BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang yang berprofesi dalam bidang administrasi mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang organisasi daripada orang yang berprofesi non-administratif. Organisasi menjadi adik dari administrasi sebagai sebagai sebuah bidang studi, sebaliknya administrasi masih dalam naungan politik.(Waldo,1961). Terjadinya interaksi dengan karakteristik masing-masing serta banyak kepentingan yang membentuk gaya hidup, pola perilaku, dan etika kerja, yang kesemuanya akan mencirikan kondisi suatu organisasi. Sehinggan setiap individu atau anggota dalam organisasi tidak lepas dari hakekat nilai-nilai budaya yang dianutnya, yang akhirnya akan saling melengkapi antara perangkat organisasi, teknologi, sistem, strategi dan gaya hidup kepemimpinan.
Setiap organisasi yang terbentuk pasti mempunyai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Suatu organisasi akan berhasil dalam mencapai tujuan dan sasarannya akan sangat tergantung pada manajernya (pimpinan). Peran mkepemimpinan memiliki posisi strategis dalam suatu organisasi. Kepemimpinan adalah sebuah abstraksi cara seseorang dalam mempengaruhi perilaku bawahannya atau anggotanya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif dalam mencapai tujuannya. Disamping itu seorang pemimpin harus mempunyai gaya kepemimpinan guna mengendalikan organisasi tersebut. Gaya kepemimpinan merupakan kunci dalam manajemen yang memainkan peran penting dan strategis dalam kelangsungan hidup suatu usaha (Handoko, 2001).
pekerjaannya (Hakim, 2006). Dengan kemampuan yang dimiliki oleh pimpinan, dapat mempengaruhi dan memotivasi pegawainya melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang diarahkan dan diingan dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan itu maka peranan gaya kepemimpin untuk menciptakan motivasi kerja anggotanya yang tinggi merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh organisasi. Pada makalah ini akan diulas bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi dalam mencapai tujuan organisasi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?
2. Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan dalam mencapai tujuan organisasi? 3. Bagaimana pengaruh motivasi dalam mencapai tujuan organisasi?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan organisasi.
2. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dalam mencapai tujuan organisasi.
3. Untuk mengetahui pengaruh motivasi dalam mencapai tujuan organisasi.
2.1.1 Pengertian Organisasi
Organisasi menurut Simon adalah sebagai sebuah level kelompok manusia yang bisa di atas kelompok primer (pekerjaan tatap muka skala kecil atau kelompok keluarga yang menjadi unit dasar dari hubungan manusia) dan di bawah entitas yang disebut “institusi”. Organisasi menurut Argyris adalah strategi besar yang dibuat individu untuk meraih target untuk melibatkan upaya banyak pihak
Organisasi merupakan sebagai wadah atau tempat dimana orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama berkumpul dan membentuk suatu kelompok, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya organisasi (uang, material, mesin, metode, lingkungan, sarana dan prasarana dan lain lain) secara efisien dak efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kerjasama yang dimaksud adalah kerjasama yang terarah dalam pencapaian tujuan.
2.1.2 Tujuan Organisasi
Penyerapan Tujuan (The Pervasion of Purpose)
Tujuan yang ingin ditunjukkan oleh suatu organisasi akan terlihat pada kebijakan yang mereka terapkan ke setiap anggotanya. Lain halnya organisasi yang besar dan kompleks setingkat nasional, hal semacam ini akan diperlihatkan secara terbuka, bahkan seringkali disinggung dengan ungkapan retoris. Dalam setiap tahapnya, tujuan (organisasi) dapat dinyatakan dengan dua cara yaitu :
a. Disampaikan secara terbuka dan efisien sesuai dengan nilai yang ada, terkecuali keadaan politik saat itu memang tidak memungkinkan.
b. Ada juga yang menyampaikan tujuan (organisasi) justru lebih banyak menyembunyikan daripada menjelaskan secara gamblang maksud tujuannya, penuh tipu daya.
2.2 Gaya kepemimpinan
2.2.1 pengertian kepemimpinan dan gaya kepemimpinan
proses manajemen akan berjalan lancar dan bergairah dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen, karena kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran (Sholeha dan Suzy, 1996). Kemudian Handoko (2003) mengemukakan bahwa kepemimpinan ialah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Sedangkan Robbins (2008) mengartikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan.
Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laki yang dirancang sedemikian rupa untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan tertentu (soleha dan suzy, 1996). Sedangkan mulyadi dan veithzal Rivai (2009) menerangkan bahwa gaya kepemimpinan merupakan pola perilaku dan sering diterapkan oleh seseorang pemimpin dalam rangka mencapai sasaran organisasi.
Menurut Robbins (2006) terdapat empat gaya kepemimpinan yaitu sebagai berikut:
1. Gaya kepemimpinan kharismatik 2. Gaya kepemimpinan transaksional 3. Gaya kepemimpinan transformasional 4. Gaya kepemimpinan vsioner
2.3 Motivasi
kerja, fasilitas kerja, kebijakan pimpinan, pola kepemimpinan kerja dan kondisi kerja.
Ada berbagai teori yang dapat kita gunakan untuk memahami motivasi, antara lain yaitu :
A. Teori Motivasi Herzberg
Teori ini diperkenalkan oleh Herzberg dalam tahun 1959, berdasarkan atas penelitian yang dilakukan terhadap 250 responden pada sembilan buah perusahaan di Pittsburg. Hasil penelitiannya dikembangkan suatu gagasan bahwa ada 2 (dua) rangkaian kondisi yang mempengaruhi seseorang didalam pekerjaannya.
1. Faktor Motivator, yaitu faktor yang berperan sebagai motivasi terhadap Aparat Pemerintah Desa yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja dengan baik, faktor ini terdiri dari :
a. Achievement (keberhasilan pelaksanaan) b. Recognition ( pengakuan )
c. The work itself ( pekerjaan itu sendiri) d. Responsibilities (tanggung jawab)
e. Advancement ( pengembangan atau kemajuan)
Serangkaian faktor ini menggambarkan hubungan seseorang dengan apa yang dikerjakannya, yakni kandungan kerjaannya, prestasi pada tugasnya, penghargaan atas prestasi kerjanya dan peningkatan dalam tugasnya. 2. Faktor Hygiene, faktor ini pada dasarnya adalah hubungan kerja dengan
lingkungan dimana seseorang bekerja. Faktor ini apabila tidak dipenuhi dapat menimbulkan ketidakpuasan Aparat Pemerintah Desa. Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Company policy and administration (kebijaksanaan dan administrasi perusahaan)
b. Technical supervisor (supervisi)
c. Interpersonal supervision (hubungan antar pribadi) d. Working condition kondisi kerja
e. Wages (upah / gaji)
B. Teori Maslow
manusia. Kebutuhan yang lebih tinggi akan mendorong seseorang untuk mendapatkan kepuasan atas kebutuhan tersebut, setelah yang lebih rendah sebelumnnya telah dipuaskan Hirarki lima kebutuhan dasar manusia adalah: 1. Kebutuhan fisiologikal (faali)
Kebutuhan yang timbul berdasarkan kondisi fisiologikal badan individu, seperti kebutuhan untuk makanan dan minuman, kebutuhan akan udara segar (oksigen). Kebutuhan fisiologikal merupakan kebutuhan primer atau kebutuhan dasar, yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, maka individu berhenti eksistensinya. 2. Kebutuhan rasa aman
Kebutuhan ini masih sangat dekat dengan masih sangat dekat dengan kebutuhan fisiologis. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik. Dalam pekerjaan, individu menjumpai kebutuhan ini dalam ‘bentuk asing’ sewaktu menjadi tenaga kerja baru, atau sewaktu pindah kekota baru.
3. Kebutuhan sosial
Kebutuhan ini mencakup memberi dan menerima persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki (belonging). Setiap orang ingin menjadi anggota kelompok sosial, ingin mempunyai teman, kekasih. Dalam pekerjaan individu menjumpai kelompok informal yang merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sosial seorang tenaga kerja.
4. Kebutuhan harga diri (esteem needs) Kebutuhan harga diri meliputi dua jenis:
a. Yang mencakup faktor-faktor internal, seperti kebutuhan harga diri, kepercayaan diri, otonomi dan kompetensi
b. Yang mencakup faktor-faktor eksternal, kebutuhan yang menyangkut reputasi seperti mencakup kebutuhan untuk dikenali dan diakui (recognition), dan status Kebutuhan harga diri ini dapat terungkap dalam keinginan untuk dipuji dan keinginan untuk diakui prestasi kerjanya. Keinginan untuk didengar dan dihargai pandangannya.
Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasakan dimiliki. Kebutuhan ini mencakkup kebutuhan untuk menjadi kreatif, kebutuhan untuk dapat merealisasikan potensinya secara penuh. Kebutuhan ini menekankan kebebasan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya
C. Teori david Mc Clelland
Hasil penelitian David Mc Clelland cs mengembangkan suatu konsep yang berhubungan dengan upaya bagaimana dapat mencapai keberhasilan seseorang. Teorinya disebut: "Achievement Motivation Theory",
menurutnya orang yang mempunyai kebutuhan untuk dapat mencapai keberhasilan dalam pekerjaannya atau berhasil mencapai sesuatu, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a Mereka menentukan tujuan secara wajar (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah). Namun tujuan tersebut cukup merupakan Challenge (tantangan) untuk dicapai dengan baik dan tepat.
b Mereka menentukan tujuan yang sekiranya mereka yakin sekali akan dapat dicapai dengan baik dan tepat.
c Mereka senang dengan pekerjaan tersebut dan merasa sangat "concerned" atau berkepentingan dengan keberhasilannya sendiri.
2.4 pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi dalam mencapai tujuan organisasi 2.4.1 Pengaruh gaya kepemimpinan dalam mencapai tujuan organisasi
Gaya Kepemimpinan mengandung arti kemampuan mempengaruhi, menggerakkan, dan mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu (Abi Sujak, 2000: 56). Dengan demikian dari seorang pemimpin dapat berpengaruh terhadap kinerja para anggota organisasi. Banyak penelitian tentang kepemimpinan telah menguji antara kepemimpinan dengan kinerja mengatakan bahwa teori tentang kepemimpinan telah di kembangkan untuk menjelaskan bagaimana perilaku seorang pemimpin dapat mempengaruhi dan memotivasi bawahannya agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.4.2 Pengaruh motivasi dalam mencapai tujuan organisasi
pekerjaannya. Suasana batin terlihat dalam semangat atau gairah kerja yang menghasilkan kegiatan kerja sebagai dorongan bagi pencapaian tujuan bisnis organsasi perusahaab tempatnya bekerja. Dari psikologis kenyataannya menunjukkan bahwa gairah atau ketidak semangatan seorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaanna sangat dipengaruhi oleh motivasi kerja yang mendorongnya. Dengan kata lain setiap pekejaan memerlukan motivasi yang kuat agar bersedia melaksanakan pekerjaan dan mampu menciptakan kinerja yang tinggi secara bersemangat, bergairah dan berdedikasi.