• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepribadian Anak Broken Home terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepribadian Anak Broken Home terhadap "

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan

(2)

dengan pembahasan ini.

Kepribadian Anak Broken Home

(3)

that personality can be analyzed most usefully by examining

mental representations of significant figures (especially the

parents) that are formed early in life in response to interactions

taking place within the family (Gill, 1995; Winnicott, 1971).”

Dalam teori tersebut orang tua sangat berperan penting dalam hal sosialisasi dan interaksi anak, karena apa saja yang dilakukan orang tua pasti akan dilakukan oleh anak ketika ia masih dalam masa perkembangan dan pembentukan mental. Apalagi ketika sang anak beranjak remaja. Pasti sangat cepat dalam menyerap pengaruh-pengaruh dari luar maupun yang diajarkan orang tua selagi ia belajar. Anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, hampir sebagian anak mencoba hal yang

membuatnya penasaran. Apalagi dalam tahap ia meniru, banyak

(4)

akan ditiru. Dari sikap orang tua, sifat orang tua, bagaimana

orang tua mengajarkan perilaku yang baik dalam lingkungannya

dan banyak lagi yang bisa diajarkan orang tua sebagai sekolah

pertama bagi anak.

(5)

dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak yang sedang berada dalam proses sosialisasi keluarga. Saat anak dalam kondisi tertekan karena keadaan orang tua yang sering bertengkar bisa saja sang anak menjadi pemurung, pendiam, bahkan tertutup kepada siapa saja. Tetapi ada pula orang tua yang menyembunyikan pertengkaran mereka dan bercerai secara diam-diam serta menjelaskan dengan baik-baik kepada sang anak bagaimana kondisi rumah tangga mereka yang sebenarnya. Dengan tujuan bahwa orang tua tersebut tidak ingin karakter anaknya menjadi buruk sehingga mereka berkomitmen untuk mengurus anak dan memberi perhatian lebih dalam masa perkembangannya. Karena dalam masa tersebut anak membutuhkan perhatian lebih dari orang tua.

(6)
(7)

adanya pengawasan dan perhatian lebih dari orang tua. Sehingga ia bisa menjadi sosok yang keras, melawan orang tua, tertutup dan seenaknya sendiri. Terkadang ada juga ayah yang memiliki jiwa keibuan sehingga anak tidak kehilangan karakter seorang ibu, meskipun ada juga ayah yang tidak bisa menjadi ibu sekaligus. Karena memang ayah dan ibu memiliki tugas berbeda dalam mendidik anak. sehingga karakter anak terbentuk sempurna dari kedua orang tua. Tetapi apa daya jika seorang ayah saja yang mengasuh dan harus meninggalkan anaknya untuk bekerja setiap harinya. Walaupun ada hari libur tetapi anak juga butuh perhatian disetiap harinya.

(8)
(9)

dengan sempurna dalam masa pembentukan kepribadian.

(10)

mendapat asuhan secara penuh dari kedua orang tua. Tergantung bagaimana pemikiran sang anak dan kedewasaan yang menjadi pola pikir anak dalam mengartikan broken home.

(11)
(12)

bertengkar terulang kembali membuat anak trauma. “Psychoanalytic theory is not alone in positing that early developmental experiences play a role in shaping personality,

but the theory is unique in the degree to which it emphasizes

childhood experiences as determinants of personality

development and dynamics. In its strongest form,

psychoanalytic theory hypothesizes that early experiences—

even those occurring during the first weeks or months of life—

set in motion personality processes that are to a great extent

immutable (see Emde, 1983, 1992).” Dalam teori tersebut

dijelaskan bahwa pengalaman anak pada masa kecilnya

mempengaruhi pembentukan kepribadiannya. Dari pengalaman

tersebut terkadang anak mengikuti begitu saja alur ketika anak

(13)

keluarga broken home. Apa saja yang anak amati dari kedua

orang tuanya dapat dijadikan pengalamannya dan terekam jelas

dimemori otaknya. Anak lebih mengingat hal yang sangat

membekas dihatinya. Entah itu hal yang baik dan buruk

sekalipun. Seperti kenangan saat jalan-jalan dengan ayahnya

sampai saat kedua orang tuanya bertengkar, terlibat adu mulut

hingga terjadi kekerasan dan sang anak ada didalamnya. Anak

merekam jelas dalam ingatannya sebagai pengalamannya hal-hal

yang mungkin menjadi titik sensitifnya. Anak bisa

membayangkan bagaimana bahagianya saat diajak jalan-jalan

ayah dan ibunya kesuatu tempat yang membuat hatinya bahagia.

Hal tersebut tidak akan bisa dilupakan hingga ia dewasa dan

mungkin akan dirindukannya kembali walaupun anak tahu hal

(14)

menjadi anak kecil ketika mengingat pengalaman

membahagiakannya dahulu bersama keluarga. Lain lagi dengan

pengalaman buruknya ketika berada ditengah-tengah perdebatan

orang tuanya. Hal tersebut memang akan terekam jelas

dimemori otak anak sebagai pengalaman yang tidak diinginkan.

Kemungkinan akan muncul perasaan marah, dendam, tidak mau

memaafkan dari salah satu orang tua yang berkhianat. Misalnya

sang ayah yang mengkhianati ibu dengan kasus perselingkuhan.

meskipun saat orang tuanya bertengkar ketika anak masih kecil,

ia tetap akan menanyakan pada ibunya apa penyebab hal itu bisa

terjadi. Dari situlah muncul persepsi yang negatif dari anak.

anak hanya mengejudge bahwa ayahnya jahat, bahkan sang anak

tidak mau bertemu dengan ayahnya. Apalagi jika ayah dari anak

(15)

memberi kabar. Tetapi seiring sang anak dewasa banyak

pengalaman dari luar missal lingkungan masyarakat, lingkungan

sekolah dan lain sebagainya. Dimana anak belajar memahami

apa yang menjadi penyebab orang tuanya seperti itu dari dua

sudut pandang. Dan dari situ pula anak yang bisa menyaring

hal-hal yang membentuk kepribadiannya ke hal-hal yang positif

pasti tidak akan terjerumus kepada kepribadian yang negatif.

(16)

tua apalagi jika ada keributan besar yang melibatkan anak didalamnya. Mungkin memang anak tidak akan mengerti apa-apa selain ketakutan yang melanda dirinya, tetapi disisi lain pasti akan terpikir olehnya mengapa ini terjadi pada keluarganya. Hal ini dapat memberikan beban pada otaknya yang seharusnya tidak boleh menjadi beban dalam masa perkembangannya.

Banyak orang bilang bahwa perilaku anak atau kepribadiannya adalah cerminan dari orang tuanya. Apapun yang terjadi dalam rumah tangga orang tuanya pasti akan berdampak buruk jika orang tuanya pun tidak bisa memberi pendidikan karakter dengan baik.

(17)

pendidikan dasar anaknya untuk jangka panjang. Seperti perhatian lebih, meluangkan waktu untuk anak saat ia mulai belajar, memberikan apresiasi berupa pujian saat anak bisa melakukan hal yang baik atau membuat sesuatu yang kreatif, mendengarkan anak saat anak bercerita, dan lebih member kasih sayang. Meskipun disibukkan dengan bekerja tetapi tidak berarti seorang single parent tidak memiliki waktu untuk anaknya. Bisa juga anak dititipkan kepada orang yang dekat dengannya dan terpercaya. Agar dia nyaman dengan lingkungannya dan berkembang dengan baik ketika proses sosialisasi berlangsung dalam membentuk kepribadiannya.

(18)
(19)
(20)
(21)

saya untuk menikah lagi. Tiba-tiba saya berfikir “jika itu terbaik buat ibu dan tidak akan menyakiti ibu lagi serta menjamin masa depan kita kenapa tidak, tapi saya tidak akan terima lagi jika ibu menangis karena disakiti lagi” entah fikiran dewasa atau tidak dengan umur saya yang masih belia duduk dibangku kelas 4 SD, saya ingin melindungi bidadari tanpa sayap yang rela terluka untuk saya.

(22)
(23)

lingkungan, dimana berbagai karakter mulai terlihat. Saya bisa belajar dari mereka semua. Saya tetap berjalan dengan rasa kebencian yang semakin besar terhadap ayah kandung.

(24)

membuat saya lebih aktif dan menghabiskan waktu diluar rumah. Mencari sebuah kebahagiaan yang saya inginkan. Tetapi tak seindah kebahagiaan saat saya bisa memeluk dan bercerita serta bersendau gurau bersama ibu dan bapak. Saya menjadi anak yang gila kebebasan meskipun kadang-kadang ditegur oleh ibu saat pulang barmain terlalu sore bahkan maghrib.

(25)
(26)

jelasnya lagi curhat. Bahkan saya pernah bercerita dan memperkenalkan teman dekat. Tapi tanggapannya tetap sama saja. Datar dan saya merasa tidak nyaman maupun takut untuk bercerita kembali.

(27)
(28)
(29)

berusahalah menjadi yang terbaik untuk anak. Selalu perhatikan anak dan jadilah tempat curhat yang baik. Apapun yang terjadi manusia pasti pernah mengalami hal terburuk. Kuncinya hadapi, belajar dari pengalaman, carilah jati diri dengan pemikiran yang rasional dan ikuti kata hati. Kita bisa belajar dari pengalaman, tetapi seraplah pengalaman yang baik dan perbaiki pengalaman yang buruk. Thanks 

(30)
(31)
(32)

The Personality Of The Child's Broken Home

(33)

share a core belief that personality can be analyzed most

usefully by examining mental representations of significant

figures (especially the parents) that are formed early in life in

response to interactions taking place within the family (Gill,

1995; Winnicott, 1971). In the theory of parents is very important in terms of socialization and interaction of the child, because what do parents surely will be done by the child when he is still in its development and formation of mentally. Especially when the teenage children. Must be very fast in absorbing influences from outside or being taught the parents while he studied. Children have a high curiosity, most children try things that make

her curious. Especially in the stage he

(34)

thing that will be replicated. From the attitude of the parents, the parents, the parents how to teach good behavior in its surroundings and many more can be taught as the first school of the parents for the child.

(35)
(36)

In contrast to older people who are already divorced and exalts the ego of each. Even fighting over custody of the child. While the child is in need of both his master, but he was just taken care of by one of the parents. Here the economic factor and brother ever contributed. If the child is raised by a father who worked hard, will reduce his concern for children as a single parent. Moreover, there is no close relatives as a child shelter if his father's work. The child got freedom at home because there is no supervision. He could try anything because the son has high curiosity. Out of nowhere he can learn, from social

media like TV shows that are not

(37)

the keingintahuannya that little by little formed his character due to the lack of supervision and more attention from parents. So he could be a hard figure, against parents, covered and lightly themselves. Sometimes there is also a father who has a motherly soul so that the child does not lose the character of a mother, although there is also a father who can't

be a mother at once. Because mom and

dad have a different task in

(38)
(39)

sake of his son.The mother is a person who being a good listener when the child tells the story and a mother is a person who is closest to the child. communication must be maintainedproperly. In order to make children learn perfectly during the formation of the personality.

(40)

sex, drink hard and so forth because the currentcarried by the times due to lack of attention and affection of parents. But many alsochildren of broken home who managed to form a good personality. Although it did not receive the full care from both parents. Depending on how the child's thinking and maturity into the mindset of children in making sense of the broken home.

The importance of the role of parents as a good listener, as a place to vent, share affection and places of refuge and where they learn. The child is in need of a role model figure in search of his true identity.

(41)
(42)

not hurt the father or the mother again. Children have a sense sensitive to new people nearby with her family. Considering all things because nobody wants to experience first time mom and dad fight happen again make child trauma. “Psychoanalytic theory is not alone in positing that early developmental experiences play a role in

shaping personality, but the theory is unique in the degree to

which it emphasizes childhood experiences as determinants of

personality development and dynamics. In its strongest form,

psychoanalytic theory hypothesizes that early experiences—

even those occurring during the first weeks or months of life—

set in motion personality processes that are to a great extent

(43)

the formation ofhis personality. From experience sometimes a child just follow the flow when the children find so

much experience. No exception children

from broken families home.What children watch from both

parents could be made and recorded his

experienceclearly dimemori his

brain. Children remember things very dihatinya imprint. Whethe r it's a good and bad thing though. As memories of the moment the streets with his father until the moment his

parents fight, going up to the mouth

(44)

mother kesuatu a place that makes the heart happy. It will not be forgotten until he was an adult and the ego will probably return even though the child knows it will not be possible. After he was grown, he would still be small children when considering the membahagiakannya experience in the past with family. Yet another bad experience when I was in

the midst of the debate. It would indeed

(45)

happen. From there, the negative perception of emerging from the child. only mengejudge that his father is evil, even the child does not want to meet with his father. Especially if the father actually left it without wanting to meet and give news. But as the adult children many experiences from outside the environmental community, the missal school environmentand so on. Where children learn to understand what the causes of such parents from two points of view. And from thence did the child who can filter out things that make up his personality to the positive things that certainly wouldn't fall to a negativepersonality.

A variety of factors that cause divorce can also cause an impact on the formation ofthe personality

(46)

the parents of mismatch between the parents, more households are no longer troubled with love so that in the House there is only anger. In the household are tinged with the affair would have been uncomfortable for the child or one of the parents especially if there was a big uproar involving the child in it. May indeed children won't understand anything other than the fear that hit him, but on the other hand will surely occurred to him why this happened to her family. It can provide load on his brain that should not be a burden in the course of its development.

(47)
(48)
(49)

mother and father arguing because the mother was not strong with the treatment. They fight violently due to infidelity. While my mother was dipelukan while digendongn ya holding shedding tears andtrying to find out what's happening though just speechless. The

(50)

After dad left me and mom, mom decided to take me to the village for a few to Grandpa and Grandma. While the mother went to the city to earn a living. Since then I became a reticent person, though when hang out with my friends look cheerful. It's just communication with parents rarely, even with mom. Because of the time I only rarely that have little HP, not as now diverse HP models. I

am very closed against the mother and

(51)

All of the sudden I thought "If that best create mother and will not hurt the mother again and assure our future why not, but I will not accept any more if the mother crying for being hurt again" whether or not theadult's mind with my age who are still young to sit on the bench 4th grade, I wanted toprotect Angel without wings who willingly hurt for me.

(52)
(53)

appear. I can learn from all of them. I still walk with a sense of resentment that the larger the biological father against.

In the JUNIOR HIGH SCHOOL this is I like looking around for my identity continues.A variety of new things that I can learn and make me curious and keep looking. I started to know love, friendship, cooperation, playing together, trying new things thatsometimes it was a little negative. Step on the two classes of JUNIOR HIGH SCHOOL, the father bought a motorcycle and I learned two days smoothly. The days passedwith great pleasure because I can learn the

bike. Then I often play the home of

friends, sometimes learning groups, task or exercise to

(54)

with parentsmake me more active and spend time outside of the home. Looking for a happiness that I want. But not as beautiful as the happiness when I can hug and telling storiesand bersendau banter with his mother and father. I became the mad child freedomalthough sometimes rebuked by the mother while home barmain too sore to even the maghrib.

After graduating JUNIOR HIGH SCHOOL I

continued. The intensity of indifference athome and I am living environment diminished since entering high

(55)

pervasive in my mind and start flowing within me that I must improve myself and attitude. Little by little I'm trying

to get better. I feel

comfortable once towards kependewasaan. But one thing I do not get. Close to the old man like the other kids. I have

confidence my parents hugged me from far

away though we met every day. Butat least they could give a little attention I

(56)

me and introduce a close friend. But the response remains the same. And I feel uncomfortable or afraid to tell you again.

Until I graduated FROM HIGH SCHOOL and entered

the keperguruan high with a

(57)

feel something Scotch dipikiran I.I always wondered why I do not like my friend who easily blend in. So he quickly make friends. In the world of this lecture are not sadaar I can speak many things and exchange ideas. I'm also closer to my mom. I tell her all the things I could lecture in the world. Although not often but it felt a little relieved at heart. I started styling my character and understand it. I am lucky though I was destined came from a family of broken home and had a stepfather, I don'tfall into a negative character. Even I learned from experience at the time of labile-labilnya older children and became an almost naughty children.

(58)
(59)

the words of the heart. We can learn from the experience, but soak up the good experience and correct the bad experience. Thanks 

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

• Kekerasan fisik,psikis,seksual dan penelantaran rumah tangga.banyaknya anak yang menjadi korban kekerasan oleh orang tua dalam rumah tangga tersebut di.. sebabkan adanya

Jika si anak kondisi kehidupannya memang tidak mampu untuk mengurus dan merawat orang tuanya di rumah dalam bentuk pelayanannya, seperti memberi nafkah, memberikan pelayanan

Anak merasa tertekan secara psikologis, karena memikirkan konflik yang dialami kedua orang tuanya, sehingga anak seringkali tidak mau ikut ayah atau ibunya,

keluarga nya, ia tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dimana ia dan ayahnya sering terlibat dalam sebuah perdebatan dan perlakuan yang buruk

Pernah ada di desa Baleturi, kecamatan Prambon, kabupaten Nganjuk kasus kekerasan terhadap anak usia dini yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Dan saya pun pernah melihat

Anak-anak jadi malas belajar, karena mereka mengetahui kalau orang tuanya seorang guru, tentu nilainya sudah pasti baik disekolah ternyata sebagian anak yang orang tua nya berprofesi

Keempat, dampak keluarga yang broken home berpengaruh pada minat belajar anak disisi lain subyek menganggap belajarnya sia-sia, sebab tidak ada orang tua yang menanyakan bagaimana hasil

Sikap orang tua yang malu memiliki anak berkebutuhan khusus dapat berdampak buruk pada perkembangan anak dan berkurangnya adaptasi dengan lingkungan