MAKALAH
PENTINGNYA KEAMANAN SISTEM INFORMASI DI INDONESIA
KEAMANAN SISTEM INFORMASI
Dosen Pengampu : Hendro Wijayanto, S.Kom, M.Kom
JURUSAN SISTEM INFORMASI
Disusun Oleh:
Saifuddin (15.4.10021) Madiyono (15.4.10026)
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK SINAR NUSANTARA
DAFTAR ISI
COVER... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
BAB II PEMBAHASAN... 6
BAB III PENUTUP... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi. Sayang sekali masalah keamanan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi. Seringkali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan di urutan terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting. Apabila menggangu performansi dari sistem, seringkali keamanan dikurangi atau ditiadakan. Makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasi tentang keamanan sistem informasi.
tersebut. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.
Jaringan komputer, seperti LAN dan Internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat. Ini salah satu alasan perusahaan atau organisasi mulai berbondong-bondong membuat LAN untuk sistem informasinya dan menghubungkan LAN tersebut ke Internet. Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole) yang tadinya bisa ditutupi dengan mekanisme keamanan secara fisik. Ini sesuai dengan pendapat bahwa kemudahan (kenyamanan) mengakses informasi berbanding terbalik dengan tingkat keamanan sistem informasi itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keamanan, semakin sulit (tidak nyaman) untuk mengakses informasi.
Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Karena itu, dalam kesempatan kali ini, penulis ingin membahas lebih lanjut tentang keamanan sisem informasi.
B. DATA AKURAT TENTANG KEAMANAN SISTEM INFORMASI DI INDONESIA
Ancaman yang berasal dari manusia memiliki karakteristik tersendiri, serta memiliki alasan tersendiri dalam melakukan gangguan terhadap sistem informasi yang ada. Adapun alasan yang timbul dari ancaman manusia ini dapat di definisikan dalam tabel berikut :
Sumber
Ancaman Alasan Aksi yang timbul
Hacker,
Orang dalam Organisasi
Keingintahuan
Ego
Mata-mata
Balas dendam
Kelalaian kerja
Surat kaleng
Sabotase atas sistem
Bug sistem
Pencurian/penipuan
Perubahan data
Virus, trojan, dll
Penyalahgunaan komputer
Dalam konteks keamanan sistem informasi, upaya-upaya yang bersifat pencegahan terhadap potensi ancaman yang mungkin timbul menjadi penekanan yang sangat penting, selain upaya pendeteksian kejahatan terhadap sistem informasi dan upaya pemulihan sistem informasi. Pencegahan menjadi penting karena pencegahan dapat menghindarkan pengelola atau pemilik sistem informasi dari timbulnya kejahatan, kerugian yang lebih besar dan upaya atau biaya yang besar dalam upaya melakukan deteksi, atau pun upaya menempuh proses hukum dan recovery terhadap sistem informasi yang rusak.
Dalam satu hasil global survey diketahui bentuk pencegahan yang umum dilakukan atau dijalankan oleh organisasi, Firewall dan software anti virus merupakan trend keamanan sistem informasi saat ini, masih mendominasi dan dipercaya oleh banyak organisasi dan para ahli keamanan sebagai pencegahan kejahatan terhadap sistem informasi yang efektif dan efisien. Lebih dari 95% responden mengimplementasi firewall dan software anti virus dalm strategi keamanan sistem organisasi mereka.
Scalabilitas Ancaman Keamanan Sistem Informasi
Adapun level skalabilitas dari ancaman menurut Roger S. Pressman [3], dapat di definisikan dalam 4 kategori yang didefinisi dalam tabel berikut :
Tingkat
Ancaman Definisi
Catastrophics
Pada level ini tingkat ancaman dapat dikategorikan sangat merusak, dimana sumber ancaman memiliki motif besar saat melakukan kegiatannya. dampak yang ditimbulkan dari tingkat ini dapat membuat sistem tidak berfungsi sama sekali.
sistem.
Marginal
Pada level ini kontrol keamanan mampu mendeteksi sumber ancaman yang menyerang sistem IT, walau tingkat kerusakan pada sistem masih terjadi akan tetapi masih dapat di perbaiki dan dikembalikan kepada kondisi semula
Negligible
Pada level ini sumber ancaman tidak dapat
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEAMANAN
Keamanan sistem adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengamankan sebuah komputer dari gangguan dan segala ancaman yang membahayakan yang pada hal ini keamanannya melingkupi keamanan data atau informasinya ataupun pelaku sistem (user). Baik terhindar dari ancaman dari luar, virus. Spyware, tangan-tangan jahil pengguna lainnya dll. Sistem komputer memiliki data-data dan informasi yang berharga, melindungi data-data ini dari pihak-pihak yang tidak berhak merupakan hal penting bagi sistem operasi. Inilah yang disebut keamanan (security). Sebuah sistem operasi memiliki beberapa aspek tentang keamanan yang berhubungan dengan hilangnya data-data. Sistem komputer dan data-data didalamnya terancam dari aspek ancaman (threats), aspek penyusup (intruders), dan aspek musibah.
B. MANFAAT KEAMANAN SISEM INFORMASI
Pada perusahaan yang memiliki sumberdaya yang besar berupa bahan baku, sumberdaya manusia, maupun barang jadi sudah saatnya menggunakan sistem komputerisasi yang terintegrasi agar lebih effisien dan effektif dalam memproses data yang dibutuhkan. Sistem Informasi dalam suatu perusahaan bertujuan untuk mencapai tiga manfaat utama: kerahasiaan, ketersediaaan, dan integrasi.
2) Ketersediaan. Supaya data dan informasi perusahaan tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menggunakannya. 3) Integritas. Seluruh sistem informasi harus memberikan atau
menyediakan gambaran yang akurat mengenai sistem fisik yang mereka wakili
C. JENIS UKURAN-UKURAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI
Untuk melindungi sumberdaya organisasi, suatu perusahaan harus menerapkan beragam jenis ukuran keamanan. Ukuran keamanan yang memadai memungkinkan perusahaan:
1) Melindungi fasilitas komputernya dan fasilitas fisik lainnya. 2) Menjaga integritas dan kerahasiaan file data.
3) Menghindari kerusakan serius atau kerugian-kerugian karena bencana
Ukuran keamanan fokus pada: 1) Keamanan fisik dan
2) Keamanan data/informasi. Kemanan fisik dikelompokkan atas:
1) Kemanan untuk sumberdaya fisik selain fasilitas komputer 2) Keamanan untuk fasilitas perangkat keras komputer. Ukuran keamanan spesifik
Untuk setiap keamanan fisik dan keamanan data/informasi, maka ukuran-ukuran keamanan harus ditetapkan untuk:
1) Melindungi dari akses yang tidak diotorisasi/diijinkan 2) Perlindungan terhadap bencana
3) Perlindungan terhadap kerusakan atau kemacetan 4) Perlindungan dari akses yang tidak terdeteksi
5) Perlindungan terhadap kehilangan atau perubahan-prubahan yang tidak seharusnya
6) Pemulihan atau rekonstruksi data yang hilang
D. KEAMANAN UNTUK SUMBER DAYA FISIK NON KOMPUTER
2) Perlindungan dari akses yang tidak diijinkan, misalnya;
a) Akses ke aktiva fisik non komputer harus dibatasi atau dijaga dari pihak-pihak yang tidak diijinkan/diotorisasi.
b) Kas harus disimpan dalam kotak terkunci (brankas) dan hanya boleh diakses oleh orang-orang yang diijinkan.
c) Menetapkan penjaga untuk sediaan yang disimpan digudang atau aktiva yang ada digedung administrasi atau pabrik.
d) Membuat pagar untuk wilayah-wilayah tempat penyimpanan aktiva.
e) Membuat alarm, monitor TV atau lemari arsip yang terkunci.
3) Perlindungan dari Bencana
Melengkapi gudang dengan peralatan-peralatan pencegah api dan menyimpan kas pada tempat yang tahan api
4) Perlindungan dari kerusakan dan kemacetan
Melakukan pemeliharaan rutin atas aktiva-aktiva operasi, seperti mesin, mobli dan lain-lain
E. KEMANAN UNTUK PERANGKAT KERAS KOMPUTER
1) Perlindungan dari akses orang yang tidak diijinkan, misalnya: a) Pusat fasilitas komputer harus diisolasi, lokasi tidak bisa
dipublikasi dan tidak tampak dari jalan umum.
b) Akses fisik ke fasilitas komputer dibatasi pada orang yang diotorisasi, misalnya operator komputer, pustakawan, penyelia pemrosesan data atau manajemen sistem informasi.
c) Penjaga keamanan dan resepsionis ditempatkan pada titik-titik strategis.
d) Memakai alat scanning elektronik
e) Pintu terkunci ke ruangan komputer dan titik pemasukan data yang hanya bisa dibuka dengan kartu berkode magnetik. f) Alarm, apabila ada pihak yang tidak diotorisasi masuk.
2) Perlindungan dari bencana
a) Fasilitas komputer diatur kelembaban dan suhu ruangannya. b) Untuk menghindari kerusajkan karena air, maka lantai, dinding
dan atap harus tahan air.
c) Membuat detektor asap atau detektor api
3) Perlindungan dari kerusakan dan kemacetan Membuat rencana backup file
F. KEMANAN UNTUK DATA DAN INFORMASI
1) Perlindungan dari akses orang yang tidak diotorisasi terhadap data, misalnya sebagai berikut;
a) Isolasi, data dan informasi yang rahasia dan penting bagi operasi perusahaan diisolasi secara fisik untuk melindungi dari akses yang tidak diotorisasi.
b) Otentifikasi dan otorisasi pengguna. Misalnya dengan membuat daftar pengendalian akses (ACL), membuat password, Automatic lockout, Callback procedure, keyboard lock. komputer dan terminal juga akan terkunci otomatis bila jam kerja telah selesai.
d) Enskripsi. Untuk mencegah pengganggu (intruder) memasuki jaringan komunikasi data dan menyadap data, maka data rahasia yang ditransmisikan melalui jaringan dilindungi dengan enkripsi (data dikodekan dan apabila telah sampai kode tersebut dibuka ditempat tujuan). Terdapat dua jenis enskripsi: private key encryption & Public Key Encryption. e) Destruksi. Untuk mencegah pihak yang tidak diijinkan
mengakses data, data rahasia harus segera dihancurkan ketika masa penggunaannya selesai. Untuk hasil cetakan, segera dihancurkan melalui alat penghancur kertas.
2) Perlindungan dari akses data dan informasi yang tidak bisa dideteksi misalnya sebagai berikut;
menampilkan waktu, tanggal dan kode orang yang melakukan akses ke basis data. Log ini menghasilkan jejak audit yang harus diperiksa oleh auditor internal atau administratur keamanan untuk menetapkan ancaman-ancaman yang mungkin terhadap keamanan sistem informasi.
b) Console log Cocok bagi komputer mainframe yang menggunakan pemrosesan tumpuk. Console log mencatat semua tindakan yang dilakukan sistem operasi dan operator komputer.Console log mencatat seluruh tindakan yang dilakukan sistem operasi dan operator komputer, seperti permintaan dan tanggapan yang dibuat selama pelaksanaan pemrosesan dan aktivitas lainnya.
c) Perangkat lunak pengendalian akses, Beberapa perangkat lunak berinteraksi dengan sistem operasi komputer untuk membatasi dan memantau akses terhadap file dan data. d) Log perubahan program dan sistem. Log perubahan program
dan sistem dapat memantau perubahan terhadap program, file dan pengendalian. Manajer pengembangan sistem memasukkan kedalam log ini seluruh perubahan dan tambahan yang diijinkan terhadap program. Perubahan dan tambahan yang diijinkan terhadap program harus diperiksa internal auditor untuk memeriksa kesesuaian dengan prosedur perubahan yang disarankan.
G. PERLINDUNGAN DARI KERUGIAN ATAU PERUBAHAN YANG TIDAK DIHARAPKAN TERHADAP DATA ATAU PROGRAM
1) Log (catatan) perpustakaan, memperlihatkan pergerakan dari file data, program, dan dokumentasi yang digunakan dalam pemrosesan atau aktivitas lainnya.
memasukkan data, kode transaksi, dan jumlah. Perangkat lunak sistem juga meminta nomor transaksi. Secara teratur daftar log transaksi ini harus dicetak
3) Tombol perlindunganà pada 3 ½ floppy disk 4) Label file
5) Memori hanya-baca (Read -Only Memory)
6) Penguncian (lockout), merupakan perlindungan khusus yang diperlukan untuk melindungi basis data/database, karena beragam pengguna dan program biasanya mengakses data secara bergantian dan terus menerus. Penguncian mencegah dua program mengakses data secara bersamaan. Akibatnya, satu program harus ditunda sampai program lain selesai mengakses. Jika kedua program diijinkan untuk memutakhirkan record yang sama, maka satu data dapat dicatat berlebihan dan hilang.
H. PEMULIHAN DAN REKONSTRUKSI DATA YANG HILANG
1) Program pencatatan vital, yaitu program yang dibuat untuk mengidentifikasi dan melindungi catatan komputer dan nonkomputer yang penting untuk operasi perusahaan, seperti catatan pemegang saham, catatan karyawan, catatan pelanggan, catatan pajak dan bursa, atau catatan sediaan.
2) Prosedur backup dan rekonstruksi. Backup merupakan tindasan (copy) duplikasi dari dokumen, file, kumpulan data, program dan dokumentasi lainnya yang sangat penting bagi perusahaan. Prosedur rekonstruksi terdiri dari penggunaan backup untuk mencipta ulang data atau program yang hilang.
I. STUDI KASUS KEAMANAN SISTEM INFORMASI DI INDONESIA Jakarta, CNN Indonesia -- Kemarin (30/3/2017) Penyidik Siber Bareskrim Polri telah mengantongi pelaku sindikat peretas situs jual beli daring. Ketiga anggota kelompok sindikat berinisial MKU (19), Al (19) dan NTM (27) merupakan lulusan SMA yang sehari-hari gemar bermain game.
Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta.
Selain ketiga tersangka di atas, pihak kepolisian masih mengejar satu terjangka lainnya, SH.
Keempat tersangkat, termasuk SH diketahui awalnya berkenalan melalui jejaring sosial Facebook. Memiliki kegemaraan terhadap permainan yang sama membuat keempatnya dekat dan mulai menjalankan aksi peretasan situs jual beli daring.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian menduga sudah ada 400 situs yang berpotensi bisa menghasilkan uang telah berhasil mereka retas.
Untuk menjalankan aksinya, masing-masing menjalankan tugas berbeda, mulai dari membobol server hingga mencari pembeli potensial.
Tersangka MKU berperan menawarkan penjualan tiket pesawat melalui Facebook menggunakan akun Hairul Joe. MKU juga memiliki peran penting karena mengantongi username dan password untuk masuk ke server Citilink yang didapatnya melalui meretas situs Tiket.com bersama SH yang sampai saat ini masih buron.
"Tersangka melakukan login terhadap server Citilink dengan menggunakan username dan password milik travel agen Tiket.com dengan tujuan mendapatkan kode booking tiket pesawat Citilink untuk dijual ke pembeli," katanya.
Sementara tersangka AL memasukkan data pesanan tiket pesawat Citilink dari pembeli yang selanjutnya data tersebut dimasukkan ke aplikasi penjualan maskapai Citilink dengan menggunakan username dan password milik Tiket.com. Setelah kode booking pesawat didapat, selanjutnya kode booking tersebut dikirim ke pihak pembeli.
Tersangka lainnya NTM bertugas mencari calon pembeli melalui akun Facebook bernama Nokeyz Dhosite Kashir. Setelah mendapatkan calon pembeli, data calon pembeli diberikan kepada tersangka AL untuk diproses dengan prosedur yang sama.
BAB III
PENUTUP
Pada umumnya pengamanan dapat dikategorikan menjadi dua jenis pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar sistem informasi tidak memiliki lubang keamanan, sementara usaha-usaha pengobatan dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi. Mengamankan sistem informasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Access Control (Mengatur akses)
Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme authentication dan access control. Implementasi dan mekanisme antara lain menggunakan password.
2) Menutup service yang tidak digunakan
Sering kali sistem (perangkat keras maupun perangkat lunak) diberikan dengan beberapa service dijalankan sebagai default, seperti pada sistem UNIX service yang sering dipasang dari vendornya seperti finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo dll. Service tersebut tidak semuanya dibutuhkan untuk mengamankan sistem. Servis yang tidak diperlukan pada server (komputer) sebaiknya dimatikan.
3) Memasang proteksi
Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik lagi dengan firewall. Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses atau bahkan dalam level packet.
4) Firewall
(prevent) agar akses ke daam maupun keluar dari orang yang tidak berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan.
5) Pemantau adanya serangan
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack). Nama lain dari sistem ini adalah Intruder Detection System (IDS). Sistem ini dapat memberitahu administrator melalui e-mail maupun melalui mekanisme lain seperti melalui pager.
6) Pemantau integritas sistem
Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji integritas sistem. Salah satu contoh program yang umum digunakan di sistem UNIX adalah program Tripwire. Program paket Tripwire dapat digunakan untuk memantau adanya perubahan pada berkas atau file atau directori.
7) Audit : Mengamati berkas log
Sebagian besar kegiatan penggunaan sistem dapat dicatat dalam berkas yang biasanya disebut logfile atau log. Berkas log ini sangat berguna untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Kegagalan untuk masuk ke sistem (login) akan tersimpan dalam berkas log. Untuk itu para administrator diwajibkan untuk rajin memelihara dan menganalisa berkas log yang dimilikinya.
8) Backup secara rutin
Seringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem dan merusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder ini berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user (administrator), maka ada kemungkinan dia dapat menghapus seluruh berkas.
9) Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan
diinternet yang masin menggunakan plain text untuk authentication seperti penggunaan pasangan user id dan password.
Informasi ini dapat dilihat dengan mudah oleh program penyadap atau pengendus (sniffer).
10) Keamanan Server WWW
Keamanan server WWW biasanya merupakan masalah dari seorang administrator. Dengan memasang server WWW pada sistem, maka akan terbatas dalam membuka akses kepada orang luar. Apabila server terhubung ke internet dan memang server WWW disiapkan untuk publik, maka harus lebih berhati-hati karena membuka pintu akses keseluruh dunia.
11) Membatasi akses melalui Kontrol Akses
Sebagai penyedia informasi (dalam bentuk berkas-berkas) sering diinginkan pembatasan akses karena agar orang-orang tertentu saja yang dapat mengakses berkas (informasi) tertentu. Pada prinsipnya adalah masalah kontrol akses.
12) Proteksi halaman dengan menggunakan password
Salah satu mekanisme mengatur akses adalah dengan menggunakan pasangan user id (user identification) dan password. Untuk server web yang berbasis Apache, akses ke sebuah halaman atau sekumpulan berkas yang terletak disebuah directory disistem UNIX dapat diatur dengan menggunakan berkas htaccess.
13) Mengetahui jenis server
Informasi tentang web server yang digunakan dapat dimanfaatkan oleh perusak untuk melancarkan serangan sesuai dengan tipe server dan operating system yang digunakan.
14) Keamanan program CGI
Common Gateway Interface (CGI) digunakan untuk menghubungkan sistem WWW dengan software lain di server web. Adanya CGI memungkinkan hubungan interaktif antara user dan server web.
15) Keamanan client WWW
DAFTAR PUSTAKA
Ibisa. 2011. Keamanan Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset Rahardjo, Budi. 1999. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet. Bandung: PT. Insan Komuikasi.
http://www.geocities.ws/hme_istn/Efiles/handbook.pdf
http://repository.upnyk.ac.id/143/1/47_Keamanan_Sistem_Informasi.pdf http://repository.politekniktelkom.ac.id/Courseware/Semester%202/Sistem
%20Informasi%20Manajemen/slide/Keamanan%20Sistem %20Informasi.pdf
http://mildsend.wordpress.com/2013/04/24/ancaman_gangguan_terhadap _teknologi_sistem_informasi_dan_penanggulangannya/
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/08/25/cyberlaw-ancaman-keamanan-sistem-informas/
http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=36&cad=rja&ved=0CE wQFjAFOB4&url=http%3A%2F%2Fjurnal.atmaluhur.ac.id
%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F02%2F6-DOMAIN-
UTAMA-DALAM-KEAMANAN-SYSTEM-INFORMASI.pdf&ei=yueUUYiuEMH4rQfP3IGADw&usg=AFQjCN
FnTw18Gh8nQGKqWbS-L3fTUB8nCA&bvm=bv.46471029,d.bmk
http://www.slideshare.net/andiazka/chapter-7-keamanan-sistem-informasi
http://referensirisk.blogspot.com/2013/02/studi-kasus-information-security.html
http://rahman.staf.narotama.ac.id/2013/02/27/sistem-keamanan-komputer/
http://verololy.blogspot.com/2012/11/pengertian-sistem-keamanan-jaringan.html