• Tidak ada hasil yang ditemukan

FATHUR RAHMAN WICAKSONO MAKALAH PANCASIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FATHUR RAHMAN WICAKSONO MAKALAH PANCASIL"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

DOSEN PEMBIMBING : Drs Anwar Aulia, M.Pd

DISUSUN OLEH :

FATHUR RAHMAN WICAKSONO (P27903117064) 1B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANTEN JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

(2)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmatnya kepada penulis sehingga atas berkat dan rahmat serta karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Pancasila Sebagai Ideologi Nasional” ini sesuai dengan waktu yang penulis rencanakan.

Terimakasih penulis sampaikan juga kepada dosen Kewarganegaraan yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengerjakan tugas ini, sehingga penulis menjadi lebih mengerti dan memahami tentang ideologi, tak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam upaya penyelesaian makalah ini baik mendukung secara moril maupun materil.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Kewarganegaraan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten Jurusan Teknologi Laboratorium Medik. Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun. Namun, hanya lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. Dan semoga bisa memberi tambahan pengetahuan bagi kita semua.

Ibarat pepatah “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”, maka begitu pulalah dengan halnya makalah ini, walaupun penulis telah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan, kekurangan dan kehilapan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu, saran dan kritik tetap penulis harapkan demi perbaikan makalah ini kedepan. Akhir kata penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih.

Tangerang, 22Maret 2018

(3)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang Masalah ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

BAB II PEMBAHASAN ... 6

A. Pengertian Ideologi ... 6

B. Makna Ideologi Bagi Negara ... 9

C. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain ... 11

D. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ... 12

E. Pancasila Sebagai Ideologi Negara dan Hubungannya dengan Masalah Bangsa ... 14

BAB III PENUTUP ... 18

A. Kesimpulan ... 18

B. Saran ... 18

(4)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pancasila merupakan dasar Negara Repupblik Indonesia secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, dan tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang menjadi alas untuk berpijak dan mampu memberikan kekuatan untuk berdiri menjadi Negara yang kokoh. Pancasila sebagai dasar Negara bearti pancasila dijadikan dasar, pedoman, dan petunjuk dalam mengatur kehidupan bersama serta mengatur penyelenggaraan pemerintahan Negara. Pancasila sebagai ideologi bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Oleh karena nilai-nilai pancasila harus direalisasikan dalam aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan secara filosofis dan objektif bahwa bangsa indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara mendasarkan pada nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila pancasila.

(5)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 5 B. Rumusan Masalah

“Bagaimana Ideologi Pancasila dapat bertahan dari tantangan globalisasi di era jaman sekarang ini?”

C. Tujuan Penulisan

(6)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 6

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ideologi

Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).

Selain definisi di atas, berikut ada beberapa definisi lain tentang ideologi:

• Drs. Moerdiono

Ideologi berarti a system of ideas, akan mensistematisasikan

seluruh pemikiran mengenai kehidupan ini dan melengkapinya

dengan sarana serta kebijakan dan strategi dengan tujuan

menyesuaikan keadaan nyata dengan nilai-nilai yang terkandung

(7)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 7 • Gunawan Setiardjo :

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah 'aqliyyah

(akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan

aturan-aturan dalam kehidupan

• Destutt de Tracy:

Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu. 2 april 2004

• Descartes:

Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia. 5 mei 2004

• Machiavelli:

Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh

penguasa. 1 agustus 2006

• Thomas H:

Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah

agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya. 23 oktober 2004

• Francis Bacon:

Ideologi adalah sintesis pemikiran mendasar dari suatu konsep

hidup. 5 januari 2007

• Moh. A Safaudin

"Ideologi adalah pemikiran menuju keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan bersama yang melalui proses berfikir manusia untuk menentukan aturan-aturan dalam kehidupan."

• Karl Marx:

Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan

(8)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 8 • Napoleon:

Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya. 22 desember 2003

• Muhammad Ismail:

Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu

Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun

(disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran

mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari

mana, untuk apa dan mau ke mana alam, manusia dan kehidupan

ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan

kehidupan setelahnya? 24 april 2007

• Dr. Hafidh Shaleh:

Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa

konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi

atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus

mempunyai metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan

ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode

menyebarkannya ke seluruh dunia. 12 november 2008

• Taqiyuddin An-Nabhani:

Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang

alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada

sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan

Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini.

Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai

alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu,

(9)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 9 Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Ideologi (mabda’) adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.

B. Makna Ideologi Bagi Negara

Pada hakikatnya ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara ideologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat ideologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Idologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.

Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi suatu bangsa dan negara untuk mencapai tujuannya melalui berbagai realisasi pembangunan. Hal ini disebabkan dalam ideologi terkandung suatu oreantasi praktis.

1. Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah sitem pemikiran yang memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:

a. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologissekelompok orang, melainkan kesepakatan masyarakat.

b. Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri. Ia adalah milik seluruh rakyat dan bisa digali dan ditemuksn dalam kehidupan mereka.

(10)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 10 d. Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsadah itu.

e. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

2. Ideologi Tertutup

Ideologi tertutup adalah suatu sistem emikiran tertutup dan sifatnya mutlak yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat. b. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara,

ideologinya itu akan dipaksakan kepada masyarakat. Nilai-nilai, norma-norma, dan berbagai segi kehidupan masyarakat akan diubah sesuai dengan ideologi tersebut.

c. Bersifat totaliter, artinya mencakup/ mengurusi semua bidang kehidupan. Ideologi tertutup ini cenderung cepat-cepat berusaha menguasai bidang informasi dan pendidikan. Oleh karena kedua bidang tersebut merupakan sarana efektif untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.

d. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan, hak asasi tidak dihormati.

e. Menuntut nasyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan untuk berkorban bagi ideologi tersebut.

(11)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 11 3. Ideologi Komperenhensif

Ideologi Komprehensif didefinisikan sebagai suatu system pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial. Dalam ideologi ini terdapat suatu cita-cita yang bertujuan untuk melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.

4. Ideologi Partikular

Ideologi Partikular didefinisikan sebagai suatu keyakinan-keyakinan yang tersususn secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan satu kelas sosial tertentu dalam masyarakat.

C. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain 1. Ideologi Pancasila

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfian (BP7 Pusat,1991 : 192), Pancasila telah memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka khususnya di Negara Republik Indonesia. Sebagai ideologi terbuka Pancasila memberikan orientasi ke depan, mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan dihadapinya, terutama menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi – dimensi idealitas, normatif, dan realitas.

2. Liberalisme

Jika dibandingkan dengan ideologi Pancasila yang secara khusus norma-normanya terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam Liberalisme terdapat di dalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi Pancasila menolak Liberalisme sebagai ideologi yang bersifat absolutisasi dan determinisme.

Liberalisme merupakan paham yang memberikan penekanan kebebasan individu ssehingga kesejahteraan bukan menjadi tanggung jawab negara.

(12)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 12 Komunisme sebagai anti Kapitalisme menggunakan sistem Sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya sehingga Komunisme juga disebut anti Liberalisme.

Dalam Komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran Partai Komunis. Jadi perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai.

4. Sosialisme

Sosialisme merupakan ideologi yang lebih mengedepankan persamaan / pemerataan derajat antar masyarakatnya. Ideologi Sosialisme berpandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri – sendiri. Kerja sama atau gotong royong akan membuat kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih baik.

Sosialisme mencita-citakan sebuah masyarakat yang didalamnya semua orang hidup dan dapat bekerja sama dalam kebebasan dan solidaritas dengan hak-hak, yang sama. Tujuannya ialah mengorganisir buruh dan menjamin pembagian merata hasil-hasil yang dicapai, memberikan ketenteraman dan kesempatan bagi semua orang.

D. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah idiologi yang tidak dimutlkakkan di mana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan pemberian negara tetapi merupakan realita masyarakat itu.

Adapun ciri-ciri ideologi terbuka adalah :

1. Merupakan kekayaan rohani, budaya ,masyarakat.

(13)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 13 3. Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh

menafsirkannya menurut zamannya.

4. Menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.

5. Menghargai keanekaragaman atau pluralitas sehingga dapat diterima oleh berbagai latar belakang agama atau budaya.

Pancasila sebagai idiologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Gagasan mengenai pancasila sebagai ideologi terbuka mulai berkembang sejak tahun 1985. tetapi semangatnya sudah tumbuh sejak Pancasila itu sendiri ditetapkan sebagai dasar Negara.

Indonesia menganut ideologi terbuka karena Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang didalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan Indonesia.

Selain itu, Pancasila memang memiliki syarat sebagai ideologi terbuka,sebab:

1. Memiliki nilai dasar yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa Indonesia seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan atau nilai-nilainya tidak dipaksakan dari luar atau bukan pemberian negara.

2. Memiliki nilai instrumental untuk melaksanakan nilai dasar, seperti UUD 45, UU, Peraturan-peraturan, Ketetapan MPR, DPR, dll 3. Memiliki nilai praksis yang merupakan penjabaran nilai

instrumental. Nilai Praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu bagaimana cara kita melaksanakan nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari, seperti toleransi, gotong-royong, musyawarah, dll. Moerdiono menyebutkan beberapa fakta yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu :

(14)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 14 persoalan kehidupan dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya

Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti marxismeleninisme/komunisme. Dewasa ini kubu komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap mempertahankan ideologi lainnya.

Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh komunisme sangat penting. Karena pengaruh ideologi komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup, Pancasila pernah merosot menjadi semacam dogma yang kaku. Pancasila tidak lagi tampil sebagai acuan bersama, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan-lawan politik. Kebijaksanaan pemerintah di saat itu menjadi absolute. Konsekuensinya, perbedaan-perbedaan menjadi alasan untuk secara langsung dicap sebagai anti pancasila.

Tekad kita untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai catatan, istilah Pancasila sebagai satu-satunya asas telah dicabut berdasarkan ketetapan MPR tahun 1999, namun pencabutan ini kita artikan sebagai pengembalian fungsi utama Pancasila sebagai dasar Negara.

Dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, Pancasila harus dijadikan jiwa (volkgeits) bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan Pancasila sebagai Ideologi terbuka. Di samping itu, ada faktor lain, yaitu adanya tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai alternative ideologi dunia.

E. Pancasila Sebagai Ideologi Negara dan Hubungannya dengan Masalah Bangsa

(15)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 15 pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia pun semakin terlihat jelas. Termasuk, yang ditunjukkan oleh para pejabat negara maupun elite politik negeri ini. Di satu sisi, dalam masa keterbukaan sekarang, sangat memungkinkan masuknya pengaruh beragam 'ideologi baru'. Namun, nyatanya kondisi itu tidak diimbangi adanya landasan yang kuat lewat penanaman nilai-nilai Pancasila, terutama dalam jiwa generasi muda. Ini dapat diterapkan melalui pengajaran Pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara masih sangat mampu untuk mengatasi masalah bangsa dewasa ini. Untuk itu perlu dilakukan antara lain: 1. Pengembangan politik kenegaraan untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa Bangsa Indonesia dipersatukan bukan karena kesamaan budaya, agama, dan etnisitas, melainkan karena adanya negara persatuan, yang menampung cita-cita politik bersama, mengatasi segala paham golongan dan perseorangan. Jika negara merupakan faktor pemersatu bangsa, negara pula yang menjadi faktor pemecah belah bangsa. Dengan demikian, lebih dari negara mana pun di muka bumi ini, politik kenegaraan bagi Indonesia sangatlah vital untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa.

(16)
(17)
(18)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 18

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran(science des ideas). Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun Negara, namun juga membentuk masyrakat menuju cita-citanya. Ideologi berfungsi sebagai pemberian identitas nasional dan fungsi pemersatu.

Pancasila sebagai ideologi bangsa indonesia menggambarkan jati diri bangsa indonesia serta karakteristik bangsa indonesia. Sebagai sebuah ideologi, pancasila adalah sebuah gagasan yang berorientasi futuristik yang berisi keyakinan yang jelas yang membawa komitmen untuk diwujudkan atau berorientasi pada tindakan.

. B. Saran

(19)

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Page 19

DAFTAR PUSTAKA

Setiadi, Elly M. 2003.Pendidikan Pancasila. Jakarta : Gramedia

Jeremi, Radi Anky.2006 Penerapan Ideologi dan Konstitusi Negara Republik Indonesia Dewasa Ini. Law Review, Fakultas Hukum, Universitas Pelita Harapan, Volume IV Nomor 2

Al Marsudi, Subandi. 2008. Pancasila dan UUD 1045 dalam paradigm reformasi. Jakarta: Rajawali Press

Referensi

Dokumen terkait

Proporsi kursi DPRD yang diduduki perempuan Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup.. 2 Bantul 24 14

Framework RiskIT merupakan framework yang tepat digunakan dalam melakukan menyelesaikan kasus yang terjadi pada bank permata khususnya untuk risiko TI. Hasil dari Analisa,

Saya ucapkan terima kasih atas kebijakan yang diberikan hingga peneliti dapat menyelesaikan Tugas Akhir di Fakultas Psikologi Widya Mandala Surabaya.. Dosen-dosen Fakultas

di sekoiah merupakan penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial dan humaniira ya,'g diorganisasikan secara psiko-pedagogis untuk tujuan pendidikan persekolahan d'an terpilah

18 Edy Purwanto, Modifikasi Perilaku(Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2012), hlm.26 19 Sugeng Haryano, Pengaruh Kedisiplinan Siswa dan Motifasi Belajar Terhadap Prestasi

Meskipun malaikat merupakan makhluk-makhluk suci yang tidak mengenal dosa, tetapi mereka tidak wajar menjadi khalifah, karena yang bertugas menyangkut sesuatu harus

Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrumen itu sediri. Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya

Umar Ibn Khattab merupakan khalifah Islam kedua, Ia menyebut dirinya sebagai Khalifah Khalifati Rasulullah penggan ti dan pengganti Rasulullah, kemud ian Ia ju ga yang