Manusia sebagai Makhluk
Individu
• “Individu” berasal dari kata Latin individuum, artinya tidak terbagi
• Dalam ilmu sosial, paham individu menyangkut tabiatnya dengan
kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam
Sigmund Freud
Id
• Setiap anak dilahirkan dengan yang pertama, suatu id, istilah Freud
untuk dorongan sejak lahir yang menyebabkan kita mencari
kepuasan diri.
Id
• Id menuntut pemenuhan langsung keperluan dasar: perhatian,
keselamatan, makanan, seks, dan seterusnya.
• Namun dorongan id untuk kepuasan langsung terbentur pada suatu
Ego
•
Untuk mengadaptasi kendala ini
muncul suatu komponen kedua
dari kepribadian, yang oleh Freud
dinamakan ego.
Ego
•
Ego
pun bertugas untuk
mengimbangi
id
dan
Superego
• Superego mewakili kebudayaan dalam
diri kita, norma dan nilai yang telah kita internalisasikan dari kelompok sosial
kita.
• Sebagai suatu komponen moral dari kepribadian, superego memicu rasa bersalah atau malu ketika kita
melanggar peraturan sosial, atau
Id – Ego – Superego
• Jika id lepas kendali, menurut Freud,
kita mengikuti hasrat kita akan
kesenangan dan melanggar norma masyarakat.
• Jika superego lepas kendali kita
Id – Ego – Superego
•
Ego, kekuatan penyeimbang,
mencoba mencegah agar
superego atau id tidak dominan.
•
Pada individu yang secara
emosional sehat, ego berhasil
menyeimbangkan tuntutan
Id – Ego – Superego
•
Namun pada individu yang tidak
mampu menyesuaikan diri, ego
tidak dapat mengendalikan
konflik melekat antara id dan
superego, dan hasilnya ialah
kebingungan internal dan
Contoh konflik internal
dalam diri individu yang
merupakan penjelasan dari
• Id = “Saya ingin permen, tidak peduli
apa
pun!”
• Ego = “Saya kira saya harus menunggu
sampai saya punya uang untuk membeli permen”
Manusia sebagai Makhluk
Sosial
• “Sosial” berasal dari bahasa Latin socius yang artinya: teman,
perikatan
Charles Horton
Cooley
Looking-glass Self:
• Sisi khas dari “kemanusiawian” (humanness) diciptakan secara
sosial; artinya, perasaan mengenai diri kita berkembang dari interaksi dengan orang lain.
• Istilah looking-glass self digunakan untuk menggambarkan
Contoh Sosiogram
• Teman yang paling ideal menjadi pemimpin
..\Sosialisasi & Kepribadian\Data1.doc
• Teman yang paling disukai untuk bekerjasama
..\Sosialisasi & Kepribadian\Data2.doc
• Teman yang kurang disukai untuk bekerjasama
Catatan Penutup:
Ketiga langkah dalam looking-glass self merupakan bagian kehidupan
kita sehari-hari: di kala kita
memantau reaksi orang terhadap kita, kita secara terus-menerus
Catatan Penutup:
Dengan demikian, diri tidak pernah merupakan suatu produk yang