• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pemecahan Masalah dalam pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Model Pemecahan Masalah dalam pembelajaran "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Model Pemecahan Masalah

Dalam menentukan strategi yang akan digunakan dalam pemecahan masalah manajemen strategi di PT. ALAM INDAH BUNGA NUSANTARA adalah dengan

menggunakan tahapan penentuan strategi utama yang berdasarkan pada konsep Fred R. David, konsep tersebut dilakukan melalui pemakaian beberapa matriks dengan tiga tahap pelaksanaan. Tahapan tersebut antara lain :

1. Tahap Input (input stage)

A. External Factor Evaluation (EFE)

External Factor Evaluation atau disebut juga matriks evaluasi faktor eksternal berisikan tentang merangkum dan mengevaluasi informasi ekonomi, social, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hokum, teknologi, dan persaingan. B. Internal Factor Evaluation (IFE)

Internal Factor Evaluation atau disebut juga matrik evaluasi faktor internal. Alat formulasi strategi ini meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam area fungsional bisnis, dan juga memberikan dasar untuk mengidentisikasikan dan mengevaluasi hubungan antara area-area tersebut.

2. Tahap Pencocokan (Matching Stage)

A. Matriks kekuatan-kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT Matriks)

Matriks kekuatan-kelemahan-Peluang-Ancaman

(Strenghts-Weakness-Opportunies-Threats) atau disebut juga SWOT Matriks adalah alat untuk mencocokan suatu kekuatan-kelemahan dan peluang-ancaman suatu perusahaan untuk memberikan gambaran kepada manager agar manager dapat mengembangkan empat tipe strategi : Strategi SO (Strength-Opportunity) kekuatan-peluang, ), Strategi WT ( Weakness-Threat) mencocokan faktor eksternal dan internal kuci adalah bagian yang paling sulit dalam mengembangkan matriks SWOT dan membutuhkan penilaian yang baik dan tidak ada pencocokan yang terbaik.

(2)

Strategi SO menggunakan kekuatan kekuatan internal prusahaan untuk memamfaatkan peluang eksternal. Semua perusahaan akan lebih suka bila organisasi mereka berada pada posisi dimana pada kekuatan internal dapat memamfaatkan trendan kejadian eksternal. Organisasi pada umumnya akan menjalankan strategi WO,ST, atau WT agar dapat mencapai situasi dimana mereka dapat menerapkan strategi SO. Ketika suatu perusahaan memiliki kelemahan utama, ia akan berusaha mengatasinya dan menjadikanya kekuatan. Ketika sebuah organisasi menghadapi ancaman utama. Ia akan berusaha menghindarinya untuk berkonsentrasi pada peluang.

Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memnfaatkan peluang eksternal. Kadang-kadang terdapat peluang eksternal kunci tetapi perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghambatnya untuk mengeksploitasi peluang tersebut.

Strategi ST menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal. Ini tidak berarti bahawa organisasi yang kuat harus selalu menghadapi ancaman dilingkungan ekstemarnyasecara langsung.

Strategi WT adalah taktik defensive yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari anacaman eksternal dan kelemahan internal akan berada pada posisi yang tidak aman. Kenyataannya, perusahaan seperti itu mungkin ahrus berusaha bertahan hidup, bergabung, mengurangi ukuran, mendeklarasikan kebangrutan, atau memilih likuiditas.

B. Strategic position action evaluation (SPACE)

Strategic position action evaluation atau disebut juga dengan matriks evaluasi posisi dan tindakan strategis suatu alat penting lain dalam pencocokan di tahap 2 Strategic position action evaluation mempunyai kerangka kerja empat kuadran, yang berfungsi mengidentifikasikan apakah strategi yang agresif, konservatif, defensive, atau kompetitif yang paling cocok dengan organisasi tertentu. Masing-masing sumbu (axes) dari matriks SPACE menyatakan dua dimensi, yaitu :

(3)

2. Dimensi eksternal yaitu environmental stability (ES) dan industry strength (IS).

Keempat faktor ini adalah faktor penentu yang paling penting untuk menentukan posisi strategis perusahaan.

C. Matriks internal-eksternal (IE)

Matriks internal-eksternal memposisikan berbagai divisi organisasi dalam tampilan Sembilan sel. Matriks IE nirip dengan matriks BCG dan IE. Pertama sumbunya berbeda, juga matriks IE membutuhkan lebih banyak informasi tentang divisi disbanding matriks BCG.

3. Tahap Keputusan (Decision Stage)

A. Quantitive Strategic Planing Matrix (QSPM)

(4)

Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix

TAHAP I INPUT(INPUT STAGE)

TAHAP 2 : TAHAP PENCOCOKAN (MATCHING STAGE)

TAHAP 3 ; KEPUTUSAN (DECISION STAGE)

Quantitative Strategic Palnning Matrix (QSPM)

Gambar 3.1 Tiga Tahapan menentukan strategi utama Fred R. David

Sumber: Husein Umar,2002 “Strategic Management in Action” hl.52 PT.Gramedia Pustaka utama, jakarta

3.2 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemecahan masalah ini adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi Masalah

Langkah ini merupakan langkah awal bagi penelitian, yaitu dengan mencari masukan terhadap masalah yang diteliti melalui observasi dan diskusi dengan pihak perusahaan. Dengan melakukan identifikasi dan perumusan masalah, kemudian dapat ditentukan tujuan penelitian yang dilakukan.

2. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

(5)

perusahaan. Dengan melakukan identifikasi dan perumusan masalah, kemudian dapat ditentukan tujuan penelitian yang dilakukan.

Dalam penelitian ini pertama-tama dilakukan perumusan masalah yang akan dibahas adalh perubahan lingkungan eksternal perusahaan terutama lingkungamn ekonomi, politik, dan pemerintahan, serta persaingan bisinis, sehingga perlu dilakukan perumusan ulang strategi bersaing perusahaan dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan perusahaan juga analaisis peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi dalam masa sekarang maupun masa yang akan datang.

3. Studi Pustaka

Langkah ini dijalankan untuk memperoleh landasan dan kerangka berfikir bagi penelitian. Yaitu dengan melakukan studi terhadap literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian, sehingga diperoleh pengetahuan tambahan dalam menyelesaikan permasalahan yang diteliti. Dengan melakukan studi pustaka secara mendalam diharapkan penelitian akan didasarkan pada konsep yang sistematik dan logika tertentu yang dapat diterima secara akademis.

4. Pengumpulan Data dan Informasi

Informasi dan data yang berhubungan dengan tujuan penulisan diperoleh dengan metode wawancara langsung dengan pihak terkait dan juga data-data tertulis, baik dari pihak perusahaan maupun dari sumber luar seperti media massa dan majalah bisnis/ekonomi, disesuaikan dengan kebutuhan penulisan.

5. Identifikasi Data Internal

(6)

factor) juga dilakukan agar proses penetapan alternatif strategi pada tahap selanjutnya lebih mudah dilakukan.

6. Identifikasi Data Eksternal

Identifikasi data eksternal (external audit) bertujuan untuk mengetahui peluang-peluang yang bisa diambil dan ancaman-ancaman yang mungkin dihadapi perusahaan sehubungan dengan perkembangan pasar. Identifikasi ini meliputi bidang demografi, bidang sosial budaya, bidang ekonomi, bidang teknologi, bidang politik, pemerintahan, dan peraturan perundang-undangan, serta bidang persaingan bisnis. Analisis persaingan bisnis meliputi analisis lima kekuatan persaingan bisnis dari Porter yaitu industri pesaing, pembeli, pemasok, pendatang baru dan produk subtitusi. Hasil dari identifikasi data eksternal ini merupakan input untuk pengolahan data dengan menggunakan matriks EFE (External Factor Evaluation).

7. Formulasi Visi, Misi dan tujuan perusahaan

Langkah ini lebih difokuskan pada keadaan dimasa yang akan datang, khusunya cita-cita yang ingin diwujudkan oleh perusahaan. Formulasi visi ditujukan sebagai penjabaran secara tertulis mengenai visi agar visi lebih mudah dipahami oleh seluruh staff dan karyawan perusahaan. Sedangkan formulasi tujuan difokuskan pada penetapan tujuan perusahaan, yaitu tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Hal-hal tersebut sangatlah penting dan berguna untuk menyusun alternatif strategi yang akan dipilih sehingga dapat disesuaikan dengan misi, sasaran dan kebijakan dari perusahaan.

8. Pengolahan Data

.A Tahap Masukan (Input Stage) Strategi Bisnis

(7)

1. Matriks EFE (External Factor Evaluation), matriks yang mengevaluasi faktor-faktor elsternal dominan dengan memberikan bobot dan skor sehingga didapatkan skor terbobot pada faktor-faktor yang merupakan ancaman dan peluang bagi perusahaan.

2. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks yang mengevaluasi faktor-faktor internal dominan dengan memberikan bobot dan skor sehingga diperoleh skor terbobot pada faktor-faktor yang merupakan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

B. Tahap Penyesuaian (Matching Stage) Strategi Bisnis

Tahap ini akan menyesuaikan sumber daya internal perusahaan dengan ancaman dan peluang yang ada pada kondisi eksternal dan mengembangkan alternatif-alternatif strategi yang fisibel. Pengembangan alternative strategi dilakukan dengan menggunakan matriks-matriks berikut:

1. Metode SWOT Analysis

SWOT analysis adalah suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun multinasional.

Dengan SWOT analysis memungkinkan organisasi memformulasikan dan mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap lanjut pelaksanaan misi dan tujuan organisasi. Analysis ini bertujuan untuk menentukan aktivitas perusahaan untuk mengeksploitasi kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menutupi kelemahan yang ada dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengurangi dan menghilangkan ancaman yang membahayakan.

2. Strategic Position Action Evaluation (SPACE)

Strategic position action evaluation atau disebut juga dengan matriks evaluasi posisi dan tindakan strategis suatu alat penting lain dalam pencocokan di tahap 2. Strategic position action evaluation mempunyai kerangka kerja empat kuadran, yang berfungsi mengidentifikasikan apakah strategi yang agresif, konservatif, defensive, atau kompetitif yang paling cocok dengan organisasi tertentu.

(8)

a) Dimensi Internal yang terdiri atas financial strength (FS) dan

Matriks Internal-Eksternal memposisikan berbagai divisi oragnisasi dalam tampilan Sembilan sel. Matriks IE mirip dengan matriks BCG dalam hal keduanya menempatkan divisi organisasi dalam diagram skematis. Tetapi ada beberapa perbedaan penting antara matriks BCG dan IE. Pertama sumbunya berbeda, juga matriks IE membutuhkan lebih banyak informasi tentang divisi dibanding matriks BCG.

C. Tahap Pengambilan Keputusan Strategi Bisnis

Pada tahap pengambilan keputusan (Decision Stage) ini digunakan teknik tunggal yang disebut Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM). QSPM menggunakan informasi dari tahap masukan untuk secara obyektif mengevaluasi alternatif strategi yang dapat dikerjakan (feasible) yang dihasilkan dari analisa pada tahap penyesuaian.QSPM memperlihatkan daya tarik relatif dari alternatif-alternatif strategi dan kemudian menyediakan dasar pemikiran dalam pemilihan strategi yang lebih spesifik.

3. Analisis dan Pembahasan

Pada tahap ini dilakukan analisa dan pembahasan yang diuraikan secara jelas dan terperinci dari hasil pengolahan data dengan melihat kekuatan dan kelemahan dari kondisi internal yang dihubungkan dengan peluang dan ancaman dari kondisi eksternal. Dari data dan informasi serta hasil pengolahan data yang telah dianalisis dan dibahas tersebut dapat dilakukan pengurutan proses penetapan strategi.

(9)

karena merupakan wewenang dan tanggung jawab perusahan. Langkah selanjutnya yaitu pembuatan program Action Plan dari hasil formulasi strategi yang dipilih. Tindak lanjut tersebut harus dapat dilaksanakan secara konsisten sehingga dapat dievaluasi sebagai langkah akhir.

10. Kesimpulan dan Saran

(10)
(11)

Gambar

Gambar 3.1 Tiga Tahapan menentukan strategi utama Fred R. DavidSumber: Husein Umar,2002 “Strategic Management in Action” hl.52PT.Gramedia Pustaka utama, jakarta
Gambar 3.2 FlowChart Pemecahan Masalah

Referensi

Dokumen terkait

Tahap ekstraksi dalam menjalankan audit manajemen strategis adalah dalam membuat Matriks Evaluasi Faktor Internal ( Internal Factor Evaluation - IFE matrix). Alat formualsi

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Matriks IFE (Internal Factor Evaluation), Matriks EFE

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Matriks IFE ( Internal Factor Evaluation ), Matriks EFE (

Variabel-variabel yang dianalisis di dalam penelitian ini adalah (1) Matriks IFE ( Internal Factor Evaluation ) yang memiliki indikator lingkungan internal

Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Matriks EFE ( External Factors Evaluation ), Analisis Matriks IFE ( Internal Factors

Variabel-variabel yang dianalisis di dalam penelitian ini adalah (1) Matriks IFE ( Internal Factor Evaluation ) yang memiliki indikator lingkungan internal perusahaan yang

Variabel-variabel yang dianalisis di dalam penelitian ini adalah (1) Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) yang memiliki indikator lingkungan internal

Dengan hasil penelitian pada analisis SWOT yang terdiri dari matriks IFE (internal factors evaluation) dan EFE (external factors evaluation) yang sudah diolah dari data