• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan Pada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan Pada"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NamaPasien : Tn.”N” Nama : Kelompok III

No : 4O3546

Ruangan : perawatan VII TanggalmasukRS : O4-O6-15

No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Sasaran Intervensi Rasional

1 Nutrisikurangdarikebutuhan B/d mudamunta

DS:

 Klien mengeluh nyeri perut. P: Penyebab nyeri tidak diketahui Q: Nyeri seperti melilit

R: Seluruh daerah perut kadang menyebar sampai ke daerah ulu hati

S: Nyeri sedang, skala 4

T: Hilang timbul secara bertahap.

DO:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan, diharapakan agar klienbisameringankan rasa mual Dengan kriteria hasil :

 Klien

mengatakanmualnyaberkurang  Skala nyeri berkurang

 Klien nampak rilex, tenang dan mampu berpartisipasi dalam aktivitas

 Tanda-tanda vital normal TD : 1O0/70 mmHg N : 78x/mnt

1. Kaji polanutrisikliendanperubahan yang terjadi

2. Timbangberatbadanklien

3. Kaji factor

penyebabgangguangpemenuhannut risi

4. Lakukanpemeriksaanfisikabdomen

1. Perubahan polanutrisiatau intensitas nyeri merupakan indikasi proses infeksi dan memberikan intervensi berdasarkan tingkat nutrisiyang dirasakan.

(2)

 Klien nampak meringis

 Klien nampak memegang daerah perut yang sakit

 TTV:

TD: 1O0/70 mmHg N : 78x/mnt

S: 36,80C

P: 2Ox/mnt

P : 20x/mnt S : 36, 8.c

{ palpasi, perkusi, danauskultasi}

5. Berikan diet

dalamkondisihangatdanporsikecilta pisering

6. Kolaborasi

dengantimgizipenentuan diet klien

3. Posisi pilihan klien dapat meningkatkan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit 4. Rasa hangat dapat

memvasodilatasi pembuluh darah sekitar sehingga sakit dapat berkurang

5. Nafas dalam dapat menurunkan rasa sakit

6. Pemberian Analgesic memblok lintasan sakit sehingga mengurangi sakit.

2 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahantirah baring yang

Kebutuhan aktivitas sehari-hari dapat terpenuhi secara mandiri.

1. Kaji tingkat kemampuan pasien dalam braktifitas

(3)

cukup ditempat tidur (Bedrest) yang ditandai dengan :

Ds:

 Klien mengatakan terasa lemas.

 Klien mengeluh kadang pusing.

Do:

 Keadaan umum lemah

 Kulit nampak pucat.

 Klien nampak baring terus ditempat tidur.

Dengan criteria hasil: Klien tidak lemas lagi.

Klien tidak pusing lagi.

Wajah tampak rileks.

Klien tidak nampak lemah dan

pucat.

Klien tidak dibantu lagi oleh keluarganya.

2. Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan shari-hari

3. Dekatkan alat –alat yang dibutuhkan pasien

4. Berikan dukungan pada pasien dalam malakukan aktifitas sehari-hari secara bertahap

beraktifitas sendiri dan dapat diambil tindakan selanjutnya

2. Dengan membantu, pasien merasa diperhatikan

3. Agar pasienmudahuntuk menjangkau alat-alat yangdibutuhkan

4. Pasien mendapatkan semangat atau motifasi untuk melakukan aktifitas sehari-hari sesuai kemampuanya

(4)

5. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien

6. Jelaskan tujuan tirah baring untuk mencegah komplikasi dan

mempercepat proses penyembuhan.

terdekat dangan pasien yang sewaktu-waktu dapat membantu pasien memenuhu

kebutuhannya

6.

Istirahat .menurunkan mobilitas usus juga menurunkan laju metabolisme dan infeksi.

3 Kecemasanberhubungandenganpenya kit

Ds:

 Klien merasa cemassama.penyakit

 Klienbertanyatentangpenyakit Do:

 Klienlemah

 Klentamakpucat

Kebutuhankecemasanharus di atasi Dengan criteria hasil:

- Memberikanarahantentangpenyakit nya

- Berikainformasihpadaklien - Klienmendengarkananjurannya

1. Catat adanya kecemasanpasien

2. Anjurkan klien untuk banyak

1. Distensi dan hilangnya peristaltik usus

(5)

bertanyatentangpenyakitnya

3. Berikankliententangposisi baring padasaatsakittariknafasdalam.

dengan tiba-tiba.

2. Air hangat dapt membantu untuk melunakkan feces dan mempercepat proses absorbsi pada usus halus.

(6)

Implementasi Keperawatan dan Evaluasi (CatatanPerkembangan I) Namaklien : Tn. ‘H’

DxMedis : Demam Typhoid Ruangrawat : Perawatan VII

No. Dx

Hari/Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi

1 O9-O6-15 O9:OO

O9.30

1O.00

1O.05

1.

Mengkaji adanya tingkat nutrisi baik lokasirumahsakit,

intensitas, frekuensi dan lamanya .Polanutrisi

Hasil: Klien megeluh sakit perut P: Penyebab karena kurang

nutrisi

Q: kadang timbul nyeri

R: terasa mau munta sampai ke daerah ulu hati

S: Nyeri sedang, skala 4

T: Hilang timbul secara bertahap.

2.

Mengobservasi tanda-tanda vital

3.

Memberikan posisi yang nyaman sesuai dengan kebutuhan klien. Hasil:

Rabu; 1O-O6-15 jam 14:OO S:

 Klien mengatakan masih terasa sakit tetapi pada bagian ulu hati.

 Klien mengatakan nyeri yang dirasakan seperti menusuk.

 Klien mengatakan skala nyerinya 2

 Klien mengatakan intensitas nyeri yang dirasakan secara terus menerus.

O:

 Nampak meringis

 TTV

TD: 1O0/70 mmHg N : 78x/i

S: 36,80C

P: 2Ox/i

(7)

1O.08

1O.10

Klien nyaman dengan posisi semi fowler.

4.

Menganjurkan kepada keluaga klien untuk memberikan kompres hangat pada daerah yang sakit.

Hasil:

Keluarga klien mau melakukan sesuai instruksi.

5.

Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam.

Hasil:

Klien mengerti dan bisa melakukan teknik relaksasi.

6.

Berkolaborasi pemberian obat

nyaman.

 Klien nampak melakukan teknik relaksasi sesuai yang telah diajarkan.

 Adanya pemberian obat: A: Masalahpolanutrisi belum

teratasi

P: Ulangi intervensi 1,2,3,4,5 dan 6

1.

Kaji

adanya tingkat nutrisi baik lokasi, intensitas, frekuensi dan lamanya

polanafsumakan.

2.

Observasi

tanda-tanda vital

3.

Beri posisi

yang nyaman sesuai dengan kebutuhan klien.

4.

Anjurkan

kepada keluaga klien untuk memberikan kompres hangat pada daerah yang sakit

5.

Ajarkan

teknik relaksasi nafas dalam.

6.

Kolaborasi

(8)

2 O9-O6-15

1. Mengkaji tingkat kemampuan pasien dalam braktifitas. Hasil:

Klien mengatakan terasa lemas dan pusing

2. Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil:

Klien merasa senang diperhatikan.

3. Mendekatkan alat –alat yang dibutuhkan pasien

Hasil:

Mendekatkan jangkauan air minum klien

4. Memberikan dukungan pada pasien dalam malakukan aktifitas sehari-hari secara bertahap

Hasil:

Klien mengerti dan mau melakukan anjuran.

5. Melibatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien Hasil:

Keluarga terlibat penuh masalah kebutuhan pasien 6. Menjelaskan tujuan tirah

baring untuk mencegah komplikasi dan mempercepat

Rabu; 1O-O6-15 jam 14:OO S:

 Klien mengatakan sudah tidak lemas lagi

 Klien mengatkan pusingnya sudah berkurang  Keluarga klien

mengatakan bahwa kemarin malam cairan infuse klien diganti-ganti.

O:

 Klien nampak lemah

 Klien nampak masih dibantu dengan orang tuanya  Klien masih nampak pucat

A: Masalah intoleansi aktivitas belum teratasi

P: Ulangi intervensi 1,2,3,4,5, dan 6

1. Kaji tingkat kemampuan pasien dalam braktifitas 2. Bantu pasien dalam

memenuhi kebutuhan shari-hari

3. Dekatkan alat –alat yang dibutuhkan pasien

(9)

proses penyembuhan. Hasil:

Klien mengerti dan paham akan pentingnya tirah baring.

5. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien

6. Jelaskan tujuan tirah baring untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.

3 O9-O6-15 1O.30

1O.32

1O.34

1. Mencatat adanya tanda2 kecemasanpasien,

periksaabdomen dan auskultasi peristaltik usus.

Hasil:

Klienmerasalega, Teraba adanya distensi abdomen dan peristaltic usus 3x/i

2. Menganjurkan klien untuk banyak minum air hangat. Hasil:

Klien mau melakukannya. 3. Memberikan diit tinggi serat

bila diidikakasikan. Hasil:

Diet bubur, sayur,ikan, telur. Buah: pisang dan papaya

Rabu; 1O-O6-15 jam 14:OO S:

 Klien mengatakan perutnya terasa tidak enak (tegang)

 Klien mengatakan belum pernah BAB

O:

 Masih ada distensi abdomen

 Peristaltic usus 4 x/i A: Masalah

kecemasabbelumteratsi P: Ulangi intervensi 1,2, dan 3

1. Catat adanya distensi abdomen dan auskultasi peristaltik usus.

2. Anjurkan klien untuk banyak minum air hangat. 3. Beri diit tinggi serat bila

diidikakasikan. 4 O9-O6-15

15.36

1. Memberikan penjelasan tentang pentingnya kebutuhan cairan

(10)

15.40

15.43

pada pasien dan keluarga. Hasil:

Klien dan keluarga mengerti pentingnya cairan untuk penderita typhoid

2. Mengobservasi pemasukan dan pengeluaran cairan.

Hasil:

Klien minum ± 3-4 gelas/hari Klien mengatakan malah sering kencing, jadi malas minum. 3. Menganjurkan pasien utuk

minum 2.5 liter/24 jam Hasil:

Klien minum ± 750-1000 cc/hr S:

 Klien mengatakan malas minum karena setiap minum selalu ada rasa ingin kencing O:

 Nampak terpasang infus RL 24 tpm

A: Masalah belum teratasi P: Ulangi intervensi 1,2, dan 3

1. Berikan penjelasan tentang pentingnya kebutuhan cairan pada pasien dan keluarga.

2. Observasi pemasukan dan pengeluaran cairan.

3. Anjurkan pasien utuk minum 2.5 liter/24 jam

Implementasi Keperawatan dan Evaluasi (CatatanPerkembangan II) Namaklien : Tn. ‘H’

DxMedis : Demam Typhoid Ruangrawat : Perawatan VII

No. Dx

Hari/Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi

1 O9-O6-15 O9:OO

1. Mengkaji adanya tingkat nutrisi baik lokasi, intensitas, frekuensi

(11)

O9.03

O9.07

O9.10

O9.13

dan lamanya Polanutrisi Hasil: Klien

mengatahkansakitPerut P: Penyebab karena kurang

nutrisi

Q: kadang timbul nyeri

R: terasa mau munta sampai ke daerah ulu hati

S: Nyeri sedang, skala 4 T: Hilang timbul secara bertahap.

2. Mengobservasi tanda-tanda vital

Hasil : TTV

TD: 100/70 mmHg N : 70 x/i

S : 36,5 0C

P : 18 x/I

3. Memberikan posisi yang nyaman sesuai dengan kebutuhan klien. Hasil:

Klien dalam posisi supinasi 4. Menganjurkan kepada klien

untuk memberikan kompres hangat pada daerah yang nyeri. Hasil:

Keluarga klien sudah melakukan anjuran

5. Mengajarkan teknik relaksasi

S:

Klien mengatakan nyeri berkurang

Skala nyeri berkurang, skala 1

O:

 Klien ampak rilex, tenang dan mampu berpartisipasi dalam aktivitas

Tanda-tanda vital normal TD : 1O0/80 mmHg N : 7Ox/i

P : 18x/i S : 36,5 º

 Klien Nampak membaik dan sudah mulai duduk diatas tempat tidur

 Adanya pemberian obat: A: MasalahPolanutrisiteratasi P: Pertahankan intervensi

1,2,3,4,5 dan 6

1.

Kaji adanya tingkat nyeri baik lokasi, intensitas, frekuensi dan lamanya nyeri.

2.

Observasi tanda-tanda vital

3.

Beri posisi yang nyaman sesuai dengan kebutuhan klien.

(12)

O9.00 nafas dalam Hasil:

Klien bisa meakukannya sendiri 6. Berkolaborasi dalam pemberian

analgetik. Hasil:

Novalgin 1 amp/ 8jam IV

klien untuk memberikan kompres hangat pada daerah yang nyeri.

5.

Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam.

6.

Kolaborasi dalam pemberian analgetik.

2 Rabu, 1OJuni 2015 15.15

15.17

15.19

15.20

1. Mengkaji tingkat kemampuan pasien dalam braktifitas. Hasil:

Klien mengatakan pusingnya sudah berkurang.

2. Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil:

Klien merasa senang

diperhatikan, dan merasa rileks 3. Mendekatkan alat –alat yang

dibutuhkan pasien Hasil:

Kebutuhan klien sudah berada di dekat klien seperti minum 4. Memberikan dukungan pada

pasien dalam malakukan aktifitas sehari-hari secara bertahap

Hasil:

Klien mengerti dan mau melakukan anjuran.

Kamis, 11Juni 2015 jam 10.00 S:

 Klien mengatakan terasa sudah kuat.

 Klien mengatkan sudah tidak pusing lagi

O:

 Klien nampak kuat dan ceria

 Klien mampu mandiri,keluarga hanya mengawasi gerak klien.

 Klien nampak ceria

 RL 22 tpm

A: Masalah intoleansi aktivitas teratasi

P: Pertahankan intervensi 1,2,3,4,5, dan 6

1. Kaji tingkat kemampuan pasien dalam braktifitas 2. Bantu pasien dalam

(13)

shari-15.22

15.24

5. Melibatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien Hasil:

Nampak keluarga membantu memenuhi kebutuhan klien 6. Menjelaskan tujuan tirah baring

untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses

penyembuhan. Hasil:

Klien mengerti dan paham akan pentingnya tirah baring.

hari

3. Dekatkan alat –alat yang dibutuhkan pasien

4. Berikan dukungan pada pasien dalam malakukan aktifitas sehari-hari secara bertahap

5. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 6. Jelaskan tujuan tirah baring

untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.

3 Rabu, 1OJuni 2015 15.26

15.28

15.30

1. Mencatat adanya tanda2 kecemasanPeriksa distensi abdomen dan auskultasi peristaltik usus.

Hasil:

Klienmerasalega

2. Menganjurkan klien untuk banyak minum air hangat. Hasil:

Klien minum air hangat 3. Memberi diit tinggi serat bila

diidikakasikan. Hasil:

Diet: Bubur, sayur, telur, ikan Buah: anjuran papaya

Kamis, 11 Juni2015/ jam 10.00 S:

 Klien mengatakan perutnya terasa tidak enak (tegang)

 Klien mengatakan belum pernah BAB

O:

 Masih ada distensi abdomen

 Peristaltic usus 5 x/i

A:

Masalahkecemasanbelumter atasi

P: Ulangi intervensi 1,2, dan 3 1. Catat adanya distensi

(14)

peristaltik usus. 2. Anjurkan klien untuk

banyak minum air hangat. 3. Beri diit tinggi serat bila

diidikakasikan

4 Rabu,1OJuni 2015 15.33

15.35

15.38

1. Memberikan penjelasan tentang pentingnya kebutuhan cairan pada pasien dan keluarga. Hasil:

Klien dan keluarga mengarti pentingnya kebutuhan cairan untuk penderita typhoid

2. Mengobservasi pemasukan dan pengeluaran cairan.

Hasil:

Klien minum ± 5-6 gelas/hari Klien mengatakan malah sering kencing, jadi malas minum. 3. Menganjurkan pasien untuk

minum 2.5 liter/24 jam Hasil:

Klien minum 1250-1500 cc/hr

Kamis, 11Juni 2015/ jam 10.00 S:

 Klien mengatakan sudah mulai minum banyak.

 Klien mengatakan rencana infus aff

O:

 Nampak terpasang infus RL 22 tpm

 Dalam status rencana boleh pulang

A: Masalah teratasi

P: Pertahankan intervensi 1,2, dan 3

1. Berikan penjelasan tentang pentingnya kebutuhan cairan pada pasien dan keluarga. 2. Observasi pemasukan dan

pengeluaran cairan.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan isolasi sosial : menarik diri di Ruang Arjuna Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta dengan metode yang

S impulan : Tindakan keperawatan yang di lakukan pada pasien adalah dengan memberikan kompres hangat dapat menurunkan demam, mengajurkan pasien untuk minum agar

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni (2009), di RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar menunjukan bahwa pemberian kompres hangat pada daerah aksila dan

Penatalaksanaan yang dilakukan tenaga kesehatan sudah sesuai dengan teori yaitu menganjurkan menyusui bayinya sesering mungkin, mengajurkan kompres hangat dan

Gambar 4.2 : Kerangka Operasional Penelitian Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Gambar 4.2 : Kerangka Operasional Penelitian Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Pada Daerah

Salah satu intervensi untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi yaitu Kompres hangat karena dapat memberikan rasa hangat pada daerah tertentu, karena panas yang dihasilkan mampu

Implementasi keperawatan yang dilakukan meliputi beberapa tindakan mandiri pada klien dengan diagnosa Gastritis yaitu menganjurkan keluarga untuk tetap menjaga dan memperhatikan kondisi

dukungan kepada anggota keluarga yang sakit, menganjurkan kepada keluarga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke palayanan kesehatan terdekat, mendiskusikan cara perawatan atau