• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Tema Revive pada Objek Rancang Pusat Studi Islam di Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Penerapan Tema Revive pada Objek Rancang Pusat Studi Islam di Surabaya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak__.Islam memiliki suatu nilai tersendiri yang tinggi di hati masyarakat Muslim Jawa melihat dari sejarah dan perjuangan para tokoh Islam dulu, Walisongo.Peran objek rancang ini adalah sebagai Pusat Study Islam di Surabaya yang diterjemahkan kedalam

sebuah gagasan tema rancangan yakni

menghidupkan/memaknai kembali. yang diungkapkan dalam satu kata dalam bahasa Inggris yaitu Revive dengan harapan Study Islam ini tidak hanya untuk mengenang jasa perjuangan para pendahulu kita dalam syiar agama tetapi juga untuk belajar kembali dari sejarah perjuangan serta ajaran – ajaran luhur beliau. Sehingga dari proses Revive itu kita dapat lahir untuk melanjutkan proses perjalanan kitaSehingga diharapkan objek rancang ini dapat menjadi landmark baru di kota Surabaya dan sebagai simbolis awal kebangkitan kembali masyarakat Islam serta dapat menunjang dan lebih menghidupkan kembali Kawasan Ampel. Hasil rancangan adalah penerapan karakteristik Revive dan esensi dari beberapa studi kasus terkait seperti IslamicGarden kedalam bentukan dan fasad bangunan yang terlihat dari garis dan bidang lengkung, pola perulangan, tinggi rendah, komposisi, proporsi serta maju mundur dari bentuk bangunan yang menghasilkan bentukan yang dinamis.

Kata Kunci :Revive, memaknai kembali, Islamic Center

I. PENDAHULUAN

Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini bisa terjadi berkat adanya perjuangan dari para Walisongo serta ulama Islam yang lainnya dulu. Walisongo menurut asal katanya yaitu dari kata Wali dan Songo. Wali berasal dari basa arab yang berarti orang suci, sedangkan songo berasal dari bahasa Jawa yang artinya sembilan. Jumlah sembilan ini hanya sebagai sebutan untuk sembilan wali karena sebenarnya Walisongo sendiri terdiri dari banyak generasi dan selalu ada yang mengganti apabila ada satu diantara sembilan wali yang sudah mangkat. Kelompok inilah yang menjadi pusat penyebaran agama Isla pada saat itu. Walisongo yang paling terkenal antara lain generasi terakhir antara lain : Sunan Maulana Malik Ibrahim (Gresik), Sunan Ampel (Raden Rahmad Rahmatullah), Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Drajad, Sunan Gunung Jati

Penerapan Tema Revive pada Objek Rancang Pusat Studi Islam di Surabaya

Guntur Satrio Pambudi, dan Andy Mappajaya

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Perum.Gunung Anyar Emas Blok B-7, Surabaya

E-mail: [email protected]

Gambar 1 Citra Udara Lokasi Tapak (sumber: google earth)

Gambar 2 Pusat Studi Islam Surabaya (sumber: karya pribadi)

Gambar 3 Proses Transformasi Konsep Rancang (sumber: karya pribadi)

(2)

Dalam upaya penyebarannya kebanyakan Walisongo memakai tradisi/budaya setempat sebagai bentuk upaya pendekatan kepada masyarakat yang bersangkutan.

Hal ini dimaksudkan supaya tidak terlalu bertentangan dan mendapatkan perlawanan dari masyarakat. Setelah itu barulah sedikit demi sedikit dikenalkan tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Proses asimilasi dan penyebarannya ini berawal dari daerah pesisir hingga akhirnya sampai ke pelosok.

Untuk mengenang perjuangan beliau Walisongo itu dibutuhkan suatu wadah yang bisa menampung dan melestarikan peninggalan sejarah walisongo dan penerusnya itu, yaitu sebuah masjid tetapi dalam cakupan yang lebih luas dan kompleks sehingga dapat mewadahi lebih banyak aktifitas di dalamnya. Fasilitas museum ditambahkan ke dalam objek rancang ini sebagai bentuk pembelajaran sejarah. Beberapa fasilitas penunjang lainnya juga. Dari susunan bangunan masjid yang kompleks ini biasa disebut Pusat Studi Islam (Islamic Center). Pusat Studi dan Perkembangan Islam di Surabaya ini diharapkan bisa menjadi pusat berkumpulnya umat Islam.

Pusat Studi Islam ini terletak di kawasan Surabaya Utara di Jalan Pegiran, Kawasan Ampel, Kecamatan Semampir. Lahan seluas 2,8 hektar ini merupakan lahan yang berbatasan langsung dengan Jalan Rayakembar Pegiran dan Nyamplungan dan Sungai Pegiran.

II. EKSPLORASIDANPROSESRANCANG Di dalam lingkup perancangan, keberadaan sebuah tema dan konsep sangat diperlukan. Disini peran konsep diambil dan dikembangkan dari beberapa definisi dari Tema Revive yang diambil dari Oxford Dictionarydiantaranya :.

A. Restore to life or conciousness(menghidupkan kembali atau menyadarkan)

B. regain life , consciousness, or strength(mendapatkan hidup kembali, kesadaran, atau kekuatan)

Dua pengertian di atas mempunyai makna yang sama yaitu menyadarkan kembali/memaknai kembali.

aplikasinya ke dalam objek rancang adalah dengan membuat bentukan yang masih mengambil dari bentukan tradisional kemudian dibawa ke dalam bentukan modern tanpa mengurangi esensi dari bentukan Islami yang lampau. Disini mengambil bentukan Atap tajuk 3 tingkat Masjid Jawa Kuno.

Perancangannya masih menggunakan sistem dan komposisi aslinya tetapi dalam teknologi material dan bahannya menggunakan material modern. sehingga tidak mengurangi nilai dari bentukan semula.

C. Restore interest or popularityof(mengembalikan minat dan popularitas)

Aplikasinya adalah pada massa depan yaitu Shopping Arcade yang bentukannya merupakan hasilolahan dari pengulanganbentukdasaratap tajuk yaitu segitiga. kemudian dioleh dengan pemanis berupa

Gambar 4 Site Plan dan Tatanan Massa (sumber: karya pribadi)

Gambar 5 Tampak Objek Rancang (sumber: karya pribadi)

(3)

ornamen Islamic Pattern shingga menjadikan bangunan terkesan megah dan menarik. karena difungsikan sebagai penarik pengunjung.

D. Improve the position or condition of (meningkatkan posisi atau kondisi)

Ini merupakan bentuk adaptasi dari objek rancang dengan lingkungan sekitarnya. terlihat dari adanya pedestrian way yang cukup lebar di sepanjang sisi site yang berbatasan dengan jalan pegiran.mengingat kawasan ini sangat ramaibnyak PKLyang kurang terkoordinasidengan baik diharapkan dengan adanyapedestrianini bisa menjadi tempat PKl yang nyaman dan strategis.

Garden of Delight, oleh Christina Von Hantelmann Di dalam bukunya membahas beberapa tipikal contoh garden yang berada di Spain, Syria, Marroco, India dan Pakistan. Berikut adalah ringkasan dari esensi Garden of Delight :

1. Garden in Spain

Terdapat Central Axis membagi 2 garden menjadi 2 bagian yang sama dengan Kolam sebagai refleksi dari langit.

2. Garden in Syria

Fountain are ad inseparable part of the paradise Garden.Mencerminkan God fearing yaitu disimbolkan sebagai ketaqwaan

3. Garden in Marroco

Paradise Garden is imbellishing with Foutain, Pounds, and Basin.The Image of Paradise thet is promise to the God-fearing is Garden crossed by streams where there is always food and plenty of shade. That is the reward of the God-fearing.

Garden of Eden

The Image of paradise that will reward the God-fearing : There will be streams of water that doesn’t go stale, and streams of milk where taste does not change, and streams of wine that is delicious to drink, and streams of clear honey. They will also find all kind of fruit and forgiveness from their Lord.

III. HASIL PERANCANGAN

A. Aspek Gubahan Massa dan Ruang Luar

Massa bangunan dibedakan menjadi 3 tipe, Islamic Garden yang merupakan penghubung antara 2 masaa yang lainnya. Sedangkan Konsep gubahan massa bangunan utama mengambil dari bentukan tradisional Atap jawa 3 tingkat. Hal ini merupakan symbol dari masjid masjid di Jawa. Dari bentukan atap tajuk yang bentuk dasar nya adalah segitiga. Dari situ kemudian dikembangkan lagi menjadi bentukan 3 deret segitiga yang dipermainkan di beberapa titik poinnya.

Bentuk segitiga ini merupakan pendekatan dari kedua bentukan massa agar kelihatan masih terkait. Dapat dilihat seperti gambar.

Gambar 6 Sikuen Pedestrian way, Islamic Garden, dan Area parkir

(sumber: karya pribadi)

Gambar 7 Sikuen Islamic Garden (sumber: karya pribadi)

(4)

Pemberian ruang luar ditujukan untuk tempat berkumpul pengunjung agar terjadi interaksi sosial disini.

Ruang luar ini dapat diakses langsung dari jalur pedestrian kota.Pemberian kolam refleksi selain untuk estetika juga dimaksudkan untuk memberikan kesan sejuk dan dingin dalam ruang publik ini. Serta pemberian taman-taman untuk peneduh, penyejuk dan estetika.

Massa bangunan massa bangunan yang diletakkan saling berhubungan. Dengan mengambil 1 poros axis yang menghubungkan dengan Masjid Ampel.

1. Islamic garden dengan mengambil poros yang menghubungkan bangunna utama dengan Masjid Sunan Ampel. Garden ini terletak di atas.

2. Terdapat pedestrian ways yang cukup lebar disepanjang sisi jalan Pegiran. Hal ni ditujukan agar bisa mengakomodir para PKL yang sembarangan jualan di jalanan agar tidak mengganggu kelancaran Lalu lintas.

3. Sedangkan area luar yang lain berupa lahan parker mobil, bis, dan sepeda motor yang terletak di belakang B. Aspek Pencapaian

Terdapat hanya 1akses ke dalam site yaitu disisi jalan Pegiran. Kemudian akses kendaraan dibagi menjadi 2 yaitu ke arah parkir bis dan ke arah parkir mobil dan motor.

Parkir mobil dan motor dibedakan menjadi 2 yaitu outdoor dan indoor. kemudian untuk loading dock nya berada di begian belakang bangunan utama dan bagian dalam indoor parkiruntuk SHopping Arcadenya. Jalur sirkulasinya dibuat linier agar lebih teratur dan memudahkan pengunjung.

Sedangkan Akses keluar kendaraan hanya satu yaitu disisi selatan tapak untuk mempermudah pengawasan dan keamanan kendaraan. (Gambar 9)

C. Aspek Bentuk

Konsep gubahan massa bangunan utama mengambil dari bentukan tradisional Atap jawa 3 tingkat. Hal ini merupakan symbol dari masjid masjid di Jawa. Dari bentukan atap tajuk yang bentuk dasar nya adalah segitiga.

Dari situ kemudian dikembangkan lagi menjadi bentukan 3 deret segitiga yang dipermainkan di beberapa titik poinnya.

Bentuk segitiga ini merupakan pendekatan dari kedua bentukan massa agar kelihatan masih terkait.

kemudian dilakukan pengulangan dengan gradasi bentuk, ukuran, dan kemiringan. selain itu untuk menyatukan antara 2 desain bangunan tersebut digunakan Islamic Patter dengan desain yang sama serta penggunaan bentuk Kolom Arsitektural yang sama pula.

D. Aspek Utilitas

Pencahayaanmenggunakan dua jenis , yaitu pencahayaan alami dan buatan. Bangunan ini memaksimalkan pencahayaan alami berupa kisi - kisi Islamic pada fasade bangunannya untuk ruangan komunal, yakni lobby dan foyer, bertujuan untuk memasukkan suasana ruang luar kedalam bangunan. Kemudian untuk pencahayaan buatannya diperuntukkan untuk area bersama seperti R.

Serba Guna, Museum Pusat Studi Islam, Mushollah, Kantor dll.

Penghawaan juga 2 yaitu buatan dan alami. Penghawaan buatan dibagi 2 yaitu memakai AC Central dan Split untuk ruang - ruang seperti kantor, kelas, museum dll.

Gambar 8 Perspektif Pusat Studi Islam Surabaya – dari poros Masjid Ampel

(sumber: karya pribadi)

Gambar 9 Suasana Islamic Garden (sumber: karya pribadi)

Gambar 10 Pencahayaan alami pada Hall Utama dan Cafetaria

(sumber: karya pribadi)

(5)

Untuk Listrik dari PLN masuk trafo untuk disesuaikan tegangannya, yang kemudian disalurkan menuju panel di setiap zona aktivitas.

D. Aspek Struktur

Secara prinsip bangunan ini menggunakan 3 struktur utama yang terpisah untuk meminimalisir merambatnya tiap – tiap

bangunan jika terjadi getaran. Adapun 3 pembagian struktur utamanya adalah sebagai berikut :

1. Struktur Islamic Garden menggunakan struktur kolom balok beton bertulang. Struktur ini digunakan untuk menahan Roof Garden yang difungsikan sebagai Islamic garden.

2. Struktur Bangunan Utama (Pusat Studi Islam) menggunakan struktur kolom balok dengan pola penataan mengadopsi pola tiang bangunan tradisional Jawa yang kemudian dikembangkan lagi menggunakan material dan teknologi modern terutama di bagian Atap Tajug nya.

3. Struktur Shopping Arcade. Shoping Arcade ini terdiri dari 3 deretan massa bangunan yang digabung menjadi 1 massa memanjang

IV. KESIMPULAN/RINGKASAN

Penerapan tema Revive pada bangunan itu bertujuan untuk menyatukan kembali masyarakat Muslim.Seperti padapengembangan Konsepnya ada 3 yaitu revive (menghidupkan kembali, memaknai kembali), increaseinterestorpopularity of, dan improve the condition of. Diharapkan objek rancang ini bisa mewakili fungsi bangunan utamanyayakni sebagai Pusat Studi dan bisa memberi nilai lebih dan meningkatkan kondisi wilayah setempat.

Penerapan tema Revive terlihat dari bentukan yang mengambil bentukan tajuk yang mengambil dari bentuk atap masjid Islam lampau yang dibawa kedalam bentukan dan teknologi modern tanpa meningglkan nila dan esensi dari bentukan Lampau tersebut. Serta pemberian ruang publik sebagai wujud dari adanya interaksi dengan dunia luar.

Dengan hasil rancangan ini diharapkan mampu menjadi suatu Gedung Pusat Studi Islam yang representatif bagi masyarakat umum khususnya di Surabayayang nantinya diharapkan dapat menjadi sebuah landmark dan daya tarik bagi wisatawan untuk kota Surabaya itu sendiri.

UCAPANTERIMAKASIH

Penulis G. S. P menyampaikan banyak terima kasih kepada segenap keluarga penulis; Ir. Andy Mappajaya, MT. selaku dosen pembimbing; Ir. M. Salatoen P., MT.

selaku dosen koordinator mata kuliah Tugas Akhir, Arfiana TalitaAsri yang selalu menyemangati, dan;

segenap dosen; segenap teman satu angkatan penulis dankaryawan Jurusan Arsitektur ITS. Penulis menyampaikanterima kasih atas semua doa, dukungan, dan bantuan yangtelah diberikan selama proses pengerjaan Tugas Akhir danpenyelesaian jurnal ilmiah ini.

DETAIL

Gambar 13 Gambar detail struktur dan ornamentasi Islamic Pattern

(sumber: karya pribadi) Gambar 12 Podium Bangunan Utama

(sumber: karya pribadi)

Gambar 11 Struktur Atap Tajuk Bangunan Utama (sumber: karya pribadi)

(6)

DAFTARPUSTAKA

[1] Broadbent, Geoffrey. 1988. Design in Architecture : Architecture and The Human

[2] Van Hantelmann, Crista. Garden of Delight : Diamon Monte

[3] Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 1. Jakarta:

Erlangga.

[4] Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 2. Jakarta:

Erlangga.

[5] Francis. D.K. Ching. 2000. Arsitektur:Bentuk, Ruang dan Tatanan. Jakarta: Erlangga

[6] Sunyoto, Agus. 2012. AtlasWalisongo. Depok : Pustaka IIMaN

[7] www.googleearth.com

Gambar

Gambar 1 Citra Udara Lokasi Tapak  (sumber: google earth)
Gambar 4 Site Plan dan Tatanan Massa  (sumber: karya pribadi)
Gambar 6 Sikuen Pedestrian way, Islamic Garden, dan  Area parkir
Gambar 8 Perspektif Pusat Studi Islam Surabaya – dari poros  Masjid Ampel
+2

Referensi

Dokumen terkait

Jadi dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk ganti rugi jika terjadi wanprestassi dalam sewa menyewa di PKL CAR Rental sudah ada ketentuan dari pihak

Fasilitas fisik pada Sekolah Pilot yang dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas sumber daya manusia (SDM) calon penerbang, diiringi dengan meningkatkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi tween 80 dan span 80, serta menentukan formula optimum terhadap karakteristik fisik dan

7 Penelitian ini akan melihat bagaimana strategi pengelolaan pemandian alam berbasis masyarakat di sumber maron, wisata yang memberikan nilai lebih,

Kemampuan visual spasial adalah kemampuan yang melibatkan daya imajinasi dan daya ruang yang tinggi. Kemampuan ini digunakan siswa untuk memahami suatu objek tiga dimensi

1) Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan

Pada saat D-panthenol diaplikasikan pada permukaan kulit maka D- panthenol akan berpenetrasi ke dalam epidermis dan diubah menjadi asam pantotenat (vitamin B5) yang merupakan

Oktien Harsari P, SpPK; Sutarti, Amd.; Teti Rahmawati; Dian Ratna Sari; Ferry Ariyanto; Fia