• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Sem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Sem"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

“ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. HANJAYA MANDALA

SAMPOERNA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO

KEUANGAN”

DISUSUN OLEH : DEWI SETIYORINI

13.312.128

DOSEN PEMBIMBING : WASTI RESTIANDANI SE., MM

FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN KEUANGAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK

(2)

BAB I : PENDAHULUAN

1.1.Gambaran Umum Perusahaan

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (perusahaan) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963 berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudi, S.H., Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat Keputusan No. J.A.5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 Nopember 1964, Tambahan No. 567. PT. Hanjaya Mandala Sampoerna (IDX: HMSP) adalah perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna, namun sejak Maret 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris, perusahaan rokok terbesar di dunia dari AS, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun. Ruang lingkup kegiatan perusahaan ini meliputi industri dan perdagangan serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain.

(3)

bulan Februari 2005, PT Panamas ditunjuk sebagai distributor oleh PT Philip Morris Indonesia untuk menjual dan mendistribusikan rokok putih merek Marlboro dan merek-merek lainnya. Selain PT Panamas, Perseroan juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang kegiatan usahanya mendukung usaha produksi dan pemasaran rokok Perseroan, antara lain PT Handal Logistik Nusantara, yang bergerak dalam jasa ekspedisi dan pergudangan, dan PT Sampoerna Printpack, yang bergerak dalam bidang percetakan dan industri produk kemasan.

Pada tanggal 31 Desember 2009, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dan anak perusahaan bersama-sama disebut “Grup”, karena memiliki kurang lebih 28.300 orang karyawan tetap. Pada tahun 1990 perusahaan melakukan penawaran umum saham sebanyak 27.000.000 lembar dengan nilai nominal sebesar Rp.1000 (Rupiah penuh) per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp.12.600 (Rupiah penuh) per saham. Sejak saat itu, perusahaan telah melaksanakan transaksi-transaksi yang berkaitan dengan modal saham.

1.2.Latar Belakang Analisis

Pada dasarnya yang melatar belakangi pembuatan analisis laporan keuangan PT Hanjaya Mandala Sampoerna yaitu ingin mengetahui kualitas kinerja perusahaan tersebut. Sehingga kita dapat dengan jelas mengetahui arus kas, persediaan, ataupun laba/rugi yang terjadi di PT Hanjaya Mandala Sampoerna pada tahun yang bersangkutan. Selain itu dengan adanya analisis laporan keuangan tersebut kita dapat menilai profitabilitas (kemampuan menghasilkan keuntungan), solvabilitas (kemampuan memenuhi seluruh kewajibanya), likuiditas (kemampuan memenuhi kewajiban lancarnya), ataupun

stabilitas (kemampuan mempertahankan usahanya) pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna.

(4)

BAB II : DISKUSI ANALISIS RASIO

Analisis laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan. Salah satu tujuan utamanya yaitu untuk mengidentifikasi perubahan – perubahan pokok pada trend, jumlah dan hubungan dan alasan perubahan – perubahan tersebut. Beberapa tehnik analisis dapat digunakan pada analisis laporan keuangan untuk menekankan pentingnya suatu data yang disajikan dan untuk mengevaluasi posisi perubahan. Beberapa tehnik analisis yang dapat digunakan antara lain : analisis komparatif, analisis common – size, analisis rasio dan masih banyak yang lainya.

2.1.Analisis Perbandingan (Komparatif)

(5)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

Kas dan setara kas 499.362 527.681 28.319 5.67

Piutang usaha

-Pihak ketiga-bersih 116.591 447.362 330.771 283.70

-Pihak hubungan istimewa 16.347 48.658 32.311 197.66 Piutang lainya

-Pihak ketiga 405.328 25.325 (380.003) (93.75)

-Pihak hubungan istimewa 167.096 198.758 31.662 18.95 Persediaan - bersih 7.657.848 9.539.067 1.881.219 24.56

Pajak dibayar dimuka 470.490 472.741 2.251 0.48

Uang muka pembelian

tembakau 1.547.275 1.295.793 (251.482) (16.25)

Beban dibayar dimuka dan

aset lainya 156.950 133.259 (23.691) (15.09)

Jumlah aset lancar 11.037.287 12.688.643 1.651.356 14.96 Aset tidak lancar

Aset pajak tangguhan 74.435 63.226 (11.209) (15.05)

Penyertaan saham 22.373 20.587 (1.786) (7.98)

Aset tetap - setelah dikurangi Akumulasi penyusutan sebesar Rp. 2.099.422 pada tahun

2009 ( 2008 : Rp.1.725.765 ) 4.329.506 4.310.194 (19.312) (0.44)

Tanah untuk pengembangan 175.689 175.772 83 0.04

Godwill-bersih 313.014 275.167 (37.847) (12.09)

Aset lainya - bersih 181.515 182.858 1.343 0.73

Jumlah aset tidak lancar 5.096.532 5.027.804 (68.728) (1.34)

(6)
(7)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

- Pihak ketiga 986.773 653.154 (333.619) (33.81)

- Pihak hubungan istimewa 94.002 94.002 100

Hutan usaha

- Pihak ketiga 149.366 220.388 71.022 47.55

- Pihak hubungan istimewa 325.294 267.752 (57.542) (17.69) Hutan lainya

- Pihak ketiga 171.045 76.890 (94.155) (55.05)

- Pihak hubungan istimewa 99.316 187.755 88.439 89.05

Hutang pajak 954.540 864.402 (90.138) (9.44)

Hutang cukai 2.501.174 2.827.137 325.963 13.03

Beban yang masih harus dibayar dan

kewajiban estimasian 906.111 839.252 (66.859) (7.38)

Hutan dividen 482.130 657.450 175.320 36.36

Pinjaman jangka panjang yang jatuh

tempo dalam waktu satu tahun

- Hutan obligasi 999.625 (999.625) (100)

- Hutang sewa pembiayaan 66.833 58.838 (7.995) (11.96)

Jumlah kewajiban jangka

pendek 7.642.207 6.747.030 (895.177) (11.71)

Kewajiban jangka panjang

(8)

- Hutang sewa pembiayaan 112.699 76.340 (36.359) (32.26)

Pendapatan tangguhan 57.211 44.593 (12.618) (22.05)

Kewajiban imbalan pasca - kerja 243.941 363.398 119.457 48.97

Jumlah Kewajiban jangka

- belum dicadangkan 6.849.146 9.306.658 2.457.512 35.88

Jumlah ekuitas 8.047.896 10.461.616 2.413.720 29.99

JUMLAH KEWAJIBAN DAN

EKUITAS 16.133.819 17.716.447 1.582.628 9.81

(9)
(10)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. Laporan laba rugi Komparatif

Per 31 Desember 2009

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008

(dalam jutaan rupiah, kecuali laba bersih per saham)

Neraca 31-Des Perubahan

2008 2009 Rupiah %

Penjualan bersih 34.680.445 38.972.186 4.291.741 12.37 Beban pokok penjualan 24.695.196 27.737.465 3.042.269 12.32

Laba kotor 9.985.249 11.234.721 1.249.472 12.51

Beban usaha

Penjualan 2.955.457 3.148.441 192.984 6.53

Umum dan administrasi 804.559 788.513 (16.046) (1.99)

Jumlah beban usaha 3.760.016 3.936.954 176.938 4.70 Laba operasi 6.225.233 7.297.767 1.072.534 (17.23) (Beban)/ penghasilan lainya

Laba penjualan aset tetap 18.844 54.731 35.887 190.44

Penghasilan bunga 37.423 50.327 12.904 34.48

Beban pembiayaan (166.846) (166.606) 240 (0.14)

Amortisasi goodwill (37.847) (37.847) - 100

Beban penurunan nilai aset (69.403) (4.487) 64.916 (93.53) Beban kurtailmen dari

program pensiun (145.391) - (145.391) 100

Lain - lain bersih (64.533) 19.335 83.868 (129.96)

Beban lainya - bersih (427.753) (84.547) 343.206 (80.23) Bagian laba/(rugi) bersih

perusahaan asosiasi (191) 246 437 (228.79)

Laba sebelum pajak

penghasilan 5.797.289 7.213.466 1.416.177 24.43

Beban pajak penghasilan

- Kini 1.925.005 2.121.292 196.287 10.20

- Tangguhan (24.836) 2.864 27.700 (111.53)

Beban pajak penghasilan -

bersih 1.900.169 2.124.156 223.987 11.79

Laba konsilidasi sebelum

(11)

Hak minoritas 1.840 1.971 131 7.12 Sampoerna Tbk. mengalami laba, dengan laba bersih sebesar 30,60 %, laba tersebut dipengaruhi banyak akun diantaranya adanya kenaikan pada penjualan bersih sebesar 12,37 %, beban pokok penjualan juga naik sebesar 12,32 %. Untuk laba per saham dasar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. naik sebesar 29,14 %.

2.2.Analisis Persentase Per-Komponen (Common-Size)

Laporan keuangan dalam presentase per-komponen menyatakan masing – masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya. Sebuah neraca yang disusun dalam presentase per-komponen dapat memberikan informasi sebagai berikut :

 Komposisi investasi suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tidak lancar.

 Struktur modal yang dapat memberikan gambaran mengenai posisi relatif utang perusahaan terhadap modal sendiri.

Untuk laporan laba rugi yang disajikan dalam common-size menggambarkan distribusi setiap satu rupiah penjualan kepada masing masing elemen biaya dan laba. Berikut penyajian laporan keuangan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan anak perusahaan dalam common-size :

(12)

Neraca Komparatif Dalam Presentase Per-Komponen

Kas dan setara kas 499.362 527.681 3.09 2.98

Piutang usaha

-Pihak ketiga-bersih 116.591 447.362 0.72 2.52

-Pihak hubungan istimewa 16.347 48.658 0.10 0.27

Piutang lainya

-Pihak ketiga 405.328 25.325 2.51 0.14

-Pihak hubungan istimewa 167.096 198.758 1.03 1.12

Persediaan - bersih 7.657.848 9.539.067 47.46 53.84

Pajak dibayar dimuka 470.490 472.741 2.92 2.67

Uang muka pembelian tembakau 1.547.275 1.295.793 9.59 7.31

Beban dibayar dimuka dan

aset lainya 156.950 133.259 0.97 0.75

Jumlah aset lancar 11.037.287 12.688.643 68.41 71.62

Aset tidak lancar

Aset pajak tangguhan 74.435 63.226 0.46 0.36

Penyertaan saham 22.373 20.587 0.14 0.17

Tanah untuk pengembangan 175.689 175.772 1.09 0.99

Godwill-bersih 313.014 275.167 1.94 1.55

(13)

Jumlah aset tidak lancar 5.096.532 5.027.804 31.59 28.38

JUMLAH ASET 16.133.819 17.716.447 100 100

Analisis à Pada neraca komparatif dalam presentase per-komponen di atas, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. untuk aktiva lancarnya tahun 2009 lebih besar dari tahun 2008. Jumlah aktiva lancar tahun 2009 sebesar 71,62 %, sedangkan tahun 2008 hanya 68,41 %. Untuk aktiva tidak lancarnya tahun 2008 lebih besar dari tahun 2009. Jumlah aktiva tidak lancar tahun 2008 sebesar 31,59 %, sedangkan tahun 2009 hanya 28,38 %.

Pada masing – masing pos, untuk tahun 2008 posisi aktiva lancarnya lebih besar dari aktiva tidak lancar. Persentase aktiva lancarnya sebesar 68,41 %. Akun terbesar jumlah persentasenya pada aktiva lancar yaitu pada persediaan bersih sebesar 47,46 %. Persentase aktiva tidak lancar sebesar 31,59 %. Jumlah terbesar pada aktiva tidak lancar yaitu pada aset tetap setelah dikurangi penyusutan sebesar 26,83 %.

Sedangkan untuk tahun 2009, sama halnya dengan tahun 2008. Posisi aktiva lancar lebih besar dari aktiva tidak lancar. Persentase aktiva lancar tahun 2009 sebesar 71,62 %. Persentase terbesar pada persediaan bersih sebesar 53,84 %. Persentase aktiva tidak lancar sebesar 28,38 %. Jumlah terbesar aktiva tidak lancar pada aset tetap setelah dikurangi penyusutan sebesar 24,33 %.

(14)

KEWAJIBAN

Kewajiban jangka pendek Pinjaman jangka pendek

- Pihak ketiga 986.773 653.154 6.12 3.69

- Pihak hubungan istimewa 94.002 0.53

Hutan usaha

- Pihak ketiga 149.366 220.388 0.92 1.24

- Pihak hubungan istimewa 325.294 267.752 2.02 1.51

Hutan lainya

- Pihak ketiga 171.045 76.890 1.06 0.43

- Pihak hubungan istimewa 99.316 187.755 0.61 1.06

Hutang pajak 954.540 864.402 5.92 4.88

Hutang cukai 2.501.174 2.827.137 15.50 15.96

- Hutang sewa pembiayaan 66.833 58.838 0.41 0.33

Jumlah kewajiban jangka

pendek 7.642.207 6.747.030 47.37 38.08

Kewajiban jangka panjang

Kewajiban pajak tangguhan 27.506 19.161 0.17 0.11

Pinjaman jangka panjang

- Hutang sewa pembiayaan 112.699 76.340 0.70 0.43

Pendapatan tangguhan 57.211 44.593 0.35 0.25

Kewajiban imbalan pasca - kerja 243.941 363.398 1.51 2.05

Jumlah Kewajiban jangka

panjang 441.377 503.492 2.73 2.84

(15)

EKUITAS

Tanbahan modal disetor 42.077 42.077 0.26 0.24

Selisih kurs karena penjabaran

- dicadangkan 90.000 90.000 0.56 0.51

- belum dicadangkan 6.849.146 9.306.658 42.45 52.53

Jumlah ekuitas 8.047.896 10.461.616 49.88 59.05

JUMLAH KEWAJIBAN DAN

EKUITAS 16.133.819 17.716.447 100 100

(16)

Pada masing – masing pos, untuk tahun 2008 persentase kewajiban jangka pendek lebih besar dari pada kewajiban jangka panjang. Jumlah persentase kewajiban jangka pendek sebesar 47,37 %, sedangkan kewajiban jangka panjang hanya 2,73 %. Untuk perbandingan antara kewajiban dan ekuitas tahun 2008 masih besar jumlah kewajibanya. Persentase total kewajiban sebesar 50,10 %, sedangkan persentase ekuitas selisih sedikit yaitu 49,88 %.

(17)

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

Laporan laba rugi Komparatif Dalam Presentase Per-Komponen Per 31 Desember 2009

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008

(dalam jutaan rupiah, kecuali laba bersih per saham)

Neraca 31-Des Common Size %

2008 2009 2008 2009

Penjualan bersih 34.680.445 38.972.186 100 100

Beban pokok penjualan 24.695.196 27.737.465 71.21 71.17

Laba kotor 9.985.249 11.234.721 28.79 28.83

Beban usaha

Penjualan 2.955.457 3.148.441 8.52 8.08

Umum dan administrasi 804.559 788.513 2.32 2.02

Jumlah beban usaha 3.760.016 3.936.954 10.84 10.10

Laba operasi 6.225.233 7.297.767 17.95 18.72

(Beban)/ penghasilan lainya

Laba penjualan aset tetap 18.844 54.731 0.05 0.14

Penghasilan bunga 37.423 50.327 0.11 0.13

Beban pembiayaan (166.846) (166.606) (0.48) (0.43)

Amortisasi goodwill (37.847) (37.847) (0.11) (0.10)

Beban penurunan nilai aset (69.403) (4.487) (0.20) (0.01)

Beban kurtailmen dari

program pensiun (145.391) - (0.42)

-Lain - lain bersih (64.533) 19.335 (0.19) 0.05

Beban lainya - bersih (427.753) (84.547) (1.23) (0.27) Bagian laba/(rugi) bersih

perusahaan asosiasi (191) 246 (0.00) 0.00

Laba sebelum pajak

penghasilan 5.797.289 7.213.466 16.72 18.51

Beban pajak penghasilan

- Kini 1.925.005 2.121.292 5.55 5.44

(18)

Beban pajak penghasilan -

Analisis à Pada laporan laba rugi komparatif dalam presentase per-komponen di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. untuk laba bersihnya tahun 2008 lebih besar dari tahun 2007. Persentase laba bersih tahun 2008 sebesar 13,05 %, sedangkan tahun 2007 hanya 11,23 %. Sedangkan untuk laba kotor tahun 2007 dan 2008 hanya selisih tipis, tahun 2007 sebesar 28,79 % dan tahun 2008 lebih unggul sedikit yaitu sebesar 28,83 %.

Pada masing – masing pos, untuk tahun 2008 banyak biaya – biaya atau beban yang berkurang. Sama halnya dengan tahun 2009, banyak biaya – biaya yang berkurang. Sedangkan untuk penjualan dan laba mengalami peningkatan.

2.3.Analisis Rasio

Analisis rasio keuangan merupakan alat analisis yang paling banyak digunakan, karena dapat membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.

a.Rasio Lancar (Current Ratio) : kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

(19)

Kewajiban Lancar

 Rasio Lancar tahun 2008 à 11.037.287 = 1,44 7.642.207

( terdapat 1,44 aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1,00 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

 Rasio Lancar tahun 2009 à 12.688.643 = 1,88 6.747.030

( terdapat 1,88 aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1,00 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

Analisis à Rasio lancar PT Hanjaya Mandala Sampoerna tahun 2009 lebih besar dari tahun 2008. Artinya bahwa perusahaan mampu mengolah aktiva lancar tahun 2009 lebih baik dari pada tahun 2008. Tahun 2009 menandakan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya lebih besar dari pada tahun 2008. Kenaikan tersebut dipengaruhi karena adanya kenaikan pada aktiva lancar sebesar 14,96 % dari 2008 ke 2009, dan adanya penurunan pada kewajiban lancar sebesar 11,71 % dari tahun 2008 ke 2009. Pada rasio lancar kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lancar memanfaatkan persediaan,faktor ini juga mempengaruhi kenaikan rasio lancar karena persediaan naik sebesar 24,56 %. Anak Perusahaan dengan Rasio Lancar Rata-rata Industri tahun 2008 :

CR PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk CR Rata-rata

(20)

Komentar à Rasio lancar PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2008 lebih kecil jika dibandingkan dengan rasio lancar rata-rata perusahaan sejenis. Hal ini menandakan bahwa PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk kurang bisa mengoptimalkan dalam pengelolaan aktiva lancar untuk membayar kewajiban jangka pendeknya jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama.

b.Rasio Cepat (Quick Ratio) : Rasio cepat mengukur kemampuan aktiva lancar membayar kewajiban lancar tanpa memanfaatkan persediaan (minus persediaan).

Rumus : Aktiva Lancar – Persediaan

Kewajiban Lancar

 Rasio Cepat tahun 2008 à 11.037.287 – 7.657.848 = 0,44 7.642.207

( terdapat 0,44 aktiva lancar tanpa persediaan yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1,00 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

 Rasio Cepat tahun 2009 à 12.688.643 – 9.539.067 = 0,47 6.747.207

( terdapat 0,47 aktiva lancar tanpa persediaan yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1,00 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

(21)

sebesar 18,95 %, kas dan setara kas sebesar 5,67 %, serta kenaikan pada pajak dibayar dimuka sebesar 0,48 %. Selain itu juga didukung dengan banyaknya penurunan pada kewajiban lancar, dengan penurunan terbesar pada hutang lainya-pihak ketiga sebesar 55,05 %.

c.Rasio Total Utang (Debt to Equity Ratio) : digunakan untuk mengukur utang jangka panjang dalam struktur modal suatu perusahaan (kondisi utang jangka panjang suatu perusahaan).

Rumus : TOTAL AKTIVATOTAL UTANG

 Rasio Total Utang tahun 2008 à 7.642.201716.133 .819+441.377=0,51

( perusahaan harus menyediakan 0,51 % dari modal yang dimiliki untuk melunasi utang terhadap pemberi pinjaman )

 Rasio Total Utang tahun 2009 à 6.747 .030+17.716 .447503.492=0,40

( perusahaan harus menyediakan 0,40 % dari modal yang dimiliki untuk melunasi utang terhadap pemberi pinjaman )

Analisis à Rasio total utang PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2009 lebih kecil dari tahun 2008. Disini perusahaan mampu lebih banyak menggunakan ekuitas untuk melunasi hutang dari pada menggunakan kewajiban jangka panjang dan jangka pendek. Itu menunjukan bahwa tahun 2009 lebih baik dari pada tahun 2008 karen adanya kenaikan pada ekuitas sebesar 29.99 % dan penurunan pada kewajiban jangka pendek sebesar 11,71 %, walaupun adanya kenaikan pada kewajiban jangka panjang sebesar 14,07 %.

Daftar Rasio Total Utang Industri Sejenis :

Nama Perusahaan DER

PT BAT Indonesia Tbk. 1,11

(22)

PT Gudang Garam Tbk 0,56

Perbandingan Rasio Total Utang PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Total Utang Rata-rata Industri tahun 2008 :

DER PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk DER Rata-rata

0,51 1,08

Komentar à Rasio Total Utang PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. lebih kecil dari rasio total utang rata-rata perusahaan di bidang sejenis. Hal ini menandakan bahwa PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. lebih baik dalam hal pendanaan perusahaan dari pada perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. mampu mengoptimalkan ekuitas serta memperkecil jumlah kewajiban yang harus dibayarkan dari pada perusahaan lain yang sejenis.

d.Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) : digunakan untuk mengetahui seberapa efektif perusahaan dalam mengelola persediaan (juga dapat mengindikasikan likuiditas perusahaan).

( perusahaan melakukan perputaran persediaan sebanyak 3,22 kali dalam setahun )

 Rasio Perputaran Persediaan tahun 2009 à 27.737.465 = 2,90

(23)

( perusahaan melakukan perputaran persediaan sebanyak 2,90 kali dalam setahun )

Analisis à Rasio perputaran persediaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk tahun 2009 lebih kecil dari tahun 2008. Rasio perputaran persediaan pada tahun 2009 cukup baik,tetapi masih lebih baik pada tahun 2008. Dari tahun 2008 ke 2009 untuk persediaan dan beban pokok penjualan sama-sama mengalami kenaikan yaitu 24,56 % pada kenaikan persediaan dan 12,32 % pada beban pokok penjualan. Artinya bahwa untuk tahun 2008 perusahaan lebih mampu mengoptimalkan jumlah perputaran persediaanya dibandingkan tahun 2009.

Daftar Rasio Perputaran Persediaan Industri Sejenis :

Nama Perusahaan ITO

ITO PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk ITO Rata-rata

3,22 3,81

(24)

e.Rasio Total Aktiva (Total Assets Turnover) : digunakan untuk mengukur memperoleh penghasilan / melakukan penjualan sebanyak 2,15 kali )  Rasio Total Aktiva tahun 2009 à 38.972.186 = 2,19

17.716.447

( kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan total aktiva untuk memperoleh penghasilan / melakukan penjualan sebanyak 2,19 kali )

Analisis à Rasio Total Aktiva PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2009 lebih besar dari pada tahun 2008. Artinya pada tahun 2009, perusahaan lebih bisa mengoptimalkan pemanfaatan total aktiva untuk memperoleh penghasilan/untuk penjualan lebih baik dari pada tahun 2008. Dapat dilihat dengan adanya peningkatn pada penjualan bersih sebesar 12,37 %.

Daftar Rasio Total Aktiva Industri Sejenis :

Nama Perusahaan TATO

PT BAT Indonesia Tbk. 2,69

PT Bentoel International Investama Tbk. 1,33

PT Gudang Garam Tbk 1,26

Perbandingan Rasio Total Aktiva PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Total Aktiva Rata-rata Industri tahun 2008 :

TATO PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk TATO Rata-rata

(25)
(26)

BAB III : KESIMPULAN

Setelah melakukan analisa laporan keuangan pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan Anak Perusahaan dapat diambil kesimpulan bahwa kinerja perusahaan tersebut sudah cukup baik, karena dapat dilihat dari tahun yang dibandingkan yaitu tahun 2008 dan 2009 perusahaan tersebut mengalami laba yang kenaikannya cukup besar. Penjualan perusahaan tersebut juga meningkat cukup baik. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. juga lebih banyak menggunakan ekuitas untuk pendanaan perusahaanya dari pada menggunakan hutang.

(27)

LAMPIRAN

 Perhitungan Rasio Rata-rata Industri tahun 2008 :

1.Rasio Lancar ( Curent Ratio) rata-rata

CR rata-rata à CR1 + CR2 + CR3 = 2,08 + 2,48 + 2,22 = 2,26

3 3

2.Rasio Total Utang ( Debt to Equity Ratio ) rata-rata

DER rata-rata à DER1 + DER2 +DER3 = 1,11 + 1,58 + 0,56 = 1,08

3 3

3.Rasio Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ) rata-rata

ITO rata-rata à ITO1 + ITO2 + ITO3 = 7,77 + 1,82 + 1,85 = 3,81

3 3

4.Rasio Total Aktiva ( Total Assets Turnover ) rata-rata

TATO rata-rata à TATO1 + TATO2 + TATO3 = 2,69 + 1,33 + 1,26 = 1,76

Referensi

Dokumen terkait

Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam membayar hutang atau kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki kurang baik, karena tidak bisa untuk membayar

Rasio lancar ( Current Ratio ) merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva

Quick Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets), rumus quick

Rasio ini merupakan rasio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa.. memperhitungkan persediaan

Rasio Quick : rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid

Rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.. Aktiva

Rasio Cepat (Quick Ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan

Rasio lancar (current assets) mengukur kemampuan aktiva lancar membayar hutang lancar sehingga kekuatan perusahaan yang ditunjukkan dengan rasio likuiditas/rasio modal