commit to user
1 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang
Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, mereka selalu aktif, dinamis, antusias dan ingin tahu terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan, mereka seolah-olah tak pernah bereksplorasi dan belajar. Anak bersifat egosentris, memiliki rasa ingin tahu secara alamiah, merupakan mahluk sosial, unik, kaya dengan fantasi, memiliki daya perhatian yang pendek, dan merupakan masa yang paling potensial untuk belajar.
Anak Usia Dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak Usia Dini merupakan anak pada rentan usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia (Berk dalam Sujiono, (2009: 6).
Anak Usia Dini sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Pertumbuhan dan perkembangan anak telah dimulai sejak prenatal, yaitu sejak dalam kandungan. Pembentukan sel saraf otak, sebagai modal pembentukan kecerdasan, terjadi saat anak dalam kandungan.
Tahap awal perkembangan janin sangat penting untuk pengembangan sel-sel otak. Selanjutnya, setelah lahir akan terjadi proses mielinasi dari sel-sel saraf dan pembentukan hubungan antar sel saraf. Keduanya sangat penting dalam pembentukan kecerdasan. Makanan bergizi dan seimbang serta stimulasi otak sangat diperlukan untuk mendukung proses tersebut. Selain pertumbuhan dan perkembangan fisik motorik, perkembangan moral (termasuk kepribadian, watak, dan akhlak), sosial, emosional, intelektual, dan bahasa juga berlangsung sangat pesat. Usia dini (usia 0-8 tahun) juga disebut usia emas atau golden age. Oleh sebab itu PAUD penting untuk mencerdaskan anak bangsa karena pada usia
commit to user
empat tahun 50% kecerdasan telah tercapai, dan 80% kecerdasan tercapai diusia delapan tahun.
Untuk meningkatkan aspek perkembangan anak di perlukan pendidikan formal yaitu merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan perilaku serta beragama), bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini.
Pada kondisi awal berdasarkan observasi dan wawancara yang dilaksanakan di TK Al-Huda Kerten Surakarta terlihat lebih dari 50% anak kelompok A yang masih memiliki keterampilan motorik kasar yang kurang seperti dalam kegiatan menirukan gerakan hewan, melakukan gerakan bergantung (bergelayut), serta melakukan gerakan melompat secara terkoordinasi. Sebagai contoh ketika istirahat masih terdapat beberapa anak yang tidak bermain bersama teman- temannya tetapi diam dan duduk bersama ibunya, selain itu terdapat beberapa anak yang hanya diam atau tidak mau ketika guru mengajak untuk meniru gerakan yang sedang dicontohkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan yang dilakukan penulis menyatakan bahwa dari 22 anak, terdapat 12 anak atau 54,55%
yang masih kurang dalam pengembangan keterampilan gerak tubuhnya meliputi kegiatan menirukan gerakan hewan, melakukan gerakan bergantung (bergelayut), serta melakukan gerakan melompat secara terkoordinasi, dan sisanya 10 anak atau 45,45% sudah dapat mengembangkan keterampilan motoriknya. Adapun data prasiklus dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 99. Kurangnya pengembangan keterampilan motorik kasar pada anak kelompok A disebabkan karena kurangnya kegiatan yang dapat menarik untuk membuat anak aktif menggerakkan tubuhnya.
Terdapat beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan motorik anak antara lain, senam, menari, bermain gerak dan lagu, menggambar, mewarnai dan permainan outdoor. Dalam penelitian ini kegiatan yang digunakan yaitu senam irama, karena melihat bahwa anak dapat dengan mudah bergerak dengan diiringi musik. Di sisi lain kegiatan menari juga dapat meningkatkan keterampilan
commit to user
motorik kasar anak dan menggunakan iringan musik sama seperti senam irama, namun sudah banyak penelitian mengenai menari untuk meningkatkan motorik anak usia dini. Senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan menciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis (Margono, 2009: 19). Diharapkan senam irama dapat mengembangkan keterampilan motorik kasar anak khususnya kelompok A.
Gerak merupakan suatu kemampuan yang dilakukan supaya tubuh menjadi sehat dan bugar dan otot-otot terlatih menjadi kuat. Gerak merupakan unsur pokok kehidupan manusia. Tanpa gerak, manusia menjadi kurang sempurna dan dapat menyebabkan kelainan dalam tubuh maupun organ-organnya. Oleh karena itu, gerak menjadi kebutuhan yang sangat penting seperti kebutuhan hidup lainnya yang dapat membantu kelangsungan hidup. Gerak merupakan sifat kehidupan, dan gerak tersebut mengalami perubahan, hal ini dapat diamati dari sejak lahir hingga dewasa. Dari gerak bebas yang tidak bermakna menjadi gerak yang terarah dan memiliki makna, dari gerak kasar menjadi gerak halus , dari yang tidak beraturan menjadi beraturan. Dan banyak sekali jenis dan bentuk gerakan yang perlu dipelajari, dibina, dan disesuaikan dengan kebutuhan diri, perkembangan dan bahkan norma sosialnya.
Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak sekali orang tua yang kurang mempedulikan bagaimana cara mengembangkan keterampilan motorik kasar anak supaya aktif dan lincah. Orangtua yang terlalu sibuk hanya memberikan smartphone, gadget, playstasion, dan lain sebagainya tanpa batasan waktu penggunaan yang nantinya akan membuat anak tidak banyak bergerak.
Dengan barang-barang tersebut tubuh anak akan diam, yang bergerak hanya jari- jari dan memaksakan otot mata untuk menatap layar dalam waktu cukup lama.
Hal ini akan menyebabkan anak menjadi malas bergerak, dan tidak mempedulikan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu orangtua harus membatasi waktu penggunaan anak untuk memainkan gadget dan selalu memberikan alternatif kegiatan untuk mengembangkan keterampilan motoriknya supaya berkembang dengan maksimal baik di sekolah maupun di rumah.
commit to user
Membicarakan gerak ke arah TK menjadi sangat menarik, karena aktivitas atau kondisi bergerak pada anak TK sangat tinggi dan anak TK melakukan gerak pada proses belajarnya yang menggunakan pendekatan bermain. Berdasarkan pada keadaan aktivitas anak TK yang begitu aktif, maka masalah gerak dan belajar gerak menjadi sangat penting dan harus mendapat perhatian khusus.
Penanaman gerak / motorik yang benar sangat penting, sebab akan sangat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan anak.
Penanaman motorik yang benar dan pengembangan yang optimal merupakan salah satu tugas dan fungsi utama pendidikan jasmani pada TK. Sebab dengan adanya pendidikan jasmani secara formal pada tingkatan TK merupakan diagnosis secara dini dan berkala terhadap kemampuan motorik anak, sehingga dapat mengarahkan anak pada kemampuan gerak dasar yang optimal pada usianya yang kontribusinya, atau memaksimalkan kemampuan untuk mendapatkan kesenangan melalui gerak, dan anak akan mendapat kualitas gerak yang berkelanjutan dari gerak dasar yang benar menuju kepada gerak khusus yang dibutuhkan. Hal tersebut didukung oleh teori Harlock (1978: 150) yang berpendapat bahwa keterampilan motorik merupakan keterampilan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi.
Untuk anak usia dini senam dengan irama musik atau lagu akan membuat lebih menarik. Musik, nyanyian, dan hitungan merupakan aspek senam irama yang menjadikannya menyenangkan untuk dilakukan. Senam irama dapat dilakukan dengan atau tanpa alat. Gerakannya dapat divariasikan sedemikian rupa disesuaikan dengan iringan musik, nyanyian, atau hitungan. Fotiadou, dkk (2009:
2105) mengemukakan bahwa
yang berarti senam irama adalah olahraga yang rumit, dimana seseorang diminta untuk melakukan suatu keterampilan gerak yang terkoordinasi.
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan maka penelitian tindakan kelas ini dirumuskan dalam judul Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Senam Irama pada Anak Kelompok A TK Al-Huda Kerten Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015
commit to user
peneletian yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu penelitian dari Murtiningsih (2013) Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sura
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka rumusan masalah yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah :
Apakah melalui kegiatan senam irama dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar pada anak kelompok A TK Al-Huda Kerten Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui kegiatan senam irama pada anak kelompok A TK Al-Huda Kerten Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi pengetahuan ilmiah sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Senam pada Anak Kelompok A TK Al- Huda Kerten Surakarta.
b. Penelitian ini dapat dijadikan sumber acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
Melalui penelitian ini dapat memperoleh manfaat baik bagi anak, guru, serta sekolah antara lain:
commit to user
a. Bagi Anak1) Bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui kegiatan senam.
2) Melatih anak untuk selalu berolahraga supaya tubuh menjadi sehat dan kuat.
3) Melatih anak untuk aktif bergerak b. Bagi Guru
1) Bemanfaat sebagai pedoman bagi guru TK Al-Huda dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar anak.
2) Guru dapat mengembangkan keprofesionalannya dalam mengajar dan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui kegiatan lainnya.
c. Bagi Sekolah
1) Bermanfaat untuk memberikan masukan yang positif untuk TK Al- Huda dalam peningkatan keterampilan motorik kasar anak.
2) Hasil penelitian bermanfaat untuk membantu sekolah memperbaiki pelayanan terhadap siswa dalam proses pembelajaran.