• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARU KERJA dll rs paru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PARU KERJA dll rs paru "

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

OCCUPATIONAL LUNG DISEASE

(2)
(3)
(4)
(5)

Garis

(6)
(7)

3

(8)

(alarie 2004) > 10 mikron

5 – 10 mikron

3 – 5 mikron

1 – 3 mikron

(9)

(alarie 2004)

(10)
(11)

A.1

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)

Pneumokoniosis adalah merupakan segolongan

penyakit yang disebabkan oleh penimbunan debu dalam paru-paru.

Hal ini tergantung terhadap jenis debu yang

tertimbun, hingga penyakit yang ditimbulkannya juga berlainan. Beberapa Pneumokoinosis yang dikenal dan sering di temukan :

1. Silikosis disebabkan debu SiO2 bebas. 2. Asbestosis disebabkan debu asbes.

3. Berryliosis disebabkan debu Be.

4. Siderosis disebabkan debu yang mengandung Fe2O2. 5. Stanosis disebabkan debu biji timah putih (SnO2).

6. Byssinosis disebabkan debu kapas.

7. Coal worker’s Pneumokoniosis disebabkan debu batu bara.

(17)

Silikosis merupakan penyakit

fibrosis

parenkim

paru

yang

disebabkan oleh debu silica ataupun

kristalin silicon dioksida. Penyakit ini

terjadi pada :

Pekerja tambang logam dan batubara.

Penggali terowongan pada pembuatan

jalan.

Pemotong batu, misalnya pembuat

patung batu, nisan, keramik.

Penuangan besi dan baja.

Industri gelas, dan pabrik amplas.

Pembuat gigi enamnel.

Pabrik semen

(18)

Dasarnya belum jelas, hanya saja dengan adanya

interaksi deposit debu dengan makrofag alveoli hingga dianggap perjalanan penyakit ini sebagai berikut :

Debu - alveoli - dimakan makrofag, efek toksik

silica menyebabkan lisis makrofag dan timbulnya makrofag baru -- lisis lagi demikian berulang-ulang.

Akibat lisis makrofag bebas enzym-enzym toksik

merangsang timbulnya faktor fibrigenik sehingga terjadi poliferasi fibrosis dan jaringan ikat kolagen yang kemudian mengalami hialinasi.

Pada awal fibrosis terlihat adanya nodul-nodul.

Akibat fibrosis dinding alveoli dengan jaringan intertial menjadi kaku, elastisitas jaringan paru menurun hingga mengakibat kelainan faal paru type restriktif.

(19)

Gambaran klinis

Silikosis secara klinis mempunyai tiga bentuk yaitu:

Silikosis

(20)

Bila terjadi simple silikosis sedapat mungkin dihindarkan dari debu silika. Sampai saat ini pengobatan yang khusus belum ada, pengobatan hanya untuk mengatasi gejala :

1.Pemberian Oksigen

2.Pemberian antibiotika

Belakangan ini dicoba dengan pemberian inhalasi serbuk aluminium dan pengobatan dengan zat D-penisilamin dan polivenil piridin N-oksida. Kortikosteroid juga pernah dicoba tetapi hanya dapat mencegah percepatan perburukan saja.

(21)

Pneumokoniosis

yang

disebabkan

inhalasi serat abses secara khas

ditandai dengan fibrosis intertial

disfus parenkhim paru. Kelainan

sering disertai dengan penebalan

pleura viseralis dan kadang-kadang

klasifikasi pleura.

Penyakit ini diderita oleh para pekerja

pada :

 Pabrik pembuatbahan kabel

 Pembuat cat

 Pembuat ban mobil atau motor

 Pembuatan atap asbes

 Pada setiap pabrik atau penambangan

yang terdapat zat asbes.

(22)

 Secara umum asbes dapat menimbulkan 3 penyakit

pada paru:

 Asbestosis  Kanker Paru

 Kanker Pleura atau Mesotelioma

• GEJALA KLINIS

• Gejala awal asbesitosis

– Sesak nafas pada waktu bekerja yang disertai batuk tanpa dahak.

– Gejala ini setelah beberapa tahun berkembang menjadi fibrosis paru yang progressif.

– Sesak nafas terus semakin memburuk walaupun penderita telah dijauhkan dari paparan

• Komplikasi yang timbul adalah korpulmonal,

(23)

PENGOBATAN ASBESTOSIS

Tidak ada terapi khusus.

(24)

Salah satu yang terpenting adalah keselamatan kesehatan pekerja :

ф Menurunkan ambang paparan debu asbes

ditempat kerja.

ф Pembersihan mesin yang mengandung debu asbes

dilakukan dengan penghisapan hampa udara.

ф Perlindungan dengan masker.

ф Para pekerja harus menjalani pemeriksaan rutin

mulai dari masuk kerja secara periodik dengan foto thoraks, spirometri.

(25)

Adalah pneumokoniosis yang timbul akibat

menghirup debu yang mengandung berrylium berupa logam, oksida, sulfat,klorida dan

flourida menyebabkan bronkitis dan

pneumonitis.

Penyakit ini umumnya didapat pada pekerja :

Pekerja membuat alliage

berrylium-tembaga.

Pekerja pabrik pembuat tabung radio.

Pekerja pembuat tabung-tabung fluoresent.

Pekerja di sumber tenaga atom.

(26)

Pada tahap awal dimulai dengan:

Nasofaringitis dan traheobronkitis

Demam ringan, batuk kering dan

sesak nafas.

Berlanjut

dengan

pneumonitis

dimulai dengan demam semakin

berat, batuk berdahak, sakit dada,

sesak nafas, penurunan berat badan

Bila keadaan bertambah berat

disertai kelelahan pada waktu

bekerja ringan.

(27)

Pengobatan seperti pneumokoniosis lainnya

belum ada yang pasti, hanya simptomatis saja.

Pencegahan merupakan hal yang penting :

Menurunkan kadar ambang paparan

dengan ventilasi yang baik.

Pemakaian alat perlindungan tubuh:

masker, baju

khusus.

kebersihan pekerja sebelum pulang

dianjurkan untuk mandi dan cuci tangan yang bersih sebelum makan.

(28)

Adalah pneumokoniosis yang diakibat inhalasi

debu yang mengandung persenyawaan besi.

Penyakit ini tidak begitu berbahaya dan tidak

progressif.

Siderosis terdapat pada pekerja yang menghirup debu

dari pengelolaan biji besi.

Biasanya pada siderosis murni tidak terjadi fibrosis atau

emphysema sehingga tidak ada pula cacat paru.

Siderosis semakin berat hanya bila bersamaan dengan

silikosis.

(29)

Adalah pneumokoniosis akibat terinhalasi debu timah

putih dan tidak begitu berbahaya.

Penyakit ini dijumpai pada:

Pekerja pengelolahan biji timah Penambang biji timah putih

Pada stanosis tidak terdapat fibrosif massif, tidak ada

tanda-tanda cacat paru dan jarang menimbulkan komplikasi.

Pada tahap awal foto toraks menunjukan penambahan

corakan paru yang disertai pelebaran hilus. Kemudian menampakan bentuk noduli didaerah sela iga ke tiga, mula-mula diparu kanan lalu paru kiri.

Lebih lanjut penambahan corakan hilang, sedangkan

noduli semakin jelas dan opak.

(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)

Diameter >10 mm – 50 mm

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan pada paru dapat berupa yang obstruktif

+apat ditemukan peningkatan respiratory rate karena penyakit lanjut +apat ditemukan peningkatan respiratory rate karena penyakit lanjut dan fibrosis paru (parenkim& dan

Abstrak: Pneumokoniosis merupakan penyakit paru akibat kerja yang disebabkan oleh deposisi debu di dalam paru dan reaksi jaringan paru akibat pajanan debu tersebut.. Reaksi utama

Pneumokoniosis merupakan penyakit paru akibat kerja yang disebabkan oleh deposisi debu di dalam paru dan reaksi jaringan paru akibat pajanan debu tersebut. *eaksi

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang parenkim paru yang ditandai dengan pembentukan

Kor Pulmonale adalah hipertrofi/dilatasi ventrikel kanan akibat hipertensi pulmonal yang disebabkan penyakit parenkim paru atau pembuluh darah paru yang tidak

 Pneumoconiosis   adalah segolongan penyakit yang disebabkan oleh  penimbunan debu dalam paru-paru. Debu yang menyebabkan terjadinya  pneumoconiosis  adalah debu yang

Penyakit paru kerja akibat debu adalah penyakit atau kelainan pada paru yang timbul sehubungan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh debu.