• Tidak ada hasil yang ditemukan

SeJARAH PROMKES gerakan masyarakat menuju

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SeJARAH PROMKES gerakan masyarakat menuju "

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SEJARAH PROMKES

Di zaman pra dan awal kemerdekaan dulu propaganda masalah

kesehatan itu sudah dilakukan. Pada waktu itu cara propaganda

itulah yang dilakukan untuk memberi penerangan kepada

masyarakat tentang kesehatan. Propaganda pada waktu itu

dilakukan dalam bentuknya yang sederhana melalui pengeras

suara atau dalam bentuk gambar dan poster

.

(3)

SEJARAH PROMKES

Maka dilancarkanlah upaya pendidikan kesehatan

masyarakat (

health education

) yang dipadukan dengan

upaya

pembangunan

masyarakat

(

community

(4)

SEJARAH PROMKES

Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati

antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya.

• Reformasi di bidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan.

1. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan.

2. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran.

3. Ketiga, Tantangan global sebagai akibat dari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi.

(5)

SEJARAH PROMKES

INTERNASIONAL

• Sebelum menjadi promosi kesehatan pengertiannya di samakan dengan pendididkan kesehatan, pada pendidikan kesehatan di tekankan pada perubahan perilaku masyarakat dengan cara memberikan informasi kesehatan melalui berbagai cara dan teknologi.

(6)

Pada konferensi Internasional promosi kesehatan yang pertama

mengambil tema Menuju Kesehatan Masyarakat Baru, namun pada

konferensi ini tidak terlepas dari Deklarasi Alma Ata tahun 1978

tentang Pelayanan Kesehatan Dasar atau Primary Health Care oleh

WHO promosi kesehatan didefinisikan sebagai: the process of

enabling people to control over and improve their health

.

Tetapi definisi tersebut diaplikasikan ke dalam bahasa Indonesia

menjadi Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara,

meningkatkan dan melindungi kesehatannya

.

(7)

KONFERENSI PROMOSI

KESEHATAN

Lawrence Green (1984) mendefinisi promosi kesehatan

(8)

PIAGAM OTTAWA

Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa-Canada (1986)

menghasilkan piagam Ottawa Charter yang rumusan strateginya dikelompokkan menjadi 5 butir,yaitu: 

1) Kebijakan Berwawasan Kesehatan (Health Public Policy)

Adalah ͢ kegiatan yang ditujukan kepada para pembuat keputusan/ penentu

kebijakan yang berwawasan kesehatan. Setiap kebijakan pembangunan di bidang apa saja harus mempertimbngkan dampak kesehatannya bagi masyarakat. Misalnya, orang yang mendirikan pabrik/ industri, sebelumnya harus dilakukan analisis dampak lingkungan agar tidak tercemar dan tidak berdampak kepada masyarakat.

2) Lingkungan Yang Mendukung (Supportive environment)

Adalah kegiatan untuk mengembangkan jaringan kemitraan dan suasana yang

(9)

PIAGAM OTTAWA

3) Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services)

 Memberikan pemahaman ketika ada kesalahan persepsi mengenai

pelayanan kesehatan, tanggung jawab pelayanan kesehatan kadang hanya untuk pemberi pelayanan (health provider ), tetapi  pelayanan kesehatan  juga merupakan  tanggung jawab  bersama antara pemberi pelayanan kesehatan ( health provider ) dan pihak yang mendapatkan pelayanan.

4) Gerakan Masyarakat (Community Action)

 Derajat kesehatan masyarakat akan efektif apabila unsur-unsur yang ada

(10)

PIAGAM OTTAWA

5) Keterampilan Individu (Personal Skill)

(11)

SEJARAH PROMOSI KESEHATAN NASIONAL

1. Masa Penjajahan.

(12)

“Medisch Hygienische Propaganda”

      

Pada tahun 1924 oleh pemerintah Belanda dibentuk Dinas

Higiene. Kegiatan pertamanya berupa pemberantasan cacing

tambang di daerah Banten..Lambat laun pemberantasan cacing

tambang tumbuh menjadi apa yang dinamakan “Medisch

Hygienische Propaganda”. Propaganda ini kemudian meluas pada

penyakit perut lainnya, bahkan melangkah pula dengan

penyuluhan di sekolah-sekolah dan pengobatan kepada anak-anak

sekolah yang sakit. Timbullah gerakan, untuk mendirikan “brigade

sekolah” dimana-mana.

(13)

• Baru pada tahun 1933 dapat dimulai organisasi higiene tersendiri, dalam bentuk Percontohan Dinas Kesehatan Kabupaten di Purwokerto. Dinas ini terpisah dari Dinas Kuratif tetapi dalam pelaksanaannya bekerjasama erat.

• Sebagai pelaksana kegiatan pendidikan kesehatan dalam bidang Hygiene dan Sanitasi, seorang dokter pribumi bernama Dr. Soemedi, kemudian mendirikan Sekolah Juru Hygiene di Purwokerto. Usaha ini kemudian dilanjutkan oleh Dr. R. Mochtar yang kemudian menjabat sebagai Kepala Bagian Pendidikan Kesehatan Rakyat (Medisch Hygienische Propaganda Dienst).

(14)

“Prevention is better than cure”

•       Apa yang telah dirintis oleh Hydrick tersebut kemudian ternyata dilanjutkan oleh Pemeritah (Belanda). Perhatian Pemerintah Belanda terhadap usaha preventif dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, tindakan dan peraturan (perundang-undangan). Motto yang berbunyi “Prevention is better than cure” diwujudkan dalam berbagai kegiatan a.l. :

1. Vaksinasi cacar, typus, cholera, desentri, pes 2. Pendaftaran kelahiran, kematian

3. Pelaporan tentang penyakit menular, sakit jiwa

4. Pengawasan : air minum, pabrik, tempat pembuatan makanan dan

minuman, saluran limbah ait/riolering, pembuangan sampah, perumahan. 5. Termasuk upaya pendidikan kepada rakyat tentang peraturan dalam

pemeliharaan kesehatan diri dan lingkungan.

(15)

MASA PENDUDUKAN JEPANG DAN

AWAL KEMERDEKAAN

• Disorganisasi Usaha Kesehatan Masyarakat yang sejak zaman pendudukan Jepang sudah kacau, berlangsung terus dalam periode revolusi fisik (1945 – 1949). Banyak fasilitas Kesehatan tidak dapat dipergunakan karena rusak, bahkan para petugas kesehatan pun banyak yang meninggalkan posnya, bergabung dalam barisan gerilyawan melawan Belanda, Amerika dan Inggris.

(16)

MASA KEMERDEKAAN

(17)

ERA PENDIDIKAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN

(KURUN WAKTU 1960-1980)

Istilah Pendidikan Kesehatan dan UU Kesehatan 1960

• Pasal 1, yang menyatakan bahwa Tiap-tiap warga negara berhak

memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya dan perlu diikut sertakan dalam usaha-usaha Kesehatan Pemerintah.

• Pasal 4, yang menetapkan Tugas Pemerintah untuk memelihara dan

(18)

ERA PENDIDIKAN DAN PENYULUHAN

KESEHATAN

• Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang ditekankan pada terjadinya

(19)

PENETAPAN HARI KESEHATAN

NASIONAL

(20)

ERA PKMD, POSYANDU DAN

PENYULUHAN KESEHATAN MELALUI MEDIA ELEKTRONIK (KURUN WAKTU 1975 - 1995)

• Banyak batasan pengertian tentang peran serta masyarakat. Berdasarkan pertemuan Alma Ata (1978), WHO memberi rumusan tentang peran serta masyarakat adalah suatu proses dimana individu dan keluarga:

1. Bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan diri, keluarga dan masyarakat.

2. Berkembang kemampuannya untuk berkontribusi dalam pembangunan. 3. Mengetahui keadaannya dengan lebih baik dan termotivasi untuk

memecahkan masalahnya.

(21)

KESEHATAN DALAM GBHN

• Undang-Undang Kesehatan No. 9/1960 yang menyebutkan bahwa Kesehatan bukan hanya sekedar bebas penyakit dan cacat, tetapi merupakan keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial. Kesehatan adalah hak setiap warga Negara untuk mecapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Untuk mewujudkan derajat kesehatan seperti ini, maka perlu dilaksanakan pembangunan kesehatan masyarakat desa,

(22)

PKMD DAN DEKLARASI ALMA

ATA

•       PKMD adalah rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan dengan berazaskan gotong royong dan swadaya. PKMD dilaksanakan dalam rangka menolong diri (masyarakat) sendiri untuk mengenal dan memecahkan masalah/kebutuhan yang dirasakan mayarakat. Kegiatan PKMD ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuaan masyarakat dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan.

(23)

• Sedangkan tujuan khusus PKMD adalah:

1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki untuk menolong diri sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka.

2. Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan serta aktif dan berswadaya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

3. Menghasilkan tenaga-tenaga masyarakat setempat yang mampu, trampil serta mau berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. 4. Meningkatnya kesehatan masyarakat.

(24)

ERA PROMOSI KESEHATAN

DAN PARADIGMA SEHAT

• Suatu ketika pada sekitar akhir tahun 1994, Dr. Ilona Kickbush, yang baru saja menjabat sebagai Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva, datang ke Indonesia. Sebagai direktur baru ia mengunjungi beberapa negara, termasuk Indonesia. Kebetulan pada waktu itu Kepala Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru saja diangkat, yaitu Drs. Dachroni MPH, yang menggantikan Dr. IB Mantra yang purna bakti (pensiun).

(25)

KONFERENSI INTERNASIONAL HEALTH

PROMOTION IV DAN DEKLARASI JAKARTA

Konferensi ini bertema: “New players for a new era: Leading Health

Promotion into the 21st century” dan menghasilkan Deklarasi Jakarta, yang diberi nama: “The Jakarta Declaration on Health Promotion into the 21st Century”. Selanjutnya Deklarasi Jakarta ini memuat berbagai hal, antara lain sebagai berikut:

1. Bahwa Konferensi Promosi Kesehatan di Jakarta ini diselenggarakan hampir 20 tahun setelah Deklarasi Alma Ata dan sekitar 10 tahun setelah Ottawa Charter, serta yang pertama kali diselenggarakan di negara sedang berkembang dan untuk pertama kalinya pihak swasta ikut memberikan dukungan penuh dalam konferensi.

(26)

3. Bahwa Promosi Kesehatan sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan faktor penentu kesehatan. Berbagai tantangan

tersebut seperti: adanya perdamaian, perumahan, pendidikan,

perlindungan sosial, hubungan kemasyarakatan, pangan, pendapatan, pemberdayaan perempuan, ekosistem yang mantap, pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan, keadilan sosial, penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia, dan persamaan, serta kemiskinan yang merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan, selain masih banyak ancaman lainnya.

(27)

5. Bahwa prioritas Promosi Kesehatan abad 21 adalah :

• Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam kesehatan;

Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan;Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan;

(28)

6. Selanjutnya menyampaikan himbauan untuk bertindak, dengan

menyusun rencana aksi serta membentuk atau memperkuat aliansi promosi kesehatan di berbagai tingkatan, mencakup. :

7. Membangkitkan kesadaran akan adanya perubahan faktor penentu kesehatan;

8. Mendukung pengembangan kerjasama dan jaringan kerja untuk pembangunan kesehatan;

(29)

PROMOSI KESEHATAN DI ERA REFORMASI

DAN DESENTRALISASI

(30)

DEFINISI PROMOSI KESEHATAN

• Promosi kesehatan adalah proses advokasi kesehatan yang dilaksanakan

untuk meningkatkan kemampuan baik di tingkat personal, swasta, maupun pemerintah.

(31)
(32)

KONSEP PROMOSI KESEHATAN

Konsep promosi kesehatan merupakan pengembangan dan konsep pendidikan

kesehatan, yang berkembang sejalan dengan perubahan paradigm kesehatan masyarakat ( Public Health ). Perubahan padigma kesehatan masyarakat terjadi antara lain akibat perubahan pola penyakit, gaya hidup kondisi kehidupan lingkungan kehidupan demografi dan lain – lain.

Sejak saaat itu, pendidikan kesehatan menjadi perhatian dan merupakan

bagian dari upaya kesehatan masyarakat yang difokuskan kepada :

a. Perilaku beresiko seperti : Merokok, Makanan rendah serat, dan Kurang gerak b. Pelayanan kedokteran pencegahan

(33)
(34)

Referensi

Dokumen terkait

One major advance that shot the field of educational data mining for- ward was the advent of the Pitts- burgh Science of Learning Center DataShop, 5 for almost a decade the

Pada sistem kontrol ini menggunakan metode logika fuzzy agar mendapatkan kendali yang meminimalisir tingkat error posisi dan mempersingkat waktu respon serta kalman

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa biaya desain produk adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan penelitian desain produk dan

Tahun 2009 biaya pemberian kompensasi finansial di PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya yaitu sebesar Rp .7.957.826.906, naik 6,17% dari tahun

Penelitian ini dilakukan di kelas III SDN 26 Pekanbaru, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan bulan Oktober-November 2012.Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan

Perupa yang lahir tahun 1977 di Yogyakarta ini dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi sorotan penting dalam kancah seni rupa Indonesia dan internasional.. Eko Nugroho

AGUSTIN KUNIAWATY, S.Pd JUMLAH JUMLAH AKHIR AKHIR Hj.. INDAHWATI,

Dari paparan data proses aktivitas murid membaca puisi berdasarkan dengan metode demonstrasi dapat disimpulkan bahwa murid mengalami peningkatan hasil belajar membaca