• Tidak ada hasil yang ditemukan

bisas digunakan oleh masy arakatnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "bisas digunakan oleh masy arakatnya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian Bahasa Itu Bersistem, Bersifat Arbitrer, dan Bersifat Konvensional, Serta Contoh Dari Masing-masinng Fungsi Bahasa

March 19, 2012 1. Bahasa itu bersistem

Bahasa sebagai sebuah sistem merupakan suatu susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Ia terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur menurut pola tertentu, dan membentuk satu kesatuan. Sebagai sebuah sistem, bahasa sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. Bersifat sistematis, artinya bahwa bahasa tersusun menurut satu pola yang tidak tersusun secara acak atau sembarangan. Sementara secara sistemis berarti bahwa bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tapi terdiri juga dari sub-sistem atau sistem bawahan, seperti sub-sitem fonologi, sub-sistem morfologi, sub-sitem sintaksis, sub-sistem semantik. Kemudian tiap-tiap unsur dalam subsistem-subsistem tersebut juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu, yang secara keseluruhan membentuk satu sistem. Jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu, maka subsistem tersebut tidak dapat berfungsi.

Menurut Chaer (1995 : 15), Bersistem artinya susunan yang teratur berpola berbentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Bahasa terdiri atas unsur -unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk suatu kesatuan. Bahasa selain bersifat sistematis juga bersifat sistemis, artinya bahasa itu tidak bersistem tunggal melainkan terdiri atas beberapa subsistem yakni subsistem fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon.

2. Bahasa Bersifat Arbitrer

Kata arbitrer mengandung arti manasuka. Tetapi istilah arbitrer disini adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut (Chaer 1994:45). Yang dimaksud dengan arbitrer adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya. Dengan kata lain, hubungan antara bahasa dan wujud bendanya hanya didasarkan pada kesepakatan antara penurut bahasa di dalam masyarakat bahasa yang bersangkutan. Misalnya, lambang bahasa yang berwujud bunyi kuda dengan rujukannya yaitu seekor binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, tidak ada hubungannya sama sekali, tidak ada ciri alamiahnya sedikit pun. 3. Bahasa Bersifat Konvensional

Konvensional dapat diartikan sebagai satu pandangan atau anggapan bahwa kata- kata sebagai penanda tidak memiliki hubungan instrinsik atau inhern dengan objek, tetapi berdasarkan kebiasaan, kesepakatan atau persetujuan masyarakat yang didahului pembentukan secara arbitrer. Tahapan awal adalah manasuka/ arbitrer, hasilnya disepakati/ dikonvensikan, sehingga menjadi konsep yang terbagi bersama (socially shared concept). Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbiter, tetapi penerimaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu yang bersifat konfensional. Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konfensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Jadi kalau kearbiteran bahasa pada hubungan antara lambanag-lamabang bunyi dengan konsep yang

dilambangkannya, maka kekonfensionalan bahasa terletak pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya.

Fungsi Bahasa

1. Contoh fungsi bahasa untuk menyatakan ekspresi diri

Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain :

– Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita

– Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

Sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan di atas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan di mana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagai berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menangis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa, ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti, aduh, hai, wahai, dan sebagainya. Menceritakan pada kita kenyataan ini.

2. Contoh Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

(2)

Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita.

Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita (dalam arti kita menggunakan kata yang sudah umum).

Contoh Percakapan 2 orang : Ari : Darimana saja kamu? Bima : Tadi habis pergi.

Percakapan 2 orang tersebut menggunakan kata sederhana sehingga mudah dimengerti. 3. Contoh bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial

Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat istiadat, tingkah laku, dan tata karma masyarakatnya. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adaptasi) dengan semuanya melalui bahasa. Seorang pendatang bau dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan masyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu; untuk itu ia memerlukan bahasa, yaitu bahasa masyarakat tersebut. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata karma masyarakat tersebut.

4. Contoh bahasa sebagai alat kontrol sosial

Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau merupakan alat kontrol sosial. Kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show ) di televise atau radio. Iklan layanan Masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang

memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Disamping itu. Kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. 2. Ciri - ciri Kalimat Efektif

Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki)

1. KESATUAN GAGASAN

Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal.

Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.

Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)

2. KESEJAJARAN

Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-. Kalimat itu harus diubah :

1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. 3. KEHEMATAN

Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.

Kalimat yang benar adalah:

(3)

4. PENEKANAN

Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Caranya:

• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Contoh :

1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.

• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah. Contoh :

1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. 2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.

3. Bisakah dia menyelesaikannya?

• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. Contoh :

Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

Contoh :

1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.

2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh. 5. KELOGISAN

Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh :

Waktu dan tempat saya persilakan.

Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;

Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium

3. Dan inilah 5 cara yang terbukti berhasil untuk mendapatkan ide sebagai bahan artikel saya selama ini:

1. Bertanya kepada pembaca

Banyak sekali artikel di blog ini, adalah hasil saya bertanya atau saran dari pembaca. Ya, tanyakan kepada pembaca, apa yang ingin mereka dengar dari Anda. Pembaca Anda akan dengan senang hati mengatakannya, dan Anda akan mendapatkan banyak sekali ide untuk bahan artikel berikutnya.

2. Meminjam judul dari blog lain

Pergilah ke blog-blog populer yang sama dengan topik blog Anda. Ambil judul posting yang ada disana, dan buatlah versi Anda sendiri. Buatlah perubahan atau perbaiki seperlunya. Ini adalah cara jitu mendapatkan ide tulisan, karena Anda telah 'memiliki' judul yang telah jadi.

3. Berpikir seperti pemula

Jika Anda sudah cukup lama blogging dan menulis segala sesuatunya di topik yang Anda kelola, ada kemungkinan Anda lupa 'menjadi pemula'. Masih ingatkah Anda saat-saat memulainya dulu? Saat Anda begitu bersemangat tapi hampir tidak mengetahui apapun di topik tersebut?

Nah, saatnya Anda berpikir seperti pemula. Persis seperti Anda dulu menghadapi berbagai kesulitan. Apa yang paling ingin Anda ketahui dulu? Apa yang membuat Anda bingung saat Anda masih pemula? Lalu, tulislah tentang itu semua.

(4)

Satu saat, kadang kita menjadi sangat produktif. Ide sepertinya tercurah begitu saja dari kepala kita. Nah, pada saat Anda mudah menemukan ide, biasanya Anda mampu menuliskan ide lebih banyak lagi.

Jangan membatasi diri untuk menulis 1 - 2 ide, atau 10 ide. Tulis sebanyak-banyaknya. Jangan berpikir jauh dulu tentang ide-ide tersebut, tulis saja apa yang keluar dari sisi kreatif Anda. Tidak ada ide yang terlalu buruk.

Nah, jika Anda memiliki stok ide yang Anda dapatkan ketika Anda sedang bergairah, maka suatu ketika Anda sedang mengalami kebuntuan, Anda dapat membuka-buka kembali catatan Anda.

5. Menulis sesuatu yang Anda tidak setujui

Bila Anda menemukan publikasi, entah di koran, majalah, atau di blog lain tentang sesuatu yang berkaitan dengan topik Anda, dan Anda secara mendasar tidak setuju dengan apa yang disampaikan, maka Anda sudah memiliki bahan untuk tulisan Anda yang hebat.

Tulislah ketidaksetujuan Anda, lengkap dengan argumen-argumennya. Ini benar-benar saat paling bagus untuk menunjukkan jati diri Anda.

Nah, itulah 5 cara yang terbukti berhasil menggali ide untuk bahan tulisan posting blog. Memang tidak selamanya kita sebagai blogger, selalu dalam keadaan siap menulis artikel baru, untuk itu saya sering menyarankan menyiapkan posting darurat, yang siap pakai kapan saja kita sedang mengalami kebuntuan.

Bagaimana? Apakah Anda memiliki tips lain mendapatkan ide bahan artikel di saat-saat sulit? Silakan berbagi melalui komentar. Semoga bermanfaat.

Kalimat efektif mempunyai empat sifat / ciri, yaitu : 1) Kesatuan (Unity)

2) Kehematan (Economy) 3) Penekanan (Emphasis) 4) Kevariasian (Variety) 1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan kalimat bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek - predikat, predikat – objek, dan predikat – keterangan. Dalam penulisan tampak kalimat-kalimat yang panjang tidak mempunyai S dan p. Ada pula kalimat yang secara gramatikal mempunyai subjek yang diantarkan oleh partikel.hal seperti ini hendaknya dihindarkan oleh pemakai kalimat agar kesatuan gagasan yang hendak disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca atau pendengar.

Contoh ;

1. Bangsa Indonesia menginginkan keamanan, kesejahteraan, dan kedamaian. 2. Kebudayaan daerah adalah milik seluruh bangsa Indonesia

2. Kehematan (Economy)

Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimay dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, sebaliknya dikatakan tidak hemat kerena jumlah katanya terlalu banyak. Yang utama adalah seberapa banyakkah kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, tidak usah menggunakan belasan kata, kalau maksud yang dituju bisa dicapai dengan beberapa kata saja. Oleh karena itu, kata-kata yang tidak perlu bisa dihilangkan. Untuk penghematan kata-kata hal-hal berikut perlu diperhatikan.

a. Mengulang subjek kalimat b. Hiponim dihindarkan

c. Pemkaian kata depan ‘dari’ dan ‘daripada’. 3. Penekanan (Emphasis)

a. Pemindahan letak Frase

b. Mengulang kata-kata yang sama

Disamping dilakukan dengandua hal yang disebutkan di atas, penekanan / penegasan dapat juga dilakukan dengan :

a. Penegasan dengan Intonasi b. Penegasan dengan Partikel

(5)

f. Penegasan dalam bentuk pasif 4. Kevariasian (Variety)

Ciri kevariasian akan diperoleh jika kalimat yang satu dibandingkan dngan kalimat yang lain. Kemungkinan variasi kalimat tersebut sebagai berikut.

a. Variasi dalam pembukaan kalimat

Ada beberapa kemungkinan untuk memulai kalimat demi efektifitas, yaitu dengan variasi pada pembukaan kalimat. Dalam variasi pembukaan kalimat, sebuah kalimat dapat dimulai atau dibuka dengan : 1) Frase keterangan (waktu, tempat, cara)

2) Frase Benda 3) Frase Kerja

4) Partikel Penghubung Contoh:

a) Mang Usil dari kompas menganggap hal ini sebagai suatu isarat sederhana untuk bertransmigrasi (Frase benda)

b) Dibuangnya jauh-jauh pikiran yang menghantuinya selama ini (Frase Kerja) c) Karena bekerja terlalu berat dia jatuh sakit (frase Penghubung)

b. Variasi dalam pola kalimat

Untuk efektifitas kalimat dan untuk menghindari suasana menoton yang dapat menimbulkan kebosanan, pola kalimat subjek – Predikat – Objek dapat diubah menjadi predikat – objek – Subjek atau yang lainnya. Contoh :

1) Dokter muda itu belum dikenal oleh masyarakat desa Sukamaju. (S – P- O) 2) Belum dikenal oleh masyarakat desa Sukamaju doketr muda itu. (P – O – S) 3) Dokter muda itu oleh masyarakat desa Sukamaju belum dikenal. (S – O – P) c. Variasi dalam jenis kalimat

Untuk mencapai efektifitas sebuah kalimat berita atau pertanyaan, dapat dikatakan dalam kalimat Tanya atau kalimat perintah. Perhatikan contoh berikut.

………..Presiden SBY sekali lagi menegaskan perlunya kita lebih hati-hati memamakai bahan baker dan energi dalam negeri. Apakah kita menangkap peringatan tersebut?

Dalam kutipan tersebut terdapat satu kalimat yang dinyatakan dalam bentuk Tanya. Penulis tentu dapat mengatakannya dalam kalimat berita. Akan tetapi untuk mencapai efektifitas, ia memakai kalimat Tanya. d. Variasi bentuk aktif-pasif

Perhatikan contoh berikut!

a) Pohon pisang itu cepat tumbuh. Kita dengan mudah dapat menanamnya dan memeliharanya. Lagi pula kita tidak perlu memupuknya. Kita hanya menggali lubang, menanam, dan tinggal menunggu buahnya.

Bandingkan dengan kalimat berikut!

b) Pohon pisang itu cepat tumbuh. Dengan mudah pohon pisang itu dapat ditanam dan dipelihara. Lagi pula tidak perlu dipupuk kita hanya menggali lubang, menanam dan tinggal menunggu buahnya.

Kalimat-kalimat pada paragaf (a) semuanya berupa kalimat katif, sedangkan pada paragraph (b) berupa kalimat aktif dan pasif. Dapat dikatakan, bahwa kalimat-kalimat pada paragraf (a) tidak bervariasi sedangkan paragraf (b) bervariasi, namun hanya variasi aktif – pasif.

5. Komparatif dan Kontrastif

Sebuah paragraf dalam karangan ilmiah juga dapat dikembangkan dengan cara diperbandingkan dimensi-dimensi kesamaannya. Kesamaan itu bisa cirinya, karakternya, tujuannya, bentuknya, dan seterusnya. Nah, pembandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi kesamaannya untuk mengembangkan paragraf yang demikian ini dapat disebut dengan model pengembangan komparatif. Sebaliknya, perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi perbedaannya dapat disebut dengan perbandingan kontrastif.

Contoh Paragraf Perbandingan 1

(6)

kandungan lemak yang memungkinkan pengonsumsinya menjadi gemuk. Sehingga pada susu Ultra Low Fat-High Calsium kandungan kalsium pada susunya dua kali lipat dari susu Ultra biasa.

Contoh Paragraf Perbandingan 2

Melakukan investasi di pasar modal bisa diibaratkan seperti nelayan yang memancing di laut. Keduanya sama-sama beresiko. Bila berinvestasi di pasar modal dengan hanya menggunakan sedikit modal, maka gain atau keuntungan yang diperoleh juga akan sedikit. Begitu juga dengan nelayan, bila hanya memiliki modal sedikit, dalam artian hanya mempunyai perahu kecil dan peralatan seadanya, maka hasil tangkapan yang didapat juga tidak akan sebanyak hasil tangkapan kapal besar. Ini disebabkan karena dengan adanya keterbatasan

perlengkapan, nelayan tidak bisa melaut jauh dari bibir pantai. Hal inipun berlaku di dunia investasi pasar modal. Investor besar akan mendapatkan keuntungan yang besar karena modal yang ditanamkan juga besar. Bagaimana dengan tingkat resiko? Di dunia pasar modal terdapat istilah high risk high gain, dimana semakin tinggi resiko maka keuntungan yang akan didapat juga akan semakin besar. Jika di dunia nelayan, semakin besar dan komplit peralatan yang dimiliki, akan semakin besar juga resikonya. Seperti resiko ditangkap bajak laut, resiko tenggelam karena badai. dll. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menanamkan investasi di pasar modal, perlu diketahui dan disadari bahwa semua investasi pasti emiliki resiko.

6. Pengembangan Paragraf komparatif dan kontrastif

Sebuah paragraf dalam karangan ilmiah juga dapat dikembangkan dengan cara diperbandingkan dimensi-dimensi kesamaanya. Kesamaan itu bisa cirinya, karakternya, tujuanya, bentuknya, dan seterusnya. Perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi kesamaan untuk mengembangkan paragraf yang demikian ini dapat disebut dengan model pengembangan komparatif. Sebaliknya, perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi perbedaannya dapat disebut dengan perbandingan kontrastif.

Kesimpulan:

“Pengembangan komparatif melakukan perbadingan dimensi dimensi yang sama. Sedangkan pengembangan konstrastif melakukan perbandingan”.

Syarat judul yang baik untuk sebuah karya ilmiah Judul yang baik harus:

a.Asli

Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya. b.Relevan

Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda. c.Provokatif

Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi. d.Singkat

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan komposisi pakan menghasilkan substrat yang berbeda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi hijauan yang berbeda dalam ransum pada neraca N

Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, putra hamba lelakiMu, dan putra hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di dalam kekuasaanMu. Ketentuan Mu pada diriku telah

Sehubungan dengan itu, Gagne (dalam Sudjana, 2010: 22) mengembangkan kemampuan hasil belajar menjadi lima macam antara lain: (1) hasil belajar intelektual

Predstavljene so tudi ugotovitve raziskave okoljske ozavešþenosti glede loþevanja odpadkov, trajnostne mobilnosti in ravnanja s pitno vodo, ki je bila izvedena med osnovnošolci,

Hasil observasi kedua yang dilakukan dalam menunjukkan bahwa keberhasilan RA Miftahul Huda Ngasem dalam proses bermain matematika awal melalui beberapa tahapan, meliputi

Caranya dengan membentuk fungsi baru yaitu penjumlahan fungsi asli ditambah hasil kali pengganda Lagrange  dengan fungsi

Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada bcrbagai pihak yang membantu terlaksananya penelitian ini, terutama pada Proyek Peningkat'ul Penelitian dan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Kontribusi dan Pertumbuhan Retribusi Obyek Wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk tahun 2014-2018. 2) Kontribusi dan