TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
(
GOOD GOVERNANCE
)
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
(
GOOD GOVERNANCE
)
OUTLINE
OUTLINE
PENGERTIAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
(
GOOD GOVERNANCE)
KARAKTERISTIK
GOOD GOVERNANCE
PRINSIP-PRINSIP
GOOD GOVERNANCE
CIRI-CIRI
GOOD GOVERNANCE
PENGERTIAN
PENGERTIAN
GOOD GOVERNANCE (1)
GOOD GOVERNANCE (1)
Governance is the exercise of economic, political, and
administrative authority to manage a country’s affairs at all
levels (UNDP).
Secara umum, arti
governance
adalah memerintah,
menguasai, mengurus, mengelola.
Good governance
menyangkut sharing/partnership
pengelolaan negara antara sektor publik yaitu Pemerintah
dengan sektor Swasta/Usaha dan sektor (organisasi)
Masyarakat.
Good governance
dapat diartikan sebagai tindakan untuk
mengarahkan, mengendalikan, atau mempengaruhi masalah
publik.
PENGERTIAN
PENGERTIAN
GOOD GOVERNANCE (2)
GOOD GOVERNANCE (2)
Pengertian Pemerintahan
Menurut R. Mac. Iver, Pemerintahan adalah suatu
organisasi dari orang-orang yang punya
kekuasaan...bagaimana manusia itu bisa diperintah.
Menurut Charles Merriam, tujuan pemerintah
PENGERTIAN
PENGERTIAN
GOOD GOVERNANCE (3)
GOOD GOVERNANCE (3)
Pengertian Pemerintahan
Arti luas
Arti sempit
Eksekutif
Eksekutif
PENGERTIAN
GOOD GOVERNANCE
(4)
PENGERTIAN
GOOD GOVERNANCE
(4)
Teori Pemisahan Kekuasaan Negara
:
1)
John Locke (1690), Kekuasan dipisahkan
menjadi Eksekutif, Legislatif, Federatif
2)
Montesquieu (1689-1755), Kekuasaan
dipisahkan menjadi Eksekutif, Legislatif,
Yudikatif Oleh Immanual Kant disebut konsep
KARAKTERISTIK
GOOD
GOVERNANCE
KARAKTERISTIK
GOOD
GOVERNANCE
Partisipasi
Aturan Hukum
Transparansi
Responsivitas
Orientasi pada Konsensus
Keadilan (
equity
)
Efektivitas dan efisiensi
Akuntabilitas
PRINSIP-PRINSIP REINVENTING GOVERNMENT
(Osborn)
PRINSIP-PRINSIP REINVENTING GOVERNMENT
(Osborn)
1) Catalystic Government. Steering rather than rowing.
2) Community Owned Government. Empowering rather than serving. 3) Competitive Government. Injecting competition into service delivery. 4) Mission Driven Government. Transforming Rule Driven Organization. 5) Results Oriented Government. Funding Outcomes not inputs.
6) Customer Driven Government. Meeting the needs of the Customer not
the Bureaucracy.
7) Enterprising Government. Earning rather than spending. 8) Anticipating Government. Prevention rather than cure.
9) Decentralized Government. From Hieararchy to participation and team
work.
CIRI-CIRI
CIRI-CIRI
GOOD GOVERNANCE
GOOD GOVERNANCE
1. Terwujudnya interaksi yang baik antara pemerintah, swasta, dan
masyarakat.
2. Komunikasi, yakni adanya jaringan multi sistem (pemerintah, swasta,
dan masyarakat) yang melakukan sinergi untuk menghasilkan output
yang berkualitas.
3. Proses penguatan diri sendiri (self enforcing processi), di mana ada
upaya untuk mendirikan pemerintah (self governing) dalam mengatasi kekacauan dalam kondisi lingkungan dan dinamika masyarakat yang tinggi.
4. Keseimbangan kekuatan (balance of forces)
5. Interdependensi, yakni menciptakan saling ketergantungan yang
HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT
DENGAN PEMERINTAH DAERAH
HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT
DENGAN PEMERINTAH DAERAH
1.
Hubungan Kewenangan
2.
Hubungan Keuangan
3.
Hubungan Kepegawaian
4.
Hubungan Kelembagaan
Urusan Pemerintahan Absolut
a)
Politik luar negeri
b)
Pertahanan
c)
Keamanan
d)
Yustisi
e)
Moneter dan fiskal nasional
Urusan Pemerintahan Konkuren
a) pendidikan; b) kesehatan;
c) pekerjaan umum dan penataan
ruang;
d) perumahan rakyat dan kawasan
permukiman;
e) ketenteraman, ketertiban umum,
dan pelindungan masyarakat ; dan
f) sosial.
a) tenaga kerja;
b) pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak; c) pangan;
d) pertanahan;
e) lingkungan hidup;
f) administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;
g) pemberdayaan masyarakat dan Desa;
h) pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
i) perhubungan;
j) komunikasi dan informatika;
k) koperasi, usaha kecil, dan menengah;
l) penanaman modal;
m) kepemudaan dan olah raga;
n) statistik;
o) persandian;
p) kebudayaan;
q) perpustakaan; dan
r) kearsipan.
Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Urusan Pemerintahan Konkuren
a)
kelautan dan perikanan;
b)
pariwisata;
c)
pertanian;
d)
kehutanan;
e)
energi dan sumber daya mineral;
f)
perdagangan;
g)
perindustrian; dan
h)
transmigrasi.
Urusan Pemerintahan Umum
a) pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dalam rangka
memantapkan pengamalan Pancasila, pelaksanaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pelestarian Bhinneka Tunggal Ika serta pemertahanan dan pemeliharaan keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
b) pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa;
c) pembinaan kerukunan antarsuku dan intrasuku, umat beragama, ras, dan
golongan lainnya guna mewujudkan stabilitas keamanan lokal, regional, dan nasional;
d) penanganan konflik sosial sesuai ketentuan peraturan perundang undangan.
e) koordinasi pelaksanaan tugas antarinstansi pemerintahan yang ada di wilayah
Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota untuk menyelesaikan
permasalahan yang timbul dengan memperhatikan prinsip demokrasi, hak asasi manusia, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan, potensi serta keanekaragaman Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f) pengembangan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila; dan
g) pelaksanaan semua Urusan Pemerintahan yang bukan merupakan kewenangan
GOOD GOVERNANCE
DI PEMPROV DKI JAKARTA
GOOD GOVERNANCE
DI PEMPROV DKI JAKARTA
DKI Jakarta salah satu pemerintah
daerah UU N0. 23 Tahun 2014
Kekhususan DKI Jakarta sebagai ibukota
negara UU No. 29 Tahun 2007
Organisasi Perangkat Daerah Perda
CONTOH PENERAPAN
GOOD
GOVERNANCE DI
PEMPROV DKI
JAKARTA
CONTOH PENERAPAN
GOOD
GOVERNANCE DI
PEMPROV DKI
JAKARTA
Profesonalisme ASN: lelang jabatan, e-kinerja,perbaikan
kesejahteraan pegawai (e-tkd), penerapan punishment
& rewards
Penyederhanaan kelembagaan: hemat struktur, kaya
fungsi
Transparansi Anggaran: e-budgeting, e-bku
Akuntabilitas: e-monev, Qlue
Peningkatan Partisipasi Masyarakat: e-musrenbang