita lebar yang terpusat pada daerah 3460 cm-1 yang merupakan ikatan gugus O-H pada air [22-23]. Puncak spektra pada daerah antara 3100 cm-1 dan 2850 cm-1 adalah gugus-gugus aromatik C-H alifatik pada cincin benzen [22].
Muncul spektra yang sangat tajam pada sekitar daerah gelombang 1580 c m-1, nilai tersebut lebih kecil daripada nilai daerah gelombang vibrasi stretching gugus C=O asam karboksilat (1760-1690 cm-1). Hal ini dipengaruhi oleh gerakan vibrasi stretching anion karboksilat yang terdapat pada MOF-5. Selain itu, puncak di daerah 1760-1690 cm-1 tidak muncul pada spektra FTIR MOF-5, disebabkan telah terjadinya deprotonasi gugus –COOH pada 1-4- benzenedicarboxylic selama bereaksi dengan ion logam [24].
Muncul puncak pada daerah bilangan gelombang 1300 dan 700 cm-1 yang mengindikasikan adanya gerakan vibrasi out- of-plane dari BDC [25].
D. Hasil Karakterisasi SEM-EDX
Hasil gambar SEM dari MOF-5 (3) (Gambar 3.3) tersebut sesuai dengan hasil penelitian Yang dkk. (2012) [26], yaitu
partikel berbentuk kubus dengan ukuran 100 µm. Sedangkan untuk MOF-5 (1,5) menunjukkan partikel padatan berbentuk seperti tetrahedral. Adanya perbedaan struktur MOF-5 tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan [19]. Hasil SEM tersebut mendukung difraktogram XRD sebelumnya pada Gambar 1, yaitu terjadi perubahan pola difraktogram dan intensitas yang lebih tinggi.
Gambar 4. Foto SEM (a) MOF-5 (3); (b)MOF-5 (1,5), (c) Ni-MOF-5 (0,05) dan (d) Ni-MOF-5 (0,1) Morfologi padatan Ni-MOF-5 (0,1) memiliki ukuran yang lebih besar (Gambar 3.d), namun hampir semua padatan berbentuk kubus pecah. Hal ini menunjukkan bahwa doping Ni2+ pada MOF-5 tidak mengubah bentuk kubus MOF-5.
Keretakan patikel padatan MOF-5 menunjukkan adanya lubang pada padatan MOF-5. Menurut Nguyen dan Chohen (2012) [27], menyebutkan bahwa MOF-5 merupakan material merupakan padatan yang paling tidak stabil bila dibandingkan dengan IRMOF-3 dan MIL-53.. Hasil SEM doping Ni2+ pada MOF-5 sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lee dan Park (2011) [28].
a
b
100 µm 200 µm
400 µm 100 µm
100 µm 400 µm
400 µm 3 mm
c
d
Selanjutnya, masing-masing sampel dikarakterisasi dengan EDX (Tabel 1). Hasil EDX memiliki kecocokan dengan difraktogram XRD.Penambahan ligan mengakibatkan adanya kenaikan presentasi unsur C dan O pada MOF-5 (1,5), namun terjadi penurunan presentasi Zn.
Hal ini dimungkinkan ada sisa ligan yang masih terperangkap dalam framework yang tidak dapat dihilangkan saat pencucian padatan sehingga unsur C dalam ligan yang lebih banyak terukur. Adanya unsur Ni pada Ni-MOF-5 membuktikan bahwa Ni2+ yang ditambahkan berhasil bereaksi dengan molekul MOF-5, namun belum tentu terikat pada framework MOF-5 jika dilihat dari difraktogram XRD sebelumnya yang memiliki intensitas lebih rendah rendah.
Tabel 1. Perbandingan presentasi unsur pada sampel
Sampel Unsur
Zn Unsur
O Unsur
C Unsur (%) (% ) (%) (%) Ni
MOF-5 (3) 30,15 24,26 42,28 -
MOF-5 (1,5) 23,64 32,9 43,45 - Ni-MOF-5 (0,05) 16,69 32,36 41,74 9,21 Ni-MOF-5 (0,1) 26,18 36,51 16,52 14,67 D. Hasil Karakterisasi TGA
Pada suhu 84 – 133 °C terjadi pengurangan massa karena adanya pelepasan gugus O-H (air) secara fisik [29].
Selanjutnya, pada rentang suhu 437,38 – 554,80 °C mengindikasikan bahwa kerangka MOF-5 sudah terdekomposisi dan menyisakan material ZnO [18]. Pada suhu tesebut menunjukkan kestabilan termal material MOF- 5 (3). Penurunan berat selanjutnya terjadi pada daerah 900–
1100 °C, menunjukkan adanya spesies Zn yang berasal dari ZnO pada MOF-5. Spesies Zn tervaporasi pada suhu 908 °C di bawah aliran gas argon [30].
Gambar 5. Kurva TGA: (a) MOF-5 (3) dan (b) MOF-5 (1,5) Pengaruh doping Ni2+ mengakibatkan terjadinya penurunan stabilitas termal dan adanya dekomposisi lagi setelah rusaknya framework MOF-5 pada suhu 700 °C. Ni- MOF-5 (0,05) mulai terdekomposisi utama pada 415,05 °C dan Ni-MOF-5 (0,1) pada suhu 418,19 °C. Keadaan tersebut dimungkinkan pada suhu yang rendah Ni2+ akan cenderung
teroksidasi menjadi Ni4+, sehingga memungkinkan MOF-5 diisi oleh Ni4+. Hasil yang sama dilaporkan oleh Botas dkk.
(2010). Selanjutnya, terjadi dekomposisi lagi yang tidak terjadi pada MOF-5 tanpa penambahan Ni2+, yaitu pada suhu 697,18–847 °C yang menunjukkan telah terjadi dekomposisi Ni-BDC yang terperangkap pada kerangka MOF-5. Pada Ni- MOF-5 (0,05) terjadi kehilangan massa lebih besar daripada Ni-MOF-5 (0,1), hal ini memungkinkan bahwa Ni2+ lebih banyak terikat dengan BDC pada penambahan 5%. Kondisi ini tidak sesuai dengan hasil EDX sebelumnya yang menyatakan bahwa unsur Ni terbesar terkandung pada penambahan Ni2+ 10%. Dekomposisi selanjutnya adalah unsur Zn dan Ni, kemungkinan Zn akan lebih dulu hilang.
Hal ini dikarenakan titik didih Zn yang lebih rendah daripada Ni
D. Hasil Karakterisasi Isotermal N2
Karakterisasi menggunakan isotermal adsorpsi-desorpsi nitrogen bertujuan untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran dan volume pori sampel. Melalui metode BET (Brunauer, Emmet, dan Teller) didapatkan informasi luas permukaan dan volume pori sampel, sedangkan menggunakan metode BJH (Barret, Joiner, Halenda) dan HK (Horvath dan Kavazoe) akan memperoleh informasi distribusi ukuran pori.
Pada Gambar 6 ditunjukkan bentuk kurva isotermal semua sampel yang memiliki ukuran pori yang berbeda, yaitu mikropori dan mesopori, sehingga mengikuti tipe adsorpsi IV. Luas permukaan BET material MOF-5 yang dihasilkan pada penelitian ini sangat rendah, yaitu sebesar 7,258 m2/g.
Hasil tersebut jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu mencapai 260 – 4400 m2/g [31]. Hal ini kemungkinan terjadi kerusakan pori pada MOF-5 [12].
Terjadi peningkatan luas permukaan BET pada padatan Ni-MOF-5. Hal ini mengindikasikan bahwa metode doping
2+ berhasil meningkatkan nilai luas permukaan, volume pori, dan ukuran pori. Luas permukaan tertinggi dimiliki oleh Ni- MOF-5 (0,1), yaitu penambahan konsentrasi Ni2+ 10%
dengan luas BET sebesar 17,592 m2/g dan volume pori sebesar 0,0783 cc/g. Hasil karakteristik pori sampel ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2. Data karakteristik pori masing-masing sampel
Sampel Luas
Permukaan BET (m2/g)
Volume Pori (cc/g)
Diameter Pori (nm)
MOF-5 (3) 7,258 0,0476 2,6152
MOF-5 (1,5) 7,076 0,0325 38,546
Ni-MOF-5 (0,05) 15,529 0,0538 30,638 Ni-MOF-5 (0,1) 17,592 0,0783 76,738
Gambar 6. Kurva isotermal adsorpsi-desorpsi nitrogen material: (a) MOF-5 (1,5); (b) MOF-5 (3); (c) Ni-MOF-5 (0,05); dan (d) Ni-MOF-5 (0,1) Distribusi mikropori pada semua sampel terjadi pada ukuran diameter pori 0,3 nm, dengan besar volume gas yang berbeda-beda. Ni-MOF-5 (0,05) memiliki distribusi mikropori yang sangat banyak daripada sampel lainnya (Gambar 7). Sedangkan untuk ukuran mesopori terdistribusi antara ukuran 3 – 7 nm. Distribusi mesopori paling besar dimiliki oleh Ni-MOF-5 (0,1), dan paling rendah dimiliki oleh MOF-5 (1,5). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, penambahan ligan pada MOF-5 mempengaruhi ukuran pori dari meso ke mikro dan mengurangi luas permukaan BET. Sedangkan dengan penambahan konsentrasi Ni2+ akan membentuk ukuran pori mikro ke meso yang lebih banyak.
Gambar 7. Distribusi ukuran pori material: (a) MOF-5 (1,5);
(b) MOF-5 (3); (c) Ni-MOF-5 (0,05) dan Ni- MOF-5 (0,1)
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil karakterisasi, dapat disimpulkan bahwa sintesis doping Ni2+ pada MOF-5 berhasil meningkatkan kristalinitas, luas permukaan BET dan volume pori. Penambahan ligan pada MOF-5 (1,5) mengubah pola difraktogram.
Hasil XRD dan SEM menunjukkan bahwa Ni-MOF-5 dapat mempertahankan struktur kubus dan didukung hasil spektra EDX yang menunjukkan adanya unsur Ni, Zn, O, dan C. Hasil uji adsorpsi-desorpsi gas N2
tertinggi dimiliki oleh material Ni-MOF-5 (0,1) dengan luas permukaan spesifik (SBET) sebesar 17,592 m2/g , volume pori sebesar 0,0783 cc/g, dan diameter pori sebesar 7,6738 nm.
UCAPANTERIMAKASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dra. Ratna Ediati, MS., P.hD selaku dosen pembimbing penulis.
DAFTARPUSTAKA
[1] Ma, L. dan Lin, W. (2010) Designing metal-organic frameworks for catalytic applications. Top Curr Chem 293, 175–205.
[2] Cheng, S., Liu, S., Zhao, Q., dan Li, J: Energy, Conver, Manage 50, 3154-3160
[3] Eddaoudi, M., Kim, J., Rosi, N., Vodak. D., Wacher, M., O’Keeffe, M., dan Yaghi, O.M. (2002) Systematic design of pore size and functionality in isoreticular MOFs and their application in methane storage.
Science 295, 469-472.
[4] Ranocchiari, M., dan Bokhoven, J.A.V. (2011) Catalysis by metal–organic frameworks: fundamentals and opportunities, Physical Chemistry Chemical Physics 13, 6373–6712.
[5] Cavka, J. H., Jakobsen, S., Olsbye U., Guillou N., Lamberti C., Bordiga S., dan Lillerud K. P. (2008) A New Zirconium Inorganic Building Brick Forming Metal Organic Frameworks with Exceptional Stability.
Journal America. Chemistry Society 130 (42), 13850–
13851.
[6] Misran, H., Aminuddin, A. M., Zini, F.A., dan Sighn, . (2010) Synthesis and structural consideration of Metal- Organic Framework (MOF) Coordination polymer with various metal organic linker rations. Key Enginering Materials 462-463, 1103-1108..
[7] Sumida, K., dan Arnold, J. (2011) Preparation, characterization, and postsynthetic of metal-organic frameworks: synthetic experiments for an undergraduate laboratory course in inorganic chemistry. Journal of Chemical Education 88, 92-94.
[8] Murray, L. J., Dincă, M., dan Jeffrey, R.L. (2009) Hydrogen storage in metal-organic frameworks.
Chemical Society R. 38, 1292-1314.
[9] Li, H.W., Shi, W., Zhao, K., Li, K., Bing, Y., dan Cheng, P. (2012) Enhanced hydostability in Ni-doped MOF-5. In Organic Chemistry 5, 9200-9207.
[10] Llewellyn, Philip, L., Bourrelly, S., Serre, C., Vimont, A., Daturi M., H amon L., Weireld GD., Jhung S.H.
(2008) High Uptakes of CO2 and CH4 in Mesoporous Metal-Organic Frameworks MIL-100 and MIL-101.
Langmuir 24, 7245-7250.
[11] Yaghi, O.M., Li, H., Eddaoudi, M., dan O'Keeffe, M.
(1999) Design and synthesis of an exceptionally stable and highly porous metal-organic framework. Nature 402, 276-279.
[12] Greathouse, J.A dan Allendorf, M.D. (2006) The interaction of water with MOF-5 simulated by molecular dynamics. Chemistry Sociaty 128, 10678- 10679.
[13] Yang, S., Cuesta, A. J., dan Schrӧder, M. (2013) Inelastic neutron scattering study of binding of para- hydrogen in an ultra-microporous metal-organic framework. Chemical Physics 428, 111-116.
[14] Brozek, C.K. dan Dincȃ, M. (2012) lattice-imposed geometry in metal-organic frameworks: lacunary Zn4O clusters in MOF-5 serve as tripodal chelating ligands for Ni2+. Chemistry Science 3, 2110-2113.
[15] Li, H.W., Shi, W., Zhao, K., Li, K., Bing, Y., dan Cheng, P. (2012) Enhanced hydostability in Ni-doped MOF-5. In Organic Chemistry 5, 9200-9207.
[16] Kim, J., Kim, S., Jang, H., Seo, G., dan Ahn, W. (2013) CO2 cycloaddition of styrene oxide over MOF catalysts. Applied Catalysis A: General 453, 175–
180.
[17] Botas, J.A., Calleja, G., dan O rcajo, M.G. (2010) Cobalt doping of the MOF-5 and its effect on gas- adsorption properties. Langmuir 26(8), 5300-5303 [18] Li, J., Cheng, S., Zhao, Q., Long P., dan Dong, J.
(2008) Synthesis and hydrogen-storage behavior of Metal–organic framework MOF-5. International Journal of Hydrogen Energy 34, 1377-1382.
[19] Chen, B., Wang, X., Zhang, Q., Xi, X., Cai, J., Qi, H., Shi, S., Wang, J., Yuan, D., dan Fang, M. (2010) Synthesis and characterization of the interpenetrated MOF-5. Journal Materials Chemistry 20, 3758-3767.
[20] Venna, S.R., Jasinski, J.B., dan Carreon, M. A. (2010) Structural evolution of Zeolitiz Imidazolate Framework-8. Journal of American Chemical Society 132, 18030-18033.
[21] Choi, J S., Son, W. J., Kim, J. dan Ahn, W. S., (2008) Metal-organic framework MOF-5 prepared by microwave heating: factors to be considered.
Microporous and Mesoporous Materials 116, 723- 731.
[22] Bordiga, S., Vitillo, J.G., Ricchiardi, G., Regli, L., Cocina, A., Zecchina, B., Arstad, M., Bjorgen, J., Hafizovic., K.P. dan Lillerud. (2005) Interaction of hydrogen with MOF-5. J. Physic Chemistry, B 109, 18237-18242.
[23] Petit, C., dan Bandosz, T.J. (2009) MOF-graphit oxide nanocomposites: surface characterization and evaluation as adsorbents of ammonia. J. Material Chemistry 19, 5777-5783.
[24] Phan, N. T .S., Le, K. A., dan Phan, T. D. (2010) MOF- 5 as an efficient heterogeneous catalyst for Friedel–
Crafts alkylation reactions. Applied Catalysis A:
General 382, 246–253.
[25] Jahan, M., Bao, Q., Yang, J.X., dan Loh, K.P. (2010) Structure-directing role of graphene in the synthesis of metal-organic framewok nanowire. J. Am. Chem. Soc 132, 14487-14495.
[26] Yang, S.J., Kim, T., Im, J.H., Kim, Y.S., Lee, K., Jung, H., dan Park., C.R. (2012b) MOF-derived hierarchically porous carbon with exceptional porosity and hydrogen storage capacity. Chem Mater 24, 464−470
[27] Nguyen, L.T.L., Nguyen, Chi V., Dang, Giao, H., Le, K.K.A., dan Phan, N.T.S. (2011) Friedel-crafts acylation reaction over IRMOF-8 as an efficient heterogeneous catalyst. Chinese Journal of Molecular Catalysts A: Chemical 349, 28-39.
[28] Lee, S. Y. dan Park, S.J. (2011) Effect of platinum doping of activated carbon on hydrogen storage behaviors of metal-oganic framework-5. International Journal of Hydrogen Energy 36, 838-8387.
[29] Feng, Y., Jiang, H., Chen, M., dan Wang, Y. (2013) Construction of interprenated MOF-5 with high mesoporosity for hydrogen storage at low pressure.
Powder Technology, 38-42
[30] Liu, B., Shioyama, H., Jiang, H., Zhang, X., Xu, Q.
(2010) Metal–organic framework (MOF) as a template for syntheses of nanoporous carbons as electrode materials for supercapacitor. Carbon 48, 456– 463.
[31] Kaye, S.S., Daily, A., Yaghi, O.M. dan Long, J.R (2007) Impact of preparation and handling on the hydrogen storage properties of Z n4O(BDC)3 (MOF- 5). J. American Chem. 129, 4176-1477.