BAB II
RESUME KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : Irdha Pratamasari
Hari/tanggal : Kamis/11 Juni 2015
Pukul : 14.00 wib
Metode : Wawancara, Observasi, Pemeriksaan Fisik, Study
Dokumentasi
Sumber : Pasien, Status pasien, Tim kesehatan lain
1. Pengkajian
a. Data dasar
1) Identitas Pasien
Nama : Nn. Z
Umur : 20 th
Jenis Kelamin : P
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Josari RT 01 RW 05 Sukoharjo Ngaglik Sleman
Yogyakarta
Suku : Jawa
Dx. Medis : Post SC H+1 atas indikasi kala I Letak Lintang
Tanggal Masuk : 10 Juni 2015
2) Penanggung Jawab
Nama : Tn. W
Umur : 46 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Hubungan dengan pasien : Ayah
3) Riwayat Kesehatan Pasien
a) Faktor Presipitasi ( Faktor Pencetus )
Kala I fase aktif dengan usia kehamilan 28 minggu.
b) Faktor Predisposisi ( Faktor Pendukung )
Usia ibu 20 tahun
b. Data Fokus
1) Alasan masuk
Pasien datang rujukan dari RS Panti Nugroho dengan keterangan letak
lintang pravigradium hamil 28 minggu, kala I fase aktif. Pasien merasa
kenceng – kenceng sejak dini hari tanggal 10 Juni 2015, lendir darah
2) Keluhan Utama
Pasien mengatakan nyeri pada luka post operasi Sc
P : Post operasi Sc
Q : Senut – senut
R : Abdomen bawah
S : 4
T : Hilang timbul
Pasien mengatakan nyeri saat berpindah ( duduk, miring kanan – kiri )
3) Riwayat Obstetri
Lamanya Persalinan : ± 1 jam
Posisi Fetus : Letak Janin Melintang
Tipe Kelahiran : Sectio Caesarea
G0P1A0
No Sex Cara Lahir
Tempat Persalina
n
BB Lahir
Komplikas i sebelum
proses persalinan
Keadaan saat ini
Umur
1 L Sc RSUP Dr. Sardjito
1174 gram
- Prematu r
3 hari
4) Data Bayi Saat Ini
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Berat Badan : 1174 gram
Lingkar Dada : 23 cm
Panjang Badan : 39 cm
5) Riwayat Ginekologi
a) Menarche : 12 th
Siklus : 30 hari
Lama : 5 – 6 hari
Volume : ± 50 cc
Konsistensi : cair darah segar
Warna : Merah kecoklatan pada hari pertama dan kedua dan
hari berikutnya merah segar.
b) Riwayat KB : belum pernah menggunakan KB.
6) Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis (CM)
b) Tanda Vital
TD : 110/70 mmHg
N : 86 x/m
RR : 20 x/m
S : 36,50C
c) Status Gizi
BB : 58 kg
IMT : 1,53582 = 24,78
d) Lochea: Rubra
e) ASI : Sudah keluar
f) Integument : kulit berwarna putih, turgor kulit baik.
g) Personal Hygiene :
Kepala : Rambut bersih
Mata : Konjungtiva pucat
Gigi : Kotor
Kuku : Panjang
h) Abdomen
I : Tampak Simetris, terdapat balutan luka post operasi SC,
tertutup verban. Panjang ± 15 cm.
P : TFU 2 jari dibawah pusat, uterus teraba keras.
P : Bunyi Timpani
A : Terdengar bising usus 20 x/m.
i) Payudara
Putting susu menonjol, mamae membesar, terjadi hiperpigmentasi
pada aerola, tidak ada lecet, bersih.
j) Muskuloskeletal
Kekuatan Otot 5 5
Terpasang infuse RL 20 tpm di sebelah kiri.
k) Genitalia
Terpasang Dower Cateter sejak 10 Juni 2015
7) Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 10 Juni 2015
Nama Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Hemoglobin 11,0 g/dl 12,00 – 16,00 g/dl Hematokrit 34,0 % 35,00 – 45,00 % Lekosit 13,71 10^3/ul 4000 – 11000 10^3/ul
8) Terapi Pengobatan
Tanggal 10 Juni 2015
Jenis Terapi Rute Terapi Dosis Indikasi Terapi Ketorolac IV 30 mg/8 jam Penatalaksanaan
nyeri akut yang berat, jangka pendek.
Cefotaxime IV 1 gr/ 12 jam Infeksi berat yang sensitive terhadap cefotaxime.
Tanggal 11 Juni 2015
Jenis Terapi Rute Terapi Dosis Indikasi Terapi Asam
Mefenamat
Pengelompokan Data
Data Subyektif Data Obyektif 1. Pasien mengatakan nyeri pada
luka post operasi Sc H+1 P : post operasi Sc H+1 Q : Senut – senut
R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc
S : 4
T : Hilang timbul
2. Pasien mengatakan belum mandi dan gosok gigi dari kemarin tanggal 10 Juni 2015.
3. Pasien mengatakan nyeri saat berpindah.
2. Pasien terlihat menahan nyeri. 3. Pasien hanya berbaring ditempat
tidur.
4. Pasien tampak bedrest dan aktivitas dibantu keluarga dan perawat.
5. Terdapat balutan luka post Sc H+1, tertutup verban.
panjang : ±15 cm
6. Terpasang Dower Cateter sejak 10 Juni 2015.
7. Terpasang Infus RL 20 tpm di tangan sebelah kiri.
8. Kuku pasien panjang. 9. Gigi pasien kotor.
10. TFU 2 jari dibawah pusat. 11. Uterus teraba keras. 12. Lochea rubra.
13. Jenis kelamin bayi : laki – laki. BB bayi : 1174 gram.
Analisa Data
Data Fokus Etiologi Problem
1. Ds : Pasien mengatakan nyeri pada luka post operasi Sc H+1
P : post operasi Sc H+1
Q : Senut – senut R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc S : 4
T : Hilang timbul Do : pasien terlihat menahan nyeri. TD : 110/70 mmHg N : 86 x/m
RR : 20 x/m
Nyeri Akut Agen injuri fisik ( luka insisi pembedahan )
2. Ds : pasien
mengatakan nyeri saat berpindah.
Do : pasien hanya berbaring di tempat tidur.
Pasien tampak bedrest dan aktivitas dibantu keluarga dan perawat. Pasien post operasi sectio caesarea hari ke 1.
Hambatan Mobilitas Fisik Ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea
3. Ds : pasien
mengatakan belum mandi dari kemarin. Do : gigi pasien kotor, kuku pasien panjang.
Deficit Perawatan Diri Kelemahan : post operasi section caesarea
4. Ds :
-Do : Terpasang infuse RL 20 tpm di tangan kiri.
Terpasang Dower Cateter sejak 10 Juni
Analisa Data
Data Fokus Etiologi Problem
2015.
Terlihat balutan luka post operasi Sc H+1 ± 15cm.
TFU 2 jari dibawah pusat.
Keluar Lochea Rubra. Uterus teraba keras. TFU 2 jari dibawah pusat.
Suhu : 36,50C
Leukosit : 13,71 10^3/
Diagnosa Prioritas Keperawatan
1. Nyeri Akut berhubungan dengan Agen injuri fisik ( luka insisi pembedahan )
Ditandai dengan :
Ds : Pasien mengatakan nyeri pada luka post operasi Sc H+1
P : post operasi Sc H+1
Q : Senut – senut
R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc
S : 4
T : Hilang timbul
Do : pasien terlihat menahan nyeri.
TD : 110/70 mmHg
N : 86 x/m
RR : 20 x/m
2. Hambatan Mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat
post operasi sectio caesarea
Ditandai dengan :
Ds : pasien mengatakan nyeri saat berpindah.
Do : pasien hanya berbaring di tempat tidur.
Pasien tampak bedrest dan aktivitas dibantu keluarga dan perawat.
3. Deficit Perawatan Diri berhubungan dengan kelemahan : post operasi section
caesarea
Ditandai dengan :
Ds : pasien mengatakan belum mandi dari kemarin.
Do : gigi pasien kotor, kuku pasien panjang.
4. Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur
invasive, involusio uterus
Ditandai dengan :
Ds :
-Do : Terpasang infuse RL 20 tpm di tangan kiri.
Terpasang Dower Cateter sejak 10 Juni 2015.
Terlihat balutan luka post operasi Sc H+1 ± 15cm.
TFU 2 jari dibawah pusat.
Keluar Lochea Rubra.
Uterus teraba keras.
TFU 2 jari dibawah pusat.
Suhu : 36,50C
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 1. Nyeri akut b/d agen
injury fisik ( luka insisi pembedahan )
Ds : Pasien mengatakan nyeri pada luka post operasi Sc H+1
P : post operasi Sc H+1 Q : Senut – senut R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc S : 4
T : Hilang timbul Do : pasien terlihat menahan nyeri. N : 86 x/m RR : 20 x/m
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri pasien berkurang dengan kriteria hasil :
1. Pasien mampu mengontrol nyeri dengan menggunaka n tekhnik relaksasi nafas dalam. 2. Nyeri
berkurang menjadi skala 1 – 2 ( 0 – 10 )
1. Lakukan pengkajian nyeri. 2. Observasi
reaksi nonverbal dari
ketidaknyama nan.
3. Monitor vital sign.
4. Ajarkan teknik non farmakologi ( nafas dalam ) 5. Kelola
pemberian analgetik asam mefenamat 500mg/8 jam
1. Mengidentifikasi kebutuhan khusus dan intervensi. 2. Mengetahui tingkat
kenyamanan pasien. 3. Mengetahui
perkembangan pasien.
4. Napas dalam dapat mengurangi rasa nyeri
5. Analgetik sebagai obat anti nyeri
Kamis, 11 Juni 2015
15.10 wib
1. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi, menghitung repirasi.
Irdha 15.30 wib
2. Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Irdha mempraktikan teknik nafas dalam.
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 3. Mampu
mengenali nyeri ( skala intensitas, frekuensi dan tanda nyeri )
16.00 wib
3. Memberi obat oral asam mefenamat 500mg
Irdha
16.05 wib Ds :
-Do : obat asam mefenamat masuk melalui oral. Pasien tidak ada alergi obat.
Irdha Kamis, 11 Juni 2015 17.00 wib S : pasien mengatakan masih merasa nyeri. Skala nyeri 4.
O : KU baik TD : 110/70 mmHg
P : lanjutkan intervensi. 1. Monitor vital
sign. 2. Anjurkan
untuk melakukan teknik
relaksasi nafas dalam.
3. Kelola pemberian asam mefenamat 500mg
Irdha
SOAP Implementasi Evaluasi Tanggal : 12 Juni 2015
Jam : 05.30 WIB
S : pasien mengatakan nyeri berkurang. P : post operasi Sc H+2
Q : Senut – senut
R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc
S : 3
A : masalah nyeri akut b/d agen injury fisik belum teratasi.
P : lanjutkan intervensi. 1. Kaji skala nyeri. 2. Monitor vital sign.
3. Anjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam. 4. Kelola pemberian asam
mefenamat 500mg untuk mengurangi nyeri.
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 06.00 wib
1. Menganjurkan kepada pasien untuk nafas dalam jika nyeri datang.
Irdha
06.40 wib
4. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi, menghitung repirasi.
Irdha
08.00 wib
4. Memberi obat oral asam mefenamat 500mg
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 06.05 wib
Ds : pasien mengatakan sudah bisa nafas dalam jika nyeri datang. Do : pasien sudah bisa nafas dalam
Irdha
06.50 wib Ds :
-08.05 wib Ds :
-Do : obat asam mefenamat masuk melalui oral. Pasien tidak ada alergi obat.
Irdha
SOAP Implementasi Evaluasi 16.00 wib
5. Memberi obat oral asam mefenamat 500 mg
Irdha
16.05 wib Ds :
-Do : obat asam mefenamat masuk melalui oral. Pasien tidak ada alergi obat.
Irdha Jum’at, 12 Juni 2015 17.00 wib
S : pasien mengatakan nyeri berkurang. Skala nyeri 3.
O : TD : 120/80 mmHg N : 80 x/m
Rr : 20 x/m
A : masalah nyeri akut b/d agen injury fisik teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi. 1. Kaji skala nyeri pasien 2. Monitor vital sign.
3. Anjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam. 4. Kelola pemberian asam
mefenamat 500mg untuk mengurangi nyeri.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Tanggal : 13 Juni 2015 Jam : 05.30 WIB
S : pasien mengatakan nyeri berkurang. P : post operasi Sc H+3
Q : Senut – senut
R : Abdomen bawah luka bekas operasi Sc
S : 3
T : Hilang timbul
O : TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m
Rr : 22 x/m
A : masalah nyeri akut b/d agen injury fisik teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi.
1. Kaji skala nyeri pasien. 2. Monitor vital sign.
3. Anjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam. 4. Kelola pemberian asam
mefenamat 500mg untuk mengurangi nyeri.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 06.00 wib
1. Menganjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam jika nyeri datang.
Irdha
6.40 ib
2. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi, menghitung repirasi.
Irdha
08.00 wib
3. Memberi obat oral asam mefenamat 500m/ 8 jam
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 06.05 wib
06.10 wib
Ds : pasien mengatakan sudah nafas dalam jika nyeri datang.
Do :
-Irdha
06.50 wib Ds :
-Do : TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m
Rr : 22 x/m
Irdha
08.05 wib Ds :
-Do : obat asam mefenamat masuk melalui oral. Pasien tidak ada alergi obat.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
16.00 wib
5. Menberi obat oral asam mefenamat 500mg
Irdha
16.05 wib Ds :
-Do : obat asam mefenamat masuk melalui oral. Pasien tidak ada alergi obat.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 14.00 wib
S : pasien mengatakan nyeri berkurang. Skala nyeri 3.
O : TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m
Rr : 22 x/m
A : masalah nyeri akut b/d agen injury fisik teratasi sebagian.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
1. Kaji skala nyeri pasien. 2. Monitor vital sign.
3. Anjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam. 4. Kelola pemberian asam
mefenamat 500mg untuk mengurangi nyeri.
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 2. Hambatan Mobilias fisik
berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea
Ds : pasien mengatakan nyeri saat berpindah. Do : pasien hanya berbaring di tempat tidur. Pasien tampak bedrest dan aktivitas dibantu keluarga dan perawat. Pasien post operasi sectio caesarea hari ke – 1.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal dengan kriteria hasil : 1. Pasien
mampu melakukan aktifitas secara bertahap seperti miring kanan, miring kiri, duduk dan berjalan.
1. Anjurkan dan motivasi pasien melakukan rentang gerak/mobilis asi.
2. Monitor vital sign
sebelum/ sesudah latihan. 3. Bantu
pemenuhan kebutuhan pasien. 4. Libatkan
keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien.
1. Meningkatkan latihan gerak minimal.
2. Mengetahui perkembangan pasien.
3. Memudahkan pasien dalam pemenuhan kebutuhannya. 4. Peran serta
keluarga mempengaruhi pemenuhan kebutuhan pasien.
Kamis, 11 Juni 2015 14.30 wib
1. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi,
menghitung repirasi.
Irdha 15.45 wib
2. Melatih/
mengatur pasien untuk miring kanan miring kiri.
Irdha
Kamis, 11 Juni 2015 14.40 wib Ds :
-15.55 wib Ds : pasien mengatakan bila miring kanan miring kiri bisa lancar tetapi miring kanan masih terhambat karena terasa sakit.
Do :
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 16.00 wib
3. Mengajarkan keluarga pasien cara membantu pasien miring kanan miring kiri.
Irdha
16.05 wib Ds : keluarga pasien mengatakan sudah mengerti cara melakukan miring kanan dan miring kiri pada pasien.
Do :
-Irdha
Kamis, 11 Juni 2015 17.00 wib S : pasien
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi A : masalah Hambatan Mobilitas fisik berhubungan dengan
ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea belum teratasi. P : lanjutkan intervensi
1. Monitor vital sign
sebelum/sesud ah latihan. 2. Anjurkan
pasien melakukan rentang gerak/ mobilisasi. 3. Bantu
SOAP Implementasi Evaluasi Tanggal : 12 Juni 2015
Jam : 05.30 WIB
S : pasien mengatakan sudah bisa miring kanan dan miring kiri ditempat tidur sendiri.
O : pasien tampak menahan nyeri bila bergerak.
A : masalah hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea belum teratasi.
P : Lanjutkan Intervensi 1. Monitor vital sign
sebelum/sesudah latihan. 2. Anjurkan pasien melakukan
rentang gerak/mobilisasi. 3. Bantu pemenuhan kebutuhan
pasien.
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 6.40 wib
1. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi, menghitung repirasi.
Irdha
09.00 wib
2. Membantu pasien untuk duduk.
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 06.50 wib
Ds
:-Do : TD : 120/80 mmHg N : 80 x/m
Rr : 20 x/m
Irdha
09.05 wib Ds :
-Do : pasien sudah bisa duduk pelan – pelan.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Jum’at, 12 Juni 2015 17.00 wib S : pasien mengatakan sudah bisa latihan duduk pelan – pelan. O : pasien terlihat kooperatif. TD : 120/80 mmHg N : 80 x/m
Rr : 20 x/m
A : masalah hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi 1. Monitor vital sign
sebelum/sesudah latihan. 2. Anjurkan pasien melakukan
rentang gerak/mobilisasi. 3. Bantu pemenuhan kebutuhan
pasien.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Tanggal : 13 Juni 2015 Jam : 06.00 wib
S : Pasien mengatakan sudah bisa duduk di kursi dan tempat tidur. O : pasien terlihat kooperatif. TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m Rr : 22 x/m
A : masalah hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi 1. Monitor vital sign
sebelum/sesudah latihan. 2. Anjurkan pasien melakukan
rentang gerak/mobilisasi. 3. Bantu pemenuhan kebutuhan
pasien.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 06.15 wib
1. Memonitor tanda vital : mengukur tekanan darah, menghitung nadi, menghitung repirasi.
Irdha 10.00 wib
2. Membantu pasien berlatih berjalan.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 06.25 wib
Ds :
-Do : TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m
Rr : 22 x/m
Irdha 10.10 wib
Ds :
-Do : pasien mau berlatih berjalan pelan – pelan.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Sabtu, 13 Juni 2015 14.00 wib
S : pasien mengatakan sudah mampu berlatih berjalan pelan – pelan dengan dibantu keluarga.
O : TD : 120/80 mmHg N : 82 x/m Rr : 22 x/m
A : masalah hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan nyeri akibat post operasi sectio caesarea teratasi.
P : Hentikan intervensi.
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 3. Deficit Perawatan Diri
berhubungan dengan kelemahan : post operasi section caesarea
Ds : pasien mengatakan belum mandi dari kemarin.
Do : gigi pasien kotor, kuku pasien panjang.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan deficit
perawatan diri teratasi dengan kriteria hasil : 1. Pasien
mampu untuk
membersihka n tubuh sendiri secara mandiri
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri 2. Motivasi pasien
untuk mendorong kemandirian. 3. Berikan
petunjuk kepada pasien dan keluarga tentang teknik mandi atau hygiene diatas tempat tidur. 4. Libatkan
keluarga dalam pemenuhan kebutuhan diri mandi pasien.
1. Membantu kebutuhan pasien dalam beraktivitas
2. Agar pasien dapat beraktivitas secara mandiri.
3. Mendemonstrasik an ulang dapat meningkatkan dan mengidentifikasi kepercayaan diri pasien.
4. Membantu dalam pemenuhan kebutuhan mandi.
Kamis, 11 Juni 2015, 16.00 wib 1. Memandikan
pasien
Irdha
16.25 wib
2. Merapikan rambut pasien.
Irdha
Kamis, 11 Juni 2015, 16.25 wib Ds : pasien mengatakan merasa segar. Do : tubuh pasien terlihat bersih.
Irdha
16.30 wib Ds :
Do : rambut pasien terlihat rapi.
Irdha
2. Pasien mampu untuk mempertaha nkan kebersihan dan
penampilan yang rapi secara mandiri. 3. Pasien
mampu untuk merawat mulut dan gigi secara mandiri. 4. Pasien
menyatakan nyaman dengan kebersihan tubuh dan gigi.
Kamis, 11 Juni 2015 17.00 wib S : pasien
mengatakan lebih segar setelah mandi.
O : pasien terlihat bersih, pasien terlihat rapi. A : Masalah Deficit Perawatan Diri berhubungan dengan
kelemahan : post operasi section caesarea belum teratasi.
Tujuan Intervensi Rasional
P : Lanjutkan intervensi
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri 2. Motivasi pasien
untuk mendorong kemandirian. 3. Berikan
petunjuk kepada pasien dan keluarga tentang teknik mandi atau hygiene diatas tempat tidur.
4. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan diri mandi pasien.
Irdha
SOAP Implementasi Evaluasi Tanggal : 12 Juni 2015
Jam : 05.30 wib
S : pasien mengatakan belum mandi. O :
pasien terlihat bau, gigi pasien kotor, rambut pasien tidak rapi, kuku pasien panjang.
A : Masalah Deficit Perawatan Diri berhubungan dengan kelemahan : post operasi sectio caesarea belum teratasi. P : Lanjutkan intervensi
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri
2. Motivasi pasien untuk mendorong kemandirian. 3. Berikan petunjuk kepada pasien
dan keluarga tentang teknik mandi atau hygiene diatas tempat tidur.
4. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan diri mandi pasien.
Jum’at, 12 Juni 2015 05.30 wib
1. membantu menyikat gigi pasien
Irdha
05.40 wib
2. membantu pasien mandi
Irdha 05.55 wib
3. Mengajari keluarga pasien cara memandikan diatas tempat tidur.
Irdha
06.00 wib
4. Menganjurkan pasien untuk melakukan aktivitas secara mandiri.
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 wib 05.35 wib
Ds :
-Do : pasien menyikat gigi sendiri. Gigi pasien terlihat bersih.
Irdha
05.50 wib Ds :
-Do : pasien terlihat bersih.
Irdha 06.00 wib
Ds : Ibu pasien mengatakan mengerti cara memandikan dan akan mencoba memandikan anaknya.
Do :
-Irdha 06.05 wib
Ds : pasien mengatakan akan melakukan aktivitas secara mandiri. Do :
-Irdha
SOAP Implementasi Evaluasi 06.10 wib
5. Membantu menyisir rambut pasien
Irdha
06.20 wib
6. Memotong kuku pasien.
Irdha
16.00 wib
7. membantu pasien mandi.
Irdha
06.15 wib Ds :
-Do : pasien menyisir rambut secara mandiri.
Irdha 06.25 wib
Ds :
-Do : kuku pasien sudah bersih.
Irdha
16.10 wib Ds :
-Do : pasien dimandikan ibunya, pasien terlihat bersih
Irdha
SOAP Implementasi Evaluasi Jum’at. 12 Juni 2015 17.00 wib S : pasien mengatakan lebih nyaman setelah mandi.
O : pasien terlihat bersih.
A : masalah deficit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan : post operasi sectio caesarea teratasi sebagian. P : lanjutkan intervensi
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri.
2. Motivasi pasien untuk mendorong kemandirian.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Tanggal : 13 Juni 2015 Jam : 05.30 wib
S : pasien mengatakan belum mandi karena tidak ada yang membantu memandikan.
O : pasien terlihat belum bersih. A : masalah deficit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan : post operasi sectio caesarea teratasi sebagian. P : lanjutkan intervensi
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri.
2. Motivasi pasien untuk mendorong kemandirian.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 05.30 wib 1. Memandikan pasien.
Irdha 05.40 wib
2. Membantu pasien menyisir rambut.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 05.40 wib
Ds : pasien mengatakan lebih nyaman. Do :
-Irdha 05.45 wib
Ds :
-Do : pasien menyisir rambutnya sendiri. Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 14.00 wib
S : pasien mengatakan kalau sore akan dimandikan ibunya.
O : pasien terlihat bersih, pasien terlihat rapi,
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
P : pertahankan intervensi.
1. Bantu aktivitas pasien sampai pasien mandiri.
2. Motivasi pasien untuk mendorong kemandirian.
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 4. Resiko Infeksi
berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive, involusio uterus Ds :
-Do : Terpasang infuse RL 20 tpm di tangan kiri. Terpasang Dower Cateter sejak 10 Juni 2015. Terlihat balutan luka post operasi Sc H+1.
TFU 2 jari dibawah pusat.
Keluar Lochea Rubra. Uterus teraba keras. TFU 2 jari dibawah pusat.
Suhu : 36,50C
Leukosit : 13,71 10^3/ul
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan 3 x 24 jam
diharapkan pasien tidak mengalami infeksi dengan kriteria hasil : 1. Pasien bebas
dari tanda dan gejala infeksi (nyeri,panas, kemerahan,b engkak dan perubahan fungsi) 2. Jumlah
leukosit pasien dalam batas normal (3,6 -11x 103
perawatan luka. 3. Batasi
pengunjung bila perlu. 4. Dorong
masukan cairan oral dan diit tinggi protein 5. Monitor
involusio uteri. 6. Kelola
pemberian Cefotaxime 1 gr/12 jam.
1. Demam setelah pasca operasi hari
ke tiga
menunjukkan infeksi. 2. Membantu
menghilangkan
3. Pengunjung dapat membawa bakteri dan virus dari luar 4. Mencegah
dehidrasi dan memaksimalkan volume sirkulasi dan aliran urin. 5. Mengetahui TFU
dan uterus masih teraba keras/tidak.
Kamis, 11 Juni 2015 14.30 wib
1. Mengukur suhu badan pasien
Irdha
15.05 wib
2. Mengukur tinggi fundus uteri pasien.
Irdha
15.10 wib
3. Menganjurkan untuk membatasi pengunjung.
15.10 wib Ds :
-Do : TFU 2 jari dibawah pusat
Irdha
15.15 wib Ds :
-Do : hanya ada 1 penunggu di dalam ruangan.
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 3. Suhu, nadi
pasien dalam batas normal. S : 36,50C –
37,50C
N : 60 – 100 x/m
4. Luka pasien tetap kering. 5. Lochea tidak
berbau busuk.
6. Perlu untuk mematikan
pertumbuhan bakteri.
Kamis, 11 Juni 2015 17.00 wib S :
-O : S : 36,50C
TFU 2 jari dibawah pusat. A : masalah Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive,
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana KeperawatanIntervensi Rasional Implementasi Evaluasi 1. Kaji suhu
badan pasien. 2. Lakukan
perawatan luka. 3. Dorong
masukan cairan oral dan diit tinggi protein 4. Monitor
Involusio uteri.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Tanggal : 12 Juni 2015 Jam : 05.30 wib
S :
-O : S : 360C
TFU 2 jari dibawah pusat. A : masalah Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive, involusio uterus
belum teratasi.
P : lanjutkan intervensi. 1. Kaji suhu badan pasien. 2. Lakukan perawatan luka.
3. Dorong masukan cairan oral dan diit tinggi protein
4. Monitor involusio uteri
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 06.00 wib
1. Mengukur suhu badan pasien.
Irdha 06.10 wib
2. Mengukur tinggi fundus uteri pasien
Irdha 06.15 wib
3. Melakukan palpasi untuk mengetahui kontraksi uterus pasien
Irdha 09.00 wib
4. Melepas dower cateter.
Irdha
Jum’at, 12 Juni 2015 06.05 wib
Ds :
-Do : S : 360C
Irdha 06.15 wib
Ds :
-Do : TFU 2 jari dibawah pusat
Irdha 06.20 wib
Ds :
-Do : uterus teraba keras.
Irdha 09.05 wib
Ds : pasien mengatakan merasa nyaman saat dower cateter dilepas. Do : dower cateter sudah terlepas, tidak ada tanda dan gejala infeksi.
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
09.05 wib 5. Melepas Infus
Irdha
09.10 wib Ds :
-Do : infuse sudah terlepas dan tidak ada tanda gejala infeksi.
Irdha Jum’at, 12 Juni 2015 17.00 wib
S :
-O : Dower cateter sudah terlepas. Infuse sudah terlepas.
Tidak ada tanda dan gejala infeksi. S : 360C
TFU 2 jari dibawah pusat Uterus teraba keras
A : masalah Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive, involusio uterus teratasi sebagian. P : lanjutkan intervensi.
1. Kaji suhu badan pasien. 2. Lakukan perawatan luka.
3. Dorong masukan cairan oral dan diit tinggi protein
4. Monitor involusio uteri
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Tanggal : 13 Juni 2015 Jam : 06.00 wib
S :
-O : S : 36,60C
TFU 3 jari dibawah pusat. Uterus teraba keras. A : masalah Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive, involusio uterus teratasi sebagian. P : lanjutkan intervensi.
1. Kaji suhu badan pasien. 2. Lakukan perawatan luka.
3. Dorong masukan cairan oral dan diit tinggi protein
4. Monitor involusio uteri
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 08.00 wib
1. Mengukur suhu badan pasien.
Irdha
08.10 wib
2. Mengukur tinggi fundus uteri pasien.
Irdha
08.15 wib
3. Melakukan palpasi untuk mengetahui kontraksi uterus pasien
Irdha 12.30 wib
4. Memberi penyuluhan aturan makan tentang tinggi kalori tinggi protein pada pasien.
Irdha
Sabtu, 13 Juni 2015 08.05 wib
Ds : -Do : 36,50C
Irdha
08.15 wib Ds :
-Do : TFU 3 jari dibawah pusat.
Irdha 08.20 wib
Ds :
-Do : uterus teraba keras.
Irdha 12.45 wib
Ds : pasien mengataka sudah jelas dengan aturan makan tinggi kalori tinggi protein.
Do :
Catatan Perkembangan
SOAP Implementasi Evaluasi
Sabtu, 13 Juni 2015 14.00 wib S : pasien mengataka sudah jelas dengan aturan makan tinggi kalori tinggi protein.
O : S : 36,50C
TFU 3 jari dibawah pusat Uterus teraba keras A : masalah Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan pembedahan, adanya jalur invasive, involusio uterus teratasi sebagian. P : Pertahankan intervensi.
1. Kaji suhu badan pasien. 2. Lakukan perawatan luka. 3. Monitor involusio uteri