BAB II LANDASAN TEORI

Teks penuh

(1)

7

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

A. Model Pembelajaran Berbasis Web

Menurut Kadir, (2014:305), website adalah ”kumpulan dari halaman-halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada didalam World Wide Web (WWW) di dalam internet”. Web merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar dibeberapa komputer

server yang berada diseluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet.

Faktor utama yang membuat website begitu cepat berkembang adalah karena penyebaran informasi melalui website sangat cepat dan mencakup area yang luas (mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, disamping itu, saat ini juga lagi tren pembuatan website pribadi atau blog.

Perkembangan yang sangat pesat telah membuat dunia baru yang kita sering sebut dengan dunia maya. Melalui dunia maya kita dapat melakukan aktifitas apa saja layaknya seperti dunia nyata yang kita hadapi sehari-hari. Misalnya jika kita hendak membeli sesuatu, kita bisa mengakses website e-commerce kemudian melakukan transaksi jual beli secara online dan barang yang kita beli akan sampai di rumah kita.

Begitu juga halnya, kalau ingin kuliah, kita tinggal mendaftar pada

website-website yang menyediakan jasa e-learning. Proses perkuliahannya dapat dilakukan secara online.

(2)

Bahkan dengan adanya website kita bisa memesan tiket pesawat, pesan makanan, transaksi perbankan dan lain sebagainya. Semua bisa dilayani oleh internet melalui media yang disebut website.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat,

website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti. Dalam pengelompokan jenis website lebih diarahkan pada fungsi, sifat dan bahasa pemrograman yang digunakan.

Kelebihan Pembelajaran Berbasis WEB

1. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.

2. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karaktristik dan langkahnya dirinya sendiri karen apembelajaran berbasis web membuat pembela-jaran menjadi bersifat individual.

3. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.

4. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.

5. Dapat mendorong pebelajar lebih aktif dan mandiri di dalam belajar. 6. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk

memperkaya materi pemeblajaran.

7. Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.

(3)

Kekurangan Pembelajaran Berbasis WEB

1. Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar.

2. Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.

3. Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup.

4. Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam. 5. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang

merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.

B. Sistem

Sistem terdapat di setiap unsur kehidupan, karena dengan adanya sistem semua terjadi secara teratur. Sistem menangani fungsi yang secara terus-menerus dan berulang-ulang atau yangbrutin terjadi. Umumnya sistem dibuat sebagai suatu alat untuk membantu dalam meningkatkan kualitas suatu pekerjaan.

Menurut Romney dalam Sri Mulyani (2016:2) mengatakan, “Sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu”.

Menurut Ladjamudin dalam Eva Rahmawati (2018:168) berpendapat bahwa “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan

(4)

nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami dalam keputusan sekarang maupun yang akan datang”.

Berdasarkan kutipan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem

Menurut japerson dalam Almiati dan Ivit Clara Ansi (2017:7) supaya sistem itu dikatakan sistem yang baik memiliki karakteristik yaitu:

a. Komponen : suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem. b. Batasan (boundary) : merupakan daerah yang membatasi antara suatu

sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut. c. Lingkunagn luar sistem (enviroment) : adalah diluar batas dari sistem yang

mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem

(5)

d. Penghubung sistem (interface) : merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari susbsistem akan menjadi masukan (input)

untuk subsistem lain melaui penghubung.

e. Masukan sistem (input) : adalah energi yang dimasukan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan dan masukan sinyal.

f. Keluaran sistem (output) : hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

g. Pengolah sistem : suatu sistem menjadi pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran, sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan.

Komponen dan tipe sistem informasi

Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang berinteraksi yang saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Menurut japerson dalam Almiati,Ivit Clara Ansi (2017:8) Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu:

a. Blok Masukan (input block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

(6)

b. Blok Model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan.

c. Blok Teknologi (technologi block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan.

d. Blok Basis Data (database block)

Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

e. Blok Kendali (control block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Klasifikasi Sistem

Menurut Hutahean (2014:6) mengemukakan bahwa, Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang:

1. klasifikasi sistem sebagai:

a. Sistem abstrak (abstract system)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

(7)

b. Sistem fisik (physical system)

Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. 2. Sistem diklasifikasikan sebagai:

a. Sistem alamiah (natural system)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya perputaran bumi.

b. Sistem buatan manusia (human made system)

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).

3. Sistem diklasifikasikan sebagai:

a. Sistem tertentu (detecministicl system)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan. b. Sistem tak tentu (probalistic system)

Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depanya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai: a. Sistem tertutup (close system)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar.

(8)

b. Sistem terbuka (open system)

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainya.

C. Website

Website memberikan informasi, gambaran, serta visualisasi orang/lembaga yang membuatnya. Website bisa dibuat dengan tujuan apa saja, tergantung pemilik dari

website tersebut.

Menurut Rahmadi (2013:1), ”Website adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video atau jenis-jenis berkas lainya.

Sedangkan menurut Yuhefizar dalam Lestari, Rima Yolanda (2017:7), “Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi”.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Website adalah keseluruhan halaman web yang mengandung informasi yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai dengan berkas-berkas gambar, video atau jenis-jenis lainya.

Berikut adalah hal-hal yang penting untuk menggunakan dan mengembangkan

website adalah: 1. Internet

Menurut Krisianto (2014:1), “Internet adalah salah satu bentuk media komunikasi dan informasi interaktif”. Wujud internet adalah jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia”.

(9)

Sedangkan menurut Prasojo dan Riyanto dalam Supriyanta dan Suparlan (2017:33) menyatakan, “ Internet merupakan kependekan dari interconnected networking atau international networking, yaitu kumpulan yang sangat luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling berhubungan dengan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia ”.

Dengan begitu Internet dapat diartikan sebagai kumpulan jaringan-jaringan komputer besar dan kecil yang saling berhubungan dengan menggunakan jaringan komunikasi di seluruh dunia.

2. Web Browser

Menurut Setiawan (2017:3) menyatakan bahwa, “Web Browser adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menjelajahi situs-situs di dunia maya atau yang biasa disebut dengan website”.

Sedangkan menurut Pohan dalam Hanapi (2018:9), “Web Browser adalah

software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web.

Software ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat dengan melakukan point dan click untuk pindah anatar dokumen”.

3. Web Server

Web server memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal (web browser) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web

(10)

Menurut Kustiyaningsih dalam Sri Hidayati (2017:11), “Web server adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web, komputer ini melayani permintaan dokumen web dari klienya”.

Sedangkan menurut Supono dan Putratama (2016:6) mengemukakan bahwa:

Paket web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi untuk menerima permintaan dalam bentuk situs web melalui HTTP atau

HTTPS dari klien itu, yang dikenal sebagai browser web dan mengirimkan kembali (reaksi) hasil dalam bentuk situs yang biasanya merupakan dokumen HTML.

4. WWW (World Wide Web)

Menurut Rerung (2018:7),” WWW (World Wide Web) adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainya (hyperlink)

yang membentuk samudra belantara informasi”.

Sedangkan menurut Yuhefizar (2013:2) menyatakan bahwa:

World Wide Web atau web adalah sebuah sistem penyebaran informasi melalui internet. Informasi yang dikirim tersebut dapat berupa teks, suara, animasi, gambar dan bahkan dalam format video yang dapat diakses melalui sebuah software yang disebut browser, seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, opera dan lain-lain.

5. HTTP (Hyper Text Transfer Protokol)

Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:5), “ HTTP (Hyper Text Transfer Protokol) adalah protokol agar client dan server bisa berkomunikasi dengan gaya request-response”.

(11)

6. HTML (HyperText Markup Language)

Menurut Madcoms (2016:15) menyatakan bahwa “Hypertext Markup Languange (HTML) adalah sebuah bahasa markupyang digunakan untuk membuat sebuah halaman web internet dan formatting hypertext sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegrasi”.

Sedangkan menurut Rerung (2018:18) menyatakan bahwa: HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Languange. Disebut hypertext karena di dalam HTML sebuah text biasa dapat berfungsi lain, kita dapat membuatnya menjadi link yang dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lainya hanya dengan meng-klik text tersebut. Kemampuan text

inilah yang dinamakan Hyper Text, walaupun pada implementasinya nanti tidak hanya text yang dapat dijadikan link. Disebut Markup Languange. 7. PHP (Personal Home Page)

Menurut Setiawan (2017:54) PHP (Hypertext Preprocessor), adalah sebuah bahasa scripting tingkat tinggi yang dipasang pada dokumen HTML. Sebagian sintaks pada PHP mirip ndengan bahasa C, Java, dan

Perl. Namun pada PHP ada beberapa fungsi yang lebih spesifik. Sedangkan tujuan utama dari penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancangan web yang dinamis dan dapat bekerja secara otomatis.

Sedangkan menurut Kustiyah ningsih dalam Supono dan Vidiandry Putratama (2016:3),” PHP(atau resminya PHP: Hypertext Processor) adalah skrip bersifat

server side yang ditambahkan ke dalam HTML. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis”.

(12)

8. Java Script

Menurut Kadir dan Terra Ch. Triwahyuni (2013:325) “Javascript adalah bahasa pemrograman yang biasa diletakkan bersama kode HTML untuk menentukan suatu tindakan”. Sebagai contoh, dengan menggunakan Javascript

dimungkinkan untuk menampilkan jam secara terus-menerus.

Sedangkan menurut Sibero dalam Zikrul Humadi (2017:12) Javascript

“adalah bahasa pemrograman yang untuk dapat berjalan pada web browser dan

Javascript adalah bahasa skrip (Scripting Languange), yaitu kumpulan intruksi perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa bagian dari sistem operasi yang terdiri dari variabel, dan fungsilainya”.

9. CSS (Cascading Style Seet)

Menurut Mandar (2017:11) CSS (Cascading Style Seet), adalah panel yang digunakan untuk mengatur gaya tampilan dari halaman web dalam bentuk CSS

(Costum Style Sheet).

Sedangkan menurut Winarno dan Utomo dalam Almiyati(2017:11) menerangkan bahwa “ CSS merupakan bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengatur style-style yang ada di tag-tag HTML”.

10. Adobe Dreamweaver

Menurut Humaira (2015:2), Adobe Dreamweaver adalah aplikasi desain dan pengembangan web yang menyediakan editor WYSIWYG visual (bahasa sehari-hari yang disebut dengan (Design view) dan kode editor dengan fitur standar seperti syntax highlighting,code completion, dan code collapsing serta fitur lebih canggih seperti real-time syntax checking dan code instrospection

(13)

untuk membantu pengguna dalam menulis kode. Adobe Dreamweaver

CS6 merupakan salah satu versi dari Adobe Dreamweaver. Menggantikan versi sebelumnya yaitu CS5.

Adobe Dreamweaver CS6 adalah sebuah aplikasi yang dipergunakan untuk mendesain website keluaran Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver keluaran Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena fitur-fiturnya yang menarik dan kemudahan penggunaannya. Versi terakhir Macromedia Dreamweaver sebelum Macromedia dibeli oleh Adobe Systems, yaitu versi 8. Versi terakhir Dreamweaver keluaran Adobe Systems adalah versi 13 yang ada dalam Adobe Creative Cloud (sering disingkat Adobe CC).

Sumber: Humaira (2015:3)

(14)

Adobe Dreamweaver CS6 memiliki fitur-fitur baru. Fitur baru tersebut adalah sebagai berikut :

a. Built-in CMS

Merupakan fasilitas untuk menciptakan dan pengujian bahan-bahan unuk sistem manajemen konten seperti Joomla! dan Wordpress.

b. Integrasi dengan Adobe Browser Lab

Melakukan pemetaan halaman dinamis dengan melihat pandangan, diagnosis, dan perbandingan.

c. PHP Kelas Custom

Fasilitas yang dapat mencegah kesalahan dalam pengkodean dengan tampilan sintaks yang tepat untuk fungsi PHP.

d. Layout Fluid Grid

Membuat desain web lintas platform dan lintas browser yang kompatibel menggunakan CS6 berbasis sistem layoutfluid grid.

e. Peningkatan kinerja FTP karena didukung oleh FTPS,FTPes

Proses upload file situs lebih cepat dan lebih efisien untuk mempercepat waktu produksi.

f. Integrasi dengan Adobe Business Catalyst

Menggunakan panel bisnis Catalyst integration dalam Dreamweaver untuk menghubungkan dan mengedit situs dengan menggunakan Adobe Business Catalyst (tersedia secara terpisah).

(15)

g. Peningkatan Support jQuery Mobile

Digunakan utuk membangun aplikasi asli mobile atau ponsel pada platform IOS dan Android dengan menggunakan support yang telah diperbarui pada jQuery mobile.

h. Support PhoneGap Diperbarui

Membangun dan mengemas aplikasi asli untuk Android dan iOS dengan fungsi PhoneGap yang baru.

i. Fitur Live View Diperbaharui

Langkah pengujian halaman sebelum dipublish menggunakan fungsi live view juga diperbarui

j. Panel Multiscreen Preview Diperbarui

Memeriksa tampilan layar dari proyek yang sedang dibangun untuk smartphone, tablet, dan desktop dengan menggunakan panel multiscreen preview yang telah diperbarui.

k. Fluid Grid Layout

Kemajuan yang besar dalam desain tata letak, akan dibangun tepat dalam Dreamweaver untuk pertama kalinya

l. HTML 5 Audio dan Video yang Lebih Baik

Versi pertama dari Dreamweaver dimana integrasi dengan HTML 5 terasa benar-benar mulus

11. XAMPP

Menurut Wardana (2016:4), “XAMPP adalah paket software yang di dalamnya sudah terkandung web server Apache, database Mysql, dan PHP Interpreter”.

(16)

Sedangkan menurut Yudhanto dalam Supriyanta (2015:36), “ XAMPP merupakan program paket PHP dan MySQL berbasis opensource yang saat ini merupakan andalan para programmer PHP dalam melakukan programming dan melakukan testing hasil programnya”.

Sumber : Wardana (2016:5)

Gambar II.2 Control Panel Xampp Keterangan:

a. Apache, web server b. MySql, database mysql

c. FileZilla, untuk mentransfer file antar komputer

(17)

D. Basis Data

Menurut Fathansyah (2015:2) “Basis data terdiri atas 2 kata, yaitu Basis dan Data”. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan , peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Sedangkan menurut Aditiyawarman (2016:278) menyatakan bahwa,:

Basis data atau yang sering disebut sebagai juga pangkalan data merupakan tempat berkumpulnya data-data yang saling berhubungan dan terintegrasi mengenai operasional perusahaan yang disimpan dan dikelola dengan cara yang sistematis dengan tujuan agar dapat disimpan, dimodifikasi, dicari dan digunakan kembali dengan mudah dan cepat.

Menurut Mandar (2017:2), phpMyAdmin merupakan salah satu dari tiga aplikasi yang include pada satu paket software web server seperti Wampserver atau Xampp. Selain terdiri dari phpMyAdmin, didalam Wampserver juga terdapat Apache dan PHP. Software web server inilah yang banyak digunakan dalam membangun suatu website dinamis.

Sumber: Mandar(2017:2)

(18)

Tiga faktor utama yang membentuk suatu Basis data adalah sebagai berikut : 1. Tabel

Tabel merupakan sekumpulan data yang memiliki topik tertentu, misalnya sebuah tabel yang berisi data karyawan. Didalam tabel tersebut terdapat

record dan field yang merupakan bagian dari tabel.

Pada dasarnya, tabel adalah tempat untuk meletakan, menyimpan dan mengedit atau mengubah data. Tabel dibuat lalau dikelola dengan baik sehingga data yang di hasilkan dapat di tampilkan dan lebih mudah dimengerti.

2. Record

Record merupakan baris yang terdapat dalam tabel. Pada baris tersebut, data-data dari tabel diisi. Secara umum, record memiliki definisi satu bagian dari data. Misalnya suatu tabel terdapat 100 record maka bisa dikatakan bahwa tabel tersebut mempunyai 100 data utuh. Satu record mewakili satu data yang utuh.

3. Field

Field adalah kolom dalam tabel. Bisa dikatakan field adalah bagian dari

record. Pada satu record terdafat bermacam-macam field, dan satu field

mewakili satu bagian dari data pada tabel.

Adapun keuntungan dalam pemakaian sistem basis data (database) adalah : 1. Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi data.

2. Data dapat dipakai secara bersama-sama. 3. Memudahkan penerapan standarisasi. 4. Terpeliharanya keselarasan data.

(19)

5. Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan. 6. Terpeliharanya integritas data.

7. Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi.

8. Program atau data yang independent.

Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan, memodifikasi data disebut dengan software database engine dan lebih resminya biasa disebut dengan DBMS (Database Management System). DBMS (Database Management System) adalah sistem yang yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas. Ada banyak aplikasi DBMS yang bisa kita gunakan antara lain :

a. SQL Server, dikembangkan oleh Microsoft.

b. Ms. Access, dikembangkan oleh Microsoft. c. Orecole database, dikembangkan oleh Orecole. d. MYSQL, dikembangkan oleh MYSQL AB. e. DB2, dikembangkan oleh IBM.

f. Firebird, dikembangkan oleh komunitas open source berdasarkan dari kode

interbase.

g. PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source dan masih banyak aplikasi lainnya.

(20)

Berdasarkan hubungan antar record dalam database (record based data models), terdapat tiga jenis, yaitu:

a. Model Database Hierarki (Hierarki Database Mode)

Model hierarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon nyang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orangtua-anak.

b. Model Database Jaringan (Network Database Model)

Model database jaringan menggunakan pointer untuk menghubungkan data satu dengan data yang lain. Model ini dapat memiliki banyak penghubung dengan data yang lain.

c. Model Database Relasional

Model database relasi merupakan model database yang paling banyak digunakan saaat ini, karena paling sederhana dan mudah digunakan serta yang paling penting adalah kemampuanya dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan database.

E. Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut Sukamto dan M. Shalahudin (2016:28) ”model air terjun(waterfall) sering disebut juga dengan model squensial linter (sequential liniear) atau alat ukur hidup klasik”. Model air terjun menyediakan pendekatan atau alur hidup perangkat lunak secara sekunsial atau terurut dimulai dengan analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).

(21)

Berikut ini langkah-langkah metode waterfall dalam penelitian ini menurut Sukamto dan M. Shalaudin(2013:28) :

1. Desain

Pada proses desain, dilakukan sebuah perancangan antarmuka (design interface) kemudian membuat pengkodean (coding). Proses ini berfokus pada struktur data, arsitektur perangkat lunak, Entity Realtionship Diagram (ERD),

Logical Record Structure (LRS), dan basis data (database) untuk program absensi karyawan.

2. Pengkodean

Pengkodean merupakan proses menterjemahkan perancangan desain ke bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin dengan menggunakan bahasa pemograman. Bahasa pemograman yang digunakan adalah PHP dan pembuatan basis data (database) menggunakan phpmyadmin.

3. Pengujian

Setelah proses pengkodean selesai, dilanjutkan dengan proses pengujian pada program perangkat lunak, baik pengujian logika internal, maupun pengujian eksternal fungsional untuk memeriksa segala kemungkinan terjadinya kesalahan dan memeriksa apakah hasil dari pengembangan tersebut sesuai dengan hasil yang diinginkan. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan Blackbox testing.

(22)

2.2. Teori Pendukung

A. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:249) “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan pemodelan basis data yang dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relasional”.

Proses memungkinkan analis menghasilkan struktur basis data dapat disimpan dan diambil secara efisien, terdiri dari:

1.

Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut:

a. Entitas: suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana kita akan menyimpan data.

b. Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu.

c. Relasi: hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas. d. Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan

kumpulan entitas dengan relasi.

2. Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2017:147) memberi pengertian bahwa, “Derajat keterhubungan antar entitas pada suatu relasi terdapat empat jenis kardinalitas, diantaranya adalah:

a. Satu ke satu (One to One).

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada Entitas B. Demikian juga sebaliknya setiap elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada Entitas A.

(23)

Sumber : Fathansyah (2015:82)

Gambar II.4 Contoh Kardinalitas Satu ke Satu b. Satu ke banyak (One to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.

Sumber : Fathansyah (2015:83)

Gambar II.5 Contoh Kardinalitas Satu ke Banyak c. Banyak ke satu (Many to One)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B behubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.

nama_dos * mengepalai Jurusan 1 Dosen 1 alamat_dos kode_jur * nama_jur nama_dos * kode_jur * nama_dos * mengajar Kuliah N Dosen 1 alamat_dos kode_kul * nama_kul nama_dos * kode_kul *

(24)

d. Banyak ke banyak (Many to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada Entitas B demikian sebaliknya.

B. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Puspitasari (2016:229) “LRS merupakan sebuah model sistem yang di gambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi LRS, maka perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan tertentu”.

Sumber: Puspitasari(2016:229)

Gambar II.6 Contoh Kasus LRS C. UML (Unified Modeling Language)

Menurut Sukamto dan M.Shalahuddin (2014:133) “UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk medefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arstitektur dalam pemograman berorientasi objek”.

(25)

UML mempunyai beberapa atau sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. Diagram tersebut akan menggambarkan atau mendokumentasikan beberapa aspek dari sebuah sistem.

Abstraksi konsep dasar UML terdiri dari structural classification, dynamic behavior, dan model management, Berikut adalah diagram yang ada pada UML :

a. Use Case Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:155), “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat”. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat.

Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu:

1. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang , tapi aktor belum tentu merupakan orang.

2. Use Case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit-unit atau aktor.

(26)

Sumber: Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:155)

Gambar II.7 Contoh Kasus Use Case Diagram b. Activity Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:161), “Diagram aktivitas atau

activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

Activity Diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:

1. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan. 2. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem atau user interace

dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah ra 3. ncangan antar muka tampilan.

(27)

4. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.

5. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.

Sumber: Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:161)

Gambar II.7 Contoh Kasus Activity Diagram

c. Class Diagram

Menurut Sukamto dan M. Shalauddin (2014:141), “Diagram Kelas atau Class diagram menggambarkan strukur dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

(28)

Susunan kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:

1. Kelas main

Kelas yang memilki fugsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan. 2. Kelas yang menangani tampilan sistem (view)

Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai. 3. Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller)

Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case. Kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.

4. Kelas yang diambil dari pendefinisian daata (model)

Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data.

(29)

Sumber: Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:165)

Gambar II.8 Contoh Diagram kelas atau class diagram

d. Sequence Diagram

Menurut Sukamto dan M.Shalauddin (2014:165), “Diagram sekuen atau

sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstanisasi menjadi objek itu.

(30)

Sumber: Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:165)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :