TUGAS
MANAJEMEN KEUANGAN ( EKU 232 AP1 )
NAMA : A.A Krisna Dewi Handayani NIM : 1607531017
ABSEN : 9
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA
2017
SUMBER DANA PERUSAHAAN
A. Sumber Dana Menurut Asalnya 1) Sumber Intern
Riyanto (2001) mengungkapkan sumber dana ditinjau dari asalnya pada dasarnya dibedakan menjadi sumber intern (internal sources) dan sumber ekstern (external sources). Dana yang berasal dari sumber intern adalah dana atau modal yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan seperti laba ditahan (retained earning) dan penyusutan (depreciation).
Besarnya laba ditahan atau cadangan dipengaruhi oleh besarnya laba yang diperoleh selama periode tertentu, dividend policy dan plowing back policy yang dijalankan oleh perusahaan. Meskipun jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu besar, tetapi oleh karena perusahaan mengambil kebijakan bahwa sebagian besar dari laba tersebut dibagikan sebagai deviden, maka bagian laba yang ditahan akan kecil jumlahnya, dan sebaliknya laba ditahan akan cenderung besar kalau perusahaan mengambil kebijakan penanaman kembali dalam perusahaan yang besar.
Sumber intern selain berasal dari laba ditahan/cadangan juga berasal dari depresiasi. Sementara sebelum depresiasi tersebut digunakan untuk menganti aktiva tetap yang akan diganti, dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan meskipun waktunya terbatas sampai saat penggantian tersebut. Selama waktu itu depresiasi merupakan sumber dana atau modal di dalam perusahaan sendiri.
2) Sumber Ekstern
Sumber ekstern (external sources) adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. Dana yang berasal dari sumber ekstern adalah dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik, peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan.
Dana atau modal yang berasal dari para kreditur adalah merupakan hutang bagi perusahaan yang bersangkutan dan modal yang berasal dari kreditur tersebut ialah apa yang disebut modal asing. Metode pembelanjaan dengan menggunakan modal asing disebut pembelanjaan asing atau pembelanjaan dengan hutang (debt financing).
Dana atau modal yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan adalah merupakan dana yang akan tetap ditanamkan dalam perusahaan yang bersangkutan dan dana ini dalam perusahaan tersebut akan menjadi modal sendiri. Metode pembelanjaan dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik atau calon pemilik tersebut disebut pembelanjaan sendiri
(equity financing). Dengan demikian maka dana yang berasal dari sumber ekstern adalah terdiri dari modal asing dan modal sendiri. Pada dasarnya pihak-pihak pemberi dana atau modal ekstern yang utama dapat terdiri dari :
a) Supplier disini bertindak sebagai pemberi dana kepada suatu perusahaan di dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun), maupun untuk jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun).
b) Bank adalah lembaga kredit yang mempunyai tugas utama memberikan kredit di samping pemberian jasa-jasa lain di bidang keuangan. Pemberian kredit oleh bank bisa jangka pendek (kurang dari satu tahun), jangka panjang (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 10 tahun).
c) Pasar Modal (capital market) adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam anti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi- obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek.Pasar Modal, adalah merupakan sumber dana ekstern bagi suatu perusahaan, dimana secara abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) disatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang dilain pihak, atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang. Dimaksudkan dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat.
Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai suplus tabungan (saving surplus unit) kepada unit ekonomi yang mempunyai defisit tabungan (saving deficit unit). Dalam pasar modal dibedakan antara pasar perdana dan pasar sekunder. Dimaksudkan dengan pasar perdana adalah pasar bagi efek yang pertama kali diterbitkan dan ditawarkan dalam pasar modal, sedangkan pasar sekunder adalah pasar bagi efek yang sudah ada dan sudah diperdagangkan dalam bursa efek. Definisi
resmi menurut Keputusan Menteri Keuangan RI tentang Emisi Efek melalui bursa menyatakan bahwa Pasar Perdana adalah penawaran efek emiten kepada pemodal selama masa tertentu sebelum efek tersebut dicatatkan di bursa, sedangkan pasar sekunder adalah perdagangan saham setelah melewati masa penawaran pada Pasar Perdana. Dengan demikian maka pasar modal dalam bentuk kongkritnya ialah bursa efek.
Dalam bursa efek, pemodal besar dan kecil, baik perorangan maupun lembaga-lembaga seperti dana pensiun, perusahaan asuransi ataupun perusahaan-perusahaan lainnya dapat membeli dan menjual saham atau efek- efek lainnya. Harga dari saham dan efek-efek lain berubah-ubah sesuai dengan perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan terhadap efek yang bersangkutan. Harga dari efek-efek sebenarnya juga merupakan barometer dari pandangan mereka mengenai masa depan industri dan ekonomi pada umunya. Pasar modal merupakan sumber utama bagi perusahaan- perusahaan yang membutuhkan dana dalam jumlah yang besar dan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
Secara umum instrumen yang diperdagangkan di Pasar Modal, yang sering disebut efek meliputi saham dan obligasi. Masing-masing dijelaskan sebagai berikut :
a) Saham
Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Ada dua bentuk saham yaitu saham biasa dan saham preferen. Adapun perbedaan dari kedua bentuk saham tersebut dijelaskan dibawah ini :
1. Saham Preferen
Hak-hak yang melekat pada saham preferen sbb :
a. Hak mendahului pembagian deviden dibanding saham biasa ( besarnya deviden biasanya tetap )
b. Hak mendahului dalam hal pembagian kekayaan perusahaan bila terjadi likuidasi dibanding saham biasa
c. Secara teori tidak mempunyai hak suara Macam-macam saham preferen sbb :
a. Participating Preferred yaitu saham preferen dimana pemiliknya
memiliki partisipasi terhadap sisa laba setelah dibagi,baik kepada pemegang saham preferen maupun saham biasa.
b. Non Participating Preferred yaitu saham preferen dimana pemiliknya memiliki partisipasi terhadap sisa laba setelah dibagi,baik kepada pemegang saham preferen maupun saham biasa.
c. Commulative preferred yaitu saham preferen dimana pemiliknya mendapatkan pembagian dividen yang dijumlahkan pada tahun berikutnya bila dalam tahun yang bersangkutan belum dibayar.
d. Non Commulative preferred yaitu saham preferen dimana pemiliknya tidak mendapatkan pembagian dividen bila dalam tahun yang bersangkutan dividennya tidak bisa dibayar.
e. Convertible preferred yaitu saham preferen yang bisa ditukar dengan saham biasa
Menurut James C. Van Horne dan John M. Wachhowicz. Jr (dalam Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, edisi 13, 2012;87).
Saham preferen adalah jenis saham yang biasanya menjanjikan dividen tetap tetapi melalui perimbangan dewan direksi. Saham ini memiliki kelebihan dari saham biasa dalam hal pembayaran dividen dan klaim atas aset. Kebanyakan saham preferen membayarkan dividen tetap dengan interval tertentu. Saham preferen tidak memiliki tanggal jatuh tempo yang tertentu yang tertulis dan hampir sama dengan obligasi perpetual berdasarkan pembayarannya yang bersifat tetap. Jadi tidaklah menunjukkan kedalam menilai saham preferen serta menggunakan pendekatan umum yang sama dengan yang di aplikasikan untuk menilai obligasi perpetual. Jadi nilai kini dari saham preferen adalah “V=Dp /Kp.”. Dp deviden tahunan perlembar saham preferen dan Kp adalah tingkat diskonto yang tepat.
2. Saham Biasa
Hak-hak yang melekat pada saham biasa sbb :
a. Hak untuk memilih pengurus atau pengawas melalui RUPS b. Hak memperoleh dividen melalui RUPS
c. Hak untuk mengalihkan kepemilikan d. Hak untuk mengeluarkan pendapat
e. Hak untuk memperoleh sisa pembagian kekayaan perusahaan bila dilakukan likuidasi.
Klasifikasi Saham :
a. Blue Chips yaitu saham yang terkenal secara nasional dan memiliki catatan usaha yang panjang tentang pertumbuhan laba, pembayaran dividen, reputasi manajemen produk dan jasa serta bermutu serta memiliki kapitalisasi relatif besar dan likuid.
b. Growth Stock yaitu saham yang menunjukkan perolehan penghasilan yang lebih cepat dari rata-rata selama beberapa tahun terakhir dan diharapkan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan laba yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
c. Income Stock yaitu saham yang mempunyai pendapatan minimum relatif terjamin dari kinerja perusahaannya.
d. Cyclical Stock yaitu saham yang cenderung naik cepat bila keadaan ekonomi membaik dan jatuh cepat saat ekonomi meburuk.
e. Speculative Stock yaitu saham yang pergerakan harganya cenderung progresif umumnya berkapitalisasi kecil
f. Defensive Stock yaitu saham yang lebih stabil dari rata-rata dan memberikan pendapatan yang aman.
Harga saham di bursa merefleksikan informasi yang bersifat historis, kejadian yang telah diumumkan tetapi belum dilaksanakan dan prediksi atau informasi masa yang akan dating. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham sbb :
a. Persepsi pasar atau calon investor terhadap keadaan fundamental perusahaan.
b. Prospek lingkungan bisnis dan ekonomi global.
c. Keadaan fundamental perusahaan.
d. Alternatif lain yang menarik.
e. Non ekonomi
Keuntungan memiliki saham adalah kita akan mendapatkan capital gain, dividen, anggunan tambahan dan hak suara dalam RUPS sedangkan risikonya adalah adalah: capital loss dan risiko likuidasi.
Menurut James C. Van Horne dan John M. Wachhowicz. Jr (dalam Prinsip- prinsip Manajemen Keuangan, edisi 13, 2012;87).
Saham biasa adalah sekuritas yang mewakili posisi kepemilikan (resiko) atas suatu perusahaan. Teori yang berkaitan dengan saham biasa telah melalui banyak perubahan selama beberapa decade belakangan ini. Saham biasa telah menjadi subjek dari banyak kontroversi, dan tidak ada satu metode penilaian
pun yang diterima secara umum. Akan tetapi dalam tahun-tahun belakangan ini makin banyak penerimaan atas ide bahwa saham biasa harus dianalisis sebagai bagian dari protofolio total saham biasa yang dapat dibeli oleh investor. Konsep ini memiliki implikasi penting dalam menetapkan tingkat imbal hasil yang diminta atas sekuritas.
b) Obligasi
Obligasi merupakan surat hutang jangka panjang (min 3 tahun) yang diterbitkan oleh perusahaan, lembaga, pemerintah dengan kewajiban membayar bunga tertentu secara periodik serta pelunasan pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.
Macam-macam obligasi yang ada adalah sbb :
1. Straight bond adalah obligasi dengan jumlah bunga tetap.
2. Serial bond adalah obligasi yang pelunasannya dilakukan bertahap dan dikaitkan dengan nomor seri
3. Sinking fund bond adalah obligasi yang diterbitkan emiten dimana emiten wajib menyisihkan sebagian keuntungannya untuk pelunasan obligasi tersebut.
4. Secure Bond adalah obligasi yang dijamin oleh sebagian kekayaan emiten,yang terdiri dari :
a. Mortgage bond yaitu jaminan berupa tanah, real estate dan bangunan
b. Collateral trust bond yaitu jaminan berupa surat-surat berharga c. Equipment trust bond yaitu jaminan berupa peralatan
5. Unsecure bond adalah obligasi tanpa jaminan
6. Convertible Bond adalahobligasi yang dapat ditukar atau dikonversi dengan saham biasa
7. Callable bond adalah obligasi yang dapat dilunasi sebelum jatuh tempo Berdasarkan pembayaran bunga obligasi dapat dibagi menjadi :
1. Coupon bond adalah obligasi yang bunganya dibayar secara periodik 2. Zero coupon bond adalah obligasi yang tidak mempunyai kupon
sehingga investor tidak menerima bunga secara periodik namun langsung dibayar saat pembelian
Berdasarkan tingkat bunga obligasi dibedakan menjadi : 1. Obligasi dengan bunga tetap ( fixed rate bond )
2. Obligasi dengan bunga mengambang ( floating rate bond ) 3. Obligasi dengan bunga campuran ( mixed rate bond ) Berdasarkan tempat penerbitan Obligasi terdiri dari :
1. Obligasi domistik adalah obligasi yang diterbitkan perusahaan/lembaga dalam negeri dan dijual di dalam negeri
2. Obligasi asing adalah obligasi yang diterbitkan perusahaan atau lembaga asing pada suatu negara tertentu dimana obligasi tersebut dipasarkan.
3. Global Bond adalah obligasi yang diterbitkan untuk dapat diperdagangkan dimanapun tanpa ada keterbatasan tempat penerbitan dan tempat perdagangan.
Menurut James C. Van Horne dan John M. Wachhowicz. Jr (dalam Prinsip- prinsip Manajemen Keuangan, edisi 13, 2012;87).
Obligasi (bond) adalah sekuritas yang mebayarkan sejumlah bunga pada investor, setiap periode hingga akhirnya ditarik oleh perusahaan. Obligasi memiliki nilai nominal (face value) nilai ini biasanya sebesar $1000 per obligasi di Amerika Serikat. Obligasi tersebut juga selalu memiliki waktu jatuh tempo atau (maturity) yang merupakan waktu perusahaan wajib membayar pemegang obligasi nilai nominal dari instumen tersebut. Terakhir tingkat bunga kupon atau coupon rate atau tingkat bunga tahun nominal, dicantumkan pada permukaan obligasi, jika contohnya tingkat bunga kupon sebesar 12%
untuk obligasi per nilai nominal $1000, perusahaan akan membayar pemegang obligasi $120 per tahun hingga waktu jatuh tempo obligasi.
Menurut Dr. Suad Husnan, M.B.A (dalam Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan Keputusan Jangka Panjang, 2014;282).
Obligasi merupakan surat tanda hutang, dan umumnya tidak dijamin dengan aktiva tertentu. Karena itu kalau perusahaan bangkrut, pemegang obligasi akan diperlakukan sebagai kreditor umum.
B. Sumber Dana Menurut Jangka Waktunya 1) Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana jangka pendek merupakan sumber dana yang tertanam di dalam perusahaan maksimum satu tahun. Ada beberapa jenis sumber dana jangka pendek yang sering dipergunakan oleh perusahaan seperti : accrual account, hutang dagang, hutang bank, commercial paper, factoring, dan lain-lainnya
(Sartono ; 2001).
a) Accrual Account
adalah merupakan jenis hutang bebas bunga seperti misalnya kebiasaan perusahaan membayar gaji karyawannya mingguan, atau bulanan. Dengan demikian dalam neracanya akan tampak rekening upah sebagai hutang gaji yang belum dibayarkan. Rekening ini akan meningkat secara otomatis jika kegiatan perusahaan meningkat. Sebelum waktu pembayar gaji tersebut, perusahaan dapat menggunakan dana tersebut tanpa biaya bunga, dalam arti bahwa perusahaan tidak perlu membayar bunga atas hutang gaji.
b) Hutang dagang
adalah sumber pembiayaan jangka pendek yang paling besar bagi perusahaan.
Misalnya perusahaan seringkali dapat membeli persediaan yang diperlukan secara kredit dari perusahaan lain, sebagai contoh misalnya perusahaan melakukan pembelian setiap hari Rp 2.000.000,00 dengan syarat pembayaran net 30. Ini berarti bahwa perusahaan dapat membayar pada setiap akhir bulan.
Dengan demikian secara keseluruhan perusahaan akan memiliki hutang dagang sebesar tiga puluh kali pembelian harian atau sebesar Rp 60.000.000,00.
c) Hutang Bank
adalah sumber dana jangka pendek yang biasanya dikeluarkan oleh bank-bank komersial. Biaya hutang jangka pendek ini sangat bervariasi untuk berbagai peminjam pada suatu waktu tertentu. Secara teoritis tingkat bunga akan cenderung tinggi bagi peminjam yang berisiko tinggi dan sebaliknya relatif rendah untuk peminjam yang bonafide. Begitu juga tingkat bunga pinjaman untuk jumlah yang kecil relatif lebih besar dibanding dengan tingkat bunga pinjaman dengan jumlah yang besar karena biaya tetap berkaitan dengan pemerosesan pinjaman ini adalah sama.
d) Commercial Paper
Satu bentuk promissory note tanpa jaminan yang dikeluarkan oleh perusahaan besar, profitable dan dijual kepada perusahaan lain seperti asuransi, pensiun funds, money market mutual funds dan kepada bank. Commercial paper ini biasanya dikeluarkan dalam satuan yang relatif besar dengan bunga yang relatif rendah dari pada prime rate. Commercial paper ini biasanya jatuh tempo
dalam waktu satu hingga sembilan bulan. Di beberapa negara maju commercial paper mendapat penilaian atau ranking dari rating agencies. Setiap lembaga penilai mendasarkan pada standar penilaian yang berbeda, namun karena pada umumnya perusahaan yang menjual commercial paper adalah perusahaan yang solid, maka penilaian biasanya dititik beratkan pada aspek likuiditas.
e) Factoring
Sering diterjemahkan dengan anjak piutang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,yang dimaksud dengan perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri, disamping penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan nasabah. Kegiatan factoring bisa dilakukan oleh perusahaan anjak piutang dan bank. Perusahaan anjak piutang harus mendapat persetujuan Menteri Keuangan dan berbentuk perseroan atau koperasi. Sedangkan bank jika akan melakukan pembelian anjak piutang harus melaporkan aktivitasnya kepada Menteri Keuangan.
2) Sumber Dana Jangka Menengah
Sumber dana jangka menengah adalah merupakan sumber dana yang tertanam di dalam perusahaan lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun. Adapun jenis sumber dana jangka menengah terdiri dari term loan, equipment loan, leasing, modal ventura, dan lain-lain.
a) Term loan
Term loan adalah merupakan salah satu jenis pembiayaan jangka menengah.
Term loan ini biasanya disediakan oleh bank komersial, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan pemerintah dan supplier perlengkapan.
Dipandang dari biaya modalnya, term loan ini memiliki biaya yang lebih rendah dari pada modal saham ataupun obligasi. Hal ini disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi, maka harus membayar biaya emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan pengeluaran saham atau obligasi. Selain itu tidak semua perusahaan memenuhi persyaratan untuk menjual saham dan obligasi. Dengan demikian untuk keperluan dana yang tidak terlalu besar, penjualan saham dan obligasi ini biayanya terlalu